Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 40131 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Zulfa Ayuningsih; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Mondastri Korib Sudaryo, Nikson Sitorus, Dina Bisara Lolong
Abstrak: Tuberkulosis masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di dunia. Hasil akhir pengobatan TB pada pasien berupa kematian saat melakukan pengobatan merupakan permasalahan terkini yang perlu diselesaikan. Penyebab pasti terjadinya kematian pada pasien yang sedang menjalani pengobatan TB masih belum banyak di ketahui. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan faktor-faktor yang berhubungan dengan kematian pasien tuberkulosis pada penderita TB MDR dan TB Sensitif Obat di Indonesia tahun 2015-2017. Penelitian dilakukan dengan menggunakan data sekunder dari aplikasi eTB manager dan SITT di Subdit Tuberkulosis, Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) - Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Kementerian Kesehatan RI
Read More
T-5778
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Shena Masyita Deviernur; Pembimbing: Nurhayati Adnan; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Trisari Anggondowati, Sulistyo dan Meilina Farikha
Abstrak:
Proporsi pasien Tuberkulosis Resistan Obat (TB RO) yang memiliki hasil akhir pengobatan meninggal meningkat di tahun 2021 menjadi 19%. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor risiko kematian pasien TB RO selama masa pengobatan di Indonesia. Desain penelitian ini adalah kohort retrospektif dengan menggunakan data kasus TB RO yang memulai pengobatan tahun 2020-2021 dan telah memiliki hasil akhir pengobatan hingga Mei 2023 dan tercatat pada Sistem Informasi Tuberkulosis. Analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif, survival dengan menggunakan Kaplan Meier, dan multivariat dengan menggunakan cox regression. Jumlah sampel penelitian adalah 7.515. Hasil penelitian ini menunjukkan sebanyak 19,39% pasien meninggal dengan laju kejadian keseluruhan adalah 6 per 10.000 orang hari dan probabilitas kumulatif survival sebesar 73%. Analisis multivariat menunjukkan Faktor – faktor yang mempengaruhi kematian pasien TB RO selama masa pengobatan di Indonesia adalah kelompok umur 45-65 (HR 1,519; 95% CI 1,275-1,809) tahun dan 65+ (HR 3,170; 95% CI 2,512-4,001), wilayah fasyankes Jawa-Bali (HR 1,474; 95% CI 1,267-1,714), koinfeksi HIV (HR 3,493; 95% CI 2,785-4,379), tidak mengetahui status HIV (HR 1,655; 95% CI 1,474-1,858) memiliki riwayat pengobatan (HR 1,244; 95% CI 1,117-1,385), tidak konversi ≤3 bulan (HR 4,435; 95% CI 3,920-5,017), paduan pengobatan LTR (1,759; 95% CI 1,559-1,985), kepatuhan pengobatan pada kelompok tidak minum obat 1-30 hari (HR 0,844; 95% CI 0,748-0,953) dan kepatuhan pengobatan pada kelompok tidak minum obat >30 hari (HR 0,318; 95% CI 0,273-0,370).

The proportion of drug-resistant tuberculosis (RO-TB) patients who have the final outcome of treatment will die in 2021 to 19%. The purpose of this study was to determine the risk factors for death of TB RO patients during the treatment period in Indonesia. The design of this study was a retrospective cohort using data on TB RO cases that started treatment in 2020-2021 and had final treatment results until May 2023 and were recorded in the Tuberculosis Information System. The analysis used in this study is descriptive analysis, survival using Kaplan Meier, and multivariate using cox regression. The number of research samples is 7,515. The results of this study showed that 19.39% of patients died with an overall incidence rate of 6 per 10,000 person days and a cumulative probability of survival of 73%. Multivariate analysis shows that the factors that influence the death of TB RO patients during the period of treatment in Indonesia are the age group 45-65 (HR 1.519; 95% CI 1.275-1.809) years and 65+ (HR 3.170; 95% CI 2.512-4.001), health facilities area Java-Bali (HR 1.474; 95% CI 1.267-1.714), HIV coinfection (HR 3.493; 95% CI 2.785-4.379), do not know HIV status (HR 1.655; 95% CI 1.474-1.858) have a history of treatment ( HR 1.244; 95% CI 1.117-1.385), no conversion ≤3 months (HR 4.435; 95% CI 3.920-5.017), mixed treatment LTR (1.759; 95% CI 1.559-1.985), treatment adherence in non-medication group 1 -30 days (HR 0.844; 95% CI 0.748-0.953) and medication adherence in the non-medication group >30 days (HR 0.318; 95% CI 0.273-0.370).
Read More
T-6699
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
XNur Afianti Hasanah; Pembimbing: Nuning Maria Kiptyah; Penguji: Putri Bungsu, Sity Kunarisasi
Abstrak: Indonesia masuk kedalam Negara dengan tiga beban TB tertinggi, salah satunya adalah TB-MDR. Persentase kematian pada pasien TB-MDR selama masa pengobatan di Indonesia melebihi batasan target WHO yaitu 10%. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan faktor-faktor yang berhubungan dengan kematian pada pasien Tuberkulosis Multi Drug Resistance (TB-MDR) selama masa pengobatan di Indonesia tahun 2010-2014. Desain penelitian yang digunakan adalah studi cross sectional menggunakan data sekunder registrasi kohort e-TB Manager (Surveilans TB Resistan Obat) 2010-2014. Variabel independen pada penelitian ini meliputi faktor kerentanan individu (usia, jenis kelamin, komorbid diabetes mellitus, jumlah resistansi OAT, hasil pemeriksaan sputum di awal pengobatan), faktor kerentanan sistem kesehatan (riwayat pengobatan TB sebelumnya dan interval inisiasi pengobatan), dan faktor kerentanan sosial (wilayah tempat tinggal). Variabel dependen pada penelitian ini adalah hasil akhir kematian pada pasien TB-MDR. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara usia dengan kematian pada pasien TB-MDR selama masa pengobatan. Kata Kunci : Kematian, Pasien TB-MDR Indonesia is one of the countries in three high-burden country list, partially MDR-TB. The presentation of mortality among MDR-TB patients during treatment in Indonesia is above WHO target which is 10%. This study aimed to describe the epidemiological and factors associated with mortality among MDR-TB patients during treatment in Indonesia from 2010 through 2014. The study was conducted with cross sectional using secondary data cohort registration e-TB Manager (Surveillance of TB Drugs Resistance) 2010-2014. Independent variables of this study were individual vulnerability (age, sex, diabetes mellitus comorbidities, number of drugs resistance, initial sputum test), programmatic or institutional vulnerability (previous history of TB treatment and interval of treatment), and social vulnerability (living status). Dependent variable of this study was the end of treatment result for mortality among MDR-TB patients. The results indicated that age associated with mortality among MDR-TB patients during treatment. Keywords : Mortality, MDR-TB Patients.
Read More
S-9333
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Qonita Nur Salamah; Pembimbing: Nurhayati Adnan; Penguji: Putri Bungsu, Nining Mularsih, Wahyu Manggala Putra
Abstrak:

Tuberkulosis sensitif obat (TB SO) salah satu penyakit infeksius penyebab kematian utama dunia. Terjadi peningkatan kematian pasien TB SO di Provinsi DKI Jakarta. Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh faktor usia, jenis kelamin, status bekerja, klasifikasi lokasi anatomi, klasifikasi riwayat pengobatan, komorbid DM, dan status HIV dengan kematian pasien TB SO selama masa pengobatan di Provinsi DKI Jakarta. Metode : Desain studi penelitian ini adalah kohort retrospektif dengan metode analisis survival Kaplan meier. Hasil : Hasil menunjukkan proporsi kematian pasien sebesar 4,5% dengan probabilitas kesintasan mencapai 90,1%. Faktor yang terbukti berpengaruh terhadap kematian pasien adalah usia >40 tahun (Hazard Ratio (HR) 2,3; 95% Confidence Interval (95% CI) 1,925-2,629), jenis kelamin laki-laki (HR 1,2; 95% CI 1,047-1,396), pasien kambuh dan lainnya (HR 2,8; 95% CI 2,351-3,339), memiliki komorbid DM (HR 1,4; 95% CI 1,159-1,598), dan status positif HIV (HR 4,7; 95% CI 3,879-5,623). Kesimpulan : Faktor usia, jenis kelamin, riwayat pengobatan, komorbid DM, dan status HIV merupakan faktor kematian pasien TB SO di Provinsi DKI Jakarta. Saran berupa dilakukan audit penyebab kematian dan peningkatan standar prosedur layanan oleh pihak Dinas Kesehatan Provinsi direkomendasikan.


Drug-sensitive tuberculosis (TB SO) is one of the world's leading causes of death. There has been an increase in the deaths of TB SO patients in DKI Jakarta Province. Objective: This study aimed to determine the influence of age, gender, work status, anatomical location classification, treatment history classification, DM comorbidities, and HIV status on the death of TB SO patients during the treatment period in DKI Jakarta Province. Methods: The study design of this research was a retrospective cohort with the Kaplan-Meier survival analysis method. Results: The results showed that the proportion of patient deaths was 4.5% with survival probability was 90.1%. Factors of death were age >40 years (Hazard Ratio (HR) 2.3; 95% Confidence Interval (95% CI) 1.925-2.629), male gender (HR 1.2; 95% CI 1.047-1.396), patient relapse and others ( HR 2.8; 95% CI 2.351-3.339), having comorbid DM (HR 1.4; 95% CI 1.159-1.598), and HIV positive (HR 4.7; 95% CI 3.879-5.623). Conclusion: Age, gender, treatment history, comorbid DM, and HIV status are death factors of TB SO patients in DKI Jakarta Province. Suggestions in the form of an audit of the causes of death and improving standard service procedures by the Provincial Health Service are recommended.

Read More
T-6946
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Zaenab; Pembimbing: Sudarto Ronoatmodjo; Penguji: Tri Yunis Miko, Soewarta Kosen, Shena Masyita Deviemur
T-7163
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bayu Seno Aji; Pembimbing: Ratna Djuwita; Penguji: Sudarto Ronoatmodjo, Fathiyah Isbaniah
Abstrak: Situasi pandemi COVID-19 membuka mata masyarakat akan pentingnya kesehatan, peningkatan demand akan produk-produk kesehatan mendorong industri logistik PT X yang berperan dalam distribusi barang untuk melakukan lembur kerja atas intensitas kerja yang tinggi, hal ini meningkatkan risiko terjadinya fatigue di tempat kerja yang dapat menurunkan fungsional tubuh dan berdampak baik pada kesehatan pekerja maupun risiko terjadinya error di tempat kerja, PT X juga belum memiliki sistem manajemen risiko fatigue khusus sehingga deteksi fatigue tidak dapat dilakukan, penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran keluhan dan faktor risiko fatigue pada pekerja logistik gudang PT X tahun 2022 yang bertempat di salah satu kawasan DKI Jakarta. Penelitian ini berdesain deskriptif kuantitatif dan kualitatif dengan metode studi cross-sectional menggunakan instrumen kuesioner termasuk Fatigue Assessment Scale (FAS), NASA Task Load Index (TLX), dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) yang selanjutnya dianalisis secara univariat dan triangulasi data dengan hasil wawancara di lapangan terhadap beberapa pekerja dan koordinator tiap tim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 20 pekerja (37,04%) mengalami keluhan fatigue ringan, mayoritas sebagian lainnya (62,96%) tidak mengalami keluhan fatigue dan tidak ditemukan pekerja dengan keluhan fatigue berat, serta untuk faktor risiko fatigue paling dominan yang ditemukan adalah pada faktor kuantitas tidur pekerja dengan mayoritas pekerja (83,33%) memiliki durasi tidur dibawah standar 7 jam
The COVID-19 pandemic situation has opened people's eyes to the importance of health, the increasing demand for health products has encouraged the logistics industry of PT X, which plays a role in the distribution of goods, to carry out overtime work to meet the high work intensity, this increases the risk of fatigue in the workplace which can reduce body function and have an impact on the health of workers and even the risk of errors in the workplace. Additionally, PT X lacks a fatigue risk management system, making it unable to do fatigue detection, thus this research aims to provide an overview of complaints and fatigue warehouse logistics workers at PT X year 2022, located in one of the DKI Jakarta region. Research design is a quantitative and qualitative with a cross-sectional study using questionnaire instruments, including the Fatigue Assessment Scale (FAS), NASA Task Load Index (TLX), and Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) which were then analyzed univariately and triangulated the data with the results of field interviews towards several workers and the coordinator of each team. The results showed that there were 20 workers (37.04%) experiencing light fatigue, the majority of the others (62.96%) did not experience any, and none with severe fatigue, as for the most dominant fatigue risk factor found is the workers' sleep quantity with the majority of workers (83.33%) having sleep duration below the standard of 7 hours minimum
Read More
S-11028
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rina Aprini; PEmbimbing: Nurhayati Adnan Prihartono; Penguji: Ratna Djuwita, Yovsyah, Sulistyo
T-4712
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anette Yongki Wijaya; Pembimbing: Syahrizal; Penguji: Ratna Djuwita Hatma, Fathiyah Isbaniah
Abstrak: Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kasus TB MDR di RSUP Persahabatan tahun 2020.
Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik observatif dengan data kuantitatif. Sumber data berasal dari data sekunder berupa rekam medik RSUP Persahabatan tahun 2020. Dengan desain studi kasus kontrol, 50 sampel dalam kelompok kasus dan 100 sampel dalam kelompok kontrol dianalisis menggunakan SPSS dengan uji chi square, OR untuk mengetahui derajat hubungan antar variabel, dan p<0,05 sebagai batas kemaknaan.
Hasil: Usia ≤30 tahun (OR=0,30; p=0,019) dan kepatuhan minum obat (OR=6,64; p=0,000) memiliki hubungan statistik yang signifikan dengan kasus TB MDR di RSUP Persahabatan tahun 2020.
Read More
S-10758
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ekky Fajar Frana; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Endang Lukitosari
Abstrak: Di Indonesia, angka keberhasilan pengobatan pasien TB resistan obat sejak tahun 2013- 2015 masih rendah yaitu sebesar 52,4%. Upaya yang dilakukan adalah dengan diterapkannya metode baru yaitu metode standar jangka pendek pada tahun 2107. Seiring diterapkannya metode baru, metode standar konvensional tetap terus dilakukan. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil pengobatan antara metode standar standar konvensional dan metode standar jangka pendek. Data yang digunakan adalah data pasien TB MDR yang memulai pengobatan antara Januari-Desember 2017 yang teregister dalam e-TB Manager. Hasil pengobatan yang baik pada metode standar konvensional adalah 39,8% dan pada metode standar jangka pendek adalah 48,9%. Hasil analisis uji chi square terhadap perbedaan hasil antara metode konvensional dan jangka pendek adalah tidak terdapat perbedaan yang signifikan (p-value = 0,067). Dan hanya faktor umur ≥45 tahun dan interval inisiasi pengobatan ≤30 hari yang perbedaan hasil pengobatannya signifikan (p-value = 0,005 dan 0,047). Kata kunci: Hasil Pengobatan, Metode Konvensional, Metode Jangka Pendek, TB MDR In Indonesia, the success rate of treatment of drug-resistant TB patients from 2013-2015 is still low at 52.4%. The efforts made were to implement a new method, namely the standard short-term method in 2107. As new methods were implemented, conventional standard methods continued. This study used a cross sectional design aimed to determine differences in treatment outcomes between conventional standard standard methods and short-term standard methods. The data used is data on MDR TB patients who started treatment between January-December 2017 registered in e-TB Manager. The good treatment results in the conventional standard method are 39.8% and in the standard short term method is 48.9%. The results of the chi square test analysis of the differences in results between conventional and short-term methods there is no significant difference (p-value = 0.067). And only age factors ≥45 years and treatment initiation intervals ≤30 days for which the difference in results was significantly different (p-value = 0.005 and 0.047). Keywords: MDR TB, Treatment Results, Conventional Method, Short Term Method
Read More
S-9932
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bungsu, Putri; Pembimbing: Ratna Djuwita; Penguji: Kusharisupeni Djokosujono, Rachel Merliana
s-6044
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive