Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 38911 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Silvia Evalina Tarigan; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Mieke Savitri, Dumilah Ayuningtyas, Hoyi Siantoresmi, Anastasia Susetyo
Abstrak: Siloam Hospitals TB Simatupang merupakan salah satu tempat dilakukannya percobaan aplikasi yang dinamakan My Siloam, Aplikasi ini digunakan untuk membuat jadwal kunjungan unit rawat jalan sesuai jadwal praktek dokter dengan sistem online. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh penggunaan Aplikasi My Siloam terhadap kepuasan pasien dan waktu tunggu di Unit Rawat Jalan SHTB. Penelitian dilakukan di Unit Rawat Jalan SHTB pada bulan November tahun 2019. Penelitian ini merupakan mix-method study (kuantitatif-kualitatif). Studi kuantitatif menggunakan cross-sectional design. Kemudian studi kualitatif menggunakan metode wawancara mendalam. Sampel penelitian adalah pasien yang datang berobat ke Unit Rawat Jalan SHTB sebanyak 384 pasien. Kepuasan pasien dan waktu tunggu antara sebelum dan sesudah penggunaan aplikasi My Siloam berbeda signifikan (p<0,05). Aplikasi My Siloam efektif dalam meningkatkan capaian kepuasan pasien dan waktu tunggu di Unit Rawat Jalan SHTB. Faktor yang berhubungan signifikan dengan kepuasan pasien adalah pengetahuan (p<0,001), sikap (p<0,001) dan cara pembayaran (p<0,001). Sedangkan umur (p=0,261), jenis kelamin (p=0,490), pendidikan (p=0,508) dan pekerjaan (p=0,896) tidak berhubungan signifikan dengan kepuasan pasien.
Read More
B-2135
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dian Agnesa Sembiring; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Masyitoh, Danny Widjaja, Erik Winarno
Abstrak: Persaingan bisnis di industri kesehatan saat ini semakin ketat terutama persaingan antar rumah sakit. Siloam Hospitals TB Simatupang merupakan salah satu RS Siloam Hospitals Group yang berada di kawasan elite Jakarta Selatan. Awal tahun 2020, Siloam Hospitals TB Simatupang memutuskan untuk memiliki layanan unggulan terbaru di rawat jalan, yaitu executive clinic. Namun sejak pandemi COVID-19 telah terjadi penurunan yang signifikan kunjungan pasien. Selain itu perbedaan perbandingan jumlah kunjungan pasien rawat jalan biasa dengan executive clinic berkisar 0,48% - 1,60%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan loyalitas pasien eksekutif di instalasi rawat jalan Siloam Hospitals TB Simatupang. Penelitian merupakan merupakan penelitian kuantitatif dengan design penelitian observasional. Lokasi di executive clinic Siloam Hospitals TB Simatupang dengan jumlah populasi 520 pasien. Sampel penelitian sebesar 84 pasien dengan instrumen penelitian menggunakan data primer (kuesioner). Hasil penelitian menyatakan bahwa Mayoritas responden loyal terhadap pelayanan di executive clinic dengan hasil NPS sebesar 50%. Customer satisfaction, service quality, perceived value, trust, hospital brand image, dan commitment memiliki pengaruh yang signifikan dan positif terhadap loyalitas pasien eksekutif Siloam Hospitals TB Simatupang. Commitment yang memiliki pengaruh langsung terhadap loyalty. Customer satisfaction, service quality, trust, hospital brand image, dan OCB memiliki pengaruh tidak langsung terhadap loyalty. Commitment (0,865) merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap loyalitas pasien. Selanjutnya variabel customer satisfaction (0,541), trust (0,484), service quality (0,425), OCB (0,249), hospital brand image (0,107) secara berurutan juga memiliki tingkat pengaruh terhadap loyalitas pasien. Dari hasil penelitian tersebut, manajemen RS di masa depan harus selalu mengutamakan peningkatan komitmen pasien, dan juga customer satisfaction, trust, service quality, OCB (Organizational Citizenship Behavior), dan hospital brand image untuk mencapai loyalitas pasien. Adapun langkah- langkah yang dapat dilakukan, yaitu menurunkan panjang antrian, menurunkan waktu tunggu pasien, mengutamakan kepentingan pasien, memberikan pelayanan registrasi yang cepat, serta meningkatkan pelayanan perawat dan staf yang ramah dan cekatan. Selain itu rutin melakukan evaluasi terhadap customer feedback form yang ada di instalasi rawat jalan, khususnya executive clinic agar pelayanan yang diterima oleh pasien memenuhi ekspektasi mereka
Read More
B-2194
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Erna Maria; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Jaslis Ilyas, Ati Nirwanawati, Hariyadi Wibowo
Abstrak: Latar Belakang : Rumah sakit sebagai institusi pemberi layanan kesehatan, bertanggungjawab terhadap penyediaan layanan yang ada di masyarakat yang dapat memberikan rasa aman, efektif, memiliki mutu dan tidak bersifat diskriminatif dengan mengutamakan kepentingan pasien. Peresepan obat oleh dokter dan pemenuhannya oleh bagian farmasi secara tepat mencerminkan pelayanan berkualitas di tempat tersebut. Keterlambatan penerimaan obat menimbulkan ketidakpuasan dari pasien dan menurunkan kepercayaan terhadap RS. Pada tahun 2015 hingga 2016, waktu tunggu obat pasien unit rawat jalan RS Eka Pekanbaru masih berkisar 1 jam 4 menit untuk obat non racikan dan 1 jam untuk obat racikan. Tahun 2017 terjadi perbaikan namun angka kepuasan pasien masih belum dapat mencapai 95% dari ketetapan rumah sakit. Tentunya hal ini dapat mengakibatkan keenganan pasien untuk kembali untuk berobat yang menurunkan pendapatan RS.
Tujuan : Mengetahui hubungan waktu tunggu pasien dan karakteristik pasien terhadap tingkat kepuasan pasien pada pelayanan unit farmasi rawat jalan RS Eka Pekanbaru.
Metode : Penelitian ini memakai desain penelitian kuantitatif dengan desain potong lintang, yang dilengkapi dengan penelitian kualitatif. Dilaksanakan pada bulan Maret 2019 di unit Farmasi Rawat Jalan RS Eka Pekanbaru. Data primer diambil dengan melakukan pengamatan langsung di farmasi unit rawat jalan dan wawancara kepada Direktur serta Kepala Instalasi Farmasi RS. Data sekunder didapat dari data resep racikan maupun resep non racikan RS Eka Pekanbaru. Semua data kemudian diolah menggunakan sistem dan dianalisa menggunakan pendekatan PLS-SEM.
Hasil : Ratarata pelayanan farmasi unit rawat jalan RS. Eka Pekanbaru memiliki waktu 17.13 menit obat non racikan dan 33.48 menit obat racikan. Usia tua puas dengan responsiveness, pasien yang bekerja puas dengan tangible. Namun secara umum karakteristik pasien tidak mempengaruhi dari keseluruhan kualitas layanan.
Kesimpulan : Manajemen masih pelu melakukan perbaikan terhadap waktu tunggu terhadap resep racikan. Adanya waktu tunggu penyelesaian resep obat semakin cepat akan meningkatkan kepuasan, yang didukung dengan kualitas layanan yang baik

Background : The hospital as an institution providing health services, is responsible for providing services in the community that can provide a sense of security, effectiveness, quality and non-discrimination by prioritizing the interests of patients. Doctors prescriptions and their fulfillment by the pharmacy department reflect the quality service in Hospital. The delay in receiving drug caused dissatisfaction from the patient and reduced trust. In 2015 to 2016, the waiting time prescription for outpatient patients at Eka Pekanbaru Hospital was still around 1 hour 4 minutes for nonconcoction drugs and 1 hour for concoction drugs. In 2017 there was an improvement but the patient satisfaction rate still could not reach 95% of hospital provisions. This can lead to patient reluctance to return to treatment which reduces hospital income.
Objective: To determine the correlation between patient waiting time and patient characteristics to the level of patient satisfaction at the outpatient pharmacy unit in the Eka Pekanbaru hospital.
Method: This study uses a quantitative research design with cross-sectional design, which is supplemented by qualitative research. Performed in March 2019 in the outpatient pharmacy department of the Eka Pekanbaru hospital. Primary data was taken by conducting direct observation in the outpatient pharmacy unit and interviewing the Director and Head of the Pharmacy Installation. Secondary data was obtained from data on recipe concoctions and recipes for non-concoction of Eka Pekanbaru Hospital. All data were then processed using an analyzed system using PLS-SEM approach.
Results: The average time for outpatient pharmacy units in RS Pekanbaru takes 17.13 minutes for non-concoction medicine and 33.48 minutes for concoction medicine Old age has satisfied with the responsiveness, patients who work was satisfied with tangible. But in general the characteristics of patients did not influence the overall quality of the service.
Conclusion: management still needs to improve the waiting time for concoction recepies. The waiting time for drug prescription completion will increase satisfaction, which is supported by good service quality
Read More
B-2112
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Doris Lumban Tobing; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Suprijanto Rijadi, Puput Oktamianti, Yuli Prapancha Enny Satar, Ekasari
Abstrak: Berdasarkan UBA pasien di RS Siloam Kebon Jeruk, didapat komentar mengenaipemulangan pasien, yaitu : waktu tunggu penyelesaian administrasi pulang pasienmasih cukup lama, terutama menggunakan asuransi. Dari uji petik didapatkanrata-rata waktu tunggu yang menggunakan jaminan perusahaan/asuransi 5 jam 45menit dan non jaminan 3 jam 4 menit. Penelitian bertujuan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi waktu tunggu pelayanan administrasi pulang pasienrawat inap dengan jaminan perusahaan/asuransi di RS Siloam Kebon Jeruk.Desain penelitian menggunakan kuantitatif dan kualitatif. Data primer didapat dariwawancara dan observasi dan data sekunder didapat dari telaah dokumen danlaporan pasien pulang. Dari hasil penelitian didapatkan faktor-faktor yangmempengaruhi adalah pengisian resume medis, jumlah sumber daya manusia,kebijakan dan alur proses rumah sakit yang sudah ada perubahan dengan prosesyang dilaksanakan di lapangan.Dapat disimpulkan dengan efisiensi waktu padatahap admin, tahap farmasi dan tahap gudang satelit dapat memperpendek waktuproses di rumah sakit. Efisiensi proses mempersingkat penyelesaian administrasipulang pasien rawat inap dengan jaminan perusahaan/asuransi menjadi 2 jam.Saran peneliti yaitu sosialisasi mengenai pentingnya peran dokter spesialis,pengkajian ulan tenaga staf admin ruangan, revisi kebijakan dan alur prosesadministrasi pulang pasien dengan jaminan perusahaan/asuransi dan uraian tugasstaf yang berperan, revisi MoU dengan pihak penjamin untuk masalah konfirmasi.Kata kunci : waktu tunggu penyelesaian administrasi pulang pasien rawat inap,pasien jaminan perusahaan/asuransi
Based UBA hospital inpatients in Siloam Kebon Jeruk , gained criticism andsuggestions regarding the discharge of patients, namely: the waiting time ofpatients still settling administrative home long enough, especially the use ofinsurance. From the test results obtained quotes the average waiting time ofpatients who use the guarantee is 5 hours 45 minutes and non warranty is 3 hours4 minutes. The study aims to determine the factors that influence waiting timesadministrative services to inpatients home insurance in Siloam Kebon JerukHospital. Design using both quantitative and qualitative research. The primarydata obtained from interviews and observations and secondary data obtainedfrom the study of documents and reports patient's home.From the results, the factors that affect the length of time patients wait forcompletion of home administration is charging inpatient medical resume, theamount of human resources, policies and workflow processes existing hospitalswith process changes implemented in the field.It can be concluded in less time on admin stage, stage pharmaceutical andsatellite warehouses stage can shorten the processing time in the hospital. Theefficiency of the process beyond the administrative processes to shorten hospitalinpatients with insurance to 2 hours. Suggestions researchers that thesocialization of medical importance to specialist resume, review of workforce,policy revisions and return patient administration process flow with insuranceand job descriptions of staff whose role, revised MoU with an insurer to issue aconfirmation.Keywords: waiting time home administrative settlement inpatients, corporateguarantee patient / insurance
Read More
B-1618
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Deriani Simatupang; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Melda Suryana, Jocelyn Adrianto
Abstrak: Geografis merupakan salah satu faktor risiko hipertensi, Daerah kepulauan lebihberisiko terkena hipertensi dibandingkan daerah pegunungan. Kepulauan Seribumerupakan daerah Kabupaten Administrasi dari Provinsi DKI Jakarta Indonesia,yang seluruh daerahnya berupa pulau-pulau kecil. Karakteristik penyakit diKepulauan Seribu mulai mengalami pergeseran dengan didominasi denganpenyakit-penyakit degeneratif. Di Kabupaten Administratif Kepulauan Seribupenderita hipertensi mengalami peningkatan pada tahun 2012 dengan persentase8.03% menjadi 15,6% pada tahun 2013. Tujuan dari penelitian ini untukmengetahui hubungan kebiasaan konsumsi makanan tinggi garam dengankejadian hipertensi setelah dikontrol dengan variabel confounding (stres, aktivitasfisik, merokok, konsumsi alkohol, umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan,dan riwayat keluarga) di Pulau Panggang dan Pulau Pramuka KabupatenAdministrasi Kepulauan Seribu pada tahun 2016. Penelitian ini dilakukan di PulauPanggang dan Pulau Pramuka Kecamatan Kepulauan Seribu Utara pada Februari2016. Penelitian menggunakan desain studi cross sectional, pengumpulan datadilakukan dengan simpel random sampling melalui wawancara dengan kuesionerpada 176 responden yang berumur ≥40 Tahun. Hasil penelitian ini menemukansebanyak 55.1% responden di Kepulauan Panggang dan Pramuka KecamatanKepulauan Seribu Utara pada tahun 2016 menderita hipertensi, pada respondenyang normotensi, 66,7% nya memiliki kebiasaan konsumsi makanan tinggi garamtidak setiap hari dan sebesar 35,2% memiliki kebiasaan konsumsi makanan tinggigaram setiap hari. Hasil regresi logistik menunjukkan hubungan bermakna antarakebiasaan konsumsi makanan tinggi garam dengan kejadian hipertensi setelahdikontrol dengan variabel stres dan aktivitas fisik ( p value =.05, CI= 2,02-10,04).Kebiasaan Konsumsi makanan tinggi garam setiap hari merupakan faktor risikoterjadinya hipertensi, risiko ini meningkat jika tidak melakukan aktifitas fisik danmengalami stres.
Kata Kunci : Hipertensi, Gaya Hidup, Kepulauan, Kepulauan Seribu, KebiasaanKonsumsi Makanan Tinggi Garam
Geographical is one risk factor of hypertension , islands regions exposed to morerisky hypertension compared mountainous regions . Kepulauan Seribuconstituting the district administration of jakarta province of indonesia , whoseentire region in the form of small islands .Characteristic of a disease in KepulauanSeribu began experiencing shift with dominated with degenerative diseases .Inadministrative districts Kepulauan Seribu sufferers of hypertension increased in2012 with the percentage 8.03 % become 15.6 % in 2013 .The purpose of researchis to know the relationship habits of consumption of foods high in salt withhypertension after scene controlled with confounding variables (stress , physicalactivity , smoking , the consumption of alcohol , age , sexes , education , work ,and family history) on the Pulau Panggang and Pulau Pramukan KabupatenAdministrasi Kepulauan Seribu on 2016. The study is done on the PulauPanggang and Pulau Pramuka Kepulauan Seribu Utara in february 2016. Theresearch uses design cross sectional study, data collection is done with simplerandom sampling through interviews with on 176 the respondents from ≥40 years.The results of this study found some 55.1 % respondents in the Pulau Panggangand Pulau Pramuka in 2016 suffers from hypertension, on respondentsnormotensi, 66,7 % him have a habit of food consumption high salt not every dayof 35,2 % have a habit of food consumption high salt every day. The logisticsregression show the relation between a meaningful food consumption in the highsalt hypertension after controlled variable stress and physical activity ( p value =.05, CI 95% = 2,02-10,04). Habit of food consumption high salt every day is a riskof hypertension, this risk increase if not doing activities physical and stress.
Key word: Hypertension, lifestyle, islands, Kepulauan Seribu, habit of foodconsumption high salt
Read More
B-1796
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mardiah; Pembimbing: ANhari Achadi; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Masyitoh, Yusuf Kristianto, Buyung Nazali
Abstrak:

Latar Belakang: Waktu tunggu rawat jalan adalah waktu yang diperlukan seorang pasien mulai dari saat mendaftar sampai dengan dipanggil untuk diperiksa oleh dokter spesialis. Merupakan gambaran dari kemampuan fasilitas sarana dan prasarana serta SDM dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Di RSUD H Hanafie, waktu tunggu masih menjadi kendala dalam pelayanan terhadap pasien poliklinik. Masih cukup sering didapatkan komplain dari pasien baik yang disampaikan langsung maupun lewat kotak saran. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu tunggu pasien rawat jalan, waktu tunggu pendaftaran, waktu tunggu rekam medik, waktu tunggu spesialis serta mengetahui faktor-faktor penyebabnya. Serta mengetahui persepsi dan harapan pasien terhadap pelayanan rawat jalan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode Cross Sectional, dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Teknik sampel Systemic Random Sampling, Instrumen penelitian Formulir Observasi, Pedoman wawancara mendalam dengan informan, pedoman wawancara mendalam (FGD). Data kuantitatif di analisa univariat dan multivariat menggunakan software SPSS versi 26. Hasil: Rata-rata waktu tunggu 109±25 menit, waktu tunggu pendaftaran 51±20 menit, waktu tunggu rekam medik 20± 9 menit dan waktu tunggu spesialis 38±15 menit. Waktu tunggu poli terbaik adalah poli Syaraf dan Poli Paru dengan waktu rata-rata 99 dan 98 menit dan berbeda bermakna dengan P masing-masing 0,012 dan 0,010. Terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan waktu tunggu memanjang, baik kendala SDM, sarana dan prasarana serta regulasi. Kata kunci: Waktu tunggu, Rawat jalan, Pendaftaran, Rekam Medik, Pasien ulangan 1 Mahasiswa Program Studi Kajian Administrasi Rumah Sakit FKM, Universitas Indonesia 2Dosen, Program Studi Kajian Administrasi Rumah Sakit FKM, Universitas Indonesia


 

Background: Outpatient waiting time is the time it takes the patient from registering until being called to be examined by a specialist. This is an overview of the ability of facilities and infrastructure as well as human resources in providing services to the community. At H. Hanafie Hospital, waiting time is still an obstacle in providing services to patients at the polyclinic. Complaints of patients are still quite common, either directly or through the suggestion box. Objectives: This study aims to determine outpatient waiting time, registration waiting time, medical record waiting time, specialist waiting time, and to determine the factors that cause it. As well as knowing the patient's perceptions and expectations of outpatient services. Method: This research uses cross sectional method, with quantitative and qualitative approaches, Systemic Random Sampling, Research Instrument Observation Form, Guidelines for in-depth interviews from informants, and in-depth interview guidelines (FGD). Quantitative data were analyzed univariate and multivariate using SPSS version 26. Result: The average waiting time was 109 ± 25 minutes, registration waiting time was 51 ± 20 minutes, medical record waiting time was 20 ± 9 minutes and specialist waiting time was 38 ± 15 minutes. The best waiting time for the polyclinic was the neurology department and the pulmonology department with a mean time of 99 and 98 minutes and significantly different with P 0.012 and 0.010, respectively. There are a number of factors that lead to prolonged waiting times, including human resource constraints, facilities and infrastructure and regulations. Keywords: Waiting time, Outpatient, Registration, Medical record waiting time, re-treatment patients 1 Student, Hospital Administration Study Program, Faculty of Public Health, University of Indonesia 2 Lecturer, Hospital Administration Study Program, Faculty of Public Health, University of Indonesia

Read More
B-2266
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Arvita Ajeng Pramushinta; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Anhari Achadi, Mieke Savitri, Purnawan Junadi, Wijoyo Hadi
Abstrak: Latar Belakang : Meningkatnya jumlah rumah sakit di Indonesia, menuntut pengelola RS untuk menyusun strategi pemasaran yang matang agar dapat meningkatkan minat kunjungan pasien termasuk pada RSU Rama Hadi Purwakarta. Walaupun kegiatan pemasaran selama ini sudah dilakukan namun belum pernah dilakukan analisis hasil implementasi bauran pemasaran dan kepuasan layanan terhadap minat pasien berkunjung kembali ke unit rawat jalan RSU Rama Hadi tersebut. Subjek dan Metode : Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain cross sectional dengan metode survey yang dilakukan pada 101 sampel responden pada kurun waktu April hingga Juni 2109. Penelitian ini memiliki delapan variabel bebas yaitu: produk (product), harga (price), promosi (promotion), tempat (place), tenaga kesehatan (people), proses (process), fasilitas fisik (physical evidence) dan kepuasan layanan serta satu variabel terikat yakni minat pasien berkunjung kembali ke unit rawat jalan RSU Rama Hadi. Hasil : Berdasarkan analisis bivariat dibuktikan bahwa kedelapan variabel bebas penelitian ini masing-masing memiliki hasil yang bermakna terhadap variabel terikat dengan p<0,001. Kemudian dilanjutkan dengan analisis multivariate didapatkan bahwa terdapat dua variabel bebas yang berpengaruh lebih dominan terhadap variabel terikat, yakni variabel kepuasan layanan (p<0,001)dan variabel people (p=0,044). Kesimpulan : Penerapan strategi yang optimal pada ketujuh elemen bauran pemasaran dan kepuasan layanan dapat meningkatkan minat pasien berkunjung kembali ke unit rawat jalan RSU Rama Hadi
Read More
B-2099
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Erika Agustina Kasdjono; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Surya Ede Darmawan, Wahyu Sulistiadi, Supriyantoro; Erik Winaro
Abstrak:
Latar Belakang: Indonesia berada pada posisi yang rawan terjadinya bencana. DKI Jakarta terletak di dataran rendah dengan indeks potensi bencana kategori sedang (skor 60.43) dan dengan pembangunan yang pesat. Pada keadaan darurat dan bencana, Rumah sakit diharapkan siap untuk mempertahankan lingkungan yang aman bagi pasien dan staf, serta menyediakan kebutuhan medis korban dalam menghadapi bencana. Oleh karena itu, rumah sakit harus dipastikan dalam kondisi aman dan memiliki rencana kesiapsiagaan dalam menanggulangi kegawatdaruratan dan bencana. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan Hospital Safety Index yang dikeluarkan oleh WHO dan PAHO yang merupakan alat penilaian kesiapsiagaan Rumah Sakit. Lokasi penelitian di Rumah Sakit Siloam TB Simatupang merupakan Rumah Sakit tipe B berada di provinsi DKI Jakarta dengan bentuk bangunan tinggi terdiri dari 21 lantai, dilalui oleh Sungai Krukut dan berada di area sentra bisnis Jakarta Selatan. Hasil: Berdasarkan 3 (tiga) kriteria penilaian Hospital Safety Index pada penelitian ini didapatkan hasil nilai kesiapsiagaan struktural sebesar 0,88, nilai kesiapsiagaan non struktural sebesar 0,65, serta nilai kesiapsiagaan manajemen kegawat daruratan dan bencana sebesar 0,93. Kesimpulan: Secara keseluruhan nilai kesiapsiagaan RS Siloam TB Simatupang sebesar 0,82, termasuk pada Tipe A yang berarti rumah sakit sudah siap dalam keadaan darurat dan bencana.

Background: Indonesia is in a position that is prone to disasters. DKI Jakarta is located in the lowlands with a moderate category of disaster potential index (score 60.43) and with rapid development. In emergencies and disasters, hospitals are expected to be ready to maintain a safe environment for patients and staff, as well as provide for the medical needs of victims in the face of disasters. Therefore, hospitals must be ensured to be in a safe condition and have a preparedness plan in dealing with emergencies and disasters. Methods: This research is a qualitative study using the Hospital Safety Index issued by WHO and PAHO which is a tool for assessing hospital preparedness. The research location at Siloam TB Simatupang Hospital is a type B hospital in the province of DKI Jakarta with a tall building consisting of 21 floors, traversed by the Krukut River and located in the South Jakarta business center area. Results: Based on the 3 (three) Hospital Safety Index assessment criteria in this study, the results obtained were a structural preparedness value of 0.88, a non-structural preparedness value of 0.65, and an emergency and disaster management preparedness value of 0.93. Conclusion: Overall, the preparedness score for Siloam TB Simatupang Hospital is 0.82, including Type A, which means that the hospital is ready for emergencies
Read More
B-2320
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yulianthy; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Amal C. Sjaaf, Budi Hartono, Angela Nusatya Abidin
Abstrak:

Tesis ini membahas tentang waktu tunggu pelayanan resep pasien umum di Farmasi URJ Selatan P. K. St. Carolus. Dari penelitian didapatkan bahwa rata-rata waktu tunggu pelayanan resep pasien umum sebesar 21.90 menit untuk resep non-racikan dan 39.40 menit untuk resep racikan. Untuk resep non racikan, waktu untuk tindakan sebesar 8.78 menit lebih kecil dari waktu jeda yaitu 13.13 menit. Sedangkan untuk resep racikan, waktu tindakan sebesar 26.75 menit lebih lama dari waktu jeda yaitu 12.75 menit, hal ini dikarenakan adanya proses peracikan. Faktor-faktor yang mempengaruhi waktu tunggu pelayanan resep pasien umum di P. K. St. Carolus adalah adanya jeda waktu dimana resep tidak diproses, adanya proses peracikan, ketidaksesuaian pengetahuan dan keterampilan SDM, SDM yang belum memadai, ketersediaan obat yang kurang, kecepatan dan keterampilan petugas, sistem komputerisasi yang belum memadai, dan sarana ruangan yang kurang luas.

Read More
B-1386
Depok : FKM UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Edy Gunawan; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Adang Bachtiar, Purnawan Junadi, Desak Gede Christina, Lies Nugrohowati
Abstrak:
Latar Belakang: Pemerintah sejak tahun 2022 telah mendorong seluruh rumah sakit di Indonesia untuk menerapkan RME guna memberikan layanan kesehatan yang lebih baik melalui digitalisasi sistem kesehatan. Penerapan RME di unit rawat inap MRCCC Siloam Hospitals Semanggi telah berjalan sekitar 6 bulan sejak awal tahun 2023. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi formatif terhadap penerapan RME di unit tersebut melalui parameter kepuasan dan cakupan penggunaan RME serta penelusuran faktor-faktor individu dan organisasi yang berperan. Metode: Kuesioner daring dibagikan kepada 140 dokter dan perawat di unit rawat inap yang terpilih melalui simple random sampling. Kuesioner memuat pertanyaan mengenai data demografis, pengukuran kepuasan yang diadaptasi dari End User Computing Satisfaction (EUCS), dan cakupan penggunaan RME. Wawancara mendalam dilakukan kepada 7 informan terpilih (direktur utama, direktur medis, direktur keperawatan, 2 dokter, dan 2 perawat). Analisis data kuantitatif dilakukan di SPSS 25 menggunakan uji T tidak berpasangan dan One-way ANOVA. Analisis konten dilakukan pada hasil wawancara mendalam. Hasil: Rerata skor kepuasan responden penelitian ini adalah 3,43 ± 0,88 sementara cakupan penggunaan mencapai 74,7%. Aspek RME yang mendapatkan skor kepuasan terendah adalah kemudahan penggunaan yang sesuai dengan hasil wawancara mendalam, yaitu banyaknya pengeklikan yang harus dilakukan. Manajemen rumah sakit telah berupaya meningkatkan kualitas dan kuantitas infrastruktur meskipun masih terdapat ruang untuk perbaikan ke depannya. Simpulan: Implementasi RME di unit rawat inap MRCCC Siloam Hospitals Semanggi tahun 2023 cukup berhasil di tingkat individu, namun belum di tingkat organisasi. Diperlukan perbaikan sistem RME dan peningkatan sumber daya IT guna meningkatkan keberhasilan implementasi RME di unit tersebut.

Background: The implementation of EMR at the inpatient units in MRCCC Siloam Hospitals Semanggi has been going on for around 6 months since the beginning of 2023. This study aimed to conduct a formative evaluation of the implementation using parameters such as users’ satisfaction and adoption of EMR, as well as individual and organizational factors which influenced the outcome. Method: Online questionnaire was given out to 140 doctors and nurses at inpatient units, selected through simple random sampling method. The questionnaire contained demographic characteristics, agreement statements about satisfaction adapted from EUCS (End User Computing Satisfaction), and question about EMR adoption. In-depth interviews were conducted with 7 chosen informants (general director, medical director, nursing director, 2 doctors, and 2 nurses). Quantitative data analysis was conducted in SPSS 25 using unpaired T-test or One-way ANOVA. Qualitative data was analysed using content analysis. Results: The mean satisfaction score of the respondents was 3,43 ± 0,88 while the overall adoption rate was 74,7%. Ease of use received the lowest satisfaction score, which was supported by findings from the interviews, i.e. the system required too many clicks. The hospital managers had attempted to improve the quality and quantity of infrastructure although there was still room for improvement. Conclusion: The implementation of EMR at the inpatient units in MRCCC Siloam Hospitals Semanggi was successful at the individual level, but unsuccessful at the organizational level. It would be beneficial to make constant improvements on the EMR itself and increase the number of staff at the IT department.
Read More
B-2340
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive