Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 12802 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Christy Elaine Yulisar; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Purnawan Junadi, Wachyu Sulistiadi, Kaunang
Abstrak:

ABSTRAK Rumah Sakit Hermina Kemayoran merupakan rumah sakit baru yang dibangun pada tahun 2016 dan merupakan bagian dari Hermina Hospital Group yang saat ini merubah status dari rumah sakit ibu dan anak menjadi rumah sakit umum. Gedung yang baru, lokasi, status yang baru memerlukanstrategi pemasaran untuk merubah image masyarakat dan memasarkan rumah sakit sebagaiRumah Sakit Umum Hermina Kemayoran. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif analitik dengan menggunakan data sekunder berupa data kunjungan pasien dari Januari – Maret 2018 dan observasi fasilitas kesehatan yang ada untuk menganalisa karakteristik pasien dan kebutuhan pasien untuk sebagai riset pasar untuk menentukan strategi pemasaran yang tepat. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas pasien merupakan perempuan dan anak usia 4-15 tahun dan tingginya angka batal berobat. Dari hasil ini, telah ditetapkan strategi pemasaran yang berorientasi untuk menarik konsumen yang lebih bervariasi dan dapat bersaing dengan kompetitor. Evaluasi kepuasan pasien dan keluhan pasien dilakukan untuk umpan balik pelayanan kesehatan. Kata kunci: strategi pemasaran, riset pasar, RS Hermina Kemayoran


ABSTRACT Hermina Kemayoran Hospital is a new hospital built in 2016 and is a part of Hermina Hospital Group, a hospital group that has changed its status from a mother and child hospital to a general hospital. A new hospital, location, and status needs a marketing strategy to change the public’s perception and to market this new hospital as a general hospital. This research uses the analytical descriptive quantitative method using secondary data and observation of available facilities in the hospital to analise patient characteristics and needs as a form of market research to formulate a marketing strategy for this hospital. The results show that most patients were 4-15 years old children and women with a high number of patients cancelling. From this result, the marketing strategy is oriented to attract more variations of costumers and to compete with the competitors. Evaluation of patients’ satisfaction level and complaints should be done for hospital services feedback. Key words: marketing strategy, market research, Hermina Kemayoran Hospital

Read More
B-1986
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Efran Saputra; Pembimbing: Amal C. Sjaaf; Penguji: Peter A.W. Pattinama, Budi Hidayat, Yuli Prapancha Satar
B-877
Depok : FKM UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Arinahaq; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Helen Andriani, Sri Dyah Indherawati, Sri Mulyani
Abstrak: Tesis ini membahas bagaimana penyusunan SPO di departemen PT Medikaloka Hermina Tbk dan persepsi pengguna SPO di RS Hermina Kemayoran. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Hasil penelitian ini menyarankan bahwa perlunya menstandarkan atau membakukan panduan penyusunan SPO di departemen PT Medikaloka Tbk sesuai prinsip penyusunan SPO agar terdapat acuan bagi tim penyusun di departemen menghasilkan SPO sesuai dengan prinsip penyusunan SPO yaitu efisiensi dan efektifitas, berorientasi pada pelanggan, kejelasan dan kemudahan, keselarasan, keterukuran dan dinaamis; mengembangkan Document Management System yang sudah ada (Alfresco) agar lebih informatif dalam menyajikan informasi dan data produk SPO yang berlaku yang selalu diperbarui.
Read More
B-2130
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hilda Melissa; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Puput Oktamianti, Suryanti Gunadi
Abstrak:
Latar belakang : IGD sebagai salah satu pintu masuk pasien akan mencerminkan pelayanan suatu rumah sakit, dimana ketika kinerja IGD belum optimal maka diperlukan perencanaan strategis yang tepat. Tesis ini membahas rencana strategis peningkatan kinerja IGD RS Hermina Kemayoran yang telah ditetapkan sebagai layanan prioritas sejak 2021 oleh BOD, namun pada pelaksanaannya belum tercapai target yang telah ditetapkan hingga penelitian ini dilaksanakan. Tujuan penelitian : Penelitian ini menghasilkan strategi peningkatan kinerja layanan IGD RS Hermina Kemayoran untuk mengetahui gambaran situasi IGD RS Hermina Kemayoran, dan secara khusus adalah teridentifikasi analisis situasi dengan pendekatan Duncan, yaitu dengan melakukan analisa eksternal (aspek ekonomi, sosiodemografi, epidemiologi, legislatif politik, teknologi dan pesaing yang ditempatkan kedalam lingkungan umum, sistem pelayanan kesehatan, atau area layanan) dan internal (menggunakan rantai nilai Potter) yang akan menghasilkan strategi terpilih yang kemudian diturunkan menjadi program kerja dan dilakukan pemetaan berdasarkan penilaian Balanced Scorecard. Metodologi Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode action research, menggunakan data primer (wawancara mendalam, observasi, dan Consensus Decision Making Group (CDMG)) dan data sekunder (Kemenkes, BPS, data RS Hermina Kemayoran). Hasil Penelitian : Rencana strategis yang dihasilkan yaitu strategi terarah yaitu penetapan layanan IGD sebagai layanan prioritas, pemilihan strategi adaptif yaitu penetrasi pasar dan peningkatan kualitas, pemilihan strategi keluar masuk pasar yaitu aliansi, pemilihan strategi kompetitif yaitu diferensiasi terfokus, strategi implementasi pra layanan, intra layanan, pasca layanan, layanan pendukung, dan rencana unit kerja IGD dengan penilaian KPI dengan pendekatan Balanced Scorecard. Kesimpulan : Rencana strategi yang telah menjadi action plan IGD dan RS Hermina Kemayoran diharapkan akan menjadi pedoman bagi RS Hermina Kemayoran dalam mewujudkan IGD menjadi layanan prioritas RS Hermina Kemayoran.

Background: The Emergency Room (ER) as a patient entry point will reflect the services of a hospital, where when the ER performance is not optimal then appropriate strategic planning is needed. This thesis discusses the strategic plan to improve the performance of the Emergency Room at Hermina Kemayoran Hospital which has been designated as a priority service since 2021 by the Board of Director (BOD), but in its implementation the target that had been set had not been achieved until this research was carried out. Research objectives: This research produces a strategy to improve the performance of Hermina Kemayoran Hospital's ER services to understand the picture of the Hermina Kemayoran Hospital's ER situation, and in particular a situation analysis using Duncan's approach is identified, namely by carrying out external analysis (economic, socio-demographic, epidemiological, legislative, political, and political aspects). technology and competitors placed into the general environment, health care system, or service area) and internally (using the Potter value chain) which will produce selected strategies that will be the basis of work programs and mapped based on the Balanced Scorecard assessment. Research Methodology: This research is qualitative research using action research methods, using primary data (in-depth interviews, observations, and Consensus Decision Making Group (CDMG)) and secondary data (Ministry of Health, BPS, Hermina Kemayoran Hospital data). Research Results: The resulting strategic plan is a directed strategy, namely establishing emergency services as a priority service, selected from adaptive strategy namely market penetration and quality improvement, selected from entry and exit strategy namely alliance, selected from competitive strategy namely focused differentiation, pre-service implementation strategy, intra-service, post-service, support service, and ER work unit plans with KPI assessment using the Balanced Scorecard approach. Conclusion: The strategic plan that has become the action plan for the IGD and Hermina Kemayoran Hospital is expected to become a guide for Hermina Kemayoran Hospital in making the IGD a priority service for Hermina Kemayoran Hospital.
Read More
B-2403
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dani Kadarisman; Pembimbing: Slamet Hindarto Gunawan ;Penguji: Amila Megraini, Gunawan, Yuli Prapanca Satar, Dina Fitriningsih, Erni S. Fachran
Abstrak: Berdasarkan asumsi adanya permintaan pasien yang tinggi, disampaikan oleh dokter spesialis dan pertanyaan terhadap direktur dan asumsi adanya daftar tunggu terhadap kebutuhan Ruang Rawat Inap VIP dan Kelas yang baru setahun berjalan, disampaikan kepada direktur. hal ini telah direspon oleh direktur dengan mengadakan pengembangan, yaitu membangun gedung baru untuk produk pelayanan rawat inap VIP dan kelas I, yaitu penambahan tempat tidur sebanyak 9 tempat tidur Super VIP, 9 tempat tidur VIP, dan 18 tempat tidur kelas 1, dengan dasar perkiraan tempat tidur dari beberapa bulan terakhir, sehingga jumlah keseluruhan ( 9 tempat tidur lama + 36 tempat tidur baru ) 45 tempat tidur Ruang rawat inap VIPdan kelas 1 . Sementara BOR S.VIP barn 39%, VIP 68%, dan Kelas 1 69 %, dari data BOR balsam baru terlihat tinggi 3 bulan terakhir di kelas 1 kurang lebih 95% dan VIP kurang lebih 84 % , sedang S.VIP 45 % . Sehingga perlu dibuat strategi pemasaran dengan input yang optimal.
 
Permasalahan yang ada di rumah sakit adalah belum adanya gambaran tentang input optimal yang menjadi dasar bagi Strategi Pemasaran Ruang Rawat Inap VIP pada situasi RS. Karya Husada saat ini, pertanyaan adalah : Bagaimana Gambaran input optimal yang akan dijadikan dasar bagi Strategi Pemasaran saat ini, untuk dapat mempertahankan hasil sesuai harapan? Sedangkan tujuan penelitian diketahuinya gambaran mengenai input yang bisa menjadi dasar bagi Strategi Pemasaran Ruang Rawat Inap VIP RS. Karya Husada.
 
Hasil penelitian berupa data - data berupa Data, Wawancara dan Konfirmasi Pelaksanaan melalui Observasi, tentang :
 
(1) Gambaran tentang Pasar dan Segmen Pasar yang diperoleh dari karakteristik pasien Rawat Inap VIP RS. Karya Husada.
 
(2) Gambaran Input saat ini berupa Bauran Pemasaran yang bisa mendasari Program Pemasaran Ruang Rawat Inap VIP RS. Karya Husada.
 
(3) Rekomendasi input yang dibuat berdasarkan Pasar , Segmen Pasar dan Bauran Pemasaran bagi Program Pemasaran Ruang Rawat Inap VIP RS. Karya Husada.
 
Dari pembahasan dapat disimpulkan bahwa Strategi Pemasaran bisa optimal bila ada perbaikan pada input yang mendasarinya , dan harus dilakukan oleh Rumah Sakit berupa :
 
(1). Perbaikan dalam penentuan Pasar dan Segmen Pasar yang dijadikan dasar pada Strategi Pemasaran Ruang Rawat Inap VIP RS. Karya Husada
 
(2). Perbaikan Input yang optimal berupa Bauran Pemasaran yang bisa mendasari Strategi Pemasaran Ruang Rawat Inap VIP RS. Karya Husada
 
(3). Membuat Rekomendasi input bagi Strategi Pemasaran Ruang Rawat Inap VIP RS. Karya Husada
 
 
Saran yang diberikan berupa :
 
(1) Penyesuaian harga, berupa penetapan berdasarkan unit cost , dan peninjauan kebijakan tarip hares selalu dibawah kompetitor, menjadi tarip berdasarkan kualitas produk .
 
(2) Penetapan kelas pads gedung baru tidak berdasarkan kepada kelas menetap, tetapi menggunakan kelas fleksibel. Dan kelas 1 tidak dimasukan dalam kategori pelayanan rawat inap VIP.
 
(3) Peningkatan kualitas dari Produk yang dijual.
 
(4) Restrukturisasi penyediaan kelas dan ruang perawatan spesialis.
 
(5) Penyempumaan bentuk kerja sama dengan dokter spesialis dan perusahaan .
 
(6) Perubahan kebijakan tentang penentuan sasaran .
 
(7) Perbaikan struktur organisasi
 
(8) Pengembangan strategis
 
a. Perbaikan Struktur organisasi
 
b. Peningkatan kualitas pelayanan yang dilakukan karyawan
 

 
This study was based on the assumption that there were high demand from the patient and waiting list to utilize the VIP and the 1" class ward which was reported by the specialist doctors and the corporate as its customer to the hospital's director. Concerning this report, the director developed a new building planned to use as the new VIP and 151 class ward which will increase the number of the bed; 9 beds for Super VIP class ward, 9 beds for VIP class ward, and 18 beds for 1 S` class ward Those beds added was calculated based on the utilization of those wards in the last few months before. Therefore the total of the beds are 45 beds in the VIP and 1 st class ward Bed Occupation Rate (BOR) of the Super VIP class was 39 %, of the VIP class was 68 %, for the 15` class was 69 %, and in the last 3 months those number increased to 95 % for the 1st class, 84 % for the VIP class, and 45 % for the Super VIP class. Therefore a marketing strategy using optimum input needs to be done.
 
The problem facing this hospital was the absent of the description of the optimum input needed as the basis of the marketing strategy for the VIP class ward at Karya Husada Hospital concerning its curent condition.
 
The question of this study is what the description of the optimum input is as the basis of the marketing strategy in order to maintain the output as it was projected. And the aim of this study is to describe the input that can be used as the basis of the marketing strategy for the VIP class ward at Karya Husada Hospital.
 
The result of this study shows data from documents, interviews and observation which describe as follows:
 
1. The description of the market and market segmentation, obtain from the characteristic of the patient of the VIP class ward at Karya Husada Hospital.
 
2. The description of the input in the form of marketing mix as the basis of the marketing program for the VIP class ward at Karya Husada Hospital.
 
3. The recommendation based on the market, market segmentation and marketing mix for the marketing program for the VIP class ward at Karya Husada Hospital.
 
From the analysis it was concluded that the marketing strategy will be optimalized with the improvement on the input as its basis, and these need to be clone by the hospital:
 
1. The improvement on the market and segmentation choosed as the basis of the marketing strategy for the VIP class ward at Karya Husada Hospital
 
2. The improvement on the marketing mix as the optimum input as the basis of the marketing strategy for the VIP class ward at ICarya Husada Hospital.
 
3. The recommendation about the input of the marketing strategy for the VIP class ward at Karya Husada Hospital.
 
The recommendations are:
 
1. Pricing re-arrangement based on unit cost, lower than its competitor, and the service quality.
 
2. The classification of the inpatient ward at the new building should be flexible. The 1 S' class should not be categorized as a VIP class service.
 
3. The service quality needs to be improved.
 
4. The classification of the inpatient and spesialistic ward should be restructured.
 
5. The cooperation with the spesialist doctors and the corporate consumer need to be perfected.
 
6. The policy in market targeting should be changed.
 
7. The organization structure of the hospital need to be improved.
 
8. The strategic development need to be done, which are :
 
a. The improvement on the organization structure.
 
b. The improvement on the service quality delivered by the staff.
Read More
B-579
Depok : FKM UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Renatha Tiur Etty; Pembimbing: Yuli Prapanca Satar; Penguji: Amila Megraini, Rini Rachmawati, Iing Ichsan haanafi,
Abstrak:

Rumah Sakit Ibu dan Anak Hermina Bekasi memberikan pelayanan rawat inap khusus untuk wanita, ibu dan anak. Saat ini pemanfaatan rawat inap ibu sangat jauh berbeda dengan pemanfaatan rawat inap anak. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melakukan penelitian terhadap produk pelayanan atau analisis produk untuk mengetahui kesenjangan antara keinginan konsumen dan calon konsumen dengan pelayanan saat ini demi meningkatkan pemasaran pelayanan rawat inap ibu.Penelitian ini merupakan studi kasus yang bertujuan untuk mendapatkan informasi dan menganalisis tentang karakteristik pelanggan, karakteristik calon konsumen, karakteristik produk, kebijakan manajemen rumah sakit, keinginan konsumen serta calon konsumen terhadap layanan rawat inap. Metode yang digunakan adalah dengan cara survey dan wawancara mendalarn.Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumen dan calon konsumen mempunyai keinginan-keinginan terhadap aspek-aspek dalam pelayanari rawat inap yang perlu mendapat perhatian rumah sakit untuk peningkatan pemasaran rawat inap ibu RSIA Hermina Bekasi serta adanya pasar sasaran yang dapat diraih.RSIA Herrnina Bekasi harus mengoptimalkan kualitas pelayanannya yang disesuaikan dengan keinginan konsumen dan calon konsumen serta meningkatkan upaya pemasaran dengan usaha promosi yang spesifik.


 

Product Analysis on Inpatient Mother Care Services for Marketing Measures at Hermina Bekasi Hospital, 2002 Hermina Bekasi Hospital carried out inpatient mother care services especially for woman, mother and child. In this recent, bed occupancy for mother so far differently with bed occupancy for child. One of these efforts can be done is the research on product service or product analysis to know the differentiation between customer wishes and customer candidate wishes, to increase promotion for inpatient mother care services.This research is a case study to figure out the information and analysis on customer characteristics, customer candidate characteristics, product characteristics, hospital management policy, customer and candidate customer wishes to inpatient mother care services. The method used by survey and in depth interview.The result figure out that customer and customer candidate have wishes the aspects of inpatient mother care services which necessarily hospital intention for increasing the market and target market can be achieved.Hermina Bekasi Hospital obliged to optimize the service quality inline with customer and customer candidate wishes, and increasing the efforts marketing with specific promotion matters.

Read More
B-622
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Afriyanti Sandhi; Pembimbing: Hafizurrachman; Penguji: Mieke Savitri, Yuli Prapancha Satar, Derita Situmorang
Abstrak: Latar Belakang. Pemasaran saat ini merupakan suatu hal yang penting di bidang perumahsakitan. RSCM sebagai salah satu pelopor pelayanan geriatri juga ingin mengembangkan pemasaran khususnya di bidang pelayanan rawat jalan bagi pasien geriatri.
Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan segmentasi pasar pelanggan Poliklinik Geriatri RSCM. Metode penelitian yang digunakan adalah secara deskriptif potong lintang dengan desain kuantitatif.
Metode. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara terpimpin menggunakan instrumen kuisioner terhadap pelanggan yang sampelnya diambil secara acak. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-square untuk mengetahui distribusi frekuensi dan kemaknaan hubungan antara variabel-variabel penelitian.
Hasil. Hasil analisis univariat menyimpulkan berdasarkan variabel geografis pelanggan Poliklinik Geriatri RSCM mayoritas yang datang berkunjung berasal dari Jakarta Timur dengan waktu tempuh antara 30 menit - 1 jam. Sedangkan menurut variabel demografis mayoritas pelanggan adalah perempuan dengan usia antara 70-79 tahun. Mayoritas pendidikan terakhir pelanggan adalah SMA dengan pekerjaan terakhir sebagai PNS dan mayoritas pasien berasal dari golongan menengah ke bawah. Dari segmentasi psikografis dan perilaku, tampak bahwa proporsi pasien lama dan baru cukup berimbang dan sebagian besar pasien memiliki citra yang baik terhadap pelayanan . Pada analisis bivariat didapatkan hubungan yang bermakna antara jumlah uang pensiun dan lama pemanfaatan poliklinik, serta antara penanggung biaya kesehatan dan persepsi pasien terhadap tarif.
Kesimpulan. Untuk itu penelitian ini menyarankan agar pihak manajemen Poliklinik Geriatri RSCM dapat meningkatkan mutu pelayanan dengan usaha pengembangan pemasaran dan tetap berorientasi kepada pelanggan. Lebih lanjut, perlu diperdalam penelitian mengenai analisis penetapan pasar sasaran, posisi pasar dan pengembangan bauran pemasaran, untuk menyusun suatu desain strategi pemasaran yang baik.
Kata kunci : analisis segmentasi, pasar pelanggan, pengembangan strategi pemasaran. Daftar Pustaka : 37 (1993-2005)

Background and aims. This study was performed to find out the characteristics and customer segmentation of Geriatric Policlinic of Dr. Cipto Mangunkusumo Hospital. The method of the study was cross sectional descriptives with quantitative design.
Methods. Data were collected by interwiew based on questionnaire, and analized by univariate and bivariate technique to figure out frequention distribution and association between variables.
Results. The results of univariate analysis based on geographic segmentation, most of the customer came from East Jakarta and coverage areas were within 30 minutes to 1 hour. Based on demographic segmentation it was stated that the majority of the customer was female, between 70-79 years old. The last education completed by majority of the customer was Senior High School, their last job was mostly as Civil Servant with middle-low social economis class. From psychographic and behavioural segmentation, it can be asumed that the proportion of old and new patient was balanced, and most of them has good image in the service given. From bivariate analysis, there was a meaningful association between retired payment and term of use, and also between patient?s insuer and their perception of tariff.
Conclusions. Therefore this study suggested the management of Geriatric Policlinic of RSCM to improve the quality of service and develop customer oriented marketing strategy. We hope there will be further study about market analysis, especially targetting and positioning, and develop a good marketing mix for a better marketing strategy design.
Key words : segmentation analysis, customer, marketing development strategy. References : 37 (1993-2005)
Read More
B-848
Depok : FKM UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cindy Yasmin; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Pujiyanto, Tantiyo Setiyowati
Abstrak: Poli Jantung Eksekutif merupakan salah satu poli yang sedang menjadi target bagianpemasaran RS Hermina Depok dalam peningkatan kualitasnya. Jumlah pasien poliJantung Eksekutif mengalami peningkatan dan penurunan setiap bulannya yangmenyebabkan Poli Jantung Eksekutif belum stabil. Tujuan penelitian ini adalah untukmenentukan strategi pemasaran berdasarkan STP ( Segmentasi, Target, dan Posisi )pasar Rawat Jalan Poli Jantung Eksekutif RS Hermina Depok pada tahun 2019.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif analisis dengan pendekatankuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini adalah Segmen pasar yang dibagiberdasarkan variabel geografis, demografis, psikografis, perilaku, dan loyalitas.Target pasar yang paling sesuai merupakan hasil segmen pasar yang dianggappotensial yaitu, Lansia berusia 45 tahun ke atas yang tinggal di daerah kota Depokdan sekitarnya dengan pendapatan 2,5 juta-5 juta perbulannya . Posisi pasar yangterbentuk adalah Pelayanan kesehatan poli jantung eksekutif dengan tenagakesehatan berkualitas dan fasilitas lengkap serta tetap mengutamakan ServiceExcellent kepada pelanggan.Kata Kunci :Pemasaran, Segmentasi Pasar, Target Pasar, Posisi Pasar, Poli Jantung Eksekutif.
Read More
S-10236
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rohsaelendrayana; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Wahyu Kurnia Yusrin Putra, Iman Santoso, Purnawan Junadi
Abstrak:
Latar Belakang: RS Hermina Bekasi merupakan rumah sakit swasta dengan layanan unggulan dan potensi pengembangan pasien non-Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Namun, proporsi pasien JKN masih lebih tinggi dibandingkan pasien non-JKN, sehingga diperlukan strategi pemasaran untuk meningkatkan kunjungan pasien non-JKN. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menyusun strategi pemasaran untuk meningkatkan kunjungan pasien non-JKN di RS Hermina Bekasi melalui analisis kondisi pemasaran, faktor internal dan eksternal, rumusan strategi, serta indikator keberhasilan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode marketing research berkarakteristik deskriptif dan eksploratif. Informan dipilih secara purposive purposif berdasarkan prinsip kesesuaian dan kecukupan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, telaah dokumen, dan studi literatur. Analisis menggunakan sintesis The Strategy-Formulation Analytical Framework dan The Stages of Building a Marketing Plan Framework. Hasil: RS Hermina Bekasi memiliki kekuatan pada layanan unggulan, dokter spesialis dan subspesialis, teknologi medis, reputasi Hermina, SDM garis depan pelayanan seperti petugas front office, perawat, Staf Fungsional Eksekutif, case manager, farmasi, dan kasir, serta nursing marketing, dan dukungan Hermina Group. Kelemahan meliputi persepsi sebagai rumah sakit BPJS dan ibu-anak, fungsi marketing belum optimal, keterbatasan data pemasaran, digital marketing, proses pelayanan, dan bukti fisik layanan. Peluang berasal dari potensi pasar Bekasi, pasien out of pocket, kerja sama perusahaan dan asuransi, komunitas, kebutuhan layanan spesialistik, serta digital marketing. Ancaman meliputi persaingan rumah sakit swasta, ekspektasi pasien non-JKN, sensitivitas harga, Coordination of Benefit, dan review online. Skor EFE 3,12 dan IFE 3,05 menempatkan RS Hermina Bekasi pada posisi grow and build yang mendukung untuk melakukan strategi pertumbuhan secara intensif dan integratif. Strategi definitif meliputi penguatan layanan unggulan, segmentasi pasar, positioning, kemitraan, pemasaran berbasis data, digital marketing, customer journey, program priority, dan bukti fisik layanan. Kesimpulan:  Strategi pemasaran pasien non-JKN perlu diarahkan pada strategi pertumbuhan terintegrasi antara pemasaran dan pelayanan. Peningkatan pasien non-JKN tidak cukup melalui promosi, tetapi perlu didukung penguatan layanan unggulan, positioning, data pemasaran, digital marketing, nursing marketing, program priority, customer journey, dan evaluasi berbasis indikator.

Background: RS Hermina Bekasi is a private hospital with center of excellence services and potential for developing non-National Health Insurance (non-JKN) patients. However, the proportion of JKN patients remains higher than that of non-JKN patients, indicating the need for a marketing strategy to increase non-JKN patient visits. Objectives: This study aimed to develop a marketing strategy to increase non-JKN patient visits at RS Hermina Bekasi by analyzing current marketing conditions, internal and external factors, strategy formulation, and success indicators. Method: This study used a qualitative approach with a descriptive and exploratory marketing research method. Informants were selected purposively based on the principles of appropriateness and adequacy. Data were collected through in-depth interviews, observation, document review, and literature study. The analysis used a synthesis of The Strategy-Formulation Analytical Framework and The Stages of Building a Marketing Plan Framework. Results: RS Hermina Bekasi has strengths in center of excellence services, specialist and subspecialist doctors, medical technology, Hermina’s reputation, frontline service personnel including front office staff, nurses, Executive Functional Staff, case managers, pharmacy staff, and cashiers, as well as nursing marketing and support from Hermina Group. Weaknesses include the perception as a BPJS and mother-child hospital, suboptimal marketing functions, limited marketing data, digital marketing, service processes, and physical evidence of services. Opportunities arise from the Bekasi market potential, out-of-pocket patients, partnerships with companies and insurance providers, communities, the need for specialist services, and digital marketing. Threats include competition among private hospitals, high expectations of non-JKN patients, price sensitivity, Coordination of Benefit, and online reviews. The EFE score of 3.12 and IFE score of 3.05 placed RS Hermina Bekasi in the grow and build position, supporting intensive and integrative growth strategies. The definitive strategies include strengthening center of excellence services, market segmentation, positioning, partnerships, data-based marketing, digital marketing, customer journey, Program Priority, and physical evidence of services. Conclusion: The marketing strategy for non-JKN patients should be directed toward an integrated growth strategy between marketing and service delivery. Increasing non-JKN patients cannot rely solely on promotion, but must be supported by strengthening center of excellence services, positioning, marketing data, digital marketing, nursing marketing, Program Priority, customer journey, and indicator-based evaluation.
Read More
B-2598
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sri Hendrawaty; Pembimbing: Hasbullah Thabrany; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Budi Utomo, Heru Kusumanto, Yuli Prapanca Satar
Abstrak:

Akibat krisis moneter yang berkepanjangan, sekarang ini juga berdampak pada bidang kesehatan, dimana biaya berobat dirumah sakit menjadi mahal, karena kenaikan harga obat-obatan, alat-alat kedokteran dan biaya operasional rumah sakit. Hal tersebut menyebabkan jumlah pasien yang mempergunakan jasa pelayanan rumah sakit menurun.Salah satu tindakan yang dapat dilakukan rumah sakit yaitu, dengan menghilangkan biaya rawat inap pada tindakan pasca operasi yang disebut juga pelayanan One Day Surgery atau One Day Care. Di sini pasien dapat segera pulang setelah dilakukan tindakan operasi, hal ini tentunya menguntungkan pasien dari segi waktu dan biaya.Unit ODC ini merupakan salah satu unit pelayanan di rumah sakit Gandaria yang berada dibawah bidang pelayanan medis yang berdiri pada awal tahun 2000.Penelitian ini bertujuan untuk menyusun rencana strategi pemasaran unit ODC Rumah Sakit Gandaria, metode yang dipakai adalah deskripsi kualitatif dengan penelaahan studi kasus. Penelitian dilakukan selama April dan Mei tahun 2002 di Rumah Sakit Gandaria ,khususnya unit ODC. Data yang diperoleh berdasar data sekunder dan primer. Disamping itu juga untuk mengetahui kebutuhan pasien dan mengetahui profil pemakai jasa Rumah Sakit Gandaria penulis menyebarkan kuesioner pada 100 pasien rawat jalan.Dari data-data yang diperoleh baik primer maupun sekunder ditambah dengan analisa eksternal maupun internal rumah sakit, dengan mepergunakan TOWS Matrik dan Strategi Daur Hidup Produk diperoleh beberapa altematif strategi. Dari beberapa alternatif strategi ditetapkan prioritas strategi pemasaran unit ODC Rumah Sakit Gandaria.Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa strategi yang tepat untuk ODC adalah : Strategi Penetrasi Pasar, Pengembangan Pasar dan Pengembangan Produk. Saran yang dikemukakan meningkatkan kegiatan pemasaran rumah sakit, khususnya unit ODC, melakukan promosi baik internal maupun eksternal dengan maksimal, meningkatkan hubungan kerja dengan dokter spesialis dan bidan-bidan sebagai pemasok pasien. Dengan ini diharapkan jumlah kunjungan pasien ODC akan meningkat.


 

Marketing Strategy of One Day Care Service at Gandaria HospitalThe continuations of monetary crisis now days, affecting on health area, increasing the cost & the service become expensive. As a result of the increasing the cost of medicine, means the operational cost of the hospital increased. These have an impact that the number patients decreased.One of the alternative is making the One Day Care to reduce the cost of patients can be done by the Hospital is to omit the cost in patient, The patient can go home after treatment. This program will make effective time and cost.This ODC unit is one of the medical services at Gandaria Hospital, which is under the Medical Service Unit, set up in the year 2000. The objective, of the study is to plan the marketing strategy of ODC unit Gandaria Hospital. The method of the study is case study with Qualitative Descriptive. The research holds in April and May 2000 in Gandaria Hospital especially at ODC unit. The data are taken from secondary and primary data.From those data, internal and external analysis, TOWS matrix and PLC, I found some alternative strategies. After analyzing the strategic, I decided one priority of Marketing Strategy.From that research, I concluded that the appropriate strategy for ODC unit is market penetration, product development and market development.I would like to suggest increasing the marketing activity of the Hospital, especially ODC unit, to maximum internal and external promotion, to increase the quality of work relationship with the specialist doctors and nurses. It may in crease the coming of the ODC.

Read More
B-578
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive