Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 37077 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Sabila Ainaya Agrenanda; Pembimbing: Endang L. Achadi; Penguji: Trini Sudiarti, Tiara Luthfie
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis hubungan suplementasi zat besi pada ibu selama kehamilan terhadap berat badan lahir bayi. Faktor risiko lain seperti usia ibu, tingkar pendidikan ibu, status pekerjaan ibu, status sosial ekonomi, status pernikahan, paritas, jarak kelahiran, riwayat kehamilan buruk, komplikasi kehamilan, kehamilan kembar, perilaku merokok, frekuensi dan kualitas pelayanan antenatal serta faktor risiko BBLR paling dominan juga akan dianalisis dalam penelitian ini. Penelitian menggunakan pendekatan cross sectional dengan menganalisis data sekunder SDKI 2017. Hubungan suplementasi zat besi dan faktor risiko lain terhadap BBLR dianalisis melalui analisis chi- square dan regresi logistik berganda. Sebanyak 7,6% bayi mengalami BBLR saat lahir dan 44,6% ibu mengonsumsi minimal 90 suplemen zat besi selama kehamilan.
Read More
S-10824
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tita Ristiani; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Ahmad Syafiq, Ade Saprudin, Cecep Heriana
Abstrak: Berat lahir merupakan ukuran antropometri yang terpenting dan paling sering dijadikan indikator ukuran pertumbuhan bayi. Bayi yang memiliki berat lahir kurang dari 2500 gram, mengindikasikan adanya gangguan kesehatan dan gizi ibu ketika hamil, yang dapat meningkatkan risiko morbiditas dan mortalitas bayi dan berkaitan dengan risiko terjadinya penyakit degeneratif ketika usia dewasa. Penelitian ini memakai desain cross sectional, menggunakan data rekam medis ibu hamil yang melahirkan di UPTD Puskesmas Mandirancan periode Januari sampai dengan Desember 2016 yang berjumlah 397 rekam medis. Hasil uji statistik regresi linier ganda menyatakan bahwa IMT awal kehamilan, pertambahan BB ibu hamil, kadar Hb, dan Lila berhubungan signifikan dengan berat lahir bayi. Faktor yang paling dominan mempengaruhi berat lahir adalah faktor IMT awal kehamilan (β=0,573) setelah dikontrol oleh variabel pertambahan BB ibu hamil, kadar Hb, dan Lila. Disarankan agar puskesmas memberikan informasi kepada ibu hamil dan ibu yang akan merencanakan kehamilan, mengenai pentingnya IMT awal kehamilan, pertambahan BB ibu hamil, kadar Hb, dan Lila yang sesuai rekomendasi untuk mencapai berat lahir yang normal.
Kata Kunci : IMT awal kehamilan; pertambahan berat badan ibu hamil;berat lahir

Birth weight is the most important anthropometric measure and is most often used as an indicator of infant growth. Babies with a birth weight of less than 2500 grams indicate a maternal health and nutritional disorder when pregnant, which may increase the risk of infant morbidity and mortality and are associated with the risk of degenerative diseases in adulthood. This study used cross sectional design, using maternity medical record data that gave birth at UPTD Puskesmas Mandirancan from January to December 2016 which amounted to 397 medical records. The result of double linear regression statistic test stated that early pregnancy BMI, maternal weight of pregnant mother, Hb, and Lila were significantly correlated with infant birth weight. The most dominant factor influencing birth weight was early pregnancy IMT factor (β = 0,573) after controlled by weight variable of pregnant mother, Hb level, and Lila. It is recommended that the puskesmas provide information to pregnant women and mothers who will plan for pregnancy, on the importance of early pregnancy IMT, maternal fatigue, Hb, and Lila levels as recommended to achieve normal birth weight.
Key words : Body Mass Index of early pregnancy; Maternal weight gain, birth weight
Read More
T-4993
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Novita Arie Setiawati; Pembimbing: Diah Mulyawati Utari; Penguji: Kusharisupeni, Sandra Fikawati, Agus Triwinarto, Lukas C. Hernawan
Abstrak: Prevalensi kejadian BBLR di Indonesia berdasarkan Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 sebesar 10.2% dengan proporsi BBLR di daerah perkotaan dan perdesaan sebesar 9.4% dan 11.2%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor dominan terhadap kejadian BBLR di daerah perkotaan dan perdesaan di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional dengan menggunakan data sekunder Survei Demografi dan Kesehatan (SDKI) tahun 2017. Responden dalam penelitian ini sebanyak 11.188 WUS yang terbagi menjadi 5.852 di daerah perkotaan dan 5.336 di daerah perdesaan. Hasil penelitian di Indonesia menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara tingkat pendidikan responden (p = 0.000; OR = 1.471; 95% CI = 1.252-1.730), frekuensi pemeriksaan kehamilan (p = 0.000; OR = 1.713; 95% CI = 1.317-2.229), usia kehamilan saat pertama kali pemeriksaan (p = 0.026; OR = 1.246; 95% CI = 1.031-1.505), dan jumlah konsumsi TTD (p = 0.000; OR = 1.312; 95% CI = 1.131-1.621) dengan BBLR. Sedangkan di perkotaan, faktor yang berhubungan dengan BBLR adalah paritas (p = 0.039; OR = 1.258; 95% CI = 1.018-1.555), tingkat pendidikan responden (p = 0.001; OR = 1.542; 95% CI = 1.199-1.983)  dan jumlah konsumsi TTD (p = 0.020; OR = 1.283; 95% CI = 1.044-1.576), dan di perdesaan adalah tingkat pendidikan responden (p = 0.002; OR = 1.423; 95% CI = 1.145-1.769), frekuensi pemeriksaan kehamilan (p = 0.000; OR = 1.878; 95% CI = 1.345-2.622), tempat pemeriksaan kehamilan (p = 0.037; OR = 0.781; 95% CI = 0.622-0.980), dan jumlah konsumsi TTD (p = 0.010; OR = 1.336; 95% CI = 1.075-1.660). Faktor yang paling dominan terhadap kejadian BBLR di Indonesia dan perdesaan adalah frekuensi pemeriksaan kehamilan, sedangkan di perkotaan adalah tingkat pendidikan responden. Berdasarkan hasil penelitian ini, diharapkan dilakukan sosialisasi dan edukasi terkait kehamilan seperti pemeriksaan kehamilan secara teratur, meningkatkan tingkat pendidikan formal WUS, dan konsumsi TTD secara teratur.

The prevalence of LBW in Indonesia based on the 2013 Basic Health Research was 10.2% with the proportion of LBW in urban and rural areas 9.4% and 11.2%. This study aims to analyze the dominant factors on LBW occurrence in urban and rural areas in Indonesia. This study is a cross-sectional study using secondary data from the Demographic and Health Survey (IDHS) in 2017. Respondents in this study were 11,188 woman of childbearing age divided into 5,852 in urban areas and 5,336 in rural areas. The results of research in Indonesia showed a significant relationship between respondent’s education level (p = 0,000; OR = 1,471; 95% CI = 1,252-1,730), the frequency of antenatal care (p = 0,000; OR = 1,713; 95% CI = 1,317-2,229 ), gestational age at first examination (p = 0.026; OR = 1,246; 95% CI = 1,031-1,505), and total iron tablet consumption (p = 0,000; OR = 1,312; 95% CI = 1,131-1,621) with LBW. While in urban areas, factors related to LBW are parity (p = 0.039; OR = 1,258; 95% CI = 1,018-1,555), respondent’s education level (p = 0.001; OR = 1,542; 95% CI = 1,199-1,983) and total iron tablet consumption (p = 0.020; OR = 1,283; 95% CI = 1,044-1,576), and in rural areas is respondent’s education level (p = 0.002; OR = 1,423; 95% CI = 1,145-1,769), the frequency of antenatal care ( p = 0,000; OR = 1,878; 95% CI = 1,345-2,622), place of antenatal care (p = 0.037; OR = 0.781; 95% CI = 0.622-0.980), and total iron tablet consumption (p = 0.010; OR = 1.336 95% CI = 1,075-1,660). The most dominant factor for LBW occurrence in Indonesia and rural areas is the frequency of antenatal care, while in urban areas is the education level of respondents. Based on the results of this study, it is expected that socialization and education related to pregnancy such as regular pregnancy checks, increasing formal education level of woman of childbearing age, and regular consumption of TTD.
Read More
T-5811
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dwi Wahyuni; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Ahmad Syafiq, Kusharisupeni Djokosujono, Anies Irawati, Susianto
T-3318
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Olivia Putri Tianto; Pembimbing: Siti Arifah Pujonarti; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Endang L. Achadi
Abstrak: Data UNICEF menunjukan bahwa prevalensi Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di Indonesia belum mengalami penurunan yang signifikan selama satu setengah dekade [2000 (11,2%) ? 2015 (10%)]. Indonesia berada diurutan ke sembilan di dunia dengan kejadian BBLR terbanyak. Kemudian, bayi yang lahir dengan berat <2500 gram (BBLR) berisiko lebih tinggi mengalami kematian usia dini, pertumbuhan dan perkembangan yang terhambat, IQ rendah, dan penyakit tidak menular. Salah satu penyebab BBLR adalah anemia yang mana diketahui kekurangan zat besi menjadi salah satu faktor resikonya. Kekurangan zat besi pada ibu hamil dapat dicegah dengan mengonsumsi tablet tambah darah (TTD) selama kehamilan sesuai anjuran (≥90 tablet). Namun, ibu hamil di Indonesia yang mengonsumsi TTD sesuai anjuran masih tergolong rendah (38%). Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsumsi TTD pada ibu selama kehamilan terhadap BBLR. Desain studi yang digunakan adalah cross-sectional dengan menganalisis data Riset Kesehatan Dasar tahun 2018. Analisis chi square untuk mengetahui hubungan antara exposure (konsumsi TTD) dan outcome (BBLR) serta variabel lain yang diikutkan dalam penelitian ini. Konsumsi TTD sebagai determinan, dan variabel independen lainnya adalah komplikasi kehamilan, usia gestasi, paritas, riwayat hipertensi, keinginan memiliki anak, usia kehamilan saat K1, frekuensi ANC, umur ibu saat kehamilan, tingkat pendidikan, status pekerjaan, wilayah tempat tinggal, dan kebiasaan merokok. Ada hubungan signifikan antara konsumsi TTD ibu selama kehamilan dengan kejadian BBLR. Ibu yang tidak mengonsumi TTD minimal ≥90 tablet berisiko 1,12 kali lebih besar untuk melahirkan BBLR (95% CI: 1,02-1,2). Faktor lain yang berhubungan secara signifikan dengan BBLR adalah komplikasi kehamilan, usia gestasi, paritas, riwayat hipertensi, keinginan memiliki anak, frekuensi antenatal care, umur ibu, tingkat pendidikan ibu, status pekerjaan, wilayah tempat tinggal, dan kebiasaan merokok. Diharapkan selama kehamilan ibu rutin mengonsumsi TTD 1 tablet setiap hari minimal 90 tablet, dan rutin melakukan pemeriksaaan kehamilan untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan bayi sehingga mencegah kejadian BBLR.
UNICEF data shows that the prevalence of Low Birth Weight (LBW) in Indonesia has not decreased significantly for a decade and a half [2000 (11.2%) ? 2015 (10%)]. Indonesia is ranked ninth in the world with the highest incidence of LBW. Then, babies born weighing <2500 grams (LBW) are at higher risk of premature death, stunted growth and development, low IQ, and non-communicable diseases. One of the causes of LBW is anemia where iron deficiency is known to be a risk factor. Iron deficiency in pregnant women can be avoided by taking blood-added tablets (TTD) as long as recommended (≥90 tablets). However, pregnant women in Indonesia who consume iron tablets as recommended are still low (38%). Therefore, this study aims to determine the relationship between maternal consumption of iron tablets during pregnancy and low birth weight. The study design used was cross-sectional by analyzing the 2018 Basic Health Research data. Chi-square analysis was used to determine the relationship between exposure (TTD consumption) and outcome (LBW) as well as other variables included in this study. TTD consumption as a determinant and other independent variables are pregnancy complications, gestational age, parity, history of hypertension, desire to have children, gestational age at K1, frequency of ANC, maternal age at pregnancy, education level, employment status, area of residence, and smoking habits. There is a significant relationship between maternal TTD consumption during pregnancy and the incidence of LBW. Mothers who did not take TTD at least 90 tablets had a 1.12 times greater risk of giving birth to LBW (95% CI: 1.02-1.2). Other factors that were significantly associated with LBW were pregnancy complications, gestational age, parity, history of hypertension, desire to have children, frequency of antenatal care, maternal age, maternal education level, employment status, area of residence, and smoking habits. It is expected that during pregnancy the mother routinely consumes 1 tablet of TTD every day at least 90 tablets, and routinely conducts pregnancy checks to unite the growth and development of the baby to prevent the incidence of LBW.
Read More
S-11058
Depok : FKM-UI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Khaula Karima; Pembimbing: Endang L. Achadi; Penguji: Sandra Fikawati, Anies Irawati
S-7143
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Chuzaemah; Pembimbing: Trini Sudiarti; Penguji: Endang Laksminingsih, Fatmah, Itje Aisah, Eti Rohati
Abstrak: Anemia merupakan salah satu masalah gizi, yang perlu mendapat perhatian khusus. Remaja putri termasuk golongan yang rawan menderita anemia karena mengalami mensturasi setiap bulan dan sedang dalam masa petumbuhan. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan efektifitas suplementasi TTD program lama dan baru Kemenkes terhadap perubahan kadar hemoglobin siswi anemia di Kabupaten Bengkulu Utara. Rancangan penelitian randomized control group pretest dan postest. Subyek penelitian dikelompokkan menjadi 2 kelompok perlakuan yaitu kelompok A (19 siswi) diberi suplementasi program lama (satu tablet per minggu dan satu tablet selama haid) dan kelompok B (19 siswi) diberi suplementasi program baru (satu tablet per minggu). Pemberian suplementasi TTD diminum di depan peneliti diberikan selama 8 minggu. Data asupan zat gizi diperoleh dengan kuesioner food recall, lama haid, lama menarche, kebiasaan minum teh atau kopi, pengetahuan tentang anemia dan TTD diperoleh melalui kuesioner berstruktur, kadar Hb awal dan akhir dengan cyanmethemoglobin. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan efektifitas perubahan kadar Hb pada kedua kelompok intervensi (p=0.402) dan tidak ada hubungan bermakna antara variabel internal dan eksternal terhadap perubahan kadar hemoglobin siswi kecuali Hb awal (p=0.001) dengan rata-rata perubahan Hb siswi kelompok A sebesar 1.77 g/dl sedangkan kelompok B sebesar 1.44 g/dl. Kata kunci : zat besi , suplementasi, perubahan hemoglobin, anemia, remaja putri Anemia is one of the nutritional problems, which needs to be highly concerned. Adolescent girls are included to a group which is susceptible to anaemia because of their monthly menstruation and gowth periods. This study aims to investigate difference effectiveness between old and new programs of the ministry iron supplementation in changes hemoglobin level among anemic students in Kabupaten Bengkulu Utara. Design of this study is randomized control group pretest dan posttest.Subjects were randomized into two groups, group A (19 subjects) old program supplementation ( once per week and once per day in menstrual period) and group (B) new program supplementation (once per week). Supplementation of iron tablet was given for a consecutive 8 weeks. Nutrient intake obtained with the food recall questionnaire, days menstruation, menarche, drinking tea or kopi , knowledge anemia and iron tablet through structured questionnaire and level of hemoglobin by cymenthemoglobin. The study shows no difference found in the change of hemoglobin level of the two groups (p=0.402) and internal and external variable were not significantly in the change of hemoglobin level except early hemoglobin with mean hemoglobin change in old program supplementation was 1.77 g/dl while in new program supplementation the change was 1.44 g/dl. Keyword : iron, supplementation, change of hemoglobin level, anemia, adolescent girls
Read More
T-5039
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Irma Nursyarifah; Pembimbing : Kusharisupeni Djokosujono; Penguji: Endang Laksminingsih Achadi, Diah Mulyawati Utari, Nani Dharmasetiawani, Yani Suryani
Abstrak:

ABSTRAK

Berat lahir bayi digunakan sebagai salah satu indikator untuk memprediksi pertumbuhan dan ketahanan hidup bayi disamping status gizi dan kesehatan bayi. Bayi dengan berat lahir rendah (BBLR) adalah berat lahir kurang dari 2500 gram dengan mengabaikan usia kehamilan. Berbagai penelitian membuktikan terdapat banyak faktor yang mempengaruhi berat lahir, khususnya status gizi ibu. Tujuan dari penelitian yang dilakukan secara potong lintang ini adalah untuk mengetahui apakah Lingkar lengan Atas (LILA) merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan berat lahir pada ibu hamil usia remaja dengan menggunakan indikator status gizi lain (Berat Badan sebelum Hamil, Pertambahan Berat Badan selama Hamil, Tinggi Badan), gynecological age, frekuensi antenatal care, tingkat pendidikan dan asupan gizi sebagai prediktor. Penelitian dilakukan pada 94 ibu hamil usia remaja dengan rata-rata usia 18,01±1,12 tahun. Berat lahir, status gizi, frekuensi antenatal care, tingkat pendidikan diperoleh dari rekam medis (kohort Ibu dan buku kunjungan KIA), gynecological age diketahui melalui pengisian kuesioner, dan asupan gizi dihitung dengan menggunakan metode Food Frequency Questionaire (FFQ). Terdapat hubungan yang bermakna antara LILA, Berat Badan sebelum Hamil dan gynecological age dengan berat lahir bayi. Hasil uji statistik menyatakan bahwa LILA merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan berat lahir setelah dikontrol variabel Berat Badan sebelum Hamil, Pertambahan Berat Badan selama Hamil, gynecological age, frekuensi antenatal care, asupan energi total dan asupan zat besi. Untuk meningkatkan outcome kehamilan pada remaja, Puskesmas, Sekolah, BKKBN, LSM direkomendasikan untuk mengimplementasikan program peer group yang kegiatannya melibatkan keluarga dan berfokus pada pengendalian dan dukungan pada ibu hamil remaja, peningkatan status gizi, dan promosi asupan yang bergizi seimbang.


ABSTRACT

Baby birth weight was used as one of indicator for predicting baby?s growth and life?s survival beside of baby?s nutrient and health status. Low birth weight baby means a baby who have birth weight less than 2500 gram by ignoring pregnancy age. Some researchs proved that many factors affecting birth weight, mother?s nutrient status in particular. This study aim to understand whether upper arm circumference is the dominant factor which related with baby?s birth weight of teenage pregnant mother by using other nutrient status indicator (body weight before pregnancy, weight increase during pregnancy, body height), gynecological age, antenatal care frequency, education level and nutrients intake as predictor. Study design is cross sectional with 94 teenage pregnant mother. The mean of age was 18,01±1,12 years. Birth weight, nutrient status, antenatal care frequency and education level was recognized by fill in questionnaire while nutrients intakes was calculated by Food Frequency Questionaire (FFQ) method. There was a significant relationship between upper arm circumference, body weight before pregnancy and gynecological age with baby birth weight. Statistical Test showed that upper arm circumference is dominant factor which have a correlation with baby birth weight after controlled by body weight before pregnancy, weight increase during pregnancy, gynecological age, antenatal care frequency, total energy intake and Iron intake variables. To improve teenage pregnancy outcome, Primary Health Center, Schools, Family Planning Coordination Board and Non- Goverment Organization were recommended to implement peer group program which some activities involving family member and focus on controlling and supporting teenage pregnancy mothers, nutrient status improvement and promoting balance nutrients intakes.

Read More
T-3870
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lu'ai Hana' Adilah; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Ratu Ayu Dewi Sartika, Triyanti, Dodik Briawan ; Annis Catur Adi
Abstrak:
Anemia merupakan keadaan dimana kadar hemoglobin lebih rendah dari normal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi tablet zat besi (fe) dan kombinasi tablet zat besi (fe) dengan kapsul serbuk daun kelor (Moringa oleifera) terhadap perubahan kadar hemoglobin ibu hamil anemia di Puskesmas Sisir, Kota Batu, Jawa Timur. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasi eksperimen dengan pendekatan pretest dan post test design. Terdapat 34 orang partisipan yang mengikuti penelitian ini, kemudian dibagi menjadi 2 kelompok masing-masing 17 responden. Kelompok eksperimen menerima Tablet zat besi (Fe) dan kapsul serbuk daun kelor dan kelompok kontrol menerima tablet zat besi (Fe). Analisis data perubahan kadar hemoglobin menggunakan uji T-Test berpasangan. Berdasarkan hasil penelitian rata-rata kadar Hb pada kelompok kontrol sebelum perlakuan adalah 9.93 g/dl dan kadar Hb sesudah perlakuan adalah 12,79 g/dl. Rata—rata kadar Hb pada kelompok eksperimen sebelum diberikan perlakuan adalah 10,01 g/dL dan kadar Hb setelah diberikan perlakuan adalah  13,15 g/dL. Terdapat pengaruh konsumsi kapsul serbuk daun kelor pada ibu hamil terhadap perubahan kadar hemoglobin di Puskesmas Sisir, Kota Batu, Jawa Timur (p-value < 0,05).

Anemia is a condition where hemoglobin levels are lower than normal. This study aims to determine the effect of consumption of iron (Fe) tablets and a combination of iron (Fe) tablets with Moringa leaf powder capsules on increasing hemoglobin levels of anemic pregnant women at the Sisir Health Center, Batu City, East Java. This research is quantitative research with quasi-experimental design with pretest and post test design approaches. There were 34 participants who participated in this study, then divided into 2 groups of 17 respondents each. The experimental group received iron tablets (Fe) and moringa leaf powder capsules and the control group received iron (Fe) tablets. Analysis using the T-Test. Based on the results of the study, the average Hb level before being given Fe tablets and Moringa leaf powder capsules was 10.01 g/dl and Hb levels after being given Fe tablets and Moringa leaf powder capsules were 13.15 g/dl. The average Hb level before Fe tablets was 9.93 g/dl and Hb levels after Fe tablets were 12.79 g/dl. There is an influence in the consumption of Moringa leaf powder capsules in pregnant women on increasing hemoglobin levels at the Sisir Health Center, Batu City, East Java (p-value < 0.05).
Read More
T-7468
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Amiyella Endista; Pembimbing: Trini Sudiarti, Yvonne Magdalena Indrawani; Penguji: Kusharisupeni, Ramchan Rauf, Iip Syaiful
T-2201
Depok : FKM UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive