Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 37014 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Riani Triesnawati; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto
T-727
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agustin; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto
S-1319
Depok : FKM UI, 1998
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tristiyenny Pubianturi; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto; Penguji: Rachmadi Purwana
T-1612
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Salma Annisa Rahmadewi; Pembimbing: Korib Sudaryo; Penguji: Nurhayati Prihartono, Lita R. Sianipar
S-9031
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lingkungan & Pembangunan, Vol.19, No.3, 1999, hal. 164-175, ( Cat. ada di bendel 1997 - 2000 )
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fikri Faisal, Faisal Yunus, Fachrial Harahap
CDK Vol.39, No.1 (2012)
Jakarta : Kalbe Farma, 2012
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ridh Restila; Pembimbing: Umar Fahmi Achmadi; Penguji: Budi Hartono, Laila Fitria, Cucu Cakrawati, Didik Supriyono
T-4649
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eko Sukti Wibowo; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Zulkifli Djunaidi, Mirza Mahendra, Satrio Pratomo
Abstrak:

ABSTRAK Nama : Eko Sukti Wibowo Program Studi : Magister Keselamatan dan Kesehatan Kerja Judul Tesis : Kajian Risiko Kebakaran Hutan dan Lahan Pada Fasilitas Onshore Operations PT. XYZ Tahun 2017 Abstrak Kebakaran hutan dan lahan merupakan kejadian yang sering terjadi di fasilitas Sumatra Onshore Operations PT. XYZ. Berdasarkan statistik terdapat 22 kasus kebakaran lahan antara tahun 2013 sampai 2015, terjadi antara bulan Juli sampai Oktober. Kebakaran ini menimbulkan kerusakan aset dan menggangu kegiatan operasional di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat risiko fasilitas Plant, Sumur dan Jalur pipa pada radius 25 meter terhadap bahaya kebakaran hutan dan lahan. Kemudian dapat ditentukan kebijakan administratif dan teknis untuk menanggulangi dampak yang terjadi. Pengambilan data primer dalam penelitian ini adalah mengacu pada Peraturan Penanggulangan Bencana Nomor 02 Tahun 2012 Tentang Pedoman umum Pengkajian Risiko Bencana. Sedangkan data sekunder diambil dari kajian risiko jalur pipa Level 1 dan Level 2 PT.XYZ.  Dari hasil analisa data primer menunjukkan bahwa seluruh aset berada pada tingkat risiko rendah sampai dengan sedang terhadap bahaya kebakaran hutan dan lahan. Aset dengan nilai indeks kerentanan paling tinggi (sebesar 1.5) adalah sumur 13, jalur pipa 2, 3, 13, 14 dan trunk line. Sedangkan tingkat kapasitas berada pada tingkat indeks sedang dan tinggi. Sedangkan berdasarkan kajian risiko jalur pipa level 1 dan 2, terdapat beberapa jalur pipa yang memiliki tingkat risiko yang Signifikan. Hal ini disebabkan oleh faktor korosi akbiat kerusakan coating. Untuk aset yang tidak memenuhi kriteria penerimaan PT. XYZ, sudah diterapkan proses mitigasi yang tepat dan terancana. Kebijakan penanggulangan bencana yang dilakukan adalah rutin revalidasi dokumen kajian risiko, evaluasi ulang strategi program surveillance dan land clearing, inspeksi dan program perlindungan jalur pipa, pelatihan tim tanggap darurat dan penduduk lokal, dll. Kata kunci: Kajian Risiko, Kebakaran hutan & lahan, Jalur Pipa, PT. XYZ.


ABSTRACT Name : Eko Sukti Wibowo Study Program : Magister Occupational Health and Safety Title : Forest and Land Fire Risk Assessment at Sumatra Onshore Operations Facilities of PT.XYZ Year 2017 Abstract Forest and land fire are recurring event at Sumatra Onshore Operations Facilities of PT.XYZ. Statistic shows that there were 22 cases reported during 2013 until 2015, occurred among May until October. This fire causing asset damaged and interrupted operational activities at field. This research is conducted to define risk level of Plant, Well and Flowline within radius 25 meters from forest and land fire. Then able to determine administrative and technical action to mitigate it effect. Primary data in this research was taken refer to ‘Peraturan Penanggulangan Bencana Nomor 02 Tahun 2012 Tentang Pedoman umum Pengkajian Risiko Bencana’. Meanwhile, the secondary data taken from pipeline risk assessment Level 1 and Level 2 of PT. XYZ. The analysis results of primary data shows that all A1 assets have low up to medium risk level to forest and land fire hazards. Asset which has highest vulnerability index (1.5) are Well 13, flowline 2, 3, 13, 14 and Trunk line. Meanwhile the capacity index on medium - high level. Then based on pipeline risk assessment level 1 and 2, there are some flowlines with significant risk level. It caused by external corrotions factors due to coating breakdown. However proper mitigation plan has been implemented specific for assets aren’t meet with risk acceptance criteria of PT. XYZ. Strategies that should be developed to mitigate impact are: regular revalidation risk assessment study, re-evaluate strategy surveillance and land clearing program, inspection and flowline protection programs, training/socialization emergency respond team and local community, etc. Key words: Risk Assessment, Forest and land Fire, Flowline, PT. XYZ

Read More
T-4901
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rini Handayani; Pembimbing: Renti Mahkota; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Ririn Arminsih, Edy Hariyanto, Ely Setyawati
Abstrak: Kebakaran hutan yang terjadi di Provinsi Bengkulu tahun 2015 menyebabkan adanyapencemaran udara baik di dalam maupun di luar ruangan. Hal ini juga mengakibatkanmeningkatnya kejadian ISPA pada balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuihubungan kondisi rumah, kepadatan hunian dan pajanan asap terhadap kejadian ISPA pada balitadi Kota Bengkulu saat kebakaran hutan tahun 2015. Metode penelitian yang digunakan adalahcase control. Kasus merupakan balita yang berkunjung ke Puskesmas Kecamatan dan didiagnosamenderita ISPA dan kontrol adalah dua balita tetangga kasus yang ditemui pertama kali.

Hasil analisis menunjukkan bahwa jenis atap (OR: 2,79; 95% CI: 1,36-5,69), ventilasi (OR: 2,60; 95%CI: 1,39-4,84), kepadatan hunian (OR: 2,14; 95% CI: 1,07-4,28), dan asap bahan bakar memasak(OR: 4,14; 95% CI: 1,56-10,9) memiliki hubungan yang kuat terhadap ISPA. Jadi, ada hubunganantara kondisi rumah, kepadatan hunian dan pajanan asap terhadap kejadian ISPA pada Balitasetelah dikontrol oleh variabel kovariat.

Kata kunci:ISPA, Faktor Lingkungan, Balita, Kebakaran Hutan
Read More
T-4727
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lingkungan & Pembangunan, Vol.12, No. 4, 1992: hal. 217-228
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive