Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 34540 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Nurizka Deviani; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Evi Martha, Hanny Harjulianti
Abstrak: Penelitian ini merupakan studi kualitatif dengan metode Rapid Assessment Procedure dengan informan 10 orang lansia dan informan kunci 4 orang pendamping lansia dan 4 orang penanggung jawab program vaksinasi Covid-19 di Puskesmas yang bertujuan untuk mengetahui analisis determinan pemanfaatan layanan vaksinasi Covid- 19 pada Lansia di Kecamatan Astanaanyar Tahun 2021. Berdasarkan penelitian didapatkan hasil bahwa faktor yang paling berperan dalam pemanfaatan layanan vaksinasi Covid-19 pada lansia di Kecamatan Astanaanyar adalah faktor predisposisi (kepercayaan terhadap layanan) dan kebutuhan (persepsi mengenai penyakit dan kerentanan), daripada faktor pendukung (ketersediaan sumber daya keluarga, ketersediaan sumber daya pendukung layanan dan aksesibilitas).
Read More
S-10709
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eristida Natalia Kusuma Andayani; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Pujiyanto, Sarjono
S-6306
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fanny Mega Sari; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Agustin Kusumayati, Evi Martha, Weni Muniarti, Marion Siagian
Abstrak: Fenomena pernikahan dini di Indonesia mengalami peningkatan pada masa pandemi COVID-19, faktor keuangan yang menurun selama pandemi COVID-19 dan faktor bosan belajar daring telah mempengaruhi sebagian besar anak-anak di Indonesia. Indonesia termasuk rangking 37 di dunia dengan persentase tertinggi Pernikahan Dini, Di Indonesia Provinsi paling tinggi angka pernikahan dini adalah Provinsi Kalimantan Selatan 12,52 persen, sedangkan pada posisi kedua berasal dari Provinsi Jawa Barat 11,48 persen.Penelitian yang dilakukan dengan metode Kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. dengan pendekatan Theory Of Reosened Action. Pernikahan dini yang terjadi pada perempuan di desa Cibaregbeg keseluruhan informan memiliki niat yang kuat untuk melakukan pernikahan dini,itu didasari dengan pemahaman seperti alasan tidak ingin membebankan orang tua,faktor pendidikan, faktor budaya, faktor pergaulan bebas dan bahkan memang ada faktor dari anak itu sendiri untuk menikah. Berpijak pada temuan tersebut, maka dirumuskan salah satu yang dapat memberikan tambahan kepada berbagai pihak, Penundaan usia pernikahan dikalangan remaja harus lah ditangani secara bersama. Pernikahan hendaklah memperhatikan faktor usia karena usia sangat berpengaruh terhadap kematangan fisik, non fisik seperti pola pikir. Umur sangat penting dalam menjalankan sebuah hubungan keluarga, karena seiring dengan bertambahnya umur seseorang maka pola pikirnya juga akan bertambah dan berubah
The phenomenon of early marriage in Indonesia has increased during the COVID-19 pandemic, the declining financial factor during the COVID-19 pandemic, and the boredom factor of online learning have affected most children in Indonesia. Indonesia is ranked 37th in the world with the highest percentage of Early Marriage, In Indonesia, the province with the highest early marriage rate in South Kalimantan Province 12.52 percent, while a second place comes from West Java Province 11.48 percent. The research was conducted using Qualitative methods with a case study research design. with the Theory Of Reasoned Action approach. The early marriage that occurs in women in Cibaregbeg village, all informants have a strong intention to marry early, it is based on understanding such as reasons for not wanting to burden parents, educational factors, cultural factors, promiscuity factors, and even there are factors from the child himself to get married. Based on these findings, one that can provide additions to various parties is formulated, the delay in the age of marriage among adolescents must be handled together. Marriage should pay attention to the age factor because age greatly affects physical, and non-physical maturity such as mindset. Age is very important in running a family relationship because as a person gets older, his mindset will also increase and change
Read More
T-7267
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maylan Wulandari; Pembimbing: Krisnawati Bantas, Yovsyah; Penguji: Mieke Savitri, Wira Hartiti, Ning Sulistiyowati
Abstrak: ABSTRAK Tingginya presentase keluhan kesehatan pada lansia di Indonesia pada tahun 2014 yaitu 52,67%. Hal tersebut menunjukkan bahwa keluhan kesehatan di Indonesia masih merupakan masalah kesehatan masyarakat. Adanya penurunan fungsi berbagai sistem organ pada lansia dan akibat dari faktor lain memperburuk keluhan kesehatan pada lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan kesehatan pada lansia di Indonesia tahun 2015. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis lanjut data sekunder Susenas Kor 2015. Desain studi yang digunakan adalah cross sectional dengan jumlah sampel 94.326 lansia. Sampel diambil secara total sampling. Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui lansia yang mengalami keluhan kesehatan sebesar 46.202 lansia (49%). Faktor yang berhubungan dengan kejadian keluhan kesehatan pada lansia yaitu usia ≥ 80 tahun (POR=1,17), usia 70-79 tahun (POR=1,18); jenis kelamin perempuan (POR=0,82), status perkawinan hidup tanpa pasangan (POR=1,08); pendidikan tidak pernah bersekolah/tidak tamat SD (POR=1,68), pendidikan rendah (POR=1,41), pendidikan sedang (POR=1,12); sudah tidak bekerja (POR=1,38); daerah tempat tinggal perdesaan (POR=1,04); merokok (POR=0,89) dan memiliki jaminan kesehatan (POR=1,24). Status ekonomi tidak berhubungan dengan terjadinya keluhan kesehatan pada lansia. Nilai EF% tertinggi pada faktor pendidikan (tidak pernah sekolah atau tidak tamat SD 38,56% dan berpendidikan rendah 26,78%) dan faktor pekerjaan (sudah tidak bekerja 14,78%). Sedangkan nilai PF% tertinggi pada faktor pendidikan (tidak pernah sekolah atau tidak tamat SD 59,65% dan berpendidikan rendah 35,02%) dan faktor pekerjaan (sudah tidak bekerja 14,38%). Kata kunci : keluhan kesehatan, lansia, penuaan, susenas The high percentage of health complaints in Indonesian elderly in 2014 is 52.67%. This shown that health complaints in Indonesia still be a public health problem. Decreased of multiple organ systems in the elderly and the consequences of other factors maked health complaints increased in the Indonesian elderly. The purpose of this study was to determine the factors associated with health complaints in the Indonesian elderly viii Universitas Indonesia in 2015. This study was analyze the secondary data of Susenas Kor 2015. This study used a cross sectional design with 94,326 sample. Samples were taken in total sampling. The result showed that 46,202 elderly (49%) the elderly had health complaints. Factors associated with the incidence of health complaints in the elderly are age ≥ 80 years (POR = 1.17), age 70-79 years (POR = 1.18); sex female (POR = 0.82), life without spouse (POR = 1.08); education never attended school / did not complete primary school (POR = 1.68), low education (POR = 1.41), medium education (POR = 1.12); is not working (POR = 1.38); rural area (POR = 1.04); smoking (POR = 0.89) and have health insurance (POR = 1.24). Economic status is not related to the occurrence of health complaints in the elderly. The highest EF% were education factor (never attended school or did not complete elementary school 38.56% and low educated 26.78%) and work factor (not working 14.78%). While the highest PF% were education factor (never attended school or did not complete primary school 59.65% and low education 35.02%) and work factors (already not working 14.38%). Key words : health complaints, elderly, ageing, susenas
Read More
T-5415
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rizki Yulia; Pembimbing: Ahmad Syafiq, Rita Damayanti; Penguji: Dien Anshari, Eti Rohati, Muhammad Yusuf
Abstrak: Pandemi COVID-19 yang terjadi meningkatkan potensi terjadinya kecemasan pada ibu hamil. Kecemasan dapat memberi dampak negatif pada ibu dan bayi pada aspek fisiologis dan psikologis bahkan memberikan dampak hingga setelah persalinan meliputi baby blues syndrome, depresi postpartum hingga psikosis pasca melahirkan. Tujuan penelitian yaitu mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kecemasan ibu hamil pada masa pandemi COVID-19 di Kota Depok. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional yang dilaksanakan pada bulan Desember 2021. Variabel penelitian meliputi variabel independen yaitu faktor paparan media, dukungan sosial, status ekonomi dan variabel dependen yaitu kecemasan kehamilan. Pengumpulan data dilakukan secara online menggunakan Google Formulir yang disebarkan melalui media sosial berupa WhatsApp, Instagram dan YouTube. Pengumpulan sampel menggunakan teknik nonprobability sampling dengan jumlah sampel sebanyak 211 responsden. Analisis bivariat menggunakan uji Kai kuadrat dan analisis multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian didapatkan 54,0% responsden mengalami kecemasan dan faktor yang berhubungan dengan kecemasan ibu hamil pada masa pandemi COVID-19 adalah paparan media (p value = 0,0005). Ibu hamil yang selalu terpapar media berpeluang mengalami kecemasan sebesar 0,2 kali dibandingkan ibu hamil yang terkadang terpapar media. Kesimpulan penelitian adalah faktor dukungan sosial dan status ekonomi tidak berhubungan dengan kecemasan ibu hamil sedangkan faktor paparan media berhubungan dengan kecemasan ibu hamil
Read More
T-6353
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Farenia Ramadhani; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Evi Martha, Hanny Harjulianti
Abstrak: Latar Belakang: Pelaksanaan program vaksinasi sebagai salah satu strategi preventif pengendalian virus COVID-19 memunculkan berbagai macam respon di masyarakat. Penerimaan vaksinasi COVID-19 dan faktor-faktor yang memengaruhinya sangat berdampak pada keberhasilan program. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerimaan vaksinasi COVID-19 pada mahasiswa Universitas Indonesia tahun 2022 berdasarkan teori health belief model. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah desain potong lintang dengan cara pengambilan data primer melalui survei online dengan sampel penelitian yaitu mahasiswa aktif program sarjana. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat untuk mengetahui hubungan antara variabel. Hasil: Dari 295 responden, terdapat 48,1% mahasiswa yang akan melakukan vaksinasi COVID-19. Penerimaan vaksinasi COVID-19 memiliki hubungan yang signifikan dengan pengetahuan, persepsi kerentanan, persepsi keparahan, persepsi hambatan, persepsi manfaat, persepsi kemampuan diri dan isyarat bertindak (p < 0,05). Kesimpulan: Penerimaan vaksinasi COVID-19 pada mahasiswa Universitas Indonesia masih rendah. Berbagai strategi yang efektif harus dilakukan untuk memicu niat mahasiswa melakukan vaksinasi COVID-19. Diperlukan kerjasama antara pemerintah dengan civitas academica melalui sosialisasi/kampanye aktif di kampus dan memaksimalkan chatbot whatsapp Kementerian Kesehatan untuk menguragi keragu-raguan melakukan vaksinasi COVID-19.
Background: COVID-19 vaccination program which known as prevention strategy to control the pandemic shows various response in society. The acceptance of COVID-19 vaccination and its influencing factors give a big impact for the success of the program. The study aims to analyze the acceptance of the COVID-19 vaccination among Universitas Indonesia students in 2022 based on health belief model theory. Methods: This study use a cross-sectional design with primary data through an online survey and the target population constituted undergraduate students. The data analyzed by univariate and bivariate to know the relation between variables. Results: From 295 respondents, about 48,1% intended to accept the vaccination. The acceptance of COVID-19 vaccination has a significant relation with knowledge, perceived susceptibility, perceived severity, perceived barriers, perceived benefits, perceived self efficacy and cues to action (p < 0,05). Conclusions: The acceptance of the COVID-19 vaccination was low among Universitas Indonesia students. Various effective strategies must be done to trigger the intention of COVID-19 vaccination. The cooperation between government and civitas academica through campaign is needed and maximize the use of chatbot whatsapp ministry of health to reduce COVID-19 vaccination hesitation. Keywords: COVID-19, Vaccine Acceptance, Health Belief Model Theory
Read More
S-11146
Depok : FKM-UI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Citra Amelia; Pembimbing: Besral; Penguji: Milla Herdayati, Sudijanto Kamso, Vevie Herawati
Abstrak: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional. Lokasi penelitian di SMA Kecamatan Jatiasih Kota Bekasi dengan sampel 180 responden yang dipilih melalui simple random sampling. Tujuan penelitian adalah mengetahui determinan yang berpengaruh dan paling dominan terhadap perilaku seksual pranikah remaja.

Hasil penelitian menunjukkan adanya 34,4% remaja memiliki perilaku seksual pranikah dengan risiko tinggi yang diantaranya sekitar 33,9% telah melakukan cium bibir, 16,1% cium leher sampai dada, 13,3% meraba area sensitif, 7,2% menempelkan alat kelamin, dan 5,6% melakukan hubungan seksual. Variabel yang paling dominan adalah peran teman sebaya, dimana remaja yang memiliki peran teman sebaya tinggi memiliki peluang 4,6 kali lebih tinggi untuk melakukan perilaku seks pranikah berisiko tinggi dibandingkan dengan responden yang memiliki peran teman sebaya rendah setelah dikontrol variabel pengetahuan, sikap, dan keterpaparan media pornografi.

Kata kunci : perilaku seksual; seksual pranikah; remaja

This research was conducted by using quantitative method and data analysis was based on cross sectional design. The location of this research was is Senior High School in Jatiasih Bekasi with 180 samples that was selected through simple random sampling. The objectives of this study were to find out the relationship between the determinants with the premarital sexual behavior of adolescents and to find out the dominant variable of premarital sexual behavior of adolescents.

The results showed that 34,4% of adolescents had high risk premarital sexual behavior, of which about 33,9% had kissed the lips, 16,1% kissed the neck to the chest, 13,3% touched sensitive area, 7,2% had petting, and 5,6% had sexual intercourse. The most dominant variable is the role of peer group, where adolescents with high role of peer group have 4.6 times higher for having high risk premarital sexual behavior than adolescents who have low role of peer group after controlled by variables of knowledge, attitude, and exposure of pornographic media .

Keywords: Adolescents; Premarital Sexuality; Sexual Behavior
Read More
T-5414
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Rapingah; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Kusharisupeni, Salimar, Iwan Halwani
T-4376
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sri Mulyati; Pembimbing: Evi Martha, R. Sutiawan; Penguji: Mieke Savitri, Sri Pinantari, Indra Supradewi
Abstrak: Abstrak
Setelah dilaksanakan Program Jampersal cakupan linakes Puskesmas Cipaku tahun 2012 sebesar 76,8%, dibawah cakupan Dinkes Kota Bogor 88,8%, rujukkan resiko tinggi sebanyak 90,9%. KB pasca salin pengguna Jampersal hanya 7%. Penelitian bertujuan mengidentifikasi determinan pemanfaatan Jampersal. Jenis penelitian cross sectional, Informasi melalui wawancara kepada 145 responden. Hasilnya pengetahuan, sikap ,dukungan keluarga, dukungan tenaga kesehatan berhubungan dengan pemanfaatan Jampersal, dukungan keluarga determinan dominan terhadap pemanfaatan Jampersal (Pv=0,000 OR=12,048 95% CI (4,568-31,777). Disarankan Dinkes mengajak BPS meningkatkan partisipasinya mendukung Jampersal, peningkatan keterampilan bidan dalam konseling KB. Sosialisasi melalui ANC dan kelas ibu. Dukungan keluarga dibutuhkan dalam mempersiapkan administrasi dan mendampingi saat pemeriksaan. 
Once implemented birth assisted by skilled health personnel in Health Center Program Cipaku Jampersal coverage in 2012 of 76.8%, under the scope of Bogor City Health Office 88.8%, referral high risk as much as 90.9% higher. KB post partum beneficiaries Jampersal only 7%. The research aims to identify the determinants of utilization Jampersal. Type of cross-sectional studies, information obtained through interviews with 145 respondents. Results of the study of knowledge, attitude, family support, health support personnel associated with the use of Jampersal, family support dominant determinant of the utilization Jampersal (Pv = 0.000 OR = 12.048 95% CI (4.568 to 31.777). Suggested Health Office invites privately practicing midwives increase participation Jampersal support, skills midwives in family planning counseling. midwives are expected to socialize through the ANC and the ?kelas ibu?. Needed family support and assist the administration in preparing for the hearing.
Read More
T-3794
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Betty Oktaviana; Pembimbing: Helda, Krisnawati Bantas; Penguji: Wisnu Trianggono, Ning Sulistiyowati
Abstrak: Kehamilan dan persalinan merupakan proses alamiah, namun ibu mungkinmenghadapi penyulit. Kematian ibu bisa menjadi hasil akhirnya bila tidak tertanganidengan baik. Hal ini dapat dicegah apabila pelayanan antenatal dilakukan secara rutin danterpadu yang melibatkan suami, sehingga kesehatan ibu terpantau serta persiapanpersalinan dan pencegahan komplikasi dijalankan. Pemerintah telah mengupayakanpelayanan kesehatan ibu, namun belum dimanfaatkan optimal, berdasarkan hasil cakupanpelayanan kehamilan dan persalinan yang belum memenuhi target Renstra KementerianKesehatan 2010-2014. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubunganpartisipasi suami dengan pemanfaatan layanan kunjungan antenatal di Indonesia.Penelitian dengan pendekatan cross sectional, menggunakan data SDKI 2012.WUS yang melahirkan anak lahir hidup satu tahun sebelum survei menjadi populasi.Besar sampel 504 responden. Partisipasi suami dalam masa kehamilan diukurberdasarkan pendampingan suami saat kunjungan antenatal, diskusi tentang kehamilan,dan persiapan persalinan serta pencegahan komplikasi. Sedangkan kunjungan antenataldidasarkan atas jadual kunjungan rekomendasi WHO. Data dianalisis menggunakan ujiregresi logistik.Pemanfaatan layanan kunjungan antenatal lengkap sesuai jadwal rekomendasiminimal (1-1-2) di Indonesia Tahun 2012 75,8% dan partisipasi suami tergolong tinggisebesar 94,8%. Hasil uji regresi logistik menunjukkan ibu dengan suami yangberpartisipasi tinggi, berpeluang 2,29 kali untuk melakukan kunjungan antenatal lengkap(95% CI 0,997-5,267) dibanding ibu dengan suami berpartisipasi rendah setelah dikontrolpendidikan ibu. Namun, secara statistik tidak ada hubungan signifikan antara partisipasisuami dengan pemanfaatan layanan kunjungan antenatal di Indonesia.Pendidikan ibu merupakan determinan pemanfaatan layanan kunjungan antenataldan berhubungan dengan partisipasi suami dalam masa kehamilan di Indonesia.Diseminasi pengetahuan yang tepat sesuai karakteristik serta upaya untukmengoptimalkan partisipasi suami diperlukan untuk mencapai target pemanfaatanlayanan kunjungan antenatal di Indonesia.Kata kunci : Partisipasi suami, kunjungan antenatal, pendidikan ibu, Indonesia.
Read More
T-5395
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive