Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 35571 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Supriyadi; Promotor: Purnawan Junadi; Kopromotor: Tris Eryando, Wendy Hartanto; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Meiwita P. Budiharsana, Soewarta Koesen, Trihono, Kemal Nazaruddin Siregar
D-388
Depok : FKM-UI, 2018
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eva Azzara; Pembimbing: Asri C. Adisasmita; Penguji: Hadi Pratomo, Flourisa Juliaan
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan penggunaan MKJP pada pasangan usia subur di Provinsi Bali tahun 2012. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional dengan analisis data sekunder Survei Demografi Kesehatan Indonesia 2012. Populasi pada penelitian ini ialah semua Wanita Usia Subur (WUS) (15-49 tahun), sementara sampel penelitian ini ialah wanita kawin usia 15-49 tahun dan memiliki data lengkap. Analisis statistik bivariat menggunakan uji chi-square.
Read More
S-8245
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fajar Nurul Fadhilla; Pembimbing: Dien Anshari; Penguji: Dian Ayubi, Mario Ekoriano
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menelaah faktor-faktor yang berhubungan dengan kehamilan tidak diinginkan pada wanita usia subur di Indonesia. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan data hasil Survei Kinerja dan Akuntabilitas Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (SKAP KKBPK) Tahun 2019 yang menggunakan desain potong lintang. Data dianalisis dengan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan persentase kehamilan tidak diinginkan di Indonesia tahun 2019 adalah 17,5%.
Read More
S-10695
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Febrina Yolanda; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Anhari Achadi, Dumilah Ayuningtyas, Muhammad Jabari, Hafni Andayani
Abstrak:
Pendahuluan: . Mortalitas dan morbiditas pada wanita hamil dan bersalin adalah masalah besar di negara berkembang Masih tingginya unmet need ini patut diduga berkontribusi terhadap landainya penurunan Angka kematian ibu (AKI) dimana program KB merupakan salah satu upaya penurunan AKI. Unmet need KB pada SDKI 2017 masih berada pada angka yang sama dengan SDKI 2012 yaitu 11 persen. AKI dapat disebabkan oleh kehamilan yang tidak diinginkan oleh ibu. Kehamilan yang tidak diinginkan dapat mendorong ibu melakukan hal yang tidak aman dalam pelayanan Kesehatan seperti tindakan aborsi. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Hasil penelitian dianalisis menggunakan complex sample analysis dengan tiga tahap yaitu univariat, bivarat dan multivariat. Hasil: Faktor yang berhubungan dengan unmet need KB adalah umur, Pendidikan, daerah tempat tinggal. pekerjaan, pengetahuan, jumlah anak ideal, ketersediaan layanan, paparan media massa sedangkan faktor kunjungan kurang signifikan dengan unmet need. Keputusan suami merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap unmet need di Indonesia. Kesimpulan: Faktor yang paling dominan terjadi status unmet need KB pada wanita subur di Indonesia dengan menggunakan data SDKI 2017 adalah faktor persetujuan suami. Factor ini menunjukkan 6.92 kali berisiko lebih besar untuk berstatus unmet need dibandingkan status unmet need dengan responden yang bukan keputusan suami. Hal ini setelah dikontrol dengan variable umur, bekerja, jumlah ideal anak, pengetahuan KB. Saran: Memperkuat KIE yang selama ini dilaksanakan yang dimana belum mampu menjawab kebutuhan masyarakat utamanya, bahan-bahan edukasi terkait dengan komplikasi, efek samping dan kegagalan serta mengoptimalkan pelayanan KB mobile pada DTPK Kata kunci : unmet need, KB, SDKI

Introduction: Mortality and morbidity in pregnant and childbirth women are a major problem in developing countries still at unmet need, which is to be expected to contribute toward the gradual decline in maternal mortality (aki), where the birth control program is one of the aki decline. The unmet need for KB in 2017 is still at the same number as sdki 2012, which is 11 percent. Aki can be caused by an unwanted pregnancy by the mother. An unwanted pregnancy may lead mothers to unsafe practices in health services such as abortion. Method: this study USES a quantitative approach with a design for a sectional study. Analysis with a complex of specimen analysis with three stages: univariate, bivarat and multivariate. Results: factors related to unmet need birth control are age, education, home territory. Work, knowledge, the ideal number of children, availability of services, media exposure while visiting factors are less significant with unmet need. The decision of husbands is the most influential factor in Indonesia's unmet need. Conclusion: the most dominant factor in the unmet need KB status on fertile women in Indonesia using 2017 resources data is the husband's approval factor. This factor indicates that 6.92 times greater risk of status unmet need than that of unmet need with respondents who are not making a husband. It's being controlled by variables, work, the ideal number of children, birth control. keywords: unmet need, family planning, IDHS
Read More
T-7523
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nabila Novania Hermansyah; Pembimbing: R. Sutiawan; Penguji: Milla Herdayati, Ning Sulistyowati
S-10249
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eva Muzdalifah; Pembimbing: Milla Herdayati; Penguji: Besral, Yudarini
S-5438
Depok : FKM-UI, 2008
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dini Agustini; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Martya Rahmaniati M., Sandra Fikawati, Anies Irawati, Hikmah Kurniasari
Abstrak:
ASI adalah makanan terbaik bagi bayi. WHO menganjurkan untuk memberikan ASI eksklusif. Ibu dengan kehamilan yang tidak diinginkan berisiko untuk tidak memberikan ASI eksklusif atau bahkan tidak menyusui sama sekali. Tujuan penelitian mengetahui hubungan antara kehamilan tidak diinginkan dengan pemberian ASI eksklusif di Indonesia menurut SDKI 2017. Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional dengan menggunakan data SDKI 2017. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh Wanita Usia Subur (WUS) 15-49 tahun di Indonesia, sampel penelitian 1.244 WUS dengan anak usia 0-5 bulan yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah pemberian ASI eksklusif, variabel independen adalah kehamilan tidak diinginkan dan variabel kovariat yaitu usia, pendidikan, paritas, status ekonomi, pekerjaan, status pernikahan, IMD, kunjungan ANC, dan wilayah tempat tinggal. Analisis yang dilakukan yaitu analisis univariat, bivariate dan multivariate dengan uji regresi logistic ganda model faktor risiko. Hasil penelitian menunjukkan persentase ASI eksklusif di Indonesia yaitu sebesar 59,4% dan persentase kehamilan tidak diinginkan di Indonesia sebesar 19,5%. Hasil analisis multivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan antara status kehamilan tidak diinginkan dengan pemberian ASI eksklusif setelah dikontrol oleh variabel kovariat (p=0,064), namun ditemukan interaksi variabel kehamilan tidak diinginkan dan paritas dengan OR primipara 2,78, artinya ibu primipara dengan kehamilan tidak diinginkan berisiko 2,78 kali lebih tinggi untuk tidak memberikan ASI Eksklusif dibandingkan ibu dengan kehamilan diinginkan setelah dikontrol status ekonomi. Perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan capaian pemberian ASI eksklusif yaitu pelatihan tenaga konselor, peningkatan KIE terkait pemberian ASI eksklusif khususnya pada ibu dengan KTD dan optimalisasi penyediaan ruangan dan fasilitas yang mendukung ibu bekerja untuk tetap melanjutkan pemberian ASI eksklusif.

Breast milk is the best food for babies. WHO recommends exclusive breastfeeding. Mothers with unwanted pregnancies are at risk for not giving exclusive breastfeeding or not even breastfeeding at all. The research objective was to determine the relationship between unwanted pregnancies and exclusive breastfeeding in Indonesia according to the 2017 IDHS. This research was a cross-sectional study using data from the 2017 IDHS. The population of this study was all Women of Reproductive Age (WUS) 15-49 years in Indonesia, the study sample was 1,244 WUS with children aged 0-5 months who met the inclusion and exclusion criteria. The dependent variable in this study was exclusive breastfeeding, the independent variable was unwanted pregnancy and the covariate variables were age, education, parity, economic status, employment, marital status, IMD, ANC visits, and area of residence. The analyzes performed were univariate, bivariate and multivariate analysis with multiple logistic regression tests of the risk factor model. The results showed that the percentage of exclusive breastfeeding in Indonesia was 59.4% and the percentage of unwanted pregnancies in Indonesia was 19.5%. The results of the multivariate analysis showed that there was no relationship between adverse event status and exclusive breastfeeding after being controlled by the covariate variable (p=0.064), however, there was an interaction between the unwanted pregnancies and parity variables with OR primipara 2.78 meaning that primiparous mothers with unwanted pregnancies are at risk of 2.78 times higher for not giving exclusive breastfeeding compared to mothers with wanted pregnancies after controlling for economic status. Efforts need to be made to improve the ability of exclusive breastfeeding, namely counselors, increasing IEC related to exclusive breastfeeding, especially for mothers with unwanted pregnancies and optimizing the provision of rooms and facilities that support working mothers to continue to provide exclusive breastfeeding.
Read More
T-6681
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Annisa Lidra Maribeth; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Kemal Nazarudin Siregar, Toha Muhaimin, Yekti Widodo, Anindita Dyah Sekarpuri
Abstrak: Indonesia menjadi salah satu negara dengan penyumbang angka stunting terbesar kelima di dunia.Kehamilan tidak diinginkan dapat menjadi salah satu faktor yang mungkin berperan besar dalam menyebabkan kejadian stunting pada anak usia 0-5 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kehamilan tidak diinginkan dengan kejadian stunting pada anak usia 0-5 tahun. Terdapat konfonding dalam penelitian ini yaitu pada variabel pendidikan dan status ekonomi. Pendidikan dan status ekonomi memiliki hubungan signifikan pada analisis multivariat (nilai p<0,001) dengan kejadian stunting
Read More
T-5788
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yusinta Muawanah; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Muhammad Yusuf
S-10246
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lia Nurdini; Promotor: Sabarinah; Kopromotor: Evi Martha, Pahmi; Penguji: Kemal Nazaruddin Siregar, Tris Eryando, Budi Iman Santoso, Sudibyo Alimoeso,Risma Mulia, Asparian
Abstrak:
Latar Belakang tingginya unmet need kontrasepsi masih menjadi tantangan di Indonesia, termasuk di Provinsi Jambi. Diikuti dengan trend pemakaian kontrasepsi menetapkan Provinsi Jambi sebagai wilayah dengan program KBKR sangat tidak efisien pada tahun 2025. Penelitian ini mengembangkan strategi KIE “Kampung Kito” terhadap penurunan unmet need kontrasepsi pada PUS di Provinsi Jambi Tahun 2025. Metode Penelitian Mix Method Exploratory Sequential Design dalam tiga tahap. Tahap pertama kualitatif desain Etnografi, tahap kedua pengembangan strategi intervensi dan tahap ketiga kuantitatif desain Quasi Eksperimen. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Muaro Jambi di Kecamatan Kumpe Ulu (Intervensi) dan Kecamatan Jaluko (Kontrol). Waktu penelitian Juli 2024 s.d September 2025. Sampel adalah pasangan usia subur dengan unmet need kontrasepsi, dengan 75 intervensi dan 71 kontrol. Analisis data dilakukan dengan GEE (Generalized Estimating Equations) dan DID (Difference in Difference Analysis). Hasil Penelitian analisis GEE menunjukkan bahwa strategi KIE “Kampung Kito” memiliki efek yang signifikan terhadap penurunan unmet need kontrasepsi pada kunjungan ke tiga dengan AOR 0,67 (95% CI: 0,59–0,75; p = <0,001) dan semakin menurun pada kunjungan ke empat dengan AOR 0,53 (95% CI: 0,47–0,60; p = <0,001). Hasil analisis DiD turut mengkonfirmasi adanya efek kausal intervensi dengan penurunan unmet need 51% pada kunjungan ketiga dan 63% pada kunjungan ke empat, dengan pemakaian kontrasepsi rasional 61,3% dan pemakaian MKJP sebesar 53,3%. Kesimpulan dan Saran Strategi KIE “Kampung Kito” memiliki efek yang signifikan dalam menurunkan unmet need kontrasepsi, meningkatkan pemakaian KB rasional, dan meningkatkan pemakaian MKJP dengan semakin banyak kunjungan. Perlu adanya keberlanjutan strategi KIE “Kampung Kito” untuk menurunkan unmet need kontrasepsi dan memperbaiki trend pemakaian kontrasepsi di Provinsi Jambi.

Background: High unmet need for contraception remains a challenge in Indonesia, including in Jambi Province. Trends in contraceptive use have led to Jambi Province being identified as a region with a highly inefficient KBKR program by 2025. This study : Developed the "Kampung Kito" IEC strategy to reduce unmet need for contraception among women of reproductive age in Jambi Province in 2025. Methods :The research method used was a mixed-methods exploratory sequential design with three stages. The first stage was a qualitative ethnographic design, the second stage was an intervention strategy development, and the third stage was a quantitative quasi-experimental design. The study was conducted in Muaro Jambi Regency in the Kumpe Ulu (Intervention) and Jaluko (Control) Districts. The study period was July 2024 to September 2025. The sample consisted of couples of reproductive age with unmet need for contraception, with 75 intervention and 71 control groups. Data analysis was conducted using Generalized Estimating Equations (GEE) and Difference in Differences (DiD) Analysis. Result : GEE analysis showed that the "Kampung Kito" IEC strategy significantly reduced unmet need for contraception at the third visit, with an AOR of 0.67 (95% CI: 0.59–0.75; p = <0.001), and further decreased at the fourth visit, with an AOR of 0.53 (95% CI: 0.47–0.60; p = <0.001). DiD analysis confirmed the causal effect of the intervention, with a 51% reduction in unmet need at the third visit and an 63% reduction at the fourth visit. Resulted in 61.3% rational contraceptive use and 53.3% use of long-term contraceptive methods. Conclusions and Recommendations: The "Kampung Kito" IEC strategy significantly reduced unmet need for contraception, increased rational family planning use, and increased use of long-term contraceptive methods with increasing visits. The "Kampung Kito" IEC strategy is needed to continue to reduce unmet need for contraception and improve contraceptive use trends in Jambi Province.
Read More
D-630
Depok : FKM-UI, 2026
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive