Ditemukan 19268 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Tesis ini dilakukan dengan menggunakan disain Crossectional untuk mengetahui penggunaan buku KIA pada ibu hamil dan faktor-faktor yang berhubungan dengannya di UPT Puskesmas Cimanggis – Depok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa temu wicara berhubungan dengan penggunaan buku KIA, dimana ibu hamil yang pernah melakukan temu wicara berpeluang 4 kali untuk menggunakan Buku KIA dibandingkan dengan yang tidak pernah setelah dikontrol oleh dorongan petugas kesehatan. Agar penggunaan Buku KIA dapat ditingkatkan, diharapkan kepada pihak terkait (Dinas Kesehatan dan petugas kesehatan) dapat mensosialisasikan Jampersal berkaitan dengan manfaat penggunaan buku KIA dan penggiatan kelas ibu terkait dilakukannya kegiatan temu wicara. Daftar Bacaan : 33 (1995 – 2012) Kata kunci : buku KIA, temu wicara
This thesis was done by using Crossectional design to find out the use of MCH handbook to pregnant mother at UPT Cimanggis Health Center and the factors related with it. The results showed that the interview retrieval associated with the use of MCH handbook, where pregnant mother who have gone through interview retrieval have 4 times possibility to use it compare to others who haven’t. This interview retrieval has been controlled by medical staff’s support. In order to improving the use of MCH handbook, it’s expected to the related parties (Department of Health and health workers) can socialize “Jampersal” to relating the benefits of using MCH handbook and activation of the mother class related to maternal interview retrieval. References : 33 (1995 - 2012) Key word : MCH Handbook, interview retrieval
Tesis ini membahas pengetahuan ibu tentang tanda bahaya pada bayi baru lahir menurut kunjungan neonatal 1 dan karakteristik ibu lainnya di Kecamatan Kramat Watu Kabupaten Serang Provinsi Banten. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan rancangan cros-sectional berupa rapid survey pada 210 ibu yang memiliki bayi berumur 7 hr s/d ≤ 12 bulan. Pengambilan sampel dengan rancangan klaster dua tahap secara probability proportionate to size (pps). Hasil penelitian, 55,7% responden memiliki pengetahuan yang kurang dan 44,3% memiliki pengetahuan baik. Responden yang mampu menyebutkan minimal dua tanda bahaya pada BBL hanya sebesar 41,4%, dan yang mampu menyebutkan tiga tanda bahaya pada BBL hanya sebesar 14,8%. Penelitian menunjukkan adanya perbedaan distribusi antara Kunjungan neonatal 1, umur, pendidikan, pekerjaan, tempat persalinan, penolong persalinan, keterpaparan informasi melalui tenaga kesehatan, kegiatan sosial dan media komunikasi dengan pengetahuan tentang tanda bahaya BBL. Hasil penelitian menyarankan bahwa bidan di Kecamatan Kramat yang melakukan kunjungan neonatal 1 pada semua ibu yang melahirkan di rumah, baik yang bersalin oleh bidan atau dukun, memberikan nasehat tanda bahaya pada BBL terutama pada ibu yang berpendidikan rendah, menggunakan posyandu dan buku KIA sebagai media informasi dan pihak kecamatan Kramat Watu dan Dinas Kabupaten Serang perlu bekerja sama dengan media televisi dalam memberikan informasi kepada masyarakat tentang tanda bahaya pada bayi baru lahir khususnya melalui acara sinetron, film dan kesehatan. Kata kunci: Pengetahuan, kunjungan neonatal 1, karakteristik ibu, riwayat kesehatan neonatal dan keterpaparan informasi.
This thesis discusses the knowledge mother about danger signs in newborn according to neonatal visit 1 and the characteristics of maternal in the District Kramat Watu Serang Banten Province. This study is a cross sectional descriptive study of rapid survey of 210 mothers with babies aged 7 hr to ≤12 months. The samples with two-stage cluster design by probability proportionate to size (pps). The results, 55.7% of respondents had low knowledge and 44.3% had high knowledge. Respondent who know at least two newborn danger sign only 41,4% and who know at least three newborn danger sign only 14,8%. Research shows the differences in distribution between neonatal visit 1, age, education, job, place of delivery, birth attendants, previous neonatal health record and exposure information through health workers, social actvity and media communication with knowledge mother about danger signs in newborn. The study suggest that midwives in the District Kramat neonatal visit 1 in all mothers who birth at home, whether by birth or tradisional birth attendants (TBA), give counseling about newborn danger sign to risk mother, age mother of
Tesis ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara sumber informasi dengan pengetahuan catin tentang kesehatan reproduksi setelah dilakukan pengontrolan oleh jenis kelamin, usia, pekerjaan dan pendidikan catin. Metode penelitian ini adalah desain cross sectional. Sampel penelitian adalah seluruh calon pengantin muslimyang terdaftar pada 7 KUA di Kabupaten Tangerang bulan Mei-Juni 2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa catin dengan sumber informasi cukup mempunyai peluang empat kali untuk berpengetahuan tinggi dibandingkan catin dengan sumber informasi kurang setelah dikontrol jenis kelamin dan pendidikan catin. Saran yang diajukan adalah memberikan informasi kesehatan reproduksi kepada catin melalui kegiatan Suscatin serta memaksimalkan media informasi baik cetak maupun elektronik.
This study aims to analysis the relationship between source to information on brides reproductive health knowledge after controlling by gender, age, occupation, and education. Method cross sectional design. Sample were all couple who registered on 7 Kantor Urusan Agama in Tangerang district on May-June 2013. The results showed that the bride with enough source to information have opportunities four times higher for good knowledge than the lower source to information after controlling by gender and education. The suggestion are to provide reproductive health information to the bride through Suscatin and maximize media both print and electronic information.
