Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 28401 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Putri Permatasari; Pembimbing: Dien Anshari; Penguji: Tiara Amelia, Mery Aderita
Abstrak: Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui penerimaan warga DKI Jakarta terhadap program Vaksinasi COVID- 19 ditinjau dari Health Belief Model. Penelitian ini menggunakan desain studi potong lintang, dilakukan pada Mei hingga Juni 2021 dengan melibatkan sampel penelitian sebesar 266 responden dengan kriteria inklusi berusia ≥12 tahun, berdomisili di wilayah DKI Jakarta, termasuk kategori penerima vaksinasi tahap 3, responden sudah maupun belum melakukan Vaksinasi COVID-19.
Read More
S-10673
Depok : FKM-UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fiqih Mutiara; Pembimbing: Ella Nurlaella Hadi; Penguji: Dien Anshari, Arum Ambarsari
Abstrak: Provinsi DKI Jakarta merupakan wilayah episentrum penyebaran COVID-19 dengan kasus tertinggi di Indonesia, untuk itu diperlukan upaya perilaku pencegahan pada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perilaku pencegahan penularan COVID-19 masyarakat DKI Jakarta ditinjau dari variabel yang ada di dalam teori Health Belief Model. Penelitian dengan pendekatan metode kuantitatif, desain cross sectional, dilakukan pada 320 orang yang berusia 15-64 tahun dan diambil secara quota sampling dari 5 wilayah DKI Jakarta. Data dikumpulkan dengan metode responden mengisi kuesioner secara mandiri yang dilakukan secara online dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan masyarakat telah melakukan sebagian besar perilaku pencegahan penularan COVID-19 dengan baik seperti pada penggunaan masker setiap keluar rumah, menerapkan etika batuk, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir saat sebelum makan, setelah makan, setelah menggunakan kamar mandi, setelah beraktivitas dan menyentuh benda, serta mencuci tangan minimal 20 detik, menggunakan hand sanitizer, tetap di rumah ketika sakit, menghindari berjabat tangan, memberi jarak 1-2 meter dengan orang lain, menghindari kegiatan yang melibatkan banyak orang, menghindari tempat dan kendaraan umum, dan menghindari berpergian ke zona merah. Hal ini karena pengetahuan masyarakat tentang upaya pencegahan COVID-19 sudah tinggi, namun masih rendah mengenai penggunaan tisu alkohol dan waktu yang dibutuhkan untuk dapat tertular COVID-19. Masyarakat pada umumnya mempersepsikan COVID-19 penyakit yang serius bagi dirinya dan merasa dirinya rentan untuk tertular COVID-19. Umumnya masyarakat tidak merasa ada hambatan untuk melakukan perilaku pencegahan, dan mayoritas menganggap tindakan pencegahan COVID-19 bermanfaat bagi dirinya serta mereka merasa mampu untuk melakukan tindakan pencegahan. Perlu meningkatkan edukasi atau sosialisasi yang efektif dan konsisten melalui berbagai media untuk pengetahuan dan perilaku yang masih kurang baik, melakukan penyuluhan tentang pakai masker yang benar, serta meningkatkan penerapan kebijakan dan kedislipinan di semua sektor.
Kata kunci: Perilaku Pencegahan COVID, Masyarakat, Provinsi DKI Jakarta, Health Belief Model

The DKI Jakarta Province is the epicenter of the spread of COVID-19 with the highest cases in Indonesia, for this reason prevention efforts are needed in the community. This study aims to see the prevention measures for the transmission of COVID-19 in the people of DKI Jakarta in terms of the variables in the Health Belief Model theory. Research with a quantitative method approach, cross sectional design, was conducted on 320 people aged 15-64 years and was taken by quota sampling from 5 areas of DKI Jakarta. Data were collected using the respondent's method of giving a questionnaire which was conducted online and analyzed descriptively. The results of community research have done most of the prevention of COVID-19 transmission well, such as using masks every time you leave the house, applying cough etiquette, washing hands with soap and water before eating, after eating, after using the bathroom, after activities and objects, as well as washing hands for at least 20 seconds, using hand sanitizers, staying at home when sick, avoiding shaking hands, giving 1-2 meters distance from other people, avoiding activities that involve many people, avoiding public places and transportation, and avoiding traveling to the zone red. This is because the community knowledge about efforts to prevent COVID-19 is high, but still low regarding alcohol use and the time it takes to catch COVID-19. Society in general complicates COVID-19, a serious disease for itself and susceptible to COVID-19. Of the society does not feel there are obstacles to taking precautions, and stopping COVID-19 prevention measures is beneficial for them and they feel capable of taking preventive measures. It is necessary to increase effective and consistent education or socialization through various media for knowledge and behavior that is still inadequate, conduct counseling on how to use masks properly, and increase the implementation of policies and discipline in all sectors.
Key words: COVID-19 prevention behaviour, community, DKI Jakarta Province, Health Belief Model
Read More
S-10325
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dini Nurul Hidayati; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Dien Anshari, Umi Zakiati
Abstrak: Penelitian ini membahas tentang perilaku pencegahan COVID-19 pada mahasiswa kesehatandan non-kesehatan di Universitas Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perilakupencegahan COVID-19 pada mahasiswa kesehatan dan non-kesehatan ditinjau dari teorihealth belief model. Variabel yang diteliti adalah perilaku pencegahan COVID-19, faktorpemodifikasi (usia, jenis kelamin, pengetahuan) dan persepsi individu (persepsi kerentanan,keparahan, manfaat, hambatan dan self efficacy). Penelitian ini menggunakan pendekatankuantitatif dan metode penelitian cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 110 orangmahasiswa kesehatan dan non-kesehatan dengan menggunakan metode pengambilan sampelpurposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 68% mahasiswakesehatan memiliki perilaku pencegahan COVID-19 yang baik dan 31.6% memiliki perilakupencegahan yang kurang baik. Sedangkan mahasiswa non-kesehatan yang memiliki perilakupencegahan yang baik adalah 59.7% dan 40.3% memiliki perilaku pencegahan yang kurangbaik. Terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan perilaku pencegahanCOVID-19 (p=0.020).
Kata Kunci: COVID-19, Health Belief Model, mahasiswa kesehatan dan non-kesehatan
This study discusses about the preventive health behaviours of COVID-19 among studentsmajoring in health and non-health sciences Universitas Indonesia. The objective of this studywas to look preventive health behaviour COVID-19 among students majoring in health andnon-health sciences based of health belief model. Variabels in this study including preventivebehaviour, modifying factors (Age, sex, and knowledge), individual perceived (perceivedsusceptibility, perceived severity, perceived benefits, dan perceived barriers and selfefficacy). This study using quantitative approaches and cross sectional study methods.Thetotal samples of this study is 110 people of students majoring in health and non-healthsciences with purposive sampling method. The result showed that 68% students majoringhealth sciences are having good preventive behaviour and 31.6% have enough preventivebehaviour, while 59.7% the student majoring non-health science have good preventivebehaviour and 40.3% have enough preventive behaviour. There was significant associationsbetween sex with preventive health behaviour of COVID-19 (p=0.020)
Keywords: COVID-19, Health Belief Model, Students majoring health and non-healthscience.
Read More
S-10358
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dhiya Muhammad Fatimah Puspadina; Pembimbing: Tiara Amelia; Penguji: Evi Martha, Haris Hawari Maharudin
Abstrak:
Program Kampung Kawasan Tanpa Rokok (KTR) merupakan salah satu upaya berbasis komunitas dalam mendukung implementasi kebijakan KTR di tingkat lokal. Keberhasilan program ini sangat dipengaruhi oleh kesiapan masyarakat dalam menerima dan menjalankannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kesiapan masyarakat RW 05 Kelurahan Kukusan terhadap pelaksanaan Program Kampung KTR dengan menggunakan pendekatan Community Readiness Model (CRM). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam kepada informan kunci serta Focus Group Discussion (FGD) kepada informan utama yang terdiri dari warga RW 05. Data dianalisis menggunakan analisis tematik berdasarkan lima dimensi CRM, yaitu community knowledge of the issue, community knowledge of efforts, leadership, community climate, dan resources. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat telah memiliki pemahaman dasar mengenai bahaya rokok, namun pengetahuan terhadap Program Kampung KTR masih terbatas. Dukungan dari tokoh masyarakat dan pemangku kepentingan mulai terlihat, meskipun belum optimal. Iklim sosial masyarakat menunjukkan adanya penerimaan awal terhadap program, namun norma merokok masih cukup kuat. Ketersediaan sumber daya juga masih terbatas, terutama dalam aspek pendanaan dan media sosialisasi. Secara keseluruhan, kesiapan masyarakat berada pada tahap Vague Awareness menuju Preplanning, yang menunjukkan bahwa masyarakat telah mulai menyadari pentingnya isu rokok dan keberadaan program, tetapi belum memiliki perencanaan yang terstruktur dalam mendukung implementasi Program Kampung KTR.

The Kampung KTR (Smoke-Free Village) Program is a community-based initiative aimed at supporting the implementation of smoke-free policies at the local level. The success of this program is highly influenced by the community’s readiness to accept and implement it. This study aims to explore the readiness of the community in RW 05, Kukusan Village, toward the implementation of the Kampung KTR Program using the Community Readiness Model (CRM) approach. This study employed a qualitative approach with a phenomenological design. Data were collected through in-depth interviews with key informants and Focus Group Discussions (FGDs) with community members as main informants. Data were analyzed using thematic analysis based on the five dimensions of CRM: community knowledge of the issue, community knowledge of efforts, leadership, community climate, and resources. The findings indicate that the community has a basic understanding of the health risks of smoking; however, knowledge of the Kampung KTR Program remains limited. Support from community leaders and stakeholders has begun to emerge, although it is not yet optimal. The community climate reflects initial acceptance of the program, but smoking norms remain relatively strong. Available resources are also limited, particularly in terms of funding and communication media. Overall, the level of community readiness falls between the Vague Awareness and Preplanning stages, indicating that the community has begun to recognize the importance of the smoking issue and the existence of the program, but has not yet developed structured planning to support its implementation.
Read More
S-12363
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cindy Krisga Zulkarnaen Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Dian Ayubi, Wahyunika Romadona
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungann dengan penerimaan vaksinasi COVID-19 pada masyarakat di Kelurahan Belian Tahun 2021. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Jumlah responden sebesar 205 orang yang diambil dengan metode quota sampling. Variabel dependen berupa penerimaan vaksinasi, sedangkan variabel independen berupa usia, jenis kelamin, pendidikan, status pekerjaan, pengetahuan, persepsi kerentanan, persepsi keparahan, persepsi manfaat, persepsi hambatan dan isyarat bertidak. Data kuesioner diisi sendiri oleh responden yang selanjutnya dilakukan uji statistik dengan uji chi-square. Hasil analisis univariat diperoleh responden yang menerima vaksinasi COVID-19 di Kelurahan Belian sebesar 62,9%.
Read More
S-10843
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hanifa Rahmatya Klafinofa; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Yoslien Sopamena, Hareza Wulansari Gezali
Abstrak:
Praktik Pemeriksaan Payudara Sendiri Kanker payudara merupakan salah satu penyebab utama kematian akibat kanker pada perempuan di Indonesia. Deteksi dini melalui pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) menjadi upaya penting untuk menemukan kelainan sejak dini, namun tingkat penerapannya di kalangan remaja masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran praktik payudara sendiri (SADARI) pada siswi SMAN 27 Jakarta Pusat tahun 2025 menggunakan pendekatan health belief model. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswi SMAN 27 Jakarta Pusat tahun ajaran 2025/2026. Waktu pelaksanaannya pada bulan November – Desember 2025. Penelitian ini mengambil 186 responden yang dipilih menggunakan metode quota sampling, pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner online melalui Google Formulir. Hasil Penelitian menunjukan bahwa 37,6% siswi pernah setidaknya sekali melakukan SADARI dan hanya 18,8% siswi yang rutin melakukan SADARI setiap bulan. Rendahnya praktik SADARI di berkaitan dengan tingginya persepsi hambatan. Disarankan untuk memanfaatkan UKS dan PIK-R untuk membentuk peer educator dan melakukan edukasi bersifat simulasi dalam melakukan praktik SADARI.

Breast cancer is one of the leading causes of cancer-related death among women in Indonesia. Early detection through breast self-examination (BSE) is an important effort to identify abnormalities at an early stage; however, the level of practice among adolescents remains low. This study aims to describe the practice of breast self-examination (BSE) among female students of SMAN 27 Central Jakarta in 2025 using the Health Belief Model approach. This quantitative study employed a cross-sectional design. The study population consisted of all female students of SMAN 27 Central Jakarta in the 2025/2026 academic year. The research was conducted from November to December 2025 with a total of 186 respondents selected using the quota sampling method. Data were collected using an online questionnaire distributed via Google Form. The results showed that 37.6% of the students had performed BSE at least once, while only 18.8% practiced it regularly every month. The low rate of BSE practice was associated with a high level of perceived barriers. It is recommended that school health units (UKS) and youth information and counseling centers (PIK-R) be utilized to develop peer educators and conduct simulation-based educational programs to improve students’ skills and consistency in performing BSE.
Read More
S-12200
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fadilah Martiza Rafa; Pembimbing: Tiara Amelia; Penguji: Tri Krianto, Ainal Mardhiyyah
Abstrak: Rokok merupakan salah satu ancaman kesehatan masyarakat terbesar. Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) sebagai perlindungan masyarakat dari paparan asap rokok. Untuk mendukung implementasi kebijakan KTR di Kota Depok, Dinas Kesehatan Kota Depok berinovasi membentuk Program Kampung KTR. Keberhasilan adopsi program ini sangat dipengaruhi oleh persepsi keluarga sebagai bagian dari masyarakat terdampak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi keluarga terhadap Program Kampung KTR di RW 13 Kelurahan Cisalak ditinjau dari Karakteristik Inovasi pada Teori Difusi Inovasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain Rapid Assessment Procedure (RAP), melibatkan informan utama dari Keluarga Perokok dan Non Perokok, serta informan kunci seperti Ketua RW, Satgas KTR, dan Penanggung Jawab Program KTR UPTD Puskesmas Abadi Jaya. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, FGD, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik keuntungan relatif, kesesuaian, dan dapat diamati cenderung mendukung adopsi inovasi, sedangkan kerumitan dan dapat dicoba berpotensi menghambat. Secara keseluruhan, persepsi keluarga terhadap Program Kampung KTR di RW 13 Kelurahan Cisalak masih beragam. Persepsi keluarga dibentuk oleh pengalaman pribadi, keterlibatan dalam program, dan paparan terhadap hasil implementasi. Untuk memperkuat adopsi program secara menyeluruh, dibutuhkan strategi pelibatan warga yang lebih luas, komunikasi yang berkesinambungan, serta tahapan implementasi yang lebih inklusif dan partisipatif.
Smoking is one of the greatest threats to public health. The Indonesian Government has implemented the No-Smoking Area (Kawasan Tanpa Rokok) policy to protect the public from exposure to cigarette smoke. To support the implementation of this policy in Depok City, the Depok City Health Office initiated the Kampung KTR (No-Smoking Area Village) Program. The success of this program’s adoption is highly influenced by the perceptions of families as members of the affected community. This study aims to analyze family perceptions of the Kampung KTR Program in RW 13, Cisalak Subdistrict, based on the characteristics of innovations in Diffusion of Innovations Theory. This research employed a qualitative approach with a Rapid Assessment Procedure (RAP) design, involving primary informants from smoker and non-smoker families, as well as key informants such as the Neighbourhood Head, the KTR task force, and KTR Program Coordinator from Abadi Jaya Health Center. Data were collected through in-depth interviews, FGD, and observation. The results show that relative advantage, compatibility, and observability tend to support the adoption of innovation, while complexity and trialability potentially hinder it. Overall, family perceptions of the Kampung KTR Program in RW 13 remain varied. These perceptions are shaped by personal experience, involvement in the program, and exposure to the outcomes. To strengthen adoption, broader community engagement, continuous communication, and a more inclusive and participatory implementation strategy are needed.
Read More
S-11969
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Farenia Ramadhani; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Evi Martha, Hanny Harjulianti
Abstrak: Latar Belakang: Pelaksanaan program vaksinasi sebagai salah satu strategi preventif pengendalian virus COVID-19 memunculkan berbagai macam respon di masyarakat. Penerimaan vaksinasi COVID-19 dan faktor-faktor yang memengaruhinya sangat berdampak pada keberhasilan program. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerimaan vaksinasi COVID-19 pada mahasiswa Universitas Indonesia tahun 2022 berdasarkan teori health belief model. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah desain potong lintang dengan cara pengambilan data primer melalui survei online dengan sampel penelitian yaitu mahasiswa aktif program sarjana. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat untuk mengetahui hubungan antara variabel. Hasil: Dari 295 responden, terdapat 48,1% mahasiswa yang akan melakukan vaksinasi COVID-19. Penerimaan vaksinasi COVID-19 memiliki hubungan yang signifikan dengan pengetahuan, persepsi kerentanan, persepsi keparahan, persepsi hambatan, persepsi manfaat, persepsi kemampuan diri dan isyarat bertindak (p < 0,05). Kesimpulan: Penerimaan vaksinasi COVID-19 pada mahasiswa Universitas Indonesia masih rendah. Berbagai strategi yang efektif harus dilakukan untuk memicu niat mahasiswa melakukan vaksinasi COVID-19. Diperlukan kerjasama antara pemerintah dengan civitas academica melalui sosialisasi/kampanye aktif di kampus dan memaksimalkan chatbot whatsapp Kementerian Kesehatan untuk menguragi keragu-raguan melakukan vaksinasi COVID-19.
Background: COVID-19 vaccination program which known as prevention strategy to control the pandemic shows various response in society. The acceptance of COVID-19 vaccination and its influencing factors give a big impact for the success of the program. The study aims to analyze the acceptance of the COVID-19 vaccination among Universitas Indonesia students in 2022 based on health belief model theory. Methods: This study use a cross-sectional design with primary data through an online survey and the target population constituted undergraduate students. The data analyzed by univariate and bivariate to know the relation between variables. Results: From 295 respondents, about 48,1% intended to accept the vaccination. The acceptance of COVID-19 vaccination has a significant relation with knowledge, perceived susceptibility, perceived severity, perceived barriers, perceived benefits, perceived self efficacy and cues to action (p < 0,05). Conclusions: The acceptance of the COVID-19 vaccination was low among Universitas Indonesia students. Various effective strategies must be done to trigger the intention of COVID-19 vaccination. The cooperation between government and civitas academica through campaign is needed and maximize the use of chatbot whatsapp ministry of health to reduce COVID-19 vaccination hesitation. Keywords: COVID-19, Vaccine Acceptance, Health Belief Model Theory
Read More
S-11146
Depok : FKM-UI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anggraeni Puspasari; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Ascobat Gani, Setia Pranata, Indri Oktaria Sukmaputri
Abstrak:
Latar Belakang: COVID-19 menyebar secara global dengan cepat. Keadaan darurat kesehatan masyarakat yang serius dan memberikan risiko tinggi kematian terutama pada populasi lansia atau penderita yang mempunyai berbagai komorbid. Dengan besarnya penyebaran COVID-19 secara global dan adanya deklarasi oleh WHO sebagai pandemi darurat kesehatan masyarakat, maka timbul kebutuhan mendesak akan diagnosa yang cepat, vaksin, dan terapi COVID-19. Beberapa merk vaksin kemudian berhasil dikembangkan, namun, respon penerimaan akan melakukan vaksinasi belum banyak diketahui sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerimaan vaksinasi COVID-19 dengan pendekatan teori Health Belief Model pada masyarakat Indonesia. Metode: Menggunakan metode studi analitik dengan jenis penelitian cross sectional, dengan online survey yang disebar ke masyarakat luas yang kemudian di analisis univarit, bivariat dan multivariat hubungannya dengan penerimaan vaksin COVID-19 Hasil: Dari 472 responden diketahui ada 439 (93%) responden yang menyatakan akan melakukan vaksin apabila vaksin tersedia. Penerimaan vaksin COVID-19 di Indonesia memiliki hubungan yang signifikan dengan persepsi kerentanan (khawatir tertular COVID-19 dan tertulae COVID adalah hal yang mungkin) dengan nilai p = 0.028 dan p = 0.001, persepsi keparahan (COVID-19 menyebabkan komplikasi serius dan takut tertular COVID-19) dengan nilai p = 0.048 dan p = 0.040, persepsi manfaat (vaksinasi mengurangi kemungkinan infeksi/komplikasi dan mengurangi rasa khawatir) dengan nilai p =0.0005 untuk keduanya, persepsi hambatan (khawatir tidak manjur, kemampuan membayar, efek samping, dan kehalalan) dengan nilai p = 0.0005 untuk semua kecuali kemampuan membayar p = 0.032, dan informasi yang memadai dengan nilai p = 0.0005. Kesimpulan: Persepsi hambatan mengenai kekhawatiran tentang efek samping memiliki pengaruh paling besar dengan penerimaan vaksin COVID-19 di Indonesia (OR = 9.7). Diperlukan sosialisasi informasi mengenai efek samping vaksin dan manfaat yang dirasakan setelah vaksin. Diperlukan juga kerjasama dengan media dalam upaya peningkatan penerimaan vaksin COVID-19 di Indonesia

Background: COVID-19 is spreading globally rapidly. A serious public health emergency and a high risk of death, especially in the elderly population or those with multiple comorbidities. With the magnitude of the global spread of COVID-19 and the declaration by WHO as a public health emergency pandemic, there has been a need for rapid diagnosis, vaccines and therapies for COVID-19. Several vaccines have been successfully developed, however, the response to vaccination acceptance is not widely known, so this study aims to analyze the acceptance of COVID-19 vaccination using the Health Belief Model theory approach in Indonesian society. Methods: This study is an analytical study method that uses a cross sectional type of research, by conducting an online survey that is distributed to the wider community which is then analyzed by univariate, bivariate and multivariate analysis by receiving the COVID-19 vaccine as the dependent variable. Results: From 472 respondents, 439 (93%) stating they will take the vaccine if available. Acceptance of the COVID-19 vaccine in Indonesia has a significant relationship with susceptibility (worried about infected COVID-19 and infected COVID19 is possible) with p values = 0.028 and p = 0.001, perceived severity (COVID-19 causes serious complications and afraid of getting infected with COVID-19) with p value = 0.048 and p = 0.040, perceived benefits (vaccination reduces the likelihood of infection/complications and reduces worry) with p-value = 0.0005 for both, perceived barriers (worried about effectiveness, ability to pay, side effects , and halalness) with a value of p = 0.0005 for all except the ability to pay p = 0.032, and sufficient information with a value of p = 0.0005. Conclusion: The role of the HBM component is considered important in determining the acceptance of the COVID-19 vaccine in Indonesia. In terms of strength, perceived barriers regarding concerns about side effects had the most effect on the acceptance of the COVID-19 vaccine in Indonesia (OR = 9.7). It is necessary to promote information about the side effects of the vaccine and the perceived benefits of taking the vaccine. Cooperation with the media is also needed in an attempt to increase the acceptance of the COVID-19 vaccine in Indonesia
Read More
T-6196
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Irma Rahmayani; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Evi Martha, Siti Nur Anisah, Budiarti Setiyaningsih
Abstrak:
Tuberkulosis dan HIV merupakan isu kesehatan yang menjadi target tujuan pembangunan berkelanjutan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dunia untuk dapat diakhiri pada tahun 2030. Kaitan antara TBC dan HIV sangat erat, TBC merupakan penyebab kematian utama pada orang dengan HIV (ODHIV). Indonesia merupakan negara dengan kasus TBC nomor dua terbanyak didunia. Dengan 271 juta penduduk Indonesia diketahui 543.100 orang yang hidup dengan HIV dan diperkirakan 4.700 orang pasien TBC-HIV. Upaya pencegahan sangat diperlukan untuk mencegah risiko penularan tuberkulosis pada ODHIV, dengan pendekatan teori Health Belief Model (HBM) yang mengungkapkan persepsi seorang individu tentang penyakitnya akan mempengaruhi perilaku kesehatannya. Dengan diketahuinya kaitan persepsi ODHIV terhadap perilaku pencegahan tuberkulosis pada ODHIV diharapkan perilaku pencegahan tuberkulosis pada ODHIV dapat ditingkatkan dan berdampak pada penurunan kasus koinfeksi TBC-HIV. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif menggunakan desain studi kasus. Tujuan penelitian ini untuk menggali lebih dalam tentang persepsi perilaku pencegahan tuberkulosis pada ODHIV menggunakan komponen teori Health Belief Model (HBM). Hasil penelitian adalah perilaku pencegahan yang di lakukan ODHIV dalam pencegahan Tuberkulosis adalah pemeriksaan TBC, meminum Terapi pencegahan Tuberkulosis, memakai masker saat bepergian dan melakukan pola hidup sehat. Perilaku tersebut dipengaruhi persepsi kerentanan, persepsi bahaya/ kesakitan terhadap Tuberkulosis, persepsi manfaat dan hambatan untuk berperilaku tersebut, memiliki keyakinan dapat berperilaku tersebut, dan adanya isyarat untuk melakukannya dari petugas kesehatan, pendamping ODHIV, pasangan, dan teman sebaya.

Tuberculosis and HIV are health issues that are targeted by sustainable development goals to improve the welfare of the world community to end in 2030. The link between TB and HIV is very close, TB is the main cause of death in people living with HIV (PLWH). Indonesia is a country with the second most TB cases in the world. Of the 271 million population, there are 543,100 people living with HIV and an estimated 4,700 people with TB-HIV. Prevention efforts are urgently needed to prevent the risk of tuberculosis transmission in ODHIV, with the Health Belief Model (HBM) theoretical approach which reveals an individual's perception of his illness will affect his health behavior. By knowing the link between perceptions of ODHIV on tuberculosis prevention behavior in ODHIV, it is hoped that tuberculosis prevention behavior in ODHIV can be increased and have an impact on reducing cases of TB-HIV co-infection. This research is a qualitative using a case study design. The purpose of this study was to dig deeper into the perceptions of tuberculosis prevention behavior in ODHIV using the theory component of the Health Belief Model (HBM). The results of the study are preventive behaviors that are carried out by ODHIV in preventing tuberculosis, namely TB examinations, taking TB prevention therapy, wearing masks when traveling and adopting a healthy lifestyle. This behavior is influenced by perceptions of vulnerability, perceptions of danger/pain against tuberculosis, perceptions of benefits and barriers to this behavior, having beliefs about this behavior, and cues to do so from health workers, ODHIV companions, partners, and peers.
Read More
T-6756
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive