Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 39978 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Nia Dwi Handayani; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Fatma Lestari, Mufti Wirawan, Soehatman Ramli
Abstrak:
Kecelakaan kerja di sektor konstruksi masih tinggi probabilitasnya sedangkan tantangan kedepan semakin besar. Sektor konstruksi merupakan salah satu faktor dominan dalam strategi pembangunan nasional maupun dalam menghadapi pasar global. Komitmen organisasi dalam menjalankan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja dapat menekan jumlah kecelakaan kerja dan menciptakan lingkungan yang aman untuk bekerja. Penelitian ini mengkaji tingkat komitmen dan mengevaluasi penerapan keselamatan dan kesehatan kerja di perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi yaitu PT X. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan analisis mendalam berdasarkan in depth interview. Variabel utama penelitian merupakan hasil pertimbangan dari elemen komitmen pada peraturan SMK3 Republik Indonesia yaitu struktur organisasi dan kebijakan. Komitmen yang ditetapkan oleh perusahaan dibandingkan dengan konsistensi pelaksanaannya pada tiga tahapan pekerjaan di proyek yaitu persiapan, pelaksanaan dan pasca konstruksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komitmen perusahaan tinggi secara administratif namun secara konsistensi masih sedang karena penerapan yang belum optimal di lapangan. Pada evaluasi ditemukan beberapa gap yaitu client enforcement, role model, monitoring dan pola komunikasi yang harus diperbaiki.

The probability of work accidents in the construction sector are still high while the challenges ahead are even greater. Construction industri is one of the dominant factors in the national development strategy and facing global markets. Organizational commitment in implementing occupational safety and health management system can reduce the number of workplace accidents and create a safe environment for work. This study examines the level of commitment and evaluates the application of occupational safety and health in construction company, namely PT X. This study was a descriptive analytic research with in-depth analysis based on in depth interviews. The main variables of this research are considered to obligation of Republic of Indonesia OHSMS regulation, those are organizational structure and policy. The commitment set by the company is compared with the consistency of its implementation at three stages of work on the project those are preparation, execution and post construction. This research obtained that the company’s commitment is administratively high however the consistency is still medium because the application was not optimal in the field. In the evaluation found several gaps, those are client enforcement, role models, monitoring and communication scheme that must be improved.

Read More
T-5894
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Abdul Salim; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Dadan Erwandi, Doni Hikmat Ramdhan, Adenan
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk melakukan studi analisis tingkat komitmen manajemen dalam pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di pabrik pengolahan crumb rubber di PT."X" Kalimantan Barat 2014. Penelitian dilakukan terhadap pegawai tetap pada level manajerial dan perwakilan dari pekerja di Pabrik Pengolahan Crumb Rubber PT "X" Kalimantan Barat pada bulan Maret - Juni 2014, menggunakan desain penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan analisis kualitatif, data primer berupa wawancara mendalam, dan observasi di lapangan. Observasi dilakukan dengan melakukan cross check antara kebijakan atau prosedur perusahaan dengan implementasinya di lapangan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Dari hasil wawancara dapat disimpulkan bahwa, komitmen afektif di PT "X" sudah cukup baik karena sikap penerimaan karyawan terhadap program K3 di PT "X" sudah sangat baik, manajemen PT "X" juga selalu mengadakan training untuk pekerja baru dan refresh training untuk pekerja lama, manajemen PT "X" juga berkonsultasi pada para pekerja terkait K3 walaupun tidak melalui rapat-rapat melainkan langsung kepada karyawan di tempat, manajemen PT "X" juga sudah melakukan inspeksi dan investigasi terkait K3 secara rutin. (2) Dari hasil wawancara dapat disimpulkan bahwa Komitmen Kontinyu di PT "X" masih rendah karena tidak adanya anggaran dan SDM khusus dalam menunjang berlangsungnya K3 dalam perusahaan. Tidak adanya struktur organisasi khusus diperusahaan yang menangani program K3, semua yang berhubungan dengan pelaksanaan K3 itu tanggung jawab seorang personalia. Serta belum adanya evaluasi-evaluasi yang dilakukan manajemen mengenai pelaksanaan K3 selama ini. (3) Dari hasil wawancara di atas, dapat disimpulkan bahwa, Komitmen Normatif di PT "X" masih rendah, karena kepatuhan karyawan terhadap peraturan K3 masih rendah, tingkat pelanggaran yang dilakukan karyawan juga masih tinggi dan PT "X" belum memiliki prosedur dalam menjalankan K3 di seluruh unit kerja, yang ada hanya berupa instruksi-instruksi kerja.

This study aims to conduct analysis of study-level management commitment to the implementation of the Occupational Health and Safety in crumb rubber processing plant in PT. "X" West Kalimantan, 2014. Study was carried out on a permanent employee at managerial level and workers representative in Crumb Rubber Processing Factory PT "X" West Kalimantan in the month of March-June 2014, the use of descriptive analytic study design with qualitative analysis approach, the primary data in the form of in-depth interviews, and observations in the field. Observations carried out by cross-checking between the policies or procedures of the company with its implementation in the field.
The results showed that: (1) From the interviews it can be concluded that, affective commitment in PT "X" is good enough for acceptance to the program employees K3 PT "X" has been very good, the management of PT "X" has always held a training for new workers and training to refresh the old workers, the management of PT "X" was also consulted on the workers concerned K3 although not through meetings but directly to employees in place, the management of PT "X" has also been conducting inspections and investigations are routinely associated K3 . (2) From interviews it can be concluded that a Continuous Commitment to PT "X" is low because there has the absence of a special budget or human resources to support the company's ongoing K3. The absence of specific organizational structure in the company that handles the K3 program, all of which relate to the implementation of K3 was responsible personnel. And the lack of evaluations conducted during the management of the implementation of the K3. (3) From the interview above, it can be concluded that, Normative Commitment PT "X" is low, because the employee compliance with regulations K3 is still low, the level of offense committed employees are also still high and PT "X" does not yet have procedures in running K3 in all work units, which exist only in the form of work instructions.
Read More
T-4122
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Puteri Salsabila; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Sjahrul Meizar Nasri, Akhmad Ridho, Hani Ramadhani
Abstrak: Laboratorium merupakan tempat yang kondusif untuk melakukan eksperimen, investigasi, dan observasi, dimana pada aktivitasnya melibatkan berbagai macam bidang ilmu. Aktivitas pembelajaran di laboratorium tidak terlepas dari potensi bahaya keselamatan, kesehatan, dan lingkungan, seperti bahaya kimia, fisika, biologi, bahkan bahaya keadaan darurat. Hal tersebut dapat dicegah dengan melakukan manajemen risiko melalui implementasi aspek Sistem Manajemen Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (SMK3L) Laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi SMK3L di laboratorium Universitas Indonesia (UI). Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang dilakukan pada laboratorium UI pada tahun 2020. Pencapaian implementasi SMK3L diukur menggunakan media berupa formulir centang inspeksi laboratorium yang telah dikembangkan oleh UI dan dengan beberapa penyempurnaan. Formulir centang ini memiliki 157 pertanyaan yang mencangkup 15 aspek SMK3L berupa pertanyaan tertutup. Skor inspeksi tersebut kemudian dianalisis menggunakan metode gap analysis. Hasil analisis secara keseluruhan menunjukkan bahwa laboratorium UI telah memenuhi standar penerapan aspek SMK3L laboratorium yang telah ditentukan oleh batas pencapaian skor ≥ 70% (Lab A2 : 76%; Lab A4 : 78%; Lab A9 : 81%; Lab A10 : 78%; Lab F5 : 74%; Lab F12 : 73%; Lab F13 : 80%; Lab F14 : 85%; dan Lab G19 : 95%), dengan jangkauan penilaian terendah dan tertinggi pada masing-masing aspek SMKL nya (komitmen dan kebijakan : 50-100% ; perencanaan : 50-95% ; implementasi : 79-97% ; pengendalian operasional : 75-94% ; pemeriksaan : 33-100% ; tinjauan manajemen : 0100%). Adapun, tindakan peningkatan dan perbaikan masih harus dilakukan khususnya pada aspek dengan kesenjangan tertinggi, yaitu pengendalian operasional, yang terletak pada tata graha laboratorium, sistem inventarisasi alat dan bahan, dan persiapan keadaan darurat. Selain aspek tersebut, aspek pemeriksaan dan tinjauan manajemen pun masih harus ditingkatkan dengan melaksanakan audit.
Read More
T-6093
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nugroho Joko; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Dadan Erwandi, Deni Andrias, Wayne Satria
Abstrak: Penelitian ini menganalisis penerapan sistem keselamatan kebakaran di gedung A dan B PT X pada Tahun 2020 menggunakan Fire Safety Evaluation System (FSES). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kondisi sistem keselamatan kebakaran di gedung A dan B PT X. Disain penelitian menggunakan deskriptif dengan pendekatan semi kuantitatif. Gedung A dan B merupakan gedung untuk aktifitas perkantoran. Evaluasi dilakukan terhadap 12 safety parameter menurut NFPA 101A: Alternate Approaches to Life Safety dangan standar NFPA 101: Life Safety Code. Parameter yang di evaluasi adalah konstruksi gedung, pemisahan bahaya, bukaan vertikal, sprinkler, alarm kebakaran, pendeteksi asap, interior finish, pengendalian asap, akses keluar, jalur evakuasi, koridor/ kompartemen dan program tangap darurat. Analisis tambahan juga dilakukan pada sistem proteksi pasif, sistem proteksi aktif dan sarana penyelamat jiwa pada gedung A dan B. Hasil Penelitian menunjukan bahwa penerapan sistem keselamatan kebakaran di gedung A dan B PT X masih memenuhi nilai minimum keselamatan kebakaran gedung perkantoran berdasarkan mandatory requirement pada FSES.

This study analysis implementation of fire safety system at A and B buildings PT X in 2020 using Fire Safety Evaluation System (FSES). The purpose of this study was to know the condition of fire safety system at A and B building PT X. The design research was a descriptive with approach to semi quantitative. The building A and B are buildings for office activities. The evaluation was carried out for 12 safety parameters according to NFPA 101A: Alternate Approaches to Life Safety with the NFPA 101: Life Safety Code standard. The parameters evaluated are building construction, hazard separation, vertical openings, sprinklers, fire alarms, smoke detectors,  2 interior finish, smoke control, exit access, evacuation routes, corridors/ compartment and emergency response programs. Additional analysis was also carried out on passive protection system, active protection system, and lifesaving facilities in building A and B. The result showed that the implementation of fire safety at A and B building PT X still met the minimum value of fire safety in the office building based on the mandatory requirements in FSES.   

Read More
T-5877
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Arief Aulia Riza; Pembimbing: Sjahrul Meizar Nasri; Penguji: Mila Tejamaya, Rizky Qamaruzaman
S-8835
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Andhika Stevianingrum; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Fatma Lestari, Chandra Satrya, Astrid Wina Lestari, Siti Rahmatia Pratiwi
Abstrak: Tesis ini membahas terkait gambaran tingkat kematangan budaya keselamatan dan kesehatan kerja (Safety Culture Maturity Level) serta kinerja keselamatan di PT. X, sebuah perusahaan jasa pertambangan batubara. Penelitian dilakukan dengan pendekatan semi-kuantitatif dengan desain studi cross-sectional pada pekerja di jobsite A,B,C,D pada bulan April - Juni 2022. Variabel kematangan budaya K3 nantinya dilihat keterkaitannya terhadap kinerja keselamatan di PT.X. Hasil penelitian menunjukkan hasil tingkat kematangan budaya keselamatan di PT X pada level Proaktif dengan kinerja keselamatan berdasarkan tingkat kejadian kecelakaan yang dinilai baik, sehingga disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kematangan budaya keselamatan dengan kinerja keselamatan di PT.X
Read More
T-6395
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Vena Adrianti Ningrum; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Laksita Ri Hastiti, Auliah Rahmi
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran penerapan manajemen K3 dan kepatuhan keselamatan pekerja pada pekerja harian di Proyek X. Variabel dependen dari penelitian ini merupakan kepatuhan keselamatan pekerja. Untuk variabel independen dari penelitian ini adalah penerapan manajemen K3 yang dilihat berdasarkan 7 aspek, yaitu kepemimpinan manajemen, partisipasi pekerja, identifikasi dan penilaian bahaya, pencegahan dan pengendalian bahaya, pendidikan dan pelatihan, evaluasi dan perbaikan program, serta koordinasi dan komunikasi. Desain penelitian cross sectional dengan metode penelitian deskriptif. Pengambilan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner, wawancara, dan observasi lapangan kepada 105 orang pekerja harian di Proyek X pada bulan Juni-Juli 2021. Analisis yang dilakukan adalah univariat menggunakan SPSS.
Read More
S-10668
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hana Fajrianti; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Abdul Kadir, Ferry Hermawan, Kusumo Drajad Sutjahjo
Abstrak:
Biaya Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) merupakan elemen penting dalam memastikan keselamatan kerja pada proyek konstruksi sipil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya SMKK berdasarkan Work Breakdown Structure (WBS), mengevaluasi alokasi biaya SMKK pada proyek konstruksi sipil, dan mengidentifikasi hubungan antara biaya SMKK dengan kejadian kecelakaan kerja. Penelitian dilakukan pada satu proyek bendungan dengan perhitungan ulang biaya berdasarkan WBS dan 20 proyek konstruksi sipil (gedung bertingkat, bendungan & irigasi, jalan & jembatan) tahun 2020–2023. Data dianalisis melalui dokumen proyek dan validasi oleh lima pakar keselamatan konstruksi menggunakan metode diskusi terfokus untuk memastikan relevansi identifikasi, pengendalian risiko, dan alokasi biaya sesuai Permen PUPR No. 8 Tahun 2023. Uji statistik Spearman digunakan untuk mengkaji hubungan biaya SMKK dan kecelakaan kerja. Hasil menunjukkan bahwa pendekatan berbasis WBS memungkinkan identifikasi kebutuhan spesifik dan alokasi biaya yang lebih akurat. Personel keselamatan mencatat alokasi terbesar (24,61%), sedangkan asuransi memiliki alokasi terkecil (0%). Rasio biaya SMKK per Rp1 miliar lebih proporsional dibandingkan persentase terhadap nilai kontrak, terutama untuk proyek besar. Korelasi antara biaya SMKK dan kecelakaan kerja tidak signifikan (p>0,05), tetapi proyek dengan alokasi SMKK lebih tinggi menunjukkan penurunan kecelakaan serius. Penelitian ini merekomendasikan pengaturan berbasis rasio biaya SMKK, prioritas pada pelatihan keselamatan, dan evaluasi cost-benefit penerapan SMKK dalam proyek konstruksi.

The cost of Construction Safety Management Systems (SMKK) is a critical element in ensuring workplace safety in civil construction projects. This study aims to analyze SMKK costs based on the Work Breakdown Structure (WBS), evaluate the allocation of SMKK costs in civil construction projects, and identify the relationship between SMKK costs and workplace accidents. The research was conducted on one dam project with a recalculation of costs based on WBS and 20 civil construction projects (high-rise buildings, dams & irrigation, roads & bridges) from 2020–2023. Data were analyzed through project documents and validated by five construction safety experts using a focused group discussion method to ensure the relevance of risk identification, risk control, and cost allocation in accordance with Permen PUPR No. 8 of 2023. Spearman’s statistical test was used to examine the relationship between SMKK costs and workplace accidents. The results show that the WBS-based approach enables the identification of specific needs and more accurate cost allocation. Safety personnel recorded the largest allocation (24.61%), while insurance had the smallest allocation (0%). The SMKK cost ratio per IDR 1 billion was found to be more proportional compared to a percentage of the contract value, especially for large-scale projects. The correlation between SMKK costs and workplace accidents was not statistically significant (p>0.05), but projects with higher SMKK allocations showed a reduction in serious accidents. This study recommends regulation based on SMKK cost ratios, prioritization of safety training, and a cost-benefit evaluation of SMKK implementation in construction projects.
Read More
T-7226
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
I Made Pasek Dwi Pertama; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Ridwan Zahdi Sjaaf, Dadan Erwandi, Soehatman Ramli, Mufthi G. Sukardi
T-4310
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ahmad Fauzi; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: L. Meily Kurniawidjaja, Krisna Bangun
Abstrak: PT. Fast Moving Customer Goods adalah perusahaan industri yang bergerak dibidang perawatan rumah tangga (household) dan kesehatan personal (hyangiene).Data perusahaan menunjukkan bahwa ada nearmess 72, first aid case 10 dan minorcase 2 sepanjang tahun 2013. Menurut informasi yang didapatkan dari tim K3perusahaan menyatakan bahwa program K3 sudah diterapkan namun kasuskecelakaan masih terjadi sehingga dilakukan penelitian dengan tujuan untukmenjelaskan kesadaran pekerja terhadap aspek-aspek kepemimpinan & komitmenK3, kebijakan K3, dan manajemen risiko K3 pada PT. Fast Moving CustomerGoods tahun 2014. Metode yang digunakan adalah kualitatif yang bersifat deskriptifdan observasional melalui wawancara mendalam dan diskusi kelompik terfokus(FGD). Hasil penelitian menunjukkan kesadaran informan mengenai kepemimpinan& komitmen K3 cukup baik, begitu pun pada peserta FGD. Kesadaran informan mengenai kebijakan K3 masih kurang baik, sama halnya dengan peserta FGD.Kesadaran informan mengenai manajemen risiko K3 masih kurang baik, begitu pula dengan peserta FGD.
Kata kunci:Kesadaran, Kepemimpinan & Komitmen, Kebijakan, Manajemen Risiko, Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Read More
S-8456
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive