Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 19268 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Dwi Lestari Anugerahwati; Pembimbing: Rita Damayanti, Dien Anshari; Penguji: AhmadSyafiq, Bernie Endryarni, Nindya Savitri
T-5506
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sri Putri Permata; Pembimbing: Kemal Nazarudin Siregar
T-1104
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Erie Widiyanti; Pembimbuing: Indang Trihandini; Penguji: Yovsyah, Umu Cholifah
Abstrak:
Anemia pada kehamilan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang sangat serius. Puskesmas Pancoran Mas menjadi salah satu penyumbang kasus anemia ibu hamil ketiga tertinggi di Kota Depok. Keberhasilan program pemerintah yaitu dengan mendistribusikan tablet tambah darah (TTD) untuk menangani kasus anemia yang sangat dipengaruhi oleh kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi TTD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu hamil tentang anemia dengan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah di Puskesmas Pancoran Mas. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain studi cross-sectional. Pemilihan sampel menggunakan teknik simple random sampling didapatkan 100 ibu hamil (50 berpengetahuan baik dan 50 berpengetahuan rendah) yang kemudian dinilai tingkat kepatuhannya menggunakan kuesioner. Hasil penelitian didapatkan berdasarkan karakteristik dan riwayat kehamilan ibu hamil di Puskesmas Pancoran Mas lebih banyak usia tidak berisiko, berpendidikan tinggi, tidak bekerja, memiliki riwayat paritas tidak berisiko, dan memiliki frekuensi kunjungan ANC tidak berisiko. Didapatkan adanya hubungan antara pengetahuan ibu hamil tentang anemia dengan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah di Puskesmas Pancoran Mas [OR=3,807 95% CI=1,657 – 8,747]. Adapun ditemukan bahwa pendidikan dan riwayat paritas ibu merupakan variabel perancu yang memengaruhi hubungan pengetahuan ibu hamil tentang anemia dengan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah.

Community Health Center is among the contributors to the third-highest cases of anemia in pregnant women in the city of Depok. The success of the government program lies in distributing iron supplement tablets (IST) to address anemia cases, significantly influenced by the compliance of pregnant women in consuming these tablets. This research aims to determine the relationship between pregnant women's knowledge about anemia and their compliance in consuming iron supplement tablets at Puskesmas Pancoran Mas. The study adopts a quantitative approach with a cross-sectional design. Sample selection employs simple random sampling, resulting in 100 pregnant women (50 with good knowledge and 50 with low knowledge), whose compliance is assessed through a questionnaire. The research findings reveal that based on the characteristics and pregnancy history, pregnant women Puskesmas Pancoran Mas are predominantly at a non-risk age, highly educated, unemployed, have a non-risk parity history, and exhibit non-risk frequency of ANC visits. The study establishes a relationship between pregnant women's knowledge about anemia and compliance in consuming iron supplement tablets at Puskesmas Pancoran Mas [OR=3.807, 95% CI=1.657 – 8.747]. Additionally, education and maternal parity history are identified as confounding variables influencing the relationship between pregnant women's knowledge about anemia and compliance in consuming iron supplement tablets.
Read More
S-11500
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hidayani; Pembimbing: Ella Nurlaela Hadi; Penguji: Sandra Fikawati, Zarfiel Tafal, Rinni Yudhi Pratiwi, Devi Maryori
Abstrak:

Tesis ini dilakukan dengan menggunakan disain Crossectional untuk mengetahui penggunaan buku KIA pada ibu hamil dan faktor-faktor yang berhubungan dengannya di UPT Puskesmas Cimanggis – Depok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa temu wicara berhubungan dengan penggunaan buku KIA, dimana ibu hamil yang pernah melakukan temu wicara berpeluang 4 kali untuk menggunakan Buku KIA dibandingkan dengan yang tidak pernah setelah dikontrol oleh dorongan petugas kesehatan. Agar penggunaan Buku KIA dapat ditingkatkan, diharapkan kepada pihak terkait (Dinas Kesehatan dan petugas kesehatan) dapat mensosialisasikan Jampersal berkaitan dengan manfaat penggunaan buku KIA dan penggiatan kelas ibu terkait dilakukannya kegiatan temu wicara. Daftar Bacaan : 33 (1995 – 2012) Kata kunci : buku KIA, temu wicara


 This thesis was  done by using Crossectional design to find out  the use of MCH handbook to pregnant mother at UPT Cimanggis Health Center and the factors related with it. The results showed that the interview retrieval associated with the use of MCH handbook, where pregnant mother who have gone through interview retrieval  have 4 times possibility to use it compare to others who haven’t. This interview retrieval has been controlled by medical staff’s support. In order to improving the use of MCH handbook, it’s expected to the related parties (Department of Health and health workers) can socialize “Jampersal” to relating the benefits of using MCH handbook and activation of the mother class related to maternal interview retrieval. References  : 33 (1995 - 2012) Key word : MCH Handbook, interview retrieval

Read More
T-3513
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Delmaifanis; Pembimbing Nuning Maria Kiptiyah; Penguhi: Dian Ayubi, Toha Muhaimin, Muh. Ilhamy Setyahadi
T-2677
Depok : FKM UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Andi Rizka Romadaniah; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Ahmad Syafiq, Nina Sih Wargiati
S-7701
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurasiah Jamil; Pembimbing: Ella Nurlaella Hadi; Penguji: Dadan Erwandi, Rahmadewi
S-9053
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Herlyssa; Pembimbing: Sudarto Ronoatmodjo; Penguji: Asri C. Adisasmita, Agustin Kusumayati, Noer Qoryati Hanun, Rus Martini
Abstrak:

Tesis ini membahas pengetahuan ibu tentang  tanda bahaya pada bayi baru lahir menurut kunjungan neonatal 1 dan karakteristik ibu lainnya di Kecamatan Kramat Watu Kabupaten Serang Provinsi Banten. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan rancangan cros-sectional berupa rapid survey pada 210 ibu yang memiliki bayi berumur 7 hr s/d ≤ 12 bulan. Pengambilan sampel dengan rancangan klaster dua tahap secara probability proportionate to size (pps).  Hasil penelitian, 55,7% responden memiliki pengetahuan yang kurang dan 44,3% memiliki pengetahuan baik. Responden yang mampu menyebutkan minimal dua tanda bahaya pada BBL hanya sebesar 41,4%, dan yang mampu menyebutkan tiga tanda bahaya pada BBL hanya sebesar 14,8%. Penelitian  menunjukkan adanya perbedaan distribusi antara Kunjungan neonatal 1, umur, pendidikan, pekerjaan, tempat persalinan, penolong persalinan, keterpaparan informasi melalui tenaga kesehatan, kegiatan sosial dan media komunikasi dengan pengetahuan tentang tanda bahaya BBL.  Hasil penelitian menyarankan bahwa bidan di  Kecamatan Kramat yang melakukan kunjungan neonatal 1 pada semua ibu yang melahirkan di rumah,  baik yang bersalin oleh bidan atau dukun, memberikan nasehat tanda bahaya pada BBL terutama pada ibu yang berpendidikan rendah, menggunakan posyandu dan buku KIA sebagai media informasi dan pihak kecamatan Kramat Watu dan Dinas Kabupaten Serang perlu bekerja sama dengan media televisi dalam memberikan informasi kepada masyarakat tentang tanda bahaya pada bayi baru  lahir khususnya melalui acara sinetron, film dan kesehatan. Kata kunci: Pengetahuan, kunjungan neonatal 1, karakteristik ibu, riwayat kesehatan neonatal  dan keterpaparan informasi.


 This thesis discusses the knowledge mother about danger signs in newborn according to neonatal visit 1 and the characteristics of maternal in the District Kramat Watu Serang Banten Province. This study is a cross sectional descriptive study of rapid survey of 210 mothers with babies aged 7 hr to ≤12 months. The samples with two-stage cluster design by probability proportionate to size (pps). The results, 55.7% of respondents had low knowledge and 44.3% had high knowledge. Respondent  who know  at least two newborn danger sign only 41,4% and who know  at least three  newborn danger sign only 14,8%. Research shows the differences in distribution between neonatal visit 1, age, education,  job, place of delivery, birth attendants, previous neonatal health record and exposure information through health workers, social actvity and media communication with knowledge mother about danger signs in newborn. The study suggest that midwives in the District Kramat neonatal visit 1 in all mothers who birth at home, whether by birth or tradisional birth attendants (TBA), give counseling about newborn danger sign to risk mother, age mother of

Read More
T-3400
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Dariyani; Pembimving: Ella Nurlella Hadi; Penguji: Agustin Kusumayati, Carole Endah Wuryaningsih, Anita Nuzulia, Didi Kusnadi
Abstrak:

Tesis ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara sumber informasi dengan pengetahuan catin tentang kesehatan reproduksi setelah dilakukan pengontrolan oleh jenis kelamin, usia, pekerjaan dan pendidikan catin. Metode penelitian ini adalah desain cross sectional. Sampel penelitian adalah seluruh calon pengantin muslimyang terdaftar pada 7 KUA di Kabupaten Tangerang bulan Mei-Juni 2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa catin dengan sumber informasi cukup mempunyai peluang empat kali untuk berpengetahuan tinggi dibandingkan catin dengan sumber informasi kurang setelah dikontrol jenis kelamin dan pendidikan catin. Saran yang diajukan adalah memberikan informasi kesehatan reproduksi kepada catin melalui kegiatan Suscatin serta memaksimalkan media informasi baik cetak maupun elektronik.


 

This study aims to analysis the relationship between source to information on brides reproductive health knowledge after controlling by gender, age, occupation, and education. Method cross sectional design. Sample were all couple who registered on 7 Kantor Urusan Agama in Tangerang district on May-June 2013. The results showed that the bride with enough source to information have opportunities four times higher for good knowledge than the lower source to information after controlling by gender and education. The suggestion are to provide reproductive health information to the bride through Suscatin and maximize media both print and electronic information.

Read More
T-3855
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive