Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 35079 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Fadilah Fitri Arsy; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Anna Kurniati
S-10258
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurrahmiati; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Amal C. Sjaaf, Anwar Hassan, Idawaty Abdurachman
Abstrak:

Periode persalinan merupakan periode yang berkontribusi besar terhadap angka kematian ibu di Indonesia, kematian saat bersalin dan 1 minggu pertama diperkirakan 60% dari seluruh kematian ibu. Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan terlatih menjadi sangat penting dalam upaya penurunan kematian ibu. Propinsi Banten yang merupakan wilayah pada penelitian ini membutuhkan upaya yang lebih besar untuk mencapai cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan mengingat cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan yang dicapai hanya sebesar 68,9% menurut data susenas 2009. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan cakuipan persalinan oleh tenaga kesehatan di provinsi Banten tahun 2010, dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode cross sectional. Penelitian menunjukkan bahwa jarak tempuh dan pelayanan persalinan di puskesmas merupakan faktor yang berhubungan secara signifikan dalam meningkatkan cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan. Nilai R square sebesar 0.217 artinya 8 (delapan) variabel bebas yang diteliti dapat menjelaskan variabel cakupan persalinan 21.7% , sedangkan sisanya dijelaskan oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini.


 Delivery period is the period that contribute greatly to maternal mortality in Indonesia, death during childbirth and a first week of an estimated 60% of all maternal deaths. Aid deliveries by trained health personnel to be very important in an effort to decrease maternal mortality. Banten Province which is a region in this study requires a larger effort to achieve coverage of deliveries by health personnel in accordance with the target of Minimum Services Standard in 2015 ie by 90%, considering the scope of delivery by health personnel who achieved 68.9% (Susenas, 2009). This study used cross sectional method. Study shows that the mileage and service delivery in health centers is a factor that has a significant association in improving the coverage of deliveries by health personnel. R square value of 0.217 means 8 (eight) independent variables under study may explain the variable scope of delivery for 21.7%, while the rest is explained by other variables not included in this study.

Read More
T-3498
Depok : FKM UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Putri Octavia Sari; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Purnawan Junadi, Sutikno, Taufik
Abstrak:
Imunisasi adalah salah satu tindakan yang dapat mencegah penyebaran penyakit dan terbukti sangat efektif. Salah satu indikator untuk menliai kinerja pelaksanaan program imunisasi adalah pencapaian Universal Child Immunization (UCI). Pada tahun 2021 Provinsi Lampung mengalami penurunan pencapaian imunisasi dasar lengkap yaitu sebesar 87,3%. Hal ini juga diikuti dengan penurunan cakupan desa/kelurahan UCI di Provinsi Lampung sebesar 68,9%. Bila dilihat berdasarkan distribusi cakupan UCI Kabupaten/Kota, Kabupaten Lampung Tengah merupakan wilayah yang memiliki cakupan desa/kelurahan UCI terendah pada tahun 2021 yaitu 20,4%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang manajemen program imunisasi dalam upaya pencapaian desa/kelurahan UCI pada tahun 2019-2022. Metode penelitian yang dilakukan yaitu pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan di 2 puskesmas dengan membandingkan antara Puskesmas dengan pencapaian desa/kelurahan UCI tertinggi dan Puskesmas dengan pencapaian desa/kelurahan UCI terendah. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pada aspek struktur, layanan kesehatan imunisasi dasar dilakukan di kedua puskesmas sesuai dengan SOP, tenaga kesehatan dalam program imunisasi dengan jumlah SDM kesehatan sudah mencukupi walaupun masih ada beberapa kendala, ketersediaan produk medis, vaksin dan teknologi mengalami beberapa kendala, pembiayaan operasional untuk program imunisasi berasal dari APBD dan BOK pembiayaan yang ada di kedua puskesmas tidak mengalami masalah, kepemimpinan pada kedua puskesmas tidak ada perbedaan. Pada aspek proses manajemen puskesmas P1,P2,P3 kedua puskesmas tidak ada perbedaan secara signifikan, Puskesmas Poncowarno memiliki inovasi pada saat pelaksanaan program imunisasi pada masa pandemi COVID-19 untuk mencapai target program imunisasi. Capaian Program Desa/Kelurahan UCI Puskesmas Wates tahun 2019-2022 berfluktuatif. Pada tahun 2021 terjadi penurunan signifikan capaian program desa/kelurahan UCI pada tahun 2021 yaitu sebesar 0%. Capaian Program Desa/Kelurahan UCI pada Puskesmas Poncowarno pada tahun 2021 dengan capaian sebesar 100%. Kata kunci: Universal Child Immunization, Imunisasi, Manajemen Program Puskesmas.

Immunization is one of the actions that can prevent the spread of disease and has proven to be very effective. One of the indicators to assess the performance of the implementation of the immunization program is the achievement of Universal Child Immunization (UCI). In 2021, Lampung Province will experience a decrease in the achievement of complete basic immunization, which is 87.3%. This was also followed by a decrease in the coverage of UCI villages/kelurahan in Lampung Province by 68.9%. When viewed based on the distribution of district/city UCI coverage, Central Lampung Regency is the area that has the lowest UCI village/kelurahan coverage in 2021, namely 20.4%. This study aims to find out about the management of the immunization program in an effort to achieve UCI villages/wards in 2019-2022. The research method used is a qualitative and quantitative approach. This research was conducted in 2 puskesmas by comparing the puskesmas with the highest UCI village/kelurahan achievement and the puskesmas with the lowest UCI village/kelurahan achievement. The results of this study indicate that in the structural aspect, basic immunization health services are carried out in both puskesmas according to SOP, health workers in the immunization program with sufficient number of health human resources although there are still some obstacles, the availability of medical products, vaccines and technology is experiencing several constraints, financing operational for the immunization program came from the APBD and BOK, the funding in the two puskesmas did not experience problems, the leadership in the two puskesmas was no different. There is no significant difference in the management process aspects of the P1, P2, P3 puskesmas for the two puskesmas. The Poncowarno Health Center had innovations when implementing the immunization program during the COVID-19 pandemic to achieve the target of the immunization program. The achievements of the UCI Village/Kelurahan Program at the Wates Health Center in 2019-2022 have fluctuated. In 2021 there will be a significant reduction in the achievements of the UCI village/kelurahan program in 2021, namely 0%. Achievement of the UCI Village/Kelurahan Program at the Poncowarno Health Center in 2021 with the highest achievement of 100%. Keywords: Universal Child Immunization, Immunization, Community Health Center Program Management
Read More
T-6781
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Novie Irawaty Laura Manurung; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Adang Bachtiar, Wiku Bakti Bawono Adisasmito, Galuh Budhi Leksono Adhi, Retno Kusuma Dewi
Abstrak:
Pada tahun 2022, diperkirakan TBC anak 0-14 tahun menyentuh angka tertinggi yaitu 12% dari total kasus global atau sebesar 1,3 juta jiwa setiap tahunnya dan setengahnya merupakan anak dibawah usia 5 tahun. Indonesia berada pada peringkat kedua TBC terbanyak dimana 9,7% diantaranya adalah kasus TBC anak. Tingkat cakupan penemuan kasus TBC anak mencapai 158% namun penegakan TB pada anak yang cenderung sulit masih menjadi tantangan di lapangan, kemungkinan overdiagnosis atau underdiagnosis pada kasus anak masih cukup besar. Faktor sumber daya kesehatan dan faktor akses pelayanan kesehatan menjadi kendala dari penemuan kasus TBC anak secara aktif dan pasif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui determinan faktor yang berhubungan dengan cakupan penemuan kasus tuberkulosis anak di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang (cross sectional) dan dengan unit penelitian 514 kabupaten kota di Indonesia. Temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa masih terdapat ketimpangan pada tingkat cakupan penemuan kasus TB anak, faktor ketersediaan SDM kesehatan yang terlatih, ratio ketersediaan faskes, realisasi belanja kesehatan per kapita, pelaporan dengan SITB, keterlibatan komunitas, tingkat kemiskinan, dan kewilayahan. Faktor-faktor yang berhubungan dengan cakupan penemuan kasus TBC anak adalah pelaporan fasilitas kesehatan menggunakan SITB, keterlibatan komunitas,tingkat kemiskinan, dan kewilayahan. Variabel yang paling dominan berhubungan dengan tingkat cakupan penemuan kasus TBC anak adalah keterlibatan komunitas masyarakat. Wilayah kabupaten kota yang memiliki keterlibatan komunitas masyarakat berpeluang 4,059 kali (95% CI 2,360-6,983) untuk cakupan penemuan kasus TBC anak tercapai dibandingkan dengan wilayah kabupaten kota yang tidak memiliki keterlibatan komunitas masyarakat setelah variabel lainnya dikontrol. Keterlibatan komunitas masyarakat untuk mendukung program TBC akan meningkatkan penemuan kasus TBC anak secara aktif dengan terselenggaranya kegiatan investigasi kontak dan skrining TB yang semakin kuat di masyarakat

In 2022, it is estimated that tuberculosis (TB) in children 0–14 years old will touch 12% of the total global cases (1.3 million children), meanwhile in Indonesia 9.7% of the total case being childhood TB. The coverage rate of finding childhood TB reaches 158%; however, difficulty diagnosing tuberculosis in children is still a challenge in the field. The possibility of overdiagnosis or underdiagnosis is still quite large. Health resource factors and health service access factors are obstacles to the implementation of active and passive discovery of childhood TB. The purpose of this study is to determine the determinants of factors related to the scope of finding childhood TB in Indonesia. This study used a quantitative approach with a cross-sectional design and with research units from 514 urban districts in Indonesia. The findings of this study reveal that there are still inequalities in the level of coverage of finding childhood TB due to factors such as the availability of trained human resources, the ratio of availability of health facilities, the realisation of health spending, reporting with SITB, community involvement, poverty levels, and territoriality. Factors related to the coverage of finding childhood TB are the reporting of health facilities using SITB, community involvement, poverty rates, and territoriality. The most dominant variable related to the level of coverage for finding child TB cases is community involvement. It was possible to find 4,059 times as many cases of childhood TB (CI 95% 2,360–6,983) in districts with community involvement as in districts without community involvement, even when other factors were taken into account. Community involvement to support TB programmes will increase the discovery of active child TB cases by conducting stronger contact investigations and TB screening activities in the community.
 
Read More
T-6854
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eko Hendro Saputra; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono, Anwar Hasan
T-1573
Depok : FKM UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rosmalinda; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Anhari Achadi, Vetty Yulianty Permanasari, Oos Fatimah Rosyati, Amila Megraini
Abstrak:

Tugas dan tanggung jawab dari tenaga analis kesehatan, mengembangkan prosedur untuk mengambil dan memproses spesimen, melaksanakan uji analitik terhadap reagen dan spesimen, mengoperasikan dan memelihara peralatan/instrumen laboratorium, mengevaluasi data laboratorium untuk memastikan akurasi dan prosedur pengendalian mutu dan mengembangkan pemecahan masalah yang berkaitan dengan data hasil uji, mengevaluasi teknik, instrumen, dan prosedur baru untuk menentukan manfaat kepraktisannya, membantu klinisi dalam pemanfaatan data laboratorium secara efektif dan efisien untuk menginterpretasikan hasil uji laboratorium, merencanakan, mengatur, melaksanakan, dan mengevaluasi kegiatan laboratorium, membimbing dan membina tenaga kesehatan lain dalam bidang teknik kelaboratoriuman, merancang dan melaksanakan penelitian dalam bidang laboratorium kesehatan.(Permenkes Nomor 42 Tahun 2015.pdf, t.t.)Tujuan penelitian untuk melihat gambaran ketersediaan tenaga ATLM dan upaya pemenuhan tenaga ATLM. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan desain studi kasus Analisis Ketersediaan tenaga ATLM dan upaya pemenuhan Tenaga Ahli Teknologi Laboratorium Medik (Atlm) Puskesmas di Kabupaten Lebak Provinsi Banten Tahun 2023. Desain ini bertujuan untuk mempelajari secara mendalam tentang kejadian yang terjadi dalam konteks tertentu. Dengan menggunakan berbagai bukti, penelitian ini akan menggali informasi yang detail dan lengkap mengenai suatu kasus. Studi kasus memungkinkan peneliti untuk mengeksplorasi kejadian dengan mendalam, terbatas pada lokasi dan waktu tertentu, dan menyajikan informasi secara deskriptif. Hasil didapatkan dari 43 Puskesmas di level Kabupaten ada 28 Puskesmas yang belum memiliki tenaga ATLM sehingga belum memenuhi kesesuaian standar PMK 43 tahun 2019, hanya 15 Puskesmas yang memiliki tenaga ATLM dan baru 7 Puskesmas yang memiliki tenaga yang lengkap yakni 9 jenis tenaga. Perencanaan yang baik terhadap ketersediaan dan upaya pemenuhan tenaga diharapkan mampu menjadi salah satu solusi untuk pemenuhan tenaga ATLM.


Duties and responsibilities of health analyst personnel, develop procedures for taking and processing specimens, carry out analytical tests on reagents and specimens, operate and maintain laboratory equipment/instruments, evaluate laboratory data to ensure accuracy and quality control procedures and develop solutions to problems related to test result data, evaluating new techniques, instruments and procedures to determine their practical benefits, assisting clinicians in utilizing laboratory data effectively and efficiently to interpret laboratory test results, planning, organizing, implementing and evaluating laboratory activities, guiding and coaching other health workers in the field of laboratory engineering, designing and carrying out research in the field of health laboratories. (Permenkes Number 42 of 2015.pdf, t.t.) The aim of the research is to see a picture of the availability of ATLM personnel and efforts to fulfill ATLM personnel. This research uses a qualitative research method with a case study design, analysis of the availability of ATLM personnel and efforts to fulfill medical laboratory technology experts (ATLM) for health centers in Lebak Regency, Banten Province in 2023. This design aims to study in depth about events that occur in a certain context. By using various evidence, this research will dig up detailed and complete information about a case. Case studies allow researchers to explore events in depth, are limited to a specific location and time, and present information descriptively. The results obtained from 43 Community Health Centers at the Regency level, there are 28 Community Health Centers that do not have ATLM staff so they do not meet the 2019 PMK 43 standards, only 15 Community Health Centers have ATLM staff and only 7 Community Health Centers have complete staff, namely 9 types of staff. It is hoped that good planning regarding the availability and efforts to fulfill personnel can be one of the solutions for fulfilling ATLM personnel.

Read More
T-7128
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dina Zakiah; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Sandi Iljanto, Enny Ekasari
Abstrak:

ABSTRAK

Tesis ini membahas kesiapan puskesmas di Kabupaten Ketapang dalam menyongsongImplementasi Jaminan Kesehatan Nasional 2014 nanti. Penelitian ini adalahpenelitian kuantitatif dengan desain cross sectional dilengkapi dengan wawancara.Dari hasil analisis variabel penelitian didapatkan bahwa tidak ada puskesmas yangsiap dilihat dari dimensi utilisasi dan kualitas pelayanan kesehatan. Penelitimenyarankan agar Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang menambah sumber dayapuskesmas seperti tenaga kesehatan inti yaitu dokter, dokter gigi, perawat, dan bidan;juga peralatan dan obat pelayanan kesehatan dasar; dengan melakukan advokasi kepemerintah daerah untuk menambah anggaran kesehatan.


 

ABSTRACT

Readiness in order to facing the implementation of the National Health Insurance2014. This study was a quantitative research with cross sectional design featuresinterview with key informants. From the analysis of the study variables mentionedthat no primary health care is ready viewed from the dimensions of utilization andquality of health services. Researchers suggested that the health departement inKetapang Regency to adds resources center specially for the core professional suchas doctors, dentists, nurses, and midwives; other things is also for equipment andprimary health care medicines; by advocating to local governments for increase thehealth budget.

Read More
T-3931
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rucky Nurul Wursanty Dewi; Pembimbing: Suprijanto Rijadi; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Anhari Achadi, Yus Rizal
Abstrak: Kesiapsiagaan sumber daya manusia kesehatan dalam penanggulangan masalah kesehatan akibat bencana banjir di provinsi DKI Jakarta tahun 2010
Read More
T-3170
Depok : FKM-UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Addy Marwardiono; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Purnawan Junadi, Anhari Achadi, Lisa Febrianti, Azhar Ginandjar
T-5302
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ellyanthi; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Triwandha Elan, Bulan Rahmadi
T-2906
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive