Ditemukan 24070 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Tahun 1998 dikembangkan Early Warning Outbreak Recognition System (EWORS) guna memantau penyakit menular berpotensi KLB/wabah secara dini, khususnya penyakit menular baru. Informasi yang disajikan oleh EWORS berupa kombinasi beberapa gejala penyakit yang harus dianalisis secara manual, serta belum dapat membandingkan kondisi dengan standar untuk menentukan terjadinya KLB, khususnya untuk penyakit-penyakit menular lama, seperti demam berdarah dengue (DBD) dan diarc, sehingga sistem belum dapat memberikan peringatan dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model sistem informasi kewaspadaan dini KLB penyakit DBD) dan diare dengan (uji coba pada pendekatan diagnosis sebagai supplement EWORS). Desain penelitian ini adalah riset aksi dan dibatasi hanya sampai pada tahap uji coba prototype. Penelitian berhasil mengembangkan Sistem Informasi Kewaspadaan Dini KLB Pcnyakit DBD dan Diare (Uji Coba dengan Pendekatan Diagnosis sebagai Supplement EWORS), dengan keluaran berupa diagnosa dan jumlah kasus berdasarkan jenis penyakit, trn perjenis penyakit, prediksi kewaspadaan dini KLB, rekomendasi sebagai tindak lanjut dari prediksi, serta prediksi dapat dihasilkan sesuai kebutuhan (real time). Hasil studi kelayakan menunjukkan bahwa sistem informasi ini berpeluang untuk dikembangkan, baik dari segi operasional, teknis, dan ekonomi. Agar sistem inforrmasi ini dapat dioperasikan secara optimal dan berkelanjutan, aplikasi dapat digunakan bersamaan dengan penggunaan EWORS dan perlu dukungan aspek legal berupa Surat Keputusan Menteri Kesehatan, sehingga kerja sama lintas program maupun lintas sektor dapat terlaksana.
In 1998 Early Warning Outbreak Recognition Sysrem (EWORS) started to develop in order to look over the outbreak potential diseases earlier, specially newly communicable diseases. Initially, EWORS only provided the information through the combination of several diseases that must be analyzed manually and did not compare standardized conditions to determine whether the disease was classified into outbreak, specially the old type communicable such as dengue hemorrhagic fever (Dl-IF) and diarrhea as well. Therefor the sysem could not send early warning. The research objective is to develop early warning information system for DHF and diarrhea outbreak by diagnosis approaching trial as EWORS supplement. Research design is action research and limited on prototype trial level only. The research has successfully developed by providing the diagnosis and number of cases based on diseases type, trend of each disease, the outbreak early warning prediction and recommendation following from the prediction as the result. The tit of study shows that the information system has an opportunity to develop both in operational, technique and economy side as well. For optimal operation, the application of the system could be applied together with EWORS and requires legal aspect such as The Letter of Ministry of Health, therefore both program and sector coordination could be carried out.
Pendahuluan : April 2005 terjadi KLB polio di Kabupaten Lebak yang berlokasi di 13 kecamatan dengan total 131 kasus Bahia AFP ( Acute Placid Paralise ),103 Balita diantaranya positif virus Polio Liar, 95% balita AFP belum diimunisasi Sebulan sebelumnya Isnaret 2005 telah terjadi KLB Polio pertama di Indonesia di kabupaten Sukabumi yang lokasi KLB bersebelahan dengan bakasi pertama terjadi ledakan KLB Polio di kabiebak dengan tejadinya penularan virus Polio ke balita yang belum terirnunisasi vaksin Polio melalui mobilitas transportasi dan aliran sunpi Luasnya wilayah kerja dan masth banyaknya daerah yang sulit dijangkau ditambah lagi dengan kurangnya Informi' kesehatan Aktual serta belum tersedianya Sisiem Informaiika Kesehatan yang baik di jajaran kesehatan dan masyarakat kabupeen Lebak dapat memperlemah Sistem Kevvaspadaan Dini, Pencegahan dan Penanggulangan KLB sehingga dapat menimbulkan KLB Polio di i(kabupaten Lebak. Untuk mengatasi pennasalahan tersebut maka sangat diharapkan adanya satu sistem Jaringan Komputer Web DataBase Tepat Guna Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah membangun dan mengembangkan sistem Informatika untuk memperkuat Sistem Kewaspadaan Dini, Pencegahan dan Penanggulangan KLB Polio di kabupaten Lebak. Metode: Pendekatan yang digunakan dalam pengembangan sistern ini adalah pendekatan siklus hidup pengembangan sistem SDLC (ten Devolopment Life Cycle) yang terdiri preanalisis, analisis, perancangan sistem, ujicoba. Hasil: Setelah raelalui proses penelitian dengtut pendekatan SOLC diperoleh hasil dua prototype yaitu pembangun.an Local Area Network ( LAN) dan Aplikasi Web DataBase Situs Lebak Sehat ( SILEHAT )_ Kesimpuian: Dengan adanya pembangtman dan pettgembangart sistem informatika LAN dan SILEHAT tepat guna ini maim semua permasalahan yang menyebabkan terjadinya KLB Polio di kabupaten. Lebak diharapkan dapat diketahui.
