Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 41496 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Luthfiyyah Mufidah; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Hendra, Mulyadi
Abstrak: ABSTRAK Risiko terkait keselamatan dan kesehatan tidak hanya mengancam siswa, melainkan dapat terjadi pada karyawan sekolah. Penilaian yang salah tentang risiko akan menyebabkan pengambilan keputusan yang tidak sesuai dan memicu tindakan tidak aman. Tujuan dari penelitian ini adalah menilai persepsi karyawan sekolah dasar di Kecamatan Beji Depok terhadap risiko keselamatan dan kesehatan kerja berdasarkan paradigma psikometrik. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif berdesain cross sectional dengan jumlah responden yang terlibat sebanyak 199 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan paradigma voluntarines, risiko yang tidak bisa diterima secara sukarela adalah adanya tindak kekerasan dari murid ataupun orang tua. Berdasarkan paradigma immediacy effect, risiko yang memiliki efek segera adalah risiko terpeleset. Berdasarkan paradigma knowledge in experience, risiko yang sering dialami adalah kelelahan mata. Berdasarkan paradigma knowledge in science, risiko yang belum diketahui secara ilmu pengetahuan adalah terkena bahan berbahaya. Berdasarkan paradigma controllability, risiko yang tidak bisa dikendalikan adalah bencana alam. Berdasarkan paradigma newness, risiko yang baru diketahui adalah terkena bahan berbahaya. Berdasarkan paradigma chronic/catastrophic, risiko yang memiliki efek katastropik adalah bencana alam. Berdasarkan paradigma common/dread, risiko yang jarang terjadi dan membuat takut adalah bencana alam. Terakhir berdasarkan paradigma severity of consequence, risiko yang memiliki efek fatal adalah kebakaran dan bencana alam. Maka dari itu, perlu diadakan pelatihan khususnya terkait bencana alam untuk menambah pengetahuan karyawan sekolah. Kata kunci: Paradigma Psikometrik, Persepsi Risiko, Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Keselamatan Sekolah, Sekolah Dasar Safety and health risks are not only threatening to students, but can occur in school employees. A false assessment of risk leads to inappropriate decision making and unsafe act or human error. The purpose of this study was to assess risk perception of occupational safety and health on primary school employees in Beji Depok sub-district based on psychometric paradigm. The design of this study used a descriptive quantitative method with a cross sectional approach and the number of respondents involved as many as 199 people. The results of this study show that based on the voluntarines paradigm, the risk that can not be accepted voluntarily is the presence of violence from students or parents. Based on the immediacy effect paradigm, the risk that has an immediate effect is the risk of slipping. Based on the paradigm of knowledge in experience, the risk is often experienced eye fatigue. Based on the knowledge in science paradigm, the risks not yet known in science are exposed to hazardous materials. Based on the controllability paradigm, the uncontrollable risk is a natural disaster. Based on the newness paradigm, the newly discovered risk is exposed to hazardous materials. Based on the chronic / catastrophic paradigm, the risk of having a catastrophic effect is a natural disaster. Based on the common / dread paradigm, the risks that are rare and frightening are natural disasters. Last based on the severity of consequence paradigm, the risks that have a fatal effect are fires and natural disasters. Therefore, it is necessary to conduct training especially related to natural disasters to increase knowledge of school employees. Key words: Risk Peceptions, Occupational Health and Safety Risks, Psychometric Paradigms, School Safety Elementary School.
Read More
S-9809
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Akbar Nugroho Sitanggang; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Mulyadi
Abstrak: Identifikasi bahaya dan analisis risiko keselamatan dan kesehatan di lingkungan sekolah dasar merupakan salah upaya peningkatan derajat kesehatan serta keselamatan siswa, guru maupun karyawan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi bahaya serta menganalisis tingkat risiko keselamatan dan kesehatan yang ada pada kegiatan sekolah di 14 sekolah dasar yang ada di Kecamatan Beji, Kota Depok tahun 2018 menggunakan metode semi kuantitatif William T. Fine. Desain studi penelitian ini adalah cross sectional yang bersifat deskriptif analitik dengan studi observasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 596 potensi bahaya dengan tingkat risiko berkisar dari tingkat acceptable hingga priority 1. Dengan proporsi temuan bahaya yaitu pada kegiatan olahraga sebesar 14%, berjalan dan bermain 21%, belajar di kelas 35%, belajar di perpustakaan 9%, menggunakan toilet 12%, menggunakan laboratorium 6% dan membeli makanan 3%. Tingkat risiko tertinggi merupakan tingkat priority 1 yang ditemukan pada kegiatan belajar di kelas dengan potensi bahaya atap runtuh serta kegiatan berjalan dan bermain dengan potensi bahaya terjatuh dari ketinggian. Sedangkan untuk tingkat risiko substantial, ditemukan di beberapa aktivitas seperti belajar di kelas dengan potensi bahaya pencahayaan yang kurang dan postur janggal serta pada kegiatan berjalan dan bermain yaitu permukaan licin dan laju kendaraan. Untuk itu diperlukan tindakan preventif dan promotif dalam rangka meminimalisasi risiko keselamatan dan kesehatan yang ada di sekolah dasar
Kata kunci: Potensi bahaya, tingkat risiko, kegiatan sekolah, keselamatan dan kesehatan.

Hazard identification and analysis of safety and health risks in primary schools is an effort to improve the health and safety of students, teachers and school employees. This study aimed to determine the potential hazards as well as to analyze the level of safety and health risks that exist in school activities within 14 primary schools in Beji Districk, Depok 2018 using semi-quantitative method William T. Fine. The design of this study was cross sectional with analytic descriptive and observational study. This study found 596 potential hazards with risk level ranged from acceptable to priority level 1. Proportion of hazard was 14% at sport facility, 21% at walking and playing, 35% at studying in classroom, 9% at studying in library, 12% at using toilet, 6% at work in laboratory and 3% at buying food. The highest risk (priority 1) was found in two activities, studying in classroom with potential hazard roof collapse, and walking and playing with potential hazard fall from height. The substantial level was found in various activity such studying in classroom with potential hazard inadequate lighting and awkward posture and walking and playing with potential hazard slippery surface and moving vehicles. Therefore, preventive and promotive action is needed in order to minimize safety and health risk in primary school.
Key words: Hazard potential, risk level, school activity, safety and health
Read More
S-9732
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bagus Adiyantoko; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Hendra; Indri Hapsari Susilowati, Arif Susanto, Yuni Kusminanti
T-5234
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cetra Palupi Rengganis; Pembimbing: Ridwan Zahdi Sjaaf; Penguji: Dadan Erwandi, Widura Imam Mustopo, I Made Pasek Dwi Pertama
T-4771
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tri Novitasari; Pembmbing: Ridwan Z. Sjaaf; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Susanto Saputro
Abstrak: Studi ini membahas mengenai analisis risiko K3 pada kegiatan praktikum laslistrik di SMK Negeri 2 Depok Tahun 2015.Tujuan dari penelitian ini adalahmengetahui tingkat risiko K3 pada kegiatan praktikum las listrik di SMK Negeri 2Depok.Metode identifikasi bahaya menggunakan Job Hazard Analysis, sedangkananalisis risiko dilakukan dengan menggunakan metode analisis risikosemikuantitatif dan perhitungan nilai risiko metode dari W.T. Fine.Nilai risikomerupakan hasil perkalian dari nilai consequences, probability, dan exposure.Padapraktikum las listrik ditemukan 50 risiko.
Kata kunci : analisis risiko, praktikum las, consequences, probability,exposure
The focus on this study is risk analysis in electrical welding practicum ofVocational School 2 Depok in 2015. This aim to assess risk level of practicumactivity. This study used Job Hazard Analysis (JHA) for hazard identification,while for risk analysis is undertaken by semi-quantitative method by W.T. Fine.Risk score is determined by multiplication of consequences, probability, andexposure. The result of this study showed that electrical welding practicum has 50health and safety risk.
Key word : risk analysis, electrical welding practicum, consequences, probability,exposure.
Read More
S-8931
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hasan Bisri; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Robiana Modjo, Dadan Erwandi, Yuni Kusminanti, Devi Patina Wardani
Abstrak: Peningkatan jumlah mahasiswa berpengaruh terhadap peningkatan kebutuhan hunian. Peningkatan kebutuhan ini tidak diikuti oleh regulasi dan standar hunian di luar kampus yang sehat dan selamat. Hunian yang tidak memenuhi standar hunian sehat dan selamat dapat meningkatkan risiko sakit atau cidera pada mahasiswa. Sebuah penelitian membuktikan bahwa kondisi hunian di luar kampus memiliki tingkat pemenuhan aspek keselamatan dan kesehatan lebih rendah bila dibandingkan dengan hunian di dalam kampus. Di Universitas Indonesia tidak ditemukan data mengenai kualitas hunian mahasiswa dalam aspek K3L sehingga tidak diketahui bagaimana kualitas hunian tersebut. Kejadian kebakaran pernah terjadi pada hunian mahasiswa di tahun 2011. Pada bulan Januari 2016 terjadi kasus penyakit DBD sebanyak 436 kasus dan Leptospirosis sebanyak 5 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek K3L hunian mahasiswa dan 7 elemen pemenuhannya dengan desain penelitian deskriptif observasional. Sampel penelitian adalah hunian mahasiswa universitas Indonesia di Kelurahan Kukusan. Data didapatkan melalui wawancara dan observasi menggunakan daftar pertanyaan yang diadaptasi dari National Healthy Housing Standard. Kualitas hunian diklasifikasikan menjadi 5 level yaitu Sangat Baik, Baik, Cukup, Kurang dan sangat Kurang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemenuhan aspek K3L hunian mahasiswa di Kukusan kategori sangat baik (16%), baik (71%), dan cukup (13%). Pemenuhan kategori sangat baik adalah elemen struktur, fasilitas, perpipaan dan tata ruang (68%), kategori baik adalah elemen tugas dan tanggung jawab pemilik dan penghuni (55%), elemen pencahayaan dan sistem kelistrikan (48%), elemen suhu, ventilasi dan efisiensi energi (42%), elemen kelembaban, limbah padat dan manajemen pest control (39%). Sedangkan kategori cukup adalah elemen keselamatan dan keamanan personal (58%) dan elemen penggunaan bahan kimia (42%).
Read More
T-5614
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ananda Putri Utami; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Kharis Saefudin
Abstrak: Penelitian ini membahas risiko keselamatan dan kesehatan pada fasilitas di Sekolah Alam Indonesia Meruyung yang bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat risiko yang ada di setiap fasilitas. Penelitian ini bersifat deskriptif observasional dengan melakukan identifikasi bahaya melalui observasi, wawancara, dan penggunaan data sekolah yang kemudian dilanjutkan dengan menganalisis risiko dengan metode semikuantitatif dari formula WT. Fine. Hasil penelitian ini teridentifikasi 77 bahaya dengan pembagian 88,16 % objek yang berbahaya, 5,26 % kondisi sistem yang berbahaya, dan 6,58 % aktivitas yang berbahaya. Sedangkan berdasarkan tingkat risiko terdapat 51,31 % acceptable, 25 % priority 3, 19,73 % substantial, 2,63 % priority 1, dan 1,31 % very high. Bahaya yang memiliki tingkat risiko tertinggi adalah pagar kelas lantai dua yang vertikal, climbing wall yang tidak memiliki pembatas atau pagar dan permukaan area jatuh yang tidak aman, tali climbing wall yang rusak, dan nyamuk. Kata kunci: Penilaian risiko, Level Risiko, Evaluasi Risiko, Keselamatan Sekolah, Sekolah Alam Indonesia Meruyung This study discussed about health and safety hazard in every facilities of Sekolah Alam Indonesia Meruyung which aims to know the level of risk from each hazard. Design of this study was descriptive observational. Hazard identification was by observe the facility and activity, interview, and using school data which then continued by analyzing with semiquantitative method from formula W.T. Fine 1971. The results of this study identified 77 hazards with 88.16% division of dangerous objects, 5.26% dangerous system conditions, and 6.58% dangerous activity. While the result of risk level are 51.31% were acceptable , 25% were priority 3, 19.73% were substantial, 2.63% were priority 1, and 1.31% were very high. The highest risk (very high, priority 2, and subsatantial) were vertical second-class fences, rock-bottomed climbing or unsafe fences and cliffs, drop objects, damaged climbing ropes, and mosquitoes. Key word: Risk assessment, level of risk, risk evaluation, school safety, Sekolah Alam Indonesia Meruyung
Read More
S-9819
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hendra Widiyanto; Pembimbing: Sjahrul Meizar Nasri; Penguji: Dadan Erwandi, Laksita Ri Hastiti, Muhamad Dawaman, Yuni Kusminanti
Abstrak:
Penelitian ini membahas gambaran persepsi risiko keselamatan kerja pada pekerja di PT.X dengan pendekatan paradigma psikometri yaitu kesukarelaan terhadap risiko, kesegeraan dampak, pemahaman risiko berdasarkan pengalaman, potensi dampak risiko, reaksi yang ditimbulkan risiko, keparahan risiko, pengetahuan terhadap risiko, pengendalian terhadap risiko dan tingkat kebaruan risiko. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif, pengambilan data dengan cara penyebaran kuisioner, dilakukan pada bulan Juni 2024, di PT.X, Sumatera Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas persepsi risiko keselamatan kerja pada pekerja PT.X adalah baik yaitu sebanyak 55.1% pekerja memiliki persepsi baik (tinggi) dan 44.9% pekerja dari total responden memiliki persepsi buruk (rendah) terhadap keselamatan kerja. Disarankan terhadap PT.X terus meningkatkan pelatihan-pelatihan dan pengawasan terhadap pekerja yang bertujuan untuk meminimalisir tindakan tidak aman dan mencegah kecelakaan kerja di lingkungan operasional PT.X.

This study discusses the description of occupational safety risk perception in workers at PT.X with a psychometric paradigm approach, namely voluntariness of risk, immediacy of impact, understanding of risk based on experience, potential risk impact, risk reaction, risk severity, knowledge of risk, risk control and level of risk novelty. This research is a quantitative research with descriptive design, data collection by distributing questionnaires, conducted in June 2024, at PT.X, South Sumatra. The results showed that the majority of perceptions of occupational safety risks in PT.X workers were good, namely as many as 55.1% of workers had good perceptions (high) and 44.9% of workers from total respondents had poor perceptions (low) of occupational safety. It is recommended that PT.X continue to improve training and supervision of workers which aims to minimise unsafe acts and prevent work accidents in the PT.X operational environment.
Read More
T-7146
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Danang Kurniawan Anggoro; Pembimbing: Indri Hapsari; Penguji: Dadan Erwandi, Mila Tejamaya, Irma Setiawaty Wulandari, Yuni Kusminti
Abstrak: Industri tambang merupakan salah satu industri yang mempunyai potensi bahayatinggi yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan, dimana menempati urutanjumlah kecelakaan tertinggi bila dibandingkan dengan sektor lain. PT. Smerupakan kontraktor tambang permukaan yang telah menerapkan SistemManajemen Integrasi, namun hasil observasi menunjukkan banyaknyapelanggaran dan ketidakpedulian terhadap permasalahan keselamatan dankesehatan kerja. Perlu dilakukan kajian persepsi risiko pada pekerja sektortambang permukaan sebagai upaya pengendalian risiko kecelakaan kerja. Tujuanpenelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran persepsi risiko keselamatan dankesehatan kerja menggunakan pendekatan psikometri. Desain penelitian crosssectional, menggunakan kuesioner, analisis data menggunakan univariat danbivariat. Hasil penelitian menunjukkan gambaran persepsi risiko keselamatan dankesehatan kerja pada kategori seimbang antara persepsi risiko baik dan persepsirisiko buruk. Persepsi risiko baik terdapat pada dimensi kesegeraan dampak,keparahan konsekuensi dan pengendalian risiko. Sedangkan persepsi burukterdapat pada dimensi kesukarelaan terhadap risiko, pemahaman risikoberdasarkan pengalaman, potensi dampak, reaksi yang ditimbulkan, pengetahuanterhadap risiko dan kebaruan risiko. Disarankan bagi PT. S untuk melakukanupaya promotif melalui pelatihan yang terencana, memaksimalkan forumm safetytalk dan toolbox meeeting, meningkatkan pengawasan kerja melalui inspeksi,pembuatan rencana kerja yang sistematis dan terperinci serta menerapkan sistemhadiah dan hukuman.
Kata kunci : Persepsi Risiko, Psikometri, Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Read More
T-4552
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Darryl Yurmansyah; Pembimbing: Mufti Wirawan; Penguji: Mila Tejamaya, Wina Indah Ratnaningsih
Abstrak:
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dilakukan untuk melihat gambaran bahaya dan risiko apa saja yang terdapat pada tiap tahapan proses kerja dan aktivitas pekerjaan kurir, serta mengetahui bagaimana tingkat risiko K3 pada setiap bahaya dan risiko yang ada. Penelitian ini menggunakan desain studi deskriptif dengan metode kualitatif yang dilakukan dengan cara observasi dan wawancara untuk mengetahui gambaran sebenarnya di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 32 bahaya dan risiko pada pekerjaan kurir yang mencakup 10 bahaya dengan risiko ekstrem, 11 bahaya dengan risiko tinggi, 10 bahaya dengan risiko sedang, dan 1 bahaya dengan risiko rendah. Prioritas bahaya yang perlu menjadi perhatian diantaranya adalah pekerjaan statis, postur janggal, bahaya tertabrak kendaraan lain, perselisihan dengan konsumen, dan tuntutan pekerjaan yang tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa pekerjaan kurir termasuk ke dalam salah satu pekerjaan yang berisiko tinggi. Namun, perlu adanya penelitian lebih lanjut yang dilakukan dengan pengukuran yang lebih detail agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas lagi.

This research is a descriptive research conducted to see an overview of what hazards and risks exist at each stage of the work process and courier work activities, as well as find out how the level of OHS risk is at each hazard and risk. This study uses a descriptive study design with qualitative methods which are carried out by means of observation and interviews to find out the real situation in the field. The results showed that there were 32 hazards and risks in courier work which included 10 hazards of extreme risk, 11 hazards of high risk, 10 hazards of medium risk, and 1 hazard of low risk. The priority hazards that need attention include static work, awkward postures, the danger of being hit by another vehicle, dependence on consumers, and high job demands. This shows that courier work is one of the high-risk jobs. However, further research is needed with more detailed measurements in order to provide wider benefits.
Read More
S-11310
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive