Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 27488 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Utami Susilowati; Pembimbing: Bambang Sutrisna, Maruhum Bonar H. Marbun; Penguji: Yovsyah, Pringgodigdo Nugroho
Abstrak: Latar Belakang Transplantasi ginjal telah menjadi pilihan utama terapi bagi pasien dengan penyakit ginjal tahap akhir, baik yang berasal dari donor hidup maupun donor jenazah. Transplantasi ginjal memiliki risiko yang lebih rendah baik untuk mortalitas maupun kejadian kardiovaskular, serta memiliki kualitas hidup yang lebih baik dibandingkan pasien yang menjalani dialisis kronis, baik hemodialisis maupun dialisis peritoneal. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kesintasan transplantasi ginjal di RSUPN Ciptomangunkusumo tahun 2010-2017. Metode Penelitian Desain penelitian ini adalah kohort retrospekstif menggunakan data rekam medis pasien transplantasi ginjal. Sampel penelitian adalah resipien transplantasi ginjal ≥ 18 tahun di di RSUPN Ciptomangunkusumo tahun 2010-2017, yaitu sebanyak 548 pasien. Hasil penelitian probabilitas kesintasan resipien transplantasi ginjal selama pengamatan 5 tahun adalah 84,1% Hasil analisis dengan regresi cox menunjukkan bahwa resipien dengan donor yang berusia ≥ 40 tahun lebih cepat 1,487 kali untuk meninggal dibandingkan resipien dengan donor yang berusia < 40 tahun, resipien yang berusia ≥ 45 tahun lebih cepat 2,356 kali untuk meninggal dibandingkan pasien yang berusia 1 lebih cepat 2,861 kali untuk meninggal dibandingkan pasien yang skor charlson ≤ 1, resipien yang memiliki DM lebih cepat 2,947 kali untuk meninggal dibandingkan dengan yang tidak DM. Simpulan Kesintasan lima tahun di Indonesia cukup baik. Insiden kematian relatif tinggi, menyebabkan penurunan kelangsungan hidup pasien lima tahun. Namun, hasil keseluruhan masih sebanding dengan negara-negara berkembang lainnya
Read More
T-5568
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rubita Rahmarianti; Pembimbing: Krisnawati Bantas; Penguji: Dwi Gayatri, Martin Rumende
Abstrak: Salah satu komplikasi mikroangiopati dari penyakit DM dan merupakan penyebab kematian terpenting pada penderita DM adalah Nefropati Diabetik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kejadian Gangguan Ginjal pada penderita DM serta faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian tersebut di RSCM tahun 2012. Penelitian ini dilakukan pada penderita DM yang berobat baik di rawat jalan (Poli DM) maupun rawat inap dengan menggunakan desain cross sectional. Sampel penelitian terdiri dari 255 pasien DM yang terpilih seara random sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebanyak 34,9% sampel mengalami Gangguan Ginjal. Hasil dari analisis chi square menunjukan bahwa terdapat hubungan antara jenis kelamin dan lama menderita DM dengan kejadian Gangguan Ginjal.
 

One of the microangiopathic complications and the most important cause of death in people with diabetes is Diabetic Nephropathy. The purpose of this study was to describe the incidence of renal disorders in patients with diabetes and the factors that influence the event at the RSCM in 2012. The study was conducted in patients with DM were treated well in the outpatient (Poly DM) and hospitalizations using cross-sectional design. The research sample consisted of 255 patients who elected seara DM random sampling. The results showed that as many as 34.9% of the sample had Kidney Disorders. Results of chi-square analysis showed that there is a relationship between sex and the incidence of long- suffering DM Kidney Disorders.
Read More
S-7652
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Nadia; Pembimbing: Tri Yunis Miko; Penguji: Sudarto Ronoatmodjo, lukman Hakim Tarigan, Andon Hestiantoro
Abstrak:

Latar belakang : Infertilitas masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, hal ini terkait dengan kompleksnya masalah dan akibat yang ditimbulkan pada pasutri yang mengalami infertilitas. Pada saat ini berbagai teknologi dikembangkan untuk pengobatan infertilitas, dimana salah satunya adalah fertilisasi in vitro. Mahalnya biaya dan resiko keberhasilan yang rendah serta terbatasnya data epidemiologi tentang keberhasilan fertilisasi in vitro di Indonesia membuat hal ini menarik untuk diteliti. Tujuan : Mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keberhasilan (riwayat kehami1an sebelumnya, lamanya infertil, lamanya perkawinan, usia isteri, cadangan sel telur, obesitas, riwayat endometriosis, kebiasaan merokok pada isteri, infertilitas suami dan teknik ICSI) kehamilan pasangan infertilitas yang melakukan fertilisasi in vitro di klinik Yasmin, RSUPN Cipto Mangunkusumo pada tahun 2006-2008. Desain Penelitian : Desain penelitian yang digunakan adalah kohort retrospektif, dengan jumlah sampel sebanyak 129 pasangan yang melakukan fertilisasi in vitro tahun 2006-2008 di klinik Yasmin, RSUPN Cipto Mangunkusumo. Dalam melakukan analisa data digunakan metode analisis kesintasan. Hasil dan Diskusi : Angka Keberhasilan fertilisasi in vitro pada pasangan infertilitas yang mengikuti program fertilisasi in vitro di Klinik Yasmin RSUPN Cipto Mangunkusumo pada tahun 2006-2007 adalah sebesar 25,58% dengan angka insidens 6/1000 fertilisasi in vitro. Keseluruhan probabilitas keberhasilan pasangan infertilitas yang mengikuti program fertilisasi in vitro di kIinik Yasmin RSUPN Cipto Mangunkusumo adalab 16,99% (42 hari), 41,32% (56 hari), 74,78% (91 hari) dan 87,39% (127 hari) dengan median survival pada hari ke 66. Pada analisa multivariat dengan menggunakan stratified cox model didapatkan adanya riwayat kehamilan sebelumnya secara bermakna memiliki resiko keberhasilan kehamilan lebih tinggi sebesar 2,13 kaH dibandingkan dengan wanita yang tidak memiliki riwayat kehamilan sebelumnya (HR- 2.13 CI 1-4,5). Kesimpulan dan saran: Masih rendahnya keberhasilan fertilisasi in vitro di klinik Yasmin, RSUPN Cipto Mangunkusumo. Faktor yang berpengaruh pada keberhasilan fertilisasi in vitro adalah adanya riwayat kehamilan sebelumnya. Dengan kata lain infertilitas sekunder memiliki keberhasilan kehamilan lebih baik daripada infertilitas primer. Keseluruhan probabilitas keberhasilan pasangan infertilitas yang mengikuti program fertilisasi in vitro di klinik Yasmin RSUPN Cipto Mangunkusumo tahun 2006-2008 adalah 16,99% (42 hari), 74,78% (91 hari) dan 87,39% (127 hari) dengan median survival pada hari ke 66. Untuk semakin meningkatkan angka keberhasilan fertilisasi in vitro perIu adanya perbaikan kualitas pengobatan fertilisasi in vitro melalui standarisasi rekam medis, peningkatan kemampuan SDM, peralatan, teknik dan standard penatalaksanaan.


Background: The infertility is still public health problem since the impact of infertility involve many factors and more complex. Currently new technology are developed to treat the infertility problem including in vitro fertilization. However, high cost with low success rate and limited evidenced in epidemiology study on the in vitro fertilization treatment is interesting to be discussed further. ObJective: This study was undertaken to assess the influence factors (specifically on age, history of previous pregnancy, duration of infertile, duration of marriage, obesity, endometriosis, smoking, male infertility, ovarian reserved, ICSI technique) from infertile couples who underwent in vitro fertilization treatment in Yasmin clinic, Cipto Mangunlrusumo Hospital in 2006-2008. Design: Retrospective cohort was performed in this study. Clinical pregnancy after IVF treatment were assessed and 129 eligible infertile couples were followed retrospectively. Survival analysis was perfonned to estimate the cumulative probability of pregnancy. Stratified cox regression was used for assessing the effects of factors influencing the pregnancy rate. Result : During 2006-2008 the pregnancy rate was 25.58% with the incidence rate 6/1000 in vitro fertilization. Probability survival of on going pregnancy infertile couples undergoing IVF was 16.99% (day 42), 41.32% (day 56), 74.78% (day 91) dan 87.39% (day 127) with median survival was on day 66. Infertile couples with history of previous pregnancy had a significantly higher on survival ongoing pregnancy rate than infertile couples with no previous pregnancy with multivariate Hazard ratio ( HR) of 2.13 (HR=2.13 CI 1.00-4.5). Conclusion: The clinical pregnancy rate during 2006-2008 found in Yasmin Clinic, Cipto Mangunkusumo Hospital still low. The most influenced factors on survival clinical pregnancy is infertile couples with history of previous pregnancy. It is necessary to improve the in vitro fertilization treatment in order to achieve higher probability of ongoing pregnancy rate by improvement of human capacity, techniques required, improvement in medical records, equipments and standard of operating procedures.

Read More
T-3026
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yanti Diastiningsih; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Renti Mahkota, Yeni Dwi Lestari
Abstrak:
Latar belakang: Data global, terdapat 2,2 milyar penduduk di seluruh dunia memiliki gangguan penglihatan jauh dan dekat. Setengah dari kasus atau sekitar 1 milyar memiliki gangguan penglihatan yang dapat dicegah atau belum ditangani, dan berpotensi kejadian low vision. Seorang dengan low vision berakibat kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari dan dapat mempengaruhi kualitas hidup seperti putus sekolah, dan kehilangan pekerjaan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian low vision di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta. Metode: Desain studi yang digunakan adalah desain studi potong lintang (cross sectional). Data yang digunakan adalah data sekunder berasal dari rekam medis. Sampel penelitian ini adalah 281 responden pasien kontrol rawat jalan Poli Anugerah IPKMT RSCM Kirana. Hasil: Proporsi kejadian low vision di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo adalah sebesar 16,8%. Adanya hubungan signifikan secara statistik dengan kejadian low vision pada faktor klinik yaitu katarak nilai-p=<0,001dan PR=6,03 (95%CI;2,21 ? 16,5) dan retinopati diabetik dengan nilai-p=0,005 dan PR=3,20 (95%CI;1,69 ? 6,06). Kesimpulan: Katarak dan retinopati diabetik memiliki hubungan secara signifikan dengan kejadian low vision. Meningkatkan pelayanan kesehatan mata dan deteksi dini diharapkan dapat mencegah gangguan penglihatan yang berakibat low vision.

Background: Global data reported that 2.2 billion of worldwide population suffer from far and near vision impairment. Half of the cases, or approximately 1 billion people, exhibits the visual impairment which can be prevented but has not been addressed, leading to the occurrence of low vision. A person with a low vision would be susceptible to the risk of the difficulty in performing their daily activity and affects their quality of life such as school dropout and loosing their job. Objective: This study aims to determine the factors associated of low vision incidence in RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta. Method: This study performs a cross sectional study design, using secondary data obtained from medical records. As many as 281 respondents were collected from outpatient control in Poliklinik Anugerah IPKMT RSCM Kirana. Results: The propotion of low vision incidence in RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo was estimated 16.8%. There is a statistically significant relationship with the incidence of low vision between clinical factor, i.e. cataract with p-value=<0,001 and PR=6,03(95%CI;2,21 ? 16,5) and diabetic retinopathy with p-value=0,005 and PR=3,20 (95%CI;1,69 ? 6,06). Conclusion: Cataract and diabetic retinopathy were identified to have a significant relationship with the incidence of low vision. Improving eye health services and early detection is expected to prevent visual impairment which result in low vision.
Read More
S-11185
Depok : FKMUI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Megawati; Pembimbing: Bambang Sutrisna; Penguji: Sonar Soni Panigoro, Yovsyah; Aries Hamzah
Abstrak:

ABSTRAK Nama : Megawati Program Studi : Epidemiologi Judul : Kesintasan Pasien Kanker Payudara Berdasarkan Keterlambatan Pengobatan di Rumah Sakit Umum Cipto Mangunkusumo Pembimbing : Prof. Dr. dr. Bambang Sutrisna, MHSc (Epidemiology) Abstrak Kanker payudara masih mendominasi penyakit kanker pada wanita di dunia termasuk di Indonesia. Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo sebagai rumah sakit rujukan nasional dengan jumlah kasus terus meningkat setiap tahunnya. Sebagian besar kasus ditemukan pada stadium lanjut dan mengalami keterlambatan pengobatan lebih dari 60 hari setelah didiagnosis. Keterlambatan pengobatan diduga berpengaruh terhadap kesintasan pasien kanker payudara. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk menilai hubungan keterlambatan pengobatan dengan kesintasan pasien kanker payudara di RSCM. Desain studi penelitian adalah kohort retrospektif dengan mengamati 584 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Pengamatan dilakukan mulai dari 1 Januari 2011 sampai Desember 2017. Data dianalisis secara univariat, bivariat dengan uji logrank, dan multivariat dengan cox regresi. Hasil penelitian menunjukkan dari 584 pasien yang  dianalisis ditemukan besarnya risiko terjadinya kematian sebesar 1,27 kali lebih cepat pada pasien yang mengalami keterlambatan pengobatan lebih dari 60 hari dibandingkan dengan pasien yang mendapatkan pengobatan kurang dari 60 hari (HR=1,27; 95%CI;0,99 – 1,64)  setelah dikontrol stadium klinis, status pernikahan, dan status hormon reseptor estrogen. Perbedaan kesintasan antara pasien yang terlambat lebih dari 60 hari setelah didiagnosis adalah sebesar 7% pada tahun kelima. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa keterlambatan pengobatan lebih dari 60 hari setelah didiagnosis mempengaruhi kesintasan pasien kanker payudara sehingga pentingnya edukasi kepada pasien dan keluarga untuk tidak menunda pengobatan setelah didiagnosis. Kata kunci: keterlambatan pengobatan; kesintasan; kanker payudara


ABSTRACT Name : Megawati Study Program : Epidemiologi Title : Survival of Breast Cancer based on Delay treatment at Cipto Mangunkusumo Hospital Counsellor : Prof. Dr. dr. Bambang Sutrisna, MHSc (Epidemiology) Breast cancer still dominates cancer in women in the world including in Indonesia. Cipto Mangunkusumo Hospital as a national referral hospital with the number of cases continues to increase every year. Most of the cases were found at an advanced stage and experienced treatment delays more than 60 days after diagnosis. Treatment delays are thought to affect the survival of breast cancer patients. Therefore, this study was conducted to assess the relationship of delayed treatment with survival of breast cancer patients at RSCM. The study design was a retrospective cohort by observing 584 patients who met the inclusion criteria. Observations were done from 1 January 2011 to December 2017. Data were analyzed univariat, bivariate with logrank test, and multivariate with cox regression. The results of the study showed that the 584 patients analyzed found that the risk of death was 1.27 times faster in patients who experienced treatment delay more than 60 days compared with patients who received treatment less than 60 days (HR = 1.27; 95% CI; 0,99 - 1.92) after controlled marital status, hormone receptor estrogen, and clinical stage. The difference in survival between their patients who were late more than 60 days after the diagnosis was 7% in the fifth year. Based on this research, it can be concluded that the delay of treatment influences survival of breast cancer patients so that the importance of education to the patient and family to immediately perform treatment after diagnosis. Keywords : Delay treatment; Survival; Breast Cancer

Read More
T-5134
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Holy Sarah; Pembimbing: Helda; Penguji: Sudarto Ronoatmodjo, Nur Rasyid
Abstrak:
Transplantasi ginjal merupakan pilihan terapi utama bagi pasien dengan penyakit ginjal tahap akhir karena memberikan angka harapan hidup dan kualitas hidup yang lebih baik dibandingkan dengan dialisis. Keberhasilan prosedur ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti karakteristik donor dan resipien, faktor imunologis, serta penatalaksanaan pra-, peri-, dan pasca-operatif. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam menentukan kelangsungan hidup pasien pasca-transplantasi adalah hubungan kekerabatan antara donor dan resipien. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh hubungan donor dan resipien terhadap kelangsungan hidup pasien transplantasi ginjal di RS Siloam Asri selama periode 2017–2024, dengan mempertimbangkan berbagai faktor kovariat. Penelitian ini menggunakan desain kohort retrospektif dengan analisis kelangsungan hidup berdasarkan data rekam medis 411 pasien. Dari jumlah tersebut, 398 pasien memenuhi kriteria inklusi, dengan 40 pasien mengalami kematian atau kegagalan cangkok. Probabilitas kelangsungan hidup kumulatif pada tahun pertama, ketiga, dan kelima masing-masing sebesar 95,51%, 90,87%, dan 83,23%. Meskipun resipien dari donor tanpa hubungan darah memiliki risiko kematian atau kegagalan cangkok lebih tinggi (HR 3,09; 95% CI 0,42–22,64), hasil tersebut tidak signifikan secara statistik (p=0,267). Kesimpulan menunjukkan bahwa tidak ditemukan pengaruh yang bermakna secara statistik antara hubungan antara resipien dan donor terhadap kelangsungan hidup pasien transplantasi ginjal. Namun, terdapat kecenderungan bahwa resipien dari donor tanpa hubungan darah memiliki risiko kematian atau kegagalan cangkok yang lebih tinggi.

Kidney transplantation is the primary treatment option for patients with end-stage renal disease, as it offers better survival rates and quality of life compared to dialysis. The success of this procedure is influenced by various factors, including donor and recipient characteristics, immunological factors, and pre-, peri-, and post-operative management. One factor suspected to influence post-transplant patient survival is the relationship between recipient and donor. This study aims to evaluate the effect of recipient-donor relationship on the survival of kidney transplant patients at Siloam Asri Hospital during the period 2017–2024, while accounting for several covariates. A retrospective cohort design was used, with survival analysis based on medical record data from 411 patients. Of these, 398 patients met the inclusion criteria, and 40 experienced either death or graft failure. The cumulative survival probabilities at one, three, and five years were 95.51%, 90.87%, and 83.23%, respectively. Although recipients of kidneys from unrelated living donors had a higher risk of death or graft failure (HR 3.09; 95% CI 0.42–22.64), this difference was not statistically significant (p=0.267).The findings suggest no statistically significant association between the recipient-donor relationship and post-transplant patient survival. However, there appears to be a tendency for recipients of unrelated donors to have a higher risk of mortality or graft failure.
Read More
T-7340
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mandala Noras; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Renti Mahkota, Yovsyah, Sumarsinah
Abstrak:

Latar Belakang Menurut WHO diseluruh dunia ada sekitar 10 jula kasus bam kanker dengan lebih dan 6 juta kematian setiap tahunnya. Angka tersebut meningkat bila dibandingkan dengan dua dekade yang sebeiumnya, dimana dilaporkan 6 juta kasus kanker baru dengan jumlah kematian 4 juta orang (WHO, 2002). Di Indonesia kecenderungan peningkatan jumlah kasus dan kematian karena kanker juga meningkat, dari hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) 1992 kanker merupakan penyebab kematian dengan urutan ke 9 dari 10 penyebab kematian utama yang ada dan pada hasil SKRT 2002 dilaporkan kanker menempati urutan ke 5 sebagai penyebab kematian (Depkes. 2002). Tujuan: Penelitian ini bermjuan untuk mengetahui faktor~faktor yang berhubungan dengan terjadinya kematian pasien ravwxt inap kanker payudara di RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta yang meninggal pada tahun 1999 sampai dengan 2005 Metode: Rancangan penelitian ini adalah studi kasus kontrol dengan jmnlah sampel keselumhan 201, jumlah sampel kasus 67 dan kontroi 134 (perbandingan I:2). Kasus adalah pasien rawat inap kanker payudara RSPN-CM yang meninggal dari tahun 1999- 2005 dan kontrol adalah pasien rawat inap kanker payudara RSPN-CM yang tidak meninggal dari tahun 1999-2004. Variabel penelitian adalah faktor prognosis tumor yang terdiri dari stadium, ukuran tumor, residiIQ metastase, faktor kelengkapan terapi, faktor prognosis penderita yang terdiri dari usia, jenis pembayaran dan jenis pekerjaan. Hasil: Pekerjaan pasien kanker payudara berhubungan bermakna secara statistisk OR 3,52 (95%CI 1,66-7,42). Faktor tumor stadium (OR=ll,98 95%CI:4,64-30,91) dan metastase (OR:8,44 95% CI3,l8-22,4) berhubungan dengan kematian pasien kanker payudara Kelengkapan pengobatan (OR:3,82 95%CI 1,57-9,25) berhubungan dengan kematian pasien kanker payudara. Kesimpulan: Dari penelitian ini dapat disarankan bagi wanita yang mempunyai resiko untuk mengalami kanker payudara agar melakukan perneriksaan dini dan bagi penderita kanker payudara untuk melakukan pengobatan selengkap mungkin. Penyuluhan tentang faktor resiko kanker payudara, pengobatan yang akan dilakukan, waktu yang diperlukan untuk pengobatan kanker payudara merupakan salah satu cara mengurangi resiko untuk terjadinya kematian pasien kanker payudara.


Background: WHO (2002) state that in the world there are I0 million cancer new cases and more than 6 million death every years. This incidence was increased than two decade before where was reported 6 million cancer new cases and death 4 million people. ln Indonesia cancer cases and death caused cancer increase. Based of health household survey (SKRT) 1992, cancer is caused death at 9"' from 10 primary caused death and at health household survey (SKRT) 2002 reported that cancer is at 5°? caused death (Dcpkes. 2002). The objective: The objective of this research to know the related factors to breast cancer patient death at Dr Cipto Mangunkustuno Hospital Jakarta years] 999-2005 Method: The design of this research is case control design with 20| total samples that consist of 67 cases and 134 controls (l:2). Cases is breast cancer patient at Dr Cipto Mangunkusumo Hospital Jakarta yearsl999~2005 that were death. And control is breast cancer patient at Dr Cipto Mangunkusumo Hospital Jakarta yearsl999-2005 that were life. The variable of this research are patient factors consist of age, kind of payment, and job. Tumor factors are stage, the size, residual, metastasis and completing therapy factor. Result: The job of breast cancer patient related to death significant statistically, OR 3,52 (95%Cl 1,66-7,-42). Tumor factors are stage (OR=l 1,98 95%Cl:4,64»30,9l) and metastasis (OR:8,44 95% CI3,l8-22,4) related to death of breast cancer patient The completely therapy (OR:3,82 95%CI 1,57-9,25) related to death of breast cancer patient. Conclusion: In this research the job status, tumor stage, metastasis and completly therapy related to breast cancer patient death. Women with risk factors to breast cancer that is suggested to early examination and to breast cancer patient suggested to completely therapy. The campaign of risk factors breast cancer, the therapy procedure and time for therapy are some ways to decrease breast cancer patient death.

Read More
T-2742
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Luthfiyyah Mutsla; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Renti Mahkota, Gandi Agusniadi
Abstrak: Adanya transisi epidemiologi menjadikan penyakit tidak menular menjadi masalah baru di dunia kesehatan. Kanker leher rahim merupakan salah satunya. Penelitian Globocan tahun 2008 mengungkapkan bahwa kanker leher rahim merupakan kanker kedua penyebab lebih dari 80% kematian pada perempuan yang hidup di negara-negara berkembang. Di Indonesia dilaporkan terdapat 15.000 kasus baru kanker leher rahim pada tiap tahunnya.
 
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran dan faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan kanker leher rahim di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta tahun 2012. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil data sekunder di bagian rekam medis RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta dengan desain studi kasus kontrol dan sampel sebanyak 100 orang masing-masing pada kelompok kasus dan kelompok kontrol.
 
Faktor-faktor yang diidentifikasi dapat meningkatkan risiko kanker leher rahim adalah umur, tingkat pendidikan, status pekerjaan, usia pertama kali berhubungan seksual, jumlah pasangan seksual, dan paritas. Diketahui bahwa faktor yang paling dominan mempengaruhi kejadian kanker leher rahim di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta tahun 2012 adalah paritas ≥3 anak (OR = 51,8; 95% CI: 14,53 - 184,67) dan berhubungan seksual pertama kali pada usia <16 tahun (OR = 40,91; 95% CI: 8,96 - 186,81).
 
Untuk mengurangi kejadian kanker leher rahim diharapkan bagi instansi terkait dapat lebih mengutamakan upaya pelayanan promotif dan preventif dengan meningkatkan cakupan pelayanan deteksi dini kanker leher rahim dan penyuluhan kesehatan mengenai kanker leher rahim yang lebih massal sehingga dapat mencapai semua lapisan masyarakat.
 

Transition of epidemiology has made a non-communicable diseases becoming the new health problems in the world. Cervical cancer is one of the problems. Globocan study in 2008 have shown that cervical cancer is the second most common cancer that leading causes more than 80% of deaths in women living in developing countries. In Indonesia there are 15.000 new cases of cervical cancer reported each year.
 
The purpose of this study is to know the prevalence of cervical cancer itself and risk factors that associated with cervical cancer in RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta, 2012. The research was conducted by taking secondary data on the medical record of RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta with case-control study and the sample size is 100 subjects in the case group and control group, respectively.
 
Factors that have been identified to increase the risk of cervical cancer are age, education level, employment status, age at first sexual intercourse, number of sexual partners, and parity. It is known that the most dominant factors that affecting the incidence of cervical cancer in RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta in 2012 are high parity (≥3) (OR = 51,8; 95% CI: 14,53 – 184,67) and first sexual intercourse at age <16 years (OR = 40,91; 95% CI: 8,96 - 186,81).
 
To reduce the incidence of cervical cancer the related agencies are expected to be more emphasis on promotive and preventive programs to improve the coverage of early detection of cervical cancer and health education about cervical cancer to be more mass so it can reach to all levels of society.
Read More
S-7823
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fetty Ismandari; Pembimbing: Helda; Penguji: Nasrin Kodim, Yovsyah, Virna Dwi Oktariana
Abstrak: Pendahuluan, Glaukoma merupakan penyebab kebutaan nomor dua di Indonesia, kebutaannya bersifat permanen dan seringkali gejala glaukoma tidak disadari oleh penderita. Proporsi pasien baru glaukoma yang datang ke RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) dalam kondisi telah buta cukup tinggi sehingga perlu diteliti faktor yang berhubungan dengan kondisi tersebut.
 
Metode Penelitian, cross sectional, dengan populasi seluruh pasien glaukoma primer di poliklinik penyakit mata RSCM yang datang pada Januari 2007 - Oktober 2009 dan dilakukan analisis dengan Cox?s Proportional Hazard Model untuk mendapatkan nilai Prevalence Ratio(PR) dan mendapatkan model persamaan akhir.
 
Hasil Penelitian, Didapatkan hubungan yang bermakna antara antara kebutaan pada pasien baru glaukoma primer di RSCM dengan tekanan intraokular (PR 1,01 95% CI 1,01-1,02), jenis glaukoma, pengobatan sebelumnya dan interaksi antara jenis glaukoma dan pengobatan sebelumnya (PR 2,09 95% CI 1,36-3,22 untuk sudut terbukayang pernah mendapat pengobatan sebelumnya; PR 1,72 95% CI 1,20-2,46 untuk sudut tertutup yang belum mendapat pengobatan; PR 1,79 untuk sudut tertutup yang pernah mendapat pengobatan; dibandingkan sudut terbuka yang belum mendapat pengobatan) serta pendidikan (PR 1,49 95% CI 1,06-2,08 untuk pendidikan rendah dan 1,37 95% CI 0,97-1,92 dibandingkan dengan pendidikan tinggi).
 
Kesimpulan, Variabel yang bermakna secara statistik atau substansi dan dimasukkan dalam model akhir adalah umur, jenis kelamin, tekanan intraokular, jenis glaukoma, adanya pengobatan sebelumnya, interaksi antara jenis glaukoma dan pengobatan sebelumnya, dan tingkat pendidikan. Umur dan jenis kelamin secara statistik tidak bermakna namun dimasukkan dalam model karena secara substansi bermakna.
 

Introduction, Glaucoma is the second largest cause of blindness in Indonesia. Blindness caused by glaucoma is irreversible and most of the patients are unaware of the symptoms. The proportion of blindness in new glaucoma patients at RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) in that period was high, so that, the factors related to the blindness need to be explored.
 
Methods, cross sectional study, the population were all of new primary glaucoma patients at RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo's Eye Clinic from January 2007 to October 2009, and used Cox's Proportional Hazard Model Analysis to calculate Prevalence Ratio (PR) and find final equation model.
 
Results, variables those statistically significant associated with blindness in new patient with primary glaucoma at RSCM were intraocular pressure (PR 1,01 95% CI 1,01-1,02), glaucoma type, treated patients, interaction between glaucoma type and treated patients (PR 2,09 95% CI 1,36-3,22 for POAG-treated patients; PR 1,72 95% CI 1,20-2,46 for PACG-untreated patients; PR 1,79 for PACG-treated patiens; compared with POAG-untreated patients), and education level (PR 1,49 95% CI 1,06-2,08 for low level education and 1,37 95% CI 0,97-1,92 for no answer compared with high level education).
 
Conclusions, variables those statistically or substantively significant and included in final model were age, sex, intraocular pressure, glaucoma type, treated patients, interaction between glaucoma type and treated, and education level. Age and sex were not statistical significant and were included in the model because of substantive significance.
Read More
T-3227
Depok : FKM-UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Uly a Qoulan Karima; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Renti Mahkota, Ns. Palestina Gultom
S-7891
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive