Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 39428 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Fauzia Rachmidiani; Pembimbing: Suyud Warno Utomo; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Esti Tusminarti
Abstrak: Bahan bakar minyak dapat mengemisikan logam berat timbal ke udara dan akan jatuh mengikuti gaya gravitasi dan terakumulasi di tanah atau air. Tanah memiliki kemampuan untuk mempertahankan sebagian besar unsur berbahaya yang dikandungnya dalam waktu lama. Penanaman kangkung di pinggir jalan raya yang padat dilalui kendaraan bermotor akan berpengaruh terhadap kadar timbal di tanaman kangkung akibat penyerapan logam berat timbal dari lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi tingkat risiko kesehatan petani kangkung akibat pajanan timbal secara ingesti di kangkung yang ditanam di Kelurahan Sukapura, Jakarta Utara. Metode penelitian ini adalah Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan terhadap pola konsumsi kangkung pada 25 orang petani. Rata-rata konsentrasi timbal dalam kangkung adalah 1,54 mg/kg. Nilai ini telah melebihi standar Kepala BPOM No 23/2017 yaitu 0,2 mg/kg. Hasil nilai asupan (intake) realtime adalah sebesar 0,00026 mg/kg/hari dengan rata-rata laju asupan kangkung 102,42 gram, durasi pajanan selama 21,08 tahun, berat badan 60 kg, dan frekuensi pajanan 52 hari/tahun. Nilai RQ sebesar 0,07 (RQ <1) menunjukkan kangkung masih aman untuk dikonsumsi. Kata Kunci: Timbal; Kangkung; Petani; Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan
Read More
S-10118
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Endang Krisnawaty; Pembimbing: Ema Hermawati; Penguji: Suyud Warno Utomo, Budi Hartono, Ardan Kurniawan, Yanny Septia
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis risiko pajanan timbal dalam air minum terhadap kejadian hipertensi pada penduduk yang bermukim di sekitar TPA Cipayung Kota Depok, Tahun 2019. Penelitian ini menggunakan metode PHA (Public Health Assessment) yaitu terdapat dua metode penelitian: ARKL (Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan) dan EKL (Epidemiologi Kesehatan Lingkungan) dengan desain studi cross sectional. Hasil penelitian didapatkan tingkat risiko terhadap efek non karsinogenik pada pajanan timbal dalam air sumur yang dikonsumsi oleh penduduk di sekitar TPA Cipayung masih berada dibawah batas aman yaitu RQ real-time ≤1 (RQ real-time maksimal pada 0.669). Sedangkan pada perhitungan RQ lifespan 40 tahun didapatkan nilai RQ>1 yaitu RQ=1.071. Artinya responden yang mengkonsumsi air sumur terpajan timbal akan berisiko tidak aman terhadap gangguan kesehatan non karsinogenik pada 40 tahun yang akan datang. Perhitungan tingkat risiko terhadap efek karsinogenik pada pajanan timbal dalam air sumur yang dikonsumsi oleh penduduk di sekitar TPA Cipayung, pada jangka waktu 100 tahun yang akan datang berada pada batas aman (ECR 100 tahun = 1.37x10-6). Analisis bivariat yang dilakukan antara tingkat risiko pajanan timbal dalam air sumur dengan kejadian hipertensi tidak didapatkan hubungan yang signifikan dengan nilai p=0.322. Hasil analisis multivariat didapatkan peluang pada responden yang mengkonsumsi air sumur terpajan timbal sebesar 0.193 kali menderita hipertensi dibandingkan dengan responden yang tidak mengkonsumsi air sumur terpajan timbal setelah dikontrol oleh variabel konsumsi lemak jenuh, umur, kebiasaan merokok, aktivitas fisik kurang dan konsumsi garam tinggi
Read More
T-5636
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Delyana Agustia Ning Tias; Pembimbing: Agustin Kesumayati; Penguji: Hartono, Budi ; Akib, Carolina Rusydi
Abstrak: Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah yang menggunakan teknik open dumping dalam pengelolaan sampahnya dinilai sangat berisiko terhadap lingkungan di sekitarnya karena adanya proses perlindian yang dapat mencemari tanah. Masyarakat yang menggunakan air tanah sebagai sumber air minumnya berisiko untuk terkena dampak kesehatan dari kandungan logam berat yang berasal dari cemaran air lindi. Kadmium dan timbal merupakan logam yang dapat bersifat toksik apabila dikonsumsi secara berlebihan. Penelitian ini menggunakan metode analisis risiko kesehatan lingkungan untuk mengestimasi risiko kesehatan akibat pajanan logam kadmium dan timbal yang terdapat pada air minum masyarakat di sekitar TPA sampah Namo Bintang. Terdapat 96 sampel individu dewasa yang diperoleh melalui data sekunder dalam penelitian ini yang berasal dari dusun IV dan V Desa Namo Bintang. Sampel lingkungan adalah sampel air sumur masyarakat yang telah diambil pada penelitian sebelumnya oleh Ashar (2013) untuk kandungan timbal dan Ashar (2013) untuk kandungan kadmium. Dari hasil perhitungan analisis risiko menunjukkan bahwa tingkat risiko pajanan kadmium dan timbal melalui air minum pada masyarakat dengan skenario intake minimal dan rata-rata tidak berisiko atau aman untuk pajanan realtime maupun lifespan (RQ < 1) sedangkan untuk skenario maksimal, pajanan kadmium dan timbal untuk pajanan realtime dan pajanan lifespan dinyatakan berisiko (RQ > 1) sehingga diperlukan manajemen risiko yaitu dengan mengurangi konsentrasi asupan dan laju asupan. Selain itu, masyarakat juga harus menjaga TPA dengan tidak membuang sampah kembali disana dikarenakan TPA tersebut sudah ditutup, dan pemerintah juga dapat membantu dengan menyuplai air, baik itu air minum maupun air bersih dari sumber lain yang aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Kata kunci: kadmium, timbal, analisis risiko, TPA, air minum, air sumur Landfill using open dumping method has potential risk to contaminate groundwater of the surrounding environment because of leaching process. Population that use groundwater as their drinking water source has health risk from heavy metal exposure. Cadmium and lead are toxic if they consumed in exessive ammount. This study use health environment risk analysis to estimate health risk from cadmium and lead exposure through drinking water at population around landfill Namo Bintang. There are 96 samples of secondary data from Dusun IV and V Namo Bintang village. Environment samples is well water from population households from Ashar (2013) for lead and Ashar (2016) for cadmium contains. From the calculation of risk analysis showed that risk level of cadmium and lead exposure through drinking water with minimum and mean scenario are not risky or safe for realtime and lifespan exposure (RQ < 1). For maximum intake scenario, cadmium and lead exposure are risky (RQ > 1) and need risk management with reduce consuming rate and agent concentration. Since the landfill was closed, the population also have to keep the landfill clean and do not throwing the waste into the landfill. The governance also can helping the population to fulfill their need of water with supplying water from safe and clean source. Keywords: cadmium, lead, risk analysis, landfill, well water, drinking water
Read More
S-9459
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tiara Dhesi Anggraeni; Pembimbing: Laila Fitria; Penguji: Budi Hartono, Abdur Rahman
Abstrak: Permukiman Nelayan Kali Adem Muara Angke berlokasi di tepian Perairan Teluk Jakarta yang telahtercemar Kadmium. Masyarakat disana terbiasa mengonsumsi ikan yang berasal dari Pasar Ikan GrosirMuara Angke, dimana pasokan ikan yang dijual berasal dari Perairan Teluk Jakarta dan sebagian dari PantaiUtara Pulau Jawa. Pengonsumsian ikan dari perairan yang tercemar berisiko menimbulkan gangguankesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat risiko pajanan Kadmium daripengonsumsikan ketiga jenis ikan yaitu ikan kembung, ikan tongkol dan ikan bandeng, pada masyarakat diPermukiman Nelayan Kali Adem melalui pendekatan Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL).Hasil penelitian menunjukkan bahwa asupan (Chronic Daily Intake) Kadmium melalui ikan yaitu sebesar9 x 10-5 mg/kg/hari, dengan laju asupan (R) sebesar 153,3 gram/hari, frekuensi pajanan (fE) selama 312hari/tahun, durasi pajanan (Dt) selama 26 tahun dan rata-rata berat badan (Wb) sebesar 59 kg. Hasilperhitungan tingkat risiko (RQ) pada pajanan real time untuk jenis ikan kembung, ikan tongkol dan ikanbandeng berturut-turut sebesar 0,070; 0,012; 0,006. Pada estimasi pajanan 10 tahun sebesar 0,097; 0,017;0,008. Pada estimasi pajanan 20 tahun sebesar 0,124; 0,022; 0,011. Dan untuk estimasi pajanan 30 tahunsebesar 0,152; 0,027; 0,013. Hasil tersebut menunjukkan bahwa masyarakat di Permukiman Nelayan KaliAdem Muara Angke secara populasi belum memiliki risiko dan masih aman dari timbulnya gangguankesehatan nonkarsinogenik akibat pajanan Kadmium dari pengonsumsian ikan untuk pajanan saat inihingga estimasi 30 tahun mendatang, dengan asumsi bahwa sumber pajanan hanya berasal dari ikan dantidak memperhitungkan pajanan Kadmium dari sumber lain.kata kunci : analisis risiko kesehatan lingkungan; ikan; kadmium; muara angke; pencemaran air laut
Kali Adem Muara Angke Fisherman Community located on the shores of Jakarta Bay which have beenpolluted by Cadmium. The community always eats fish from Pasar Ikan Grosir Muara Angke, where thesupplies of fish are from Jakarta Bay and partly from North Coast of Java Island. The consumptions ofcontaminated fish would pose a risk of health problems. This study aimed to determine the level of riskexposure to Cadmium at Kali Adem Muara Angke Fisherman Community through Environmental HealthRisk Analysis (EHRA) approach. The results showed that the intake (Chronic Daily Intake) of Cadmiumin fish at 9 x 10-5 mg/kg/hari, with the fish intake rate of 153,3 gram/day, frequency of exposure at 312days/year, duration of exposure for 26 years and the average body weight of 59 kg. The results of riskquotient (RQ) analysis for real time exposure in kembung fish, tongkol fish and bandeng fish are 0,070;0,012; 0,006. For 10 years exposure estimation, the results of risk quotient (RQ) are 0,097; 0,017; 0,008.For 20 years exposure estimation are 0,124; 0,022; 0,011. And for the 30 years exposure estimation are0,152; 0,027; 0,013. The results showed that the fisherman community, do not have risks and still safe fromthe noncarcinogenic health risk at this time to 30 years ahead, based on the assumption that Cadmiumexposure comes from fish only and do not take into the Cadmium exposure from the other sources.keywords : cadmium; environmental health risk assessment; fish; muara angke; sea water contamination.
Read More
S-10498
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aliani Safitri; PembimbingL Budi Hartono; Penguji: Laila Fitria, Fajar Nugraha
Abstrak:
Kampung Muka, terletak di Kelurahan Ancol, Jakarta Utara, menjadi lokasi penelitian karena adanya dugaan risiko kesehatan akibat pajanan PM2,5, seperti yang juga ditemukan di wilayah lain di DKI Jakarta. Studi sebelumnya di Kepulauan Seribu, Jalan Daan Mogot, dan Terminal Kampung Rambutan menunjukkan nilai RQ>1, menandakan potensi bahaya kesehatan akibat polusi udara. Penelitian ini bertujuan mengestimasi risiko kesehatan pada balita yang tinggal di Kampung Muka akibat pajanan PM2,5. Penelitian dilakukan menggunakan desain Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan dengan pengukuran di empat titik sampling dan melibatkan 81 responden. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa konsentrasi PM2,5 di Kampung Muka, setelah dikonversi menjadi pajanan 24 jam dengan metode Canter, masih di bawah baku mutu yang merujuk pada PP No. 22 Tahun 2021 (≤55 µg/m³), dengan nilai tertinggi sebesar 44,4 µg/m³. Karakterisasi risiko rata-rata realtime dan lifetime menunjukkan RQ1 pada penghitungan pajanan realtime individu, berkisar antara 1,010 hingga 2,257 di beberapa titik. Hasil ini mengindikasikan adanya potensi risiko kesehatan pada kelompok balita meskipun rata-rata konsentrasi PM2,5masih memenuhi standar, sehingga diperlukan pemantauan lanjutan.


Kampung Muka, located in Ancol Sub-district, North Jakarta, was chosen as the study site due to suspected health risks from PM2.5 exposure, similar to findings in other areas of DKI Jakarta. Previous studies conducted in Kepulauan Seribu, Daan Mogot Road, and Kampung Rambutan Terminal reported RQ values greater than 1, indicating potential health hazards from air pollution. This study aimed to estimate health risks among toddlers living in Kampung Muka due to PM2.5 exposure. The research used an Environmental Health Risk Assessment design, with PM2.5 measurements taken at four sampling points and involving 81 respondents. The results showed that PM2.5 concentrations in Kampung Muka, after conversion to 24-hour exposure using the Canter method, remained below the quality standard set by Government Regulation No. 22 of 2021 (≤55 µg/m³), with the highest value recorded at 44.4 µg/m³. Risk characterization for average realtime and lifetime exposure indicated RQ values below 1. However, eight toddlers were found to have individual realtime RQ values greater than 1, ranging from 1.010 to 2.257 at various points. These findings suggest potential health risks among toddlers, even though the average PM2.5 concentration still meets regulatory standards, highlighting the need for continued monitoring.
Read More
S-12018
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sukadi; Pembimbing: Abdur Rahman; Penguji: Budi Hartono, Abdur Rochman
Abstrak: Indek standar pencemaran udara DKI Jakarta, parameter kritis terbanyak diKelapa Gading. Untuk mengestimasi risiko kesehatan dilakukan analisis risikokesehatan PM10 dan SO2 di Kelapa Gading. Konsentrasi risk agent diperolehstasiun pemantau udara BPLHD DKI Jakarta selama 365 hari. Berat badan, waktupajanan diukur dari 80 responden. Estimasi risiko kesehatan dinyatakan dalamRQ, dihitung dari intake risk agent dan dosis referensinya. Risiko kesehatandianggap berisiko bila RQ>1. Hasil penelitian menunjukkan RQ PM10 dan SO2pajanan realtime tidak berisiko. Pajanan lifespan konsentrasi maksimum PM10berisiko terhadap kesehatan populasi. Konsentrasi PM10 diturunkan hingga 118µg/m3,merupakan batas aman untuk semua pupolasi. Kata Kunci : Kelapa Gading, analisis risiko, PM10, SO2
Air pollution standard index of Jakarta, the most critical parameters in KelapaGading. To estimate the health risk health risk analysis of PM10 and SO2 inKelapa Gading. Concentration risk agent obtained air monitoring station BPLHDfor 365 days. Weight, measured exposure time of 80 respondents. Health riskestimates are expressed in RQ, calculated from intake and risk agent referencedose. The health risks are considered at risk if RQ>1. The results showed RQPM10 and SO2 exposure risk is not realtime. Lifespan exposure to the maximumconcentration of PM10 risk for population health. Concentration of 118 μg/m3 ofPM10 is reduced to, a safe limit for all pupolasi.Keywords: Kelapa Gading, risk analysis, PM10, SO2
Read More
S-8163
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nada Syifa; Pembimbing: Laila Fitria; Penguji: Haryoto Kusnoputranto, Syafran Arrazy
Abstrak: Pencemaran udara luar ruangan telah menjadi salah satu risiko lingkungan terbesar terhadap kesehatan. Pedagang kaki lima dianggap sebagai populasi yang paling berisiko karena bekerja dalam waktu yang cukup lama dan secara terus-menerus terpapar polusi udara. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi risiko kesehatan akibat pajanan agen risiko partikulat yaitu Total Suspended Particulate (TSP), PM10, dan PM2.5 terhadap pedagang kaki lima di Kelurahan Glodok, Jakarta Barat. Penelitian menggunakan pendekatan Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL) menggunakan data primer dengan jumlah sampel pedagang kaki lima sebanyak 65 responden. Berdasarkan hasil pengukuran, konsentrasi TSP sebesar 43 μg/m3, PM10 sebesar 25 μg/m3, dan PM2.5 sebesar 16 μg/m3. Seluruh konsentrasi partikulat masih di bawah standar baku mutu Indonesia, namun untuk PM2.5 sudah sedikit melebihi standar baku mutu World Health Organization (WHO). Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan nilai rata-rata dan nilai tengah, tingkat risiko seluruh pajanan partikulat (TSP, PM10, PM2.5) menunjukkan nilai RQ 1 atau dinyatakan aman. Berdasarkan hasil perhitungan setiap responden, terdapat 2 responden berisiko terhadap pajanan PM10 dan PM2.5. Pengelolaan risiko yang dapat dilakukan adalah menurunkan konsentrasi partikulat hingga batas aman, salah satunya dengan mengembangkan substitusi bahan bakar dengan yang lebih ramah lingkungan dan menggunakan sumber tenaga alternatif rendah polusi seperti tenaga listrik.
Outdoor air pollution has become one of the greatest environmental risks to health. Street vendors are considered to be the population at risk because they work long hours and are constantly exposed to air pollution. This study aims to estimate the health risks due to exposure to particulate risk agents, namely Total Suspended Particulate (TSP), PM10, and PM2.5 to street vendors in Glodok Urban Village, West Jakarta. The study used an Environmental Health Risk Analysis (EHRA) approach using primary data with a sample of 65 street vendors. Based on the measurement results, the concentration of TSP was 43 g/m3, PM10 was 25 g/m3, and PM2.5 was 16 g/m3. All particulate concentrations are still below the Indonesian quality standards, but PM2.5 has slightly exceeded the World Health Organization (WHO) quality standards. Based on the results of calculations using the average and median values, the risk level of all particulate exposures (TSP, PM10, PM2.5) shows an RQ1 or is declared safe. Based on the calculation results of each respondent, there are 2 respondents at risk of exposure to PM10 and PM2.5. Risk management that can be done is to reduce the concentration of particulates to a safe limit, one of them is by developing fuel substitution with more environmentally friendly and using alternative sources of low-pollution energy such as electric power.
Read More
S-11140
Depok : FKM-UI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lailatul Qomariyah; Pembimbing: Bambang Wispriyono; Penguji: Budi Hartono, Laila Fitria, Abdur Rahman, Sari Meliana
Abstrak: Partikulat (PM2.5), nitrogen dioksida (NO2), dan benzo(a)pyrene diketahui sebagai polutan yang sering ditemukan di udara dari sisa/hasil pembakaran bahan bakar kendaraan bermotor yang dapat mempengaruhi kualitas udara terutama pada populasi rentan seperti anak-anak dimana sebagian waktunya dihabsikan di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk adalah mengestimasi risiko pajanan partikulat (PM2.5), nitrogen dioksida (NO2), dan benzo(a)pyrene pada siswa di tiga sekolah dasar negeri Jakarta Barat. Penelitian ini menghasilkan konsentrasi PM2.5 terkecil dan terbesar di SDN Cengkareng Barat. Sedangkan konsentrasi NO2 terkecil di SDN Cengkareng Barat dan terbesar di SDN Cengkareng Timur. Sementara konsentrasi benzo(a)pyrene terkecil di SDN Cengkareng Barat dan terbesar di SDN Cengkareng Timur. Kesimpulan dari penelitian ini, risiko non karsinogen pajanan PM2.5, NO2, dan benzo(a)pyrene dari ketiga sekolah memiliki nilai RQ ≤ 1 atau dikatakan aman sedangkan risiko kesehatan karsinogenik pajanan benzo(a)pyrene memiliki nilai E > 4 yang berarti siswa di sekolah berisiko
Read More
T-5742
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ira Wardani; Pembimbing: I Made Djaja; Penguji: Ratna Djuwita, Heny Pusputa Rokhwani Affan
S-7798
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhamad Dhiwa Hidayat; Pembimbing: Budi Hartono; Penguji: Zakianis, Ainun Yakin
Abstrak:
Pajanan agen kimia yang digunakan dalam proses produksi berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan bagi para pekerja yang berinteraksi dengan agen-agen kimia yang salah satunya adalah cat. Berdasarkan data hasil penelitian di Padang, Sumatera Barat diketahui terdapat cemaran logam berat Kadmium (Cd) di udara bengkel yang melakukan proses pengecatan. Sementara itu, hasil penelitian Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan lain di Semarang dan Palembang, diketahui terdapat Sebagian populasi pekerja bengkel yang melakukan proses pengecatan dikategorikan berisiko (RQ>1) terhadap pajanan logam berat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat risiko kesehatan non-karsinogenik dan karsinogenik pada populasi pekerja bengkel produksi perusahaan X dari proses pengecatan yang dilakukan di bengkel produksi perusahaan tersebut. Desain studi yang digunakan pada penelitian ini adalah Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan dengan pendekatan desktop study. Nilai konsentrasi yang digunakan dalam analisis risiko kesehatan lingkungan ini didasarkan pada hasil penelitian di bengkel yang melakukan proses pengecatan di Padang, Sumatera Barat. Hasil Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan yang dilakukan kepada 25 responden pekerja bengkel produksi perusahaan X menunjukkan tidak terdapat adanya risiko kesehatan baik secara non-karsinognik (RQ<1) maupun karsinogenik (ECR<0,0001), juga secara berkelompok maupun secara individu masing-masing pekerja bengkel produksi. Meskipun tidak ditemukan adanya tingkat risiko kesehatan yang berisiko, pekerja tetap dianjurkan untuk tetap menggunakan APD untuk mencegah risiko lain yang tidak dihitung dalam penelitian ARKL ini.

Exposure to chemical hazard used in production activity has posed some health risks to workers working with chemical such as paint. previous study conducted in painting workshop in Padang has found that contamination of Cadmium heavy metal are present on the workshop air. Environmental health risk assessment study conducted in Painting workshops in Semarang and Palembang shows that some of the workers of the painting workshop were categorized at risks of health problems posed by the exposure of Cadmium from painting process (RQ>1). This research aims to assess both non-carcinogenic and carcinogenic environmental health risk levels of the workers of X Company from Cadmium exposure from painting processes of production activity. This research was done with Environmental Health Risk Assessment method with desktop study approach. Concentration value used in this research was based on previous findings of Cadmium pollution in painting workshop air in Padang. The result shows that health risks of both non-carcinogenic and carcinogenic were categorized as “not at risk” for the workers of production workshop of X Company (RQ<1, ECR<0,0001). Even though the workers of X company with certain anthropometric and activity value were not at risk of health problem from the exposure of cadmium at the levels used in this research, workers still needs to use PPE to protect themselves from another hazard that was not included in this research.
Read More
S-11272
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive