Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 39153 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Ristiyani Yuliyantari; Pembimbing: Peter Pattinama; Penguji: Adang Bachtiar, Kusdinar Achmad, Herawani, Farida Djufri
Abstrak:
Dari berbagai pendapat dan analisis para pengelola pendidikan maupun pemakai tenaga kesehatan di pelayanan, ada simpulan dan benang merah yang sama yaitu "Mutu lulusan yang berkualitas masih menjadi harapan yang belum jadi kenyataan". Banyak faktor yang mempengaruhi mutu lulusan dan belum pernah diteliti. Dengan demikian penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu lulusan Akper di Propinsi kalimantan Barat dan faktor-faktor yang berhubungan dengan mutu lulusan Akper di Propinsi Kalimantan Barat tahun 2000. Disain penelitian ini menggunakan pendekatan dua studi yaitu kuantitatif dan kualitatif. Pada studi kuantitatif menggunakan. rancangan penelitian potong lintang dengan jumlah sampel 83 orang, sementara studi kualitatif dengan menggunakan metode wawancara mendalam dengan 8 informan. Pengolahan data dengan menggunakan analisis univariat, bivariat dan multivariat, sedang untuk kualitatif dengan menggunakan analisis isi. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa nilai rerata mutu lulusan Akper adalah 2,57 dengan range 1,01. Sementara hasil bivariat menunjukkan adanya hubungan bermakna antara kemampuan kualitatif (r= 0,404 ; p<0,05) dan kemampuan kuantitatif (r= 0,321; p<0, 05) dengan mutu lulusan Akper. Hasil analisis mutivariat terlihat bahwa kemampuan kualitatif dan kemampuan kuantitatif merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan mutu lulusan Akper. Saran untuk meningkatkan mutu lulusan Akper di Propinsi Kalimantan Barat agar Sipensimaru dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku, serta informasi tentang penerimaan Sipensimaru Diknakes, khususnya D-III Keperawatan lebih optimal lagi untuk menjaring calon pendaftar sebanyak-banyak.

Analysis of the Quality of Nurse Academy Graduates and Factors that Correlate with the Quality of the Graduates in West Kalimantan Province in Year 2000Referring to comments and analyses obtained from the management of various nurse academies and from users of health workers in health services, it may be concluded that "Excellent graduates of nurse academies are still far from reality". There may he various factors that influence the quality of the graduates. However, these factors have not been revealed much in existing studies. Therefore, this study is aimed at investigating the quality of nurse academy graduates in West Kalimantan Province as well as investigating factors that correlate with quality of the nurse academy graduates in West Kalimantan Province in year 2000. This study employed two research approaches, namely quantitative and qualitative. In term of quantitative approach, the design of study was cross sectional with 83 people as study sample while the quantitative one employed an in-depth interview method with 8 informants. Quantitative data gathered were analyzed using univariate, bivariate and multivariate techniques while qualitative data obtained from the informants were analyzed by using content analysis technique. Results from univariate analysis show that the mean of the quality score of nurse academy graduates is 2, 57 with 1, 02 range while results from bivariate analysis show that there is a significant correlation between qualitative competence (r= 0,404; p<0, 05) and quantitative competence (r= 0,321; p<0, 05) with the quality score. The multivariate analysis revealed that both qualitative and quantitative competences are dominant factors that correlate with the quality of nurse academy graduates. It is recommended that to increase the quality of nurse academy graduates in West Kalimantan Province, the Sipensimaru (freshmen recruitment system) should be executed in compliance with the prevailing standards furthermore information regarding the opening of freshmen recruitment for health workers education (Diknakes), particularly for D-11I Nursing Program, should be disseminated widely to recruit as many enrollers as possible.
Read More
T-864
Depok : PPS FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rosnini Savitri; Pembimbing: Peter Pattinama
T-900
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hesti Harianti Eka Putri; Pembimbing: Amila Megraini; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Murba Marakarma
S-4172
Depok : FKM-UI, 2005
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Indra Pebriani; Pembimbing: Hafizurachman; Penguji: Adang Bachtiar, Dumilah Ayuningtyas, Nana Mulyana, Sutikno
Abstrak:
Pembimbing praktek lapangan sangat menentukan dalam meningkatkan ketrampi]an tindakan keperawatan mahasiswa Akper Depkes Palembang di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Fungsi dari pembimbing praktek adalah memberikan bimbingan langsung selama proses belajar mengajar di lapangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja pembimbing praktek lapangan di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Rancangan penelitiannya adalah cross sectional, dengan sampel penelitian berjumlah 60 orang pembimbing praktek. Pengambilan data dilakukan dengan cara melakukan wawancara dan observasi langsung, serta mengkaji data sekunder. Data kemudian diolah secara statistik menggunakan teknik analisis chi square dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 36,7 % pembimbing praktek yang menunjukkan kinerja kurang baik. Berdasarkan hasil analisis bivariat diketahui terdapat hubungan yang bermakna antara variabel: supervisi (p= 0,019), pengembangan karir (1)-0,014), dan motivasi (p= 0,022) terhadap kinerja pembimbing praktek. Begitu pula dari model regresi logistik diketahui bahwa variabel yang paling dominan menentukan kinerja pembimbing praktek adalah pengembangan karir (OR= 4,00; 95% CI: 1,17-13,67). Sebagai saran untuk tindak lanjut, maka upaya yang dilakukan oleh pihak manajemen RSUP Dr. Mohammad Palembang adalah dengan memberikan kesempatan kepada pembimbing praktek untuk melanjutkan pendidikan dan mengikuti pelatihan yang berhubungan dengan keperawatan agar motivasi kerja mereka meningkat. Selain itu agar meningkatkan supervisi terhadap pelaksanaan bimbingan yang dilakukan oleh pembimbing praktek.

Clinical Instructor (CI) one determinant factor to increase skill of nursing practices for student in Akper Depkes Palembang. The function of Clinical Instructor is giving the direct guidance learning process in the place of practice. The purpose of this research is to investigate factors related to work performance Clinical Instructor in RSUP Dr, Mohammad Hoesin Palembang. The research use cross sectional design, with 60 Clinical Instructors as samples. Data are collected by using interview and direct observation besides secondary data. Data analyzed statically by using chi square and logistic regression. The result of the research showed that there were 36, 7 % Clinical Instructors that showed low work performance. Based on bivariate analysis is known that there is significant relation between variables of supervision (p= 0, 019), career development (p=0,014) and motivation (p= 0,022) with work performance Clinical Instructors. Through logistic regression, it is known that the most dominant variable in determining the work performance Clinical Instructor is career development (OR= 4, 00; 95% CI: 1, 17-13, 67). Referring to the result of this research, I advice that management RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang open opportunities Clinical Instructors to increase education and training that related with nursing. Another to increase supervision of guidance that does it Clinical Instructors.
Read More
T-1175
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Syamsuddin; Pembimbing: Zulazmi Mamdy
T-773
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ginting; Pembimbing: Amila Megraini; Penguji: Jaslis Ilyas, Adang Bachtiar, Zaenal Komar, A.Y.G. Wibisono
T-2492
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nita Mardiah; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Sandi Iljanto, Dumilah Ayuningtyas, P.A. Kodrat Parmudho
T-3231
Depok : FKM UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lukmanul Hakim; Pembimbing: Hafizurrahman; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Wachyu Sulistiadi, Lindawati, Abdurahman
Abstrak:

Belum optimalnya produktivitas kerja pegawai negeri sipil (PNS) akan berdampak pada upaya penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan, disamping terjadinya inefisiensi sumber daya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui produktivitas kerja karyawan dan hubungan kepemimpinan, motivasi dan iklim organisasi dengan produktivitas kerja karyawan baik sendiri mauprm bersamaan di Dinas Kesehatan Kabupaten Tabalong. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan cross sectional dengan responden penelitian adalah karyawan Dinas Kesehatan Kab. Tabalong dengan jumlah sampel sebesar 65 orang. Pengumpulan data menggunakan instrumen berupa kuesioner dengan hasil ukur berupa skor. Berdasarkan hasil penelitian diketahui tingkat produktivitas kerja karyawan di Dinas Kesehatan Kab. Tabalong berdasarkan skor yang dicapai sebesar 7l,3% dengan nilai di atas rata-rata sebesar 55,4%. Temuan penelitian menunjukkam bahwa ada hubungan yang signifikan antara kepemimpinan, motivasi dan iklim organisasi dengan produktivitas kerja baik secara mandiri maupun bersama. Hasil ini sesuai dengan model yang diduga mempunyai hubungan dengan produktivitas yakni kepemimpinan, motivasi dan iklim organisasi. Sesuai hasil yang ditemukan, maka agar produktivitas kerja karyawan di Dinas Kesehatan Kab. Tabalong lebih meningkat maka kepada pihak manajemen secara berjenjang perlu memperhatikan, mengelola dan memuaskan motivasi karyawannya. Di samping itu pula, perlu melakukan intervensi terhadap kepemimpinan dan iklim organisasi yang ada.


 

The optimum productivity that not yet reached among civil servants should be alfecting good governance effort amd national development, besides the inediciently use of resources. The objective of this study is to find out work productivity of staffs by personal or group and its relation between leadership, motivation and organizational atmosphere. This study using cross sectional method and respondents are 65 staffs in Health Office of District of Tabalong, data collecting instrument of this study is questionnaire with measurement output is score. The results of this study shows that productivity level of Health Once staffs in score has reached 7l,3% with average is 55,4%. Base on this result there is significant relationship by personal or group between leadership, motivation, and organizational atmosphere with productivity whether by partial correlation or multiple. Based on these results, to improve the productivity of staffs in Health Office, the management should be focusing on staffs motivation gradually and intervention to leadership and organizational atmosphere.

Read More
T-3079
Depok : FKM-UI, 2009
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Syifa Azzahra Setiawan; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Puput Oktamianti, Gita Maya Koemara Sakti
Abstrak:
Akreditasi puskesmas merupakan instrumen penjaminan mutu yang berlaku nasional, tetapi puskesmas berakreditasi dasar masih banyak ditemukan pada wilayah dengan hambatan sistem tinggi. Penelitian ini bertujuan menggambarkan capaian Peningkatan Mutu Puskesmas (PMP) serta menganalisis hubungan faktor struktur dan dukungan sistem terhadap PMP pada puskesmas berakreditasi dasar berdasarkan dataset Lembaga Akreditasi Fasyankes Seluruh Indonesia (LASKESI) periode 2023 sampai 2025. Penelitian menggunakan desain potong lintang dengan data sekunder puskesmas berakreditasi dasar (n = 58). Analisis dilakukan melalui statistik deskriptif, uji beda PMP menurut karakteristik puskesmas (Wilcoxon dan Kruskal-Wallis), serta uji korelasi Spearman antara faktor struktur, yaitu perencanaan dan kemudahan akses bagi pengguna layanan, tata kelola organisasi, manajemen sumber daya manusia, manajemen fasilitas dan keselamatan, manajemen keuangan, pengawasan pengendalian dan penilaian kinerja (PPPK), serta pembinaan puskesmas oleh dinas kesehatan kabupaten atau kota (PPODK), dengan skor PMP. Hasil menunjukkan sebaran puskesmas berakreditasi dasar terkonsentrasi di wilayah Papua dan didominasi lokasi terpencil hingga sangat terpencil. Skor total PMP relatif homogen, tetapi analisis per standar menunjukkan kelemahan yang menonjol pada peningkatan mutu berkesinambungan dan program manajemen risiko. Analisis hubungan pada skor total memperlihatkan pola yang tidak selalu konsisten antar faktor struktur sehingga interpretasi temuan diperkuat melalui penelusuran elemen penilaian. Temuan elemen menunjukkan kelemahan utama berada pada mekanisme penutupan siklus perbaikan atau closing the loop, terutama pada ketuntasan tindak lanjut rekomendasi, pelaporan kinerja, verifikasi, serta umpan balik pembinaan. Temuan ini menegaskan bahwa mutu pada puskesmas berakreditasi dasar lebih ditentukan oleh kualitas pelaksanaan siklus monitoring, umpan balik, dan tindak lanjut pada level internal melalui PPPK dan pada level eksternal melalui PPODK, dibanding sekadar pemenuhan standar administratif. Implikasi penelitian menempatkan perbaikan mutu sebagai agenda lintas level yang memerlukan penguatan pelaksanaan monitoring, umpan balik, dan tindak lanjut oleh puskesmas, LASKESI, dinas kesehatan, serta Kementerian Kesehatan agar siklus perbaikan berjalan rutin, terukur, dan berkelanjutan.

Accreditation is a national quality assurance instrument for primary health care facilities in Indonesia, yet basic-accredited puskesmas remain concentrated in settings with substantial system constraints. This study aimed to describe quality improvement performance and to examine how structural and system support factors relate to the overall quality improvement score among basic-accredited puskesmas, using the Lembaga Akreditasi Fasyankes Seluruh Indonesia (LASKESI) dataset from 2023 to 2025. A cross-sectional design was applied with secondary data from 58 basic-accredited puskesmas. Analyses included descriptive statistics, group comparisons by facility characteristics, and Spearman correlation tests between key structural factors and the total quality improvement score. The distribution of basic-accredited puskesmas was concentrated in Papua and was dominated by remote and very remote contexts. While the total quality improvement score appeared relatively homogeneous across facilities, standard-level results indicated prominent weaknesses in continuous quality improvement and risk management programs. Element-level review showed that the most critical gaps lay in completing the improvement cycle, particularly in follow-up completion, performance reporting, verification, and actionable supervisory feedback. These findings indicate that quality improvement in basic-accredited puskesmas is driven primarily by the functioning of routine monitoring, feedback, and follow-up mechanisms at the internal level through PPPK and at the external level through district health office supervision (PPODK), rather than administrative compliance alone.
Read More
S-12197
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Heni Wahyuni; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Robiana Modjo, Hermansyah
S-7150
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive