Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 35776 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Afini Syifana; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Dadan Erwandi, Deni Kurniawan
S-9743
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Regina Destrina Damanik; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Dian Ayubi, Sulistyo Basuki
Abstrak: Kemajuan teknologi ibarat dua mata pisau, disatu sisi menguntungkan, disisi lain merugikan. Internet sebagai produk jasa perkembangan teknologi dan sebagai sarana informasi yang apabila digunakan tidak terkendali dapat membahayakan penggunanya, khususnya remaja, karena jaringan internet memuat segala macam informasi termasuk materi informasi termasuk materi pornografi. Penelitian ini dilakukan dengan sampel sebanyak 402 remaja SMAN 5 Depok dengan metode cross-sectional. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas responden terpapar pornografi. Efek keterpaparan yang terjadi adalah 47,1% mengalami adiksi, 36,2% mengalami eskalasi, 42,6% mengalami desentisasi dan 41,0% responden melakukan perilaku berisiko. Hasil analisa dengan uji statistis Chi-Square pada α = 0,05, didapat hasil ada hubungan antara efek keterpaparan (adiksi, eskalasi dan desentisasi) dengan perilaku seksual.
 

The technology progress has two sides, benefits and harmful. Internet as product of the technology progress and as a media information which uses unwisely can be harmful for users, because the internet link has many information including pornography materials. The research had done with 402 adolescents as sampel in Depok High School with cross-sectional method. The results of this research is majority (81,8%) of respondents report the exposure of internet pornography. The effects of exposures are 47,1% respondents got addict, 36,2% got escalation, and 42,6% in desentization. Analytic statistic with Chi-Square on α = 0,05, there is relation between the internet pornography effects (addiction, escalation and desentization) with sexual behavior.
Read More
S-7727
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nabilah Syifa Suaidah; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Zarfiel Tafal, Nurhayati
Abstrak: ABSTRAK
 
 
Skripsi ini membahas tentang gambaran remaja yang mengakses pornografi dan alasannya
 
mengakses pornografi. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional.
 
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berbagai hal yang berhubungan dengan praktek
 
mengakses pornografi pada siswa SMK Yayasan Padindi. Hasil penelitian didapatkan bahwa ada
 
hubungan antara umur, jenis kelamin, penghasilan orang hta, sikap dan niat dengan praktek
 
mengakses pornografi pada siswa SMK Yayasan Padindi tahun 20tr3.
 

 
ABSTRACT
 
 
This thesis discusses an overview teenagers accessing pomography and why accessing
 
pornography. This research is a quantitative sfudy with cross-sectional design. The purpose ofthis
 
study is to investigate various matters relating to the practice of vocational sfudents accessing
 
pornography on Padindi Foundation in 2013. The results showed that there was a relationship
 
between age, sex, parental income, attitudes and intentions to practice vocational students
 
accessing pornography on Padindi Foundation.
Read More
S-8121
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Pujiarti Sri Hastuti; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Mieke Savitri, Mujaddid
Abstrak: Skripsi ini membahas keterpaparan terhadap Program Dunia Remajaku Seru (DAKU) dan perilaku seksual berisiko pada remaja di SMKN 32 Jakarta. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional dan pengambilan sampel dilakukan dengan Systematic Random Sampling. Hasil penelitian menunjukan siswa yang perilaku seksual berisiko rendah (65,3%) dan perilaku seksual tinggi (34,7%). Responden yang mempunyai perilaku seksual berisiko tinggi lebih banyak pada siswa yang tidak ikut DAKU (37,1%), jenis kelamin laki-laki (57,3%), umur ≥ 16 tahun (37,8), umur pubertas dini (52,2%), pendidikan orang tua tamat ≥ SMA/SMK/sederajat (37,9%), uang saku ≥ 20.000 (54,1%), pengetahuan kurang (43,3%), pernah/punya pacar (36,7%), frekuensi pertemuan dengan pacar sering (52,3%), persepsi negatif (42,8%), sikap negatif (56,5%), dan komunikasi dengan orang tua yang pasif (52%). Terdapat hubungan antara keterpaparan terhadap Program Dunia Remajaku Seru (DAKU) dan perilaku seksual berisiko pada remaja di SMKN 32 Jakarta (p=0,04). Kata kunci: Program Dunia Remajaku Seru (DAKU), remaja, perilaku seksual berisiko.
Read More
S-8604
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dwi Octa Amalia; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Agustin Kusumayati, Heidy Chadidjah
S-5890
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ichayuen Avianty; Pembimbing: Sabarinah B Prasetyo; Penguji: Rita Damayanti, Evi Martha, Ni Made Diah Pertama, Khaerudin
T-4600
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Arya Dharma Shinta; Pembimbing: kemal Nazaruddin Siregar; Penguji: Tri Krianto, Agustin Kusumayati, Moch Nurdin
Abstrak:

Masa remaja termasuk pada salah satu fase perkembangan manusia. Pada masa ini terdapat fase dengan beberapa pembahan-perubahan antara lain perubahan biologis dan perubahan psikologis. Remaja adalah individu yang rentan pada masa perubahan tersebut terjadi yang ditandai dengan salah satunya adalah rasa ingin tahu mengenai perilaku seksual yang tinggi. Paparan media poenografi baik herupa media cetak maupun media elektronik pada remaja memiliki efek khusus terhadap perilaku seksual pelajar, dan merupakan salah satu hal penting sehubungan dengan perilaku seksual berisiko pelajar yang terkait pada bentuk model faktor risiko perilaku lain seperti pasangan (pacar/teman dekat), dan waktu bertemu. Penelitian menggunakan disain potong lintang. Dari 285 pelajar yang diteliti diketahui bahwa angka perilaku seksual pelajar sudah tinggi yaitu sebesar ll,2% dan terdapat perilaku pelajar yang pernah melakukan hubungan seksual sebesar 0,35%. Untuk menekan perilaku seksual berisiko pelajar terkait efek paparan media pornograti adalah dengan mengendalikan keterpaparan media pornografi melalui peningkatan penggunaan waktu luang pelajar dengan kegiatan positif baik di sekolah maupun di luar sekolah.


 

Adolescence is one of phases of human development It has several changes such as biological and psychological ones in this phase. Teenagers are individuals susceptible to such change characterized by their curiosity to know highly sexual behavior. Pomography media exposure gives rise to special effect on sexual behavior of students both in terms of printed media and electronic media and this constitutes one of the important things relating to the risky behavior in connection with model of other sexual behavior risk factors such as lover (boy/girl friend/close friend), and dating tune. Research uses design of cross sectional. It reveals that from 285 researched students that rate of the sexual behavior were high namely 11.2% and those who had sexual relations 0.35%. Method to stress this behavior is by controlling exposed pom media through improvement in use of their (students) spare time with positive activities at school or outside school.

Read More
T-3108
Depok : FKM-UI, 2009
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Catur Widarti; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Luknis Sabri, Rini Yudhi Pratiwi
S-5540
Depok : FKM-UI, 2008
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sri Setiawaty; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Sandra Fikawati, Nur Syafitri, Setyani
T-3325
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Euis Supriati; Pembimbing: Sandra Fikawati, Ahmad Syafiq; Penguji: Toha Muhaimin, Oktarinda, Bagus Satriya Budi
Abstrak:

Remaja merupakan kelompok yang rentan terhadap masalah kesehatan reproduksi karena selarna masa ini keinginan untuk mencoba dan mengetahui sesuatu yang bam cukup besar. Pomografi merupakan media yang dapat mempengaruhi remaja untuk berperilaku seksual beresiko. Paparan pomografi dan efcknya pada remaja merupakan masalah yang serius oleh karena dapat mengalcibatkan adanya oulcome perilaku seksual beresiko yang berdampak terhadap masalah kesehatan rcproduksi pada remaja sepcrti : kchamilan yang tidak diinginkan, aborsi yang tidak aman, pcnyakit menular scksual dan HIV/ AIDS. Penelitian ini berlujuan untuk mengetahuinya papamn pomograli dan efek yang terjadi serta faktor-faktor yang mempengaruhi efek paparan pomografi pada remaja SMP Negeri di Kota Pontianak tahun 2008. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Pontianak mulai bulan Desember 2007 sampai dengan Januari 2008 dengan menggunakan desain cross sectional (potong lintang) pada 395 responden remaja SMPN dari lima kecamatan di wilayah Kota Pontianak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja SMPN di Kota Pontianak 83,3% tclah terpapar pomograii dan sebanyak 263 responden (79,5 %) sudah mengalami efek paparan pomograti. Dari remaja yang mengalami efek paparan 52 responden (l9,8 %) sudah berada pada tahap adiksi, sisanya 211 belum mengalami tahap adiksi. Dari 52 responden yang adiksi 36 responden berada pada tahap eskalasi. 22 berada pada tahap desensitisasi dan 7 responden berada pada tahap acl our. Faktor yang mempengaruhi efek paparan pomografi pada remaja SMPN di Kota Pontianak tahun 2008 adalah jenis kelamin, kelas, waktu keterpaparan dan fiekuensi paparan. Frekuensi paparan terhaclap pomografi mempakan faktor yang paling dominan mempengaruhi efek paparan pomografi pada rcmaja SMP Negeri dengan OR = 5,02 kali (95% Cl:l,39-l8,09) setelah dil-control variabel jenis kelamin, kelas dan frekuensi paparan di Kota Polilianak tahun 2008. Kepada berbagai pihak tcrkait disarankan agar terlibat langsung dalam memantau perkembangan rcmaja dan dengan tegas turut serta dalam memberantas pomograti yang beredar schingga dapat meminimalisir efek paparan pomograli yang terjadi pada rcmaja serta dapat mencegah perilaku seksual bcresiko pada rcmaja yang dapat mcningkatkan masalah kesehalan reproduksi pada remaja.


Adolescence is critical period during the life span which is transition age between childhood to adult. ln this period the sexual problem is often happenned in conjunction with their growing process and development. Pomogmphy is mass media who has contributed to increased of' sexual activities on adolescen. The efect of pomography exposure is serious problems that influencing of sexual behaviour which are increased reproductive health problems such as unwanted pregnancy, unsafed abortion, infection sexual disease, HIV/ AIDS etc. The purpose of this study was to identify factors that related to the efect of pornography exposure and the most dominant factor among adolescence in state junior high school at Pontianak district on 2008. Research design used in this study was cross sectional. The study was conducted at tive state junior high school with 395 respondents from December 2007 to January 2008. The result of this research has shown that 33,3 % adolescence has exposured to pomography and 263 respondent (79,5 %) of them had experienced the efects of pomography exposure. 52 respondent who has experienced the efects of pomography had adiction stage. 36 from 52 respondent of adiction has escalation stage. 22 from 36 respondent of escalation has desensitization stage, and 7 from 22 respondent of desensitization has act out stage. Multivariate analysis shown there were tive variables that has significant relationship on the efect of pomography exposure which are gender, level of class at school, lenght of exposure and frequency of exposure. The analysis also shown that the length of pomography exposure is the most dominant factor related to the efect of pomography exposure among adolescence in state junior high school at Pontianak District on 2008 with Odds Ratio is 5,02 (95 % Cl : l,39-I 8,09). To the all of stakeholders that related to the problems are suggested to directly involved in monitoring the growing of the adolescence and have a strong commitment to eliminate the pomography which is also can minimized the efect of the pomography exposures among the adolescence. This actions can prevent high risk sexual behavior and increase healthy of reproductive system among the adolescence.

Read More
T-2844
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive