Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 26122 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Nitami Yunita Dewi; Pembimbing: Pandu Riono; Penguji: Dadan Erwandi, Rahadhini Ayu Setyaningrum
Abstrak: abstrak Infeksi menular seksual (IMS) merupakan salah satu masalah kesehatan yang perlu diperhatikan. Pada tahun 2017 jumlah kunjungan di Poli IMS di Puskesmas Kecamatan Matraman adalah 4450 kunjungan pasien perempuan yang diobati adalah hanya 607 kasus. Diperlukan tindakan bersama untuk mencegah dan menanggulangi kejadian IMS tersebut dengan mengetahui latar belakang riwayat pencarian pengobatan IMS. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh gambaran riwayat pencarian pengobatan IMS pada pengunjung Poli IMS di Puskesmas Kecamatan Matraman. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif. Informan penelitian ini adalah pengunjung perempuan, termasuk wanita pekerja seks (WPS) dan pengunjung laki-laki yang berobat di Puskesmas Kecamatan Matraman. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam terhadap informan dan informan kunci yaitu Pemegang program IMS (petugas kesehatan), Anggota dan Ketua LSM, dan Keluarga Informan. Selain melakukan wawancara mendalam juga dilakukan telaah dokumen dengan melihat hasil laboratorium dan register. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih banyaknya pengunjung yang melakukan pengobatan sendiri sebelum datang ke tempat pelayanan kesehatan di Poli IMS Puskesmas Kecamatan Matraman seperti membeli obat antibiotik di apotek, menggunakan sabun sirih, jamu, odol dan sebagainya. Kurangnya informasi, biaya pelayanan kesehatan sudah digratiskan tetapi pengguaan kondom sebagai salah satu metode pencegahan tetap berada di tangan pasangan. Saran bagi informan bahwa pelayanan kesehatan medis adalah tempat yang tepat untuk mendapatkan informasi dan pengobatan IMS. Kata Kunci : IMS, Pengunjung Klinik IMS, Riwayat Pencarian Pengobatan. Sexually transmitted infections (STIs) is one of the health issues that need attention. By 2017 the number of visits in Poly IMS at the Matraman District Health Center is 4450 visits of female patients treated is only 607 cases. Collective action is required to prevent and cope with such STI events by knowing the background of STI treatment seeking history. This study was conducted to obtain a description of STI treatment search history on IMI Polis visitors at Puskesmas Sub-district of Matraman. This research is a qualitative research using qualitative descriptive research design. Informants of this study were female visitors, including female sex workers (WPS) and male visitors who were treated at Puskesmas Kecamatan Matraman. The data were collected through in-depth interviews with key informants and informants: IMS program holders (Health workers), Members and NGO Leaders, and Family Informants. Besides conducting in-depth interviews, document review is also done by looking at laboratory results and registers. The results showed that there are still many visitors who do their own treatment before coming to health care in Poly IMS Puskesmas Matraman District like buying antibiotic drugs in pharmacies, using betel soap, herbs, toothpaste and so on. Lack of information, the cost of health services has been free but the use of condoms as one method of prevention remains in the hands of the couple. Advice for informants that medical care is the right place to get information and treatment of STIs. Keywords: STIs, IMS Clinic Visitor, Medical Search History.
Read More
S-9864
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yustikawati; Pembimbing: Toha Muhaimin, Adi Sasongko
T-2056
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fitri Wulan Anggraini; Pembimbing: Sudijanto Kamso; Penguji: Dadan Erwandi, Maryati Kasiman
S-9249
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Hannifah; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Evi Martha, Kartika Anggun Dimar Setio, Arif Rachman Iryawan, Dadi Suhanda
T-7093
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hidayati Ahmad; Pembimbing : Milla Herdayati; Penguji: Marta Rahmaniati Makful, Harni Wijiastuti
Abstrak: ABSTRAK
Penelitian dilakukan mengenai Perilaku Pencarian Pengobatan IMS Pada WUS di Wilayah Perkotaan Indonesia berdasarkan Analisis Data SDKI 2012. Responden merupakan WUS menikah maupun pernah menikah yang memiliki gejala terkait IMS. Sumber data yang digunakan ialah data sekunder kuesioner Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012. Desain Studi Cross-Sectional. Analisis dilakukan secra univariat dan bivariat dengan jumlah sampel 1594 responden. Dari hasil analisis didapatkan : 68,6% responden tidak mencari pengobatan atau melakukan pengobatan non medis, dan pengobatan medis 31,4%. Karakteristik berdasarkan faktor predisposisi: responden berusia 25-49 tahun (83,2%), dengan rata-rata umur 32,48 tahun, berpendidikan menengah (60,9%), memiliki pengetahuan rendah mengenai gejala IMS (96,4%), bekerja (53,5%), status ekonomi berada pada level atas (50,6%), melakukan hubungan seksual pertama kali pada usia kurang 21 tahun (54%), dan tidak
 
menggunakan kondom saat terakhir kali berhubungan seksual (94,7%). Berdasarkan faktor pemungkin menunjukan 57,5% responden tidak memiliki asuransi kesehatan. Berdasarkan faktor pendukung: responden mengambil keputusan mengenai pemeriksaan kesehatan bersama dengan pasangan 48,3%. Tidak pernah terpapar sumber informasi IMS (69,7%) sumber informasi mengenai IMS terbanyak didapatkan dari teman (30,94%). Analisis hubungan faktor predisposisi menunjukan faktor pendidikan (p-value = 0,006), status ekonomi (p-value = 0,000), penggunaan kondom (p-value = 0,000) terbukti secara statistik memiliki hubungan signifikan dengan perilaku pencarian pengobatan IMS. pada faktor pemungkin terlihat bahwa
 
kepemilikan asuransi kesehatan terbukti memiliki hubungan dengan perilaku pencarian pengobatan IMS (p-value = 0,013). Sedangkan pada faktor pendukung menunjukan variabel keterpaparan sumber informasi terbukti secara statistik memiliki hubungan signifikan dengan perilaku pencarian pengobatan IMS (p-value = 0,001). Peningkatan pendidikan, ekonomi, kepemilikan asuransi sangat penting untuk meningkatkan akses pengobatan IMS ke pelayanan kesehatan medis oleh WUS, Selain itu pemberian pengetahuan mengenai gejala IMS dan penggunaan kondom pada WUS dirasa penting untuk meningkatkan kewaspadaan WUS mengenai IMS.
 

 
ABSTRACT
 
Research conducted on STI treatment seeking behavior on Women in reproductive age at Indonesian Urban Areas. As per the analysis of SDKI 2012 Data, this research was conducted on Female in reproductive Age who is or was married have symptoms related to STIs. Data source used is from questionnaires in Indonesia Health Demographic Survey (SDKI) 2012, with Cross-Sectional Design Study,
 
with univariate and bivariat analycist used. The sample used is 1594 Female in reproductive Age that meets sample criteria. From the analysis result, it is found that the proportions of treatment seeking behavior of Women during reproductive age in Indonesian urban area are as: 68.6% did not seek treatment or non medical treatment and 31.4% was seeking medical treatment. Characteristics based on
 
predisposing Factor indicated that the respondents were mostly aged 25 -49 years 83,2% with an average age of 32,48 years, 60,9% respondents were mediumeducated, 99.9% respondent had low knowledge of STI symptoms, 53.5% respondent were working or had a job and 50,6% of the respondent were on the top status of economic level. 54% of the respondent had their first sexual intercourse at age less than 21 years and 94,7% did not use condom during last sexual intercourse with partner. Characteristics based on enabling Factor shows that 57,5% respondents did not have health insurance. Characteristics based on the reinforcing Factor shows that 48.3% respondents make decision about health examination with husband or partner and most of the respondents were never exposed to any source of information on STIs, whereas 30.94% of the respondent obtained the information on STIs from their friends. Analysis of the relationship between predisposing Factor and treatment seeking behavior, the relationships proved statistically are: educational Factor (p-value = 0,006), economic status (p-value = 0,000) and the use of condoms (p-value = 0,000). The result of the relationship analysis between enabling Factor shows that the ownership of health insurance has been proven statistically related to STI treatment seeking behavior (p-value = 0,013). Also based on analysis result of correlation between reinforcing factor with STI treatment seeking behavior, it is seen as the only variable of exposure to the information
 
source of STI. Statistically it is proven that the exposure source have significant relation with treatment seeking behavior of STI (p-value = 0,001). Increased education, economics, insurance ownership is essential to improve access to STI treatment to medical services. In addition, the provision of knowledge about STI symptoms and condom use in is also important to increase awareness of STIs.
Read More
S-9537
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Suci Kurnia Sari; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Sutanto Priyo Hastono, Dien Anshari, Nurjannah, Sari Palupi
Abstrak:
Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat terkait reproduksi yang sangat berbahaya, menular dan menyebar luas secara global di berbagai Negara. IMS memiliki dampak yang sangat buruk bagi kesehatan baik pada wanita hamil dan janin maupun wanita yang tidak hamil. Oleh sebab itu pencarian pengobatan yang benar diperlukan guna meminimalkan resiko penularan ibu ke bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor yang berhubungan dengan pencarian pengobatan infeksi menular seksual pada wanita usia subur 15 - 49 tahun di Indonesia berdasarkan data SDKI tahun 2017. Analisis dilakukan secara univariat dan diuji dengan chi square dan regresi logistik ganda dengan jumlah sampel 1963 responden. Hasil dari analisa Proporsi Pencarian Pengobatan IMS pada WUS di Indonesia masih rendah yaitu 30,4 %. Faktor yang berhubungan dengan perilaku pencarian pengobtan IMS di Indonesia hanya pendidikan. Saran bagi pemerintah meningkatkan kebijakan mengenai pengetahuan IMS sesuai tingkat pendidikan

Sexually transmitted infections (STIs) are one of the public health problems related to reproduction that is very dangerous, contagious and widespread globally in various countries. STI has a very bad impact on health both in pregnant women and fetuses and women who are not pregnant. Therefore the search for the right treatment is needed to minimize the risk of mother to baby transmission. This study aims to determine the description of factors associated with seeking treatment for sexually transmitted infections in women of childbearing age 15 - 49 years in Indonesia based on the 2017 IDHS data. The analysis was conducted univariately and tested with chi square and multiple logistic regression with a sample of 1963 respondents. The results of the analysis of the proportion of seeking treatment for STIs among female sex workers in Indonesia are still low 30.4%. The only factor related to the seeking behavior for STI treatment in Indonesia is education. Suggestions for the government to improve policies regarding STI knowledge according to education level
Read More
T-6060
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yari Arfila Manurung; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Agustin Kusumayati, Sahiyatun Nawiyah
S-9007
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Evvi Oktarina Helza; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Putri Bungsu, Handoko
Abstrak: ABSTRAK
 
 
Infeksi menular seksual merupakan pintu masuk penularan HIV-AIDS,
 
risikonya 5-9 kali lebih besar. Tingginya prevalensi IMS disebabkan karena faktor
 
perilaku. Pengendalian faktor dominan tersebut akan memberi dampak baik dalam
 
pemutusan rantai penularan IMS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
 
gambaran faktor risiko dan hubungan faktor tersebut dengan kejadian IMS
 
berdasarkan analisis data sekunder Medical Record dan register harian Klinik IMS
 
Puskesmas Kecamatan Kebon Jeruk Tahun 2014. Metode yang digunakan adalah
 
kuantitatif coss sectional dengan analisis univariat dan bivariat. Uji statistik chisquare
 
dan regresi logistik digunakan untuk melihat hubungan antara dependent
 
variabel dan independent variabel. Hasil penelitian menunjukkan 72% dari 146
 
pengunjung Klinik IMS Puskesmas Kecamatan Kebon Jeruk Tahun 2014 adalah
 
positif mengalami IMS, 60% diantaranya perempuan. Terdapat hubungan antara
 
jenis kelamin dengan IMS (p=0,001), dan penggunaan kondom dengan IMS
 
(p=0,002) serta perilaku berisiko dengan IMS (p=0,004) akan tetapi tidak terdapat
 
hubungan antara usia dan IMS (p=0,332), status perkawian dan IMS (p=0,052),
 
pendidikan dan IMS (p=0,325) begitu juga dengan jumlah pasangan seks dan IMS
 
(p=0,503)
 

 
ABSTRAK
 
 
The Sexually Transmitted Diseases was entry point for transmitted HIVAIDS,
 
its risk will be 5-9 more higer. The highly STDs prevalence was impacted by
 
behaviour factor. The Control of dominans factor will be result a good impact for
 
terminating the chain of STDs. This research intend to know overview the risk factor
 
and its correlation that factors with STD?s prevalence base on secunder data analysis
 
of medical record and daily registered at STD?s clinic of Puskesmas Kecamatan
 
Kebon Jeruk in 2014. The methode used was the cross sectional quantitative with
 
univariat and bivariat. Analysis chi-square and regresion logistic used to know the
 
correlation between dependent variable and independent variable. The result of this
 
research can be show 72% of 146 visitors at IMS?s clinic of Puskemas kecamatan
 
kebon jeruk during 2014 was positive STD prevelance and 60% was female. There
 
was correlation between sex and STD (p=0,332), and condome use with STD
 
(p=0,002), risk factor behaviour and STD (=0,004), but threre was not correlation
 
between age and STD (p=0,332), marriage status and STD (p=0,052), education and
 
STD (p=0,325) and also multi partnership and STD (p=0,503).
Read More
S-8845
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ratih Virta Gayatri; Pembimbing: Soekidjo Notoatmodjo; Penguji: Rina Artining Angorodi, Zarfiel Tafal, Baby Jim Aditya, Anne Nurcandrani H.
Abstrak:

Waria merupakan salah satu kelompok masyarakat yang mempunyai resiko tinggi tertular IMS di mana profesi waria merupakan salah satu faktor yang mendorong timbulnya gka IMS. Anal merupakan media bagi waria dalam memberikan pelayanan seksual kepada pemakai waria. Keberhasilan penanggulangan IMS tidak banya bergantung pada mutu pelayanan yang diterima tetapi juga bergantung Kepada perilaku perilaku pencegahan dan pencarian pengobatan. Oleh karena itu, kegiatan pencegahan dan penanggulangan IMS lebih dititikberatkan pada penemuan penderita secara dini dan-segera diobati. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran perilaku waria dalam pencarian pengobatan yang biasa mejeng atau melakukan transaksi seksual di Gelanggang Olahiaga Remaja Kota Bekasi. Penelitian didesain sebagai penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan grounded research theory.

Read More
T-2958
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ratna Utami Wijayanti; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Sabarinah B. Prasetyo, Bonita Merlina
S-6956
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive