Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 36240 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Irin Kirana; Pembimbing: Wahyu Sulistiadi; Penguji: Masyitoh, Dumilah Ayuningtyas, Yahya, Hariyadi Wibowo
Abstrak: Tesis ini membahas Konstruksi Formulir Khusus Kedokteran Gigi dan Forensik sesuai kebutuhan internal para dokter gigi di Poliklinik RS Bhayangkara Tk. I R. Sukanto, dalam rangka menyesuaikan beberapa perubahan yang mempengaruhi formulir rekam medis kedokteran gigi dan forensik, seperti pemberlakuan Kode ICD 11 pada tanggal 1 Januari 2022 oleh WHO yang juga menyarankan pentingnya upaya pencegahan, diagnosis, pengobatan dan perawatan HIV yang efektif, pada tahun 2019 tercatat 38 juta ODHA (Orang Hidup dengan HIV/AIDS) dan 7.1 juta diantaranya tidak mengetahui kalau dirinya terinfeski HIV, lebih dari 95% terjadi di negara berkembang dan sering ditandai dengan lesi oral multipel (pada 30%-80% ODHA), termasuk perubahan panduan Interpol Internasional atas formulir ante mortem untuk pencatatan data gigi geligi korban bencana semasa hidup dari formulir rekam medis yang sudah diisikan dokter gigi, sebagai data pembanding atas formulir post mortem korban bencana untuk mempercepat proses identifikasi korban, karena data gigi geligi bersama dengan sidik jari dan tes DNA merupakan Primary Identifiers. Penelitian ini akan memanfaatkan metode penelitian campuran antara metode penelitian kualitatif dan kuantitatif (mixed methods) dengan disain dua fase berurutan dan pernyataan deskriptif eksploratif, untuk mengeksplorasi sikap para dokter gigi tentang informasi atas beberapa perubahan. Hasil penelitian menyarankan pemanfaatan atas hasil konstruksi berupa prototipe formulir khusus kedokteran gigi dan forensic sebagai hasil penelitian, dengan penambahan item-item perubahan atas beberapa formulir yang sudah dimanfaatkan Poliklinik Gigi di RS Bhayangkara Tk. I R. Said Sukanto, hasil analisis atas pengumpulan data pada fase pertama penelitian tercatat 85 %-100 % dokter gigi memilih relative sangat setuju tentang pentingnya penyesuaian penambahan item-item perubahan yang juga didukung oleh hasil wawancara terfokus pada fase kedua penelitian
This thesis discusses the Construction of Special Forms for Dentistry and Forensics according to the internal needs of dentists at the Polyclinic of RS Bhayangkara Tk. I R. Sukanto, in order to adjust to several changes affecting dental and forensic medical record forms, such as the enactment of the ICD Code 11 on January 1, 2022 by WHO which also suggests the importance of effective HIV prevention, diagnosis, treatment and care efforts, in 2019 recorded 38 million PLWHA (people living with HIV/AIDS) and 7.1 million of them do not know that they are infected with HIV, more than 95% occur in developing countries and are often characterized by multiple oral lesions (in 30% -80% PLWHA), including changes to the Interpol International guideline on ante mortem forms for recording dental data on the teeth of disaster victims during life from medical record forms that have been filled in by dentists, as comparative data on post mortem forms for disaster victims to speed up the victim identification process, because the data on the teeth are together with fingerprints and DNA testing is the Primary Identifiers. This study will utilize a mixed research method between qualitative and quantitative research methods (mixed methods) with a sequential two-phase design and descriptive exploratory statements, to explore dentists' attitudes about information on changes. The results suggest the use of construction results in the form of prototype special forms for dentistry and forensics as a result of research, with the addition of items of changes to several forms that have been used by the Dental Polyclinic at RS Bhayangkara Tk. I R. Said Sukanto, the results of the analysis of data collection in the first phase of the study, it was noted that 85% -100% of dentists chose relatively strongly agree about the importance of adjusting the addition of change items which was also supported by the results of interviews focused on the second phase of the study.
Read More
B-2195
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gusti Kumala Dewi; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Mieke Savitri, Meliana Zailani, Sumijatun
B-1340
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kus Sri Setiarini; Pembimbing: Hendrik M. Taurany; Penguji: Anhari Achadi, Enida
S-6974
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewi Suhita Maharddhika; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: Anhari Achadi, Mieke Savitri, Budi Hartono
B-1598
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Na`ila Rahmita Sari; Pembimbing: Wahyu Sulistiadi; Penguji: Yayok Witarto, Vetty Yulianty Permanasari
S-7049
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Terry Yuliana R.P.; Pembimbing: Surya Ede Darmawan; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Purnamawati
S-6389
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rina Apriani; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Surya Ede Darmawan, Wahyu Sulistiadi, Yayok Witarto, Elisabeth
Abstrak:

Permasalahan yang dihadapi oleh rumah sakit adalah kurang baiknya kinerja perawat rumah sakit sebanyak 47,3% dan berdasarkan hasil survey kepuasan pegawai masih banyak terdapat pegawai merasa tidak puas terhadap kinerjanya selama di rumah sakit. Masalah mengenai kinerja perawat yang buruk perlu dilakukan penilaian kinerja, salah satu sistem penilaian kinerja dapat menggunakan instrumen Quality of Work Life. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Quality of Work Life dengan Kinerja Perawat PNS di Instalasi Rawat Inap RS. Bhayangkara TK I Raden Said Sukanto Tahun 2011. Penelitian ini menggunakan metode Kuantitatif dengan desain cross sectional terhadap total populasi perawat. Hasil studi ini menunjukkan terdapat dua variabel yang paling berhubungan dengan kinerja perawat yaitu keterlibatan karyawan dan rasa bangga terhadap pekerjaan. Selain itu,  terdapat beberapa pernyataan perawat yang dapat menjadi masukan bagi rumah sakit meliputi: kurang dilibatkannya perawat dalam pengambilan keputusan, kurangnya kompensasi yang seimbang, beban kerja cukup berat, kurangbangganya perawat terhadap pekerjaannya, kurang memadainya pengembangan karir, kurang baiknya penyelesaian masalah dan komunikasi belum berjalan dengan baik. Saran yang dapat diberikan adalah agar perawat dapat dilibatkan dalam pengambilan keputusan dan dimintakan ide-ide dari tiap perawat sebagai masukan. Juga dengan membangun rasa bangga terhadap pekerjaan dengan peningkatan pelayanan terhadap pasien. Peningkatan pelayanan terhadap pasien bisa dengan lebih peduli terhadap pemberian insentif yang sesuai dengan beban kerjanya, pemberian beban kerja sesuai dengan uraian tugas atau asuhan keperawatan yang jelas, pengembangan karir pegawai / perawat, penyelesaian masalah yang cepat tanggap dan komunikasi yang efektif antar rekan kerja dan juga dengan pasien. Kata Kunci : Komponen Quality of Work Life (QWL), Kinerja Perawat


 The problem faced by hospital is bad performance of nurses (47,3%) and bases on the staff’s job satisfaction there are a lot of staff’s felt dissatisfy performance in hospital. Therefore, it needs to do performance appraisal, can be done by using Quality of Work Life instrument. This research intent to know relationship Quality of Work Life with nurse performance in Inpatient ward at Hospital of Bhayangkara TK I Raden said Sukanto. This research utilize quantitative method with cross sectional design to the total nurse population. The show results there are two variables have relationship with nurse performance whice are employee imvolvement and the pride of their job. Besides, there are some nurses statements that cans become input for hospital management: lack of involvement of nurses in decision making process, imbalance of compensation, quite heavy work load, lack of pride of their job, inadequate career development, improper problem solving process and ineffective communication. This study suggests to involve the nurses in decision making process, gain ideas from nurses, increase the pride of the job by improving services to patient. Key word : Quality of Work Life  (QWL), Nurse performance

Read More
B-1352
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Zulfa Isnianto; Pembimbing: Ronnie Rivany; Penguji: Mieke Savitri, Indra Maryunif
Abstrak:

ABSTRAK Ada empat kriteria dasar dalam mengukur laporan keuangan yaitu laporan realisasi anggaran, laporan neraca, laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan. Pembahasan mengenai laporan realisasi anggaran, neraca, laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan merupakan hal yang sangat penting dalam laporan keuangan, karena kondisi keuangan dianggap paling penting untuk menentukan perencanaan dan investasi jangka pendek dan jangka panjang. Analisa laporan keuangan di RS Bhayangkara Tk.I. R. Said Sukanto Jakarta sangat diperlukan karena untuk memperoleh gambaran kinerja keuangan sesuai dengan Badan Layanan Umum. Akuntansi dan laporan keuangan BLU diselenggarakan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK), sesuai dengan jenis layanannya. Dalam hal tidak terdapat standar akuntansi keuangan, BLU dapat menerapkan standar akuntansi industri yang spesifik setelah mendapat persetujuan dari menteri keuangan. Dalam rangka pertanggungjawaban atas pengelolaan keuangan dan kegiatan pelayanannya BLU menyusun dan menyajikan laporan keuangan dan laporan kinerja. Untuk mencapai tujuan tersebut maka perlu dilakukan analisa dampak Badan Layanan Umum terhadap kinerja di RS Bhayangkara Tk.I. R. Said Sukanto. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi dalam hal yang khusus penelitian ini dapat dinyatakan sebagai penelitian tetapi dalam hal lain juga dapat dinyatakan sebagai evaluasi, berarti hal ini merupakan bagian dari proses pembuatan keputusan untuk membandingkan suatu kejadian, kegiatan dan produk dengan standard an program yang telah ditetapkan. Evaluasi sebagai penelitian akan menjelaskan suatu fenomena. Penelitian ini merupakan hasil dari analisa terhadap laporan keuangan badan layanan umum RS Bhayangkara TK.I. R Said Sukanto, analisa dilakukan secara deskriptif sehingga laporan penelitian ini akan membahas tentang Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, Laporan Arus Kas dan Catatan atas Laporan Keuangan tahun 2010 sampai dengan 2011. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya kurang baiknya laporan keuangan seperti laporan realisasi anggaran, neraca, laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan di RS Bhayangkara Tk.I R. Said Sukanto. Sehingga dalam meningkatkan kinerja keuangan harus membuat sistem keuangan (billing system), penambahan sumber daya manusia yang berlatar belakang pendidikan  akuntansi dan peningkatan pada fungsi pengawan internal rumah sakit sehingga memperbaiki dalam proses pendapatan rumah sakit, rekapitulasi dan membuat laporan keuangan agar lebih akuntabilitas, manajemen dan transparansi. Kata kunci:  Laporan Keuangan, Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, Laporan Arus Kas, Catatan atas Laporan Keuangan.


 ABSTRACT There are four basic criteria in measuring financial report namely report budget realization report 's report cash flow and the record on financial report. Discussion on report budget realization ' s report cash flow and the record on financial report is very important in the financial report, because the financial condition considered the most important to determine planning and short-term investments and long term. Analysis of the financial report in  hospital Bhayangkara Tk. I. R. Said Sukanto  in jakarta is particularly necessary because to acquire a sense of financial performance in accordance with a public service body. Accounting and financial report blu held in accordance with the accounting standard financial , conforming to a type its service. In the event that there is no finance, the accounting standard accounting standard of public service can apply specific industrial after having obtained approval from the minister of finance. In order of responsibility for financial management and activities of its service public service arrange and present the financial statements and reports performance. To reach the goal should be done analysis the impact of a public service body on the performance in the hospital Bhayangkara Tk. I. R. Said Sukanto. This research is a research evaluation in terms of the special research this can be expressed as the research but in other respects also can be expressed as a means of evaluation, it is part of the decision making process to compare an event, activities and products with standards and programs that have been set. Evaluation as research will shed light on a phenomenon. This research is the result of analysis of financial statements public service agency hospital Bhayangkara Tk. I. R Said Sukanto, the analysis done in a descriptive so that this research report will discuss about the realization of the Budget Report, balance sheet, cash flow statement and notes to the financial statements in 2010 to 2011. This research result indicates the less good news financial report as report budget realization ' s report cash flow and the record on financial report at hospital Bhayangkara Tk.I R. Said Sukanto. So in improving financial performance should make financial systems (billing system) so as to improve the process of hospital revenues, and create financial statement recap for more accountability, transparency and management. Key words:  Financial Report, Report the realization of the budget, Balance sheet, Cash flow, Notes to financial statemen

Read More
B-1460
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Danang Pamudji; Pembimbing: Wahyu Sulistiadi; Penguji: HM Hafizurrachman, Sandi Iljanto, Agus Prayitno
Abstrak:

ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Instalasi Bedah Sentral Rumah Sakit R.S. Sukanto yang merugi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis, membuat kesimpulan dan membuat usulan sistem kontrol logistik farmasi Rumah Sakit R.S. Sukanto. Jenis Penelitian ini merupakan studi kasus dengan pendekatan sistem. Data dan informasi didapat melalui in-depth interview serta pengamatan di lapangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa banyak faktor yang telah mempengaruhi sistem pengendalian di Rumah Sakit R.S. Sukanto. Ada delapan faktor yang diteliti yaitu struktur organisasi, kebijakan, sumber daya manusia, prosedur, perencanaan, pencatatan, pelaporan, pengawasan intern. Dalam pembahasan diulas mengenai kondisi Rumah Sakit R.S. Sukanto saat ini melalui wawancara, meneliti data sekunder serta pengamatan di lapangan dibandingkan dengan teori manajemen rumah sakit. Pembahasan mengenai alur proses, struktur yang lebih baik, tim pengendalian, serta analisis pekerjaan, uraian jabatan, dan persyaratan jabatan di bagian logistik. Penelitian ini mencoba mencari faktor-faktor yang dapat mempengaruhi sistem kontrol pengendalian logistik dan mencari alternatif pemecahannya dengan cara yang dapat ditempuh dengan biaya seefisien mungkin. Akhirnya penelitian ini menghasilkan sebuah sistem kontrol logistik yang diharapkan dapat berguna bagi Rumah Sakit R.S. Sukanto khususnya, serta bagi institusi pendidikan dan masyarakat pada umumnya.


ABSTRAK This research was formed by the background decrease income in Central Surgery Installation in R.S. Sukanto Hospital. The targets of this were analyze the pharmacy logistics proses of R.S.Sukanto Hospital, to assume an to propose a logistic control system, with can promote the health care service of R.S.Sukanto Hospital. The type of this research is a case study with a system approach. Data and information regarding the service proses were obtained from in-depth interviews, and from field observation. The result of the research showed that there were many factors influencing the logistics control system of R.S. Sukanto Hospital. There were eight factors to be observed: organization structures, policies, human resources, procedures, planning, recording, reporting, internal auditing. The nowadays condition of R.S. Sukanto Hospital was observed, discussed, in-depth interviewed, and compared with some theory of Hospital Management. This research tried to find some factors that influenced the logistics control system and tried the alternative resolve in a efficient and effective way. At last, this research gave and outcome a logistics control system and hopefully it would be useful especially for R.S Sukanto Hospital, and also for the educational institution, and most of all community.

Read More
B-1114
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maulia Mardini; Pembimbing: Ahmad Hardiman; Penguji: Mieke Savitri, Ahmad Hardiman, Engkus Kusdinar Achmad, Soegeng Hidayat, Trisna Murti Mudijana
Abstrak:
Kepuasan pasien merupakan suatu ketimpangan antara harapan dan kenyataan masing-masing individu terhadap pelayanan yang dirasakan dan diterima. Apabila jasa yang diterima atau dirasakan sesuai dengan yang diharapkan maka mutu dipersepsikan baik dan memuaskan sebaliknya bila pelayanan yang diterima lebih rendah daripada yang diharapkan maka mutu pelayanan dipersepsikan buruk. Dengan demikian baik tidaknya mutu pelayanan tergantung dari kemampuan penyedia jasa dalam memenuhi kebutuhan harapan pelanggannya secara konsisten. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran tentang tingkat kepuasan pasien di ruang rawat inap Rumkitpolpus RS Sukanto sesuai dengan karakteristik dan kelas perawatan pasien dengan metode Servqual terhadap pelayanan rawat inap. Pengukuran tingkat kepuasan dilakukan terhadap 191 responden dari berbagai tingkatan kelas dan ruang perawatan melalui pengisian kuesioner. Jenis penelitian ini adalah cross sectional. Data yang digunakan adalah data primer dengan analisis univariat dan bivariat serta tingkat kesesuaian antara harapan dan kenyataan tentang pelayanan yang diterima pasien ruang rawat inap yang tergambar dalam importance performance analysis. Hasil penelitian menunjukkan proporsi responden yang puas sebesar 37,7% sedangkan yang tidak puas sebesar 62,3%. Rata-rata harapan pasien adalah 3,51, dan rata-rata kenyataan yang diterima pasien adalah 3,32 dengan tingkat kesesuaian 94,63. Faktor-faktor yang menjadi prioritas utama (kuadran A) yang menjadi kelemahan dalam pelayanan rawat inap di Rumkitpolpus RS Sukanto adalah bagian admission yang meliputi prosedur yang cepat dan tepat, kenyamanan dan keamanan dalam pelayanan serta keadaan ruangan rawat inap yang meliputi ruangan yang bersih dan nyaman, kebersihan tempat tidur dan seprei serta kebersihan kamar mandi dan WC. Terdapat 3 faktor yang terdapat di kuadran B yang perlu dipertahankan dan perlu terus ditingkatkan kualitasnya. Menyarankan kepada pihak Rumkitpolpus RS Sukanto untuk memberdayakan tim Gugus Kendali Mutu (GKM) guna memantau dan mengevaluasi mutu layanan di setiap unit layanan, memberi kesempatan bagi tenaga kesehatan untuk mengikuti Diktat tentang mutu layanan, membuat petunjuk teknis berupa standar penerimaan pasien yang jelas dan terperinci sehigga semua petugas dapat mengerti dan memahami tugasnya dengan baik. Diharapkan RS dapat membuat jadwal bezoek yang ketat sehingga pasien merasa lebih nyaman dan aman. Diadakannya lomba kebersihan di setiap ruang perawatan dengan imbalan insentif bagi setiap karyawan sehingga mereka termotivasi untuk meningkatkan kebersihan ruangannya.

Patient satisfaction is the gap between perceived service and expected service. Good quality will be accepted if the perceived service is appropriate with patient's expectation, on the other hand if the perceived service is lower than what patient expects, service quality must be bad. Good and bad service quality depends on provider's ability on providing the expected service to the customer continuously. The aim of this study is to gain the description of patient satisfaction level in inpatient ward at RS Sukanto Police Department Hospital Center in 2002 based on patient characteristics and class of inpatient service. The measurement of satisfaction level was conducted to 191 subjects of vary classes at inpatient ward through filling in the questionnaire. This study was a cross sectional design which used primary data with univariate and bivariate analysis and appropriateness level between expectation and perception service among patients at inpatient ward which depicted by the importance performance analysis (Kartesius Diagram). The result of this study showed that the proportion of satisfied patients were 37,7%, while unsatisfied patients were 62,3%. On average, patient expectation level was 3,51 and patient perception of service was 3,32 with appropriateness level was 94,36%. The priority factor (Quadrant A) that becomes the weakness of inpatient service at RS Sukanto Police Department Hospital Center were admission service as follows: quick and accurate procedure, security and comfortable service, and condition at inpatient ward including bed and sheet cleanliness as well as bathroom and toilet cleanliness. There were 3 factors on Quadrant S that needs to be kept and increased its quality. It is recommended to Raden Said Sukanto Police Department Hospital Center to empower the team of quality control circle on every unit, giving chance to the health providers to increase their knowledge about service quality, to make a clear and detail technical report and standard operational procedure, so every employee in hospital could understand and recognize their duty well. It is gratefully honor to the hospital to make tight schedule of patient visit so the patient could feel comfort and secure. Cleanliness competition should be held in every inpatient ward by rewarding every employee an incentive payback so they will be motivated to keep their room cleaned.
Read More
B-575
Depok : FKM UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive