Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 31783 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Ririh Yudhastuti; Pembimbing: Sinaga, PMH
T-306
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hera Agustina; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto; Penguji: Laila Fitria, Dewi Susanna, Yasni Rufaidah, Rini Sekartini
T-2720
Depok : FKM UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Meylina Marbun; Pembimbing: Sri Tjahjani Budi Utami; Penguji: Laila Fitria, Budhy Vipyana
S-4402
Depok : FKM-UI, 2005
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Debbie Valonda; Pembimbing: Ema Hermawati; Penguji: Dewi Susanna, Al Asyary; I.G.A Rusmala Dewi, Adhi Sambodo
Abstrak: Latar Belakang: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu yang efektif dalam menurunkan kadar total coliform dengan menggunakan sinar ultraviolet pada air limbah terolah di outlet Instalasi Pengolahan Air Limbah Puskesmas X Jakarta Tahun 2022.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain studi eksperimen. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 64 sampel air limbah terolah pada outlet di Instalasi Pengolahan Air Limbah Puksesmas X Jakarta. Data kadar total coliform didapatkan dari hasil pemeriksaaan sampel di laboratorium terakreditasi. Sinar ultraviolet menggunakan lampu TL UVC merk Philips dengan daya 15 watt.
Hasil: Berdasarkan rata-rata persentase penurunan kadar Total Coliform pada sampel setelah mendapatkan perlakuan dengan sinar ultarviolet setelah 2 menit sebesar 10%, setelah 4 menit sebesar 21,25%, setelah 6 menit sebesar 26,75%, setelah 8 menit sebesar 42,5%, setelah 10 menit sebesar 58,75%. Persentase penurunan total coliform setelah 10 menit penyinaran memiliki efektifitas yang paling tinggi. Dari uji korelasi diketahui bahwa ada hubungan yang kuat antara lama penyinaran ultraviolet dengan penurunan total Coliform.
Background: This study aims to determine the effective time to reduce total coliform levels by using ultraviolet light in treated wastewater at the outlet of the Wastewater Treatment Plant of Health Center X in Jakarta in 2022.
Methods: This research uses quantitative research methods with an experimental study design. The number of samples in this study were 64 samples of treated wastewater at the outlets of the Wastewater Treatment Plant of Public Health Center X Jakarta. Data on total coliform levels were obtained from the results of examination of samples in an accredited laboratory. Ultraviolet light using Philips brand TL UVC lamp with 15 watts of power.
Results: Based on the average percentage decrease in Total Coliform levels in the sample after receiving treatment with ultraviolet light after 2 minutes by 10%, after 4 minutes by 21.25%, after 6 minutes by 26.75%, after 8 minutes by 42.5 %, after 10 minutes of 58.75%. The percentage of total coliform decrease after 10 minutes of irradiation had the highest effectiveness. From the correlation test, it is known that there is a strong relationship between the duration of ultraviolet irradiation and the decrease in total Coliform.
Read More
T-6463
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Achmad Naufal Azhari; Pembimbing: Suyud Warno Utomo; Penguji: Sjarifah Salmah, Renti Mahkota, Siti Nur Ayu
Abstrak: Setiap tahun penularan penyakit melalui jalur fecal-oral, termasuk diare telahmenyebabkan banyak kematian, khususnya pada anak-anak di dunia.Pemeriksaan kualitas mikroba air dirasa tidak cukup untuk menggambarkansecara akurat tingkat risiko diare. Hal ini dikarenakan faktor sanitasi danperilaku higiene juga berperan penting dalam rantai penularan penyakitdiare. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian mengenai gambaran ataupotret ketersediaan sarana sanitasi dan perilaku hidup bersih sehat (PHBS)pada masyarakat serta hubungannya dengan kejadian diare. Disain studi yangdigunakan adalah potong lintang (cross sectional). Peneliti melakukanpenilaian terhadap kondisi fasilitas sanitasi dan perilaku masyarakat denganmenggunakan data Environmental Health Risk Assessment (EHRA) di 9kelurahan di Kota Depok. Pada setiap kelurahan diambil 60 rumah tanggasebagai sampel sehingga jumlah responden yang digunakan adalah 540rumah tangga. Kuesioner dan lembar observasi digunakan untuk mengetahuikondisi fasilitas sanitasi dan perilaku masyarakat serta kejadian diare.Ditemukan hubungan bermakna antara pengolahan sampah rumah tangga[OR = 0,42 (95% confidence interval (CI), 0,23-0,76)], perilaku cuci tanganpakai sabun [OR = 4,93 (3,11-7,82)], dan perilaku buang air besarsembarangan [OR = 6,61 (2,03-21,58)] dengan kejadian diare. Kesimpulanyang dapat diambil dari penelitian ini adalah kondisi fasilitas sanitasi(pengolahan sampah rumah tangga) dan kebiasaan higiene (cuci tangan pakaisabun dan buang air besar sembarangan) masyarakat memiliki hubungandengan kejadian diare pada masyarakat.Kata Kunci : ciliwung, diare, higiene, kajian risiko, sanitasi
Each year the transmission of disease through fecal-oral route, includingdiarrhea has caused many deaths, especially among children in the world.Examination of the microbial quality of water is not sufficient to accuratelydescribe the level of risk of diarrhea . This is because the factors of sanitationand hygiene behavior also play an important role in the transmission ofdiarrheal diseases. Therefore it is necessary to do research on a picture orportrait of availability of sanitation facilities and hygienic behavior ofhealthy in society and its relationship with the incidence of diarrhea. Weused cross-sectional study design. We conducted an assessment of thecondition of sanitation facilities and people's behavior by usingEnvironmental Health Risk Assessment (EHRA) data in 9 villages in Depok. In each village 60 households taken as a sample so that the number ofrespondents used was 540 households. Questionnaires and observation sheetsare used to determine the condition of sanitation facilities and people'sbehavior and the incidence of diarrhea. We found a significant relationshipbetween household sewage treatment [ OR = 0.42 (95 % confidence interval( CI ) , 0.23-0.76) ] , the behavior of handwashing with soap [ OR = 4.93(3.11 -7.82) ] , and defecation behavior [ OR = 6.61 (2.03 to 21.58) ] with theincidence of diarrhea. From the result we can conclude that the condition ofsanitation facilities ( household waste ) and hygiene habits (washing handswith soap and defecation ) people have a relationship with the incidence ofdiarrhea in the community .Key words : ciliwung, diarrhea, hygiene, risk assessment, sanitation
Read More
T-4033
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yasep Setiakarnawijaya; Pembimbing: Budi Haryanto
T-1250
Depok : FKM UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eva Kasih Sembiring; Pembimbing: Laila Fitria; Penguji: Bambang Wispriyono, Ema Hermawati, Syafran Arrazy, Slamet Isworo
Abstrak:
Sungai Cilemahabang merupakan sungai yang terdapat di Kabupaten Bekasi yang mengalir dari Cikarang bagian Selatan menuju Cikarang bagian Utara yang menjadi lokasi penelitian. Cikarang dikenal sebagai Kota industri terbesar di Asia Tenggara, dengan berkembangnya industri dan bertambahnya jumlah penduduk, sungai Cilemahabang terindikasi adanya pencemaran, sebagaimana hasil dari survey awal yang menunjukkan adanya konsentrasi merkuri dalam air sungai. Mengingat potensi bahaya kesehatan dari pajanan merkuri sehingga dilakukan penelitian yang dapat menganalisis risiko kesehatan terhadap masyarakat melalui air tanah (sumur) yang dikonsumsi masyarakat di sekitar wilayah aliran sungai Cilemahabang Desa Waluya dan Desa Karangraharja Kecamatan Cikarang Utara. Penelitian ini menggunakan metode Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL) dengan sampel subjek sebanyak 110 orang melalui kuesioner dan sampel lingkungan yaitu air tanah (sumur) sebanyak 8 sampel dianalisis di laboratorium. Selain itu, dilakukan pengambilan sampel air sungai pada bagian hulu, tengah dan hilir Sungai Cilemamahabang untuk melihat pola distribusi di lingkungan. Hasil laboratorium menunjukkan bahwa terdapat konsentrasi merkuri pada air tanah (sumur) sebesar 0,0027 mg/l yang telah melebih nilai baku mutu berdasarkan Permenkes Nomor 2 Tahun 2023 pada air minum dan konsentrasi merkuri pada air sungai juga telah melebihi nilai baku mutu berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021. Nilai Risk Quetient (RQ) secara realtime pada masyarakat masih dinyatakan tidak berisiko dengan RQ≤1, namun setelah diproyeksikan hingga 40 tahun kedepan, dinyatakan berisiko dengan nilai RQ>1. Sedangkan untuk RQ individu, terdapat 15% yang sudah berisiko. Sehingga tetap perlu dilakukan pengelolaan risiko untuk meminimalisir dampak kesehatan masyarakat jangka panjang.

Cilemahabang River is a river in Bekasi Regency that flows from the southern part of Cikarang to the northern part of Cikarang, the research location. Cikarang is known as the largest industrial city in Southeast Asia. With industrial development and population growth, the Cilemahabang River has become polluted, and the initial survey results revealed elevated concentrations of mercury in the river water. Considering the potential health hazards of mercury exposure, this study was conducted to analyze the health risks to the community through groundwater (well water) consumed by residents living near the Cilemahabang River Basin in Waluya Village and Karangraharja Village, North Cikarang District. This study used the ARKL method with a subject sample of 110 people through a questionnaire and environmental samples, namely groundwater (well) as many as 8 samples analyzed in the laboratory. In addition, river water samples were taken at the upstream, middle, and downstream of the Cilemamahabang River to see the environmental distribution pattern. Laboratory results show that there is a mercury concentration in groundwater (wells) of 0.0027 mg/l, which has exceeded the quality standard value based on Permenkes Nomor 2 Tahun 2023 in drinking water, and the mercury concentration in river water has also exceeded the quality standard value based on PP Nomor 22 Tahun 2021. The real-time Risk Quetient (RQ) value in the community is still declared not at risk with RQ≤1, but after being projected for the next 40 years, it is stated at risk with an RQ>1 value. As for the individual RQ, 15% are already at risk. So, it is still necessary to carry out risk management to minimize long-term public health impacts.
Read More
T-7269
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cindy Rahman Aisyah; Pembimbing: Budi Haryanto; Penguji: Sri Tjahyani Budi Utami, Agus Joko Susanto
S-8891
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Silvia Dini; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Suyud W. Utomo, Rina Suryani
Abstrak:

Kualitas air Sungai Ciliwung semakin hari semakin menurun. Hal ini dibuktikan dengan konsentrasi TSS (Total Suspenden Solid), COD (Chemical Oxygen Demand), Nitrit dan Ammonia yang telah melebihi baku mutu (TSS>100 ppm, COD>10 ppm, Nitrit>0.06 ppm, Ammonia>0.02 ppm) (Delinom et al., 2002). Tetapi pada kenyataannya air Sungai Ciliwung masih digunakan masyarakat sekitar untuk memenuhi berbagai keperluan sehari-hari.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air Sungai Ciliwung periode tahun 2000-2010 dibandingkan dengan Keputusan Gububernur DKI Jakarta No. 582/1995. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif dengan jumlah sampel sekunder sebanyak 272. Parameter kualitas air yang digunakan sebagai indikator adalah Total Dissolved Suspended (TDS), Kekeruhan, Phospat, Biochemical Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD) Dissolved Oxygen (DO), dan Fecal coli.Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar parameter telah melebihi baku mutu kecuali TDS di bagian hulu sungai. Dari hasil uji bivariat diketahui sebagian besar konsentrasi parameter meningkat dari hulu ke hilir. Hal ini dibuktikan dengan nilai P<0.05. Untuk perbedaan konsentrasi di musim hujan dan musim kemarau, parameter yang memiliki perbedaan yang signifikan yaitu BOD, Phospat, dan COD (P<0.05). Sedangkan untuk perbedaan konsentrasi periode tahun 2000-2005 dan periode tahun 2006-2010 parameter yang memiliki perbedaan yang signifikan yaitu COD dan DO (P<0.05).Kesimpulan dari penelitian ini adalah Air Sungai Ciliwung menurut parameter yang diteliti sudah tidak sesuai peruntukannya.


 

Over the time, water quality of Ciliwung River was under the standart. The concentration of some parameters such as TSS (Total Suspenden Solid), COD (Chemical Oxygen Demand), Nitrite and Ammonia above a threshold limit (TSS>100 ppm, COD>10 ppm, Nitrite>0.06 ppm, Ammonia>0.02 ppm) (Delinom et al., 2002). But in the reality people around the river area still used the water for their daily activities.The purpose of this study was to compare the water quality to according Keputusan Gububernur DKI Jakarta No. 582/1995. This study use descriptive analysis method with 272 secondary samples. The parameter of water quality which include as indicator of the assessment were Total Dissolved Suspended (TDS), Turbidity, Phospate, Biochemical Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD) Dissolved Oxygen (DO), and Fecal coli.The result should that most of parameters were over the threshold limit except TDS consentration in the upstreams. Bivariate analysis showed most of the parameters increase from the upstream to downstream with P<0.05. BOD, Phospat, and COD had the significant differences between rainy and dry season (P<0.05). Mean while COD and DO which had the significant differences in 2000-2005 to 2006-2007 periode time (P<0.05).The conclusion of this study was Ciliwung river water according to the studied parameters are not appropriate designation.

Read More
S-6866
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive