Ditemukan 32371 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Tri Ratna Julia; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Errik Yusnadi Saleh
Abstrak:
Penelitian ini membahas analisis risiko keselamatan pengemudi ojek online layanan jemput antar penumpang di Jalan Margonda Raya, Kota Depok tahun 2019. Peningkatan jumlah pengemudi ojek online diiringi dengan pentingnya isu keselamatan. Jalan Margonda Raya merupakan jalan dengan titik kecelakaan tertinggi di Kota Depok pada semester pertama tahun 2018 (Kanit Laka Lantas Polresta Depok Iptu Djoko Irwanto dalam Arifin, 2018). Penelitian ini mengacu pada ISO 31000:2009 dengan menggunakan analisis risiko semikuantitatif. Identifikasi risiko menggunakan Job Hazard Analysis dan mengacu pada Matriks Haddon mengenai kecelakaan lalu lintas. Penilaian risiko menggunakan kriteria ISO 31000:2009 yaitu nilai risiko sama dengan hasil kali probabilitas dan konsekuensi. Tujuan dari skripsi ini adalah untuk mengetahui tingkat risiko keselamatan pada tahapan kegiatan kerja pengemudi ojek online di Jalan Margonda Raya, Kota Depok tahun 2019. Hasil penelitian adalah tingkat risiko keselamatan kerja pada setiap tahapan kerja pengemudi ojek online. Hasil penelitian risiko tertinggi pada tahap menjemput/mengantar penumpang. Faktor yang paling berisiko adalah faktor lingkungan dan manusia. Hasil penelitian menyarankan untuk meningkatkan komitmen perusahaan, pengemudi ojek online, serta penumpang dalam menjaga keselamatan serta untuk meningkatkan pengawasan pada perilaku berkendara, kondisi jalan, serta kondisi motor.
Read More
S-9984
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Elga Alifqiah Ihsan; Pembimbing: Hendra; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Mila Tejamaya, Neni Herlina, Iting Shofwati
Abstrak:
Read More
Kecelakaan lalu lintas masih menjadi salah satu penyebab utama kematian di dunia, dengan lebih dari 1,19 juta kematian setiap tahun, dan pengendara sepeda motor merupakan kelompok yang paling rentan mengalaminya, terutama di negara berkembang seperti Indonesia (WHO, 2023). Di Indonesia, jumlah kecelakaan lalu lintas nasional pada tahun 2025 mencapai sekitar 158.508 kasus, dengan sepeda motor terlibat pada 70–76% kejadian dan faktor manusia atau perilaku berkendara yang tidak aman menjadi penyebab dominan pada 90–93% kasus, sehingga di Kota Depok saja diperkirakan terdapat 315–372 kasus kecelakaan roda dua akibat perilaku tidak aman sepanjang tahun 2025 (Korlantas Polri, 2025). Kondisi ini menempatkan pengemudi ojek online sebagai kelompok pekerja transportasi informal dengan risiko kecelakaan kerja yang tinggi, terutama di Kota Depok yang memiliki kepadatan lalu lintas tinggi serta tekanan pemenuhan target pendapatan harian, sehingga keselamatan berkendara menjadi masalah kesehatan kerja yang penting untuk diteliti. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor internal dan eksternal yang berhubungan dengan perilaku keselamatan berkendara pada pengemudi ojek online di Kota Depok tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi potong lintang (cross-sectional) dengan melibatkan 162 pengemudi ojek online yang direkrut secara purposive sampling. Perilaku berkendara diukur menggunakan instrumen Motorcycle Rider Behaviour Questionnaire (MRBQ) versi Indonesia yang telah tervalidasi. Analisis data dilakukan dengan uji bivariat menggunakan Chi-Square serta perhitungan Odds Ratio (OR) pada tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil: Sebanyak 79 responden (46,9%) tergolong kategori perilaku berisiko tinggi dan 86 responden (53,1%) tergolong berisiko rendah. Pada faktor internal, variabel usia (p=0,010; OR=0,42), pengetahuan (p=0,010; OR=0,41), dan pengalaman kerja (p=0,017; OR=0,44) terbukti berhubungan secara bermakna dengan perilaku keselamatan berkendara, sedangkan variabel jenis kelamin (p=0,360) dan sikap (p=0,083) tidak menunjukkan hubungan yang bermakna. Seluruh variabel faktor eksternal, yaitu kelayakan APD (p=0,966), kondisi kendaraan (p=0,967), kondisi jalan (p=0,460), dan peran perusahaan/platform aplikasi (p=0,324), juga tidak menunjukkan hubungan yang bermakna secara statistik dengan perilaku keselamatan berkendara. Kesimpulan: Perilaku keselamatan berkendara pengemudi ojek online di Kota Depok lebih banyak dipengaruhi oleh faktor internal individu, khususnya usia, pengetahuan, dan pengalaman kerja, dibandingkan faktor eksternal yang bersifat lingkungan dan kelembagaan. Intervensi yang efektif sebaiknya diprioritaskan pada peningkatan pengetahuan dan pelatihan keselamatan berkelanjutan bagi pengemudi, tanpa mengesampingkan pentingnya perbaikan infrastruktur jalan dan penguatan kebijakan keselamatan dari perusahaan aplikasi secara paralel.
Traffic accidents remain one of the leading causes of death worldwide, claiming more than 1.19 million lives every year, with motorcyclists identified as the most vulnerable road user group, particularly in developing countries such as Indonesia (WHO, 2023). In Indonesia, the total number of national traffic accidents in 2025 reached approximately 158,508 cases, with motorcycles involved in 70–76% of these incidents and unsafe human behavior identified as the dominant cause in 90–93% of cases, so that Depok City alone was estimated to record 315–372 two-wheeler accident cases attributable to unsafe riding behavior throughout 2025 (Korlantas Polri, 2025). This condition places online motorcycle taxi (ojek online) drivers among the informal transport workforce most exposed to occupational accident risk, particularly in Depok City, where dense traffic conditions and pressure to meet daily income targets make riding safety behavior a critical occupational health issue to investigate. Objective: This study aimed to analyze the internal and external factors associated with riding safety behavior among online motorcycle taxi drivers in Depok City in 2026. Methods: This study used a cross-sectional design involving 162 online motorcycle taxi drivers recruited through purposive sampling. Riding behavior was measured using the validated Indonesian version of the Motorcycle Rider Behaviour Questionnaire (MRBQ). Data were analyzed using the Chi-Square test and Odds Ratio (OR) calculation at a significance level of p < 0.05. Results: A total of 79 respondents (46.9%) were classified into the high-risk behavior category and 86 respondents (53.1%) into the low-risk category. Among internal factors, age (p=0.010; OR=0.42), knowledge (p=0.010; OR=0.41), and work experience (p=0.017; OR=0.44) were significantly associated with riding safety behavior, whereas sex (p=0.360) and attitude (p=0.083) showed no significant association. None of the external factors, namely PPE completeness (p=0.966), vehicle condition (p=0.967), road condition (p=0.460), and company/application platform role (p=0.324), were significantly associated with riding safety behavior. Conclusion: Riding safety behavior among online motorcycle taxi drivers in Depok City is more strongly influenced by individual internal factors—particularly age, knowledge, and work experience—than by external environmental and institutional factors. Effective interventions should therefore prioritize continuous safety knowledge improvement and refresher training for drivers, while not neglecting parallel efforts to improve road infrastructure and strengthen safety policies from application companies.
T-7618
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Muhammad Ginanjar; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Zulkifli Djunaedi, Indri Hapsari Susilowati
S-4910
Depok : FKM-UI, 2007
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Annisa Putri Handayani; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Hendra, Yuni Kusminanti
S-5854
Depok : FKM-UI, 2009
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Anis Rohmana Malik; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Chandra Satrya, Chandra Prijanahadi, Irma Setiawaty Wulandari
Abstrak:
Musculoskeletal disorders (MSDs) merupakan cedera dan gangguan yang mempengaruhi pergerakan tubuh manusia atau sistem muskuloskeletal. Salah satu penyebab dari keluhan MSDs adalah getaran (whole body vibration). Driver ojek online yang mempunyai aktivitas berkendara setiap hari mempunyai risiko untuk terpajan getaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara pajanan getaran (whole body vibration) dan keluhan MSDs pada driver ojek online di Jakarta tahun 2019. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain studi cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah driver ojek online region Jakarta, dengan total sampel sebanyak 42 orang untuk menggambarkan keluhan MSDs dan 30 orang untuk menganalisis hubungan antara whole body vibration dengan keluhan MSDs. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner Nordic Body Map and vibration meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah tersering yang mengalami keluhan MSDs pada pekerja driver ojek online adalah pinggang bawah (76,2%), pantat (78,6%), bahu kanan (47,6%), bahu kiri (47,6%), dan pergelangan tangan kanan (45,2%). Pada penelitian ini diketahui bahwa usia, IMT, masa kerja, durasi pajanan kerja, frekuensi kerja, dan whole body vibration belum cukup berpengaruh dalam menyebabkan keluhan MSDs.
Read More
T-5617
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Lidyarti Marbun; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Ridwan Zahdi Sjaaf, Rasman
Abstrak:
Depok merupakan salah satu kota yang mempunyai kegiatan ekonomi yang semakin pesat dengan kawasan Margonda sebagai pusat kota utamanya seperti dengan adanya seperti terminal, pusat pertokoan, pusat pendidikan, serta tempattempat fasilitas umum lainnya. Keberadaan penyeberang jalan biasanya terdapat di tempat-tempat umum tersebut. Berdasarkan informasi dari Satlantas Kota Depok, tiap harinya terdapat 1-2 kecelakaan yang melibatkan penyeberang jalan di jalan Margonda padahalprogram dan pengendalian keselamatan penyeberang jalansudah dilakukan. Selain itu, Satlantas kota Depok belum melakukan pengendalian risiko yang berdasarkan pada kaidah manajemen risiko. Oleh karena itu dilakukan penelitian untuk menganalisis risiko keselamatan penyeberang di sekitar jalan Kober dan Margonda Residence. Metode yang digunakan yaitu kualitatif bersifat deskriptif melalui wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan tingkat risiko keselamatan penyeberang jalan di sekitar jalan Kober dan Margonda Residence yaitu 15 risiko sangat tinggi, 2 risiko tinggi, dan 3 risiko sedang.
Kata kunci: Kecelakaan Penyeberang jalan, Keselamatan Penyeberang Jalan, dan Penilaian Risiko.
Depok is one of the cities that have economic activity is increasingly rapidly with Margonda region as its main city center such as the presence of such terminals, shopping centers, educational centers, and places of other public facilities. The existence of the pedestrian is usually found in public places such. Based on information from the Traffic Unit of Depok, every day there are 1-2 accidents involving safety pedestrians in Margonda although safety controls and programs have been implemented. Furthermore, Traffic Unit of Depok not perform risk control based on the principles of risk management. Therefore conducted a study to analyze the risk of pedestrian safety around the Kober and Margonda Residence. The method used is descriptive qualitative in-depth interviews and observation. The results showed the level of safety risk to pedestrians around the road Kober and Margonda Residence is 15 extreme risk, 2 high risk, and 3 moderate risk.
Key words: Pedestrian accidents, Pedestrian Safety, Risk Assessment
Read More
Kata kunci: Kecelakaan Penyeberang jalan, Keselamatan Penyeberang Jalan, dan Penilaian Risiko.
Depok is one of the cities that have economic activity is increasingly rapidly with Margonda region as its main city center such as the presence of such terminals, shopping centers, educational centers, and places of other public facilities. The existence of the pedestrian is usually found in public places such. Based on information from the Traffic Unit of Depok, every day there are 1-2 accidents involving safety pedestrians in Margonda although safety controls and programs have been implemented. Furthermore, Traffic Unit of Depok not perform risk control based on the principles of risk management. Therefore conducted a study to analyze the risk of pedestrian safety around the Kober and Margonda Residence. The method used is descriptive qualitative in-depth interviews and observation. The results showed the level of safety risk to pedestrians around the road Kober and Margonda Residence is 15 extreme risk, 2 high risk, and 3 moderate risk.
Key words: Pedestrian accidents, Pedestrian Safety, Risk Assessment
S-8699
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Pratama S.P.; Pembimbing: Hendra; Penguji: Dadan Erwandi, Yuni Kusminanti
S-6101
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Abyan Rafi Haidar; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Robiana Modjo, Yuni Kusminanti
Abstrak:
Pengendara ojek online yang memiliki durasi dan frekuensi berkendara yang tinggi merupakan salah satu kelompok pengendara dengan risiko terbesar ketika berkendara. Oleh karena itu penting bagi pengendara ojek online untuk selalu menerapkan perilaku keselamatan berkendara. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi prevalensi perilaku keselamatan berkendara dan menganalisis faktor faktor yang berhubungan dengan perilaku keselamatan berkendara pada pengendara ojek online Kota Depok. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi cross-sectional menggunakan kuesioner Indonesian Motorcycle Rider Behavior Questionnaire (MRBQ) serta kuesioner tambahan lainnya yang disebar secara daring dan luring terhadap 100 pengendara ojek online Kota Depok. Variabel yang diteliti adalah faktor internal (usia, tingkat pendidikan, masa kerja, pengalaman kecelakaan,keterampilan berkendara, persepsi risiko, sikap) dan faktor eksternal (keikutsertaan pelatihan berkendara) serta perilaku keselamatan berkendara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 61% pengendara ojek online yang memiliki perilaku keselamatan berkendara baik. Ditemukan juga hubungan yang signifikan antara sikap,persepsi risiko, dan keikutsertaan pelatihan terhadap perilaku keselamatan berkendara. berdasarkan hasil tersebut, perlu dilakukan berbagai upaya pengendalian dengan cara mengidentifikasi perilaku berkendara pada pengendara dengan cara melakukan evaluasi berkala, mengembangkan program pelatihan yang bersifat interaktif dan berkelanjutan, serta memanfaatkan teknologi pada aplikasi untuk membantu melakukan evaluasi, edukasi, dan sosialisasi keselamatan berkendara.
Online motorcycle taxi riders are one of the groups of riders with the greatest risk when riding because of their high duration and frequency of riding. Therefore, it is important for online motorcycle taxi riders to always implement safety riding behavior. This study aims to identify the prevalence of safety riding behavior and analyze the factors associated with safety riding behavior among online motorcycle taxi drivers in Depok. This research is a quantitative study with a cross-sectional study design using the Indonesian Motorcycle Rider Behavior Questionnaire (MRBQ) and other additional questionnaires distributed online and offline to 100 online motorcycle taxi riders in Depok. The variables studied were internal factors (age, education level, years of service, accident experience, riding skills, risk perception, attitudes) and external factors (participation in safety riding training) as well as safety riding behavior itself. The results showed that there were 61% of online motorcycle taxi riders who had good safety riding behavior. It was also found that there was a significant relationship between attitude, risk perception, and participation in safety riding training. Based on these results, it is necessary to carry out various control efforts to improve safety riding behavior by identifying riding behavior in motorists by conducting periodic evaluations, developing interactive and sustainable training programs, and utilizing the technology through applications to help evaluate, educate, and socialize safety riding on online motorcycle taxi riders.
Read More
Online motorcycle taxi riders are one of the groups of riders with the greatest risk when riding because of their high duration and frequency of riding. Therefore, it is important for online motorcycle taxi riders to always implement safety riding behavior. This study aims to identify the prevalence of safety riding behavior and analyze the factors associated with safety riding behavior among online motorcycle taxi drivers in Depok. This research is a quantitative study with a cross-sectional study design using the Indonesian Motorcycle Rider Behavior Questionnaire (MRBQ) and other additional questionnaires distributed online and offline to 100 online motorcycle taxi riders in Depok. The variables studied were internal factors (age, education level, years of service, accident experience, riding skills, risk perception, attitudes) and external factors (participation in safety riding training) as well as safety riding behavior itself. The results showed that there were 61% of online motorcycle taxi riders who had good safety riding behavior. It was also found that there was a significant relationship between attitude, risk perception, and participation in safety riding training. Based on these results, it is necessary to carry out various control efforts to improve safety riding behavior by identifying riding behavior in motorists by conducting periodic evaluations, developing interactive and sustainable training programs, and utilizing the technology through applications to help evaluate, educate, and socialize safety riding on online motorcycle taxi riders.
S-10982
Depok : FKM UI, 2022
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Muhammad Arif Dalimunthe; Pembimbing: Doni Hikmat Ramadhan; Penguji: Hendra, Fani Syafani
Abstrak:
Aktivitas mengendarai sepeda motor sangat erat kaitanya dengan ketidaknyamanan akibat posisi duduk atau dalam istilah lain disebut sebagai risiko ergonomi. Aktifitas mengendarai sepeda motor yang terus menerus setiap harinya menimbulkan risiko mengalami musculoskeletal disorder. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat risiko ergonomi dan keluhan subjektif MSDs pada pengendara ojek online di Kota Depok. Variabel yang diteliti dalam peneltian ini adalah tingkat risiko ergonomi, usia, jenis kelamin, masa kerja, durasi kerja, indeks massa tubuh, aktifitas olahraga, kebiasaan merokok, jenis sepeda motor, dan keluhan musculoskeletal disorder. Penelitian ini dilakukan kepada 150 pengendara ojek online dengan desain studi crossectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada kecenderungan antara usia, masa kerja, kebiasaan merokok, kebiasaan olahraga, durasi kerja, masa kerja, dan jarak tempuh terhadap keluhan subjektif MSDs
Read More
S-10139
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Septio Wahyudi; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Fatma Lestari, Yuni Kusminanti
S-6608
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
