Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 30968 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Dian Asmarani; Pembimbing: Asri C. Adisasmita
S-4050
Depok : FKM UI, 2005
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Riduwan; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Puput Oktamianti, Pujiyanto, Amila Megraini, Nunuk Agustina
Abstrak:

Abstrak

Cakupan K4 menggambarkan tingkat perlindungan yang diberikan oleh tenaga kesehatan kepada ibu hamil. Pencapaian cakupan K4 di Kabupaten Bengkulu Selatan tahun 2012 sebesar 84,17%, ini jauh dibawah target. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi cakupan K4 oleh bidan di desa di Kabupaten Bengkulu Selatan Tahun 2012. Desain penelitian adalah cross sectional. Sampel adalah seluruh bidan di desa di Kabupaten Bengkulu Selatan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa, variabel yang berpengaruh adalah lama kerja, pembinaan kelompok KIA, dan sarana. Pelaksanaan pemantauan dan evaluasi program KIA perlu ditingkatkan kualitasnya. Bidan perlu dibekali alat yang lengkap dan sesuai standar.


Coverage of K4 describes the performance of midwives at the village level. Achievement of K4 coverage in South Bengkulu in 2012 was 84,17 %. Below the target. This study is aiming at determining the factors that effect the coverage of K4 by a midwife in South Bengkulu. This cross sectional study covered all midwives in South Bengkulu as samples.

The study revealed that length of employment, coaching for MCH groups and equipment were significantcy related to the K4 achivement. Implementation of the monitoring and evaluation of MCH programs need to be improved. Midwives need to be equipped with a complete set of tools and standards.

Read More
T-3922
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Suhendrawati; Pembimbing: Farida Mutiarawati Tri Agustina
S-2113
Depok : FKM UI, 2001
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Erlina; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Mieke Savitri, Siti Romlah
S-6767
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Novemi; Pembimbing: Sujana Jatiputr; Penguji: Rina Artining Anggorodi, Kusharisupeni, Harni, Muswarni
Abstrak:
Angka kematian ibu (AKD di Indonesia masih relatif tinggi bila dibandingkan dengan negara-negara ASEAN yaitu sebesar 3901100000 kelahiran hidup (SDKL,1994). Hasil Assesment Safe Matherhood di Indonesia menyebutkan bahwa yang mempengamhi AKI antara lain kualitas pelayanan antenatal masih rendah. Upaya untuk menurunkan AKI sampai ke tingkat paling rendah telah dilakukan dengan penempatan bidan di desa, tujuannya lebih menel-cankan pada pelayanan kesehatan dasar dan meningkatkan cakupan program kesehatan ibu dan anak, antara lain pelayanan antenatal yang indikator pemantauannya adalah K1 dan K4. Cakupan pelayauan antenatal di Provinsi Daerah Istimewa Aceh telah mulai meningkat, narnun bila dilihat pada Daerah Tingkat II Kabupaten Aceh Barat, merupakan urutan keclua terendah dari 11 Kabupaten yang ada, yaitu K1 77.04% dan K4 66.68 % bila dibandingkan dengan target Nasional K1 90 % dan K4 85%. Sehubungan dengan hal tersebut, peneliti tertarik untuk memperoleh informasi tentang gambaran pencapaian cakupan K4 oleh bidan di desa yang dilihat dari faktor internal dan faktor ekstemal bidan di desa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan Cross Sectional, pengumpulan data dilakukan di Kabupaten Aceh Barat dengan jumlah sampel 123 responden dari 26 Puskesmas, yang dilaksanalcan mulai tanggal 5 - 28 Februari 2001 dengan cara Systimatic Random Sampling. Untuk mengetahui distribusi frekwensi dilakukan analisis_univariat, proporsi pencapaian cakupan K4 yang baik 17.9 % dan perkiraan di popdlasi dengan CI 95% adalah antara 11.9 sampai 23.9. Untuk mengetahui hubungan antara variabel dilakukan analisis bivariat dengan menggunakan uji Chi Square dengan P = 0.05. Hasil menunjukkan ada hubungan bem1ak:na antara lain sikap, pelatihan, sarana dengan penoapaian cakupan K4 dengan masing-masing nilai P = 0033, P = 0.01, P = 0.O13. Kemudian dilal-cukan analisis multivariat dengan uji Regresi Logistik, yang masuk dalam model lcandidat yang nilai P = < 0.25 yaitu pengetahuan, sikap, pelatihan, sarana, prasarana, tempat tugas, dau dukungan masyaralcat. Hasil akhir uji Regresi Logistik didapat 3 variabel yang masuk dalam model yaitu sikap pelatihan, sarana, kemudian dilakukan uji intraksi dan akhimya ketiga variabel ini tidak masuk dalam model (P>0.05). Hasil penelitian ini menunjukkan perkiraan kemungldnan pencapaian cakupan K4 oleh bidan di desa berkisar antara 50 % sampai 99 %. Memperhatikan hasil penelitian yang diperoleh, penulis menyarankan agar dapat membuat reuoana perbaikan dan peningkatan cakupan K4 melalui upaya- upaya khusus terhadap bidan di desa.

The Martenal Mortality Rate (MMR) in Indonesia is relatively still high compare to other ASEAN countries that is 3901100000 life births (SDKI, 1994). The result of Assesment Safe Motherhood in Indonesia mentioned thad one factor which affects MMR is the poor quality of antenatal care. Efforts to decrease MMR up to the lowest level have been done such as by providing the midwives in the villages. The aim was emphasized on the basic health care and increasing the coverage of mothers and children health program such as antenatal care with K1 and K4 as the controlling indicator. Antenatal care coverage in D.I Aceh Province has been increased recently, but if we see from the case in Aceh Barat District which is the second lowest from 11 Districts that are K1 77.04 % and_K4 % 66.68 % from the national target of 90 % and K4 85 %. Due to the fact in the field the researcher is interested in gaining information about the description of K4 coverage by the midwifes in the villages from the internal and external factors point of view. This research is a descriptive research with Cross Sectional approach. Data survey was done in Aceh Barat District to 123 sample from 26 Public Health Centre. This was done from 5 up to 28 February 2001 by Systimatic Random Sampling Method. Univariat analysis was done in order to End out the frequency distribution with coverage of the best K4 17.9 %, in population estimated for a 95 % confined interval is between 11.9 % up to 23.9 %. Bivariat analysis figure out the relationship among the variables by the Chi Square test with P = 0.05. The outcome shows a significant relationship between attitude, training and fasility in one side and the achievement of K4 coverage in the other side with each of their P = 0.033, P = 0.013 and P = 0.0l3. After those multivariat analysis and logistic regression were done with the result that knowledge, attitude, training, facility, infrastructure, workplace, and public support have P < 0.25, so they can be considered as candidate model. Final result of logistic regression test indicates that 3 variables (attitude, training and facility) considered as model, alter that interaction test shows that cannot be considered as model (P > 0.05). Result of the research indicates that Estimated Probabilities coverage of K4 by the midwife village about 50 % up to 99 %. Based on this result, researcher suggests that institution in charge of this matter in Aceh Barat District shall make planning to increase the coverage of K4 through the breakthrough and special effort for the midwife village.
Read More
T-988
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mariana; Pembimbing: Indang Trihandini
S-3752
Depok : FKM UI, 2004
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bahuri; Pembimbing: Sabarinah B. Prasetyo
S-3595
Depok : FKM UI, 2004
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yaneu Nuraineu; Pembimbing: Milla Herdayati, Besral; Penguji: Artha Prabawa, Nurlaelasari, Fajrinayati
Abstrak:

ABSTRAK Nama : Yaneu Nuraineu Program Studi : Ilmu Kesehatan Masyarakat Judul :  Hubungan Sikap dan Motivasi Bidan Desa dengan Kualitas Pelayanan Antenatal Care (ANC) di Kabupaten Lebak Tahun 2017. Pelayanan Antenatal Care (ANC) yang berkualitas adalah pelayanan yang sesuai dengan standar, dalam penerapannya terdiri dari 10T. Tenaga kesehatan yang paling berperan memberikan pelayanan kesehatan pada ibu hamil adalah bidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sikap dan motivasi bidan desa terhadap kualitas  pelayanan  ANC  di Kabupaten Lebak, penelitian ini menggunakan penelitian observasi analitik dengan rancangan “cross sectional ” dengan jumlah sampel 164 bidan di desa. Terdapat 123 (75,0%)  responden memiliki sikap baik terhadap kualitas pelayanan ANC K4 dengan nilai p=0,002 (p< 0,05) dan OR=11,02 berarti ada hubungan yang kuat, sikap dengan kualitas pelayanan ANC K4, lebih dari separoh responden memiliki motivasi yang kurang terhadap kualitas pelayanan ANC yaitu 108 (65,9%) responden, diperoleh nilai ρ=0,012 dan OR=2,55 berarti ada hubungan motivasi dengan kualitas pelayanan ANC K4. Diharapkan Dinas Kesehatan bersama puskesmas mengoptimalkan program/kegiatan yang ada, melakukan pembinaan teknis dan monev yang terjadwal dan berkelanjutan, kemudian hasilnya dilakukan feedback. Kata kunci : Kualitas pelayanan ANC, bidan, sikap dan motivasi.


ABSTRACT Name : Yaneu Nuraineu Study Program: Public Health Sciences Title : Relationship Attitude and Motivation Village Midwife To Quality Antenatal Care Service (ANC) in Lebak District Year 2017. A qualified Antenatal Care Service (ANC) is a service that complies with the standards, in its application consisting of 10T. The most important health worker providing health services to pregnant women is midwife. This study aims to find out the correlation between attitude and motivation of village midwife to ANC service quality in Lebak Regency. This research use analytic observation research with cross sectional design with 164 sample of midwives in the village. There are 123 (75,0%) respondents have good attitude toward service quality of ANC K4 with value p = 0,002 (p <0,05) and OR = 11,02 mean there is strong relation, attitude with service quality ANC K4, Half of respondents have less motivation to ANC service quality that is 108 (65,9%) responder, obtained value ρ = 0,012 and OR = 2,55 mean there is motivation correlation with service quality of ANC K4. It is expected that the Health Office together with the puskesmas optimize the existing programs / activities, conduct technical and monev training which is scheduled and sustainable, then the result is feedback. Keywords : Quality of ANC service, midwife, attitude and motivation.

Read More
T-5074
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Syaelendra; Pembimbing: Sutanto Priyo Hastono
Abstrak:
Di Indonesia angka kematian ibu secara Nasional berdasarkan Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SKDI) tahun 1995 adalah 390 per 100.000 kelahiran hidup, yang merupakan angka tertinggi di antara negara-negara ASEAN (Dep. Kes. RI 1998). Berbagai upaya untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi telah banyak dilakukan, salah satu diantaranya adalah peningkatan upaya pelayanan kesehatan dengan jalan mengikutsertakan oraganisasi/sektor terkait serta lembaga swadaya masyarakat dalam menunjang kesejahteraan ibu dan anak. Disamping itu, pemerintah telah menyebarkan bidan ke desa untuk membantu akselerasi penurunan angka kematian ibu dan bayi serta memperluas jangkauan pelayanan yang telah ada sekaligus meningkatkan cakupan program kesehatan ibu dan anak (KIA). Penelitian bertujuan untuk memperoleh gambaran kinerja bidan di desa dalam pelayanan antenatal (ANC) dan faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja bidan desa. Kinerja bidan di desa diukur dengan hasil cakupan K4. Kinerja baik bila cakupan K4 > 80% dan kinerja kurang bila cakupan K4 < 80%. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Agam dengan menggunakan rancangan penelitian Cross Sectional. Sampel penelitian adalah bidan di desa yang bertugas di Kabupaten Agam dan pengambilan sampel dilakukan dengan cara sistematik random sampling sebanyak 100 orang, Hasil penelitian menunjukkan 78% kinerja bidan di desa di Kabupaten Agam masih kurang dan 22% dengan kinerja baik. Penelitian menunjukkan bahwa kinerja bidan di desa di Kabupaten Agam masih kurang. Faktor-faktor berikut ini, umur, status perkawinan, penghasilan, supervise Dinas Kesehatan Kabupaten dan kondisi kerja (gedung), mempunyai hubungan yang bermakna terhadap kinerja bidan di desa. Sedangkan faktor jumlah anak, pelatihan, masa kerja, rasa aman, dan perlengkapan kerja tidak mempunyai hubungan yang bermakna dengan kinerja bidan di desa. Penelitian ini menyarankan agar : 1. Pemerintah daerah menyediakan biaya operasional untuk pelatihan daiam rangka meningkatkan profesionalisme bidan di desa sehingga cakupan K4 meningkat. 2. Bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Agam : a. Melakukan upaya dalam bentuk penegasan kepada Kepala Puskesmas tentang tugas dan wewenang bidan di desa agar cakupan K4 meningkat. b. Meningkatkan profesionalisme bidan di desa melalui kegiatan : -Pertemuan sekali tiga bulan di tingkat Kabupaten. -Pertemuan bulanan di Puskesmas. -Pemberdayaan belajar melalui Kalakarya dan Gugus Kendali Mutu. -Memberikan pelayanan prima kepada ibu hamil.

Analysis on Factors Which are Related to the Performance Villages Mid Wives in Antenatal Care Services (ANC) In Agam District, West Sumatera, October - December 2000Based on Indonesian Demographic Survey (1995), the Maternal Mortality Rate (MMR), in Indonesia were 390 per 100,000 life birth, which is the highest number of the ASEAN countries (Indonesian Department of Health, 1998). There are some programs to decrease number of Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR). One of the programs is to increase of health services by following the relevant sector and non government organization. Also the government has been already spread the village mid wives to decrease Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR) number and to widening the health services. The purpose of this research is to know how the performance of the village mid wives in the Antenatal Care services and some related factors. The performance of the village mid wives is measures by four times health services visits. Good performance can be measures if the four times health services visits is 80% or more. Bad performance can be measures if the four times health services visits is less 80%. The research had already done in Agam district, West Sumatera Province by using Cross Sectional Random Sample. The sample of this research is village mid wives which were working in Agam district and by using Systematic Random Sampling method for 100 villages mid wives. The result of the research showed that 78% performance of the villages mid wives in Agam district still bad and 22% are good. There are some factors related to this performance such as age, marital status, salary, upper level health offices, supervision and working facilities. The unrelated factors to this performance are number of children, working duration, training, the mid wives feels of secure and nurse working kit. This research suggested that: 1. For District Government, is to provide the operational costs for trainings in order to increase the professionalism of mid wives at villages to increase K4. 2. For Agam District Health Department: a. Stressing the Head of Health Center about job and responsibility of mid wives at villages to increase K4. b. Increasing mid wife professionalism, through activities such as: -Once in three months meeting at District Level. -Monthly meeting at the Health Center. -Empowerment through Kalakarya learning and Total Quality Management. -Give prime quality services to pregnant mother.
Read More
T-1003
Depok : FKM UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agus Setyo Widodo; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono Adisasmita, Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Yosyah, Syafik, Artha Budi Susila Duarsa
Abstrak: Latar belakang : Selama lima tahun terakhir angka kesakitan malaria di wilayah Kecamatan Padangcermin Kabupaten Lampung Selatan cenderung meningkat dan salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan kenaikan tersebut adalah terjadinya resistensi obat anti malaria program PCD. Penelitian tentang resistensi obat yang dilakukan oleh Sutanto (2002) memperlihatkan angka resistensi obat anti malaria klorokuin diwilayah Puskesmas Hanura Kecamatan Padangcermin Kabupaten Lampung Selatan sebesar 80%. Salah satu penyebab kegagalan program pemberantasan malaria didaerah endemis adalah banyaknya penderita tidak patuh minum obat sesuai aturan atau prosedur. Tujuan : Untuk mengetahui gambaran perilaku kepatuhan minum obat pada penderita malaria klinis dan faktor-faktor apa saja yang berhubungan. Desain studi : telah dilakukan studi cross sectional terhadap 108 sampel (responden/penderita) di Kecamatan Padangcermin Kabupaten Lampung Selatan yang tercatat sebagai kasus 2004. Data dikumpulkan dengan melakukan wawancara terstruktur kepada penderita (responden), selanjutnya dilakukan analisis univariat, bivariat dan multivariat. Hasil : penelitian yang dilakukan menunjukkan, bahwa 73,1% responden menyatakan tidak patuh minum obat anti malaria yang artinya bahwa selain minum obat anti malaria dari Puskesmas dalam waktu yang sama juga minum obat dari warung/toko yang ada dengan harapan mempercepat kesembuhan. Dari 13 variabel yang diduga berhubungan dengan kepatuhan, setelah diuji dengan chi – square ternyata ada 9 variabel yang bermakna. Kemudian dari 9 variabel tersebut dimasukkan dalam seleksi variabel kandidat model menggunakan regresi logistik sederhana dan didapatkan hasil variabel pengetahuan dan kualitas obat yang bermakna. Dan setelah diuji dengan analisis seleksi variabel interaksi, maka didapat faktor persepsi tentang kualitas obat yang paling dominan. Ini berarti responden yang menyatakan kualitas obat tidak baik berpeluang tidak patuh minum obat lebih besar dibanding responden yang menyatakan kualitas obat baik setelah dikontrol variabel pengetahuan. Diskusi : Dengan demikian, kesimpulan dari studi ini adalah kepatuhan penderita malaria di Kecamatan Padangcermin Kabupaten Lampung Selatan tahun 2004 dalam minum obat anti malaria dari Puskesmas masih rendah, sebagian besar masyarakat masih mengkonsumsi obat malaria dari luar pada waktu yang sama. Oleh karena itu disarankan segera memberdayakan kader desa untuk dilatih dalam pengobatan malaria sehingga nantinya bisa dijadikan Pengawas Minum Obat (PMO) bagi warganya sekaligus membantu petugas dalam menjelaskan, memberi pemahaman dan sekaligus mengawasi agar penderita minum obat malaria sesuai dosis dan prosedur yang benar Kata kunci : Terjadi resistensi obat malaria program PCD di Kec. Padangcermin Kab. Lampung Selatan, dimana salah satu penyebabnya adalah diduga faktor Kepatuhan minum obat
Read More
T-2144
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive