Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 28358 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Neni Aripiyanti; Pembimbing: Wiku B. Adisasmito; Penguji: Amila Megraini, Ihsan
S-4277
Depok : FKM UI, 2005
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Arda Yunita Subard; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Wiku Bakti Bawono Adisasmito, Purnawan Junadi, Sri Suwarti
B-864
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maya Kuntari; Pembimbing: Sandi Iljanto
B-810
Depok : FKM UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lisyana Nursafitri; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Pujiyanto, Reni Octaviani
S-9808
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ihsanijah Mukarramah; Amal C. Sjaaf; Penguji: Ronnie Rivany, Peter A.W. Pattinama, Rahmatsjah Said
Abstrak:

Menurut Departemen Kesehatan RI untuk angka kejadian seksio sesarea bagi rumah sakit tidak Iebih dari 20% dari total persalinan per tahun. Tindakan seksio sesarea merupakan peringkat pertama dari semua operasi yang terdapat di RS. Karya Husada. Angka kejadian seksio sesarea di RS. Karya Husada pada tahun 2005 mengalami peningkatan 17.1% dari tahun 2004. Pelayanan kesehatan dinilai dari rekam medis yang dipergunakan. Semua catatan yang terdapat dalam rekam medis dibandingkan dengan standar yang telah ditetapkan oleh rumah sakit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kelengkapan pengisian status rekam medik pasien seksio sesarea dalam pelaksanaan standar operasional prosedurnya di RS. Katya Husada, Cikampek Tahun 2005 berdasarkan data rekam medik pasien seksio sesarea dan hubungannya dari variabel umur, kelas perawatan, lama hari rawat, status pasien masuk, status pasien keluar, penyakit penyulit, dan status kepegawaian dokter spesialis kebidanan, Penelitian ini menggunakan metode penelitian survei, pendekatan eksploratif dan evaluatif, deskriptif retrospektif Berdasarkan hasil analisa kuantitatif, peneliti melakukan wawancara lanjutan sebagai pendukung penelitian ini. Hasil penelitian yang didapatkan berhubungan bermakna antara kelengkapan pengisian status rekam medik pasien seksio sesarea dari SPM profesi dan SOP RS. Karya Husada tindakan seksio sesarea dengan beberapa variabel pasien seksio sesarea. Dominasi penulisan tidak lengkap pada status rekam medik pasien seksio sesarea oleh dokter spesialis kebidanan berstatus dokter tamu mempunyai hubungan yang bermakna (p value < 0-05) dengan SPM profesi tindakan seksio sesarea, yaitu anamnesa, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, persetujuan tindakan medik, menentukan jenis seksio sesarea, pencegahan infeksi dan persiapan operasi, tindakan operasi, perawatan pasca bedah, nasehat dan konseling pasca operasi. Dari sejumlah variabel SOP RS. Karya Husada tindakan seksio sesarea yang diuji, ternyata keberadaan dokter spesialis kebidanan (dokter tamu) berpengaruh dengan tingkat bermakna < 0.05 dengan persiapan pasien, persiapan anestesi, persiapan dokter anak, penatalaksanaan (teknik transperitoneal profunda), namun untuk variabel umur tidak berpengamh pada variabel yang terdapat terdapat dalam SPM profesi dan SOP untuk kelengkapan pengisian status rekam medik tersebut. Menurut hasil wawancara, pengisian status rekam medik merupakan rutinitas dokter dan pengesahan SOP RS. Karya Husada bulan April 2006. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disimpulkan bahwa karakter dokter spesialis kebidanan yang berstatus tamu kurang patuh dalam mengisi lengkap status rekam medik, sementara dokumen tersebut sangat diperlukan sebagai pelaporan tindakan seorang tenaga medis. Oleh karena itu peran dokter mengisi status rekam medik sesuai prosedurnya perlu dievaluasi, walaupun dalam melakukan tindakan tersebut dokter sudah mengikuti prosedurnya tapi tidak tertulis di dalam dokumen rekam medik yang sangat diperlukan sebagai bukti pelaksanaan tindakan medis tersebut. Saran yang dapat diberikan kepada manajemen rumah sakit dan profesi kedokteran adalah revisi dan evaluasi SPO RS. Karya Husada tindakan seksio sesarea sesuai praktek yang terjadi di lapangan; sosialisasi SPO RS. Katya Husada yang telah diresmikan Direktur RS. Karya Husada, disertai bukti sosialisasinya; audit medis status rekam medik secara rutin 3 (tiga) bulan sekali; pembinaan dokter-dokter daiam mengisi status rekam medik yang lengkap dalam suatu forum komite medik; manajemen rumah sakit harus dapat menugaskan pegawai rumah sakit untuk memonitor kelengkapan pengisian status rekam medik oleh tenaga medis; manajemen rumah sakit dapat memberikan konsekwensi yang diperketat berupa pemotongan honor dokter dalam pengisian status rekam medik pasien seksio sesarea yang tidak lengkap.

Read More
B-962
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lea Roosa; Pembimbing: HM. Hafizurrachman; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Yuli Prapanca Satar, Dewi Lestari
B-909
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lili Marliani; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Wahyu Sulistiadi, Kevin Gilbert, Iin Dewi Astuty
Abstrak: Semakin bertambahnya rumah sakit di Indonesia menyebabkan perlunya strategi marketing dari pihak manajemen rumah sakit, termasuk promosi dokter. Pada era Milenial sekarang ini, dimana terjadi pergeseran dari marketing tradisional ke digital, promosi melalui media sosial menjadi pilihan.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh promosi dokter spesialis obstetri dan ginekologi melalui media sosial terhadap kunjungan pasien di RSIA Bunda Citra Ananda Ciputat periode 2016- 2019.
Metode penelitian adalah observasi data SIRS terhadap perbedaan kunjungan dokter yang mendapat promosi media sosial dan yang tidak mendapatkan, serta trend kunjungan dokter-dokter yang mendapatkan promosi. Juga dilakukan survei pendapat pasien dengan pendekatan kuantitatif tentang promosi media sosial RSIA Bunda Citra Ananda yang dilanjutkan dengan survei terhadap dokter obsgin dengan pendekatan kualitatif.
Hasil penelitian didapatkan perbedaan jumlah kunjungan dokter yang mendapatkan promosi melalui media sosial dan yang tidak, dimana dokter yang mendapat promosi meperoleh kunjungan pasien yang meningkat sebesar 385,2 % sedangkan dokter yang tidak mendapatkan promosi mempunyai kunjungan pasien yang menurun sebesar 2,8 %. Terdapat perbedaan trend kunjungan pasien pada keempat dokter yang mendapatkan promosi melalui media sosial. Respon yang tertinggi dari survei terhadap pasien terdapat pada variabel ask dan advocate yang menandakan tingginya rasa keingintahuan dari follower terhadap informasi yang didapatkan dalam akun Instagram RSIA Bunda Citra Ananda dan tingginya kesetiaan atau penganjuran dari pelanggan atau pasien RSIA Bunda Citra Ananda. Terdapat faktor lain yang mempengaruhi kunjungan pasien di RSIA Bunda Citra Ananda selain promosi melalui media sosial.
Kesimpulan dari penelitian adalah terdapat pengaruh positif antara promosi dokter melalui media sosial terhadap kunjungan pasien di RSIA Bunda Citra Ananda yang juga dipengaruhi oleh faktor dari dokter dan dari rumah sakit. Promosi di RSIA Bunda Citra Ananda menurut persepsi pasien sudah efektif yang ditandai dengan nilai Aware, Appeal,Ask, Act dan Advocate (5A) yang cukup tinggi

The increasing number of hospitals in Indonesia has led to the need for marketing
strategies on the part of hospital management, including the promotion of doctors. In this
Millennial era, where there is a shift from traditional marketing to digital, promotion
through social media is a choice. The purpose of this study was to determine the effect of
the promotion of obstetric and gynecology specialists through social media on patient
visits at RSIA Bunda Citra Ananda Ciputat for the period of 2016-2019.
The research method was observing SIRS data on differences in doctor visits that received
social media promotions and those who did not get them, as well as trends in doctor visits
that received promotions. A survey of patients' opinions was also carried out with a
quantitative approach to the promotion of RSIA Bunda Citra Ananda’s social media,
followed by a survey of obstetricians with a qualitative approach.
The results showed differences in the number of visits to doctors who get promotions
through social media and those who don't, where doctors who get promotions get patient
visits which increases by 385.2% while doctors who don't get promotions have patient
visits decrease by 2.8%. There is a difference in the trend of patient visits among the four
doctors who get promotions through social media. The highest response from the survey
of patients lies in the ask and advocate variable which indicates the high curiosity of
followers towards the information obtained in the Instagram account of RSIA Bunda Citra
Ananda and the high loyalty or encouragement from customers or patients of RSIA Bunda
Citra Ananda. There are other factors that influence patient visits at RSIA Bunda Citra
Ananda besides promotion through social media.
The conclusion of the study is that there is a positive influence between the promotion of
doctors through social media on patient visits at RSIA Bunda Citra Ananda which is also
Universitas Indonesia
influenced by factors from doctors and from hospitals. Promotion in RSIA Bunda Citra
Ananda according to the patient's perception has been effective which is marked by the
high Aware, Appeal, Ask, Act and Advocate (5A) values.
Read More
B-2140
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kuntum Cheyra; Pembimbing: Amal C. Sjaaf; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas, Purnawan Junadi, Diana Shanty
B-973
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aris Tambing; Pembimbing: Amal C. Sjaaf; Penguji: M. Hafizurrachman, Peter A.W. Pattinama, Achmad Soebagio Tancarino
Abstrak: Latar Belakang. Rumah Sakit Jiwa soharto Heerdjan sebagai salah satu unit pelayanan kesehatan milik pemerintah memberikan layanan kepada seluruh lapisan masyarakat diperhadapkan pada posisi yang sulit karena 83,5% pasien yang dilayani adalah tergolong masyarakat miskin. Sesuai dengan amanat UUD 45, bahwa orang miskin dan anak terlantar dijamin oleh negara, maka pemerintah mengambil langkah strategis mengeluarkan SK No 1241/ Menkes/SK/XI/2004menunjuk PTASKES untuk mengelola pendanaan pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin; namun dalam implementasi kebijakan di lapangan terdapat masalah berupa ketidak puasan pada pihak yang terakait karena tidak disosialisasikan dengan baik.

Tujuan. Melakukan penelitian di poliklinik Rumah Sakit Jiwa mengenai persepsi kepuasan keluarga pasien GAKIN peserta ASKES atas pelayanan yang diberikan dibagian: penerimaan, inastalasi farmasi dan layanan dokter. Dengan diketahuinya hasil analisa penelitian kepuasan keluarga pasien terhadap pelayanan rumah sakit,haltersebut dapat digunakan Rumah Sakit Jiwa Soeharto Heerdjan sebagai acuan untuk membuat rencana strategi dalam rangka memperbaiki/ meningkatkan mutu pelayanannya.

Metode. Metode penelitian ini bersifat survey, deskriptif analitik, dengan pendekatan "Cross sectional" menggunakan metode kuantitatif, untuk mendapatkan gambaran tentang persepsi kepuasan kelurga pasien gangguan jiwa berat dengan melakukan wawancara dan pengisian kuesioner tentang pelayanan di poliklinik Rumah Sakit Jiwa Soeharto Heerdjan Jakarta.

Hasil Penelitian. Peneliti mencoba mencari hubungan karakteristik responden dari aspek umur,pekerjaan,status perkawinan,lamanya sakit,jumlah kunjungan,jenis kelamin,sebagai variabel terikat dihubungkan dengan aspek persepsi kepuasan keluarga pasien sebagai variabel bebas. Hasil penelitian yang diperoleh dengan menggunakan analisa bivariat ditemukan hubungan yang bermakna antara umur, pekerjaan, pendidikan dengan persepsi kepuasan keluarga terhadap pelayanan farmasi , demikian halnya dengan pelayanan dokter terdapat hubungan yang bermakna antara pendidikan, jenis kelamin, status kawin, dan pekerjaan dengan persepsi kepuasan keluarga pasien; tetapi pada bagian penerimaan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara karakteristik responden dengan persepsi kepuasan keluarga pasien.

Kesimpulan dan Saran. Peneliti memberikan saran kepada Rumah Sakit agar di keluarkan rekomendasi kepada pemerintah dan PT ASKES untuk melakukan penataan terhadap pelayanan pada pasien GAKIN pesrta ASKES agar pasien miskin mendapat pelayanan secara optimal. Peneliti mengambil kesimpulan bahwa menurunnya jumlah kunjungan pasien GAKIN peserta ASKES di luar DKI disebabkan karena adanya kebijakan pemerintah yang tidak disosialisasikan dengan baik mengakibatkan dampak mutu layanan Rumah Sakit tidak optimal.

Kata Kunci : Persepsi pasien, Kepuasan pasien
Background. Soeharto Heerjan Mental Hospital is one of government health centre that gives services to all society from different kind of economic level. This hospital is faced with several issues because 83, 5% patients in this hospital was classified as poor society. According to UUD 45, that poor people and children are guaranteed by country; therefore the government took strategic steps by making a policy, SK No. 1241/Menkes/SK/XI/2004. The government pointed PT ASKES to organize health care services for the poor. In the contrary, policy implementation was facing obstacles in the form of dissatisfaction from related parties caused by policy socialization which was not optimal.

Purpose. The aim of this study was to evaluate GAKIN family patient?s which were an ASKES group toward given services in hospital admission, Pharmacy installation, and doctors services. By knowing the result of satisfaction level of the patient?s family, the hospital can use the data for references to decide strategic plan. Strategic plan were done to improve hospital quality.

Methodes. This is a descriptive analytical research with cross sectional approach and using quantitative methods. Data collecting for evaluating patient?s family satisfaction were done by using interview and questionnaire about sevices in Soeharto Heerjan Jakarta Mental Hospital.

Result. The writer was trying to find correlation between respondent?s characteristic (age, sex, job, education, marital status, length of illness, visit?s frequency) and patient?s family satisfaction perception. The result showed that there was a significant correlation between ages, job with family satisfaction perception toward pharmacy services. The same result also shown between education, sex, marital status and job with patient?s family satisfaction perception; but there was no significant correlation between admission division and respondent's characteristic with patient's family satisfaction perception.

Conclusion. It is recommended that the government publish a recommendation letter to the government and PT ASKES to organize services toward GAKIN patients who also an ASKES group, so that poor patients can receive optimal services. We can conclude that a decreasing phenomena in GAKIN patient?s visits outside DKI Jakarta were caused by government policy that was not socialized optimally, which eventually affected the quality of hospital.

Keywords : patient's perception, patient's satisfaction
Read More
B-889
Depok : FKM UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wahyu Opsaldi; Pembimbing: Sumengen Sutomo; Penguji: I Made Djaja, M. Nasir
S-4646
Depok : FKM UI, 2006
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive