Ditemukan 41212 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Devi Oktaviani; Pembimbing: Dewi Susanna; Penguji: Laila Fitria, Budi Hartono, Ika Lastyaningrum, Achmad Naufal Azhari
Abstrak:
Infeksi akibat cacing dapat mengakibatkan terjadinya anemia, gangguan gizi, pertumbuhan, dan kecerdasan yang dalam jangka panjang akan menurunkan kualitas sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepadatan lalat dengan kejadian kecacingan dan untuk mengetahuan hubungan antara variabel risiko (jenis kelamin, umur, ketersediaan jamban, kebersihan kuku, kebiasaan memakai alas kaki, pendidikan orang tua, kondisi sosial ekonomi, kondisi lantai, sanitasi makanan).
Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 97 orang yang diambil dari umur 7-15 tahun. Hasil pemeriksaan feses menunjukkan bahwa siswa yang positif infeksi kecacingan sebanyak 5 orang (5,2%) dan negatif sebanyak 92 orang (94,8%). Berdasarkan hasil di atas diambil kesimpulan bahwa tidak ada hubungan antara kepadatan lalat, jenis kelamin, umur, ketersediaan jamban, kebersihan kuku, kebiasaan memakai alas kaki, pendidikan orang tua, kondisi sosial ekonomi, kondisi lantai dan sanitasi makanan
Read More
Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 97 orang yang diambil dari umur 7-15 tahun. Hasil pemeriksaan feses menunjukkan bahwa siswa yang positif infeksi kecacingan sebanyak 5 orang (5,2%) dan negatif sebanyak 92 orang (94,8%). Berdasarkan hasil di atas diambil kesimpulan bahwa tidak ada hubungan antara kepadatan lalat, jenis kelamin, umur, ketersediaan jamban, kebersihan kuku, kebiasaan memakai alas kaki, pendidikan orang tua, kondisi sosial ekonomi, kondisi lantai dan sanitasi makanan
T-5675
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Uli Rohati Siregar; Pembimbing: Dewi Susanna, Ema Hermawati; Penguji: Budi Hartono, Ridho S. Yudyantoro, Agus Sudarman
Abstrak:
Disarankan untuk melakukan tindakan penyehatan lingkungan dengan mengurangi kepadatan lalat di sekitar rumah dengan melenyapkan tempat-tempat pembiakan lalat baik secara fisik, biologi maupun kimia. Selain itu penyediaan sarana sanitasi yang layak dan peningkatan pengetahuan masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Read More
T-5634
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Frisca Rahmadina; Pembimbing: Suyud Warno Utomo; Penguji: Laila Fitria, Miko Hananto
Abstrak:
ABSTRAK Pedagang ikan Muara Angke merupakan produsen sekaligus konsumen pertama yang mengonsumsi ikan dari Teluk Jakarta yang telah tercemar timbal. Apabila ikan yang terkontaminasi timbal dikonsumsi oleh manusia maka dapat menimbulkan risiko gangguan kesehatan. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat risiko kesehatan akibat pajanan timbal dari konsumsi ikan pada pedagang ikan melalui metode analisis risiko kesehatan lingkungan. Hasil penelitian menunjukan konsentrasi timbal dalam ikan sebesar 0,4 mg/kg, nilai chronic daily intake sebesar 0,001167847 mg/kg/hari, dengan lama pajanan 17 tahun, berat badan 61 kg, frekuensi pajanan 83 hari/tahun dan laju asupan 0,6736 kg/hari. Hasil analisis menunjukan bahwa pedagang ikan Muara Angke secara individu sudah tidak aman dan memiliki risiko gangguan kesehatan nonkarsinogenik akibat pajanan timbal dari konsumsi ikan untuk 10 tahun mendatang dengan asumsi bahwa sumber pajanan hanya berasal dari ikan. Kata kunci: analisis risiko kesehatan, ikan, logam berat, teluk jakarta, timbal Muara Angke fish traders are the first producer and consumer to consume fish from Jakarta Bay which has been polluted by lead. If fish contaminated by lead are consumed by humans then it may pose a risk of health problems. This study aims to determine the level of health risks due to lead exposure to fish consumption to fish traders through methods of environmental health risk analysis. The results showed rate concentration of lead in fish of 0,4 mg/kg, chronic daily intake value of 0,001167847 mg/kg/day, with 17 years of exposure, body weight 61 kg, exposure frequency 83 days/year and intake rate 0,6736 kg/day. The result of the analysis show that Muara Angke fish traders individually are not safe and have risk of non carcinogenic health problems due to lead exposure of fish consumption for the next 10 years assuming that the source of exposure only comes from fish. Key words: fish, health risk analysis, heavy metals, jakarta bay, lead
Read More
S-9844
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Tiara Dhesi Anggraeni; Pembimbing: Laila Fitria; Penguji: Budi Hartono, Abdur Rahman
Abstrak:
Permukiman Nelayan Kali Adem Muara Angke berlokasi di tepian Perairan Teluk Jakarta yang telahtercemar Kadmium. Masyarakat disana terbiasa mengonsumsi ikan yang berasal dari Pasar Ikan GrosirMuara Angke, dimana pasokan ikan yang dijual berasal dari Perairan Teluk Jakarta dan sebagian dari PantaiUtara Pulau Jawa. Pengonsumsian ikan dari perairan yang tercemar berisiko menimbulkan gangguankesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat risiko pajanan Kadmium daripengonsumsikan ketiga jenis ikan yaitu ikan kembung, ikan tongkol dan ikan bandeng, pada masyarakat diPermukiman Nelayan Kali Adem melalui pendekatan Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL).Hasil penelitian menunjukkan bahwa asupan (Chronic Daily Intake) Kadmium melalui ikan yaitu sebesar9 x 10-5 mg/kg/hari, dengan laju asupan (R) sebesar 153,3 gram/hari, frekuensi pajanan (fE) selama 312hari/tahun, durasi pajanan (Dt) selama 26 tahun dan rata-rata berat badan (Wb) sebesar 59 kg. Hasilperhitungan tingkat risiko (RQ) pada pajanan real time untuk jenis ikan kembung, ikan tongkol dan ikanbandeng berturut-turut sebesar 0,070; 0,012; 0,006. Pada estimasi pajanan 10 tahun sebesar 0,097; 0,017;0,008. Pada estimasi pajanan 20 tahun sebesar 0,124; 0,022; 0,011. Dan untuk estimasi pajanan 30 tahunsebesar 0,152; 0,027; 0,013. Hasil tersebut menunjukkan bahwa masyarakat di Permukiman Nelayan KaliAdem Muara Angke secara populasi belum memiliki risiko dan masih aman dari timbulnya gangguankesehatan nonkarsinogenik akibat pajanan Kadmium dari pengonsumsian ikan untuk pajanan saat inihingga estimasi 30 tahun mendatang, dengan asumsi bahwa sumber pajanan hanya berasal dari ikan dantidak memperhitungkan pajanan Kadmium dari sumber lain.kata kunci : analisis risiko kesehatan lingkungan; ikan; kadmium; muara angke; pencemaran air laut
Kali Adem Muara Angke Fisherman Community located on the shores of Jakarta Bay which have beenpolluted by Cadmium. The community always eats fish from Pasar Ikan Grosir Muara Angke, where thesupplies of fish are from Jakarta Bay and partly from North Coast of Java Island. The consumptions ofcontaminated fish would pose a risk of health problems. This study aimed to determine the level of riskexposure to Cadmium at Kali Adem Muara Angke Fisherman Community through Environmental HealthRisk Analysis (EHRA) approach. The results showed that the intake (Chronic Daily Intake) of Cadmiumin fish at 9 x 10-5 mg/kg/hari, with the fish intake rate of 153,3 gram/day, frequency of exposure at 312days/year, duration of exposure for 26 years and the average body weight of 59 kg. The results of riskquotient (RQ) analysis for real time exposure in kembung fish, tongkol fish and bandeng fish are 0,070;0,012; 0,006. For 10 years exposure estimation, the results of risk quotient (RQ) are 0,097; 0,017; 0,008.For 20 years exposure estimation are 0,124; 0,022; 0,011. And for the 30 years exposure estimation are0,152; 0,027; 0,013. The results showed that the fisherman community, do not have risks and still safe fromthe noncarcinogenic health risk at this time to 30 years ahead, based on the assumption that Cadmiumexposure comes from fish only and do not take into the Cadmium exposure from the other sources.keywords : cadmium; environmental health risk assessment; fish; muara angke; sea water contamination.
Read More
Kali Adem Muara Angke Fisherman Community located on the shores of Jakarta Bay which have beenpolluted by Cadmium. The community always eats fish from Pasar Ikan Grosir Muara Angke, where thesupplies of fish are from Jakarta Bay and partly from North Coast of Java Island. The consumptions ofcontaminated fish would pose a risk of health problems. This study aimed to determine the level of riskexposure to Cadmium at Kali Adem Muara Angke Fisherman Community through Environmental HealthRisk Analysis (EHRA) approach. The results showed that the intake (Chronic Daily Intake) of Cadmiumin fish at 9 x 10-5 mg/kg/hari, with the fish intake rate of 153,3 gram/day, frequency of exposure at 312days/year, duration of exposure for 26 years and the average body weight of 59 kg. The results of riskquotient (RQ) analysis for real time exposure in kembung fish, tongkol fish and bandeng fish are 0,070;0,012; 0,006. For 10 years exposure estimation, the results of risk quotient (RQ) are 0,097; 0,017; 0,008.For 20 years exposure estimation are 0,124; 0,022; 0,011. And for the 30 years exposure estimation are0,152; 0,027; 0,013. The results showed that the fisherman community, do not have risks and still safe fromthe noncarcinogenic health risk at this time to 30 years ahead, based on the assumption that Cadmiumexposure comes from fish only and do not take into the Cadmium exposure from the other sources.keywords : cadmium; environmental health risk assessment; fish; muara angke; sea water contamination.
S-10498
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Erza Nur Afrilia; Pembimbing: Bambang Wispriyono; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Rina Fithri Anni
S-9100
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Elfi Cut Mutia; Pembimbing: Agustin Kusumayati, I Made Djaja; Penguji: Sri Tjahjani Budi Utami, Alma Lucyati, Kusno Dihardjo
T-2400
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Putri Dianing Wijayant; Pembimbing: Rachmadi Purwana; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Arihni Supriati
S-5858
Depok : FKM-UI, 2009
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Memet Ermawan; Pembimbing: Budi Haryanto; Penguji: Dewi Susanna, Bety Setyorini
S-5569
Depok : FKM UI, 2008
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Prima Gita Pradapaningrum; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto; Penguji: Dewi Susanna, Margareta Maria Sintorini Moerdjoko
Abstrak:
Read More
Tengkes (stunting) merupakan salah satu permasalahan gizi kurang pada balita yang ada di Indonesia. Pengelolaan sampah yang belum maksimal di TPA dapat menimbulkan pencemaran sanitasi lingkungan yang menjadi faktor penyebab tidak langsung tengkes (stunting) dan perilaku hidup bersih yang kurang. TPA Cipeucang menjadi satu-satunya TPA untuk wilayah Tangerang Selatan dengan 2 kelurahan yang berada dekat dengan TPA mengalami kenaikan kasus tengkes (stunting) pada tahun 2021-2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sanitasi dasar rumah sehat dan personal higiene rumah tangga dengan kejadian tengkes tengkes (stunting) pada balita di pemukiman sekitar TPA Cipeucang Kota Tangerang Selatan. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional melalui pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh balita yang ada di pemukiman sekitar TPA meliputi 2 Kelurahan dengan 4 RT dan 2 RW. Sampel penelitian berjumlah 86 dengan menggunakan teknik total dan purposive sampling. Penelitian dilaksanakan bulan April hingga Juni 2023. Analisis data menggunakan univariat, bivariat (uji Chi Square) dan multivariat (uji regresi logistik). Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan antara sarana air minum dengan tengkes (stunting) (p=0,05, POR=1,89) dan menjadi faktor dominan penyebab tengkes (stunting) (p=0,054). Sedangkan sarana air bersih (p=0,374, POR=1,44), sarana jamban (p=0,613, POR=1,22), sarana pembuangan air limbah (p=1,000, POR=1,54), kebersihan kulit (p=1,000, POR=1,24) serta kebersihan kuku dan tangan (p=0,625, POR=1,22) tidak berhubungan dengan tengkes (stunting) namun berpotensi menjadi risiko tengkes (stunting). Sarana pengelolaan sampah padat rumah tangga (p=0,310) tidak ada hubungan dengan tengkes (stunting) dan bukan merupakan faktor risiko. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah sarana sanitasi dasar air minum memiliki hubungan yang bermakna dengan kejadian tengkes (stunting) dan menjadi faktor dominan yang mempengaruhi kejadian tengkes (stunting) pada balita di pemukiman sekitar TPA Cipeucang Kota Tangerang Selatan Tahun 2023.
Stunting is one of malnutrition problems towards toddlers in Indonesia. Environmental sanitation has an important role against stunting. Waste management that has not been maximized at landfill can cause environmental sanitation pollution and lack of healthy hygiene behavior. Cipeucang Landfill is the only landfill for South Tangerang City with 2 sub-districts that are close to the landfill and have an increase stunting case in 2021-2022. This study aims to determine the relationship between basic healthy home sanitation and household personal hygiene with stunting case towards toddlers in settlements around Cipeucang Landfill, Tangerang Selatan City. This type of research is observational analytic through a cross sectional approach. The study population was all toddlers in settlements around Cipeucang Landfill with 2 Sub-Districts (4 RTs and 2 RWs). The research sample was 86 using a total and purposive sampling technique. The research was conducted from April to June 2023. Data analysis used univariate, bivariate (Chi Square test) and multivariate (logistic regression test). The results showed that there was relation between drinking water facilities and stunting (p=0.05, POR=1.89) and became a dominant factor causing stunting (p=0.054). While clean water facilities (p=0.374, POR=1.44), latrines (p=0.613, POR=1.22), waste water disposal facilities (p=1.000, POR=1.54), skin hygiene (p=1.000, POR=1.24) and hand and nail hygiene (p=0.625, POR=1.22) were not related to stunting but were potentially a risk of stunting. Household solid waste management facilities (p=0.310) have no relation with stunting and is not a risk factor. The conclusion in this study is basic sanitation facility for drinking water has a significant relationship with stunting case and is the dominant factor influencing stunting case towards toddlers in the settlements around TPA Cipeucang, South Tangerang City, 2023.
T-6751
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ikha Purwandari; Pembimbing: Bambang Wispriyono; Penguji: Suyud Warno Utomo, Laila Fitria, Sonny Priajaya Warrow, Anna Rozaliyani
Abstrak:
Tesis ini membahas hubungan pajanan polusi udara (PM2,5 dan NO2) dengan kadar Malondialdehyde pada siswa sekolah dasar negeri yang terletak di sekitar ruas jalan raya di Jakarta Barat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan pajanan polusi udara dalam ruangan dengan kadar MDA urin pada siswa sekolah dasar. Penelitian yang menggunakan desain studi cross sectional dilakukan pada bulan April - Mei tahun 2019. Hasil penelitian menujukkan konsentrasi PM2,5 dan NO2 di dalam ruangan melebihi baku mutu yang ditentukan yakni nilai rata-rata di dalam kelas PM2.5 sebesar 86,37 µg/m 3 , sedangkan rata-rata NO2 di dalam kelas sebesar adalah 76,18 µg/m 3 . Kadar MDA dalam urin pada siswa yang digunakan untuk melihat penanda stress oksidatif dalam tubuh anak yang dikaitkan dengan polusi udara dan karakteristik individu. Adanya hubungan dengan korelasi positif antara PM2,5 indoor dengan p value = 0,016 pada sekolah yang berada jauh dari jalan raya. Karakteristik individu pada anak yang digunakan untuk melihat hubungan dengan mengkontrol faktor yang lainnya terhadap MDA pada urin sanak adalah sesuai jenis kelamin, aktivitas fisik, anggota keluarga yang merokok di rumah, konsumsi vitamin dan suplemen, dan IMT
This thesis discusses the relations between air pollution exposure (PM2,5 and NO2) and Malondialdehyde urinary levels in schollchildren located around the highway in West Jakarta. This study aims to look at the relation between indoor air pollution exposure and urinary MDA levels in school students. The study using a cross sectional study design on April - May of 2019. The results of the study showed that PM2,5 and NO2 concentrations in the room exceeded the specified quality standard. PM2.5 indoor concentration was 86.37 µg / m3, and NO2 indoor concentration was 76.18 µg / m3. MDA urinary levels in students are used to see markers of oxidative stress in a child's body that are associated with air pollution and individual characteristics. There is a relationship with a positive correlation between PM2.5 indoor and p value = 0.016 in schools that are far from the highway. The individual characteristics of the children used to see the relationship with other factors controlling MDA in the urine of the relatives were according to gender, physical activity, smoker in family, vitamins and supplements consumption, and BMI
Read More
This thesis discusses the relations between air pollution exposure (PM2,5 and NO2) and Malondialdehyde urinary levels in schollchildren located around the highway in West Jakarta. This study aims to look at the relation between indoor air pollution exposure and urinary MDA levels in school students. The study using a cross sectional study design on April - May of 2019. The results of the study showed that PM2,5 and NO2 concentrations in the room exceeded the specified quality standard. PM2.5 indoor concentration was 86.37 µg / m3, and NO2 indoor concentration was 76.18 µg / m3. MDA urinary levels in students are used to see markers of oxidative stress in a child's body that are associated with air pollution and individual characteristics. There is a relationship with a positive correlation between PM2.5 indoor and p value = 0.016 in schools that are far from the highway. The individual characteristics of the children used to see the relationship with other factors controlling MDA in the urine of the relatives were according to gender, physical activity, smoker in family, vitamins and supplements consumption, and BMI
T-5775
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
