Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 41906 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Hasan Bisri; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Robiana Modjo, Dadan Erwandi, Yuni Kusminanti, Devi Patina Wardani
Abstrak: Peningkatan jumlah mahasiswa berpengaruh terhadap peningkatan kebutuhan hunian. Peningkatan kebutuhan ini tidak diikuti oleh regulasi dan standar hunian di luar kampus yang sehat dan selamat. Hunian yang tidak memenuhi standar hunian sehat dan selamat dapat meningkatkan risiko sakit atau cidera pada mahasiswa. Sebuah penelitian membuktikan bahwa kondisi hunian di luar kampus memiliki tingkat pemenuhan aspek keselamatan dan kesehatan lebih rendah bila dibandingkan dengan hunian di dalam kampus. Di Universitas Indonesia tidak ditemukan data mengenai kualitas hunian mahasiswa dalam aspek K3L sehingga tidak diketahui bagaimana kualitas hunian tersebut. Kejadian kebakaran pernah terjadi pada hunian mahasiswa di tahun 2011. Pada bulan Januari 2016 terjadi kasus penyakit DBD sebanyak 436 kasus dan Leptospirosis sebanyak 5 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek K3L hunian mahasiswa dan 7 elemen pemenuhannya dengan desain penelitian deskriptif observasional. Sampel penelitian adalah hunian mahasiswa universitas Indonesia di Kelurahan Kukusan. Data didapatkan melalui wawancara dan observasi menggunakan daftar pertanyaan yang diadaptasi dari National Healthy Housing Standard. Kualitas hunian diklasifikasikan menjadi 5 level yaitu Sangat Baik, Baik, Cukup, Kurang dan sangat Kurang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemenuhan aspek K3L hunian mahasiswa di Kukusan kategori sangat baik (16%), baik (71%), dan cukup (13%). Pemenuhan kategori sangat baik adalah elemen struktur, fasilitas, perpipaan dan tata ruang (68%), kategori baik adalah elemen tugas dan tanggung jawab pemilik dan penghuni (55%), elemen pencahayaan dan sistem kelistrikan (48%), elemen suhu, ventilasi dan efisiensi energi (42%), elemen kelembaban, limbah padat dan manajemen pest control (39%). Sedangkan kategori cukup adalah elemen keselamatan dan keamanan personal (58%) dan elemen penggunaan bahan kimia (42%).
Read More
T-5614
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agung Raharjo; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Dadan Erwandi, Robiana Modjo, Yuni Kusminanti, Devi Partina Wardani
Abstrak: Kondisi hunian yang baik diharapkan dapat memainkan peranan penting dalam meningkatkan atau memelihara status kesehatan maupun keselamatan penghuninya dan hunian mahasiswa telah diidentifikasi sebagai tipe rumah dengan risiko kesehatan dan keselamatan yang lebih tinggi dibandingkan tipe lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk analisis kualitas hunian mahasiswa berdasarkan aspek keselamatan, kesehatan dan lingkungan. Disain penelitian adalah monitoring dan evaluasi yang bersifat analitik, berlokasi di wilayah Kelurahan Kukusan, dengan sampel kos-kosan yang didapatkan sejumlah 42 hunian. Instrumen yang digunakan adalah persyaratan yang diadopsi dari National Healthy Housing Standar. Pengukuran lingkungan (suhu, kelembapan, kebisingan, pencahayaan) juga dilakukan terhadap 10 sampel hunian. Hasil penelitian menunjukkan terdapat dua elemen yang tingkat pemenuhannya sangat kurang pada hampir sebagian besar hunian. Elemen tersebut mencakup elemen keselamatan dan keamanan personal ; dan bahan kimia dengan rata-rata tingkat pemenuhan masing-masing 53% dan 45%. Sub elemen Keselamatan dalam hal ini APAR dan Alarm kebakaran menjadi dimensi yang paling banyak masuk kedalam kategori sangat kurang. Penggunaan pestisida dan rokok di dalam hunian pun menjadi kriteria yang tingkat pemenuhannya sangat kurang pada elemen bahan kimia. Pengukuran lingkungan menunjukkan bahwa nilai rata-rata suhu ruangan 31,96OC. Urgensi yang perlu dilakukan adalah intervensi promosi kesehatan oleh seluruh stakeholder terkait dalam meningkatkan pemenuhan aspek hunian khususnya pada elemen keselamatan, bahan kimia, dan kenyamanan termal (suhu).
Read More
T-5603
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ahmad Zamroni Lathif; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Robiana Modjo, Dadan Erwandi, Yuni Kusminanti, Devi Partina Wardani
Abstrak: Aspek keselamatan, kesehatan, dan lingkungan (K3L) pada hunian mahasiswa seringkali terabaikan, padahal universitas wajib memberikan jaminan keselamatan dan kesehatan mahasiswa yang berada di luar kampus sebagai tanggung jawab moral. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek K3L pada hunian mahasiswa yang berada di sektiar Universitas Indonesia, salah satu universitas terbesar di Indonesia, yang belokasi di Pondok Cina, Beji, Depok, Jawa Barat. Aspek K3L yang di observasi dalam penelitian ini meliputi (1) tugas dan tanggung jawab pemilik dan penghuni; (2) struktur, fasilitas, dan ketentuan ruang; (3) keselamatan dan keamanan personal; (4) pencahayaan dan sistem kelistrikan; (5) kenyamanan suhu, ventilasi, dan efisiensi energi; (6) kontrol kelembaban, limbah padat, dan manajemen hama; dan (7) agen kimia. Penelitian ini menggunakan desain dekriptif dengan pendekatan cross sectional, dilakukan pada 65 hunian mahasiswa yang berada di sekitar Universitas Indonesia yang berlokasi di Pondok Cina, Beji, Depok, Jawa Barat. Lembar checklist yang digunakan untuk observasi dan panduan wawancara mencakup penilaian terhadap aspek K3L pada hunian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya aspek agen kimia yang menunjukkan sangat kurang yakni sebesar 12% hunian mahasiswa. Untuk kategori kurang, sebanyak 12% hunian untuk aspek tugas dan tanggung jawab, 12% untuk aspek keselamatan dan keamanan personal, 9% untuk aspek kenyamanan suhu, ventilasi, dan efisiensi energi, 20% untuk aspek kontrol kelembaban, limbah padat, dan manajemen hama, dan 22% untuk aspek agen kimia. Namun, secara keseluruhan pemenuhan aspek K3L pada hunian mahasiswa sebagian besar sudah sangat baik. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai rekomendasi untuk perbaikan aspek K3L pada hunian mahasiswa. Selanjutnya, perlu dilakukan sosialisasi terkait aspek K3L pada hunian mahasiswa baik dari kampus maupun dari pemerintah.
Read More
T-5601
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aninditya NS; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Dadan Erwandi, Robiana Modjo, Yuni Kusminati, Devi Partina Wardani
Abstrak: Nama : Aninditya NS Program Studi : Keselamatan dan Kesehatan Kerja Judul : Analisis Aspek Keselamatan, Kesehatan dan Lingkungan di Hunian Sementara Mahasiswa di Pondok Cina Depok, Tahun 2019 Pembimbing : Prof. Dra. Fatma Lestari, Msi., PhD Semakin berkembangnya pendidikan tinggi di Indonesia, maka jumlah mahasiswa yang masuk perguruan tinggi semakin meningkat, dan hal ini membuat kebutuhan akan hunian sementara mahasiswa yang memadai untuk mendukung proses belajar mengajar. Dengan banyaknya jenis dan jumlah hunian diperlikan klasifikasi dari berbagai jenis hunian yang ada di Pondok Cina. Metode yang digunakan purposive sampling dengan tools berupa checklist diikuti dengan wawancara dan observasi hunian sementara. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa klasifikasi kelas hunian yang ada di pondok cina terbagi atas tiga kelas yaitu kelas 5 yang paling baik sebesar 18%, kelas 4 sebesar 69% dan kelass terakhir kelas 3 sebesar 13%. Walaupun rata-rata sudah berada dalam kondisi yang relative aman tetapi masih butuh ditingkatkan mengenai kebijakan akan rokok, manajemen hama dan juga terkait persiapan pemadaman kebakaran. Kata kunci: Hunian sementara, klasifikasi hunian sementara ABSTRACT Name : Aninditya NS Study Program : Occupational Health and Safety Title : Risk Analysis for off campus housing near University of Indonesia at Pondok Cina, Depok Year 2019 Counsellor : Prof. Dra. Fatma Lestari, Msi., PhD The Rapid increasing student population as a result of increase interest in higher institutions of learning over the years and this make off campus housing demand increasing too. To provide high quality of housing to improve education quality. Area near campus provide many classification of rental housing in Pondok Cina. Methode using is purposive sampling with check list as a tools and also observation and interviews. Resulting there is only 3 best class in rental housing classification in Pondok Cina which is class 5 18%, class 4 69% the biggest class in Pondok Cina, and last class 3 13%. Although the condition of housing relatively safe, but still need improvement in pest management, cigarette policy and fire safety Key words: Off-campus housing, Classification off campus housing
Read More
T-5768
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Luthfiyyah Mufidah; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Hendra, Mulyadi
Abstrak: ABSTRAK Risiko terkait keselamatan dan kesehatan tidak hanya mengancam siswa, melainkan dapat terjadi pada karyawan sekolah. Penilaian yang salah tentang risiko akan menyebabkan pengambilan keputusan yang tidak sesuai dan memicu tindakan tidak aman. Tujuan dari penelitian ini adalah menilai persepsi karyawan sekolah dasar di Kecamatan Beji Depok terhadap risiko keselamatan dan kesehatan kerja berdasarkan paradigma psikometrik. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif berdesain cross sectional dengan jumlah responden yang terlibat sebanyak 199 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan paradigma voluntarines, risiko yang tidak bisa diterima secara sukarela adalah adanya tindak kekerasan dari murid ataupun orang tua. Berdasarkan paradigma immediacy effect, risiko yang memiliki efek segera adalah risiko terpeleset. Berdasarkan paradigma knowledge in experience, risiko yang sering dialami adalah kelelahan mata. Berdasarkan paradigma knowledge in science, risiko yang belum diketahui secara ilmu pengetahuan adalah terkena bahan berbahaya. Berdasarkan paradigma controllability, risiko yang tidak bisa dikendalikan adalah bencana alam. Berdasarkan paradigma newness, risiko yang baru diketahui adalah terkena bahan berbahaya. Berdasarkan paradigma chronic/catastrophic, risiko yang memiliki efek katastropik adalah bencana alam. Berdasarkan paradigma common/dread, risiko yang jarang terjadi dan membuat takut adalah bencana alam. Terakhir berdasarkan paradigma severity of consequence, risiko yang memiliki efek fatal adalah kebakaran dan bencana alam. Maka dari itu, perlu diadakan pelatihan khususnya terkait bencana alam untuk menambah pengetahuan karyawan sekolah. Kata kunci: Paradigma Psikometrik, Persepsi Risiko, Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Keselamatan Sekolah, Sekolah Dasar Safety and health risks are not only threatening to students, but can occur in school employees. A false assessment of risk leads to inappropriate decision making and unsafe act or human error. The purpose of this study was to assess risk perception of occupational safety and health on primary school employees in Beji Depok sub-district based on psychometric paradigm. The design of this study used a descriptive quantitative method with a cross sectional approach and the number of respondents involved as many as 199 people. The results of this study show that based on the voluntarines paradigm, the risk that can not be accepted voluntarily is the presence of violence from students or parents. Based on the immediacy effect paradigm, the risk that has an immediate effect is the risk of slipping. Based on the paradigm of knowledge in experience, the risk is often experienced eye fatigue. Based on the knowledge in science paradigm, the risks not yet known in science are exposed to hazardous materials. Based on the controllability paradigm, the uncontrollable risk is a natural disaster. Based on the newness paradigm, the newly discovered risk is exposed to hazardous materials. Based on the chronic / catastrophic paradigm, the risk of having a catastrophic effect is a natural disaster. Based on the common / dread paradigm, the risks that are rare and frightening are natural disasters. Last based on the severity of consequence paradigm, the risks that have a fatal effect are fires and natural disasters. Therefore, it is necessary to conduct training especially related to natural disasters to increase knowledge of school employees. Key words: Risk Peceptions, Occupational Health and Safety Risks, Psychometric Paradigms, School Safety Elementary School.
Read More
S-9809
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lintang Emiliana; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Chandra Satrya, Hanny Harjulianti
Abstrak: Rumah Sakit merupakan salah satu tempat kerja dengan kasus cedera dan penyakit akibat kerja yang menghasilkan kehilangan hari kerja. Berbagai potensi bahaya yang berisiko terhadap keselamatan dan kesehatan kerja dapat terjadi dalam aktivitas pelayanan kesehatan. Khususnya untuk unit Instalasi Gawat Darurat yang memiliki kedinamisan dan kekompleksitas tertinggi dibandingkan unit lainnya di Rumah Sakit. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis risiko keselamatan dan kesehatan kerja pada aktivitas pekerjaan yang dilakukan pekerja Instalasi Gawat Darurat di RS X. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan observasional. Penilaian risiko dilakukan berdasarkan tahapan penilaian risiko pada proses manajemen risiko ISO 31000:2018 dengan metode Job Hazard Analysis untuk proses identifikasi dan analisis risiko menggunakan kriteria risiko semi kuantitatif Fine (probability, exposure, dan consequences). Hasil penelitian menunjukkan aktivitas dengan risiko keselamatan dan kesehatan kerja tertinggi yaitu pada aktivitas penerimaan pasien masuk, penatalaksanaan pasien, dan pemeriksaan penunjang. Penelitian ini menyarankan Rumah Sakit X untuk memperkuat komitmen K3 baik dari top management dan pekerja agar unit-unit selain K3 dapat mendukung dan memenuhi aspek K3 dalam hal pendanaan, pengadaan, dan perlengkapan fasilitas khususnya IGD serta program keselamatan dan kesehatan kerja dapat berjalan optimal.
Read More
S-9968
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tri Novitasari; Pembmbing: Ridwan Z. Sjaaf; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Susanto Saputro
Abstrak: Studi ini membahas mengenai analisis risiko K3 pada kegiatan praktikum laslistrik di SMK Negeri 2 Depok Tahun 2015.Tujuan dari penelitian ini adalahmengetahui tingkat risiko K3 pada kegiatan praktikum las listrik di SMK Negeri 2Depok.Metode identifikasi bahaya menggunakan Job Hazard Analysis, sedangkananalisis risiko dilakukan dengan menggunakan metode analisis risikosemikuantitatif dan perhitungan nilai risiko metode dari W.T. Fine.Nilai risikomerupakan hasil perkalian dari nilai consequences, probability, dan exposure.Padapraktikum las listrik ditemukan 50 risiko.
Kata kunci : analisis risiko, praktikum las, consequences, probability,exposure
The focus on this study is risk analysis in electrical welding practicum ofVocational School 2 Depok in 2015. This aim to assess risk level of practicumactivity. This study used Job Hazard Analysis (JHA) for hazard identification,while for risk analysis is undertaken by semi-quantitative method by W.T. Fine.Risk score is determined by multiplication of consequences, probability, andexposure. The result of this study showed that electrical welding practicum has 50health and safety risk.
Key word : risk analysis, electrical welding practicum, consequences, probability,exposure.
Read More
S-8931
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ahmad Fauzi; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: L. Meily Kurniawidjaja, Krisna Bangun
Abstrak: PT. Fast Moving Customer Goods adalah perusahaan industri yang bergerak dibidang perawatan rumah tangga (household) dan kesehatan personal (hyangiene).Data perusahaan menunjukkan bahwa ada nearmess 72, first aid case 10 dan minorcase 2 sepanjang tahun 2013. Menurut informasi yang didapatkan dari tim K3perusahaan menyatakan bahwa program K3 sudah diterapkan namun kasuskecelakaan masih terjadi sehingga dilakukan penelitian dengan tujuan untukmenjelaskan kesadaran pekerja terhadap aspek-aspek kepemimpinan & komitmenK3, kebijakan K3, dan manajemen risiko K3 pada PT. Fast Moving CustomerGoods tahun 2014. Metode yang digunakan adalah kualitatif yang bersifat deskriptifdan observasional melalui wawancara mendalam dan diskusi kelompik terfokus(FGD). Hasil penelitian menunjukkan kesadaran informan mengenai kepemimpinan& komitmen K3 cukup baik, begitu pun pada peserta FGD. Kesadaran informan mengenai kebijakan K3 masih kurang baik, sama halnya dengan peserta FGD.Kesadaran informan mengenai manajemen risiko K3 masih kurang baik, begitu pula dengan peserta FGD.
Kata kunci:Kesadaran, Kepemimpinan & Komitmen, Kebijakan, Manajemen Risiko, Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Read More
S-8456
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Puteri Salsabila; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Sjahrul Meizar Nasri, Akhmad Ridho, Hani Ramadhani
Abstrak: Laboratorium merupakan tempat yang kondusif untuk melakukan eksperimen, investigasi, dan observasi, dimana pada aktivitasnya melibatkan berbagai macam bidang ilmu. Aktivitas pembelajaran di laboratorium tidak terlepas dari potensi bahaya keselamatan, kesehatan, dan lingkungan, seperti bahaya kimia, fisika, biologi, bahkan bahaya keadaan darurat. Hal tersebut dapat dicegah dengan melakukan manajemen risiko melalui implementasi aspek Sistem Manajemen Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (SMK3L) Laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi SMK3L di laboratorium Universitas Indonesia (UI). Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang dilakukan pada laboratorium UI pada tahun 2020. Pencapaian implementasi SMK3L diukur menggunakan media berupa formulir centang inspeksi laboratorium yang telah dikembangkan oleh UI dan dengan beberapa penyempurnaan. Formulir centang ini memiliki 157 pertanyaan yang mencangkup 15 aspek SMK3L berupa pertanyaan tertutup. Skor inspeksi tersebut kemudian dianalisis menggunakan metode gap analysis. Hasil analisis secara keseluruhan menunjukkan bahwa laboratorium UI telah memenuhi standar penerapan aspek SMK3L laboratorium yang telah ditentukan oleh batas pencapaian skor ≥ 70% (Lab A2 : 76%; Lab A4 : 78%; Lab A9 : 81%; Lab A10 : 78%; Lab F5 : 74%; Lab F12 : 73%; Lab F13 : 80%; Lab F14 : 85%; dan Lab G19 : 95%), dengan jangkauan penilaian terendah dan tertinggi pada masing-masing aspek SMKL nya (komitmen dan kebijakan : 50-100% ; perencanaan : 50-95% ; implementasi : 79-97% ; pengendalian operasional : 75-94% ; pemeriksaan : 33-100% ; tinjauan manajemen : 0100%). Adapun, tindakan peningkatan dan perbaikan masih harus dilakukan khususnya pada aspek dengan kesenjangan tertinggi, yaitu pengendalian operasional, yang terletak pada tata graha laboratorium, sistem inventarisasi alat dan bahan, dan persiapan keadaan darurat. Selain aspek tersebut, aspek pemeriksaan dan tinjauan manajemen pun masih harus ditingkatkan dengan melaksanakan audit.
Read More
T-6093
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Faridl Wicaksono; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Istiati Suraningsih
S-8353
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive