Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 32867 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Dela Fariha Fuadi; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Robiana Modjo, Baiduri Widanarko, Yuni Kuaminanti, Devi Partina Wardani
Abstrak: Perpustakaan merupakan tempat dimana buku biasanya dilindungi dan disimpan, kondisi ruangan dapat berdebu, lembab, dan tidak memiliki cahaya yang memadai serta mengandung endapan berbagai serangga dan mikroorganisme. Aktivitas kerja yang dilakukan oleh pegawai perpustakaan diantaranya bekerja menggunakan komputer dalam waktu yang cukup lama, pelestarian buku yang sudah tua dan rusak, dan pekerjaan kantor lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat risiko kesehatan kerja pada aktivitas pekerjaan pegawai perpustakaan Universitas Indonesia. Dengan menggunakan metode penelitian mixed methode (kualitatif-kuantitatif). Penilaian risiko dilakukan dengan menggunakan Matriks Risiko yang telah dikembangkan oleh Universitas Indonesia. Hasil dari penelitian ini mengidentifikasi terdapat 6 jenis bahaya kesehatan pada aktivitas kerja pegawai perpustakaan UI, diantaranya pencahayaan, temperatur, debu, jamur, ergonomi dan psikososial. Hasil analisis tingkat risiko menunjukan bahwa, pada seluruh aktivitas kerja pegawai perpustakaan UI memiliki risiko sangat tinggi untuk terkena gangguan muskuloskeletal, risiko tinggi terkena gangguan pernapasan karena debu dan iritasi tangan karena jamur pada aktivitas kerja preservasi, deseleksi dan layanan koleksi naskah. Pada aktivitas lainnya pajanan terhadap debu memiliki tingkat risiko menengah. Pajanan terhadap pencahayaan, ergonomi dan psikososial pada seluruh aktivitas memiliki tingkat risiko menengah. Tindakan pengendalian yang sudah ada mampu menurunkan tingkat risiko kesehatan kerja menjadi risiko menengah dan rendah
Read More
T-5606
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sekar Tina Amiaty Naro Putri; Pembimbing: Hendra; Penguji: Dadan Erwandi, Yuni Kusminanty
S-5897
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Irfan Nurhidayat; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Ridwan Z. Sjaaf, Kurniawan
S-5949
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ahmad Ariq Atthaya; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Abdul Kadir, Heni Fitri Marinda
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat risiko pada pekerjaan Manual Lifting dan mengetahui gambaran keluhan gangguan muskuloskeletal pada Petugas Unit Laundry Rumah Sakit Universitas Indonesia pada tahun 2024. Penelitian ini menggunakan NIOSH Lifting Equation dan Cornell Musculoskeletal Disorder Questionnaire untuk mengukur tingkat risiko dan melihat keluhan muskuloskeletal yang dialami oleh para petugas. Pengukuran data dilakukan terhadap 13 petugas Unit Laundry selama bulan Oktober – Desember 2024. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa seluruh pekerja memiliki tingkat risiko yang tinggi berdasarkan pengukuran menggunakan NIOSH Lifting Equation dan berdasarkan wawancara menggunakan Cornell Musculoskeletal Disorder Questionnaire didapatkan bahwa terdapat 12 pekerja yang memiliki keluhan muskuloskeletal dan 1 pekerja yang tidak memiliki keluhan muskuloskeletal dengan bagian tubuh yang memiliki keluhan paling tinggi adalah bahu kiri. Berdasarkan hasil pengukuran ini, pihak rumah sakit dapat lebih memperhatikan kondisi pekerjaan dari Petugas Unit Laundry serta melakukan modifikasi pada alat kerja, seperti pengadaan troli hidrolik untuk membantu pekerjaan dari para Petugas Unit Laundry Rumah Sakit Universitas Indonesia.

This study aims to analyze the level of risk in Manual Lifting work and determine the description of complaints of musculoskeletal disorders in the Laundry Unit Officers of the University of Indonesia Hospital in 2024. This study uses the NIOSH Lifting Equation and Cornell Musculoskeletal Disorder Questionnaire to measure the level of risk and see the musculoskeletal complaints experienced by officers. Data measurement was conducted on 13 Laundry Unit workers during October - December 2024. The results of this study indicate that all workers have a high level of risk based on measurements using the NIOSH Lifting Equation and based on interviews using the Cornell Musculoskeletal Disorder Questionnaire found that there are 12 workers who have musculoskeletal complaints and 1 worker who does not have musculoskeletal complaints with the body part that has the highest complaints is the left shoulder. Based on the results of this measurement, the hospital can pay more attention to the working conditions of the Laundry Unit Officers and make modifications to work tools, such as procuring hydraulic trolleys to help the work of the Laundry Unit Officers of the University of Indonesia Hospital.
Read More
S-11839
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fitri Angraeni Harahap; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Robiana Modjo, Fatma Lestari, H, Astrid Widayati, Tasdikin Wardjo
Abstrak: Pada tahun 2016, WHO menyatakan prevalensi obesitas di dunia meningkat lebih dari dua kali lipat dibanding tahun 1980 dan banyak penelitian di dunia membuktikan termasuk di Indonesia. Penelitian dilakukan dengan desain mixed- methods sequential exploratory, dimulai dengan pengumpulan dan analisis data kuantitatif dilanjutkan dengan kualitatif. Penelitian bertujuan menganalisis faktor risiko gaya hidup yang melatarbelakangi obesitas pada pegawai PAU, serta faktor predisposisi, pemungkin, dan penguat yang membentuk gaya hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor risiko utama yang melatarbelakangi adalah kebiasaan makan banyak dan perilaku sedentari. Pimpinan perlu meningkatkan program promosi kesehatan yang efektif, melakukan pendidikan serta sosialisasi pemanfaatan fasilitas kesehatan dan meningkatkan ketersediaan fasilitas kesehatan kesehatan, kantin, dan olahraga kepada seluruh pegawai. Kata kunci: gaya hidup, obesitas,
By 2016, WHO states that prevalence of obesity in the world has more than doubled compared to 1980, and many studies in the world have shown that, including in Indonesia. This study used mixed-methods sequential exploratory design starting with collecting and analyzing quantitative data followed by qualitative. The study aims to analyze lifestyle as risk factors that background obesity in PAU employees, such as predisposing, enabling, and reinforcing factors that create lifestyle. The results showed that the main risk factors behind the incidence of obesity were a lot of eating habits and sedentary behavior. Governance need to improve effective workplace health promotion, educate and socialize the utilization of heatlh, canteen, and sports facilities to all employees. Key words: lifestyle, obesity, employee
Read More
T-4884
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yuda Nugraha; Pembimbing: Hendra; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Mila Tejamaya, Helenasari Tambunan, Muhepi
Abstrak:
Distres kerja merupakan respons negatif terhadap tekanan pekerjaan yang berkepanjangan dan dapat berdampak buruk pada kesehatan mental, produktivitas kerja, serta kualitas pelayanan. Rumah sakit sebagai institusi dengan tekanan kerja tinggi berisiko tinggi terhadap kejadian distres kerja pada pegawainya. Distres kerja dapat  berdampak negatif pada kesehatan psikologis dan produktivitas pegawai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor risiko dari arena individu, rumah, dan pekerjaan dengan tingkat distres kerja pada pegawai UPTD RSUD Malingping. Desain penelitian menggunakan studi potong lintang pada 279 responden yang diperoleh melalui total sampling. Data dikumpulkan pada April–Juni 2025 menggunakan kuesioner Copenhagen Psychosocial Questionnaire (COPSOQ III) versi panjang dan NIOSH generic job stress questionnaire. Analisis data menggunakan chi-square dan regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berada pada kelompok usia produktif 30–39 tahun (49,1%) , berjenis kelamin laki-laki (50,2%) , berstatus tenaga BLUD (38,0%), dan memiliki tingkat pendidikan D4/S1 (55,9%). Mayoritas responden mengalami distres kerja pada kategori sedang, baik secara keseluruhan maupun pada seluruh dimensi distres, meliputi gangguan kognitif, somatik, dan psikologis. Analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa variabel usia, tingkat pendidikan, konflik pekerjaan–kehidupan, tuntutan kuantitatif pekerjaan, makna pekerjaan, pengembangan keterampilan, dukungan sosial supervisor, dukungan rekan kerja, dan pengembangan karier berhubungan dengan tingkat distres kerja sebaliknya variabel jenis kelamin, status kepegawaian, status pernikahan, masa kerja, variasi pekerjaan, kontrol kerja, dan lingkungan kerja tidak menunjukkan hubungan bermakna secara statistik terhadap tingkat distres kerja. Diantara seluruh variabel yang diteliti, variabel tuntutan kuantitatif pekerjaan menjadi variabel yang memiliki keterkaitan kuat dengan tingkat distres kerja, sementara konflik pekerjaan–kehidupan ditemukan sebagai prediktor paling kuat pada gangguan kognitif dan gangguan somatik, sebaliknya, variabel pengembangan karier menjadi faktor protektif utama yang konsisten menurunkan risiko distres kerja di seluruh dimensinya. Setiap variabel yang teridentifikasi dapat digunakan sebagai dasar untuk menyusun program intervensi yang berfokus pada pengelolaan beban kerja, peningkatan keseimbangan kerja-hidup pegawai, pengelolaan tuntutan pekerjaan, serta memperkuat sistem dukungan sosial sebagai upaya pencegahan distres kerja terhadap pegawai di lingkungan UPTD RSUD Malingping

Work-related distress is a negative response to prolonged occupational stress and may adversely affect mental health, work productivity, and service quality. Hospitals, as high-pressure work environments, are particularly vulnerable to the occurrence of work-related distress among their employees. This condition can significantly impair employees’ psychological well-being and job performance. This study aimed to analyze the association between risk factors across the individual, home, and work domains and the level of work-related distress among employees of UPTD RSUD Malingping. A cross-sectional study design was conducted involving 279 respondents selected through total sampling. Data were collected between April and June 2025 using the long version of the Copenhagen Psychosocial Questionnaire (COPSOQ III) and the NIOSH Generic Job Stress Questionnaire. Data analysis was performed using chi-square tests and multiple logistic regression. The results showed that most respondents were in the productive age group of 30–39 years (49.1%), male (50.2%), employed as BLUD staff (38.0%), and had a D4/S1 educational background (55.9%). The majority of respondents experienced moderate levels of work-related distress, both overall and across all distress dimensions, including cognitive, somatic, and psychological distress. Statistical analysis revealed that age, educational level, work–life conflict, quantitative job demands, meaning of work, skill development, supervisor support, coworker support, and career development were significantly associated with work-related distress. In contrast, gender, employment status, marital status, length of employment, job variation, job control, and work environment showed no statistically significant association. Among all variables examined, quantitative job demands emerged as the factor most strongly associated with overall work-related distress. Meanwhile, work–life conflict was identified as the strongest predictor of cognitive and somatic distress. Conversely, career development consistently functioned as the primary protective factor, reducing the risk of work-related distress across all dimensions. These findings suggest that the identified variables can serve as a foundation for developing targeted intervention programs focused on workload management, work–life balance enhancement, regulation of job demands, and strengthening social support systems as preventive strategies to reduce work-related distress among employees at UPTD RSUD Malingping
Read More
T-7479
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rindy Noviyanti Pramita; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Ike Pujriani
S-8051
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Padhanta Ginting; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Hendra, Henny D. Mayawati
S-8266
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anggita Raresputi; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Hendra, Ramadansyah Siregar
S-6117
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Trysa Arisna; Pembimbing: Baiduri Widanarko; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Irma Setiawaty Wulandari
Abstrak: Penelitian ini dilakukan pada cleaning service di Perpustakaan Pusat Universitas Indonesia yang memiliki aktivitas berisiko mengalami gejala gangguan otot rangka pada pekerja. Tujuan dilakukan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran faktor fisik dan psikososial pada cleaning service terhadap gejala gangguan otot rangka. Faktor risiko fisik (force, postur janggal, dan gerakan repetitive) dan faktor risiko psikososial (dukungan sosial,decision latitude, effort, kepuasan kerja, dan tuntutan psikologis) menjadi faktor independen penelitian terhadap gejala gangguan otot rangka sebagai faktor dependen. Penelitian dilakukan pada 33 orang pekerja di Perpustakaan Pusat Universitas Indonesia menggunakan desain penelitian cross-sectional dengan melakukan observasi dan pengisian kuisioner. Tools yang digunakan dalam penelitian ini yaitu QEC untuk menilai faktor fisik, kombinasi kuisioner psikososial untuk menilai faktor psikososial, dan NMQ yang digunakan untuk melihat gejala gangguan otot rangka pada cleaning service. Hasil penelitian univariat menunjukkan bahwa bagian tubuh yang memiliki gejala gangguan otot rangka paling tinggi dalam 7 hari terakhir yaitu bahu dan punggung bawah (54.5%). Sedangkan bagian tubuh yang memiliki gejala gangguan otot rangka dalam hasil penelitian univariat dalam 12 bulan terakhir yaitu bahu, punggung bawah, paha dan bokong (51.5%). Faktor fisik aktivitas pekerja sebagian besar memiliki risiko sedang dan tinggi. Faktor psikososial dilaporkan 67% effort tinggi, 61% decision latitude rendah, 52% tuntutan psikologi tinggi, 55% dukungan rendah, dan 67% kepuasan kerja rendah. Kata Kunci : gejala gangguan otot rangka, faktor fisik, faktor psikososial The object of this study is the cleaning services of Perpustakaan Pusat Universitas Indonesia who are at risk having musculoskeletal symptoms due to their task. The purpose of this study is to identify the physical and psychosocial factors of musculoskeletal symptoms on cleaning services. Physical factors (force, awkward posture, and repetitive movement) and psychosocial factors (social support, decision latitude, effort, job satisfaction, and psychological demand) are the independent variables of musculoskeletal symptoms which are the dependent variable in this study. The design used in this study is cross-sectional design by conducting the observation and sharing questionnaires to 33 workers at Perpustakaan Pusat Universitas Indonesia. The tools used in this study are QEC to assess physical factors, the combination of psychosocial questionnaire to assess psychosocial factors, and NMQ to identify musculoskeletal symptoms in cleaning services. The result of this study shows that shoulder and low back (54.5%) are the body parts that have the highest prevalence of musculoskeletal symptoms in the last 7 days. Meanwhile, shoulder, low back, thigh, and buttocks (51.5%) have the highest prevalence of musculoskeletal symptoms in the last 12 months. Regarding the physical factors, most of workers have moderate and high risk. On the other hand, regarding the psychosocial factors, results show that 67% workers have high effort, 61% have low decision latitude, 52% have high psychological demand, 55% have low support, and 67% have low job satisfaction. Keyword: musculoskeletal symptoms, physical factor, psychosocial
Read More
S-9341
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive