Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 2988 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Sustyo Iriyono
577 IRI b
Kuningan : Balai Taman Nasional Gunung Ciremai, 2017
Buku (pinjaman 1 minggu)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
oleh Azis Abdul Kholik, Silvia Lucyanti
719 KHO k
[s.l.] : Balai Taman Nasional Gunung Ciremai, [s.a.]
Buku (pinjaman 1 minggu)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
oleh Harley Bayu Sastha, Kuswandono
910.4 SAS m
[s.l.] : Balai Taman Nasional Gunung Ciremai, [s.a.]
Buku (pinjaman 1 minggu)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mutia Rahmi; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Doni Hikmat Ramdhan, Mufti Wirawan, Bima Saskuandra, Silvia Lucyanti
Abstrak: Mendaki gunung telah menjadi salah satu pilihan aktivitas luar ruangan dengan pertumbuhan peminat paling cepat. Beberapa motivasi individu yang mendorong individu untuk terlibat dalam aktivitas pendakian gunung antara lain untuk mendapatkan pengalaman di alam bebas, relaksasi, kegiatan kebugaran, pengurangan stress, mendapatkan kesenangan, dan untuk alasan kesehatan. Pada aktivitas pendakian Gunung Ciremai, jumlah pendaki mengalami peningkatan setiap tahunnya. Sebanyak 41.460 pendaki melakukan aktivitas pendakian sepanjang tahun 2017 dan meningkat menjadi 46.995 pendaki sepanjang tahun 2018. Sejumlah risiko yang terlibat dalam aktivitas pendakian gunung seperti intensitas cidera fisik yang parah hingga kematian menjadikan pendakian gunung sebagai salah satu olahraga ekstrim. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan analisis mix methode yang bertujuan untuk melakukan manajemen risiko pada aktivitas dan jalur pendakian Gunung Ciremai. Dari hasil identifikasi risiko diketahui risiko yang paling sering muncul dalam aktivitas pendakian Gunung Ciremai adalah terjatuh dan tergelincir. Kemudian, hasil analisis risiko menunjukkan sejumlah potensi bahaya juga memiliki nilai risiko yang cukup tinggi meliputi faktor cuaca, perilaku berlari ketika turun gunung, dan tidak lengkapnya peralatan pendakian. Faktor cuaca memiliki peran yang cukup besar dalam terjadinya sejumlah insiden seperti dehidrasi, hipotermia, dan pohon tumbang. Faktor cuaca ini semakin diperparah dengan ketidak lengkapan dan ketidak sesuaian peralatan pendakian yang digunakan untuk aktivitas pendakian gunung, sehingga menyebabkan risiko pendaki untuk berada dalam situasi berbahaya semakin tinggi. Perilaku ini berkaitan dengan persepsi risiko pendaki terhadap aktivitas pendakian. Persepsi risiko ini juga mempengaruhi perilaku berisiko yang dilakukan oleh pendaki seperti berlari ketika turun gunung. Perilaku ini rata-rata dilakukan oleh pendaki laki-laki dalam rentang usia 17-21 tahun
Mountaineering has become one of a selection of outdoor activities with the most rapid growing interest. Some of the motivation which encourage individuals to engage in the mountaineering activity are to gain experience in nature, for relaxation, physical fitness activity, reducing stress, for pleasure, and for healthy reason. The mountaineering activity on Mount Ciremai, the number of climbers has increased every year. A total of 41,460 climbers performed mountaineering activity throughout 2017 and increased to 46,995 climbers throughout 2018. A number of risks exist in the mountaineering activity such as severe physical injury to the risk of death have made mountaineering classified as one of the extreme sports. This is a descriptive research using mix methods analysis with the objective to find out the risk management of mountaineering activity and trail on the Mount Ciremai national park. The results of risk identification showed the most frequent risks of mountaineering on Mount Ciremai were falling and slipping. Then, the results of the risk analysis showed several high risk of potential danger which were the weather factor, the running behavior when climbing down the mountain, and the lack of equipment climbing. Weather factor had a significant role contributed to the number of incidents such as dehydration, hypothermia, and fallen trees. Weather factor was further strengthen by the lack and/or incompatibility of equipment used for the mountaineering activity, thus causing the risk of climbers to be in a dangerous situation was getting higher. This behavior was related to the climber's risk perception on the mountaineering activity. The risk perception was also affecting the risky behavior of the climbers such as running when climbing down the mountain. This behavior usually seen in male climbers at the 17-21 years of age
Read More
T-6133
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ascobat Gani, Meiwita P. Budiharsana
Abstrak: Kajian ini berisikan reviu dan analisis atas pencapaian pembangunan kesehatan saat ini, tantangan dan isu strategis yang dihadapi ke depan, serta pilihan kebijakan dan strategi pencapaiannya
Read More
610.73 ASC l
Jakarta : Kementerian PPN/Bappenas, 2019
Buku (pinjaman 1 minggu)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Herry Yogaswara
JKI Vol.IV, No.1
Jakarta : LIPI, 2009
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yaslis Ilyas
362.1 ILY f
Jakarta : TiariajiPress, 2015
Buku (pinjaman 1 minggu)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Departemen Kesehatan
R 610.73 IND s
Jakarta : Departemen Kesehatan RI, 2004
Referensi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Departemen Kesehatan
614 IND s
Jakarta : Departemen Kesehatan RI, 1984
Buku (pinjaman 1 minggu)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Departemen Kesehatan
351.77 IND l
Jakarta : Departemen Kesehatan RI, 1986
Buku (pinjaman 1 minggu)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive