Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 32336 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Afifah Dhima Khalishah; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Helen Andriani, Teuku Nebrisa Zagladin Jacoeb
S-10427
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nadya Islamiati; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Helen Andriani, Teuku Nebrisa Zagladin
Abstrak: Salah satu jenis pelayanan di rumah sakit yang paling banyak dikunjungi danmembutuhkan waktu untuk mengantre adalah pelayanan farmasi. Hingga saat ini waktutunggu pelayanan resep obat yang belum sesuai dengan standar yang telah ditetapkanoleh Pemerintah melalui Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 129 Tahun 2008, yaitu ≤30 menit untuk obat non racikan dan ≤ 60 menit untuk obat racikan masih seringditemukan dalam penyelenggaraan pelayanan farmasi di rumah sakit. Tujuan daripenelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor penyebab dari lamanya waktutunggu pelayanan resep obat pasien rawat jalan di instalasi farmasi rumah sakit diIndonesia. Penelitian ini menggunakan desain literature review yang dilakukan denganmenganalisis hasil studi yang telah tersedia sebelumnya. Dari hasil pencarian yangdilakukan melalui database PubMed, Proquest, Google Scholar, Universitas IndonesiaLibrary dan FKM UI Library, ditemukan sebanyak 18 artikel mengenai faktor-faktorpenyebab lamanya waktu tunggu pelayanan resep obat pasien rawat jalan di instalasifarmasi rumah sakit di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama waktutunggu pelayanan resep obat pasien rawat jalan di instalasi farmasi dari satu rumah sakitke rumah sakit lainnya berbeda-beda, hal tersebut dikarenakan adanya perbedaan padastatus pasien dan jenis resep obat yang dilayani. Faktor-faktor yang dapat menyebabkanlamanya waktu tunggu pelayanan resep obat pasien rawat jalan di instalasi farmasirumah sakit di Indonesia sangat bervariasi dan saling berkaitan satu sama lain,diantaranya adalah sumber daya manusia, sarana dan prasarana, kebijakan dan standaroperasional prosedur, persediaan obat-obatan, serta status pasien.Kata kunci:Faktor Penyebab, Waktu Tunggu Pelayanan Resep Obat, Farmasi Rumah Sakit,Indonesia
One of the most visited type of hospital services that requires time to queue is pharmacyservice. Until now the waiting time for prescription drug services that are not inaccordance with the standards set by the Government through Keputusan MenteriKesehatan Nomor 129 Tahun 2008, which is ≤ 30 minutes for non-concoction drugs and≤ 60 minutes for concoction drugs are still frequently found in pharmacy servicearrangements in hospitals. This research aims to determine the causal factors of thelength of waiting time for outpatient prescription drug services at hospital pharmacyinstallations in Indonesia. This research applied literature review designs that wereconducted by analyzing the previous studies results. From the search result that wasdone through PubMed, Proquest, Google Scholar, Universitas Indonesia Library, andFKM UI Library databases, 18 articles about the causal factors of the length of waitingtime for outpatient prescription drug services at hospital pharmacy installations inIndonesia were found. The result of the study showed that the waiting time foroutpatient prescription drug services at the pharmacy installation from one hospital toanother hospital was differ, it was due to differences in patient status and types ofprescription drugs served. The factors that cause the length of waiting time foroutpatient prescription drug services at hospital pharmacy installations in Indonesia veryvaried and relate to each other, such as human resources, facilities and infrastructure,policies, standard operating procedure, availability of medicine, and patients status.Keywords:Causal Factor, Waiting Time for Prescription Drug Service, Hospital Pharmacy,Indonesia.
Read More
S-10435
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fatimah Zahra; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Agus Rahmanto
Abstrak: Waktu tunggu merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kepuasan pasien. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi seberapa lama watu tunggu pasien di berbagai negara dan faktor apa saja yang berhubungan dengan lamanya waktu tunggu pasien rawat jalan di rumah sakit. Penelitian ini merupakan literature review. Hasil penelitian mendapatkan rentang waktu tunggu pasien rawat jalan berkisar dari 3 menit sampai dengan 284 menit. Faktor-faktor yang mempengaruhi waktu tunggu pasien rawat jalan di rumah sakit terutama keterlambatan dokter, lalu jenis pembayaran, jenis poliklinik, jumlah antrean, penyediaan berkas rekam medis, kedatangan pasien sebelum jam praktik, ketersediaan sarana prasarana, lama pemeriksaan, sistem perjanjian pertemuan, lama waktu menunggu di bagian pendaftaran, keterampilan SDM, alur proses pelayanan, dan kurangnya SDM. Kata kunci: Rawat Jalan, Rumah Sakit, Waktu Tunggu Waiting time is one of the factors that can affect patient satisfaction. This study was conducted to identify the length of waiting time for patients in various countries and what factors are related to the length of time waiting for outpatients in the hospital. This research is a literature review. The results of the study showed that the waiting time range for outpatients ranged from 3 minutes to 284 minutes. Factors that affect the waiting time for outpatients at the hospital, especially late doctors, then the type of payment, the type of polyclinic, the number of queues, the provision of medical record files, the arrival of patients before practice hours, the availability of infrastructure, the length of the examination, the meeting appointment system, the length of time waiting time at registration, human resource skills, service process flow, and lack of human resources. Key words: Hospital, Outpatient, Waiting Time
Read More
S-10432
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Niki Nadya Putri; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Puput Oktamianti, Indah Rosana Djajadiredja
Abstrak: Keselamatan pasien masih menjadi isu global di seluruh dunia dengan masih tingginyaangka insiden keselamatan pasien. Salah satu cara untuk mengendalikan angka insidenkeselamatan pasien adalah pengembangan sistem pelaporan. Penelitian ini membahasgambaran pelaporan insiden keselamatan pasien rumah sakit di Indonesia. Tujuanpenelitian ini adalah diperolehnya informasi mengenai gambaran pelaporan insidenkeselamatan pasien rumah sakit di Indonesia ditinjau dari ketersediaan kebijakan danmetode yang digunakan serta faktor yang menghambat pelaporan insiden keselamatanpasien. Penelitian ini menggunakan desain literature review dengan basis data PubMed,Science Direct, CINAHL, Google Scholar dan Garuda Ristekbrin. Hasil pencarianmenunjukkan bahwa sebagian besar rumah sakit di Indonesia telah memiliki kebijakanpelaporan insiden keselamatan pasien dan menggunakan metode pelaporan offline denganformulir. Secara garis besar, prosedur pelaporan IKP rumah sakit telah sesuai denganPanduan Nasional Keselamatan Pasien. Namun dalam pelaksanaannya masih banyakyang belum sesuai dengan alur pelaporan yang seharusnya serta masih menemukanbanyak kendala, seperti rasa takut untuk melaporkan, kurangnya sosialisasi, kurangnyapengetahuan dan motivasi, sistem pelaporan yang rumit, rendahnya budaya keselamatanpasien, belum ada reward, dan umpan balik yang belum maksimal. Dari hasil penelitianditemukan output ketepatan waktu dari pelaporan insiden belum tepat waktu, dan outputkelengkapan baru sebagian kecil tercapai.Kata kunci:Pelaporan insiden keselamatan pasien, rumah sakit, Indonesia, Literature Review
Patient safety still is a global issue throughout the world with the high incidence ofhospital patient safety. One way to control patient safety incident rate is through thedevelopment of a reporting system. This study discusses the description of the reportingof hospital patient safety incidents in Indonesia with a literature review design. This studyaimed to get an information about the description of hospital patient safety incidentreports reviewed in Indonesia in terms of the availability of policies and methods usedalso the factors that hinder the reporting of patient safety incidents. This study uses aliterature review design with a database of PubMed, Science Direct, CINAHL, GoogleScholar and Garuda Research and Technology. The search results show that mosthospitals in Indonesia already have a patient safety incident reporting policy and use theoffline reporting method with a form. Broadly speaking, the hospital's IKP reportingprocedures are in accordance with the National Patient Safety Guidelines. But in practicethere are still many that are not in accordance with the reporting flow that should be andstill encounter many obstacles, such as fear of reporting, lack of socialization, lack ofknowledge and motivation, complicated reporting systems, low patient safety culture, noreward, and feedback which is not optimal yet. Results showed, it was found that theoutput from incident reporting such as timeliness and completeness are not yet fullyachieved.Key words:Patient safety incident report, hospital, Indonesia, literature review.
Read More
S-10436
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Zacharias Eko Susilo; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Helen Andriani, Novita Dwi Istanti
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh sistem RME terhadap produktivitas RS beserta gambaran implementasi dan faktor yang berpengaruh terhadap dampak implementasi sistem RME di RS. Metode Literature Review Naratif digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan 6 literatur terpilih dengan topik terkait yang diterbitkan dalam basis data Pubmed tahun 2015-2020. Hasil penelitian menunjukkan adanya beberapa faktor berpengaruh bagi RS dalam memutuskan untuk melakukan implementasi sistem RME antara lain kebijakan pemerintah, jumlah tempat tidur, lokasi RS, bed occupancy rate (BOR), jumlah pasien, arus kas, status rujukan, dan status RS Pendidikan.
Read More
S-10676
Depok : FKM-UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nur Afni Intan Pratiwi; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Pujiyanto, Darsito
S-10242
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Grace Sugiar; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono Adisasmito; Penguji: Mieke Savitri, Arianto, Tri Hatmoko
S-6309
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Restia Ardia Rini; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Andy Arifianto
Abstrak: Studi ini bertujuan untuk menganalisis sistem penyimpanan obat di Sub Bagian Logistik Rumah Sakit Gra Permata Ibu Tahun 2014. Hasil penelitian menemukan bahwa sistem penyimpanan obat belum sesuai dengan standar dan indikator penyimpanan yang efektif. Hal ini diketahui dari ditemukannya obat yang kadaluarsa dalam jumlah banyak, ditemukannya kejadian obat out of stock, over stock, dan dead stock, kekurangan jumlah SDM, serta ketidakcukupan gudang dan prasarana untuk memuat inventory. Studi ini menyarankan agar dilakukan penambahan SDM sebagai tenaga stock control, pembuatan stok minimum dan maksimum, pembuatan jadwal permintaan dan kedatangan barang, serta penambahan gudang dan prasarana untuk penyimpanan obat. Kata Kunci: penyimpanan, out of stock, over stock, dead stock, gudang. This study aimed to analyze the drug storage system in Sub-Section Logistic, Grha Permata Ibu Hospital year 2014. The study found that the storage system is not appropriate yet with the indicators of effective storage,for example there were expired drugs in large quantities, out of stock, over stock, dead stock, a shortage of employees, and inadequacy of warehouse and its infrastructure. This study suggested to recuit a stock control staff, determine minimum and maximum stock, make a request and arrival schedule of goods, and expand the warehouse capacity and complete the storage infrastructure. Keywords: storage system, out of stock, over stock, dead stock, warehouse.
Read More
S-8601
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rizka Primananda; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Mieke Savitri, Lucyana Butar Butar
S-4942
Depok : FKM-UI, 2007
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Herlina; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Kurnia Sari, Dede Setyadi
Abstrak: KEBUTUHAN AKAN OBAT TIDAK DAPAT TERPISAHKAN DALAM PELAYANAN KESEHATAN. PADA TAHUN 2011, KONSUMSI OBAT DI INDONESIA MENCAPAI US$4.4 MILLIAR DAN TERUS MENGALAMI PENINGKATAN SETIAP TAHUNNYA. UNTUK MENJAMIN PASIEN JKN MENDAPATKAN PELAYANAN YANG BERKUALITAS, MAKA DISUSUNLAH FORMULARIUM NASIONAL AGAR MENJAMIN OBAT YANG DIGUNAKAN AMAN, BERMUTU, BERKHASIAT DAN COST EFFECTIVENESS. TUJUAN DARI PENELITIAN INI ADALAH UNTUK MENGETAHUI HUBUNGAN ANTARA PENGGUNAAN OBAT SESUAI FORMULARIUM NASIONAL DENGAN MUTU PELAYANAN PASIEN JKN DI RS HERMINA JATINEGARA. PENELITIAN INI BERSIFAT KUANTITATIF DENGAN DESAIN CROSS SECTIONAL. PENELITIAN INI MENGGUNAKAN 96 SAMPEL PASIEN JKN DI INSTALASI RAWAT JALAN DAN 96 OBAT YANG DIRESEPKAN UNTUK PASIEN JKN. HASIL PENELITIAN INI MENUNJUKKAN BAHWA PENGGUNAAN OBAT SESUAI FORMULARIUM NASIONAL MENCAPAI 64,60%. DARI 96 SAMPEL, SEBESAR 77,10% RESPONDEN MENILAI MUTU PELAYANAN SUDAH BAIK. BERDASARKAN UJI MANN WHITNEY, DIPEROLEH NILAI SIGNIFIKAN 0,009 (P VALUE < 0.05). KATA KUNCI: FORMULARIUM NASIONAL, METODE SERVQUAL, MUTU PELAYANAN
Read More
S-9847
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive