Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 39393 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Athiya Fitria Maulani; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Triyanti, Suharyati
Abstrak:
Asupan gizi remaja perlu diperhatikan terutama mereka yang bersekolah dengan fasilitas asrama karena tidak tinggal bersama orangtua. Apabila asupan gizi dengan penyelenggaraan makanan pondok pesantren tidak memadai atau mencukupi kebutuhan gizi santri, maka perlu dilakukannya evaluasi dan perbaikan terhadap penyelenggaraan makanan tersebut. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran tingkat kepuasan, tingkat kecukupan asupan zat gizi, dan sisa makanan. Penelitian dilakukan di salah satu pondok pesantren di Depok pada bulan Juli 2023. Penelitian ini adalah penelitian observasional deskriptif yang menggunakan data primer dari santri remaja. Lalu data tersebut dianalisis secara univariat dengan jumlah sampel sebanyak 56 santri. Hasil analisis menunjukkan bahwa berdasarkan nilai rata-rata, pada makan siang lebih banyak santri yang merasa puas dibandingkan makan pagi dan makan sore begitupun sebaliknya. Persentase rata-rata santri yang puas pada makan siang yaitu 69.64%. Santri memiliki rata-rata asupan energi 1516 kkal, protein 51.69 gram, lemak 37.35 gram dan karbohidrat 238.9 gram. Rata-rata asupan tersebut termasuk dalam kategori kurang karena <80% AKG. Sehingga diharapkan santri meningkatkan asupan zat gizi agar pertumbuhan dan perkembangan tidak terganggu dan terhindar dari risiko masalah kesehatan lainnya. Peningkatan asupan dapat dilakukan dengan meningkatkan kuantitas asupan makanan dan pemberian edukasi terkait Pedoman Gizi Seimbang.

Attention needs to be paid to the nutritional intake of adolescents, especially those who attend school in boarding facilities because they do not live with their parents. If the nutritional intake by organizing Islamic boarding school meals is inadequate or sufficient for the nutritional needs of the students, it is necessary to evaluate and improve the provision of these meals. The purpose of this study was to describe the level of satisfaction, the level of adequacy of nutrient intake, and food waste. The research was conducted at an Islamic boarding school in Depok in July 2023. This research was a descriptive observational study using primary data from students. The results of the analysis show that based on the average value, at lunch more students are satisfied compared to breakfast and evening meals. The average percentage of students who were satisfied at lunch was 69.64%. Santri accept an average energy intake of 1516 kcal, 51.69 grams of protein, 37.35 grams of fat, and 238.9 grams of carbohydrates. The average intake is included in the less category because it is <80% AKG. So it is hoped that students will increase their intake of nutrients Increasing intake can be done by increasing the quantity of food intake and providing education related to Pedoman Gizi Seimbang.
Read More
S-11450
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fithri Nur Shobah; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Asih Setiarini, Ida Ruslita
S-5971
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anindita Nazhifa; Pembimbing: Trini Sudiarti; Penguji: Wahyu Kurnia Yusrin Putra, Salimar
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kualitas pola makan anak usia sekolah di SDN Pondok Cina 03 Depok dan perbedaan faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas pola makan. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional. Kualitas pola makan diukur menggunakan modifikasi the Healthy Eating Index dengan rentang skor 0-100. Pengukuran asupan menggunakan 3x24 Hour Food Recall dan Status Gizi (IMT/U) dengan mengukur berat badan menggunakan timbangan digital dan tinggi badan menggunakan microtoice. Hasil penelitian menunjukkan lebih separoh responden (62.55%) memiliki kualitas pola makan kurang (skor HEI 51-80) dan 37.5% memiliki kualitas pola makan buruk (skor HEI <51). Rata-rata kualitas pola makan adalah 51.67±1.04. Terdapat perbedaan yang signifikan pada asupan energi, karbohidrat, lemak, lemak jenuh, porsi makanan pokok, lauk hewani, sayur, buah dan susu antar kelompok kualitas pola makan. Tidak terdapat perbedaan signifikan pada jenis kelamin, asupan protein, konsumsi nabati dan status gizi antar kelompok kualitas pola makan. Dapat disimpulkan bahwa kualitas pola makan siswa SDN Pondok Cina berkualitas kurang. Kualitas pola makan dapat diperbaiki dengan meningkatkan konsumsi makanan pokok, lauk hewani, sayur, buah dan susu. Disarankan kepada pihak sekolah untuk mengedukasi, mengawasi dan menyediakan kantin sehat. Kepada pihak orang tua untuk menyediakan makanan dan minuman sehat guna membentuk kualitas pola makan yang sehat. Kata Kunci: Anak Usia Sekolah; Kualias Pola Maka; Asupan; Porsi.
Read More
S-8716
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eni Law; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Rahmawati
Abstrak:

Salah satu indikator keberhasilan pelayanan makanan di rumah sakit adalah persentase sisa makanan pasien yang tidak melebihi 20%. Tingginya sisa makanan dapat menyebabkan asupan makanan pasien menjadi tidak adekuat sehingga menghambat proses penyembuhan, serta menimbulkan kerugian finansial akibat biaya makanan yang terbuang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, kelas perawatan, bentuk makanan, tingkat kepuasan akan kualitas makanan, kualitas pelayanan, dan faktor lingkungan dengan kejadian sisa makanan serta kehilangan biaya akibat sisa makanan pada 230 pasien dewasa kelas standar (I, II, dan III) di RSUD Kota Bogor tahun 2026 yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 66,5% pasien menyisakan makanan >20%, dengan rata-rata kehilangan biaya akibat sisa makanan pada waktu makan siang sebesar Rp6.976 ± Rp5.325 per pasien. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara tingkat kepuasan akan kualitas pelayanan dengan kejadian sisa makanan (p-value = 0,030; OR=0,488[0,254-0,939]) serta antara kejadian sisa makanan dengan kehilangan biaya akibat sisa makanan (p-value < 0,001).


One of the success indicators of hospital foodsevice is a patient plate waste percentage that does not exceed 20%. High plate waste can lead to inadequate dietary intake for patients, thereby hindering the recovery process, as well as causing financial losses due to wasted food costs. This study aims to determine the relationship between age, gender, education level, wards class, type of diet, satisfaction level with food quality, service quality, and environmental factors with the occurrence of plate waste and financial losses caused by food waste among 230 adult standard class patients (classes I, II, and III) at RSUD Kota Bogor in 2026 who met the inclusion and exclusion criteria. This study used a quantitative method with a cross-sectional study design. The results showed that 66,5% of patients left more than 20% of their food uneaten, with an average financial loss due to lunch plate waste of Rp6.976 ± Rp5.325 per patient. The analysis revealed a significant relationship between the satisfaction level with service quality and the occurrence of plate waste (p-value = 0,030; OR=0,488[0,254-0,939]) as well as between the occurrence of plate waste and financial losses due to food waste (p-value < 0,001).

Read More
S-12355
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Meka Nurul Pratiwi; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Ahmad Syafiq, Ida Ruslita
S-6433
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dwi Juliani; Pembimbing: Fatmah; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Pritasari
S-6818
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mustakim; Pembimbing: Engkus Kusdinar Achmad; Penguji: Fatmah Yusron, Indrarti Soekotjo
S-6198
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lasepa, Wanda / Pembimbing: Diah Mulyawati Utari; Penguji: Yvonne Magdalena Indrawani, Adhi Darmawan
Abstrak: Anemia adalah kondisi dimana kadar hemoglobin dalam tubuh di bawah normal sehingga berkurangnya kadar kualitas dan kuantitas sel darah merah. Perempuan merupakan golongan yang rentan terkena anemia karena mengalami menstruasi setiap bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan zat gizi, sosial ekonomi, pengetahuan dan faktor lainnya dengan kejadian anemia pada mahasiswi RIK UI angkatan 2014. Variabel independen yang diteliti adalah sosial ekonomi (status tempat tinggal, pendidikan Ibu, pekerjaan orang tua, uang saku), menstruasi, pengetahuan anemia, prilaku konsumsi protein hewani, buah dan sayuran, prilaku konsumsi kopi dan teh serta asupan zat gizi (zat besi, vitamin C dan serat) dan status gizi. Desain studi penelitian yaitu cross sectional dengan analisis chi square. Penelitian ini dilakukan pada 136 responden dan pada bulan April 2014. Hasil penelitian menunjukkan 41.18% penderita anemia (anemia ringan (19.12%) dan anemia sedang (22.06%)). Variabel yang memiliki perbedaan proporsi yang bermakna dengan kejadian anemia adalah tempat tinggal, uang saku, pengetahuan tentang anemia, konsumsi protein hewani, konsumsi buah dan asupan zat gizi.
Read More
S-8753
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Audrey Kania Rasyid; Pembimbing: Wahyu Kurnia Yusrin Putra; Penguji: Ahmad Syafiq, Suci Reno Monalisa
Abstrak: Makanan merupakan kebutuhan utama yang diperlukan oleh setiap manusia untuk dapat menjalankan kehidupan sehari-hari, baik untuk individu sehat maupun individu sakit seperti pasien rumah sakit. Dalam membantu mempercepat penyembuhan pasien di rumah sakit, penyelenggaraan makanan menjadi salah satu komponen yang berperan penting di dalamnya karena penyelenggaraan makanan di rumah sakit bertujuan untuk memberikan makanan berkualitas baik sehingga kemudian dapat diterima oleh pasien. Apabila pasien tidak dapat menerima makanan yang telah disajikan, dapat memungkinkan ditemukannya sisa makanan pasien yang melebihi standar (≤20%) dan dapat mempengaruhi status gizi pasien sehingga berisiko malnutrisi dan menyebabkan komplikasi pada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia, jenis kelamin, pendidikan terakhir, tingkat kepuasan pada kualitas penyajian makanan rumah sakit, dan tingkat kepuasan pada kualitas makanan yang disajikan oleh rumah sakit, dengan sisa makanan pada pasien RSUD Cibinong tahun 2022. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner secara langsung kepada pasien. Total responden pada penelitian ini mencapai 100 pasien kelas III RSUD Cibinong. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross-sectional dengan menggunakan analisis statistik univariat dan bivariat bermetode Chi-Square. Hasil penelitian diketahui bahwa responden penelitian paling banyak adalah pasien dengan usia dewasa lanjut (41-64 tahun), pasien perempuan dengan persentase sebesar 64%, dan pasien dengan tingkat pendidikan yang rendah (≤SMP) dengan persentase sebesar 62%. Hasil statistik univariat menunjukkan bahwa terdapat pasien yang puas dengan kualitas penyajian makanan (74%) dan pasien yang puas dengan kualitas makanan yang disajikan (71%), dengan sisa makanan yang baik sebesar 60%. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara usia pasien dengan sisa makanan pasien. Peneliti menyarankan agar pihak RS dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan kualitas makanan untuk mencegah ketidakpuasan pasien. Selan itu, pasien juga disarankan untuk mengikuti arahan Ahli Gizi untuk tidak mengonsumsi makanan selain yang diberikan dari RS, sehingga asupan makanan menjadi lebih optimal dan membantu untuk mempercepat penyembuhan pasien.
Food is the primary need needed by every human being to carry out daily life, both for healthy individuals and sick individuals such as hospital patients. In order to speed up the healing of patients in hospitals, food service is one of the components that play an essential role in it because the organization of food in hospitals aims to provide good quality food so that patients can accept it. Suppose the patient cannot accept the food that has been served. In that case, it can be possible to find food leftovers that exceed the standard (≤20%) and can affect the patient's nutritional status so that there is a risk of malnutrition and cause complications in the patient. This study aims to determine the relationship between age, gender, last education, satisfaction with the quality of hospital food presentation, and satisfaction with the quality of food served by the hospital with leftover food in Cibinong Hospital patients in 2022. Data were collected through a distribution questionnaire directly to the patient. The total respondents in this study reached 100 patients in class III Cibinong Hospital. This study used a cross-sectional research design using univariate and bivariate statistical analysis with the Chi-Square method. The results showed that most of the research respondents were patients of advanced age (41-64 years), female patients with a percentage of 64%, and patients with a low level of education (≤SMP) with a percentage of 62%. Univariate statistical results showed that there were patients who were satisfied with the quality of food presentation (74%) and patients who were satisfied with the quality of the food served (71%), with good leftovers of 60%. The results of the bivariate analysis showed that there was a significant relationship between the patient's age and the patient's food waste. Researchers suggest that the hospital can improve service and food quality to prevent patient dissatisfaction. In addition, patients are also advised to follow the Nutritionist's directions to not consume food other than those given from the hospital, so that food intake becomes more optimal and helps accelerate the patient's recovery.
Read More
S-11065
Depok : FKM-UI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Viera Minayu Sasheeta; Pembimbing: Diah Mulyawati Utari; Penguji: Ahmad Syafiq, Rosmalita
S-9375
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive