Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 27440 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Abas Abdulkadir; Pembimbing: Sudarto R.
S-349
Depok : FKMUI, 1981
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Jack Lesmana; Pembimbing: Yovsyah
S-3189
Depok : FKM-UI, 2003
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
D. Soelastri; Pemb. Sujana Jatiputra
A-184
Jakarta : FKM UI, 1979
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Irsan Monro; Pembimbing: Putri Bungsu; Penguji: Renti Mahkota, Hendry Febriana Hende
Abstrak:
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi masalah dalam kesehatan masyarakat, terutama di wilayah yang memiliki aktivitas industri berat.  Kecamatan Morosi adalah daerah yang memiliki industri smelter nikel, sehingga berpotensi menyebabkan pencemaran udara dan berdampak pada kesehatan warga setempat. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi penyebaran penyakit ISPA di Kecamatan Morosi pada tahun 2024 hingga 2025, berdasarkan karakteristik host dan faktor lingkungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan memanfaatkan data sekunder yang berasal dari laporan kunjungan pasien rawat jalan di UPTD Puskesmas Morosi tahun 2024 hingga 2025. Variabel yang dianalisis mencakup jumlah kasus penyakit ISPA, usia, jenis kelamin, status pekerjaan, serta faktor lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah kasus penyakit ISPA pada tahun 2025 lebih tinggi dibandingkan tahun 2024.Kasus penyakit ISPA terbanyak terjadi pada usia 6–65 tahun, baik pada tahun 2024 (90,0%) maupun tahun 2025 (86,1%), laki-laki Pada tahun 2024, persentase kasus pada laki-laki mencapai 75,6% dan pada tahun 2025 sebesar 72,2%., dan mereka yang bekerja sebagai karyawan smelter. Di samping itu Faktor lingkungan yaitu; jumlah kasus yang tinggi pada jarak tempat tinggal yang dekat, bulan dan musim panas turut mempengaruhi meningkatnya kejadian penyakit ISPA.

Acute Respiratory Infections (ARI) remain a public health problem, particularly in areas with intensive industrial activities. Morosi Subdistrict is an area with nickel smelter industries, which have the potential to cause air pollution and negatively affect the health of the local population. This study aimed to describe the distribution of ARI in Morosi Subdistrict from 2024 to 2025 based on host characteristics and environmental factors. This study employed a descriptive approach using secondary data obtained from outpatient visit reports at the Morosi Primary Health Care Center (UPTD Puskesmas Morosi) from 2024 to 2025. The variables analyzed included the number of ARI cases, age, sex, employment status, and environmental factors. The results of the study show that the number of cases of ARI in 2025 is higher than in 2024. The most cases of ARI occurred in the age group of 6–65 years, both in 2024 (90.0%) and in 2025 (86.1%), men In 2024, the percentage of cases in men reached 75.6% and in 2025 it was 72.2%., and those who work as smelter employees. In addition, environmental factors, namely; the high number of cases at close residential distances, summer months and seasons also influence the increase in the incidence of ARI
Read More
S-12171
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Parulian Situmorang; Pembimbing: Sumengen Sutomo, Haryoto Kusnoputranto
T-1806
Depok : FKM UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Chandrayani Simanjorang; Pembimbing: Nasrin Kodim; Penguji: Helda, Edi Setiawan Tehuteru
Abstrak:

esis ini membahas tentang perbedaan ketahanan hidup 5 tahun pasien leukemia akut tipe LLA dan LMA di RSKD dengan menggunakan desain kohort retrospektif. Data didapatkan dari data rekam medis pasien leukemia anak di RSKD yang didiagnosis tahun 1997-2008. Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif dengan mengikuti subjek untuk meneliti kejadian yang belum terjadi sejak pertama didiagnosis di RSKD hingga pengamatan berakhir Juni 2012. Rancangan penelitian dibatasi waktu 5 tahun untuk terjadinya event. Dari 95 pasien leukemia akut pada anak didapatkan probabilitas ketahanan hidup keseluruhan sebesar 22,6%, angka ketahanan hidup 5 tahun untuk tipe LMA 4,6%, dan tipe LLA 28,9%. Risiko kematian (HR) setelah 5 tahun pada LMA 1,643 kali dibandingkan LLA.


 The focus of this study is the differences of five years survival rate of patients with ALL and AML at RSKD using retrospektif cohort design. Data obtained from medical records of patients that diagnosed in 1997-2008. The data was collected retrospectively with the following subjects to investigate since it was first diagnosed at RSKD until observations ended on June 2012. The study design limited period of 5 years until the event occured. The result from this study are 95 patients of acute leukemia in children found the overall five years survival rate is 22,6%, five years survival rate of AML is 4,6%, and five years survival rate of ALL is 28,9%. Hazard Ratio of AML is 1,643 times than ALL.

Read More
T-3591
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Erlin Listuiyaningsih; Promotor: Nuning Mk. Masjkuri; Ko-Promotor: Mondastri Korib Sudaryo, Paamita G. Dwipoerwantoro; Penguji: Soedarto Ronoatmodjo, Budi Hidayat, Asri C. Adisasmita, Anis Karuniawati, Julitasari Sundoro
D-296
Depok : FKM-UI, 2014
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dwi Oktavia T L Handayani; Pembimbing: Ratna Djuwita; Penguji: Asri C. Adisasmita, Ari Kusuma, Sholah Imari
T-3306
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ikke Yuniherlina; Pembimbing: SSyahrizal yarif, Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Endang Burni P., Herman Kosasih
Abstrak:

ABSTRAK Nama : Ikke Yuniherlina NPM : 1506704434 Program Studi : Epidemiologi Komunitas Judul : Faktor-faktor yang berhubungan dengan keparahan DBD pada pasien studi demam akut di delapan rumah sakit di Indonesia Manifestasi klinis demam berdarah dengue (DBD) masih menjadi permasalahan dalam kesehatan masyarakat di Indonesia. Berdasarkan derajat keparahan DBD menurut kritera WHO 2011 terbagi atas DBD derajat I, DBD derajat II, DBD derajat III, dan DBD derajat IV. Di Indonesia insiden DBD meningkat walaupun angka kematiannya menurun, untuk itu penelitian ini bertujuan meneliti faktor-faktor yang berhubungan dengan keparahan DBD, dimana DBD derajat II, III, dan IV dikategorikan sebagai DBD parah. Penelitian cross-sectional yang menggunakan data sekunder dari studi etiologi demam akut dari delapan rumah sakit di Indonesia, didapatkan proporsi keparahan DBD sebesar 43,3%. Faktor-faktor yang berhubungan dengan keparahan DBD didapatkan faktor jenis serotipe virus DENV-2 (OR = 3,06 95%CI 1,43 – 6,55), DENV-3 (OR = 2,62 95% CI 1,33 – 5,15), faktor lama demam (OR = 1,91 95%CI 1,09 – 3,35), dan faktor jumlah leukosit (OR = 1,79 95%CI 1,02 – 3,16). Skoring didapatkan sebesar 67% kemampuan untuk memprediksi keparahan. Kata kunci: keparahan, demam berdarah dengue, faktor-faktor


ABSTRACT Name : Ikke Yuniherlina NPM : 1506704434 Study Program : Epidemiology Title : Prognostic factors associated with dengue hemorrhagic fever severity of the acute fibril illness study patients in eight hospitals in Indonesia Dengue hemorrhagic fever (DHF) as a clinical manifestasion of dengue infection remains a public health problem in Indonesia. According to WHO, DHF severity grade was divided into DHF I, DHF II, DHF III and DHF IV. In Indonesia, the incidence of DHF increased eventhough the mortality rate decreased. Therefore, the study aims to examine prognostic factors related to the severity of DHF, with the category of severe DHF is including DHF II, DHF III and DHF IV. This cross-sectional study using secondary data from the Acute Febrile Illness Etiology Study of eight Hospitals in Indonesia. The result as follow, the proportion of severe DHF category is 43.3%, the prognostic factors associated with DHF severity are DENV serotype (DENV-2, OR = 3.06 95% CI 1.43 - 6.55; DENV-3, OR = 2.62 95% CI 1.33 - 5.15), day of illness (OR = 1.91 95% CI 1.09 - 3.35), and leucocyte count (OR = 1.79 95% CI 1.02 - 3.16). The scoring with contributing of DENV serotype, day of illness, and leucocyte count as prognostic factors, has only 67% ability to predict DHF severity. Keywords: severity, dengue hemorrhagic fever, prognostic factors

Read More
T-5168
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yuanita Ananda; Mondastri Korib Sudaryo; Penguji: Yovsyah, Renti Mahkota, Lucky Tjahjono
T-2386
Depok : FKM-UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive