Ditemukan 20629 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Salah satu kegiatan pelayaran berada pada industri minyak dan gas yang menggunakan kapal tanker dengan berbagai macam ukuran. Sehingga lalu lintas pelayaran pun semakin ramai yang dapat menyebabkan kecelakaan pelayaran. Maka dari itu, operator kapal tanker harus memastikan keselamatan seluruh orang selama kapal tanker beroperasi demi terciptanya keselamatan pelayaran dengan menerapkan standar industri Migas yaitu Tanker Management and Self-Assessment (TMSA). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kompetensi operator kapal tanker dalam menerapkan standar industri dalam rangka terciptanya keselamatan pelayaran. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif pada 5 perusahaan operator kapal tanker yang dianalisa pada penerapan 13 elemen TMSA. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 5 perusahaan yang menerapkan TMSA yaitu 1 perusahaan asing dan ke-empat perusahaan lainnya tidak menerapkan TMSA.
One of the shipping activities is in the oil and gas industry which uses tankers of various sizes. So that the shipping traffic is getting more crowded which can cause maritime accidents. Therefore, tanker operators must ensure the safety of all people while the tanker is operating in order to create shipping safety by applying oil and gas industry standards, namely Tanker Management and Self-Assessment (TMSA). This study aims to analyze the competence of tanker operators in applying industry standards in order to create shipping safety. This research is qualitative researchon 5 tanker operator companies analyzed on the application of 13 elements of TMSA. The results showed that of the 5 companies that implemented TMSA, namely 1 foreign company and the other four companies did not implement TMSA.
Gangguan otot rangka yang sering dialami pekeija manual material handling salah satunya disebabkan oleh besarnya beban mekanik yang diterima tubuh terutama pada L5/SI (lumbosacral joint) tidak pernah dapat diperkirakan secara tepat hingga saat ini. Beban mekanik yang berlebihan jika melampaui batas kemampuan struktur tubuh dapat menyebabkan cedera. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk memperkirakan besarnya gaya internal otot akibat pengaruh berat tubuh dan beban ekstemal adalah dengan menggunakan model matematis. Operator boiler pada industry pengolahan kayu bertugas memasukkan bahan bakr ke dalam boiler melaksanakan pekerjaan dalam 3 postur yaitu mengangkat (loading), membawa (carrying) dan memasukkan (unloading) bahan bakar. Postur kerja tersebut menimbulkan keluhan berupa rasa sakit/nyeri pada pinggang, punggung, bahu dan lengan. Dalam penelitian ini metodologi yang digunakan adalah descriptive dengan pendekatan observasional terhadap 7 (tujuh) orang operator boiler di 2 (dua) industry kayu di Kota Padang. Berdasarkan analisis biomekanik terhadap ke 3 (tiga) postur kerja diketahui bahwa postur loading menimbulkan gaya dan momen terbesar pada L5/S1, bending moment 92.35 Nm, compression force 1889.43 dan sharing force (Anterior/Posterior) 113 N. Pengujian compression force dengan menggunakan Spinal Compression Tolerance Limit (SCTL) pada nilai 50% ile dari tekanan yang ditrima oleh tulang belakang operator diperoleh 28 % dari SCTL artinya tekanan tersebut masih dalam toleransi (< 30 % dari SCTL). Persentase perbandingan terhadap rekomendasi NIOSH untuk bending moment 163 Nm diperoleh 56.66 % untuk compression force 3425 N diperoleh 55.17 % dan shearing farce 1000 N dipero!eh 11.3 % dari rekomendasi. Perbandingan gaya dan momen tersebut seluruhnya masih berada dalam batas rekomendasi NIOSH. tetapi yang perlu diperhatikan adalah untuk compression force, berdasarkan kurva Load Deformation gaya tersebut telah menyebabkan L5/S1 terdeformasi ± 0.7 mm pada endplate (inward deformation). Bending moment dan compression farce yang cukup besar pada L5/S J saat postur loading merupakan dasar bagi perancangan perubahan postur tubuh. Pembuatan tempat penampungan dengan ketinggian 75 em dapat menurunkan gaya dan momen secara signifikan. Persentase penurunan yang tetjadi untuk bending moment sebesar 58.08 %, compression force 73.67 % dan shearing force sebesar 50.08 %. Potensi cedera yang terjadi diharapkan dapat berkurang dengan menurunnya beban mekanik yang diterirna tubuh operator boiller.
The focus of this thesis is safety climate on oil and gas industry worker, the objective is to analyze safety climate in oil & gas industry and compare it with construction industry. Data collection is performed using a survei method which sourced from journal (Sunindijo et al. 2019) and (Loosemore et al. 2019) which already used in other industry such as building, infrastructure, construction in Indonesia and Australia. Safety climate data is obtained through online survei. Survei performed to employees and partners in oil and gas industry, this study shows that there is a significant difference on some part of employees and partners, and between oil and gas worker and construction industry worker. We can conclude that safety climate in oil & gas industry is already good and in average has higher value than construction industry, where on the positif side oil & gas industry worker feels their work environment is safe to work ,but need some improvement in safety rules and procedures implementation at work.
