Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 37088 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Benhard Nataniel Tumanggor; Pembimbing: Ema Hermawati; Penguji: Dewi Susanna, Rita
S-10192
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rika Raniya; Pembimbing: Ema Hermawati; Penguji: Budi Haryanto, Windi
Abstrak: Polutan utama dari kegiatan pembakaran batubara salah satunya SO2. Sulfur dioksidia menyebabkan iritasi, batuk refleks, menyebabkan penyakit pernafasan dan gangguan daya tahan paru-paru. Penelitian ini bertujuan menganalisis pajanan SO2 di lingkungan sekitar pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Suralaya yaitu pada desa Lebak Gede, Cipala Dua, Brigil, Gunung Gede, Salira Indah, dan Sumuranja dan risiko gangguan pernafasannya pada masyarakat sekitar. Penelitian ini bersifat deskriptif, dengan pendekatan cross sectional. Sampel responden diambil secara purposive sampling berdasarkan titik pengukuran udara pada setiap desa yaitu 35 orang di setiap desa. Penelitian ini dilakukan dengan metode Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL) yang menggunakan nilai Rfc SO2 (0,026 mg/kg/hari), dan selanjutnya dihubungkan secara cross sectional untuk menghubungkan tingkat risiko dengan kejadian gangguan pernafasan di sekitar PLTU. Hasil ARKL menunjukkan bahwa tingkat risiko di lingkungan sekitar PLTU Suralaya yaitu pada desa Lebak Gede, Cipala Dua, Brigil, Gunung Gede, Salira Indah, dan Sumuranja masih tergolong aman karena memiliki nilai RQ dibawah 1 dalam kurun waktu lebih dari 30 tahun. Hasil analisis cross sectional menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara tingkat risiko kesehatan akibat pajanan SO2 dengan kejadian gangguan saluran pernafasan pada masyarakat di sekitar PLTU karena memiliki nilai-p yang lebih besar dari alfa.
Read More
S-10191
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fata Islamy; Pembimbing: Bambang Wispriyono; Penguji: Budi Hartono, Abdul Rahman
Abstrak: Depok dengan karakteristik tanah yang berasal dari pelapukan bahan organik dan mineralmenyebabkan sumber air tanah yang dijadikan bahan baku air minum penduduk KotaDepok dapat tercemar oleh logam berat seperti mangan dan kromium heksavalen.Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menghitung besar risiko kesehatan akibat pajananmangan dan kromium heksavalen melalui air minum. Terdapat 75 responden individudewasa yang berasal dari kecamatan Bojongsari, Cipayung, dan Sawangan diambildatanya untuk mengetahui antropometri dan pola asupan air minum sebagai faktorpajanan. Konsentrasi mangan dan kromium heksavalen diambil dari sampel air tanahyang diuji pada Survei Kebersihan dan Kesehatan Lingkungan Kota Depok tahun 2019.Setelah dilakukan perhitungan analisis risiko, tingkat risiko mangan pada konsentrasirata-rata untuk pajanan realtime (RQ= 0,27) dan lifespan (RQ= 0,35) serta kromiumheksavalen pada semua kategori dan skema (RQ = 0,36; 0,62; 0,47; 0,81) dinyatakanaman atau tidak berisiko (RQ ≤ 1). Sedangkan tingkat risiko pajanan pajanan mangandengan skema konsentrasi maksimal pada pajanan realtime (RQ= 1,3) dan lifespan (RQ=1,7) dinyatakan tidak aman atau berisiko (RQ > 1) untuk penduduk dewasa Kota Depok.Kata kunci: mangan, kromium heksavalen, analisis risiko, air minum, air tanah.
Read More
S-10239
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Alvia Hamastia Rachman; Pembimbing: Ema Hermawati; Penguji: Budi Hartono, Satria Pratama
S-9671
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rismarini; Promotor: Budi Haryanto; Kopromotor: Ratna Djuwita, Hartono Gunadi; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Puji Lestari, Muhyatun, Laila Fitria
Abstrak: Anak-anak yang tinggal di kawasan penambangan rentan terhadap paparan timbal. Diperkirakan terdapat 1 dari 3 anak atau mencapai sekitar 800 juta anak di seluruh dunia memiliki kadar timbal darah pada kisaran 5 mikrogram per desiliter (µg/dL) atau lebih. Paparan timbal pada anak menyebabkan kerusakan sistem saraf pusat dan penurunan IQ. Metode pada penelitian ini bersifat kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan di Kecamatan Muntok dan Simpang Teritip. Populasi penelitian ini adalah seluruh anak usia 2 - 9 tahun beserta ibunya yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Besar sampel penelitian adalah 190 pasangan ibu dan anak. Pengumpulan data dimulai dengan pendataan identitas responden, pengukuran tinggi badan dan lingkar kepala anak, penilaian intelligence quotient (IQ) dan pengisian kuesioner rumah tangga, FFQ (Food Frequency Quessionaire), formulir food recall 24 hours dan HOME Short Form oleh ibu responden.Terakhir, darah vena anak didonorkan untuk dianalisis kadar timbal darah dan hemoglobinnya. Temuan studi menunjukkan bahwa prevalensi anak dengan kadar timbal darah > 5 µg/dL dan IQ rendah masing-masing 57,9% dan 56,3%. Dalam analisis multivariat, kadar timbal darah secara signifikan berhubungan dengan IQ rendah pada anak (p = 0,044), di mana anak dengan kadar timbal darah > 5,5 µg/dL berisiko 1,6 kali untuk memiliki IQ rendah dibandingkan dengan anak dengan kadar timbal darah < 5,5 µg/dL setelah dikontrol oleh variabel kadar hemoglobin, lingkar kepala, pendidikan ibu dan stimulasi
Read More
D-456
Depok : FKM-UI, 2022
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tris Eryando; Promotor: Ascobat Gani; Ko-Promotor: Kemal Nazaruddin Siregar; Penguji: Hasbullah Thabrany, Sugeng Rahardjo, Agus Suwandono, Mardiati Nadjib, Sudijanto Kamso
D-202
Depok : FKM-UI, 2007
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Chaerin Nabila Fitriyah; Pembimbing: Asri C. Adisasmita; Penguji: Syahrizal Syarif, Trisari Anggondowati
S-10406
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ivo Urwah; Pembimbing: Indang Trihandini; Penguji: Martya Rahmaniati, Milwiyandia
Abstrak: Kasus penyebab kematian bayi dan anak balita di Indonesia masih tinggi dan menjadi permasalahan kesehatan disetiap kawasan provinsi, sehingga berdampak pada tingkat pembangunan kesehatan dan kualitas hidup masyarakat yang rendah. Penelitian ini dengan pendekatan longitudinal untuk mengidentifikasi secara retrospektif hasil kematian dan penyebab kematian kelompok bayi dan anak balita menggunakan data laporan Feedback kesehatan keluarga Kemenkes RI tahun 2016-2018. Analisis univariat untuk mengetahui proporsi penyebab kematian, dan analisis bivariat untuk menilai perubahan kecenderungan penurunan dalam proporsi penyebab kematian berdasarkan kelompok kawasan tahun 2016-2018 menggunakan Chi Square for Trend dalam fungsi statcalc dari EpiInfo. Hasil analisis menunjukkan kasus kematian anak terbanyak di 34 provinsi Indonesia yaitu kematian masa neonatal yang terjadi pada usia 0-6 hari (masa neonatal dini). Kematian kelompok bayi dan anak balita terlihat bahwa kawasan I, II, III mengalami penurunan, sedangkan peningkatan terjadi pada kawasan IV dan kawasan V. Kawasan II,III, IV dan V masih menjadi permasalahan dalam menurunkan penyebab kematian kelompok bayi (asfiksia, BBLR, sepsis, kelainan kongenital, tetanus, pneumonia, diare, malaria, dan kelainan saluran cerna) dari tahun 2016 hingga 2018. Sedangkan, kawasan yang menjadi permasalahan dalam menurunkan penyebab kematian anak balita (diare, pneumonia, malaria, campak) yaitu kawasan V. Penelitian ini menyoroti perlunya adanya upaya komprehensif dengan kolaborasi multisektoral, peningkatan pelayanan kesehatan untuk mengurangi penyebab kematian bayi dan anak balita di Indonesia.
Read More
S-10214
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wachyu Sulistiadi; Promotor: Purnawan Junadi; Ko Promotor: Anhari Achadi, Ronnie Rivany; Penguji: Budi Hidayat, Dumilah Ayuningtyas, Surya Ede Darmawan, Soewarta Kosen, Kodrat Pramudho
D-304
Depok : FKM-UI, 2014
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Laksita Ri Hastiti; Promotor: Doni Hikmat Ramdhan; Kopromotor: Laila Fitria, Mila Tejamaya; Penguji: Sjahrul Meizar Nasri, L. Meily Kurniawidjaja, Iting Shofwati, Sudi Astono, Heny D. Mayawati
Abstrak:
Gangguan fungsi ginjal akibat tekanan panas (heat stress) merupakan risiko signifikan bagi pekerja konstruksi yang terpajan panas ekstrem. Pilot studi kuasi eksperimental ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intervensi hidrasi pada dampak tekanan panas dan risiko gangguan fungsi ginjal pada pekerja konstruksi. Pengambilan sampel purposive dilakukan untuk mengukur faktor risiko (lingkungan, pekerjaan, individu), dampak tekanan panas dan biomarker fungsi ginjal (SCr, LFG, BUN) pada tahap pra dan pascaintervensi. 46 responden terbagi dalam 4 kelompok, yaitu Kontrol, Intervensi 1 (intervensi rehidrasi), Intervensi 2 (intervensi prehidrasi dan rehidrasi), dan Intervensi 3 (intervensi rehidrasi dan elektrolit). Analisis data dilakukan dengan paired t-test, MANOVA, Difference in Differences, dan GLM Repeated Measure. Temuan utama menunjukkan intervensi hidrasi berdampak positif dan konsisten meningkatkan fungsi ginjal, ditunjukkan melalui penurunan kadar SCr dan BUN serta peningkatan LFG (Pillai’s Trace=0,528, F=2.98, p-value=0.003). Efek intervensi menunjukkan 31% perubahan kadar SCr dan LFG, serta 30% perubahan BUN dipengaruhi oleh perbedaan intervensi pada setiap kelompok. Terdapat perbedaan signifikan perubahan tekanan sistolik pagi – siang di antara kelompok intervensi pada kombinasi indikator tekanan panas (Pillai’s Trace=1.055, F=1.677, p-value = 0.026), 27% perubahannya dipengaruhi oleh perbedaan intervensi pada setiap kelompok. Dampak intervensi hidrasi pada perbaikan fungsi ginjal dan tekanan panas terlihat lebih kuat dan bermanfaat pada Kelompok Intervensi 2 dan 3. Selain itu, usia memiliki hubungan yang signifikan dengan fungsi ginjal (Pillai’s Trace=0,724; F=20,139; p-value<0,001), kebiasaan berolahraga berinteraksi dengan fungsi ginjal dari praintervensi dan pascaintervensi (Pillai’s Trace=0,458; F=2,376; p-value=0,043). Perlu mengembangkan regulasi dan pedoman teknis intervensi hidrasi pada sektor konstruksi, pemantauan rutin pajanan panas dan dampaknya, perlunya skrining fungsi ginjal pada pekerja lanjut usia, pentingnya aktivitas fisik dan kebiasaan hidup sehat di luar jam kerja sebagai bagian dari upaya pencegahan gangguan fungsi ginjal, serta  perlu melakukan studi lanjutan dengan besar sampel yang lebih banyak.

Kidney dysfunction due to heat stress is a significant risk for construction workers exposed to extremely hot working environments. This quasi-experimental pilot study aimed to analyze the effect of hydration intervention on the impact of heat stress and the risk of kidney dysfunction in construction workers. Purposive sampling was conducted to measure risk factors (environmental, occupational, individual), the impact of heat stress, and biomarkers of kidney function (SCr, GFR, BUN) at the pre- and post-intervention stages. Forty-six respondents were divided into four groups: Control, Intervention 1 (rehydration intervention), Intervention 2 (prehydration and rehydration intervention), and Intervention 3 (rehydration and electrolyte intervention). Data analysis was performed using paired t-test, MANOVA, Difference in Differences, and GLM Repeated Measure. The main findings showed that the hydration intervention had a positive and consistent impact on improving kidney function, indicated by decreased SCr and BUN levels and increased GFR (Pillai's Trace=0.528, F=2.98, p-value=0.003). The intervention effect showed a 31% change in SCr and LFG levels, and a 30% change in BUN influenced by the difference in intervention in each group. There was a significant difference in changes in morning - afternoon systolic pressure between the intervention groups on the combination of heat stress indicators (Pillai's Trace = 1.055, F = 1.677, p-value = 0.026), 27% of the change was influenced by the difference in intervention in each group. The impact of hydration intervention on improving kidney function and heat stress appeared stronger and more beneficial in Intervention Groups 2 and 3. In addition, age had a significant relationship with kidney function (Pillai's Trace = 0.724; F = 20.139; p-value <0.001), exercise habits interacted with kidney function from pre-intervention and post-intervention (Pillai's Trace = 0.458; F = 2.376; p-value = 0.043). There is a need to develop regulations and technical guidelines for hydration interventions in the construction sector, routine monitoring of heat exposure and its impacts, the need for kidney function screening in elderly workers, the importance of physical activity and healthy lifestyle habits outside of work hours as part of efforts to prevent kidney function disorders, and the need to conduct further studies with a larger sample size.
Read More
D-612
Depok : FKM-UI, 2026
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive