Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 26137 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Kevin Sebastian Santoso; Pembimbing: Mondastri Korib Sudaryo; Penguji: Yovsyah, Puhilan
Abstrak: Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan sikap mahasiswa Rumpun Ilmu Kesehatan Universitas Indonesia angkatan 2017-2019 terhadap vaksinasi COVID-19. studi cross-sectional dilakukan dengan merekrut 443 mahasiswa yang diperoleh melalui purpose sampling.
Read More
S-10646
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Diva Azizah Nitisara; Pembimbing: Mondastri Korib Sudaryo; Penguji: Yovsyah, Imran Agus Nurali
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan penerapan protokol kesehatan COVID-19 pada mahasiswa Rumpun Ilmu Kesehatan Universitas Indonesia angkatan 2017-2019. Penelitian ini menggunakan Studi Cross-Sectional yang dilakukan kepada 443 responden yang diperoleh melalui purposive sampling, dengan proporsi 88,7% responden perempuan dan 11,7% responden laki-laki. analisis data yang digunakan penelitian ini adalah analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-square
Read More
S-10807
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Randita Shafira Putri; Pembimbing: Mondastri Korib Sudaryo; Penguji: Yovsyah, Fidiansjah
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kecemasan pada mahasiswa S1 Rumpun Ilmu Kesehatan Universitas Indonesia. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Data yang digunakan berupa data primer yang diperoleh dari kuesioner online yang disebar melalui media sosial. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Kecemasan diukur dengan menggunakan kuesioner GAD-7.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi kecemasan ringan sebesar 37,8%, kecemasan sedang sebesar 27,3%, dan kecemasan berat sebesar 15,4%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara coping (PR=1,79 95%CI: 1,33-2,41; p=0,000) dan dukungan sosial (PR=1,85 95%CI: 1,38-2,48; p=0,000) dengan kecemasan pada mahasiswa S1 Rumpun Ilmu Kesehatan Universitas Indonesia selama pandemi COVID19. Kemudian, hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia, jenis kelamin, tempat tinggal, tingkat ekonomi keluarga, riwayat penyakit, dan riwayat kontak COVID-19 dengan kecemasan pada mahasiswa S1 Rumpun Ilmu Kesehatan Universitas Indonesia selama Pandemi COVID-19.
Read More
S-10808
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Priskatindea; Pembimbing: Sudarto Ronoatmodjo; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Indri Oktaria Sukmaputri, Bayu Aji
Abstrak:
Perilaku pencegahan merupakan kunci keberhasilan dalam menghadapi pandemi COVID-19. Vaksinasi merupakan salah satu kunci dari perilaku pencegahan terhadap COVID-19. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan vaksin COVID-19 pada Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. Metode penelitian ini menggunakan desain Cross-Sectional dengan menganalisis hasil survei daring yang dilakukan pada 264 orang Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Indonesia yang berlangsung selama bulan Mei 2021. Hubungan asosiasi dinilai pada faktor sosidemografi yakni usia, jenis kelamin, tingkat ekonomi, agama, tingkat pendidikan, status menikah, status pekerjaan dan kepemilikan asuransi, gambaran riwayat individu/kerabat terkena COVID-19 sebelumnya, persepsi terhadap COVID-19 yang terdiri atas persepsi kerentanan, persepsi keparahan, persepsi manfaat, dan persepsi hambatan, serta tingkat pengetahuan tentang COVID-19, tingkat pengetahuan tentang pencegahan COVID-19, tingkat pengetahuan tentang vaksin COVID-19, dan perilaku pencegahan COVID-19 dengan penerimaan vaksin COVID-19 pada mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia dengan menggunakan analisis logistic regression. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 88,6% mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia menyatakan bersedia menerima vaksin COVID-19. Hasil analisis multivariat menemukan bahwa faktor status menikah, kepemilikan asuransi, persepsi hambatan, dan pengetahuan tentang vaksin COVID-19 memiliki hubungan yang signifikan dengan penerimaan vaksin COVID-19 mahasiswa FKM UI. Penelitian ini menemukan bahwa persepsi hambatan merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan penerimaan vaksin COVID-19 pada mahasiswa FKM UI. Upaya edukasi yang lebih luas, transparan dan konsisten serta klarifikasi terhadap misinformasi perlu dilakukan untuk meningkatkan keyakinan pada populasi berusia muda khususnya mahasiswa mengenai manfaat dan hambatan dari vaksinasi sehingga diharapkan dapat mengedukasi orang lain di lingkungan sekitarnya. Pemahaman perspektif mahasiswa tentang vaksin COVID-19 dan dukungan keterlibatan mereka terhadap pelaksanaan vaksinasi dapat berguna dalam merencanakan respon yang memadai. Upaya penelitian lebih lanjut diperlukan dengan menggunakan metode, desain dan variabel yang lebih baik dan lebih spesifik serta dengan lingkup yang lebih luas untuk mengetahui lebih jauh mengenai faktor-faktor yang berhubungan dengan penerimaan vaksin COVID-19 pada mahasiswa khususnya mahasiswa FKM

Preventive behavior is the key to success in dealing with the COVID-19 pandemic. Vaccination is one of the keys to against COVID-19. The purpose of this study was to determine and explain the factors influencing COVID-19 vaccine acceptance among Public Health students, Universitas Indonesia. This research used a crosssectional design by analyzing the results of an online survey conducted on 264 Public Health students, Universitas Indonesia during May 2021. The relationship is assessed between COVID-19 vaccine acceptance and sosidemographic factors, namely age, gender, economic level, religion, education level, married status, occupation and health insurance status, a history of individuals / relatives affected by COVID-19 before, perceived of COVID-19 consisting of perceived risk, perceived severity, perceived benefits, and perceived barriers, knowledge about COVID-19, knowledge about COVID-19 prevention, knowledge about the COVID-19 vaccine, and COVID-19 prevention behavior among Public Health students, Universitas Indonesia using logistic regression analysis. The results of this study indicate that 88,6.% students of Faculty of Public Health, Universitas Indonesia stated that they are willing to receive the COVID-19 vaccine. The results of multivariate analysis showed that marital status, insurance ownership, perceived barriers, and knowledge of the COVID-19 vaccine had a significant relationship with the acceptance of the COVID-19 vaccine for public health students. This study showed that the perception of barriers was the most dominant factor related to the acceptance of the COVID-19 vaccine in the public health students, Universitas Indonesia. Broader information, transparent and consistent education with appropriate communication approaches and clarification of misinformation are needed to increase confidence in the young population, especially university students, about the benefits and barriers of vaccination so it is expected to educate others. Understanding students' perspectives on the COVID-19 vaccine and supporting their involvement in vaccination programme can be useful in planning an adequate response. Further research are needed by using better and more complete methods, designs and variables as well as with a wider scope to find out more about the factors related to the acceptance of the COVID-19 vaccine in students, especially Public Health students
Read More
T-6215
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Rizki Paranto; Pembimbing: Sudarto Ronoatmodjo; Penguji: Syahrizal Syarif, Soewarta Kosen
Abstrak: Penelitian ini menjelaskan tentang gambaran pengetahuan, sikap, persepsi risiko, dan perilaku pencegahan COVID-19 pada mahasiswa S1 Universitas Indonesia Angkatan 2020. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling yang diikuti sebanyak 118 responden dengan mengisi kuesioner daring menggunakan Google Form. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan responden tentang pencegahan COVID-19 sudah tinggi, tetapi masih rendah mengenai jaga jarak dan kontak erat.
Read More
S-10553
Depok : FKM-UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tika Dwi Tama; Pembimbing: Syahrizal Syarif; Penguji: Yovsyah, Ani Isnawati
S-7006
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Salsabila Rosa; Pembimbing: Mondastri Korib Sudaryo; Penguji: Yovsyah, Fidiansjah
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas hidup mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia di masa pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional. Responden pada penelitian ini berjumlah 307 orang dengan metode pengambilan sampel purposive sampling. Kualitas hidup diukur menggunakan kuesioner WHOQOL-BREF.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara penghasilan (p=0,001), riwayat penyakit selain COVID-19 (p=0,006), aktivitas fisik (p=0,000), stress (p=0,000), dan dukungan sosial (p=0,000) dengan kualitas hidup mahasiswa S1 Reguler Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia selama pandemi COVID-19.
Read More
S-10751
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nadhira Kannitha Putri; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Syahrizal Syarief, Retno Kusuma Dewi
Abstrak: Penelitian ini melihat hasil pengobatan pasien TB RO serta faktor faktor yang berhubungan dengan hasil pengobatan TB RO di Indonesia pada tahun 2017 sampai 2019 dengan menggunakan desain cross sectional. Menggunakan data pasien dari e-TB Manager berumur ≥15 tahun yang telah menyelesaikan pengobatannya tahun 2017-2019. Terdapat 3822 kasus dengan sembuh sebanyak 35,5%, pengobatan lengkap sebanyak 4,7%, putus berobat sebanyak 32,8%, meninggal sebanyak 17,7%, gagal sebanyak 6,9%, perubahan diagnosis 1,2%, dan lainnya 8%. Jenis kelamin, riwayat pengobatan sebelumnya, aksesibilitas geografis ke fasilitas pelayanan kesehatan secara statitsik tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan hasil pengobatan. Faktor yang berhubungan dengan hasil pengobatan TB RO adalah usia (PR 1,328; 95% CI 1,773 - 2,332), pasien XDR (PR 1,353; 95% 1,225-1,494), pasien pre XDR (PR 1,234; 95% CI 1,145-1,330) pasien MDR (PR 0,869; 95% CI 0,8110,930), dan interval inisiasi pengobatan >7 hari (PR 1,069; 95% CI 1,002-1,140).
Read More
S-10788
Depok : FKM-UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Farah Apriandini; Pembimbing: Mondastri Korib Sudaryo; Penguji: Helda, Giri Aji
Abstrak:
Penyakit Refluks Gastroesofagus atau akrab disebut dengan Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) merupakan penyakit tidak menular yang sedang mengalami peningkatan prevalensi di negara-negara Asia. Tidak hanya masyarakat umum, mahasiswa juga rentan terhadap kejadian GERD. Faktor-faktor yang turut meningkatkan prevalensi GERD antara lain usia, jenis kelamin, tingkat stress, kualitas tidur, gaya hidup, dan pola makan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian GERD pada mahasiswa S1 Fakultas Kesehatan Masyarakat pada Tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian GERD, penelitian ini akan menggunakan kuesioner GERD-Questionnaire (GERDQ), Perceived Stress Scale-10 (PSS-10), Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), dan Kuesioner Gaya Hidup. Hasil analisis univariat, diketahui proporsi mahasiswa yang memiliki GERD yaitu 16%. Analisis bivariat menunjukkan hasil terdapat hubungan antara status pekerjaan kategori tenaga kesehatan (nilai p = 0.020), kondisi penyerta gastritis/dispepsia (nilai p = 0.000), dan tingkat stres kategori tinggi (nilai p = 0.015) dengan kejadian GERD pada mahasiswa. Lalu, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara karakteristik sosiodemografi selain status pekerjaan, kondisi penyerta selain gastritis/dispepsia, dan gaya hidup selain tingkat stres.

Gastroesophageal Reflux Disease or commonly known as Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) is a non-communicable disease that is experiencing increasing prevalence in Asian countries. Not only the general public, students are also vulnerable to GERD incidents. Factors that increase the prevalence of GERD include age, gender, stress level, sleep quality, lifestyle and diet. This study aims to determine the factors that influence the incidence of GERD in undergraduate students at the Faculty of Public Health in 2023. This research is a quantitative study with a cross-sectional design. To determine the factors that influence the incidence of GERD, this research will use the GERD-Questionnaire (GERDQ), Perceived Stress Scale-10 (PSS-10), Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), and Lifestyle Questionnaire. The results of univariate analysis showed that the proportion of students who had GERD was 16%. Bivariate analysis showed that there was a relationship between work status in the health worker category (p value = 0.020), gastritis/dyspepsia accompanying conditions (p value = 0.000), and high category stress level (p value = 0.015) with the incidence of GERD in students. Then, there was no significant relationship between sociodemographic characteristics other than employment status, comorbid conditions other than gastritis/dyspepsia, and lifestyle other than stress level.
Read More
S-11536
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Inez Miriam Nurul Hikmah; Pembimbing: Lhuri Dwianti Rahmartani; Penguji: Trisari Anggondowati, Syafirah Hardani
Abstrak:

Latar belakang: Sunat perempuan masih berlangsung di Indonesia meskipun prevalensinya menurun dari 55% pada tahun 2021 menjadi 46,3% pada tahun 2024. Praktik ini dipertahankan sebagai tradisi dan bagian dari keyakinan agama meskipun memiliki risiko kesehatan dan implikasi hak asasi. Sebagai calon tenaga kesehatan masyarakat dan agen perubahan di masa depan, mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia perlu menjadi fokus penelitian karena sampai saat ini belum tersedia gambaran mengenai pengetahuan, sikap, dan perilaku mereka mengenai praktik sunat perempuan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan karakteristik, pengetahuan, sikap, dan perilaku mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia terhadap praktik sunat perempuan yang juga digambarkan berdasarkan stratifikasi karakteristik responden. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dengan pengumpulan data primer melalui kuesioner daring pada bulan Oktober s.d. November 2025 terhadap 311 mahasiswa sarjana FKM UI. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil: Dari 311 mahasiswa yang didominasi perempuan (81,4%), beragama Islam (84,6%), berasal dari program studi kesehatan masyarakat (54,3%) dan berasal dari Jawa (87,5%), sebagian besar mengetahui praktik sunat perempuan (85,5%). Mayoritas responden juga menunjukkan sikap yang kuat untuk mendukung penghapusan praktik sunat perempuan dan regulasi yang mengaturnya, dengan proporsi persetujuan berkisar antara 73,6% hingga 94,5% pada berbagai indikator sikap. Pada aspek perilaku, hanya 15,4% responden perempuan yang memiliki riwayat disunat dan 11,9% keluarga yang masih mempertahankan praktik tersebut, sementara 90,4% responden menyatakan tidak berniat menyunat anak perempuan di masa depan. Kesimpulan: Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia menunjukkan pengetahuan yang baik, sikap yang sangat mendukung penghapusan praktik sunat perempuan serta intensi yang rendah untuk melanjutkan praktik tersebut di masa depan. Pola ini mencerminkan perbedaan apabila dibandingkan dengan gambaran populasi nasional, serta mengindikasikan adanya potensi terputusnya keberlanjutan praktik sunat perempuan antar generasi pada kelompok mahasiswa kesehatan.


Background: Although the prevalence of female circumcision in Indonesia decreased from 55% in 2021 to 46.3% in 2024, the practice remains a tradition and is considered a religious obligation by some communities. The continued existence of this practice demonstrates that cultural, religious, and health-related factors still strongly influence the community.  Objective: This study aims to describe the characteristics, knowledge, attitudes, and behavior of students at the Faculty of Public Health, University of Indonesia, regarding the practice of female circumcission, also based on stratification of respondent characteristics.  Methods: This study used a cross-sectional study design with primary data collected through an online questionnaire from October to November 2025 on 311 students of the Faculty of Public Health, University of Indonesia. Data analysis was conducted descriptively.  Results: From 311 students, predominantly female (81.4%), Muslim (84.6%), public health majors (54.3%), and Javanese (87.5%), the majority were aware of the practice (85.5%). The majority of respondents also expressed strong support for the abolition of female circumcision and its regulations, with approval ranging from 73.6% to 94.5% across various attitude indicators. In terms of behavior, only 15.4% of female respondents had a history of circumcision and 11.9% of families still maintained the practice, while 90.4% of respondents stated they had no intention of circumcising their daughters in the future.  Conclusion: Students from the Faculty of Public Health, Universitas Indonesia, demonstrated good knowledge, strongly supportive attitudes toward the abolition of female genital mutilation, and low intentions to continue the practice in the future. This pattern reflects a difference compared to the national population and indicates a potential disruption in the continuity of female genital mutilation practices across generations among health students.

Read More
S-12179
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive