Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 37405 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Annisa Khurrohma; Pembimbing: Ella Nurlaella Hadi; Penguji: Caroline Endah Wuryaningsih, Asri Permata Sari
Abstrak: Desa Tenjo merupakan wilayah dengan cakupan balita yang ditimbang sebesar 71,2% dari jumlah target sebesar 87%. Kunjungan ibu balita ke Posyandu didasari niat ibu yang hanya mau datang saat imunisasi dan jika ada pemberian Vitamin A. Tujuan penelitian ini untuk melihat gambaran sikap, norma subjektif, persepsi kontrol diri, niat dan kunjungan ibu balita ke Posyandu. Metode penelitian ini kuantitatif yang bersifat deskriptif dengan desain cross sectional. Teknik pengumpulan data yang digunakan wawancara terstruktur menggunakan kuesioner dengan jumlah sampel sebanyak 90 ibu balita. Hasil penelitian menunjukkan kunjungan ibu mencapai 71,1% ibu balita, 60% ibu balita memiliki sikap positif terhadap Posyandu, sebesar 58,9% ibu balita masih memiliki dorongan yang lemah dari orang-orang terdekat untuk datang ke Posyandu, sebesar 76,7% ibu balita masih memiliki persepsi kontrol diri yang rendah tentang Posyandu dan sebesar 96,7% ibu balita memiliki niat untuk memanfaatkan layanan Posyandu. Perlu dilakukan penyuluhan kepada ibu balita dan keluarga mengenai layanan Posyandu dan manfaatnya serta pelatihan kader mengenai Posyandu dan pemberian layanan Posyandu yang lengkap.
Kata kunci: Kunjungan ibu balita ke Posyandu, niat, sikap, norma subjektif, persepsi kontrol diri

Tenjo Village is a region with toddler coverage which is weighed at 71.2% of the target amount of 87%. The visit of every toddler's mother to a Posyandu (Pusat Pelayanan Terpadu or Maternal and Child Health Services) is based on the intention of the mother who only wants to come only if there is any immunization and if there is Vitamin A given to her child. The purpose of this study is to see an overview of attitudes, subjective norms, perceived behavioral control, intention and visit of a toddler mother to Posyandu. This research method is quantitative descriptive with a cross sectional design. Data collection techniques used in structured interviews using a questionnaire with a total sample of 90 mothers of children under five. The results of the study showed that mothers' visits reached 71.1% of mothers of toddler, 60% of mothers of toddler had a positive attitude towards Posyandu, 58.9% of mothers of toddler still had weak encouragement from the closest people to come to Posyandu, 76.7% mothers of children under five still have a low perceived behavioral control about Posyandu and 96.7% of mothers of children under five have the intention to use Posyandu services. It is necessary to educate toddlers and families about Posyandu services and their benefits and human resources training on Posyandu, and also providing complete Posyandu services.
Keywords: Mother's visit to Posyandu, intention, attitude, subjective norms, perceived behavioral control
Read More
S-9924
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Miranda Astari; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Triyanti, Fajrinayanti
Abstrak: Penelitian ini menjelaskan tentang gambaran sikap, norma subjektif, perceived behavioral control, dan intensi dalam menggunakan layanan pesan antar makanan daring pada mahasiswa Universitas Indonesia selama COVID-19. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling yang diikuti sebanyak 213 responden dengan mengisi kuesioner daring berbasis google form. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 49,8% mahasiswa UI sering menggunakan layanan pesan antar makanan saat jam makan malam, dimana makanan cepat saji dan boba drinks adalah makanan yang paling sering dipesan. Selain itu, 59,6% mahasiswa UI memiliki sikap yang positif, 57,3% mahasiswa UI memiliki pengaruh motivasi yang tinggi dari orang lain, 55,9% mahasiswa UI memiliki faktor pendukung yang besar, dan 61,5% mahasiswa UI memiliki intensi yang tinggi dalam menggunakan layanan pesan antar makanan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membuat mahasiswa UI sadar akan pentingnya menerapkan perilaku makan sehat.
Kata kunci: intensi, perilaku makan, layanan pesan antar makanan secara daring, mahasiswa

This research explained about the description of attitude, subjective norms, perceived behavioral control, and intentions on using online food delivery service to college students at Indonesia University during COVID-19. This research used the quantitative method with cross sectional study design. This research used purposive sampling technique that were joined by 213 respondents with fill the online questionnaire based on google form. The result of the research showed that 49,8% of UI students often used online food delivery services at dinner time, where fast food and boba drinks are foods that are often ordered. Moreover, 59,6% of UI students have a positive attitude, 57,3% of UI students have a high motivational effect from the others, 55,9% of UI students have a great supporting factors, and 61,5% of UI students have a high intention on using online food delivery service. The result of the research is expected to make UI students to be aware of the importance of implementing healthy eating behavior.
Key words: intention, eating behavior, online food delivery service, college student
Read More
S-10346
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewi Indah Sari; Pemb. Ella Nurlaella Hadi; Penguji: Caroline Endah Wuryaningsih, Sudarto Ronoatmodjo, Anis Abdul Muis, Ratna Yunita
Abstrak:

Pelayanan kesehatan lansia saat ini belum optimal. Puskesmas DTP Bayah untuk pelayanan kesehatan lansia belum memenuhi SPM (70%). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan ke posyandu lansia. Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional digunakan pada 140 lansia, data dikumpulkan melalui wawancara dengan kuesioner. Hasil penelitian didapatkan 88,6% berkunjung ke posyandu lansia. Umur, dukungan keluarga, pekerjaan dan pengetahuan berhubungan dengan kunjungan ke posyandu lansia dan pengetahuan faktor yang paling dominan. Lansia berpengetahuan tinggi kemungkinan 18x datang ke posyandu lansia dibandingkan yang rendah. Kepada dinas kesehatan dan puskesmas bersinergi dengan lintas sektoral untuk meningkatkan kunjungan ke posyandu lansia.


Medical care for elderly health not optimalize. Puskemas DTP Bayah services has not met yet the 70% minimum service standards (SPM). The purpose of this study is to determine the relationship for visits to posyandu for elderly.This research is quantitative cross-sectional design. Data was collected by way of interviews with 140 elderly. The results shows that age has a significant association, family support, occupation and knowledge. Knowledge is the most dominant factor. The advice for health services and health centers is to cross-sector synergies that can support an increase in visits to Posyandu for the elderly

Read More
T-3831
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Miranty Andina Kusuma Wardhani; Pembimbing; Rita Damayanti; Penguji: Zulazmi Mamdy, Widyastuti Soerojo
S-6450
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Asmilia Makmur; pembimbing: Adi Sasongko, Evi Martha; penguji: Asih Setiorini, Siti Zainar R.
T-3060
Depok : FKM UI, 2009
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sri Rochayati; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Heru Suparno, Prawito
S-4821
Depok : FKM-UI, 2006
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lia Permata Br Karo; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Evi Martha, Nesya Rivka Qurrotun Aini
Abstrak:
Stunting sering kali dikaitkan dengan ketidakmampuan daya beli karena kondisi ekonomi yang kurang mampu. Namun menurut data yang ditemukan oleh peneliti, sebesar 46 balita dari 50 balita yang mengalami stunting di Kelurahan Depok Jaya berasal dari keluarga dengan tingkat ekonomi menengah ke atas. Tujuan penelitian yakni mengetahui gambaran pola asuh ibu berstatus ekonomi menengah ke atas pada balita stunting di Puskesmas Depok Jaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data wawancara mendalam kepada informan utama, yakni 10 ibu balita, informan kunci yakni TPG, bidan, ketua kader dan kader, informan keluarga yakni 10 pengasuh/keluarga terdekat ibu balita. Pengambilan data secara luring. Hasil penelitian yaitu beberapa tidak IMD dan ASI eksklusif 6 bulan. Beberapa memberikan MPASI pertama kepada anak dalam bentuk bubur instan pabrikan, frekuensi pemberian sumber protein hewani hanya sebanyak 1-2 kali seminggu dengan porsi yang tidak sesuai dengan anjuran WHO, belum memperkenalkan karbohidrat atau protein hewani pada balita saat pertama kali MPASI, anak tidak menyukai sayuran berwarna hijau, dan jadwal pemberian MPASI yang tidak teratur setiap harinya. Beberapa balita diberikan cemilan tanpa mempertimbangkan kandungan nutrisi dan bahaya gula. Beberapa kondisi yang mengalihkan perhatian anak saat makan adalah ajakan main dari kakaknya atau diajak main oleh anak tetangga secara tiba-tiba, suara gawai, dan kedatangan tamu atau kehadiran orang asing. Beberapa tidak mengukur berat dan tinggi badan anak ke posyandu saat masa pandemi Covid-19, hingga dengan sengaja tidak datang ke posyandu secara rutin karena malas dan denial dengan kondisi anaknya yang dinyatakan stunting. Beberapa jarang berinteraksi dengan anak karena sibuk bekerja dan merawat anaknya paling kecil, jarang membawa anak main dan bersosialisasi keluar rumah, dan jarang membelikan mainan. Saran yaitu puskesmas dapat membuat sasaran promosi yang difokuskan kepada keluarga terdekat ibu balita agar dapat berperan aktif dalam mendukung pemberian makan dan pemeliharaan kesehatan balita, meningkatkan pengetahuan kader posyandu dengan recall info stunting untuk mencegah pemberian informasi yang kurang tepat pada ibu balita saat kegiatan posyandu selanjutnya, merancang penyuluhan rutin stunting pada ibu balita tanpa memandang status kesehatan balita.


Stunting is often associated with a lack of purchasing power due to poor economic conditions. However, according to data found by researchers, 46 of the 50 toddlers who experienced stunting in Depok Jaya Village came from families with a middle to upper economic level. The aim of the research is to find out the description of the parenting patterns of mothers with middle to upper economic status for stunted toddlers at the Depok Jaya Community Health Center. This research uses a qualitative approach. Data collection techniques were in-depth interviews with main informants, namely 10 mothers of toddlers, key informants namely TPG, midwives, cadre heads and cadres, family informants namely 10 caregivers/closest family of mothers of toddlers. Offline data collection. The results of the study were that some did not have IMD and exclusive breastfeeding for 6 months. Some give their first MPASI to children in the form of manufactured instant porridge, the frequency of giving animal protein sources is only 1-2 times a week with portions that are not in accordance with WHO recommendations, they have not introduced carbohydrates or animal protein to toddlers when they first give MPASI, children do not like vegetables green, and an irregular MPASI feeding schedule every day. Some toddlers are given snacks without considering the nutritional content and dangers of sugar. Some conditions that divert a child's attention while eating are an invitation to play from an older sibling or a neighbor's child suddenly inviting him to play, the sound of a device, and the arrival of guests or the presence of strangers. Some did not measure their children's weight and height at the posyandu during the Covid-19 pandemic, and deliberately did not come to the posyandu regularly because they were lazy and in denial about their child's condition being declared stunted. Some rarely interact with their children because they are busy working and looking after their youngest children, rarely take their children to play and socialize outside the house, and rarely buy them toys. Suggestions are that community health centers can create promotional targets that are focused on the closest families of mothers of toddlers so that they can play an active role in supporting the feeding and health care of toddlers, increase the knowledge of posyandu cadres by recalling stunting information to prevent providing inappropriate information to mothers of toddlers at the next posyandu, design routine stunting education for mothers of toddlers regardless of the toddler's health status.
Read More
S-11499
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kartika Sari; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Rina Artining Angorodi, Nunung Nuraini
S-4456
Depok : FKM-UI, 2005
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Elika Nurimawati; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Hadi Pratomo, Dewi Probo Astuti
Abstrak:
Hipertensi menjadi masalah baru di kalangan remaja. Profil kesehatan kota Depok tahun 2020 menyatakan, prevalensi hipertensi menempati peringkat pertama pada kategori 10 besar penyakit rawat jalan di puskesmas dengan 38.624 kasus baru. Puskesmas Baktijaya menunjukkan pada tahun 2022 terjadi terjadi peningkatan signifikan kunjungan remaja usia 18 - 24 tahun dengan diagnosis hipertensi. Bulan Januari 29 remaja, Februari 69 remaja, Maret 89 remaja, April 150 remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, norma subyektif, persepsi kontrol perilaku, intensi dengan perilaku pencegahan hipertensi pada remaja di Kelurahan Baktijaya Kota Depok. Sampel sebanyak 207 remaja. Metode kuantitatif dan design cross-sectional. Pada analisis univariat menujukkan nilai rata ? rata responden masih kurang pada pengetahuan, persepsi kontrol perilaku, intensi dan perilaku pencegahan hipertensi. Nilai rata ? rata yang baik yaitu pada sikap dan norma subyektif. Penelitian ini menunjukkan bahwa faktor tersebut berhubungan dengan perilaku pencegahan hipertensi dengan uji statistik chi-square menunjukkan hubungan pengetahuan (p=0,010), sikap (p=0,002), norma subyektif (p=0,035), persepsi kontrol perilaku (p=0,001), intensi (p=0,001). Saran bagi fasilitas kesehatan yaitu dapat memanfaatkan media informasi yang ada di Puskesmas untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai pencegahan hipertensi dan bagi peneliti selanjutnya dapat menganalisis pemanfaatan media informasi dalam pencegahan hipertensi pada remaja.

Hypertension is a new problem among teenagers. The Depok city health profile in 2020 stated that the prevalence of hypertension was ranked first in the category of the top 10 outpatient diseases at the public health center with 38,624 new cases. The Baktijaya Health Center shows that in 2022 there will be a significant increase in visits by adolescents aged 18 - 24 years with a diagnosis of hypertension. January 29 teens, February 69 teens, March 89 teens, April 150 teens. This study aims to determine the relationship between knowledge, attitudes, subjective norms, perceptions of behavioral control, and intentions with hypertension prevention behavior in adolescents in Baktijaya Village, Depok City. The sample is 207 teenagers. Quantitative methods and cross-sectional design. The univariate analysis shows that the average value of respondents is still lacking in knowledge, perceptions of behavior control, intentions, and behavior to prevent hypertension. The average value is good, namely on attitudes and subjective norms. This study shows that these factors are associated with hypertension prevention behavior with the chi-square statistical test showing the relationship between knowledge (p=0.010), attitude (p=0.002), subjective norm (p=0.035), perceived behavioral control (p=0.001), intention (p=0.001). Suggestions for health facilities are to use information media at the Puskesmas to increase adolescent knowledge about preventing hypertension and for further researchers to analyze the use of information media in preventing hypertension in adolescents.
Read More
S-11152
Depok : FKM-UI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Roji Suherman; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Tri Krianto, Ahmad Syafiq, Dewi Syarifah, Dadang Wihana
T-2758
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive