Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 38098 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Diva Ramadhani; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Caroline Endah Wuryaningsih, Lingga Ocland Anggraini
Abstrak:
Perilaku menutup tempat penampungan air merupakan bagian dari upaya Pemberantasan Sarang Nyamuk Demam Berdarah Dengue (PSN-DBD) yaitu tindakan pengendalian nyamuk vektor penyebab DBD di lingkungan melalui 3M Plus bersama dengan upaya menguras tempat penampungan air dan mendaur ulang barang bekas. Penerapan perilaku menutup tempat penampungan air sebagai upaya PSN-DBD masih menjadi masalah karena angka penerapannya yang tergolong rendah yaitu hanya sebesar 16, 9% warga di DKI Jakarta pada tahun 2018 yang menerapkan PSN pada kategori baik sementara lainnya pada kategori sedang dan buruk, hal ini diperparah dengan masih tingginya angka DBD di wilayah Jakarta Timur sebagai yang tertinggi di DKI Jakarta yaitu 689 kasus pada tahun 2023 dengan Kecamatan Pulogadung sebagai wilayah dengan angka kasus tertinggi di pada tahun 2022 yaitu 315 kasus. Incidence Rate kumulatif Kelurahan Cipinang pada tahun 2024 juga menjadi yang tertinggi ketiga di Kecamatan Pulogadung yaitu sebesar 0,25. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku menutup tempat penampungan air sebagai upaya PSN-DBD pada masyarakat RW 6 Kelurahan Cipinang Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Data penelitian dikumpulkan melalui pengisian kuesioner secara daring oleh 121 ibu rumah tangga di wilayah RW 6. Data dianalisis menggunakan uji chi-square untuk mengetahui hubungan antara variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil penelitian telah menunjukkan sebanyak 80 ibu rumah tangga (66,1%) telah melakukan perilaku menutup tempat penampungan air secara rutin. Penelitian ini juga menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan (p= 0,018; OR= 6,68; 95% CI 1,28 - 34,78), sikap (P= 0,006; OR= 0,20; 95% CI 0,06 - 0,62), dukungan keluarga (p= 0,023; OR= 2,62; 95% CI 1,21 - 5,67), dan ketersediaan alat penutup tempat penampungan air (p= 0,0005; OR= 26,0; 95% CI 8,60 - 78, 58) dengan perilaku menutup tempat penampungan air. Faktor yang diketahui paling berperan dalam mempengaruhi perilaku menutup tempat penampungan air di wilayah RW 6 adalah ketersediaan tutup tempat penampungan air sehingga saran yang dapat diberikan peneliti yaitu perlu dilakukannya upaya intervensi terkait komponen perilaku menutup tempat penampungan air dan advokasi kepada stakeholders terkait subsidi tempat penampungan air dengan tutup yang sesuai.

The initiative to close water reservoirs is a key component in the campaign against Dengue Hemorrhagic Fever Mosquito Nests (PSN-DBD). This involves controlling mosquito vectors responsible for dengue fever through the 3M Plus approach, along with water reservoir drainage and recycling efforts. Despite its importance, the implementation of this behavior faces challenges, with only 16.9% of DKI Jakarta residents in 2018 adopting PSN in the optimal category. This issue is worsened by the persistently high incidence of dengue fever in East Jakarta, reaching 689 cases in 2023, with Pulogadung District having the highest number at 315 cases in 2022. The cumulative incidence rate in Cipinang Subdistrict is expected to be the third-highest in Pulogadung Sub District in 2024 at 0.25. This study aims to identify factors influencing the adoption of water reservoir closure behavior in the community of RW 6, Cipinang Subdistrict, in 2024, utilizing a cross-sectional design. Data was gathered from 121 housewives through online questionnaires, and chi-square tests were employed for analysis. Findings indicate that 66.1% of surveyed housewives regularly practice closing water reservoirs. The research highlights significant correlations between knowledge (p= 0.018; OR= 6.68; 95% CI 1.28 - 34.78), attitude (p= 0.006; OR= 0.20; 95% CI 0.06 - 0.62), family support (p= 0.023; OR= 2.62; 95% CI 1.21 - 5.67), and the availability of water reservoir covers (p= 0.0005; OR= 26.0 ; 95% CI 8.60 - 78.58) with the behavior of closing water reservoirs. Notably, the most influential factor in RW 6 is the availability of water reservoir lids. As a recommendation, intervention efforts should focus on promoting the behavioral aspect of closing water reservoirs and advocating for subsidies to facilitate the provision of suitable lids.
Read More
S-11553
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mulia Idris Rambey; Pembimbing: Luknis Sabri, Ella Nurlaella Hadi
T-1673
Depok : FKM UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Krisna Dwi Agustinawati; Pemb. Anwar Hasan; Penguji: Besral, Yovsyah, Ucup Supriatna, Ade Saprudin
Abstrak:

Penyakit DBD termasuk penyakit berbasis lingkungan ,jumlah dan penyebarannya kasus cenderung meningkat, seringkali menimbulkan KLB. Tujuan penelitian ini diketahuinya gambaran perilaku masyarakat dan faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku masyarakat dalam pemberantasan sarang nyamuk demam berdarah dengue (PSN-DBD) di Kecamatan Kuningan Kabupaten Kuningan. Desain penelitian cross sectional yang dilakukan pada 6 desa, 10 kelurahan dengan responden ibu rumah tangga dengan wawancara.

Hasil penelitian diperoleh gambaran perilaku baik dalam PSN-DBD 51,3%, pengetahuan responden tinggi 94%%, sikap responden bersikap positif 61,3%, reponden belum terpapar penyuluhan 57,3%. Variabel yang berhubungan dengan perilaku masyarakat adalah pendidikan (P Value=0,0001), pengetahuan (P Value=0,001), pemeriksaan jentik (P Value=0,001), sarana dan prasarana (P Value=0,001), dan biaya (P Value=0,004). Dan faktor yang paling dominan adalah pendidikan.

Saran : Peningkatan upaya penyuluhan dan pendidikan masyarakat tentang DBD.


DHF including environmentally based disease, the number and distribution of cases is likely to increase, often causing outbreaks. The purpose of this study known picture of people's behavior and the factors related to people's behavior in the mosquito nest eradication of dengue hemorrhagic fever (PSN-DBD) in Kuningan Kuningan District. Cross-sectional design of the study conducted in 6 villages, 10 villages with respondents housewife with interviews.

The results obtained in both the behavioral description PSN-DBD 51.3%, high 94% of respondents knowledge%, positive attitude 61.3% of respondents, the respondents have not been exposed to 57.3% extension. Variables related to the behavior of people is education (P value = 0.0001), knowledge (P value = 0.001), examination of larvae (P value = 0.001), facilities and infrastructure (P value = 0.001), and cost (P Value = 0.004). And the most dominant factor is education.

Suggestion: Increase outreach efforts and public education about dengue.

Read More
T-3752
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hilda Zainal; Pembimbing: Syahrizal Syarif
T-734
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Zaeri; Pembimbing: Zarfiel Tafal, Anwar Hassan; Penguji: Toni Wandra, Atang Saputra
Abstrak:

Keberadaan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia yang sudah hampir setengah abad yang lalu sejak pertama kali di temukan kasusnya di Surabaya pada tahun 1968 belum dapat di berantas secara tuntas dari bumi Indonesia, bahkan jumlah kasus cenderung meningkat setiap tahunnya. Sampai saat ini belum ada obat yang dapat membunuh / membasmi virus demam berdarah sehingga cara yang paling tepat dan efektif adalah dengan cara memotong mata rantai penularan dengan membasmi nyamuk Aedes-nya, dan cara yang paling tepat guna adalah dengan membasmi jentik / larva yang ada di tempat perkembangbiakannya yang sudah di kenal dengan program Pemberantasan Sarang Nyamuk DBD (PSN-DBD) dengan cara 3M. Dari kondisi tersebut dapat di ketahui bahwa peran serta masyarakat yaitu perilaku masyarakat terutama perilaku hidup bersih dan sehat dari masyarakat termasuk kebersihan lingkungan pada umumnya mempunyai kontribusi yang cukup besar di dalam keberhasilan pemberantasan DBD. Penelitian ini ingin mengetahui perilaku masyarakat terutama faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku masyarakat dalam pencegahan demam berdarah dengue (DBD) di Kecamatan Kedaton Kota Bandar Lampung. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan non eksperimen sedangkan pengumpulan data di lakukan secara Cross Sectional (potong lintang). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh rumah yang ada pada 4 kelurahan yang paling endemis di Kecamatan Kedaton Kota Bandar Lampung yaitu: (Kedaton, Perum Way Halim, Labuhan Ratu, dan Sepang Jaya), pengambilan sampel di lakukan pada 400 kepala keluarga dengan cara Systematic Random Sampling, sedangkan metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian di ketahui bahwa sebanyak 57 % responden mempunyai perilaku baik dalam pencegahan DBD, dan sebanyak 43 % responden mempunyai perilaku kurang baik dalam pencegahan DBD. Hasil analisis bivariat menggunakan uji statistik Chi Square di dapatkan kelima variabel independen (pendidikan, pengetahuan, sikap, ekonomi, dan keterpaparan informasi / penyuluhan) masing-masing menghasilkan p-value < 0,05 artinya ada hubungan yang bermakna antara tingkat pendidikan formal, pengetahuan, sikap, ekonomi, dan keterpaparan informasi / penyuluhan dengan perilaku masyarakat dalam pencegahan DBD. Sedangkan pada analisis multivariat menggunakan analisis regresi logistik ganda model prediksi di ketahui bahwa variabel yang paling besar pengaruhnya / paling dominan terhadap perilaku masyarakat terhadap pencegahan DBD adalah variabel pengetahuan, di dapatkan Odd Ratio (OR) dari variabel pengetahuan adalah 7,667 artinya responden yang memiliki pengetahuan yang baik tentang PSN-DBD mempunyai peluang melakukan pencegahan DBD sebesar 7,667 kali lebih tinggi di banding yang mempunyai pengetahuan rendah / kurang setelah dikontrol variabel pendidikan, sikap, status ekonomi dan keterpaparan. Perilaku masyarakat di ketahui memiliki kontribusi yang cukup besar di dalam pemberantasan DBD, dari penelitian ini diketahui bahwa faktor pengetahuan responden tentang pencegahan dan pemberantasan DBD merupakan faktor yang paling dominan untuk terjadinya perilaku pencegahan dan pemberantasan DBD. Perlu di pikirkan bentuk sosialisasi yang lebih efektif agar pengetahuan tentang pencegahan dan pemberantasan DBD dapat di miliki secara merata pada seluruh lapisan masyarakat, dengan demikian masyarakat akan lebih mudah di dalam melakukan pencegahan DBD / perilaku pencegahan ke arah yang lebih baik.


In Indonesia, Dengue Fever (DF) has been acknowledged in almost half a century as its first case was found at Surabaya in 1968. Since then, the disease cannot be completely eradicated and the cases are more likely to increase from year to year. Until now, there is no cure that be able to kill or destroy the dengue virus. Therefore, the effective way on dealing with the disease is to detach the chain of transmission by eradicating the Aedes mosquitoes. And the most proper way to eliminate the mosquitoes is by terminating its larva at its breedingplaces, which is known by a program called Pemberantasan Sarang Nyamuk DBD (PSN-DBD) with 3M or the Dengue's Mosquito Breedingplace Eradications Program (DM-BEP). To meet the condition, community participation has played an important role, especially the community behavior on healthy and clean life in keeping a healthy environment. This, in general, will contribute to a successful program of Dengue eradication. The study has an aim on describing the community behavior for factors that related to the dengue prevention behavior at Kedaton Sub-district of Kota Bandar Lampung. The study is a quantitative research with a non-experiment design, and data is gathered by a cross-sectional approach. The population is all household at 4 most endemic villages (kelurahan) at Kedaton Sub-district, namely: Kedaton, Perum Way Halim, Labuhan Ratu, and Sepang Jaya. Method of sampling is using a systematic random sampling, and 400 household has drawn. Data is collected by using questionnaire. The result of the study found that there are 57% of respondents have a good behavior in term of dengue fever prevention. From bivariate analysis, with Chi Square Test, showed that five variables, namely: formal education level, knowledge, attitude, level of economic, and IEC exposures, have a p-value less than 0.05. This indicates that those variables have a significant relationship with the community behavior on the prevention of the disease. While its multivariate analysis, with a double logistic regression, found that the most dominant variable at the prediction model for community behavior on the dengue prevention is knowledge, with an OR in 7.667. This means that respondents who have a good knowledge on DM-BEP will have a probability 7.667 times to do the dengue prevention, compare to those who have low or less knowledge on DM-BEP. The value of OR is resulted after the variable is controlled with variables of education, attitude, economic status, and exposures. To conclude, community behaviors have a great contribution on the effort of eradicating the DF, and the study found that factor of respondent?s knowledge on DMBEP is the most dominant factors on creating the behavior on preventing and eradicating the DF. It is suggested that there is a need on constructing an effective form of socialization in order to raise the awareness and increase the community knowledge on DM-BEP in all level, in such that the community will easily applying the way to prevent the disease, as well as having a better prevention behavior.

Read More
T-2789
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mohammad Nasip; Pembimbing: Agustin Kusumayati
T-961
Depok : FKM UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Inayah; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Ella Nurlaella Hadi, Etrina Eriawati
Abstrak: Kecamatan Pesanggrahan merupakan kecamatan kedua dengan jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) tertinggi di Jakarta Selatan yaitu mencapai 143 kasus tahun 2021. Peningkatan penularan dapat disebabkan oleh kurangnya penerapan perilaku pencegahan DBD pada individu. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan DBD masyarakat di Kecamatan Pesanggrahan. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Responden penelitian berjumlah 116 orang dengan kriteria usia 20-65 tahun dan berdomisili di Kecamatan Pesanggrahan. Kuesioner penelitian menggunakan Google Form dan disebar secara daring melalui media sosial. Penelitian ini menunjukkan bahwa responden memiliki perilaku pencegahan DBD yang cukup baik dengan rata-rata skor perilaku sebesar 64,31 dari 100. Berdasarkan hasil uji statistik, jenis kelamin menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap perilaku pencegahan DBD (p value= 0,002). Usia memiliki korelasi hubungan yang sedang (r1= 0,482) dan signifikan (p value= 0,001) terhadap perilaku pencegahan DBD. Pengetahuan (r2= 0,998), persepsi kerentanan (r3= 0,999), persepsi keparahan (r4= 0,998), persepsi manfaat (r5= 0,994), persepsi hambatan (r6= 0,998), dan isyarat untuk bertindak (r7= 0,987) memiliki korelasi hubungan yang sangat kuat dan signifikan (p value= 0,001) terhadap perilaku pencegahan DBD. Pemberian edukasi dan promosi kesehatan melalui berbagai metode yang sesuai sangat diperlukan untuk meningkatkan perilaku pencegahan DBD.
esanggrahan District is the second sub-district with the highest number of Dengue Hemorrhagic Fever cases in South Jakarta, reached 143 cases in 2021. The increase of transmission can be caused by the lack of implementation of dengue prevention behavior in individuals. This study aims to determine the factors that are related to dengue prevention behavior in the community of Pesanggrahan District. This study used a cross-sectional design with a quantitative approach. Respondents amounted to 116 people with the criterias aged 20-65 ears old and domiciled in Pesanggrahan District. The questionnaire used Google Form and distributed online through social media. This study shows that respondents have good dengue prevention behavior with average behavioral score is 64,31 out of 100. Based on the result of statistical test, gender shows a significant relationship to the dengue prevention behavior (p value= 0,002). Age has a moderate correlation (r1= 0,482) and significant on dengue prevention behavior (p value= 0,001). Knowledge (r2= 0,998), perceived susceptibility (r3= 0,999), perceived severity (r4= 0,998), perceived benefit (r5= 0,994), perceived barrier (r6= 0,998), and cues to action (r7= 0,987) have very strong and significant relationship (p value= 0,001) to dengue prevention behavior. Providing education and health promotion through various appropriate methods are very necessary to improve dengue prevention behavior.
Read More
S-10944
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Noralisa; Pembimbing: Sri Tjahjani Budi Utami; Penguji: Anwar Hassan, Didik Supriyono
S-6562
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mardison; Pembimbing: Hadi Pratomo, Endang Sri Murtiningsih Basuki; Penguji: Sudarti Kresno, Supratman Sukowati, Cicilia Windiyaningsih
T-2219
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Intan Endang; Pembimbing: Zulazmi Mamdy; Penguji: Ella Nurlaella Hadi, Rita Kusriastuti, Hafni Rochmah
Abstrak:

COMBI merupakan singkatan dari Communication for Behavioural Impact yang diterjemahkan menjadi Komunikasi untuk Perubahan Perilaku. COMBI mewakili penggabungan dari berbagai pendekatan dan didalamnya terdapat lima aksi komunikasi terpadu, yaitu (1) Mobilisasi administrasi/kehumasan/advokasi, (2) Mobilisasi masyarakat, (3) Advertensi/periklanan, (4) Penjualan pribadi /komunikasi interpersonal, (5) Titik pelayanan promosi. Penerapan pendekatan COMBI dilaksanakan pada bulan Maret (minggu ke 11) tahun 2006 di 10 kecamatan wilayah Kota Jakarta Timur yang luas wilayah dan jumlah penduduknya terbesar dibandingkan 5 wilayah lainnya di DKI Jakarta dan jumlah kasus DBDnya juga terbesar yaitu 8.107 kasus. Hasil sementara dari pelaksanaan pendekatan COMBI menunjukkan adanya penurunan angka kasus DBD yang cukup bermakna pada minggu ke 31 tahun 2006 walaupun masih berfluktuatif dibandingkan dengan angka kasus yang terjadi pada tahun 2005, sebelum adanya pelaksanaan COMBI di Kotamadya Jakarta Timur. Hingga awal tahun 2007 pada bulan Februari, angka kasus DBD di DKI Jakarta masih terus menunjukkan kecenderungan naik dengan angka 2.263 kasus dan 8 kematian. Jika tidak segera ditanggulangi bersama oleh semua wilayah yang berada di DKI Jakarta maka DKI dapat kembali menjadi penyumbang terbesar angka kasus DBD dan yang lebih parah dapat mengakibatkan terjadinya KLB. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan gambaran pelaksanaan pendekatan COMBI dalam upaya menurunkan angka kasus DBD di wilayah Kotamadya Jakarta Timur. Jenis penelitian adalah kualitatif, sedangkan metode yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi tidak terstruktur dan telaah data sekunder terhadap hasil laporan pelaksanaan kegiatan COMBI. Informan yang diteliti dibagi dalam kelompok penentu kebijakan, pejabat lintas sektor yang aktif terlibat, petugas kesehatan, tokoh masyarakat dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi SDM pengelola COMBI yang cukup baik akan mempengaruhi proses pelaksanaan kegiatan COMBI secara baik dan berhasil guna. Kegiatan-kegiatan yang dijabarkan dalam hasil penelitian menunjukkan bahwa ke lima aksi komunikasi terpadu dalam COMBI telah dilaksanakan oleh pengelola COMBI. Hanya saja ditemukan beragam pesan yang kurang fokus namun tidak menjadi masalah terhadap perubahan perilaku yang terjadi di masyarakat. Informan dapat menyampaikan pesan yang beragam tersebut dengan cara membacanya langsung dari media. Pesan COMBI yang selalu diingat dan diucapkan oleh informan adalah PSN 30 menit setiap hari Jumat dari jam 09.00-09.30. Dari hasil penelitian diperoleh gambaran perubahan perilaku yang dirasakan sebagian besar individu/masyarakat yaitu semakin sering dan rutin melakukan PSN dan menimbulkan manfaat langsung bagi individu/masyarakat dengan terjadinya penurunan angka kasus DBD di wilayah Jakarta Timur. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan COMBI di Jakarta Timur menunjukkan hasil yang sesuai dengan tujuan COMBI yaitu terjadinya perubahan perilaku di masyarakat dan berdampak pada penurunan angka kasus DBD, walaupun mengalami beberapa hambatan dana, sarana-prasarana dan masih adanya masyarakat yang kurang kesadarannya melakukan PSN secara rutin. Sehubungan dengan itu, maka ada beberapa saran yang penulis sampaikan yaitu memperbaiki perencanaan anggaran sesuai kebutuhan, uji kelayakan untuk diimplementasikan di wilayah DKI Jakarta lainnya, pelatihan bagi petugas Puskesmas dan kader untuk memahami perubahan perilaku di masyarakat, pesan diuji kembali berdasarkan tanggapan masyarakat untuk mengubah dan menyelaraskan strategi komunikasi. COMBI stands for Communication for Behavioural Impact if translated to Indonesian language COMBI will become Komunikasi untuk Perubahan Perilaku.


COMBI represents approaches associated with promoting healthy behaviour and there are five communication action integrated in COMBI are (1) Public relations /advocacy / administrative mobilization, (2) Community mobilization, (3) Sustained appropriate advertising, (4) Personal selling/ interpersonal communication/counseling, (5) Point of Service promotion. COMBI approaches implementation was conducted on March (week 11th ) 2006 in 10 district of East Jakarta which the biggest district and population compared to the other five district in DKI Jakarta. It was also notice that 8.107 cases occurred in this district and this number is superior among the other districts. Provisional result from COMBI approaches act shows that the Dengue fever case number have been intensively declining on week 31st 2006 even tough the result still fluctuated compared to the number happened in 2005, before COMBI conducted in East Jakarta. Until early 2007 on February, number of dengue fever in DKI Jakarta DBD increasing with 2.263 cases and 8 death. This matter should be taken care immediately by all district in DKI, otherwise DKI could be the biggest contributor for dengue fever number and even get worst when becoming outbreak. Research was made to find idea for COMBI approaches act regarding to decline dengue fever number in East Jakarta. This research type is qualitative, In depth interview and secondary data discover through report of COMBI result method was utilized to collect the data. The informant who will examined will be divide in policy maker group, active involved sector official, provider, public figure and community. The research result shows that COMBI approaches act will be affected from the human resource of COMBI officers. These activities explained that research outcome shows the fifth communication actions which integrated in COMBI have been carry out by COMBI officer COMBI. Nevertheless several of unfocused message are found, but its doesn't matter to behaviour change. Informan mentions that message from reading directly from media which remembered by all the COMBI message informant is Mosquito Nest Termination (MNT) 30 minutes every Friday from 09.00-09.30 am. The idea of changing behavior individual/public which initiate from research result is confirmed from behavior alteration almost of individual/public who regularly performing PSN and the advantage of behavior alteration to the individual/public is declining the dengue fever number in East Jakarta. It was concluding that COMBI activity in East Jakarta come out with matching COMBI intend which is behavior alteration to the individual/public is declining the dengue fever number in East Jakarta. Although having several fund difficulty and the indolent community to perform MNT. In regard to the mentioned above writer had a few suggestions to make which is amend the budget planning with equivalent amount, proper testing for implemented in the other DKI Jakarta district, training for Center of Public Healthy officer and kader who understand the behavior alteration in community, retest message based on public opinion to vary and harmonize the communication strategy.

Read More
T-2698
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive