Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 35591 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Tresna P. Soemardi
PP-83
Depok : FT UI, 2005
Pidato Pengukuhan Guru Besar   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Berkala Ilmu Kedokteran (BIK), Vol.38, No.4, Des. 2006, hal. 224-225, ( Cat. ada di bendel 2003 - 2006 )
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Martarizal; Pembimbing: Wawan Irawan; Penguji: Tata Soemitra, Zulkifli Djunaidi,
Abstrak:
Laju perkembangan teknologi pada berbagai sektor industri disadari telah membawa dampak terhadap aspek-aspek yang terkait dengan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Tingginya angka kecelakaan kerja yang dilaporkan (reportable accident) dengan kerugian mencapai angka 4% dari produk domestik bruto (PDB), merupakan gambaran bahwa upaya pengelolaan K3 yang dilakukan selama ini belum memadai. Atas dasar fakta tersebut pada tahun 1996 dikeluarkanlah Peraturan Menteri Tenaga Kerja No.05/Men/1996 tentang sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) sebagai altematif dalam mengelola K3 melalui pendekatan sistem manajemen, sekaligus sebagai alat ukur kinerja K3 pada dunia industri. Meskipun pemberlakuan Permenaker No.05/Men/1996 tersebut sudah berjalan lebih dari tujuh tahun (1996-2004), dari data kecelakaan di atas menunjukkan bahwa belum adanya korelasi yang positif antara penerapan SMK3 dengan penurunan tingkat kecelakaan yang teijadi di berbagai sektor industri di Indonesia. Sehubungan dengan hal tersebut, disini peneliti ingin mengevaluasi sejauhmana implementasi SMK3 dan tingkat pemenuhan (compliancy) penerapan SMK3 pada sektor industri manufaktur dan pengolahan di Indonesia berdasarkan hasil audit untuk tingkat lanjutan yang dilakukan oleh badan audit independen dengan jumlah populasi sebanyak 40 perusahaan (kategori besar, tenaga kerja di atas 100 orang) dalam kurun waktu 1999 - 2002. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian yang termasuk dalam golongan penelitian evaluasi (evaluation research). Dari hasil penelitian (data primer dan data sekunder) didapatkan bahwa pemenuhan rata-rata terhadap masing-masing elemen SMK3 menunjukkan sebagian besar populasi telah memenuhi persyaratan elemen SMK3 untuk elemen 4, 5, 10 dan elemen 11. Riga didapatkan gambaran bahwa mayoritas perusahaan menganggap penting kinerja outcome sebagai ukuran kinerja K3 perusahaan (consequences measurement) dan belum memberikan prioritas terhadap audit internal SMK3 sebagai bahan evaluasi bagi kinerja K3 perusahaan (control measurement). Faktor kelemahan internal perusahaan yang cukup menonjol adaiah kurangnya kontrol manajemen terhadap upaya tinjauan ulang dan evaluasi penerapan SMK3 perusahaan serta keterlibatan dan konsultasi dengan tenaga kerja, rencana strategic K3 perusahaan, pengendalian desain dan tinjauan ulang kontrak, pengawasan dan kesiapan untuk menangani keadaan darurat, pemantauan lingkungan kerja dan pemantauan kesehatan, penyelidikan kecelakaan kerja dan penanganan masalah, penanganan secara manual dan mekanis serta pengembangan keterampilan dan kemampuan (pelatihan terhadap sumber daya manusia). Untuk itu perlunya peningkatan dalam hal penegakan hukum yang relevan dengan K3 oleh Pemerintah Indonesia sebagai regulator body serta penerapan standar teknis dan pedoman yang memadai dalam upaya meningkatkan penerapan SMK3 ini ke arah yang lebih baik bagi dunia industri.

Evaluation Study of Level Compliancy HSE Management System Based On Permenaker No.05/Men/1996 At Manufacturing and Processing Industry In IndonesiaTechnological progress has brought with it new, even more incident risks that leading work related diseases and injuries, and environmental impact. Increasing the number of reportable accident, consequently loss of 4% of PDB (ILO, 2000) seems that HSE has been managed improperly. Safety audit are a diagnostic tool, which has been used for many years to assess and evaluate the state of safety and health activities in a workplace. Audits can monitor the effects of changes to the safety program to make the workplace safer_ Audits allow us to undertake regular safety program reviews to ensure these is continuous improvement in safety activities. In 1996, Minister of Labour RI issued Permenaker Nu.051Men11996, a regulation concerning HSE Management System that to be complied in order to evaluate HSE performance for industries in Indonesia. Unfortunately, although that regulation already implemented almost 8 years, there were no positive correlation between implementation of HSE Management System and decreasing of accident rate in many sector of industries in Indonesia. Based on these facts, Researcher encourages to evaluate how far the implementation of HSE management system and level of compliancy in 40 companies of manufacturing and processing industries in Indonesia compare to audit results (advanced level) from independent audit body during 1999-2002. The companies categorized as a big company with employed more than 100 personnel. Researcher used evaluation research model as a method in this research. The result were the level of compliancy average each of element, show that most of population complied in element 4, 5, 10 and element 11. It means that most of companies give attention to outcomes performance as HSE performance indicator and did not give priority to HSE internal audit as an evaluation tool for company HSE performance indicator. Internal factors that need to consider are lack of management control in review and evaluation of company HSEMS & employee involvement, HSE strategic plan, design control & contract review, supervison & emergency responce plan, monitoring of environment & health surveillance, incident investigation and problem solving, manual and mechanic handling, and training. To improve the implementation of the HSEMS according to Pennenaker No.05IMen11996, it is important to continue law enforcement by the Indonesia's government as a regulator body and develop relevant standards and guidelines which more practicable in implementing these system.
Read More
T-1832
Depok : FKM-UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Chaidir Arif Mochtar
PP-135
Jakarta : FK UI, 2020
Pidato Pengukuhan Guru Besar   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
D.N. Wirawan
PHPMA-Vol.3/No.1
Denpasar : Universitas Udayana, 2015
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Koosnadi Saputra
MPPK Vol.XII, No.1
Jakarta : Departemen Kesehatan RI, 2002
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
PMeilissa Ayu Pratiwi; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Yulianto Sulistyo Nugroho, Wachyu Sulistiadi, Hardianto Wardjaman
Abstrak: Tesis ini dilatarbelakangi pada masih minimnya organisasi atau perusahaan yang memiliki perencanaan keberlangsungan bisnis yang terarah pasca bencana/insiden. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemenuhan aspek business continuity plan dalam upaya pengembangan program pencegahan, mitigasi, dan pemulihan saat dan pasca bencana/insiden di Industri Manufaktur PT. XYZ berdasarkan Standar National Fire Protection Association 1600 : 2013. Penelitian yang bersifat analitik dengan desain studi deskriptif ini menggunakan dua jenis data, yaitu pata primer yang didapatkan melalui wawancara dan observasi, serta data skunder melalui telaah dokumen. Penelitian ini akan menghasilkan gambaran pemenuhan aspek business continuity plan melalui hasil penilaian potensi risiko dan analisis dampak bisnis yang akan digunakan sebagai acuan dalam pengembangan program-program untuk mencegah dan mengurangi dampak serta pemulihan pasca bencana. Kata kunci : Business Continuity Plan, NFPA 1600, Bencana/insiden, Risiko, Dampak Bisnis
Read More
T-4461
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cahyo Khoirul Ardli; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Dadan Erwandi, Indri Hapsari Susilowati, Heny Mayawat, Rio Martino Rusliputra
Abstrak: Pada Desember 2019 telah menyebar virus baru yang dinamakan Virus Corona (COVID-19). Menurut WHO, pandemi adalah penyebaran penyakit baru ke seluruh dunia. Pada 11 Maret 2020, WHO menetapkan COVID-19 masuk ke dalam kategori pandemi. COVID-19 adalah jenis baru yang ditemukan pada tahun 2019 dan belum pernah diidentifikasi pada manusia. Virus ini masuk ke dalam kategori penyakit menular dan baru ditemukan pada Desember 2019. Akibat dari pandemi COVID-19, secara cepat atau lambat akan mempengaruhi proses yang berjalan di PT.X. Sehingga PT.X telah mengambil langkah kesiapsiagaan darurat agar meminamilisir dampak dari COVID-19. Adanya langkah kesiapsiagaan darurat yang dilakukan PT.X, dibuat agar perusahaan tetap terus berjalan di tengah pandemi COVID-19. Kesiapsiagaan darurat yang dilakukan sejalan dengan Teori Green, di mana perilaku terbentuk dari 3 faktor yang di antaranya: Faktor predisposisi, faktor enabling, dan faktor reinforcing. Berdasarkan data yang diperoleh, masih ditemukan pekerja yang belum menerapkan adaptasi kebiasaan baru (AKB) di tempat kerja khususnya terkait dengan 3 M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak). Dengan menggunakan Teori Green, penelitian ini ingin mengetahui keefektifan penerapan adapatasi kebiasaan baru PT. X terkait COVID-19.
According to WHO, a pandemic is the spread of a new disease around the world. On March 11, 2020, WHO declared COVID-19 to be a pandemic. COVID-19 is a new strain that was discovered in 2019 and has never been identified in humans. This virus is included in the infectious disease category and was only discovered in December 2019. As a result of the COVID-19 pandemic, sooner or later it will affect the processes running at PT.X. So that PT.X has taken emergency preparedness steps to minimize the impact of COVID-19. There are emergency preparedness steps taken by PT. X, made so that the company continues to run amid the COVID-19 pandemic. Emergency preparedness is in line with Green Theory, in which behavior is formed from 3 factors which include: predisposing factors, enabling factors, and reinforcing factors. Based on the data obtained, there are still workers who have not implemented Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) in the workplace, especially related to 3 M (wearing masks, washing hands, and maintaining distance). By using Green Theory, this research wants to know the effectiveness of implementing PT. X regarding COVID-19.
Read More
T-6839
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nasrin Kodim
KJKMN Vol.7, No.12
Depok : FKM UI, 2013
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ida Fauziah; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Sutanto Priyo Hastono, Rita Damayanti, Saleh Budi Santoso, Nathanael
Abstrak:
Latar Belakang : Kabupaten Karawang adalah salah satu daerah dengan kawasan industri terbesar di Indonesia. Tingginya jumlah pekerja di industri tersebut membuat klaster industri menjadi penyumbang kasus Covid-19 di wilayah Kab.Karawang. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor individu, faktor specific health belief, dan faktor lingkungan dengan perilaku penerapan protokol kesehatan (3M) pencegahan Covid-19 pada pekerja industri manufaktur. Metode : Desain studi yang digunakan adalah cross sectional. Data dikumpulkan pada bulan Agustus ? September 2022 melalui survei online secara non-probablity sampling dengan sampel 454 pekerja. Hasil : Sebagian besar responden pekerja industri manufaktur memiliki perilaku yang baik (50.2%) dalam perilaku penerapan protokol kesehatan (3M). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa variabel yang memiliki hubungan bermakna dengan perilaku penerapan protokol kesehatan (3M) pencegahan Covid-19 adalah pengetahuan (p value = 0.038, OR=1.66), dukungan keluarga (p value = 0.001, OR=2.23), & penerapan kebijakan pencegahan Covid-19 di tempat kerja (p value = 0.034, OR=1.66). Pekerja dengan dukungan keluarga yang rendah berpeluang 2.2 kali lebih tinggi memiliki perilaku penerapan protokol kesehatan (3M) yang kurang dibandingkan pekerja dengan dukungan keluarga inti yang tinggi setelah dikontrol variabel pengetahuan, penerapan kebijakan pencegahan Covid-19, sikap, persepsi kerentanan, persepsi manfaat, dukungan rekan kerja, & dukungan tenaga kesehatan. Kesimpulan : Untuk meningkatkan perilaku penerapan pencegahan Covid-19 pekerja tetap perlu diberikan edukasi yang rutin oleh tenaga kesehatan dengan melibatkan keluarga pekerja serta didukung dengan pengawasan dari penerapan kebijakan pencegahan Covid-19 dari manajemen perusahaan.

Background: Karawang Regency is one of the areas with the largest industrial estate in Indonesia. The high number of workers in the industry makes the industrial cluster a contributor to Covid-19 cases in the Karawang Regency area. Objective: This study aims to determine the relationship between individual factors, specific health belief factors, and environmental factors with the behavior of implementing health protocols (3M) to prevent Covid-19 in manufacturing industry workers. Methods: The study design used was cross sectional. Data were collected in August - September 2022 through an online survey by non-probability sampling with a sample of 454 workers. Results: Most respondents of manufacturing industry workers have good behavior (50.2%) in the behavior of implementing health protocols (3M). The results of multivariate analysis show that the variables that have a significant relationship with the behavior of implementing health protocols (3M) for Covid-19 prevention are knowledge (p value = 0.038, OR = 1.66), family support (p value = 0.001, OR = 2.23), & implementation of Covid-19 prevention policies in the workplace (p value = 0.034, OR = 1.66). Workers with low family support were 2.2 times more likely to have poor health protocol implementation behavior than workers with high nuclear family support after controlling for variables of knowledge, implementation of Covid-19 prevention policies, attitudes, perceived vulnerability, perceived benefits, coworker support, & health worker support. Conclusion: To improve the behavior of implementing Covid-19 prevention, workers still need to be given routine education by health workers by involving workers' families and supported by supervision of the implementation of the Covid-19 prevention policy from company management.
Read More
T-6525
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive