Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 17035 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Made Bayu Hari Utama; Pembimbing: Suyud Warno Utomo; Penguji: R. Budi Hartono, Bagyo Yanuwiadi
Abstrak: Penelaahan ini dilakukan guna mendapatkan informasi mengenai dampak pencemaran sampah mikroplastik terhadap gangguan sistem pernapasan manusia. Penelaahan ini menggunakan desai literature review. Total hasil penelaahan jurnal pada beberapa database jurnal elektronik adalah sebanyak 10 jurnal internasional yang meliputi dampak pencemaran sampah mikroplastik terhadap gangguan sistem pernapasan manusia. Sebagian database jurnal internasional berasal dari Brazil, Portugal, Spanyol, Amerika, Prancis, Turki Dan sebagian jurnal berasal dari asia yaitu, China dan Thailand. Jurnal internasional terlama yang digunakan dalam penelaahan ini adalah jurnal oleh William et al yang dipublikasi pada tahun 1999. Sedangkan jurnal internasional terbaru yang digunakan dalam penelaahan ini adalah jurnal oleh Sarawut Sangkham et al yang di publikasi pada tahun 2022. Kesimpulan dari penelaahan ini yaitu, Penyakit pernapasan yang di akibatkan oleh pencemaran sampah mikroplastik adalah penyakit pernapasan kronis meliputi (Dispnea, Asma, Emfisema, Pneumonia kronis, dan penyakit pernapasan akibat kerja). Regulasi dan kebijakan dunia baru mengatur mikroplastik primer, yaitu dengan pelarangan penggunaan kosmetik berbahan dasar scrub dan pembatasan penggunaan produk berbahan dasar plastik sekali pakai. Cara yang paling efektif untuk menghindari timbulnya mikroplastik adalah, dengan mengurangi produksi bahan plastik, mendaur ulang kembali produk plastik, dan menggunakan kembali produk plastik yang masih layak pakai.
This study was conducted to obtain information about the impact of microplastic waste pollution on human respiratory system disorders. This study uses a literature review design. The total results of the review of journals in several electronic journal databases are as many as 10 international journals covering the impact of microplastic waste pollution on human respiratory system disorders. Some of the international journal databases come from Brazil, Portugal, Spain, America, France, Turkey and some journals come from Asia, namely, China and Thailand. The oldest international journal used in this study is the journal by William et al which was published in 1999. While the latest international journal used in this study is the journal by Sarawut Sangkham et al which was published in 2022. The conclusion of this study is, Diseases Respiratory diseases caused by microplastic waste pollution are chronic respiratory diseases including (Dyspnea, Asthma, Emphysema, Chronic Pneumonia, and Occupational Respiratory Diseases). The new world regulations and policies regulate primary microplastics, namely by prohibiting the use of scrub-based cosmetics and limiting the use of single-use plastic-based products. The most effective way to avoid the emergence of microplastics is, by reducing the production of plastic materials, recycling plastic products, and reusing plastic products that are still fit for use.
Read More
S-11005
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ariny Rosyada Azmy; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Laila Fitria, Budi Hartono, Lora Agustina, Wawan Wahyudi
Abstrak: Pembakaran batu bara di pembangkit listrik menghasilkan polutan yang salah satunya sulfur dioksida. Sulfur dioksida dapat menyebabkan batuk, sakit tenggorokan, mengi, sesak napas, sesak dada hingga menyebabkan edema, bronkopasme, dan pneumonitis. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi besaran risiko kesehatan pada pekerja akibat pajanan konsentrasi SO2 pada pekerja di PLTU Suralaya. Penelitian ini menggunakan metode Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL). Sampel dalam penelitian ini sebanyak 75 pekerja yang diambil secara purposive sampling. Hasil pengukuran sulfur dioksida rata-rata di empat titik sebesar 0.0335 mg/m 3 dan masih dibawah baku mutu. Hal penelitian ini menunjukkan nilai intake dari pajanan SO2 pada pekerja didapatkan nilai rata-rata sebesar 0.00047 mg/kg/hari sedangkan nilai besaran risiko yang didapatkan sebesar 0.0187 yang artinya tingkat risiko pada pekerja masuk ke dalam kelompok aman. Hasil proyeksi terhadap tingkat risiko pada tahun ke 5 hingga tahun ke 30 mengalami peningkatan. Pekerja juga mengalami gejala gangguan pernapasan diantaranya batuk, dahak, sesak napas, mengi, nyeri dada, dan napas berat. Pentingnya upaya preventif pada pekerja di PLTU agar dapat meminimalisir pajanan SO2 dengan menggunakan APD serta pihak PLTU dapat mengembangkan teknologi modern agar meminimalisir polutan akibat pembaran batu bara
Read More
T-6435
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Redi Yudha Irianto; Pembimbing: Suyud Warno Utomo; Penguji: Al Asyrary, Bambang Wispriyono, Miko Hananto, Yulia Fitria Ningrum
Abstrak: Polusi udara merupakan masalah kesehatan yang dapat menyebabkan kematian. NO2 adalah salah satu gas yang berkontribusi meningkatkan polusi udara yang dihasilkan dari kegiatan industri. Salah satu Industri yang menghasilkan emisi gas NO2 adalah Industri baja khususnya dari peralatan boiler dan furnace. Di Cikarang Barat terdapat industri baja yang berpotensi mengeluarkan emisi NO2 dan menyebabkan risiko kesehatan masyarakat di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat besar risiko lingkungan akibat pajanan NO2 dan menganalisis pengaruh karakteristik individu terhadap gangguan pernapasan pada masyarakat disekitar industri baja. Desain penelitian ini adalah Cross Sectional dengan pendekatan ARKL.

Air pollution is a health problem that can cause death. NO 2 is a gas that contributes to increase air pollution resulting from industrial activities. One industry that produces NO 2 gas emissions is the steel industry, especially from boiler and furnace equipment. In West Cikarang there is a steel industry that has the potential to emit NO 2 emissions and cause health risks to the surrounding community. This study aims to look at the large environmental risks due to NO 2 exposure and analyze the effect of individual characteristics on respiratory disorders in the community around the steel industry. The design of this research is Cross Sectional with ARKL approach. The results show that there are 3 respondents living in a radius of <500 meters around the steel industry with a real time RQ> 1. And in the estimated 30 years (life span) there are 6 respondents who have an RQ> 1. The variable that is significantly related is the disease history variable with OR 3.86 95% CI (1,593 -9,351) after being controlled with nutritional status variables. In this study, it is necessary to control the risk of respondents who have a distance of <500 meters from the steel industry.
Read More
T-5873
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Meizora Arifima Meza; Pembimbing: Ema Hermawati; Penguji: Budi Hartono, Dewi Susanna, Widyawaty, Revi Agustian
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis risiko pajanan gas hydrogen sulfida terhadap gejala gangguan pernapasan (mengi) pada Masyarakat di Sekitar TPA Sarimukti, Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode PHA (Public Health Assement) yaitu terdapat dan metode penelitian ARKL (Analisa Risiko Kesehatan Lingkungan) dan EKL (Epidemiologi Kesehatan Lingkungan) dengan desain studi cross ssectional. Hasil penelitian didaptkan tingkata risiko terhadap efek non karsinogonik pada pajanan gas hidrogen sulfida udara ambien sekitar TPA Sarimukti pada 8 titik dari 12 titik penelitian menunjukan RQ real- time > 1 yang artinya berada diatas batas aman (RQ real- time maksimal yaitu 1,94). Hasil dari perhitungan RQ dengan konsentrasi Hidrogen Sulfida (H2S) 0,008 mg/m3, pada warga dengan berat badan 48 kg dan bermukim di rumahnya selama 15 jam/hari dalam 365 hari selama 6,65 tahun, dengan RQ real-time ≤1 (RQ = 0,7467) menunjukan dalam batas aman. Analisa bivariat yang dilakuka antara Intake pajanan hidrogen sulfida di udara ambien dengan gejala gangguan pernapasan terdapat hubungan yang signifikan (p=0,019) dengan arah korelasi positif (r=0,228). 

This study aims to analyze the risk of hydrogen sulfide gas exposure to symptoms of respiratory disorders (wheezing) in the Community Around the Sarimukti Landfill, in 2025. This study uses the PHA (Public Health Assessment) method, namely the ARKL (Environmental Health Risk Analysis) and EKL (Environmental Health Epidemiology) research methods with a cross-sectional study design. The results of the study obtained the level of risk for non-carcinogenic effects on exposure to ambient air hydrogen sulfide gas around the Sarimukti Landfill at 8 points out of 12 research points showing real-time RQ> 1 which means it is above the safe limit (maximum real-time RQ is 1.94). The results of the RQ calculation with a Hydrogen Sulfide (H2S) concentration of 0.008 mg/m3, in residents weighing 48 kg and living in their homes for 15 hours/day in 365 days for 6.65 years, with a real-time RQ ≤1 (RQ = 0.7467) showed within safe limits. Bivariate analysis conducted between Intake of exposure to hydrogen sulfide in ambient air and symptoms of respiratory disorders showed a significant relationship (p=0.019) with a positive correlation direction (r=0.228).
Read More
T-7316
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rahmi Garmini; Pembimbing: Rachmadi Purwana; Penguji: Budi Hartono, Dewi Susanna, Miko Hananto, Edy Hariyanto
Abstrak: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada bayi dan anak-anak. ISPA bisa terjadi karena pencemaran kualitas udara di luar maupun di dalam ruangan. Salah satunya gas sulfur dioksida (SO2) yang ada di tempat pembuangan sampah dapat mengganggu sistem pernapasan pada balita. Balita lebih berisiko tertular ISPA karena kekebalan tubuh yang dialami balita belum terbentuk sempurna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi udara dalam rumah dan karakteristik balita terhadap kejadian ISPA pada balita di sekitar Tempat Pembuangan Akhir Sampah Sukawinatan Kelurahan Sukajaya Palembang. Jenis penelitian analitik, desain penelitian cross sectional. Variabel terukur adalah kondisi udara dalam rumah, karakteristik balita, dan kejadian ISPA pada balita. Populasi penelitian adalah anak balita berumur 12-59 bulan yang bertempat tinggal di Kelurahan Sukajaya dan sampel berjumlah 94 orang. Data dianalisis dengan uji chi-square, t-test independent, dan regresi logistik. Period Prevalence kejadian ISPA pada balita sebesar 59,6%. Variabel penggunaan obat anti nyamuk, perokok dalam rumah, ventilasi, status gizi dan status imunisasi secara statistik menunjukkan hubungan yang bermakna terhadap kejadian ISPA pada balita, sedangkan variabel kadar SO2 dalam rumah dan umur balita secara statistik tidak menunjukkan hubungan yang bermakna terhadap kejadian ISPA pada balita. Hasil analisis multivariat diperoleh bahwa variabel ventilasi rumah merupakan variabel yang paling dominan berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita. Ventilasi dapat menjadi faktor risiko terhadap terjadinya ISPA, karena ventilasi mempunyai fungsi sebagai sarana sirkulasi udara sehingga dapat mengurangi pencemaran udara dalam rumah. Kata Kunci : ISPA, Sulfur dioksida, Ventilasi Acute Respiratory Infections (ARI) is a major cause of morbidity and mortality in young children. ARI can occurs because indoor and outdoor air pollution. One of them is gas sulfur dioxide (SO2) in landfills that it can be irritate the respiratory tract in young children. Young children have higher risk of contracting ARI because the immune of young children not yet fully formed. This research aims to find out Indoor air Pollution and Characteristics of acute respiratory infection in under-fives in Sukawinatan Landfills. Type of research was analitic, cross-sectional study design. Measurement of indoor air pollution, characteristics of young children, and prevalence of acute respiratory infection. The population of this research was young children aged 12-59 months who lived in Kelurahan Sukajaya and 94 samples. Data were analyzed by chi-square, t-test independent, and logistic regression. Period Prevalence of acute respiratory infection in young children about 59,6%. Using mosquito repellent, smokers in the house, ventilation, nutrition and immunization status were significant correlation to acute respiratory infection in young children. While SO2 levels in the home and age of young children were insignificant correlation to acute respiratory infection in young children. Multivariate analysis showed that the variables of ventilation with SO2 levels were the most dominant variable related to acute respiratory infection in young children. One of risk factor of acute respiratory infection is ventilation, because its function as air circulation to reduce indoor air pollution. Keywords: Acute Respiratory Infections, Sulfur Dioxide, Ventilation
Read More
T-4808
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rima Maulida Hidayati; Pembimbing: Suyud; Penguji: Ema Hermawati, Ririn Arminsih, Sri Wahyono, Bagyo Yanuwiadi
Abstrak: H2S merupakan senyawa berbahaya yang tidak berwarna dan mempunyai bau seperti telur busuk. Senyawa ini salah satunya dihasilkan dari proses dekomposisi sampah di TPA. Sistem tubuh yang paling sensitif apabila terpajan senyawa ini adalah sistem pernapasan.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intake pajanan H2S terhadap munculnya gejala gangguan pernapasan pada masyarakat yang tinggal di sekitar TPA Cipayung. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 90 orang yang tinggal dengan jarak ≤ 500 meter dari TPA. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner dan pengambilan sampel H2S ambien di 9 titik yang terletak di sekitar pemukiman masyarakat.

Hasil penelitian ditemukan adanya pengaruh antara intake pajanan H2S terhadap gejala gangguan pernapasan (p value=0,012; OR=10,5; CI 95%=1,25-88,02). Hasil analisis multivariat ditemukan adanya pengaruh intake pajanan H2S terhadap gejala gangguan pernapasan setelah dikontrol variabel lama bermukim (p value=0,026; OR=6,78; CI 95%= 1,612-64,572). Diperlukan langkah cepat dan upaya pengelolaan yang tepat dari Pemerintah Kota Depok dan TPA Cipayung beserta stakeholder terkait agar dapat mencegah atau mengurangi risiko gangguan kesehatan pada masyarakat yang tinggal di sekitar TPA Cipayung.

H2S is dangerous compound that colorless and has smell like rotten egg. One of this
compound source is produced from decomposition process in landfill. The most
sensitive body system when exposed to H2S is respiratory system. This study aims to
analyze the effect of H2S intake to respiratory symptoms at people living around the
Cipayung Landfill. This study design uses cross sectional. Data collection was carried
out by interview by questionnaire and measure H2S ambient at 9 poimts locate aroundd
community settlements. The result were found intake of H2S associated with respiratory
symptoms (p value=0,012; OR=10,5; CI 95%=1,25-88,02). The result of multivariat
analysis were found H2S intake influence respiratory symptoms after controlled by
duration living variable (p value=0,026; OR=6,78; CI 95%= 1,612-64,572). It needs to
measure routine H2S ambient and ensure that concentration was safe as well as proper
management efforts from City Government of Depok, Cipayung Landfill and related
stakeholders in order to reduce the health risk problems to the people living around
Cipayung landfill.
Read More
T-5855
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Laila Fitria; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto, Endang L. Achadi
T-1675
Depok : FKM UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rizal Maulana; Pembimbing: Sri Tjahyani Budi Utami; Penguji: Haryoto Kusnoputranto, Ririn Arminsih Wulandari, Sonny Priajaya Warouw, Surjanto
Abstrak:

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan masalah kesehatan pertama pada sepuluh data penyakit terbesar di Desa Padabeunghar Kecamatan Jampangtengah Kabupaten Sukabumi. Hal tersebut disebabkan oleh adanya kegiatan industri kapur. Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui hubungan pajanan PM10 terhadap gangguan iritasi dan infeksi saluran pernapasan yang dialami oleh penduduk dengan menggunakan rancangan studi potong lintang (cross sectional). Sebanyak 30 RT terpilih sebagai cluster dan mencakup 334 penduduk sebagai responden. Analisis data menggunakan uji kai kuadrat dan uji regresi logistik ganda. Hasil penelitian diperoleh Konsentrasi PM10  0.017 – 1.101 mg/m 3 dengan rata- 3 rata 0.292 mg/m . Jumlah responden yang mengalami gangguan pernapasan 107 orang (32%). Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan antara Konsentrasi PM10 (p=0.0005), Intake PM10 (p=0.005), lama tinggal (p=0.029), bahan bakar memasak (p=0.044) dan anggota keluarga mengalami gangguan pernapasan (p=0.018) dengan gangguan saluran pernapasan penduduk. Hasil uji regresi logistik ganda model faktor risiko menunjukkan adanya hubungan antara konsentrasi PM10 udara ambien dengan gangguan saluran pernapasan nilai (OR=2.4 ; 95% CI : 1.168 – 5.078). Kata Kunci : Pencemaran udara, PM10 Udara Ambien, Penambangan Batu Kapur Tradisional, Gangguan Saluran Pernapasan


 Acute Respiratory Infection (ARI) is defined as the first health problem amongst the worst 10 health problems in Padabeunghar Village, Sub District of Jampangtengah in the regency of Sukabumi. It is due to the limestone industry activities in this area. This study was to perceive the relationship between the exposure of PM10 and respiratory irritation and infection, which was being suffered by the people, using Cross Sectional approach. As many as 30 neighbourhood associations had been selected as a cluster with 334 respondents. Chi Square and Double Logistic Regression Tests were used for data analysis. Experimental results showed that PM10 concentration ranged between 0.017 – 1.101 mg/m 3 with the average of 0.292 mg/m 3 . Number of respondents that were suffered respiration tract disorder is 107 (32%). The results showed the correlations amongst concentration of PM10 (p=0.0005), intake PM10 (p=0.005), exposure period (p=0.029), cooking fuel (p=0.044), and family members experiencing respiratory infections (p=0.018) with the respiration infected people. Double logistic regression test yields risk factor model OR=2.4 (95% CI: 1.168 – 5.078) for correlation between concentration of PM10 air ambient and respiration infections. Keywords: Air pollution, PM10 air ambient, traditional limestone mining, respiratory tract disorder

Read More
T-3317
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Pujiono; Pembimbing: Sumengen Sutomo
S-3260
Depok : FKM-UI, 2003
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nisa Larasati; Pembimbing: Laila Fitria; Penguji: Ririn Arminsih, Anak Agung Made
Abstrak: Perubahan sistem pengelolaan sampah di Universitas Indonesia telah dilaksanakan seperti kegiatan pemilahan sampah tingkat fakultas dan pendirian UPS UI. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengelolaan sampah masing-masing fakultas dan efektivitas UPS UI dalam mengolah sampah organik yang dihasilkan oleh fakultas dan unit menjadi pupuk kompos. Penelitian dilakukan pada 14 titik kumpul sampah di Universitas Indonesia dan UPS UI. Peneliti melakukan observasi dan wawancara kepada petugas pemilah sampah, koordinator petugas kebersihan, koordinator/manajer fakultas, dan pekerja di UPS UI. Kegiatan pengelolaan sampah di fakultas terdiri dari pemilahan dan pewadahan sedangkan pengangkutan dan pengolahan sampah organik dilakukan oleh pihak universitas. Jumlah sampah makanan yang diolah menjadi pupuk kompos pada tahun 2017 mencapai 148.652 kg dengan tingkat efektivitas pengolahan mencapai 99.35%. Penggunaan APD pada petugas pemilah sampah berupa sarung tangan sebesar 71%, masker 50%, penutup kepala 64%, dan sepatu boot 79%. Riwayat gangguan kesehatan pada petugas pemilah sampah antara lain pilek dan batuk 67% dan demam sebesar 41%. Hasil pengukuran kualitas sumber air di UPS UI menunjukan jumlah bakteri koliform sebanyak 72 koloni dan Eschericia coli sebanyak 15 koloni. Perbaikan sistem monitoring dan evaluasi perlu dilakukan untuk meningkatkan sistem pengelolaan sampah di tingkat fakultas dan universitas.
Kata kunci: Sistem pengelolaan sampah, efektivitas UPS, alat pelindung diri, riwayat gngguan kesehatan

Waste management system in the campus has been implemented by Solid Waste Handling Facility of Universitas Indonesia (UPS UI). The main purpose of this study, therefore, is twofold that are to describe the current status of waste management in each faculty and to assess the effectiveness of organic solid waste processing in the Solid Waste Handling Facility of the campus. This study is based on the survey in 14 waste rallying points of the campus. In this study we observe and interview sorting waste workers, coordinators of each point, workers and the manager in the Solid Waste Handling Facility. Questions of interview include the waste management system, the use of Personal Protective Equipment (APD) and history of health problems. Activities of waste management in the faculties consist of sorting and packaging. Moreover, activities of organic waste transportation and processing involve the university. The results show that from organic solid waste amount of compos fertilizer is approximately 148.652 kg and the effectiveness of processing is about 99.35% in 2017. Workers in the sorting unit are around 50% using maskers, 71% using gloves, 64% using helmets, and 81% using boots. Furthermore, the history of health problems of workers in the sorting unit shows around 67% of them have suffered from flu and 41% of them have suffered from cough. Finally, the result of water quality in the UPS UI shows that there are 72 colonies of bacteria of coliform and 15 colonies of Escherichia coli. The improvement of monitoring dan evaluation system is needed for enhancement of waste management both in the faculty and university level.
Keywords: Waste management system, effectiveness of solid waste handling facility, personal protective equipment, health problems
Read More
S-9658
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive