Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 27827 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Megawati; Pembimbing: Bambang Sutrisna; Penguji: Sonar Soni Panigoro, Yovsyah; Aries Hamzah
Abstrak:

ABSTRAK Nama : Megawati Program Studi : Epidemiologi Judul : Kesintasan Pasien Kanker Payudara Berdasarkan Keterlambatan Pengobatan di Rumah Sakit Umum Cipto Mangunkusumo Pembimbing : Prof. Dr. dr. Bambang Sutrisna, MHSc (Epidemiology) Abstrak Kanker payudara masih mendominasi penyakit kanker pada wanita di dunia termasuk di Indonesia. Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo sebagai rumah sakit rujukan nasional dengan jumlah kasus terus meningkat setiap tahunnya. Sebagian besar kasus ditemukan pada stadium lanjut dan mengalami keterlambatan pengobatan lebih dari 60 hari setelah didiagnosis. Keterlambatan pengobatan diduga berpengaruh terhadap kesintasan pasien kanker payudara. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk menilai hubungan keterlambatan pengobatan dengan kesintasan pasien kanker payudara di RSCM. Desain studi penelitian adalah kohort retrospektif dengan mengamati 584 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Pengamatan dilakukan mulai dari 1 Januari 2011 sampai Desember 2017. Data dianalisis secara univariat, bivariat dengan uji logrank, dan multivariat dengan cox regresi. Hasil penelitian menunjukkan dari 584 pasien yang  dianalisis ditemukan besarnya risiko terjadinya kematian sebesar 1,27 kali lebih cepat pada pasien yang mengalami keterlambatan pengobatan lebih dari 60 hari dibandingkan dengan pasien yang mendapatkan pengobatan kurang dari 60 hari (HR=1,27; 95%CI;0,99 – 1,64)  setelah dikontrol stadium klinis, status pernikahan, dan status hormon reseptor estrogen. Perbedaan kesintasan antara pasien yang terlambat lebih dari 60 hari setelah didiagnosis adalah sebesar 7% pada tahun kelima. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa keterlambatan pengobatan lebih dari 60 hari setelah didiagnosis mempengaruhi kesintasan pasien kanker payudara sehingga pentingnya edukasi kepada pasien dan keluarga untuk tidak menunda pengobatan setelah didiagnosis. Kata kunci: keterlambatan pengobatan; kesintasan; kanker payudara


ABSTRACT Name : Megawati Study Program : Epidemiologi Title : Survival of Breast Cancer based on Delay treatment at Cipto Mangunkusumo Hospital Counsellor : Prof. Dr. dr. Bambang Sutrisna, MHSc (Epidemiology) Breast cancer still dominates cancer in women in the world including in Indonesia. Cipto Mangunkusumo Hospital as a national referral hospital with the number of cases continues to increase every year. Most of the cases were found at an advanced stage and experienced treatment delays more than 60 days after diagnosis. Treatment delays are thought to affect the survival of breast cancer patients. Therefore, this study was conducted to assess the relationship of delayed treatment with survival of breast cancer patients at RSCM. The study design was a retrospective cohort by observing 584 patients who met the inclusion criteria. Observations were done from 1 January 2011 to December 2017. Data were analyzed univariat, bivariate with logrank test, and multivariate with cox regression. The results of the study showed that the 584 patients analyzed found that the risk of death was 1.27 times faster in patients who experienced treatment delay more than 60 days compared with patients who received treatment less than 60 days (HR = 1.27; 95% CI; 0,99 - 1.92) after controlled marital status, hormone receptor estrogen, and clinical stage. The difference in survival between their patients who were late more than 60 days after the diagnosis was 7% in the fifth year. Based on this research, it can be concluded that the delay of treatment influences survival of breast cancer patients so that the importance of education to the patient and family to immediately perform treatment after diagnosis. Keywords : Delay treatment; Survival; Breast Cancer

Read More
T-5134
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewi Indah Irianti; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Indang Trihandini, Aries Hamzah, Punto Dewo
Abstrak: Berdasarkan data GLOBOCAN tahun 2012, insidensi kanker yang tertinggi di Indonesia adalah kanker payudara. Saat ini masih banyak kematian yang disebabkan oleh kanker payudara. Kesintasan hidup penderita kanker payudara tergantung beberapa faktor yang sangat penting untuk diketahui, termasuk stadium kanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh stadium kanker, umur, pendidikan, pekerjaan, pernikahan, status jaminan kesehatan, riwayat keluarga, jenis terapi dan jarak tempat tinggal terhadap kesintasan hidup penderita kanker payudara. Rancangan penelitian menggunakan metode kohort retrospektif. Sampel pada penelitian ini adalah 135 penderita kanker payudara yang pertama kali didiagnosis kanker payudara dari bulan Januari 2007 sampai dengan Juni 2012 di RS Cipto Mangunkusumo. Analisis data menggunakan program SPSS dan metode Kaplan Meier serta faktor yang berhubungan dianalisis dengan Cox regression. Hasil analisis bivariabel menunjukkan bahwa stadium kanker memiliki hubungan yang signifikan terhadap kesintasan hidup kanker payudara (p value=0,000 ; HR 19,227 (95%CI 1,395-265,101)). Sedangkan pada analisis mutivariabel hubungan stadium terhadap kesintasan hidup tidak signifikan (p value=0,102) setelah dikontrol oleh variabel pendidikan, pekerjaan, jenis terapi dan interaksi stadium kanker dengan pendidikan penderita. Kesintasan hidup penderita kanker payudara pada penderita kanker payudara dengan stadium dini lebih tinggi (94,1%) dibandingkan penderita stadium lanjut (70,1%). Penderita dengan stadium lanjut berisiko 11 kali lebih tinggi dibandingkan stadium dini (HR=10,923 ; 95%CI 0,623-191,417). Maka diperlukan kesadaran dan upaya deteksi dini kanker payudara untuk lebih meningkatkan kesintasan hidup penderita kanker payudara.
Kata Kunci: Kanker payudara, kesintasan hidup, stadium kanker, RSCM

Based on GLOBOCAN data of 2012, the highest incidence of cancer in Indonesia is breast cancer. Currently there are still many deaths caused by breast cancer. The survival of breast cancer survivors depends on several factors that are very important to know, including the stage of cancer. This study aims to determine the effect of stage of cancer, age, education, occupation, marriage, health insurance status, family history, type of therapy and distance of residence to survival of breast cancer survivors. The study design used a retrospective cohort method. Samples in this study were 135 breast cancer patients who were first diagnosed with breast cancer from January 2007 to June 2012 at RS Cipto Mangunkusumo. Data analysis using SPSS program and Kaplan Meier method and related factors were analyzed with Cox regression. The results of bivariable analysis showed that the stage of cancer had a significant relationship to survival of breast cancer (p value = 0,000; HR 19,227 (95% CI 1,395-265,101)). While in the analysis of mutivariabel the relationship of stage to life survival is not significant (p value = 0,102) after controlled by education variable, work, therapy type and interaction of cancer stage with education of patient. The survival of breast cancer survivors in early stage of breast cancer was higher (94.1%) than those in advanced stage (70.1%). Patients with advanced stage 11 times higher risk than the early stage (HR = 10,923; 95% CI 0.623-191,417). So needed awareness and efforts to early detection of breast cancer to further improve survival of breast cancer patients.
Keywords: Breast cancer, life survival, cancer stage, RSCM
Read More
T-5084
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nuraini Oktaviani; Pembimbing: Bambang Sutrisna; Penguji: Sonar Panigoro, Syahrizal Syarif
Abstrak:

ABSTRAK Nama :   Nuraini Oktaviani Program Studi :   Epidemiologi Judul : Analisis Kesintasan 5 Tahun Pasien Kanker Payudara Stadium Lanjut Lokal Berdasarkan Kemoterapi Neoadjuvan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Tahun 2011-2016 Latar belakang: Salah satu modalitas terapi yang digunakan untuk meningkatkan angka kesintasan hidup pasien kanker payudara adalah dengan pemberian kemoterapi neoadjuvan. Pada umumnya kemoterapi neoajuvan kanker payudara stadium lanjut lokal di RSCM menggunakan regimen doxorubicin based. Namun belum ada penelitian lebih lanjut mengenai perbandingan kesintasan hidup lima tahun pasien kanker payudara lanjut lokal yang mendapatkan kemoterapi neoadjuvan doxorubicin based dengan non-doxorubicin based di RSCM. Tujuan: Mengetahui angka kesintasan hidup lima tahun penderita kanker payudara stadium lanjut lokal yang diberikan kemoterapi neoadjuvan doxorubicin based dan non-doxorubicin based di RSCM tahun 2011 – 2016. Metode: Sebanyak 236 pasien kanker payudara stadium lanjut lokal yang mendapatkan kemoterapi neoadjuvan di RSCM tahun 2011-2016 menjadi sampel dalam penelitian ini. Analisis data dilakukan dengan metode Kapplan Meier, uji Log Rank dan Cox Regreession. Hasil penelitian: Angka kesintasan hidup lima tahun pasien kanker payudara stadium lanjut lokal yang diberi kemoterapi neoadjuvan doxorubicin based sebesar 37% dan non-doxorubicin based sebesar 48,9%. Pasien kanker payudara stadium lanjut lokal yang mendapatkan kemoterapi neoadjuvan doxorubicin based memiliki probabilitas 1,38 kali lebih cepat terjadinya kematian (95% CI 0,946 – 2,026) setelah dikontrol dengan variabel invasi pembuluh limfatik, respon klinis, stadium, radiasi, jenis histopatologi, grade, dan status menopause. Invasi pembuluh limfatik merupakan variabel dengan hazard ratio terbesar yaitu 4,74 (95% CI 3,213 – 7,284). Kesimpulan: Kemoterapi neoadjuvan non-doxorubicin based menunjukkan kesintasan hidup yang lebih tinggi dibandingkan kemoterapi neoadjuvan doxorubicin based. Kata kunci : doxorubicin based, non-doxorubicin based, kanker payudara, kemoterapi neoadjuvan


ABSTRACT Name :   Nuraini Oktaviani Study Program :   Epidemiologi : Survival Rate 5-years Breast Cancer Locally Advanced Based on Chemotherapy Neoadjuvan in Hospital Cipto Mangunkusumo 2011-2016 Background : One of the therapeutic modalities used to increase survival rates of breast cancer patients with neoadjuvan chemotherapy. In general, neoajuvan chemotherapy for locally advanced breast cancer at RSCM used a doxorubicinbased regimen. But there has been no further study on the survival comparison of five years of locally advanced breast cancer patients who are neoadjuvan chemotherapy doxorubicin based or non-doxorubicin based at RSCM. Title Objectives: This study is conducted for determine 5-years survival rate of locally advanced breast cancer who were given neoadjuvan chemotherapy doxorubicin based and non-doxorubicin based at RSCM in 2011 - 2016. Methods: A total of 236 patients with locally advanced stage breast cancer who received neoadjuvan chemotherapy at RSCM in 2011-2016 were sampled in the study. Data analysis was perfomed by Kapplan Meier method, Log Rank and Cox Regreession analysis. Results: 5-years survival rate of locally advanced breast cancer patients given neoadjuvan doxorubicin based chemotherapy is 37% and non-doxorubicin based is 48.9%. Locally advanced breast cancer patients receiving neoadjuvan doxorubicin based chemotherapy had a 1.38 times faster probability of death (95% CI 0.946 - 2.026) after controlled by invasive variation of lymphatic vein, clinical response, stage, radiation, histopathology, grade, And menopausal status. Invasion of lymphatic vessels is the variable with the largest hazard ratio of 4.74 (95% CI 3,213 - 7,284). Conclusions: Neoadjuvan chemotherapy non-doxorubicin based showed a higher survival than doxorubicin-based for locally advanced breast cancer. Keywords: doxorubicin based, non-doxorubicin based, breast cancer, neoadjuvan chemotherapy

Read More
T-4918
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mandala Noras; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Renti Mahkota, Yovsyah, Sumarsinah
Abstrak:

Latar Belakang Menurut WHO diseluruh dunia ada sekitar 10 jula kasus bam kanker dengan lebih dan 6 juta kematian setiap tahunnya. Angka tersebut meningkat bila dibandingkan dengan dua dekade yang sebeiumnya, dimana dilaporkan 6 juta kasus kanker baru dengan jumlah kematian 4 juta orang (WHO, 2002). Di Indonesia kecenderungan peningkatan jumlah kasus dan kematian karena kanker juga meningkat, dari hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) 1992 kanker merupakan penyebab kematian dengan urutan ke 9 dari 10 penyebab kematian utama yang ada dan pada hasil SKRT 2002 dilaporkan kanker menempati urutan ke 5 sebagai penyebab kematian (Depkes. 2002). Tujuan: Penelitian ini bermjuan untuk mengetahui faktor~faktor yang berhubungan dengan terjadinya kematian pasien ravwxt inap kanker payudara di RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta yang meninggal pada tahun 1999 sampai dengan 2005 Metode: Rancangan penelitian ini adalah studi kasus kontrol dengan jmnlah sampel keselumhan 201, jumlah sampel kasus 67 dan kontroi 134 (perbandingan I:2). Kasus adalah pasien rawat inap kanker payudara RSPN-CM yang meninggal dari tahun 1999- 2005 dan kontrol adalah pasien rawat inap kanker payudara RSPN-CM yang tidak meninggal dari tahun 1999-2004. Variabel penelitian adalah faktor prognosis tumor yang terdiri dari stadium, ukuran tumor, residiIQ metastase, faktor kelengkapan terapi, faktor prognosis penderita yang terdiri dari usia, jenis pembayaran dan jenis pekerjaan. Hasil: Pekerjaan pasien kanker payudara berhubungan bermakna secara statistisk OR 3,52 (95%CI 1,66-7,42). Faktor tumor stadium (OR=ll,98 95%CI:4,64-30,91) dan metastase (OR:8,44 95% CI3,l8-22,4) berhubungan dengan kematian pasien kanker payudara Kelengkapan pengobatan (OR:3,82 95%CI 1,57-9,25) berhubungan dengan kematian pasien kanker payudara. Kesimpulan: Dari penelitian ini dapat disarankan bagi wanita yang mempunyai resiko untuk mengalami kanker payudara agar melakukan perneriksaan dini dan bagi penderita kanker payudara untuk melakukan pengobatan selengkap mungkin. Penyuluhan tentang faktor resiko kanker payudara, pengobatan yang akan dilakukan, waktu yang diperlukan untuk pengobatan kanker payudara merupakan salah satu cara mengurangi resiko untuk terjadinya kematian pasien kanker payudara.


Background: WHO (2002) state that in the world there are I0 million cancer new cases and more than 6 million death every years. This incidence was increased than two decade before where was reported 6 million cancer new cases and death 4 million people. ln Indonesia cancer cases and death caused cancer increase. Based of health household survey (SKRT) 1992, cancer is caused death at 9"' from 10 primary caused death and at health household survey (SKRT) 2002 reported that cancer is at 5°? caused death (Dcpkes. 2002). The objective: The objective of this research to know the related factors to breast cancer patient death at Dr Cipto Mangunkustuno Hospital Jakarta years] 999-2005 Method: The design of this research is case control design with 20| total samples that consist of 67 cases and 134 controls (l:2). Cases is breast cancer patient at Dr Cipto Mangunkusumo Hospital Jakarta yearsl999~2005 that were death. And control is breast cancer patient at Dr Cipto Mangunkusumo Hospital Jakarta yearsl999-2005 that were life. The variable of this research are patient factors consist of age, kind of payment, and job. Tumor factors are stage, the size, residual, metastasis and completing therapy factor. Result: The job of breast cancer patient related to death significant statistically, OR 3,52 (95%Cl 1,66-7,-42). Tumor factors are stage (OR=l 1,98 95%Cl:4,64»30,9l) and metastasis (OR:8,44 95% CI3,l8-22,4) related to death of breast cancer patient The completely therapy (OR:3,82 95%CI 1,57-9,25) related to death of breast cancer patient. Conclusion: In this research the job status, tumor stage, metastasis and completly therapy related to breast cancer patient death. Women with risk factors to breast cancer that is suggested to early examination and to breast cancer patient suggested to completely therapy. The campaign of risk factors breast cancer, the therapy procedure and time for therapy are some ways to decrease breast cancer patient death.

Read More
T-2742
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Megawati; Pembimbing: Nurhayati Prihartono; Penguji: Yovsyah, Ni Ketut Susilarini
S-7467
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Utami Susilowati; Pembimbing: Bambang Sutrisna, Maruhum Bonar H. Marbun; Penguji: Yovsyah, Pringgodigdo Nugroho
Abstrak: Latar Belakang Transplantasi ginjal telah menjadi pilihan utama terapi bagi pasien dengan penyakit ginjal tahap akhir, baik yang berasal dari donor hidup maupun donor jenazah. Transplantasi ginjal memiliki risiko yang lebih rendah baik untuk mortalitas maupun kejadian kardiovaskular, serta memiliki kualitas hidup yang lebih baik dibandingkan pasien yang menjalani dialisis kronis, baik hemodialisis maupun dialisis peritoneal. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kesintasan transplantasi ginjal di RSUPN Ciptomangunkusumo tahun 2010-2017. Metode Penelitian Desain penelitian ini adalah kohort retrospekstif menggunakan data rekam medis pasien transplantasi ginjal. Sampel penelitian adalah resipien transplantasi ginjal ≥ 18 tahun di di RSUPN Ciptomangunkusumo tahun 2010-2017, yaitu sebanyak 548 pasien. Hasil penelitian probabilitas kesintasan resipien transplantasi ginjal selama pengamatan 5 tahun adalah 84,1% Hasil analisis dengan regresi cox menunjukkan bahwa resipien dengan donor yang berusia ≥ 40 tahun lebih cepat 1,487 kali untuk meninggal dibandingkan resipien dengan donor yang berusia < 40 tahun, resipien yang berusia ≥ 45 tahun lebih cepat 2,356 kali untuk meninggal dibandingkan pasien yang berusia 1 lebih cepat 2,861 kali untuk meninggal dibandingkan pasien yang skor charlson ≤ 1, resipien yang memiliki DM lebih cepat 2,947 kali untuk meninggal dibandingkan dengan yang tidak DM. Simpulan Kesintasan lima tahun di Indonesia cukup baik. Insiden kematian relatif tinggi, menyebabkan penurunan kelangsungan hidup pasien lima tahun. Namun, hasil keseluruhan masih sebanding dengan negara-negara berkembang lainnya
Read More
T-5568
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Thresya Febrianti; Pembimbing: Nuning Maria Kiptiyah Masjkuri; Penguji: Renti Mahkota, Kardinah, Niken Wastu Palupi
T-4209
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Salsabila Benazir; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Renti Mahkota, Gandi Agusniadi
Abstrak: Kanker paru adalah semua penyakit keganasan di paru baik yang berasal dari paru sendiri maupun keganasan dari luar paru Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko kejadian kanker paru pada pasien rawat inap dan rawat jalan di RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo Jakarta RSCM Tahun 2011 2012 Desain penelitian ini adalah kasus kontrol dan dianalisis secara univariat dan bivariat Sampel dalam penelitian ini adalah pasien yang menjalani pelayanan rawat inap dan rawat jalan di bagian pulmonologi RSCM dan memiliki catatan rekam medis yang lengkap Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien laki laki memiliki risiko 2 05 95 CI 1 062 3 974 kali lebih besar untuk terkena kanker paru dibandingkan pasien perempuan Kemudian untuk tingkat pendidikan rendah memiliki risiko 0 23 95 CI 0 08 0 64 kali lebih besar untuk terkena kanker paru dibandingkan pasien dengan tingkat pendidikan tinggi Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa pasien yang merokok memiliki risiko 3 19 95 CI 1 63 2 23 kali lebih besar untuk terkena kanker paru dibandingkan pasien yang tidak merokok pasien yang merokok ge 20 batang per hari memiliki risiko 7 62 95 CI 2 00 28 97 kali lebih besar dibandingkan pasien yang tidak merokok dan pasien yang merokok selama 1 24 tahun memiliki risiko 3 87 95 CI 1 89 7 91 kali lebih besar dibandingkan pasien yang tidak merokok.
 

 
Lung cancer is all of malignant lung disease including malignancy derived from the lung itself or from extrapulmonary malignancy This study aims to determine the risk factors of lung cancer incidence in Inpatient and Outpatient at Dr Cipto Mangunkusumo Hospital RSCM in Jakarta 2011 2012 This study design is case control with univariate and bivariate analyzes The samples in this study were patients undergoing inpatient and outpatient at pulmonologi RSCM and have a complete medical record Results showed that male patients had a risk of 2 05 95 CI 1 062 to 3 974 times greater for lung cancer than women For the low education levels have an increased risk of 0 23 95 CI 0 08 0 64 times greater for lung cancer than patients with higher education levels The results also showed that patients who smoke have a risk of 3 19 95 CI 1 63 to 2 23 times greater for lung cancer than non smokers patients who smoked ge 20 cigarettes per day had a risk of 7 62 95 CI 2 00 to 28 97 times greater than patients who did not smoke and patients who smoked for 1 24 years had a risk of 3 87 95 CI 1 89 to 7 91 times greater than patients who do not smoke.
Read More
S-7991
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Uly a Qoulan Karima; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Renti Mahkota, Ns. Palestina Gultom
S-7891
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gita Aprilicia; Pembimbing: Syahrizal Syarif; Penguji: Nurhayati Adnan, Juferdy Kurniawan, Kemal Fariz Kalista
Abstrak: Latar Belakang. COVID-19 mempunyai manifestasi klinis utama di saluran pernapasan. Selain pernapasan, manifestasi COVID-19 juga ditemukan di hati. Gangguan fungsi hati pada pasien COVID-19 ditandai dengan peningkatan enzim alanine aminotransferase (ALT), aspartate aminotransferase (AST), dan bilirubin. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan gangguan fungsi hati terhadap kesintasan pasien COVID-19 di RS Cipto Mangunkusumo. Metode. Desain penelitian ini kohort retrospektif. Populasi adalah pasien rawat inap dewasa dengan konfirmasi COVID-19 periode Oktober 2020 hingga Januari 2021. Analisis survival dengan Kaplan Meier digunakan untuk mengetahui kesintasan. Analisis Regresi Cox Extended digunakan untuk mengetahui hubungan kausal gangguan fungsi hati terhadap kesintasan pasien COVID-19 Kesimpulan. Adanya gangguan fungsi hati pada 14 hari masa awal pengamatan berkontribusi terhadap kesintasan pasien COVID-19.
Read More
T-6240
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive