Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 23776 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Badiuzzaman; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Rina Artining Anggorodi, Tini Setiawan
S-4546
Depok : FKM-UI, 2006
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurwinda Riani; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Ahmad Syafiq, Intan Dewi
S-5909
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maria Theresia Yanuaria Rainy Tukan; Pembimbing: Toha Muhaimin; Penguji: R. Sutiawan, Eduardus Hena
S-8011
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ghea Sugiharti; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Mieke Savitri, Yovsyah, Emah Rohaemah
T-5477
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maiyusrita; Pembimbing: Milla Herdayati; Penguji: Tris Eryando, Mayor Kes Seno Hadi
Abstrak:

AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) merupakan kumpulan gejala atau penyakit yang disebabkan oleh menurunnya kekebalan tubuh akibat infeksi oleh virus HIV (Human Immunodeficiency Virus). Sejak ditemukannya kasus AIDS pertama kali pada tahun 1987 sampai dengan 30 Juni 2011 jumlah kumulatif pengidap infeksi HIV/AIDS yang dilaporkan mencapai 26.483 kasus. Bahaya Human Immunodeficiency Virus (HIV) atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) ternyata bukan hanya berada di kalangan masyarakat umum, namun telah merambah ke berbagai lingkungan institusi negara. Berdasarkan hasil Praktek Kesehatan Masyarakat (Prakesmas) di Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara (RSPAU) dr. Esnawan Antariksa tercatat angka kejadian HIV/AIDS dimana terjadi peningkatan setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku pencegahan HIV/AIDS pada TNI AU di Batalyon 467 Wing 1 Paskhasau tahun 2011.Penelitian ini menggunakan metode cross sectional dan pemilihan sampel dilakukan dengan cara Non Probably Sample (Selected Sample) dalam hal ini cara pengambilan sampelnya disebut sampel berjatah (Quota Sampling). Penelitian ini menggunakan data primer melalui kuesioner terstruktur yang dilaksanakan pada bulan Desember 2011 di Batalyon 467 Wing 1 Paskhasau. Gambaran perilaku pencegahan HIV/AIDS yang baik pada TNI AU di Batalyon 467 Wing 1 Paskhasau tahun 2011 sebesar 46,4%.Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel pengetahuan, keterpaparan sumber informasi, dan peran teman sejawat mempunyai hubungan yang bermakna terhadap perilaku pencegahan HIV/AIDS pada TNI AU di Batalyon 467 Wing 1 Paskhasau tahun 2011 dengan OR sebesar 3,130 dan 95% CI 1,431-6,848untuk pengetahuan, OR sebesar 2,870 dan 95% CI 1,320-6,240 untuk keterpaparan sumber informasi, dan OR sebesar 2,585 dan 95% CI 1,195-5,595 untuk peran teman sejawat. Hasil penelitian tersebut pemberian informasi perlu ditingkatkan di kalangan TNI AU baik dalam bentuk kegiatan rutin ataupun acara tahunan terutama difokuskan pada tanda dan gejala HIV/AIDS serta stigma negatif terhadap penderita HIV/AIDS.


 

AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) is a syndrom of symptoms or diseases caused by declining immunity due to infection by the virus HIV (Human Immunodeficiency Virus). From the discovery of the first AIDS cases in 1987 up to June 30, 2011 the cumulative number of people living with HIV / AIDS infections are reported to reach 26 483 cases. Danger of Human Immunodeficiency Virus (HIV) or Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) was not only being among the general public, but has penetrated into the various environments of state institutions. Based on the results of the Public Health Practice (Prakesmas) at the Air Force Central Hospital (RSPAU) dr. Esnawan Antariksa recorded the incidence of HIV / AIDS which was increasing every year. This study aims to know the description of the behavior of the prevention of HIV / AIDS in the Air Force in Battalion 467 Wing 1 Paskhasau in 2011.This study uses cross-sectional method and sample selection done by way of non Probably Sample (Selected Sample) in this way of taking the sample is called sample berjatah (Quota Sampling). This study uses primary data through structured questionnaires conducted in December 2011 in a Battalion 467 Wing 1 Paskhasau. Description of the behavior of HIV / AIDS both at the Air Force in Battalion 467 Wing 1 Paskhasau in 2011 at 46.4%.The analysis showed that the variables of knowledge, exposure to sources of information, and the role of peers has a significant relationship to the behavior of HIV / AIDS in the Air Force in 2011 with OR of 3.130 and 95% CI 1.431 to 6.848 for knowledge, OR of 2.870 and 95% CI 1.320 to 6.240 for exposure to sources of information, and OR of 2.585 and 95% CI 1.195 to 5.595 for the role of peers. From the results of these studies need to be improved provision of information among the Air Force in the form of routine or annual event is primarily focused on signs and symptoms of HIV / AIDS and the negative stigma against people living with HIV / AIDS.

Read More
S-6875
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Oon Fatonah Akbarini; Pembimbing: Kemal Nazaruddin Siregar; Penguji: Toha Muhaimin, Besral, Heni Handayni
T-4378
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Henny Herawati; Pembimbing: Kemal N. Siregar; Penguji: Tri Yunis Miko, Nur Asni Djaali
S-5928
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Retna Dewi; Pembimbing: Luknis Sabri; Penguji: Ella N. Hadi, Nedi Rohendi
S-6462
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Andi Rizka Romadaniah; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Ahmad Syafiq, Nina Sih Wargiati
S-7701
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sonda Nur Assyaidah; Pembimbing: Pandu Riono; Penguji: Toha Mohaimin, Ahmad Syafiq, Nurhalina Afriana, Ovi Norfiana
Abstrak: Industri jasa layanan seks ada di Indonesia dan dikenal sebagai sumber penularan HIV dan IMS. Upaya pencegahan penularan HIV salah satunya melalui tes HIV. Tes HIV dapat memperluas layanan HIV yang meliputi perawatan, dukungan, dan pengobatan pada waktu yang tepat. Akan tetapi, masih banyak WPS yang belum bersedia memanfaatkan pelayanan tes HIV padahal tes ini sudah disediakan gratis begitu pula dengan pengobatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan komprehensif HIV/AIDS dan persepsi berisiko terkena HIV terhadap pemanfaatan layanan tes HIV pada WPS baik WPSL maupun WPSTL di DKI Jakarta. Penelitian ini merupakan penelitian mix method (kuantitatif dan kualitatif) dengan desain Sequential Explanatory. Sampel pada penelitian ini adalah WPS berjumlah 447 orang dan 12 informan. Terdapat variasi pengaruh pengetahuan dan persepsi terhadap pemanfaatan layanan tes. Pengetahuan komprehensif mempunyai faktor proteksi 0,50 kali untuk memanfaatkan layanan tes HIV. Artinya, WPS yang tidak memiliki pengetahuan komprehensif lebih berpeluang untuk melakukan pemanfaatan layanan tes HIV, dibandingkan dengan WPS yang memiliki pengetahuan komprehenshif. Sedangkan persepsi berisiko terkena HIV mempunyai faktor proteksi 0,48 kali untuk melakukan pemanfaatan layanan tes HIV. Artinya, WPS yang tidak memiliki persepsi berisiko terkena HIV lebih berpeluang untuk melakukan pemanfaatan layanan tes HIV, dibandingkan dengan WPS yang memiliki persepsi berisiko terkena HIV.
Kata kunci : Pemanfaatan Layanan, Tes HIV, Wanita Pekerja Seks

Sex services industry is in Indonesia and known as a source of HIV and STI transmission.Prevention of HIV transmission one of them is HIV testing. HIV testing can expand HIV services that include care, support, and treatment in a timely manner. However, there are still many FSWs who are not willing to take advantage of HIV testing services, whereas this test has been provided free of charge as well as the treatment. This study aims to determine relationship between comprehensive knowledge of HIV/AIDS and risk perceptions of HIV to the use HIV testing services in WPS both WPSL and WPSTL in DKI Jakarta. This research is mix method (quantitative and qualitative) with Sequential Explanatory design. Samples in this study were WPS amounted to 447 people and 12 informants. There are variations in the influence of knowledge and perceptions on the utilization of test services. Comprehensive knowledge of HIV/AIDS has a protection factor of 0.50 times to take advantage of HIV testing services. That is, WPS who do not have comprehensive knowledge of HIV/AIDS more likely to make use of HIV testing services, compared with WPS with comprehensive knowledge of HIV/AIDS. While risk perceptions of HIV have a protection factor of 0.48 times to make use of HIV testing services. That is, WPS who do not have perceptions at risk of HIV are more likely to utilize HIV testing services, compared to female sex workers who have a risk perception of HIV.
Keywords: Service Utilization, HIV Test, Female Sex Worker
Read More
T-5423
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive