Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 33319 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Nurul Saptorini Rahmadhani; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Sabarinah, Puput Oktomianti, Budi Prasetyo, Anwar Fachri
Abstrak: Pelayanan yang bermutu adalah pelayanan yang efisien, efektif, tepat waktu dan tepat biaya dengan mengedepankan kepuasan serta keselamatan pasien. Puskesmas sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama wajib memberikan pelayanan yang bermutu kepada pasien. Hasil Indeks Kepuasan Masyarakat menunjukkan dari setiap dimensi mutu, unsur kecepatan pelayanan menjadi elemen ketidakpuasan paling tinggi. Perlu dilakukan upaya perbaikan waktu pelayanan rawat jalan di UPT Puskesmas Unit II Kecamatan Sumbawa dengan menggunakan metode Lean Six Sigma untuk mengidentifikasi dan meminimalisasi pemborosan. Penelitian ini merupakan operations research untuk memperbaiki pelayanan rawat jalan dengan penerapan metode lean six sigma melalui tahapan mendefinisi (define), mengukur (measure), menganalisa (analyze), memperbaiki (improve), dan mengendalikan (control) pada unit pelayanan rawat jalan. Hasil penelitian mendapatkan gambaran terjadinya penumpukan pasien dan lama waktu tunggu pelayanan rawat jalan di loket pendaftaran, ruang poli, ruang konsul dokter dan ruang pelayanan apotek yang merupakan hambatan (bottleneck) dalam proses pelayanan rawat jalan. Persentase value added pelayanan rawat jalan sebelum penerapan lean six sigma adalah sebesar 20,32% dan non value added sebesar 79,68%. Setelah penerapan lean six sigma nilai value added meningkat 33,19% dari sebelumnya menjadi 53.51%, dan non value added menurun 33,19% menjadi 46,49%. Ditemukan adanya delapan jenis pemborosan yang terjadi pada pelayanan rawat jalan, sebagian besar merupakan pemborosan over processing dan waiting. Waste banyak terjadi di ruang loket pendaftaran dan rekam medis serta ruangan konsul dokter. Sumber terjadinya pemborosan berdasarkan hasil analisis fishbone adalah man dikarenakan kurangnya kuantitas dan kualitas tenaga, beban kerja, kedisiplinan terhadap waktu kerja, serta kepatuhan petugas terhadap standar operasional prosedur (SOP). Usulan perbaikan disusun menggunakan lean tools seperti visual management, 5 S, Erorr Profing dan kaizen. Intervensi yang dilakukan untuk memperbaiki lama waktu pelayanan adalah dengan cara melakukan penyederhanaan alur pelayanan rawat jalan, pembagian tugas beberapa tenaga yang diposisikan sebagai tenaga UKP dan tenaga UKM, menerapkan budaya 5 S, perbaikan dokumen berkas rekam medis serta melakukan relokasi penempatan ruangan sesuai standar Permenkes 75 tahun 2014.
Read More
T-5752
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Elfrida Rooslanda Putri Venesha; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Masyitoh, Devi Maryori
Abstrak:
Lamanya waktu tunggu pelayanan pasien pulang rawat inap di RSUD KiSA Kota Depok mengakibatkan lamanya perpindahan pasien dari IGD yang perlu dilakukan rawat inap. Hal ini merupakan alasan pentingnya pemantauan proses pemulangan pasien yang selama ini belum pernah dilakukan, dan perlunya ditentukan target waktu tunggu proses pemulangan pasien rawat inap. Tujuan penelitian adalah mengetahui implementasi Lean Six Sigma pada proses pasien pulang rawat inap dalam upaya perbaikan mutu pelayanan rawat inap di RSUD KiSA, dengan tahapan Define, Measure, Analyze, Improve dan Control berfokus pada penurunan aktivitas non value added serta pemborosan dengan meningkatkan aktivitas value added. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain action research, menggunakan metode wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen, serta implementasi perbaikan proses pemulangan pasien rawat inap. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbaikan waktu tunggu pelayanan pasien pulang rawat inap. Kondisi awal proses pemulangan pasien diketahui ratio VA hanya 23,9% dan ratio NVA sebesar 76,1% dengan Lead Time 315,08 menit. Setelah dilakukan pendekatan Lean Six Sigma dapat diidentifikasi pemborosan dan dilakukan upaya perbaikan. Sehingga terjadi penurunan Lead Time menjadi 192,50 menit dengan peningkatan rasio VA menjadi 30,6%. Rekomendasi dari penelitian ini adalah perlunya penetapan alur proses pemulangan pasien serta dilakukan pemantauan waktu tunggu melalui indikator mutu unit rawat inap. Proses evaluasi dilakukan untuk menilai mutu layanan yang diberikan sudah memberikan manfaat bagi pasien dan operasional pelayanan rumah sakit.

The long waiting time for inpatient services at the KiSA Hospital in Depok City resulted in a long transfer of patients from the emergency room who had to be treated at the hospital. This is the reason for the importance of monitoring the patient discharge process which has never been done before, and the need to set a target waiting time for the inpatient discharge process. The research objective was to determine the application of Lean Six Sigma to the inpatient discharge process in an effort to improve the quality of inpatient services at KiSA Hospital, with the Define, Measure, Analyze, Improve and Control stages which focus on reducing non-value, adding activity and waste by increasing value added activity. . This study used a qualitative approach with an action research design, using in-depth interviews, observation and document review, as well as implementing improvements to the inpatient process. The results showed an increase in waiting time for inpatient discharge services. The initial condition of the patient discharge process was that the VA ratio was only 23,9% and the NVA ratio was 76,1% with a lead time of 315,08 minutes. After taking the Lean Six Sigma approach, waste can be identified and efforts to fix it can be made. So that there is a decrease in Lead Time to 192,50 minutes with an increase in the VA ratio of 30,6%. The recommendation from this study is the need to determine the flow of the patient discharge process and monitor waiting time through inpatient unit quality indicators. The evaluation process is carried out to assess the quality of services provided which have benefited patients and hospital service operations.
Read More
T-6798
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rame Manurita Verysanti Siahaan; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Sabarinah Prasetyo, Robiana Modjo, Gafar Hartatiyanto, Beben Saiful Bahri
Abstrak: Waktu tunggu merupakan bagian dari dimensi mutu pelayanan kesehatan yang akan menunjukkan kesan terhadap rumah sakit akan ketanggapan dan kinerja pelayanan yang ada di rumah sakit tersebut sehingga lamanya waktu tunggu secara tidak langsung menunjukkan rendahnya kinerja pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan upaya perbaikan waktu tunggu rawat jalan di Poli Kebidanan dan Kandungan RSUD Mampang Prapatan. Metode penelitian yang dilakukan adalah riset operasional dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif melalui enam tahap penelitian yaitu identifikasi input, identifikasi proses, pengamatan output, identifikasi penyebab masalah, identifikasi alternatif solusi dan perancangan intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah SDM di bagian Rekam Medis belum mencukupi, hanya ada 1 orang runner yang mendistribusikan dokumen rekam medis ke semua poli; jam mulai pelayanan Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan tidak sesuai dengan jadwal yang ditetapkan. Dokter sering tidak tepat waktu dalam memulai pelayanan; jarak ruangan Rekam Medis berada di gedung terpisah sedangkan bagian pendaftaran di lantai 1 dan Poli ada di Lantai 2, pasien datang terlalu cepat merupakan masalah utama yang berkontribusi terhadap lamanya waktu tunggu. Rata-rata total waktu tunggu di Poli Kebidanan dan Kandungan adalah 117.66 menit dan belum sesuai dengan SPM RS yaitu ≤60 menit. Rancangan intervensi yang disepakati adalah membuat SPO dan SK tentang pendaftaran pasien dilakukan 30 menit sebelum jadwal pelayanan dokter. Disaranan melakukan penjadwalan ulang jadwal praktek Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan sesuai dengan kesepakatan bersama sehingga ada kejelasan jam mulai pelayanan, membuat sistem reservasi yang optimal secara bertahap mulai dari offline sampai dengan online, menambah 2 orang petugas di bagian Rekam Medis dan menerapkan rekam medis elektronik
Read More
T-5800
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rini Prasetyo Wahyu Wijayati; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Puput Oktamianti, Wahyu Sulistiadi, Novita Dwi Istanti, M. Arza Putra
Abstrak: Waktu tunggu hasil pemeriksaan laboratorium sebagai ukuran kinerja pelayanan merupakan syarat penting membuktikan kualitas pelayanan laboratorium. Kecepatan waktu hasil pemeriksaan laboratorium mempengaruhi penetapan diagnosis serta terapi pasien. Indikator sasaran mutu laboratorium menetapkan target waktu tunggu pemeriksaan hasil laboratorium kimia 120 menit. Pencapaian sasaran indikator mutu di tahun 2020 baru 70% dari target yang ditetapkan, juga masih terdapat keluhan lambatnya hasil pemeriksaan. Studi pendahuluan bulan Januari sampai Febuari 2021 terdapat 18% waktu tunggu diatas 120 menit. Metode Lean six sigma fokus terhadap perbaikan dengan mendorong peningkatan secara tajam dalam kecepatan, kualitas dan profitabilitas. Penelitian ini merupakan operational research untuk memberikan rekomendasi perbaikan waktu tunggu pemeriksaan laboratorium dengan menggunakan pendekatan metode DMAIC terdiri dari siklus Define (mendefinisi), Measure (mengukur), Analyze (menganalisis), Improve (rekomendasi perbaikan), dan Control (pengendalian) Hasil penelitian mendapatkan gambaran terjadinya pemborosan di tahap pra analitik, analitik dan pasca analitik yang berdampak terhadap waktu tunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Pemborosan yang paling dominan terjadi di tahap pra analitik. Persentase value added pelayanan pemeriksaan Laboratorium sebelum penerapan Lean six sigma sebesar 67.30% dan non value added sebesar 33.83%. Setelah penerapan Lean six sigma nilai value added meningkat 38.48% menjadi 91.32% dan value added menurun 28.42% menjadi 8.68 %. Ditemukan adanya delapan jenis pemborosan, sebagian besar merupakan pemborosan defect, over processing, delays (waiting time), over production. Pemborosan banyak terjadi di tahap pra analitik dan pasca analitik. Sumber terjadinya pemborosan berdasarkan hasil analisis fishbone adalah man dan method dikarenakan kuantitas ATLM (Analis Teknis Medik Laboratorium) belum mencukupi dan belum efektifnya penanganan spesimen laboratorium serta metode serah terima.Usulan perbaikan disusun menggunakan lean tools seperti standardized work, visual management, error profing, dan penerapan 5S (Short, Stabilize, Shine, Standardize, Sustain) Intervensi yang dilakukan dengan usulan alur pemeriksaan laboratorium, metode serah terima spesimen, serta edukasi ulang tentang penanganan spesimen laboratorium dan usulan pelatihan Flebotomi
Waiting time for laboratory test results as a measure of service performance is an important requirement to prove the quality of laboratory services. The timing of the results of laboratory examinations affects the determination of the patient's diagnosis and therapy. The laboratory quality target indicator sets a target waiting time for the examination of chemical laboratory results of 120 minutes. The achievement of the quality indicator targets in 2020 is only 70% of the target set, there are also complaints about the slowness of the inspection results. Preliminary study from January to February 2021 showed 18% waiting time above 120 minutes.methods Lean six sigma focus on improvement by driving sharp improvements in speed, quality and profitability. This research is anoperational research to provide recommendations for improving waiting time for laboratory examinations using the DMAIC method approach consisting of a cycle of Define (defining), Measure (measure), Analyze (analyze), Improve (recommendation for improvement) and Control (Controlling). The results of the study get an overview of the occurrence of waste in the pre-analytical, analytical and post analytic stages which have an impact on the waiting time for laboratory results. The most dominant wastage occurred in the pre-analytic stage. The percentage of value added of laboratory inspection services before the implementation of Lean six sigma is 67.30% and non value added is 33.83%. After the implementation of Lean six sigma, the value added increased by 38.48% to 91.32% and the value added decreased by 28.42% to 8.68%. It was found that there were eight types of waste, most of which were defects, over processing, delays (waiting time), over production. A lot of waste occurs in the preanalytic and post-analytic stages. Sources of waste based on analysis results fishbone are man and method due to quantity of ATLM (Laboratory Medical Technical Analyst) and ineffective handling of laboratory specimens and handover methods. Improvement proposals are prepared using lean tools such as standardized work, visual management, error profiling, and the application of 5S(Short, Stabilize, Shine, Standardize, Sustain) Interventions carried out with the proposed flow of laboratory examinations, specimen handover methods, as well as re-education on handling laboratory specimens and proposed phlebotomy training
Read More
T-6132
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Retno Palupi; Pembimbing: Agustin Kusumayati, Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Mulyadi Muchtar, Sarah Zaidan
Abstrak: Abstrak

Persaingan antar rumah sakit memberikan pengaruh dalam manajemen rumah sakit baik milik pemerintah, swasta dan asing dengan tujuan akhir adalah untuk meningkatkan pelayanan Sarana pelayanan kesehatan di era globalisasi ini, berupaya meningkatkan kualitas jasa yang ditawarkan kepada masyarakat. Hal ini disebabkan karena kualitas jasa dapat digunakan sebagai alat untuk mencapai keunggulan kompetitif.

Pelayanan farmasi di rumah sakit merupakan suatu bagian atau fasilitas di rumah sakit. Unit farmasi adalah salah satu revenue center di rumah sakit dimana mempunyai pengaruh besar terhadap pendapatan rumah sakit. Kinerja layanan unit farmasi dapat diukur dari lamanya waktu tunggu pelayanan dalam proses penyiapan obat sesuai resep dokter.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab ketidak berhasilan pencapaian Key Performance Indikator (KPI) unit farmasi rawat jalan,melakukan pengembangan standar yang dibutuhkan, mengidentifikasi gap analysis yang ada dan membuat action plan guna peningkatan kualitas pelayanan.

Penelitian ini bersifat deskriptif, dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif secara pengamatan (observasional), telaah dokumen dan wawancara mendalam. Teknik penelitian ini adalah teknik triangulasi data, guna penguatan informasi-informasi dengan beberapa cara untuk mengurangi bias yang ada.

asil penelitian ini menunjukkan tren jumlah resep yang masuk pada hari, shift dan jam tertentu, dimana berguna untuk pengaturan komposisi staf yang ada. Selain itu penelitian ini menunjukkan adanya ketidak efisen an waktu proses pada tahap penerimaan resep dan penyerahan resep. Dan penelitian ini menyarankan adanya pengitungan ulang terhadap pola ketenaan unit farmasi rawat jalan.


Competition among hospitals provide hospital management influence in both government-owned, private and foreign with the ultimate goal is to improve health care facilities in this era of globalization, working to improve the quality of services offered to the public. This is because the quality of service can be used as a tool to achieve competitive advantage.

Pharmacy services in hospitals is a part of the hospital or facility. Pharmaceutical unit is one revenue center at the hospital, which had a major impact on hospital revenue. Pharmaceutical unit service performance can be measured by the length of the waiting time in the service of the process of preparing the drug as prescribed.

This study aims to determine the cause of the unsuccessful achievement of Key Performance Indicators (KPI) outpatient pharmacy unit, to develop the required standards, identifying a gap analysis of existing and create action plan to improve the quality of care.

This is a descriptive study, with quantitative and qualitative approaches in the observations (observational), document review and in-depth interviews. This research technique is the technique of triangulation of data, in order to strengthen the information in several ways to reduce the bias that exists.

Results of this study show a trend in the number of prescriptions coming days, shifts and hours specified, which is useful for setting the composition of existing staff. Moreover this study showed a lack of time efisen an admission process at the stage of recipes and recipe submission. And this study suggests a re-calculation of the pattern ketenaan outpatient pharmacy unit.

Read More
T-3963
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Idah Herliah; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Tosan Pambudi Witjaksono, Iin Nurlinawati
T-3816
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewi Damayanti; Pembimbing: Anwar Hasan; Penguji: Besral, Yuswati, Linda Budiyah
Abstrak:

Tesis ini membahas tentang kepuasan kerja petugas Puskesmas berdasarkan kepuasan kerja intrinsik dan ekstrinsik, serta membahas kepuasan pelanggan terhadap pelayanan yang diberikan oleh petugas loket pendaftaran, perawat, dokter, dan petugas loket obat di unit rawat jalan Puskesmas Kabupaten Cirebon. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Tujuan dari penelitian ini adalah diketahuinya gambaran kepuasan kerja petugas maupun kepuasan pelanggan Puskesmas serta hubungan antara keduanya. Data diolah melalui analisis univariat, bivariat, multivariat, dan dengan menggunakan diagram kartesius (Importance Performance Analysis). Hasil penelitian menyarankan bahwa untuk meningkatkan kepuasan kerja petugas Puskesmas dan kepuasan pelanggan hendaknya pihak terkait seperti Kepala Puskesmas, Dinas Kesehatan dan Pemerintah Daerah berusaha untuk memenuhi harapan petugas Puskesmas dan pelanggan, antara lain meningkatkan insentif bagi petugas, perbaikan manajemen Puskemas, dan pemenuhan peralatan di Puskesmas.  Sedangkan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan hendaknya pihak Puskesmas berusaha untuk terus memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan dengan berupaya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, sehingga masyarakat akan puas mendapatkan pelayanan kesehatan di tingkat Puskesmas. Kata kunci: Kepuasan kerja petugas dan kepuasan pelanggan


 

The study focused into job satisfaction (especially intrinsic and extrinsic’s job satisfaction) among primary healthcare provider and customer satisfaction’s relationship in outpatient’s unit Community Health Centre in Cirebon district. This research used quantitative method with cross sectional approach. The data was processed with univariate, bivariate and multivariate analysis using Cartesius diagram. The researcher suggests that Puskesmas, Health district office, District Government should improve the service quality by implementation quality assurance programme in health center (such as Puskesmas accreditation or Pusksmas ISO), remuneration payment system, leadership and management capacity building  also medical and non medical equipment availability. Key word: Job satisfaction and customer satisfaction

Read More
T-3366
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Salahuddin; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Anwar Hassan, Soetanto, Ernawati S.
T-3029
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Asep Saefullah; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Besral, Faturohman, Tata
Abstrak: Jumlah peserta BPJS Non PBI yang terdaftar di Puskesmas Kota Serang pada Bulan Maret 2015 sebanyak 47.231 orang, sedangkan di Fasilitas Kesehatan Tungkat Pertama (FKTP) lain sebanyak 96.120 orang. Pada Bulan Desember 2014 sampai dengan Bulan Maret 2015 jumlah peserta BPJS Non PBI di puskesmas bertambah 5,1%, sedangkan di FKTP lain bertambah 66,7%. Pada Bulan Februari 2015, terdapat puskesmas yang mengalami penurunan jumlah peserta BPJS Non PBI sebanyak 13,53% dibanding pada Bulan Desember 2014. Rendahnya jumlah kepesertaan BPJS Non PBI di puskesmas diduga kuat terdapat kaitannya dengan loyalitas pelanggan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kepuasan dengan loyalitas pelanggan setelah faktor karakteristik dikendalikan pada peserta BPJS Non PBI di Unit Rawat Jalan Puskesmas Kota Serang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional dan jumlah sampel sebanyak 170 responden. Hasil penelitian menunjukkan pada rentang skala 1-10 diperoleh skor rerata loyalitas sebesar 6,5. Skor rerata kepuasan sebesar 6,9. Hasil analisis statistik menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara kepuasan dengan loyalitas pelanggan setelah faktor pendapatan dikendalikan. Perlunya puskesmas meningkatkan kualitas pelayanan, menambah sarana dan prasarana seperti kursi tunggu, meningkatkan jumlah dan kualitas SDM, menjaga kebersihan, kenyamanan, keindahan dan ketertiban. Kata Kunci: loyalitas, kepuasan, karakteristik
Read More
T-4352
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
C. Monica P HUtabarat; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Vetty Yulianty Permanasari, Jan Andries Tangkilisan, Felly Senewe
Abstrak:

ABSTRAK

Tesis ini membahas hubungan faktor sosial budaya, pribadi dan psikologis dengan kepuasan pasien pengguna Kartu Jakarta Sehat (KJS) pada 110 responden di Unit Rawat Jalan RSU UKI. Rancangan penelitian adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan potong lintang. Hasil penelitian menunjukkan kepuasan pasien KJS sebesar 40,9%. Akses ke rumah sakit, motivasi, informasi baik dan informasi tidak baik berhubungan signifikan dengan kepuasan pasien KJS, namun motivasi adalah hal yang paling dominan berhubungan. Selain itu kepuasan pasien KJS juga berhubungan signifikan dengan pemanfaatan kembali layanan dan minat merekomendasikan layanan pada orang lain.


ABSTRACT

The focus of this study is the relation among socio-culture, characteristics, and psychology factors to Jakarta Health Card (JHC) Patient Satisfaction in 110 outpatient UKI Hospital. The study design is descriptive quantitative with cross sectional approach. The result shows that only 40,9% of the patients are satisfied with the hospital service. Access to the hospital, motivation, good information and bad information are significantly associated with JHC patient satisfaction, but motivation is the dominant factor. Besides, JHC patient satisfaction also has significant correlation with reuse and recommendation of the hospital service to others.

Read More
T-3987
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive