Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 19585 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Utih Arupah; Pembimbing: Siti Arifah Pujonarti; Penguji: Wahyu Kurnia Yusrin, Diah Mulyawati Utari, Abbas basuni Jahari, Triyani Kresnawan
Abstrak:
Pengukuran berat badan di rumah sakit merupakan parameter yang objektif,akan tetapi tidak semua pasien yang dirawat dapat dilakukan penimbanganberat badan dengan timbangan biasa, karena pasien tidak bisa berdiri tegak,ketidakmampuan pasien untuk berdiri,lemah tubuh, kesadaran menurun, karenapenyakit tertentu sehingga data yang dihasilkan memiliki reliabilitas yangkurang baik. Lingkar lengan, lingkar pinggang, lingkar paha, lingkar betis danpanjang badan merupakan salah satu ukuran antropometri yang kuat dapatdigunakan untuk memprediksi berat badan. Penelitian ini bertujuan untukmengembangkan model prediksi berat badan berdasarkan lingkar lengan atas,lingkar pinggang, lingkar paha, lingkar betis dan panjang badan. Penelitiandilakukan pada bulan nopember 2017. Disain yang digunakan adalah crosssectional jumlah sampel 160 orang pegawai yang diambil secara simplerandom sampling di RSCM. Variabel yang dikumpuli meliputi berat badan,lingkar lengan atas, lingkar pinggang, lingkar paha, lingkar betis, dan panjangbadan. Berat badan diukur dengan penimbangan dan lingkar lengan atas,lingkar pinggang, lingkar paha, lingkar betis dengan melingkari pita, panjangbadan dengan ukuran meteran. Hasil akhir dari penelitian menghasilkan modelprediksi berat badan untuk mendapatkan berat badan prediksi. Menghasilkan18 model prediksi berat badan memiliki nilai R square tinggi yaitu: 2 modelprediksi berat berat untuk laki-laki R2= 0,898, dan R2= 0,930, 9 model prediksiberat badan untuk perempuan (R2=0,960, R2=0,952, R2=0,953, R2=0,956,R2=0,968, R2=0,949, R2=0,945, R2=0,963, R2= 0,944) dan 7 model prediksiuntuk gabungan laki-laki dan perempuan R2=0,949, R2=0,934, R2=0,893,R2=0,935, R2=0,914, R2=0,913, R2=0,929. Peneliti menyimpulkan bahwamodel prediksi berat badan yang dihasilkan akurat untuk memprediksi beratbadan dewasa. Namun perlu dilakukan penelitian kembali pada populasi yanglebih luas.Kata Kunci : Model Prediksi, Berat Badan, Lingkar Lengan Atas.
Read More
T-5132
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anita Khairani Tarigan; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Siti Arifah Pujonarti, Abas Basuni Jahari
S-9998
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aisa Vinesha; Pembimbing: Wahyu Kurrnia Yusrin Putra; Penguji: Siti Arifah Pujonarti, Anies Irawati
S-9781
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Katherina; Pembimbing: Trini Sudiarti; Penguji: Ahmad Syafiq, Abas Basumi Jahari
Abstrak: Berat badan merupakan salah satu komponen antropometri yang paling banyak digunakan untuk menentukan preskripsi diet dan preskripsi obat pasien. Namun terkadang pengukuran berat badan tidak dapat dilakukan secara langsung, seperti pada individu penyandang disabilitas dan kesadaran lemah. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan rumus yang sederhana dalam memprediksi berat badan pada dewasa di Jakarta Selatan. Pengukuran berat badan BB , lingkar lengan atas LiLA dan tinggi lutut TL dilakukan pada 164 orang sampel dewasa 20 ndash; 59 tahun di Jakarta Selatan pada bulan Mei 2017. Model prediksi berat badan akhir yang diperoleh menggunakan analisis regresi linear ganda adalah: Berat Badan estimasi kg = 2,8 LiLA 1,2 TL ndash; 1,25 Z ndash; 75,1 R-square 0,841; p-value < 0,001 , dengan nilai Z = 1 untuk perempuan dan 2 untuk laki-laki. Persamaan dari penelitian ini mampu memprediksi berat badan dan dapat digunakan pada dewasa di Jakarta Selatan.
 

Body weight is one of the most common anthropometric component to determine prescription for diet and drugs. However, this way prove to be a challenge for individuals who are unconscious and or have disabilities. The present study aims to derive a simple equation to estimate the body weight of adults in South Jakarta. Measurements of Body Weight BW , the Middle Upper Arm Circumference MUAC , and the Knee Height KH were done in 164 adults in the respective city in May 2017. The resulting equation, which is derived by multiple linear regression, is BW 2.8 MUAC 1.2 KH ndash 1.25 Z ndash 75.1 R square 0,841 p value 0,001 , with Z value of 1 for female and 2 for male. The equation is able to approximate the body weight of adults in South Jakarta.
Read More
S-9509
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Kamaludin; Pembimbing: Kusharisupeni Djokosujono; Penguji: Kusdinar Achmad, Yuni Zahraini
S-9026
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rahma Listyandini; Pembmimbing: Siti Arifah Pujonarti; Penguji: Kusdinar Achmad, Kusharisupeni, Abas Basuni Jahari, Misti
Abstrak:
Akhir-akhir ini, berbagai studi berfokus pada indeks antropometri untuk obesitasseperti lingkar pinggang (LP), rasio lingkar pinggang-lingkar pinggul (RLPP), danrasio lingkar pinggang-tinggi badan (LP-TB) sebagai faktor prediksi sindrommetabolik. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi cut-off points dengan sensitivitasdan spesifistas optimal dari indeks antropometri untuk obesitas dalam mendefinisikansindrom metabolik menurut kriteria NCEP-ATP III pada pegawai di area TanjungPriok di Jakarta. Desain penelitian adalah cross sectional. Analisis data menggunakankurva Receiver Operating Characteristic (ROC) untuk mengindentifikasi cut-offpoints optimal dari LP, RLPP, dan LP-TB dalam memprediksi sindrom metabolik.Total sampel diperoleh sebanyak 256 responden (174 pria dan 82 wanita) berusia 20-58 tahun, yang bekerja di instansi pemerintah di area pelabuhan Tanjung Priok.Berdasarkan area under curve (AUC), didapatkan indeks antropomteri dengan angkaterbesar hingga terkcecil secara berurutan yaitu LP-TB, LP, dan RLPP. Didapati cut-off point LP ≥88 cm pada pria dan ≥85 cm pada wanita. Cut-off points RLPP padapria ≥0,9 dengan sensitifitas 63% dan spesifisitas 60%, sedangkan RLPP pada wanita≥0,83 dengan sensitifitas 73% dan spesifitas 62%. Didapatkan LP-TB dengan cut-offpoints 0,5, dengan sensitivitas 66% (pria) dan 67% (wanita) serta spesifisitas 65%(pria) dan 62% (wanita). Sebagai faktor prediksi sindrom metabolik, indeksantropometri dapat dipilih dengan pertimbangan kemudahan pengukuran. LP dinilailebih mudah dipraktikkan karena pengukuran tidak berbentuk rasio dan hanyamelibatkan satu pengukuran antropometri saja, sehingga bias pengukuran dapatdiminimalisir. Dibutuhkan studi longitudinal untuk memperkuat hasil penelitian ini.Kata kunci:Lingkar pinggang, rasio lingkar pinggang-lingkar pinggul, rasio lingkar pinggang-tinggi badan, receiver operating characterisitic, sindrom metabolik

Recently, many studies have focused on anthropometric indices for abdominal obesityas waist circumference (WC), waist to hip ratio (WHR), and waist to height ratio(WHtR) to define metabolic syndrome (MetS). This study aimed to compare WC,WHR, and WHtR and define an optimal cut-off values, which is most closelypredictive of the components of the NCEP-ATP III MetS definition among employeesin Port of Tanjung Priok, Jakarta. This study was cross-sectional study. ReceiverOperating Characteristic (ROC) analysis was used to examine discrimination andfind optimal cut-off values of WC, WHR, and WHtR to predict components of MetS. Itincluded 256 subjects (174 men and 82 women) aged 20-58 years, who worked inPort of Tanjung Priok. According to area under curve, we found WHtR with thehighest score, followed by WC, and followed by WHR with the lowest score. WC cut-off points were ≥88 cm in men dan ≥85 cm in women. WHR cut-off points were ≥0,9in men (sensitivity 63%; specificity 60%), ≥0,83 in women (sensitivity 73%;specificity 62%). WHtR cut-off points was 0,5, in men and women (sensitivity 66%and specificity 65% in men; sensitivity 67% and specificity 62% in women).Anthropometric indices for metabolic syndrome prediction could be determined byconsidering measurement complexity. WC was considered as an easy measurementbecause it`s not in ratio and involved one measurement. Bias of measurement couldbe minimized. Longitudinal studies is needed to evaluate the consistency of thefindings.Keywords:Waist circumference waist to hip ratio, waist to height ratio, receiver operatingcharacteristic, metabolic syndrome
Read More
T-4696
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Irma Nursyarifah; Pembimbing : Kusharisupeni Djokosujono; Penguji: Endang Laksminingsih Achadi, Diah Mulyawati Utari, Nani Dharmasetiawani, Yani Suryani
Abstrak:

ABSTRAK

Berat lahir bayi digunakan sebagai salah satu indikator untuk memprediksi pertumbuhan dan ketahanan hidup bayi disamping status gizi dan kesehatan bayi. Bayi dengan berat lahir rendah (BBLR) adalah berat lahir kurang dari 2500 gram dengan mengabaikan usia kehamilan. Berbagai penelitian membuktikan terdapat banyak faktor yang mempengaruhi berat lahir, khususnya status gizi ibu. Tujuan dari penelitian yang dilakukan secara potong lintang ini adalah untuk mengetahui apakah Lingkar lengan Atas (LILA) merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan berat lahir pada ibu hamil usia remaja dengan menggunakan indikator status gizi lain (Berat Badan sebelum Hamil, Pertambahan Berat Badan selama Hamil, Tinggi Badan), gynecological age, frekuensi antenatal care, tingkat pendidikan dan asupan gizi sebagai prediktor. Penelitian dilakukan pada 94 ibu hamil usia remaja dengan rata-rata usia 18,01±1,12 tahun. Berat lahir, status gizi, frekuensi antenatal care, tingkat pendidikan diperoleh dari rekam medis (kohort Ibu dan buku kunjungan KIA), gynecological age diketahui melalui pengisian kuesioner, dan asupan gizi dihitung dengan menggunakan metode Food Frequency Questionaire (FFQ). Terdapat hubungan yang bermakna antara LILA, Berat Badan sebelum Hamil dan gynecological age dengan berat lahir bayi. Hasil uji statistik menyatakan bahwa LILA merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan berat lahir setelah dikontrol variabel Berat Badan sebelum Hamil, Pertambahan Berat Badan selama Hamil, gynecological age, frekuensi antenatal care, asupan energi total dan asupan zat besi. Untuk meningkatkan outcome kehamilan pada remaja, Puskesmas, Sekolah, BKKBN, LSM direkomendasikan untuk mengimplementasikan program peer group yang kegiatannya melibatkan keluarga dan berfokus pada pengendalian dan dukungan pada ibu hamil remaja, peningkatan status gizi, dan promosi asupan yang bergizi seimbang.


ABSTRACT

Baby birth weight was used as one of indicator for predicting baby?s growth and life?s survival beside of baby?s nutrient and health status. Low birth weight baby means a baby who have birth weight less than 2500 gram by ignoring pregnancy age. Some researchs proved that many factors affecting birth weight, mother?s nutrient status in particular. This study aim to understand whether upper arm circumference is the dominant factor which related with baby?s birth weight of teenage pregnant mother by using other nutrient status indicator (body weight before pregnancy, weight increase during pregnancy, body height), gynecological age, antenatal care frequency, education level and nutrients intake as predictor. Study design is cross sectional with 94 teenage pregnant mother. The mean of age was 18,01±1,12 years. Birth weight, nutrient status, antenatal care frequency and education level was recognized by fill in questionnaire while nutrients intakes was calculated by Food Frequency Questionaire (FFQ) method. There was a significant relationship between upper arm circumference, body weight before pregnancy and gynecological age with baby birth weight. Statistical Test showed that upper arm circumference is dominant factor which have a correlation with baby birth weight after controlled by body weight before pregnancy, weight increase during pregnancy, gynecological age, antenatal care frequency, total energy intake and Iron intake variables. To improve teenage pregnancy outcome, Primary Health Center, Schools, Family Planning Coordination Board and Non- Goverment Organization were recommended to implement peer group program which some activities involving family member and focus on controlling and supporting teenage pregnancy mothers, nutrient status improvement and promoting balance nutrients intakes.

Read More
T-3870
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Utih Arupah; Pembimbing: Besral
S-2699
Depok : FKM UI, 2002
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Diny Eva Ariyani; Pembimbing: Endang Laksiminingsih Achadi; Penguji: Sandra Fikawati, Anies Irawati
S-7075
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hadiyanti Eka Prasasti; Pembimbing: Diah Mulyawati Utari; Penguji: Kusharisupeni, Isnindyarti
Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran lingkar pinggang, faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan lingkar pinggang, and faktor predominan lingkar pinggang. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional dengan metode purposive sampling pada 139 responden guru sekolah dasar di Kecamatan Cilandak Jakarta Selatan tahun 2013. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini meliputi lingkar pinggang, jenis kelamin, umur, pendapatan, pengetahuan gizi, kecukupan energi, kecukupan karbohidrat, kecukupan lemak, dan aktivitas fisik.
 
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ratarata lingkar pinggang pada perempuan 80,40 cm dan pada laki-laki 88,04 cm. Dari penelitian ini, didapatkan hasil bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin, umur, dan pendapatan dengan lingkar pinggang. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa jenis kelamin, yaitu perempuan dan umur yang semakin meningkat menjadi faktor predominan lingkar pinggang. Asupan makanan yang tepat dan diimbangi dengan aktivitas fisik yang teratur diperlukan untuk mengontrol ukuran lingkar pinggang agar tidak melebihi cut off points.
 

The objective of this study was to determine the description of waist circumference, the association of risk factors and waist circumference, and predominant factor of waist circumference. This study use a cross sectional design research with purposive sampling among 139 elementary school teacher in Cilandak District, South Jakarta in year 2013. The data have been collected on this research included waist circumference, sex, age, income, nutrition knowledge, energy sufficiency, carbohydrate sufficiency, fat sufficiency, and physical activity.
 
The result of this study showed that the mean value of waist circumference in women was 80,40 cm and in men was 88,04 cm. In bivariat analyses, sex, age, and income was significantly related to waist circumference. The result of multivariat analyses showed that sex especially in women and older age were predominant factors of waist circumference. The correct food intake and balancing the physical activity is necessary to control waist circumference in order not to exceed the cut off points.
Read More
S-7880
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive