Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 29581 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Mardiah; Pembimbing: ANhari Achadi; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Masyitoh, Yusuf Kristianto, Buyung Nazali
Abstrak:

Latar Belakang: Waktu tunggu rawat jalan adalah waktu yang diperlukan seorang pasien mulai dari saat mendaftar sampai dengan dipanggil untuk diperiksa oleh dokter spesialis. Merupakan gambaran dari kemampuan fasilitas sarana dan prasarana serta SDM dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Di RSUD H Hanafie, waktu tunggu masih menjadi kendala dalam pelayanan terhadap pasien poliklinik. Masih cukup sering didapatkan komplain dari pasien baik yang disampaikan langsung maupun lewat kotak saran. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu tunggu pasien rawat jalan, waktu tunggu pendaftaran, waktu tunggu rekam medik, waktu tunggu spesialis serta mengetahui faktor-faktor penyebabnya. Serta mengetahui persepsi dan harapan pasien terhadap pelayanan rawat jalan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode Cross Sectional, dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Teknik sampel Systemic Random Sampling, Instrumen penelitian Formulir Observasi, Pedoman wawancara mendalam dengan informan, pedoman wawancara mendalam (FGD). Data kuantitatif di analisa univariat dan multivariat menggunakan software SPSS versi 26. Hasil: Rata-rata waktu tunggu 109±25 menit, waktu tunggu pendaftaran 51±20 menit, waktu tunggu rekam medik 20± 9 menit dan waktu tunggu spesialis 38±15 menit. Waktu tunggu poli terbaik adalah poli Syaraf dan Poli Paru dengan waktu rata-rata 99 dan 98 menit dan berbeda bermakna dengan P masing-masing 0,012 dan 0,010. Terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan waktu tunggu memanjang, baik kendala SDM, sarana dan prasarana serta regulasi. Kata kunci: Waktu tunggu, Rawat jalan, Pendaftaran, Rekam Medik, Pasien ulangan 1 Mahasiswa Program Studi Kajian Administrasi Rumah Sakit FKM, Universitas Indonesia 2Dosen, Program Studi Kajian Administrasi Rumah Sakit FKM, Universitas Indonesia


 

Background: Outpatient waiting time is the time it takes the patient from registering until being called to be examined by a specialist. This is an overview of the ability of facilities and infrastructure as well as human resources in providing services to the community. At H. Hanafie Hospital, waiting time is still an obstacle in providing services to patients at the polyclinic. Complaints of patients are still quite common, either directly or through the suggestion box. Objectives: This study aims to determine outpatient waiting time, registration waiting time, medical record waiting time, specialist waiting time, and to determine the factors that cause it. As well as knowing the patient's perceptions and expectations of outpatient services. Method: This research uses cross sectional method, with quantitative and qualitative approaches, Systemic Random Sampling, Research Instrument Observation Form, Guidelines for in-depth interviews from informants, and in-depth interview guidelines (FGD). Quantitative data were analyzed univariate and multivariate using SPSS version 26. Result: The average waiting time was 109 ± 25 minutes, registration waiting time was 51 ± 20 minutes, medical record waiting time was 20 ± 9 minutes and specialist waiting time was 38 ± 15 minutes. The best waiting time for the polyclinic was the neurology department and the pulmonology department with a mean time of 99 and 98 minutes and significantly different with P 0.012 and 0.010, respectively. There are a number of factors that lead to prolonged waiting times, including human resource constraints, facilities and infrastructure and regulations. Keywords: Waiting time, Outpatient, Registration, Medical record waiting time, re-treatment patients 1 Student, Hospital Administration Study Program, Faculty of Public Health, University of Indonesia 2 Lecturer, Hospital Administration Study Program, Faculty of Public Health, University of Indonesia

Read More
B-2266
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Oneng Soekiraten; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Ede Surya Darmawan, Anhari Achadi, Jusuf Kristianto, Indah Rosana Djajadireja
Abstrak: Mutu pelayanan kesehatan menjadi hal penting dalam organisasi pelayanan kesehatan sehingga mendorong setiap organisasi pelayanan kesehatan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Melihat gambaran angka kunjungan Unit Hemodialisa yang terus meningkatdisertai dengan beberapa permasalahan yang berhubungan dengan peran pemimpin, akses Unit Hemodialisa yang kurang strategis, dan kurang optimalnya pemanfaatan kotak saran untuk pasien, sehingga perlu dilakukan peningkatan kinerja di semua unsur dalam upaya peningkatan mutu pelayanan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran mutu pelayanan unit Hemodialisa dengan menggunakan kriteria malcolm baldridge. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik yaitu serangkain kegiatan di mana peneliti mengumpulkan informasi kinerja dan mutu pelayanan rumah sakit kemudian menganalisisnya untuk pengambilan berbagai kesimpulan

Hasil didapatkan : Mutu pelayanan kesehatan unit Hemodialisa RSUD.H.Hanafie secara umum sudah baik namun ada beberapa aspek yang perlu ditingkatkan lagi, kriteria fokus pada pelanggan, kriteria pengukuran. analisis, dan manajemen pengetahuan, dan kriteria hasil kinerja organisasi masih dinilai sangat kurang. 2. Dalam unit hemodalisa di RSUD H. Hanafie Muara Bungo, hubungan yang paling kuat terletak pada kriteria pemimpin dengan kriteria fokus pada operasi sedangkan hubungan terendah pada kriteria perencanaan strategis.

Kualitas mutu pelayanan kesehatan di unit Hemodialisa perlu ditingkatkan, terutama fokus pada pelanggan, perencanaan strategis, pengukuran, analisis dan manajemen pengetahuan dan hasil-hasil kinerja organisasi. Komitmen dari seluruh elemen di rumah sakit sangat dibutuhkan. Pelayanan konsumen dengan baik dan benar, tindakan medis yang tepat sesuai dengan standar operasional prosedur, pelayanan prima dan upaya untuk memenuhi kelengkapan sarana prasarana rumah sakit adalah hal penting yang harus dilakukan oleh Unit Hemodialisa RSUD H.Hanafie untuk peningkatan mutu pelayanan rumah sakit
The quality of health services is an important thing in health service organizations that encourage every health service organization to improve the quality of health services. Seeing the increasing number of visits by the Hemodialisa Unit accompanied by several problems related to the role of leaders, access to the less strategic Hemodialysis Unit, and the less optimal use of suggestion boxes for patients, so that performance improvements in all elements need to be done in an effort to improve service quality.

The purpose of this study was to determine the description of the service quality of Hemodialysis units using the criteria for malcolm baldridge. This type of research is descriptive analytic research, which is a series of activities in which the researcher collects performance information and hospital service quality then analyzes it for various conclusions.

The results are obtained: Quality of health services for Hemodialysis Hospital RSUD. H. Hanafie in general is good, but there are several aspects that need to be improved, the criteria for focusing on customers, measurement criteria. analysis, and knowledge management, and the criteria for organizational performance results are still considered very lacking. 2. In the hemodynamic unit at H. Hanafie Muara Bungo Hospital, the strongest relationship lies in the criteria of the leader with the focus criteria on the operation while the lowest relationship is on the strategic planning criteria.

The quality of health services in the Hemodialysis unit needs to be improved, especially the focus on customers, strategic planning, measurement, analysis and management of knowledge and organizational performance results. Commitment from all elements in the hospital is needed. Customer service properly and correctly, appropriate medical actions in accordance with standard operating procedures, excellent service and efforts to fulfill the completeness of hospital infrastructure are important things that must be done by the Hemodialysis Unit of H. Hanafie Hospital to improve the quality of hospital services
Read More
B-2103
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ermalina E.; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Prastuti Soewondo, Oneng Soekiraten, Beatrix Siregar
Abstrak:
Untuk menghadapi kasus COVID-19 di Indonesia, Hospital Disaster Plan (HDP) yang selama ini identik dengan bencana alam harus diimplementasikan dengan berbagai penyesuaian terkait kepentingan rumah sakit untuk melindungi tenaga kesehatannya. HDP sudah ada dalam Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS) yang menjadi instrument dalam akreditasi rumah sakit. Tetapi selama ini, HDP hanya menjadi dokumen pelengkap untuk akreditasi saja, tanpa disimulasikan dan disosialisasikan sehingga saat terjadi pandemi ini banyak rumah sakit yang gagap menghadapinya. Banyak tenaga kesehatan yang menjadi korban dalam pandemi ini. Terlepas dari terpapar di tempat kerja atau tidak, tetapi tenaga kesehatan adalah orang yang paling beresiko tertular virus Corona ini. Tesis ini membahas tentang kinerja implementasi HDP di RSUD H. Hanafie Muara Bungo yang telah mengaktifkan sistem HDP sejak Maret 2020. Untuk memperoleh kinerja yang baik dalam pelaksanaan HDP diperlukan sistem keuangan, sumber daya dan pelaksanaan kerja yang baik sehingga pasien dan petugas merasa aman dari penularan virus. Pendekatan yang dapat digunakan untuk evaluasi kinerja keempat aspek tersebut adalah dengan Balanced Scorecard. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif (mixed methode). Instrument yang digunakan untuk penelitian ini adalah kuesioner dan panduan wawancara mendalam. Populasinya adalah seluruh staf di RSUD H. Hanafie Muara Bungo dan pengambilan sampelnya dilakukan dengan metode purposive sampling. Sebanyak 226 sampel dari dari staf rumah sakit untuk persepektif pelanggan, dan 112 sampel dari tim HDP untuk tiga perspektif lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RSUD H. Hanafie telah mengimplementasikan HDP dengan cukup baik. Tingkat kesetujuan untuk perspektif pelanggan dinilai cukup baik yaitu sebesar 61%. Perspektif pelanggan dinilai berdasarkan subvariabel tangibility, reliability, responsiveness, assurance, dan emphaty; perspektif proses internal dinilai memiliki kinerja cukup baik yaitu 60,4%. Pada perspektif ini, perlu lebih ditingkatkan komunikasi dan koordinasi tim HDP secara rutin; perspektif pembelajaran dan pertumbuhan diniliai memiliki kinerja cukup baik yaitu dengan tingkat kesetujuan 70%. Perspektif ini dinilai dari tiga sub variabel yaitu kapabilitas pekerja, kapabilitas sistem informasi dan motivasi pegawai. Sistem kerja HDP telah dilengkapi dengan sistem informasi yang baik dan anggota yang memiliki komitmen, sehingga perlu segera dicarikan solusi terhadap insentif yang tidak cair agar tetap mempertahakan semangat kerja tim. dan perspektif finansial yang dinilai memiliki kinerja kurang yaitu sebesar 51,3%. Pada perspektif ini melihat anggaran dan realisasi dari kegiatan HDP di RSUD H. Hanafie. Sejauh ini belum ada anggaran dan realisasi untuk kegiatan HDP. Dari penelitian ini dapat terlihat bahwa diperlukan koordinasi dan kerjasama yang baik dari semua pihak agar dapat menjalankan HDP dengan baik dalam rangka melindungi semua elemen di rumah sakit, baik staf, pasien maupun pengunjung

To deal with COVID-19 cases in Indonesia, the Hospital Disaster Plan (HDP), which has been synonymous with natural disasters, must be implemented with various adjustments related to the interests of hospitals to protect their health workers. HDP already exists in the National Hospital Accreditation Standard (SNARS) which is an instrument in hospital accreditation. But so far, HDP has only been a complementary document for accreditation, without being simulated and socialized so that when this pandemic occurs, many hospitals are stuttering about it. Many health workers have fallen victim to this pandemic. Regardless of being exposed at work or not, health workers are the people most at risk of contracting this Corona virus. This thesis discusses the performance of HDP implementation at H. Hanafie Muara Bungo Hospital which has activated the HDP system since March 2020. To obtain good performance in HDP implementation, it is necessary to have a good financial system, resources and work implementation so that patients and staff feel safe from transmission. virus. The approach that can be used to evaluate the performance of these four aspects is the Balanced Scorecard. This research is a descriptive analytic study with a quantitative and qualitative approach (mixed method). The instruments used for this research are questionnaires and in-depth interview guides. The population is all staff at H. Hanafie Muara Bungo Hospital and the sample is taken by purposive sampling method. A total of 226 samples from the hospital staff for the customer perspective, and 112 samples from the HDP team for the other three perspectives. The results showed that H. Hanafie Hospital had implemented HDP quite well. The level of agreement for the customer perspective is considered quite good, which is 61%. The customer perspective is assessed based on the subvariables of tangibility, reliability, responsiveness, assurance, and empathy; the internal process perspective is considered to have a fairly good performance, namely 60.4%. From this perspective, it is necessary to improve the communication and coordination of the HDP team on a regular basis; the learning and growth perspective is considered to have a fairly good performance with an agreement level of 70%. This perspective is assessed from three sub-variables, namely worker capability, information system capability and employee motivation. HDP's work system has been equipped with a good information system and committed members, so it is necessary to immediately find a solution for incentives that are not liquid in order to maintain the spirit of team work. and the financial perspective that is considered to have less performance is 51.3%. This perspective looks at the budget and realization of HDP activities at H. Hanafie Hospital. So far there has been no budget and realization for HDP activities. From this research it can be seen that good coordination and cooperation is needed from all parties in order to carry out HDP properly in order to protect all elements in the hospital, both staff, patients and visitors
Read More
B-2212
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Erna Maria; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Jaslis Ilyas, Ati Nirwanawati, Hariyadi Wibowo
Abstrak: Latar Belakang : Rumah sakit sebagai institusi pemberi layanan kesehatan, bertanggungjawab terhadap penyediaan layanan yang ada di masyarakat yang dapat memberikan rasa aman, efektif, memiliki mutu dan tidak bersifat diskriminatif dengan mengutamakan kepentingan pasien. Peresepan obat oleh dokter dan pemenuhannya oleh bagian farmasi secara tepat mencerminkan pelayanan berkualitas di tempat tersebut. Keterlambatan penerimaan obat menimbulkan ketidakpuasan dari pasien dan menurunkan kepercayaan terhadap RS. Pada tahun 2015 hingga 2016, waktu tunggu obat pasien unit rawat jalan RS Eka Pekanbaru masih berkisar 1 jam 4 menit untuk obat non racikan dan 1 jam untuk obat racikan. Tahun 2017 terjadi perbaikan namun angka kepuasan pasien masih belum dapat mencapai 95% dari ketetapan rumah sakit. Tentunya hal ini dapat mengakibatkan keenganan pasien untuk kembali untuk berobat yang menurunkan pendapatan RS.
Tujuan : Mengetahui hubungan waktu tunggu pasien dan karakteristik pasien terhadap tingkat kepuasan pasien pada pelayanan unit farmasi rawat jalan RS Eka Pekanbaru.
Metode : Penelitian ini memakai desain penelitian kuantitatif dengan desain potong lintang, yang dilengkapi dengan penelitian kualitatif. Dilaksanakan pada bulan Maret 2019 di unit Farmasi Rawat Jalan RS Eka Pekanbaru. Data primer diambil dengan melakukan pengamatan langsung di farmasi unit rawat jalan dan wawancara kepada Direktur serta Kepala Instalasi Farmasi RS. Data sekunder didapat dari data resep racikan maupun resep non racikan RS Eka Pekanbaru. Semua data kemudian diolah menggunakan sistem dan dianalisa menggunakan pendekatan PLS-SEM.
Hasil : Ratarata pelayanan farmasi unit rawat jalan RS. Eka Pekanbaru memiliki waktu 17.13 menit obat non racikan dan 33.48 menit obat racikan. Usia tua puas dengan responsiveness, pasien yang bekerja puas dengan tangible. Namun secara umum karakteristik pasien tidak mempengaruhi dari keseluruhan kualitas layanan.
Kesimpulan : Manajemen masih pelu melakukan perbaikan terhadap waktu tunggu terhadap resep racikan. Adanya waktu tunggu penyelesaian resep obat semakin cepat akan meningkatkan kepuasan, yang didukung dengan kualitas layanan yang baik

Background : The hospital as an institution providing health services, is responsible for providing services in the community that can provide a sense of security, effectiveness, quality and non-discrimination by prioritizing the interests of patients. Doctors prescriptions and their fulfillment by the pharmacy department reflect the quality service in Hospital. The delay in receiving drug caused dissatisfaction from the patient and reduced trust. In 2015 to 2016, the waiting time prescription for outpatient patients at Eka Pekanbaru Hospital was still around 1 hour 4 minutes for nonconcoction drugs and 1 hour for concoction drugs. In 2017 there was an improvement but the patient satisfaction rate still could not reach 95% of hospital provisions. This can lead to patient reluctance to return to treatment which reduces hospital income.
Objective: To determine the correlation between patient waiting time and patient characteristics to the level of patient satisfaction at the outpatient pharmacy unit in the Eka Pekanbaru hospital.
Method: This study uses a quantitative research design with cross-sectional design, which is supplemented by qualitative research. Performed in March 2019 in the outpatient pharmacy department of the Eka Pekanbaru hospital. Primary data was taken by conducting direct observation in the outpatient pharmacy unit and interviewing the Director and Head of the Pharmacy Installation. Secondary data was obtained from data on recipe concoctions and recipes for non-concoction of Eka Pekanbaru Hospital. All data were then processed using an analyzed system using PLS-SEM approach.
Results: The average time for outpatient pharmacy units in RS Pekanbaru takes 17.13 minutes for non-concoction medicine and 33.48 minutes for concoction medicine Old age has satisfied with the responsiveness, patients who work was satisfied with tangible. But in general the characteristics of patients did not influence the overall quality of the service.
Conclusion: management still needs to improve the waiting time for concoction recepies. The waiting time for drug prescription completion will increase satisfaction, which is supported by good service quality
Read More
B-2112
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Indra Sakti; Pembimbing: Slamet Hindarto Gunawan
Abstrak:
Jumlah kunjungan rawat jalan di Poliklinik Anak Rumah Sakit Umum Daerah Muara Bungo dalam 3 tahun terakhir terlihat menurun tajam, sedangkan jumlah kunjungan di Poliklinik lainnya konstan atau meningkat. Keadaan ini menjadi pertanyaan bagi pihak manajemen Rumah Sakit Umum Daerah Muara Bungo bahwa terjadi ketidakpuasan pasien terhadap pelayanan rawat jalan di Poliklinik Anak. Dengan melakukan suatu penelitian, yang bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan ketidakpuasan pasien yang menyebabkan penurunan kunjungan rawat jalan di Poliklinik Anak tersebut. Dengan menganalisa variabel bebas dan variabel terikat dan dilakukan uji statistik dengan Chi-Square diharapkan diketahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan secara bermakna dengan kepuasan pelanggan. Metodologi penelitian ini merupakan suatu studi deskriptif analisis bersifat kuantitatif dengan metode pengumpulan data secara cross sectional. Data primer dikumpulkan dengan mengedarkan kuesioner terhadap orang tua pasien Poliklinik Anak Rumah Sakit Umum Daerah Muara Bungo. Dari hasil penelitian terlihat hubungan yang bermakna antara persepsi responden tentang lamanya waktu tunggu dengan kepuasan pelanggan dimana tingkat kepuasan tertinggi didapat pada responden yang menyatakan waktu tunggu tidak lama. Kesimpulan dari penelitian ini ternyata waktu tunggu mempengaruhi tingkat kepuasan pelanggan Poliklinik Anak Rumah Sakit Umum Daerah Muara Bungo. Disarankan kepada pihak manajemen agar membenahi faktor waktu tunggu menjadi lebih pendek sehingga citra Poliklinik Anak Rumah Sakit Umum Daerah Muara Bungo menjadi lebih baik.

Analysis of Factors That Related with Outpatient Satisfaction at the Children's Clinical of the District General Hospital of Muara BungoThe amount of outpatient visited at the Children's Clinical of the District General Hospital of Muara Bungo during 3 last years show pointed decrease, whereas the amount of outpatient visited at the others clinical constant even increased. This condition causing question to management side of the District General Hospital of Muara Bungo that patient is not satisfy with the services of the Children's Clinical of The District General Hospital of Muara Bungo. By doing a research, that purposed to know any factors that related with patient unsatisfaction that causing the decreasing outpatient visited at the Children's Clinical. By analyzing dependent variables and independent variables and by doing statistic test with Chi-Square expected to know any factors that meaningly related with customer satisfaction. The methodology of this research to give a shape of one analysis descriptive study that have quantitative character with data gathering method sectional cross. The primer data gathered with give questioners to parents? patient of the Children's Clinical of the District General Hospital of Muara Bungo. Result of this research shows the significant related between respondent perception about long waiting times with customer satisfaction with and the highest level of customer satisfaction comes from respondent that proving the short waiting time. The conclusion result of this research proved that waiting time increasing customer satisfaction of the Children's Clinical. Suggested to management hospital to tide up waiting time factor became shorted there for the Children`s Clinical of the District General Hospital of Muara Bungo became is better.
Read More
B-533
Depok : FKM UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anjar Ari Legowo; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Vetty Yulianty Permanasari, Irna Lidiawati
Abstrak:
ABSTRAK Tesis ini menganalisis waktu tunggu pelayanan pasien umum rawat jalan di lima poli RS. Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor serta permasalahan yang menyebabkan lamanya waktu tunggu dalam setiap tahapan alur pelayanan. Jenis penelitian menggunakan desain kuantitatif dan kualitatif. Hasil analisis dari 106 sampel didapatkan rata-rata waktu tunggunya 124 menit dengan waktu tunggu yang melebihi standar (> 60 menit) sebanyak 79% dan yang sesuai standar minimal (≤ 60 menit) sebanyak 21%. Rata-rata waktu penyediaan rekam mediknya 26 menit dengan waktu yang melebihi standar (> 10 menit) sebanyak 70% dan yang sesuai standar minimal ( ≤ 10 menit) sebanyak 30 %,. Masalah utama yang berkontribusi didalam lamanya waktu tunggu adalah: lamanya daftar pemesanan dokumen medik menunggu untuk segera dilakukan pencarian, lamanya dokumen medik menunggu untuk didistribusikan dan lambatnya jam mulai pelayanan dokter.

ABSTRACT This thesis analyzes non insurance patients waiting time in outpatient of five specialist policlinic at Marzoeki Mahdi Bogor Hospital and problems causing the long waiting time in each service path step. This research uses qualitative and quantitative design, with 106 samples. The result reveals that the mean waiting time is 124 minutes. There are still 79% patients that who had mean time above the waiting time standard (>60 menit) and 21% patients had waiting time according to minimum standard (≤ 60 minutes). The mean processing time for medical record is 26 minutes, with about 70% patients are exceeded the minimum standard (>10 minutes) and 30% are according to minimum standard (≤ 10 minutes). This study finds that the main problems in contributing the longer waiting time are: duration of ordering list of medical documents is awaiting for being searched as soon as possible, the longer medical document for being distributed and the longer time for starting medical services.
Read More
B-1672
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ita Purnama Bulan; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Maryati
Abstrak: Penelitian ini menganalisis waktu tunggu pelayanan resep di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Awal Bros Bekasi. Penelitian ini merupakan kualitatif dan kuantitatif, dengan sampel sebanyak 172 lembar resep baik racikan maupun non racikan. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa rata-rata waktu tunggu pelayanan resep sebesar 22 menit untuk resep non racikan sedangkan untuk resep racikan sebesar 41 menit. Faktor penghambat yang mempengaruhi waktu tunggu pelayanan resep di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Awal Bros Bekasi adalah SDM yang belum memadai, ketersediaan obat yang masih kurang, sistem komputerisasi yang belum memadai, masa kerja/ pengalaman petugas dan sarana ruang racik yang kurang luas.
Kata kunci: Waktu tunggu, pelayanan resep, farmasi rumah sakit

This study analyzes the waiting time of prescription services in Installation of Pharmacy Awal Bros Hospital, Bekasi. It is a qualitative and quantitative research, with sampel of 172 prescriptions, both concoction and non concontion drugs. This study found that the average waiting time of conconction drugs is 41 minutes, while the non concoction drugs is 22 minutes. The factors affecting those waitng time is insufficient of human resources, lack of drugs provision, inadequate correction of IT system lack of work experience, improper working space for doing concoction drugs.
Keyword : waiting time, prescription service, hospital pharmacy
Read More
S-8663
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Annisaa Perica Rasyid; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Jaslis Ilyas, Wahyu Sulistiadi, Netry Listriani, Khafifah Any
Abstrak: Waktu tunggu yang lama pada pelayanan resep obat akan mengurangi kepuasan pelanggan dan menyebabkan pelayanan tidak efisien. Lean merupakan salah satu metodologi yang dapat digunakan untuk menangani ketidakefisienan dalam pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode lean dalam mengurangi waktu tunggu pelayanan resep obat pada instalasi farmasi rawat jalan RSUD Pasar Minggu tahun 2017.

Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif (analitik observasional) untuk melihat alur pelayanan resep obat dan mengidentifikasi pemborosan pelayanan resep obat. Dan didukung oleh penelitian kuantitatif (analisis deskriptif) untuk memperoleh data perhitungan waktu setiap tahapan proses pelayanan resep obat.

Berdasarkan hasil penelitian diketahui rata-rata waktu tunggu pelayanan resep obat non racikan selama 89.6 menit (88.17% kegiatan menunggu) dan 124.70 menit (82.10% kegiatan menunggu) pada pelayanan resep obat racikan.

Hasil penelitian mengidentifikasi bahwa terdapat 8 jenis pemborosan (DOWNTIME) pada pelayanan resep obat. Usulan perbaikan dengan metode lean diharapkan dapat menurunkan waktu tunggu menjadi 66.67% pada pelayanan resep obat non racikan dan 56.67% pada pelayanan resep obat racikan.

Kata kunci : farmasi; metode lean; pemborosan; waktu tunggu

Long waiting times on prescription services will reduce patient satisfaction and lead to inefficient services. Lean is one of the methodologies that can be used to deal with inefficiencies in health services. This study aims to analyze the application of lean method in reducing waiting time of outpatient prescription services at Pasar Minggu public hospital in 2017.

This study used qualitative research methods (observational analytics) to examine the flow and identify waste of prescription drug services. And also supported by quantitative research (descriptive analysis) to get the exact calculation of every step of prescription drug services.

Based on the result of the research, it is known that the average waiting time of medicine prescription services is 89.6 minutes (88.17% waiting activity) and 124.70 minutes (82.10% waiting activity) of personalized medicine prescription services.

The study identified that there were 8 types of waste (DOWNTIME) in prescription services. The future improvement by lean method is expected to reduce waiting time to 66.67% on medicine prescription services and 56.67% on personalized medicine prescription services.

Keywords : pharmacy; lean methode; waste; waiting times
Read More
B-1897
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yulianthy; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Amal C. Sjaaf, Budi Hartono, Angela Nusatya Abidin
Abstrak:

Tesis ini membahas tentang waktu tunggu pelayanan resep pasien umum di Farmasi URJ Selatan P. K. St. Carolus. Dari penelitian didapatkan bahwa rata-rata waktu tunggu pelayanan resep pasien umum sebesar 21.90 menit untuk resep non-racikan dan 39.40 menit untuk resep racikan. Untuk resep non racikan, waktu untuk tindakan sebesar 8.78 menit lebih kecil dari waktu jeda yaitu 13.13 menit. Sedangkan untuk resep racikan, waktu tindakan sebesar 26.75 menit lebih lama dari waktu jeda yaitu 12.75 menit, hal ini dikarenakan adanya proses peracikan. Faktor-faktor yang mempengaruhi waktu tunggu pelayanan resep pasien umum di P. K. St. Carolus adalah adanya jeda waktu dimana resep tidak diproses, adanya proses peracikan, ketidaksesuaian pengetahuan dan keterampilan SDM, SDM yang belum memadai, ketersediaan obat yang kurang, kecepatan dan keterampilan petugas, sistem komputerisasi yang belum memadai, dan sarana ruangan yang kurang luas.

Read More
B-1386
Depok : FKM UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Silvia Evalina Tarigan; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Mieke Savitri, Dumilah Ayuningtyas, Hoyi Siantoresmi, Anastasia Susetyo
Abstrak: Siloam Hospitals TB Simatupang merupakan salah satu tempat dilakukannya percobaan aplikasi yang dinamakan My Siloam, Aplikasi ini digunakan untuk membuat jadwal kunjungan unit rawat jalan sesuai jadwal praktek dokter dengan sistem online. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh penggunaan Aplikasi My Siloam terhadap kepuasan pasien dan waktu tunggu di Unit Rawat Jalan SHTB. Penelitian dilakukan di Unit Rawat Jalan SHTB pada bulan November tahun 2019. Penelitian ini merupakan mix-method study (kuantitatif-kualitatif). Studi kuantitatif menggunakan cross-sectional design. Kemudian studi kualitatif menggunakan metode wawancara mendalam. Sampel penelitian adalah pasien yang datang berobat ke Unit Rawat Jalan SHTB sebanyak 384 pasien. Kepuasan pasien dan waktu tunggu antara sebelum dan sesudah penggunaan aplikasi My Siloam berbeda signifikan (p<0,05). Aplikasi My Siloam efektif dalam meningkatkan capaian kepuasan pasien dan waktu tunggu di Unit Rawat Jalan SHTB. Faktor yang berhubungan signifikan dengan kepuasan pasien adalah pengetahuan (p<0,001), sikap (p<0,001) dan cara pembayaran (p<0,001). Sedangkan umur (p=0,261), jenis kelamin (p=0,490), pendidikan (p=0,508) dan pekerjaan (p=0,896) tidak berhubungan signifikan dengan kepuasan pasien.
Read More
B-2135
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive