Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 21398 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Dhiya Dwi Afiifah; Pembimbing: Budi Hartono; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Yulia Fitria Ningrum
S-10274
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nadifa Zikrina; Pembimbing: R. Budi Hartono; Penguji: Ema Hermawati, Siti Halamah
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku buang air besar sembarangan dengan kejadian diare di Kota Tegal. Faktor lainnya yang didiuga terkait dengan kejadian diare pada rumah tangga antara lain karakteristik yang meliputi usia, tingkat Pendidikan, tingkat ekonomi, dan sanitasi lingkungan yang meliputi kepemilikan jamban, ketersediaan sumber air, jarak Penampung akhir tinja ke sumber air, serta keberadaan vector lalat. Uji statistik yang dihunakan adalah Uji chi-square dan regresi logistik. Sebanyak 5,85% rumah tangga ditemukan masih berperilaku buang air besar sembarangan, dan 36,6% rumah tangga mengalami diare. Hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku buang air besar sembarangan dengan kejadian diare (p value=0,044).
Read More
S-10531
Depok : FKM-UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ni Nengah Yustina Tutuanita; Pembimbing: Zakianis, I Made Djaja; Penguji: Dewi Susanna, Sony Priajaya Warouw, R. Wahanuddin
Abstrak: ABSTRAK Rendahnya akses sanitasi, jumlah desa Stop Buang Air Besar Sembarangan dan regulasi terkait sanitasi di daerah tertinggal menjadi alasan utama penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesenjangan fisik dan non fisik yang mempengaruhi proporsi Stop Buang Air Besar Sembarangan di daerah tertinggal. Penelitian dilakukan terhadap 122 kabupaten yang ditetapkan sebagai daerah tertinggal. Penelitian dengan desain potong lintang ini dilakukan pada tahun 2018 menggunakan data tahun 2017 yang dipublikasi dalam jaringan oleh berbagai institusi. Data yang telah terkumpul dianalisis menggunakan aplikasi sistem informasi geografi dan statistik. Median dari proporsi Stop Buang Air Besar Sembarangan di daerah tertinggal adalah 1,01%. Korelasi yang kuat terdapat pada variabel Intervensi Program Sanitasi yaitu sebesar 0,743 dan Akuntabilitas & Tindak Lanjut Program Sanitasi sebesar 0,610. Sementara itu korelasi yang sedang terdapat pada variabel Kinerja Pemerintah Daerah (0,49), Regulasi Sanitasi (0,572) dan Kepadatan Penduduk (0,562). Sedangkan korelasi yang lemah terdapat pada variabel Investasi Air Minum (0,372), Pendanaan Sanitasi (0,398) dan Indeks Pembangunan Manusia (0,389). Seluruh variabel independen memiliki korelasi yang signifikan terhadap Stop Buang Air Besar Sembarangan. Hubungan antara variabel independen terhadap variabel dependen hampir seluruhnya memiliki arah yang positif kecuali pada variabel kemiskinan. Berdasarkan analisis kai kuadrat terdapat empat variabel yang bernilai signifikan yaitu variabel intervensi program sanitasi, sarana air minum (OR 6,47), pendanaan sanitasi (OR 6,039) dan regulasi sanitasi (6,47). Meskipun nilai p untuk intervensi sanitasi paling signifikan (0,000) namun besarnya OR tidak dapat ditentukan. Faktor penentu Stop Buang Air Besar Sembarangan di Daerah Tertinggal Indonesia adalah Intervensi Program Sanitasi. Hasil uji analisis multivariat diperoleh hasil bahwa variabel intervensi program sanitasi yang berhasil masuk kedalam pemodelan akhir regresi linear. Kata kunci: Daerah Tertinggal, Sanitasi, Stop Buang Air Besar Sembarangan The low level of sanitation access, the number of open defecation free status villages and the sanitation regulations in disadvantaged region are the main reasons for this study. This study aims to determine the physical and non-physical gap that affects the proportion of open defecation free in the remote area. The study was conducted on 122 districts decreed as disadvantaged region. This crosssectional study was conducted in 2018 using 2017 data published in the network by various institutions. The collected data was analyzed using geographic information and statistical information system application. The median of the proportion of open defecation free status in the underdeveloped area was 1.01%. A strong correlation is found in the Sanitation Program Intervention variable of 0.743 and Accountability & Follow-up Sanitation Program of 0.610. Meanwhile, the correlation is on Local Government Performance variables (0.49), Sanitation Regulation (0,572) and Population Density (0,562). While the weak correlation is found in the variables of Clean Water Investment (0.372), Sanitation Financing (0.398) and Human Development Index (0.389). All independent variables have a significant correlation to open defecation free. The relationship between the independent variables to the dependent variable almost entirely has a positive direction except in the variable of poverty. Based on chi square analysis, there are four significant variables are sanitation program intervention, clean water facilities (OR 6.47), sanitation funding (OR 6.303) and sanitation regulation (6.039). Then, although the p value for sanitation intervention is most significant but the magnitude of OR can not be determined. Determinants of ODF in Indonesia's underdeveloped areas are the Sanitation Program Intervention. Multivariate analysis test results obtained that the intervention variables of successful sanitation program into the final modeling using linear regression. Key words: Underdeveloped Areas, Sanitation, Open Defecation Free
Read More
T-5237
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dian Moranti; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto, Budi Hartono; Penguji: Zakianis; Nurlaila; Casuli
T-5441
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Marceline Ferto Tanaya; Pembimbing: Laila Fitria; Penguji: Al Asyary, Nurusysyarifah Aliyyah
Abstrak:
Penyakit diare masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, termasuk di Kabupaten Tangerang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara proporsi rumah sehat, akses air minum layak, dan penggunaan jamban sehat dengan kejadian diare di wilayah kerja Puskesmas Sukadiri, Pakuhaji, dan Sukawali pada tahun 2023. Penelitian ini menggunakan desain studi ekologi dengan unit analisis desa/kelurahan. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang dan masing-masing puskesmas. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson dan Spearman sesuai dengan hasil uji normalitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang lemah dan berarah positif antara proporsi rumah sehat dengan kejadian diare (ρ = 0,387; p = 0,075), serta hubungan yang lemah dan berarah negatif antara akses air minum layak (r = -0,276; p = 0,214) dan penggunaan jamban sehat (ρ = -0,334; p = 0,128) dengan kejadian diare. Ketiga hubungan tersebut tidak signifikan secara statistik. Hasil ini menunjukkan bahwa meskipun arah hubungan sebagian besar sejalan dengan teori, hubungan antara indikator lingkungan dan kejadian diare belum dapat dibuktikan secara signifikan di wilayah penelitian ini.


Diarrhea remains a significant public health issue in Indonesia, including in Tangerang Regency. This study aims to analyze the relationship between the proportion of healthy homes, access to safe drinking water, and the use of proper sanitation facilities with the incidence of diarrhea in the working areas of Sukadiri, Pakuhaji, and Sukawali Community Health Centers in 2023. This study employed an ecological study design with the unit of analysis being villages/sub-districts. The data used were secondary data obtained from the Tangerang District Health Office and respective health centers. Bivariate analysis was conducted using Pearson and Spearman correlation tests, based on the results of the normality test. The findings show a weak positive correlation between the proportion of healthy homes and the incidence of diarrhea (r = 0.387; p = 0.075), a weak negative correlation between access to safe drinking water (r = -0.276; p = 0.214), and a weak negative correlation between the use of proper sanitation facilities (r = -0.334; p = 0.128) with the incidence of diarrhea. All three correlations were found to be statistically insignificant. Although the direction of the relationship aligns with theoretical expectations, the relationship between environmental health indicators and the incidence of diarrhea could not be statistically confirmed in the study area.
Read More
S-12056
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hadijah; Pembimbing: Abdur Rahman
S-3377
Depok : FKM-UI, 2003
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nada Cantika Prameswari; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Haryoto Kusnoputranto, Vitri Lestari
Abstrak:
Tenaga kesehatan merupakan profesi yang memiliki risiko tinggi terhadap bahaya dalam pekerjaannya. Praktik Keselamatan dan Kesehatan Kerja bertujuan dalam upaya pencegahan terjadinya penyakit dan kecelakan di tempat kerja. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui gambaran praktik keselamatan dan kesehatan kerja faktor-faktor yang berkaitan pada tenaga kesehatan di Rumah Sakit X Kota Bogor. Penelitian ini berupa penelitian kuantitiatif dengan desain studi Cross sectional dengan sampel sebanyak 247 responden tenaga kesehatan. Pengumpulan data dilakukan dengan cara penyebaran kuesioner/angket dan pengisian oleh tenaga kesehatan. Analisis data yang digunakan adalah uji Chi-Square (X2). Variabel dependen penelitian adalah praktik keselamatan dan kesehatan kerja pada Tenaga Kesehatan.Variabel Independen penelitian adalah Lama masa kerja, tingkat pendidikan, jenis profesi, Pengetahuan terhadap bahaya dan praktik K3, sikap terhadap bahaya dan praktik K3, ketersediaan APD, keikutsertaan pelatihan, ketersediaan SOP, dan pengawasan oleh manajemen. Temuan dari hasil penelitian ini merupakan faktor yang berhubungan pada hasil penelitian ini adalah ketersediaan APD dan pengawasan yang dilakukan oleh manajemen

Health workers are professionals that have a high risk of occupational hazards in their work. Occupational Safety and Health Practices are aimed at preventing disease and accidents in the workplace. The purpose of this study was to find out the description of occupational safety and health practices related to health workers at Hospital X Bogor City. This research was a quantitative study with a cross-sectional study design with a sample of 247 health worker respondents. Data collection was carried out by distributing questionnaires and self-registered by health workers. The data analysis used was the Chi-Square test (X2). The dependent variable of the research is the practice of occupational safety and health in Health Workers. The independent variable of the research is the level of education. Length of work period, type of profession, Knowledge of OHS Hazards and Practices, Attitudes towards OHS hazards and practices, availability of PPE, participation in training, availability of SOPs, and supervision by management. The findings from the results of this study are factors related to the results of this study, namely the availability of PPE and supervision carried out by management.
Read More
S-11465
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fitriana Rahayu; Pembimbing: Al Asyary; Penguji: Haryoto Kusnoputranto, Akhmad Buhaiti
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi santri dalam melakukan pemeliharaan sanitasi lingkungan asrama khususnya di Pondok Pesantren X Sawangan Depok Tahun 2020. Desain studi yang digunakan adalah studi cross-sectional dengan jumlah sampel sebesar 173 santri. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan stratified proportionate random sampling serta kuesioner yang digunakan sebagai alat ukur penelitian. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 84 santri (48,0%) memiliki perilaku sanitasi lingkungan yang kurang baik.
Read More
S-10551
Depok : FKM-UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Intan Ratna Sari; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Caroline Endah Wuryaningsih,
Abstrak:
Kabupaten Lebak, termasuk Kecamatan Rangkasbitung yang strategis dan mudah diakses, masih menghadapi tantangan rendahnya cakupan sanitasi layak, terutama di Desa Mekarsari. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perilaku buang air besar sembarangan (BABS) pada warga Desa Mekarsari, Kecamatan Rangkasbitung, tahun 2024. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap informan utama, pendukung, dan kunci.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku BABS terkait dengan faktor pengetahuan, sikap, persepsi, sosial, ekonomi, budaya, ketersediaan sarana dan prasarana sanitasi, serta intervensi program pemerintah. Rendahnya akses terhadap jamban sehat menjadi penyebab utama praktik BABS, yang berkontribusi pada pencemaran lingkungan dan peningkatan risiko penyakit. Penelitian ini memberikan rekomendasi intervensi berbasis masyarakat untuk meningkatkan edukasi dan akses sanitasi, sebagai upaya mengurangi praktik BABS dan mendukung program pemerintah dalam pencapaian sanitasi layak.

Lebak Regency, including the strategically located and easily accessible Rangkasbitung District, still faces significant challenges in achieving adequate sanitation coverage, particularly in Mekarsari Village. This study aims to describe the open defecation (OD) behavior among residents of Mekarsari Village, Rangkasbitung District, in 2024. The research method employed a qualitative approach through in-depth interviews with key, primary, and supporting informants. The results indicate that OD behavior is related to factors such as knowledge, attitude, perception, social and economic conditions, cultural aspects, availability of sanitation facilities, and government program interventions. The lack of access to proper latrines is identified as the main cause of OD practices, contributing to environmental pollution and increased health risks. This study provides community-based intervention recommendations to improve education and sanitation access as efforts to reduce OD practices and support government programs in achieving proper sanitation.
Read More
S-11845
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Astri Syativa; Pembimbing: Suyud Wano Utomo, Agustin Kusumayati; Pemguji: Budi Hartono, Cucu Cakrawati Kosim
Abstrak:

ABSTRAK

Dua puluh tahun terakhir ini kondisi lingkungan dan kualitas air disepanjang Sungai Citarum semakin menurun. Akses penduduk di sekitar Citarumterhadap air bersih dan sarana sanitasi dasar pun masih rendah, dengan angkakesakitan diare yang tinggi. Integrated Citarum Water Resources ManagementInvestment Program (ICWRMIP) merupakan upaya yang dilakukan olehpemerintah untuk mengatasi berbagai permasalahan yang ada di DAS SungaiCitarum dan Saluran Tarum Barat. Kementerian Kesehatan berperan dalamICWRMIP Sub Komponen 2.3 yang bertujuan untuk meningkatkan penyediaanair bersih, sanitasi, dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Penelitian inibertujuan untuk menganalisis pengaruh ICWRMIP Sub Komponen 2.3 terhadapakses air bersih, akses jamban sehat dan kejadian diare serta menganalisispengaruh akses air bersih dan jamban sehat terhadap kejadian diare. Penelitian inimenggunakan rancangan studi cross-sectional berulang. Data dikumpulkansebelum dan sesudah program, di lokasi program dan non program, dengan besarsampel 300 responden pada tiap kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwakegiatan ICWRMIP Sub Komponen 2.3 berpengaruh meningkatkan akses airbersih dan akses jamban sehat serta menurunkan kejadian diare. Semua variabelberhubungan dengan kejadian diare: akses air bersih (OR=1,74; 1,33-2,28), aksesjamban sehat (OR=2,48; 1,88-3,28), program (OR=7,17; 4,68-10,99), dan waktu(OR=5,10; 3,33-7,80). Disimpulkan bahwa rumah tangga di lokasi non programtanpa akses jamban sehat pada saat sebelum ada program berisiko 7,75 kali lebihbesar mengalami kejadian diare dibandingkan dengan rumah tangga di lokasiprogram yang akses jamban sehat setelah program.

ABSTRACT

The condition of the environment and water quality along the Citarum Riverhas declined in the last twenty years. Access people around Citarum to cleanwater and basic sanitation facilities is low, with high diarrhea morbidity. IntegratedCitarum Water Resources Management Investment Program (ICWRMIP) is an effort bythe government to solve the problems that exist in Citarum and West TarumCanal. Ministry of Health is involve on Sub Component 2.3, that aims to improvewater supply, sanitation, and improving public health. This study aims to analyzethe effects of ICWRMIP Sub Component 2.3 to clean water access, healthy latrineaccess and diarrhea, and also to analyze the effect of access to clean water andhealthy latrines on the incidence of diarrhea. This study uses repeated crosssectionalstudy design. Data were collected before and after the program, on-siteprogram and non-program, with sample size 300 respondents in each group. Theresults showed that ICWRMIP Sub Component 2.3 affects to improve clean waterand healthy latrines access, and also reduce the incidence of diarrhea. Allvariables associated with the incidence of diarrhea: clean water access (OR=1,74;1,33-2,28), healthy latrines access (OR=2,48; 1,88-3,28), program (OR=7,17;4,68-10,99), and time (OR=5,10; 3,33-7,80). Concluded that households in nonprogramlocations without access to healthy latrines at the time before program7.75 times greater risk of experiencing diarrhea compared with on-site householdlatrine access program healthy after the program.

Read More
T-3983
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive