Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 41417 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Cheryl Khairunnisa Miyanda; Pembimbing: Ema Hermawati; Penguji: Laila Fitria, Wisnu Eka Yulyanto
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat kebisingan di lingkungan kerja, faktor karakteristik pekerja (umur, masa kerja, durasi kerja, riwayat keturunan, dan IMT), serta perilaku pekerja (pemakaian APT, perilaku merokok, dan aktivitas fisik) dengan tekanan darah pada pekerja di Unit Utilities dan Oil Movement PT Pertamina (Persero) Refinery Unit VI Balongan tahun 2020. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectioal. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 72 pekerja pada unit Utilities dan Oil Movement. Data kebisingan didapatkan dari pengukuran langsung menggunakan sound level meter. Data tekanan darah pekerja didapatkan melalui pengukuran langsung menggunakan sphymomanometer digital. Berdasarkan uji chi-square, terdapat hubungan yang signifikan antara kebisingan > 85 dBA dengan tekanan darah tinggi pada pekerja (p-value=0,011, OR=4,474). Terdapat pula hubungan yang signifikan antara variabel umur (p-value=0,001, OR=7,048), masa kerja (p-value=0,019, OR=6,650), durasi kerja (p-value=0,012, OR=4,250), riwayat keturunan (p-value=0,021, OR=4,607), indeks masa tubuh (p-value=0,002, OR=5,714), penggunaan APT (p-value=0,011, OR=0,208) dan aktivitas fisik (p-value=0,004, OR=6.333). Sedangkan variabel merokok tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan tekanan darah pekerja (p-value=0,660, OR=1,477).
Kata kunci: Kebisingan, Tekanan Darah Tinggi, Hipertesi, Industri

This study aims to analyze the relationship of noise levels in the work environment, factors of worker characteristics (age, length of work, duration of work, hereditary history, and BMI), worker behavior (use of PPE, smoking behavior, and physical activity) with blood pressure on workers in Utilities and Oil Movement Units of PT Pertamina (Persero) Refinery Unit VI Balongan in 2020. This study uses quantitative research methods with cross sectional study design. The number of samples of this study are 72 workers in the Utilities and Oil Movement Units. Data of noise is obtained from direct measurements using a sound level meter. Data of worker blood pressure is obtained through direct measurements using a digital sphymomanometer. Based on the chi-square test, there was a significant relationship between noise > 85 dBA and high blood pressure in workers (p-value = 0.011, OR = 4.474). There is also a significant relationship between age variables (p-value = 0.001, OR = 7.048), years of service (p-value = 0.019, OR = 6.650), duration of work (p-value = 0.012, OR = 4,250), hereditary history (p-value = 0.021, OR = 4.607), body mass index (p-value = 0.002, OR = 5.714), use of PPE (p-value = 0.011, OR = 0.208) and physical activity (p-value = 0.004, OR = 6,333). While the smoking variable does not have a significant relationship with workers' blood pressure (p-value = 0.660, OR = 1.477).
Key words: Noise, High Blood Pressure, Hypertension, Industry
Read More
S-10483
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Adzra Dhiya Jannati; Pembimbing: Al Asyary; Penguji: Bambang Wispriyono, Azri Dwi Mahfudzi
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui asosiasi antara tingkat kebisingan dengan kejadian tekanan darah tinggi (hipertensi) pada pekerja di unit water pump PT X tahun 2020. Metode yang digunakan adalah cross sectional dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportionate stratified random sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Pengolahan data dilakukan dengan analisis univariat, bivariat menggunakan uji chi square dan multivariat menggunakan uji regresi logistik.
Read More
S-10552
Depok : FKM-UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Johanna Hasian Beatrice; Pembimbing: Ema Hermawati; Penguji: Laila Fitria, Windriyani
Abstrak:
Para pekerja stasiun umumnya bekerja selama 8 jam atau lebih di lingkungan di mana kebisingan merupakan faktor risiko kesehatan yang signifikan. Paparan kebisingan yang berkepanjangan telah terbukti berdampak pada kesehatan pekerja, baik dalam aspek pendengaran maupun non-pendengaran. Salah satu efek non-pendengaran adalah hipertensi, suatu kondisi yang sering disebut sebagai "Silent Killer" karena sifatnya yang tanpa gejala. Pekerja dengan hipertensi menjadi lebih berisiko terhadap kondisi fatal seperti penyakit jantung, penyakit ginjal, bahkan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kebisingan dengan tekanan darah pada petugas Stasiun Jatinegara, stasiun yang berlokasi di wilayah administrasi Jakarta Timur. Penelitian juga dilengkapi dengan analisis terhadap variabel kovariat kelompok karakteristik individu serta perilaku/gaya hidup. Penelitian ini menyertakan sampel sebesar 91 pekerja (formal dan non-formal). Data yang digunakan bersifat primer, termasuk pengukuran kebisingan tekanan darah, antropometri, dan pengisian kuesioner. Analisis bivariat dilakukan dengan uji Chi-square, dihasilkan hubungan yang signifikan antara kebisingan (p-value = 0.007), usia (p-value = 0.002), riwayat hipertensi keluarga (p-value = 0.008), masa kerja (p-value = 0.002), obesitas (p-value = 0.007), dan aktivitas fisik intensitas sedang (p-value = 0.038). Penelitian ini menyatakan bahwa pekerja yang menghabiskan waktu pada area dengan kebisingan ≥80 dBA berisiko 3 kali lebih tinggi mengalami peningkatan tekanan darah dibandingkan pekerja yang bekerja pada area
Station workers generally work for 8 hours or more in environments where noise is a significant health risk factor. Prolonged exposure to noise has been shown to impact workers’ health, both in auditory and non-auditory aspects. One of the non-auditory effects is hypertension, a condition often referred to as the “silent killer” due to its asymptomatic nature. Workers with hypertension are at higher risk of fatal conditions such as heart disease, kidney disease, and even death. This study aims to determine the relationship between noise levels and blood pressure among Jatinegara Station workers, a station located in the East Jakarta administrative area. The study also includes an analysis of covariate variables, including individual characteristics and behavior/lifestyle groups. This study included a sample of 91 workers (formal and non-formal). The data used are primary, including blood pressure noise measurements, anthropometry, and questionnaires. Bivariate analysis was performed using the Chi-square test, resulting in a significant relationship between noise (p-value = 0.007), age (p-value = 0.002), family history of hypertension (p-value = 0.008), length of service (p-value = 0.002), obesity (p-value = 0.007), and moderate intensity physical activity (p-value = 0.038). This study states that workers who spend time in areas with noise ≥80 dBA have a 3 times higher risk of experiencing increased blood pressure than workers who work in areas
Read More
S-12232
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Erviana Indriani; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto; Penguji: Suyud Warno Utomo, Suparjiono
Abstrak: Pajanan kebisingan secara terus-menerus di tempat kerja dapat mengakibatkan peningkatan tekanan darah. PT. X merupakan pabrik tekstil yang memiliki mesin yang dapat menimbulkan kebisingan tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara tingkat pajanan kebisingan dengan kejadian hipertensi pada pekerja di departemen spinning dan weaving. Desain studi yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional dengan besar sampel 103 pekerja yang dipilih dengan cara proportionate stratified random sampling. Variable independen pada penelitian ini adalah tingkat kebisingan dan variable dependen adalah kejadian hipertensi, dengan variable perancu yaitu karakteristik dan perilaku individu. Intensitas kebisingan di PT. X diketahui berada diatas NAB. Dari 103 pekerja, terdapat 35 (34%) pekerja mengalami hipertensi. Analisis intensitas kebisingan dengan kejadian hipertensi pada pekerja mnggunakan uji chi square diketahui tidak terdapat hubungan yang signifikan (p value: 0,136). Hasil yang signifikan dengan tekanan darah tinggi pada pekerja yaitu variable usia (p value: 0,033) dan kebiasaan merokok (p value: 0,036). Hasil analisis multivariate menunjukan bahwa pekerja yang bekerja pada intensitas kebisingan diatas NAB memiliki risiko mengalami hipertensi 3,172 kali lebih besar dibandingkan pekerja yang tidak bekerja pada intensitas kebisingan diatas NAB setelah dikontrol variable usia dan kebiasaan merokok. Pekerja yang terpapar kebisingan, memiliki usia >40 tahun, dan memiliki kebiasaan merokok berisiko mengalami hipertensi. Rekomendasi yang diberikan yaitu melakukan pengukuran tekanan darah secara rutin, melakukan rotasi kerja dan menggunakan peredam suara pada area produksi.
Kata kunci: hipertensi; industri tekstil; kebisingan tempat kerja; pekerja

Repeated noise exposure in the workplace may increase the blood pressure of workers. PT. X is a textile factory that has a machine that can cause high noise. This study aimed to determine the association between noise exposure with high blood pressure in workers in the department spinning, weaving, and dyeing. This study used cross sectional design with a sample size of 103 workers selected by proportionate stratified random sampling. The independent variable in this study is the noise exposure and the dependent variable is the high blood pressure, with confounding variables are individual characteristics and lifestyle. The result of noise exposure at PT. X above the threshold limit value (TLV) of noise. 35 (34%) out of 103 workers had hypertension. The result of statistic analysis with chi squre test showed no significant relationship between noise exposure with high blood pressure (p value: 0,136). High blood pressure has a significant relationship with age (p value: 0.033) and smoking habits (p value: 0.036). Multivariate analysis showed that workers exposed to noise above the TLV had a 3,172 times risk of hypertention han workers who were not exposed to noise above the TLV after being controlled by age and smoking habits. Workers who are exposed to noise, over 40 years old and have smoking habits have a risk of hypertension. Recommendations in this study are to measuring blood pressure routinely, rotating job, and using sound-absorbing material in the production area.
Keyword: hypertension; occupational noise; textile industry; workers
Read More
S-10484
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nisrina Rihadatul Aisy; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto; Penguji: Dewi Susanna, May Haryanti
Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara intensitas kebisingan dengan gangguan non-auditory pada pekerja di PT. X, Cikarang, Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan desain studi cross-sectional, dengan jumlah sampel yang diteliti sebanyak 48 pekerja. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode proportionate stratified random sampling. Data intensitas kebisingan diperoleh dari Dokumen UKL-UPL Bulan Desember 2019 PT. X, sedangkan data karakteristik, perilaku, dan gangguan non-auditory pada pekerja diperoleh dari hasil kuesioner. Variabel independen dalam penelitian ini adalah intensitas kebisingan di area produksi, variabel dependen adalah keluhan gangguan non-auditory, dengan karakteristik dan perilaku individu sebagai variabel confounding.
Read More
S-10538
Depok : FKM-UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fauzy Primawati Gusniarni; Pembimbing: Budi Haryanto; Penguji: Hendra, Azri Dwi Mahfudzi
S-10485
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Indah Kusumawati; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Laila Fitria, Didik Supriyono
S-7405
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nadya Hasna; Pembimbing: Dewi Susanna; Penguji: Ema Hermawati, Heri Nugroho
Abstrak: Kesehatan dan keselamatan dalam bekerja merupakan hak bagi setiap pekerja. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa kondisi fisik lingkungan di tempat kerja yang biasa menjadi tempat para pekerja beraktivitas sehari-hari masih berpotensi menimbulkan banyak bahaya, Salah satunya adalah bahaya kebisingan. Kebisingan dapat terjadi di tempat kerja baik itu industri maupun non-industri. Pajanannya yang terjadi terus-menerus dan tidak sesuai dengan ketentuan dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan baik itu auditory maupun non-auditory. Oleh karena itu, penelitian ini ingin mengetahui hubungan tingkat pajanan kebisingan dengan keluhan subjektif (non-auditory) yang meliputi penilaian gangguan fisiologis, psikologis dan komunikasi pada 84 pekerja di area unit produksi pabrik tepung PT.X Cilegon, Banten. Hasil penelitian ini menunjukkan tidak adanya hubungan yang bermakna secara statistik antara masa kerja, usia, kebiasaan merokok, penggunaan alat pelindung telinga, kebiasaan menggunakan earphone, kebiasaan mendengarkan musik bersuara keras, dan juga pelatihan dengan gangguan fisiologis, psikologis dan komunikasi. Namun, angka kejadian gangguan fisiologis, psikologis dan komunikasi pada pekerja menunjukkan angka yang cukup tinggi yaitu sebanyak 26,2% pekerja mengalami gangguan fisiologis, 47,6% pekerja mengalami gangguan psikologis, dan sebanyak 48,8% pekerja mengalami gangguan komunikasi. Oleh karena itu, perusahaan tetap perlu menindaklanjuti terkait permasalahan kebisingan ini agar tidak menimbulkan risiko dan juga masalah kesehatan yang lebih besar kedepannya.
Kata kunci : Kebisingan, gangguan non-auditory, gangguan fisiologis, gangguan psikologis, gangguan komunikasi.

Health and safety at work are rights of every worker. However, it cannot be denied that the physical condition of the environment in the workplace which is used to be a place for workers to do their daily activities is still potential to cause many hazards, one of which is the danger of noise. Noise can occur in the workplace both industrial and non-industrial. Exposure that occurs continuously and not in accordance with the provisions can cause various health problems both auditory and non-auditory. Therefore, this study wants to find out the relationship between the level of noise exposure and subjective (non-auditory) complaints which include assessment of physiological, psychological and communication disorders of 84 workers in the production unit area of the flour mill PT.X Cilegon, Banten. The results of this study indicate that there is no statistically significant relationship between years of service, age, smoking habits, use of ear protection equipment, habit of using earphones, habit of listening to loud music, and also training with physiological, psychological and communication disorders. However, the incidence of physiological, psychological and communication disorders among workers showed a fairly high rate, namely as many as 26.2% of workers experiencing physiological disorders, 47.6% of workers experiencing psychological disorders, and as many as 48.8% of workers experiencing communication disorders. Therefore, companies still need to follow up related to this noise problem so as not to pose risks and also greater health problems in the future.
Keywords : Noise, non-auditory disorders, physiological disorders, psychological disorders, communication disorders
Read More
S-10241
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Shabrina Khairani; Pembimbing: Umar Fahmi Achmadi; Penguji: Zakianis, Dura Vendela
S-9997
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fahreza Mohamad Aditama; Pembimbing: Sri Tjahjani Budi Utami; Penguji: Ema Hermawati, Didi Purnama
S-9489
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive