Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 15752 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Tries Yuliastuti; Pembimbing: Martya Rahmaniati Makful; Penguji: Kemal N. Siregar, R. Sutiawan, Ario Baskoro, Waloya
Abstrak:
Salah satu upaya pemerintah dalam menurunkan AKI, AKB dan mengurangi komplikasi selama kehamilan dengan Penggandaan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Diharapkan dengan adanya buku KIA dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengontrol kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menyediakan data dan informasi yang berguna bagi ibu hamil melalui sistem berbasis mobile (m-KIA). Pengembangan sistem ini dilakukan di Kementerian Kesehatan dengan ujicoba pada ibu hamil di lingkup Puskesmas Panunggangan Barat Kota Tangerang, menggunakan metode pengembangan sistem dengan pendekatan prototipe untuk menghasilkan sistem informasi yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Hasil penelitian menunjukkan aplikasi ini memberi manfaat bagi ibu hamil sesuai dengan pendekatan Technology Acceptance Model (TAM). Sistem informasi ini menyediakan panel informasi yang dibutuhkan bagi ibu hamil untuk melakukan kunjungan berikutnya dan informasi yang berkaitan segala hal mengenai kehamilan termasuk informasi pedoman ibu hamil di era Pandemi Covid 19 tahun ini. Luaran penelitian diharapkan dapat menjadi media yang efektif dan efisien dalam menyajikan data dan informasi ibu hamil sehingga intervensi yang dilakukan dapat berjalan lebih cepat, tepat, akurat, serta mendukung stakeholder terkait dalam proses pengambilan perumusan kebijakan. Rekomendasi yang ditawarkan agar sistem ini dapat diimplementasikan ialah menyiapkan dana dan sumber daya, menyiapkan standar operasional prosedur, dan melakukan sosialisasi kepada pengguna

This paper is discussing the health aspect of pregnant women in their personal record using m-KIA application with the purpose to make the pregnant women easier in recording their pregnancy and receiving real-time information.The development of this system was carried out at the Ministry of Health with trials on pregnant women within the scope of the Panunggangan Barat Health Center in Tangerang City, by using a system development method with a prototype approach to producing information system that fit with the user's needs. The results showed the application provides benefits for pregnant women in accordance with the Technology Acceptance Model (TAM) approach. The research output is expected to be effective and efficient media in presenting data and information on pregnant women so that the interventions carried out can run faster, more precisely, accurately, and support relevant stakeholders in the process of making policy formulation. The recommendations offered so that this system can be implemented are preparing funds and resources, preparing standard operating procedures and socializing to users.

Read More
T-5920
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Putri Nur Hanifah; Pembimbing: Sabarinah Prasetyo; Penguji: Agustin Kusumayati, Martya Rahmaniati Makful, Inda Torisia Hatang; Wildan
Abstrak: Setiap pimpinan kantor dan/atau pengelola gedung diwajibkan untuk menyelenggarakan kesehatan dan keselamatan kerja perkantoran untuk mewujudkan kantor yang sehat, aman, dan nyaman serta karyawan yang sehat, selamat, bugar, berkinerja, dan produktif. Pada Instansi Kementerian Kesehatan, Biro Kepegawaian Sekretariat Jenderal ditugaskan untuk menyiapkan bahan koordinasi dan administrasi penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan atau medical check-up (MCU) berkala setiap tahunnya bagi pegawai, khususnya pejabat mengingat peranan strategisnya dalam organisasi. Namun dalam penyelenggaraanya, partisipasi pejabat untuk melaksanakan MCU belum optimal yang disebabkan prosedur penjadwalan yang masih manual pencatatan dan pelaporannya sehingga tidak efektif, data tidak akurat, keterlambatan informasi hasil MCU. Hal ini berdampak pada kualitas data yang kurang sehingga informasi tidak dapat digunakan untuk proses pengambilan keputusan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghilangkan kesalahan pencatatan dan pelaporan yang selama ini masih manual dalam penyelenggaraan MCU pejabat Kementerian Kesehatan melalui perancangan prototipe Aplikasi MCU. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan desain studi kasus melalui pengembangan sistem prototipe. Hasil luaran penelitian ini adalah rancangan prototipe aplikasi MCU Pejabat Kementerian Kesehatan berbasis mobile app. Disimpulkan bahwa pemanfaatan teknologi informasi melalui pengembangan aplikasi MCU Pejabat Kementerian Kesehatan dapat menghilangkan kesalahan pencatatan dan pelaporan yang selama ini masih manual dalam penyelenggaraan MCU Pejabat Kementerian Kesehatan
Read More
T-6096
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hery Hermawanto; Pembimbing: Kemal Nazaruddin Siregar; Penguji: H.R.A. Sofyan, Tris Eryando, Moh. Hasan, Siti Kusumawati
Abstrak:
Sistem Informasi Pendidikan Tenaga Kesehatan (Man Power of Health Education Information System) telah dikembangkan lebih dari 5 (lima) tahun yang lalu. Sistem informasi tersebut diimpiementasikan di 3 (tiga) tingkatan yaitu tingkat pusat, tingkat propinsi, dan tingkat institusi. Pada awalnya sistem tersebut dimulai dari laporan secara manual hingga pada 5 (lima) tahun yang lalu telah dibangun dalam basis komputer. Program aplikasi (software) yang dikembangkan diletakkan di Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan, Dinas Kesehatan Propinsi dan Institusi Pendidikan Tenaga Kesehatan. Hasil penelitian yang dilakukan di DKI Jakarta (1998) dan di Padang, Sumatera Barat (2000) menunjukkan bahwa 34% institusi output software tidak sesuai dengan kebutuhan institusinya, dan setiap periode laporan (Maret-September) masih terjadi keterlambatan dan ketidaklengkapan laporan dari sejumlah institusi. Selain itu sering terjadi kegagalan dalam proses installing software dan kegagalan fungsi-fungsi yang ada dalam software dimaksud. Masih terdapat kelemahan software yang lain yaitu sulit untuk melakukan editing dan tampilan antar muka (interface) yang kurang menarik. Untuk mempelajari sistem tersebut dilakukan wawancara mendalam yang dilakukan di salah satu institusi pendidikan tenaga kesehatan tertua di Indonesia yaitu Akademi Kesehatan Lingkungan Jakarta. Hasil wawancara tersebut menunjukkan bahwa secara umum software yang dikembangkan selama ini tidak banyak membantu dalam hal pengelolaan data di institusi. Hal tersebut terbukti bahwa di akaderni tersebut data yang ada belum terorganisir dengan baik, belum terintegrasi dan masih banyak duplikasi. Data input software tersebut belum memuat nilai per mata kuliah sehingga untuk menyiapkan daftar prestasi akademik diperlukan waktu 2 - 3 bulan. Untuk mencetak output software tersebut diperlukan printer khusus yaitu printer besar. Selain itu untuk melakukan penyiapan data maupun pencarian data dibutuhkan langkah yang panjang dan waktu yang relatif lama. Kelemahan lain yang dirasakan adalah tidak menariknya tampilan antar muka, installing program yang tidak selalu berhasil dengan baik, serta langkah editing data yang tidak praktis. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa dua hal yang perlu disempurnakan yaitu software pengelola data dan rancangan basis data yang ada di tingkat institusi. Untuk penyempurnaan tersebut makna software harus mampu mengintergrasikan data yang ada dan memuat nilai per mata kuliah, memiliki langkah operasional yang sederhana, mampu memproduksi output dalam waktu yang relatif singkat. Kelebihan (feature) lain yang diperlukan antara lain adalah mampu mencari data dengan cepat, output dapat dicetak di berbagai jenis printer, memiliki tampilan interface yang menarik, memiliki langkah editing data yang praktis dan memiliki tingkat kegagalan install yang rendah. Software yang menjadi solusi perrnasalahan tersebut adalah Program Aplikasi Basis Data yang dibangun dengan menggunakan Paradox 7.0 dan bahasa pemorgraman Borland Delphi 6.0. Dengan program aplikasi tersebut diharapkan dapat menunjang sistem informasi akademi kesehatan (Health Academy Information System).

Information System Design of 2001 Database Based Health AcademyManpower of Health Education Information System has 'been developed since 5 years ago. The information system has been implemented in 3 levels, namely central, provincial and institution levels. At first, such system was initiated from report manually until 5 years ago and since then a computer based system was developed. Application program (software) that was developed is resided at the Center for Manpower of Health Education, Health Agent of Provinces and Educational Institution of Manpower of Health. The result of research conducted in Special Capital City of Jakarta (1998) and Padang, West Sumatera (2000) indicated that 34% of output software institution did not meet the needs of the institutions. And every report period (-March - September) still undertakes late and report incompleteness from a number of institutions. Besides, failure often occurred in installing software process and functions in concerned software. There were still many software weaknesses, difficulty in carrying out editing and less interesting interface performance. To study such system, an in-depth interview was carried out in one of the oldest education institutions of manpower of health in Indonesia, the Academy of Environmental Health of Jakarta. The result of the interview indicated that in general the software developed up to now has not helped managing data in institution. It was proofed that in that institution the existing data have not yet been organized and integrated well and much duplication still could be found. The data input software has not covered the grades of subject of course so that to prepare academic achievement lists needs time of 2 - 3 months. To print the output software needs special printer, a large printer. In addition, to carry out data preparing or data searching needs long step and relatively long time. Other weaknesses found were the less interesting interface performance, installing program that did not always succeed well, and editing data that was unpractical. From the results above, it can be concluded that two matter need to be perfected, namely software of data processing and database plan existing in the institutional levels. To solve these weaknesses the software should be able to integrate the existing data and cover grades for each course subject; have simple operational steps; able to produce output in relatively short time. Other necessary features are ability to search data fast, output can be printed in any types of printers, which possess an interesting interface performance; has practical editing steps and low level of installation failure. The software that can become the solution is Database Application Program developed by using Paradox 7.0 and the language programof Borland Delphi 6.0.
Read More
T-1402
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ira Octaviana Madjid; Pembimbing: Indang Trihandini; Penguji: Artha Prabawa, Bambang Setiaji, Sururin
Abstrak: Permasalahan yang dihadapi oleh Pusat Promosi Kesehatan adalah sistempelaporan kegiatan organisasi kemasyarakatan yang ada saat ini masih manual,laporan hasil pelaksanaan rincian kegiatan disampaikan setiap akhir termin,prosedur penyampaian laporan melalui tim pemeriksa dan pemerima barang, sertamonitoring dan evaluasi dilakukan dengan cara kunjungan lapangan pada terminketiga (akhir). Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem informasi kegiatanorganisasi kemasyarakatan berbasis web di Pusat Promosi Kesehatan KementerianKesehatan Republik Indonesia.

Desain penelitian ini adalah riset operasional,yaitu melalui serangkaian proses ilmiah untuk mengidentifikasi masalah danmencari solusi terhadap masalah yang ditemukan pada sistem. Sedangkanpemecahan masalah menggunakan metode pengembangan sistem prototyping.Sistem yang dikembangkan ini dapat menghasilkan berbagai macam laporandalam bentuk grafik, narasi, serta tabel yang dapat digunakan untuk monitoringdan evaluasi serta membantu proses perencanaan kegiatan organisasikemasyarakatan.

Hasil penelitian menyarankan perlu dibuat kebijakan tentangpengoperasian sistem informasi ini kepada pihak-pihak yang terlibat dalampelaksanaan kegiatan; perlu mereviu prosedur pelaporan kegiatan organisasikemasyarakatan; sistem masih berupa prototype yang dikembangkanmenggunakan data kegiatan pembinaan PHBS; kebutuhan diluar sistem aplikasiseperti spesifikasi sistem, perangkat lunak sistem, sumber daya manusia sertabrainware sumber daya manusia perlu juga diperhatikan; serta pemerintah perlumenyediakan teknologi internet agar masyarakat dapat dengan mudah dan murahmengakses sistem informasi ini sebagai salah satu bentuk pertanggungjawabanorganisasi kemasyarakatan kepada masyarakat.

Kata Kunci :Berbasis web, kegiatan organisasi kemasyarakatan, prototyping, sistem informasi.
The problem occurred at the Health Promotion Center is still manuallyCommunity Agencies reporting system, the implementation of details activitiesreport delivered each end of the term, the procedure for submission of reportssubmitted by the inspection and consignee team, monitoring and evaluation doneon the third installment (final) through work visit. This research aims to designweb based information systems for community agencies at Health PromotionCenter of the Ministry of Health Republic of Indonesia.

This research use anoperational research design, through a series of scientific process to identifyproblems and seek solutions found in the system. The problem solving based onprototyping system development. This system can produce various kinds ofreports such as graphics, narration, and tables that can be use for monitoring andevaluation as well as assist in the planning of activities of community agencies.

Results of this research suggest the need of policy regarding operation of theseinformation systems to the parties involved in the implementation activities; needto review the activities of community agencies reporting procedures; the system isstill as prototype that was developed using the PHBS's activities data;requirements beyond of application systems such as system specifications, systemsoftware, human resources and human resources brainware should also be noted;also the government should to provide Internet technology access so peoples caneasily and cheaply to access this information system as a form of communtyagencies responsibility to the public.

Keyword :Web based; community agencies activities; prototyping; information system.
Read More
T-4514
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aditya Permadi Sumarno; Pembimbing: Besral; Penguji: Artha Prabawa, Milla Herdayati, Wisnu Trianggono, Timor Utama
Abstrak: Pada usia 60 tahun atau lebih (lansia) mulai terjadi penurunan fungsi tubuh sehingga rawan terserang berbagai penyakit. Untuk menghindarinya, lansia perlu selalu menjaga kebugaran tubuhnya dengan melakukan aktivitas fisik dan menjaga pola makan. Perkembangan teknologi khususnya di bidang informasi telah membuat perubahan pada kehidupan manusia, dengan bermunculannya aplikasi berbasis mobile termasuk aplikasi kesehatan. Akan tetapi aplikasi kesehatan yang tersedia untuk lansia dinilai masih kurang. Tujuan penelitian ini adalah membangun aplikasi kesehatan lansia berbasis mobile application agar lansia tetap dapat hidup produktif. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2020 di DKI Jakarta terhadap kelompok lansia berusia 60-70 tahun. Hasil wawancara kebutuhan sistem didapatkan bahwa 90% lansia membutuhkan aplikasi yang mendukung kesehatan lansia. Telah dibangun aplikasi yang sesuai kebutuhan lansia yang memuat video senam untuk lansia , menu makanan sehat, video siraman rohani, fitur data kesehatan yang menginformasikan data hasil pengukuran kesehatan dan notifikasi pengingat minum obat. Penerimaan lansia terhadap aplikasi ini cukup baik, sebanyak 80% lansia menyukai aplikasi ini. Sesuai dengan hal tersebut, pemanfaatan terhadap aplikasi sehat lansiaku ini dapat dijadikan pilihan utama bagi lansia untuk dapat menjaga kesehatan dirinya. Saran untuk Kementerian Kesehatan sebagai pemangku kebijakan bagi kesehatan lansia, kiranya dapat menyediakan atau mengembangkan aplikasi kesehatan lansia yang dapat digunakan oleh lansia secara mandiri.
At the age of 60 years or more (elderly) there is a decrease in body function so that they are prone to various diseases. To avoid this, the elderly always need to maintain their body fitness by doing physical activity and maintaining a healthy diet. Technological developments, especially in the field of information, have made changes to human life, with the emergence of mobile-based applications including health applications. However, the health applications available for the elderly are still considered insufficient. The purpose of this research is to build a mobile application-based elderly health application so that the elderly can still live productively. This research was conducted in 2020 in DKI Jakarta to a group of elderly people aged 60-70 years. The results of the system requirements interview showed that 90% of the elderly need applications that support elderly health. An application that is suitable for the needs of the elderly has been built which includes exercise videos for the elderly, healthy food menus, spiritual shower videos, a health data feature that informs health measurement results and notification of medication reminders. Elderly acceptance of this application is quite good, as many as 80% of the elderly like this application. In accordance with this, the use of this healthy application can be the main choice for the elderly to be able to maintain their health. Suggestions for the Ministry of Health as a policy maker for elderly health, presumably can provide or develop elderly health applications that can be used by the elderly independently
Read More
T-6059
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wijayanti; Pembimbing: Besral; Penguji: R. Sutiawan, Andreas Dwi Atmoko
Abstrak: Pada tahun 2012 penyakit gigi dan mulut menempati urutan empat besar penyakit utama di Kota Bogor , dalam proses pencatatan dan pelaporan program kesehatan gigi dan mulut Puskesmas Kota Bogor terdapat beberapa permasalahan yaitu keterlambatan saat melaporkan ke Dinas Kesehatan dikarenakan banyaknya penyalinan data, isi laporan masih ada tidak sesuai format laporan dan tidak memiliki basis data. Aplikasi SIKDA Generik menyediakan basis data dan pencatatan terintegrasi antar unit sehingga memudahkan pencatatan dan pelaporan di Puskesmas, namun masih belum tersedia indikator pelaporan program kesehatan gigi dan mulut, sehingga diperlukan pengembangan modul sistem informasi kesehatan gigi dan mulut pada aplikasi SIKDA Generik . Telah dihasilkan modul sistem informasi kesehatan gigi dan mulut pada aplikasi SIKDA Generik berbasis komputer yang dapat mempermudah dalam pencatatan dan pelaporan program kesehatan gigi dan terintegrasi antar pelayanan tanpa terjadi data yang duplikasi, tidak valid, dan keterlambatan pelaporan . Sistem informasi kesehatan gigi dan mulut pada Aplikasi SIKDA Generik masih diperlukan perbaikan dalam penerapannya sehingga membutuhkan kerjasama antar pihak yaitu Kementerian Kesehatan RI, Dinas Kesehatan dan Puskemas dalam penerapan aplikasi tersebut.
Read More
S-8310
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Indriana Kusuma Wardhani; Pembimbing: Iwan Ariawan; Penguji: Tris Eryando, Eriati
S-9838
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wulan Meilani; Pembimbing: Popy Yuniar; Penguji: Tris Eryando, Bai Kusnandi, Husnah Maryati
Abstrak: Kasus kematian ibu di Kota Bogor menurut data profil kesehatan Kota Bogor tahun 2015 sebagian besar disebabkan oleh hipertensi (33%) dan penyakit penyerta ibu (38%) yang dapat terdeteksi sejak awal ibu melakukan pemeriksaan kehamilan. Hal ini menunjukkan jejak rekam kondisi ibu harus sudah terpantau sejak ia kontak dengan layanan kesehatan yang tercatat dan terpantau melalui kohort ibu. Kohort ibu merupakan sumber data pelayanan ibu hamil dan bersalin, serta keadaan dan resiko yang dimiliki ibu, Sehingga kohort merupakan sumber data penting dalam deteksi dini ibu hamil sehingga dapat dilakukan penanggulangan sejak dini. Namun terkadang tidak semua ibu hamil di suatu wilayah kerja Puskesmas tercatat di kohort ibu, hal ini disebabkan masih lemahnya sistem registrasi populasi di wilayah kerja puskesmas. Berdasarkan data hasil Riskesdas 2013, fasilitas kesehatan yang banyak dimanfaatkan ibu hamil adalah praktek bidan (52,5%), sedangkan Puskesmas/Pustu (16,6%) dan Posyandu (10,0%), sedangkan sisanya ibu hamil memeriksakan kehamilannya di RS, rumah bersalin, klinik/praktek dokter dan fasilitas lainnya, hal ini menunjukkan ada ibu hamil yang tidak teregistrasi oleh puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan suatu sistem informasi berupa prototype yang dapat mendukung manajemen program KIA yang dapat menghasilkan informasi yang berkualitas untuk peningkatan pemantauan kondisi kesehatan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas khususnya kesehatan ibu dan menjadi data dasar dalam deteksi dini resiko yang berkaitan dengan masalah kesehatan ibu selama kehamilan sehingga tidak terjadi resiko dalam persalinannya. Aplikasi menghasilkan data jumlah ibu hamil beresiko, dan rekomendasi fasilitas kesehatan rujukan. Rekomendasi dimasa yang akan datang adalah menyederhanakan antara muka sistem informasi untuk bisa digunakan di telepon pintar yang kemudian dapat diunggah kedalam server website aplikasi Kata kunci: PWS-KIA; bumil beresiko; sistem rujukan Cases of maternal mortality in the city of Bogor in Bogor City health profile data in 2015 mostly due to hypertension (33%) and concomitant diseases of women (38%) that can be detected early antenatal mothers. It showed footage mother's condition must be monitored since he was in contact with health services recorded and monitored through the cohorts of women. Cohorts of women is a data source expectant mothers and maternity care, as well as the circumstances and the risks that the mother, so the cohort is an important data source for the early detection of pregnant women in order to take countermeasures early. But sometimes, not all pregnant women in a community health center work area recorded in cohorts of women, this is due to the weakness of a population registration system in the working area health centers. Based on data Riskesdas 2013, health facilities are widely used pregnant women is the practice of midwives (52.5%), while the health center / sub health (16.6%) and IHC (10.0%), while the remaining checkups of pregnant women in hospital, maternity homes, clinics / medical practices and other facilities, it indicates there are pregnant women who are not registered by the health center. This research aims to develop an information system is a prototype that can support the management of MCH programs that can produce quality information for improved monitoring of community health in community health center especially the health of mothers and into the data base in the early detection of risks related to the issue of maternal health during so there is no risk of pregnancy in childbirth. Applications generating data on the number of pregnant women at risk, and on referral health facility. Recommendations in the future is to simplify the advance of information systems to be used in smart phones which can then be uploaded into the website server application Keywords: PWS-KIA;risk pregnant mother; referral system
Read More
T-4809
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nimas Suri Martiana; Pembimbing: Kemal Nazaruddin Siregar; Penguji: R. Sutiawan, Nurainih
S-9798
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rismala Dewi; Pembimbing: Milla Herdayati; Penguji: Artha Prabawa, Sri Harmini
Abstrak: ABSTRAK Skripsi ini membahas mengenai rancangan Rekam Kesehatan Elektronik (RKE) di RSIA Restu Kasih yang bertujuan untuk menunjang pelayanan kesehatan ibu dan anak yang berkelanjutan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi atau pengamatan langsung, wawancara mendalam dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat berbagai permasalahan perekaman medis pada sistem RSIA Restu Kasih saat ini yang seharusnya dapat diminimalisasi dengan penggunaan RKE. Penelitian ini juga menyajikan desain logis dan rancangan prototipe antarmuka aplikasi RKE yang diperoleh berdasarkan hasil analisis input, proses, dan output dari sistem digunakan saat ini. Adapun beberapa hal yang harus dipersiapkan oleh penyedia pelayanan kesehatan dalam implementasi sistem RKE meliputi pelatihan penggunaan RKE bagi seluruh pengguna yang terlibat, penyiapan dokumen panduan teknis penyelenggaraan RKE dan persiapan sumber daya manusia serta sarana dan prasarana. Selain itu, diperlukan penguatan regulasi yang mengatur tentang pengembangan dan standar implementasi RKE di masa mendatang. Kata kunci: rekam kesehatan elektronik, kesehatan ibu dan anak This study discusses the design of electronic health record (EHR) in Restu Kasih Hospital which aims to support the sustainability of maternal and child health services. This research uses qualitative approach through observation, in-depth interview and document review. The results of this study indicate that there are various medical recording problems in Restu Kasih Hospital that should be minimized by using EHR. This research also presents the logical design and prototype design of the EHR application interface based on the analysis of input, process, and output of the current system. There are several things that health care providers need to prepare in order to implement the EHR system such as training for all involved users, preparing RKE technical guidance documents, and preparation of human resources and facilities and infrastructure. In addition, it is necessary to strengthen the regulations of development and implementation standards of EHR in the future. Key words: electronic health record, maternal and child health
Read More
S-9683
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive