Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 35233 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Monika Sani Turnip; Pembimbing: Sudijanto Kamso; Penguji: Sutanto Priyo Hastono, Wahyu Septiono, Arief Maulana, Tiska Yumeida
Abstrak:

Angka kematian bayi akibat makrosomia meningkat 0,1% menurut Data Survey Demografi Kesehatan Indonesia 2017. Sementara itu, komplikasi persalinan ibu meningkat dari 35% pada tahun 2012 menjadi 41% pada tahun 2017. Dengan menggunakan data dari Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia, penelitian ini menyelidiki hubungan antara pemeriksaan kehamilan (antenatal care) dan variabel kejadian makrosomia dengan faktor pembaur (confounding) yakni Umur Ibu, Pekerjaan Ibu, Lokasi Tempat Tinggal Ibu, Tingkat Pendidikan Ibu, Status Sosial Ekonomi, Tempat Pemeriksaan saat kehamilan, dan Tenaga Pemeriksaan Kehamilan. Penelitian ini memakai metode penelitian kuantitatif observasional analitik melalui teknik cross-sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel independen memiliki korelasi yang signifikan dengan variabel dependen, yaitu kualitas pemeriksaan kehamilan dengan standar 10T yang dilakukan pada pasien ibu hamil dengan faktor konfounding-nya status pekerjaan ibu, daerah tempat tinggal ibu, dan tempat pemeriksaan kehamilan serta variabel interaksi antara daerah tempat tinggal dengan kuantitas ANC. Hasil analisis menunjukkan ibu yang tidak mendapatkan kualitas pemeriksaan kehamilan yang sesuai standar berisiko 1,304 (95% CI 1,096-1,551) kali memiliki bayi makrosomia dibandingkan dengan ibu yang mendapatkan kualitas pemeriksaan kehamilan yang sesuai standar. Pada faktor konfounding yang paling berisiko pada kejadian makrosomia adalah daerah tempat tinggal dengan POR=1,692 (95% CI 1,358- 2,109) artinya ibu yang tinggal di desa berisiko 1,692 kali memiliki bayi makrosomia dibandingkan ibu tinggal di kota. Kata kunci: Antenatal Care, Makrosomia, SDKI 2017


 

The infant mortality rate due to macrosomia increased by 0.1% according to the 2017 Indonesian Demographic Health Survey Data. Meanwhile, maternal birth complications increased from 35% in 2012 to 41% in 2017. Using data from the Indonesian Demographic and Health Survey, this research investigate the relationship between antenatal care and macrosomia incidence variables with confounding factors, namely maternal age, maternal occupation, maternal residence location, maternal education level, socio-economic status, examination location during pregnancy, and prenatal examination personnel. This research uses quantitative observational analytical research methods using cross-sectional techniques. The results of the study show that the independent variable has a significant correlation with the dependent variable, namely the quality of pregnancy examinations with the 10T standard carried out on pregnant women with the confounding factors being the mother's employment status, the area where the mother lives, and the place of pregnancy examination as well as the interaction variable between regions. residence with ANC quantity. The results of the analysis show that mothers who do not receive quality pregnancy checks that meet standards have a 1.304 (95% CI 1.096-1.551) risk of having macrosomia babies compared to mothers who get quality pregnancy checks that meet standards. The confounding factor that is most at risk for the incidence of macrosomia is the area of residence with POR=1.692 (95% CI 1.358-2.109) meaning that mothers who live in villages are 1.692 times more likely to have macrosomia babies than mothers who live in cities. Keywords: Antenatal Care, Macrosomia, IDHS

 

 

Read More
T-7124
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aini Qur`ani Sam; Pembimbing: Mondastri Korib Sudaryo; Penguji: Asri C. Adisasmita, Mardiana Dwi Puspitasari
T-6258
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Saila Hadayna;cPembimbing: Penguji: Sudarto Ronoatmodjo, Iram Barida, Suparmi
Abstrak:
Tren cakupan ASI eksklusif di Indonesia masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara frekuensi kunjungan antenatal care (ANC) sesuai standar dengan pemberian ASI eksklusif pada ibu dengan bayi usia 0–23 bulan berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Desain penelitian adalah cross sectional dengan analisis regresi Cox untuk menghitung prevalence ratio (PR) dan mengontrol variabel kovariat. Hasil menunjukkan proporsi ASI eksklusif pada bayi usia 0–5 bulan sebesar 47,10%, dan pada kelompok usia 6–23 bulan sebesar 64,90%, dengan 2,52% di antaranya mengalami keterlambatan pemberian MPASI. Kunjungan ANC ≥6 kali berhubungan signifikan dengan praktik ASI eksklusif pada bayi usia 0–5 bulan (PR adj: 3,01; 95% CI: 2,12–4,27), namun tidak signifikan pada usia 6–23 bulan. Temuan ini menekankan pentingnya edukasi menyusui berkelanjutan sejak kehamilan dan perlunya penguatan indikator pengukuran waktu pemberian MPASI dalam surveilans nasional. 

The exclusive breastfeeding coverage trend in Indonesia remains suboptimal. The objective of this study was to examine the relationship between the frequency of standardized antenatal care (ANC) visits and the practices of exclusive breastfeeding among mothers with infants aged 0–23 months. This investigation utilized the 2023 Indonesia Health Survey (SKI) to conduct its analysis. This cross-sectional study employed modified Cox regression to estimate prevalence ratios (PR) and adjusted for covariates. The results indicated that 47.10% of infants aged 0–5 months were exclusively breastfed, and 64.90% of those aged 6–23 months had a history of exclusive breastfeeding, with 2.52% experiencing delayed complementary feeding. A significant association was identified between ANC visits with a p-value of at least 6 and exclusive breastfeeding in the 0–5 months group (PR adj: 3.01; 95% CI: 2.12–4.27). However, no such association was observed in the 6–23 months group. These findings underscore the necessity for the incorporation of sustained breastfeeding education initiatives beginning in pregnancy, along with the integration of MPASI timing into national monitoring indicators.

Read More
T-7377
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Salsabila Putri Lamiday; Pembimbing: Putri Bungsu; Penguji: Ratna Djuwita, Mugia Bayu Rahardja
S-9941
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aisyah Syahrani Syafri; Pembimbing: Lhuri Dwianti Rahmartani; Penguji: Rizka Maulida, Nadia Shafira
Abstrak:
Latar Belakang: Periode neonatal merupakan waktu yang rentan bagi bayi pada awal kehidupannya dan komplikasi perdarahan selama kehamilan dapat mempengaruhi kelangsungan hidup ibu dan bayi. Saat ini, terdapat perbedaan pendapat terkait pengaruh komplikasi perdarahan selama kehamilan dengan kematian neonatal serta belum ditemukannya publikasi terkait komplikasi perdarahan selama kehamilan terhadap kematian neonatal di skala nasional Indonesia dengan data terbaru. Oleh karena itu, peneliti melakukan penelitian untuk mengetahui hubungan perdarahan selama kehamilan dengan kematian neonatal di Indonesia. Metode: Penelitian ini merupakan studi kuantitatif menggunakan data sekunder dari Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017 dengan desain studi cross-sectional. Analisis data dilakukan pada wanita usia subur (WUS) usia 15-49 tahun yang melahirkan bayi lahir hidup pada rentang tahun 2012-2017 dan merupakan anak terakhir tunggal yang terdata dalam SDKI 2017. Sebanyak 14.848 sampel didapatkan untuk dianalisis menggunakan complex survey dengan chi-square dan regresi logistik untuk memeriksa hubungan antara perdarahan selama kehamilan dengan kejadian kematian neonatal Hasil: Prevalensi kematian neonatal pada wanita usia subur (WUS) usia 15-49 tahun yang melahirkan dalam rentang waktu 2012-2017 di Indonesia berdasarkan data SDKI 2017 sebesar 0,7%. Selain itu, 48,4% dari total 14.848 responden mengalami perdarahan selama kehamilan. Setelah dilakukan analisis multivariat dengan mengontrol ukuran lahir bayi, jenis kelamin bayi, dan paritas ibu, tidak ditemukan asosiasi yang bermakna secara statistik antara perdarahan selama kehamilan dengan kejadian kematian neonatal (adjusted odds ratio 0,67; CI 95% 0,45-1,01). Kesimpulan: Perdarahan selama kehamilan tidak terbukti berasosiasi dengan kematian neonatal. Hal ini mungkin terjadi akibat keterbatasan metode penelitian yang digunakan, tidak diketahui lebih lanjut kapan dan seberapa banyak perdarahan yang terjadi, dan cakupan ANC yang baik. Dari sisi klinis, terdapat perdarahan yang cukup sulit untuk dideteksi oleh tenaga kesehatan sehingga memungkinkan tidak terdatanya kasus. Selain itu, pada perdarahan yang berisiko, penanganan cepat akan dilakukan sehingga kesehatan bayi tidak akan berdampak pada masa neonatal.

Background: Neonatal period is a vulnerable time for infants and bleeding during pregnancy can affect the survival of the mother and baby. Research regarding association between bleeding during pregnancy and neonatal deaths using the Indonesia is still rarely carried out at this time and there’s a variety of opinion regarding this matter. Therefore, researchers conducted a study to determine the association between bleeding during pregnancy and neonatal mortality in Indonesia. Method: This research is a quantitative study using secondary data from the 2017 Indonesia Demographic and Health Survey (IDHS) with a cross-sectional study design. Data analysis was conducted on women of reproductive age (WRA) aged 15-49 years who gave birth to live infants between 2012 and 2017 and whose most recent singleton births were recorded in the 2017 IDHS. A total of 14,848 samples were obtained for analysis using complex survey methods with chi-square and logistic regression to examine the relationship between bleeding during pregnancy and neonatal mortality. Results: The prevalence of neonatal mortality among women of reproductive age (WRA) aged 15-49 years who gave birth between 2012 and 2017 in Indonesia, based on the 2017 IDHS data, was 0.7%. Additionally, 48.4% of the total 14,848 respondents experienced bleeding during pregnancy. After conducting multivariate analysis while controlling with its confounders (perceived birth weight, sex of the baby, and maternal parity) no statistically significant association was found between bleeding during pregnancy and neonatal mortality (adjusted odds ratio 0.67; 95% CI 0.45-1.01). Conclusion: Bleeding during pregnancy was not found to be associated with neonatal mortality. This may be due to limitations in the research methods used, the lack of detailed information on the timing and amount of bleeding, and good ANC coverage. Clinically, some bleeding may be difficult to detect, leading to potential underreporting of cases. Furthermore, in cases of high-risk bleeding, emergency management is likely to be implemented, preventing any impact on neonatal health.
Read More
S-11682
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Izzah Dienillah Saragih; Pembimbing: YOvsyah; Penguji: Tri YHunis Miko Wahyono, Kasmiyati, Yeni Tri Herwanto,
Abstrak: BBLR merupakan salah satu indikator penting untuk menggambarkan kesehatan masyarakat. Di Indonesia, prevalensi BBLR mengalami stagnanisasi bahkan meningkat yaitu 6,7% pada 2007 menjadi 7,3% pada 2012. Banyak faktor yang memengaruhi BBLR, salah satunya adalah pelayanan ANC. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan frekuensi dan kualitas pelayanan ANC terhadap kejadian BBLR dengan menggunakan data SDKI 2012. Penelitian ini menggunakan desain penelitian potong lintang dengan menggunakan kuesioner SDKI 2012. Study participant dalam studi ini sebanyak 13.413 Hasil analisis ditemukan prevalensi BBLR sebesar 6,9%. Karateristik BBLR lahir dengan berat badan rata-rata yaitu 2055,11 gr dan berat badan terendah lahir dengan berat 700 gr. Faktor yang secara statitstik berhubungan dengan BBLR adalah frekuensi, kualitas ANC, pekerjaan ibu pendidikan ibu, komplikasi kehamilan, paritas, dan status ekonomi. Dari hasil analisis logistic regression ditemukan ibu dengan riwayat komplikasi kehamilan serta mendapatkan frekuensi ANC yang buruk, memiliki risiko melahirkan BBLR 2,772 kali dibandingkan ibu yang tidak mengalami riwayat komplikasi kehamilan dan mendapatkan frekuensi ANC yang baik. Serta ibu yang mendapatkan kualitas pelayanan antenatal dengan kualitas buruk berisiko 1,126 kali lebih besar untuk melahirkan BBLR dibandingkan dengan ibu yang mendapatkan kualitas pelayanan antenatal baik setelah dikontrol variabel frekuensi ANC. Namun, hasil analisis ini menunjukkan bahwa hubungan frekuensi dan kualitas ANC dengan BBLR tidak signifikan dengan mempertimbangkan p value >0,05 dan CI rentangnya melewati angka 1. Terdapat potensi bias seleksi yang besar dimana missing pada studi partisipan sebanyak 19%. Kata Kunci: BBLR, Frekuensi dan Kualitas, Antenatal Care LBW is one of indicators to describe public health. In Indonesia, the prevalence of LBW increased by 6.7% in 2007 to 7.3% in 2012. Many factors affect the LBW, one of which is the ANC. This study aims to see the relationship of frequency and quality of ANC service to the occurrence of LBW by using data of SDKI 2012. This is a cross sectional study using the questionnaire SDKI 2012. Study participant in this study as many as 13,413. The results showed the prevalence of LBW by 6.9% . Characteristics of LBW was born with an average body weight of 2055.11 gr and the lowest is 700 gr. Factors that are statistically associated with LBW are frequency, ANC quality, maternal education, work, pregnancy complications, parity, and economic status. From the results of logistic regression analysis found that women with a history of complications and lack of ANC frequency, has a risk of giving birth to LBW 2,772 times to mothers who had no pregnancy complication and had good ANC. As well as mothers who received quality antenatal service with poor quality 1.126 times larger to give birth to LBW with mothers who have good quality antenatal care after controlled by ANC frequency. However, the results of this analysis show that the relationship of frequency and quality of ANC to BBLR is not significant with p value> 0,05 and CI range exceeds the number 1. There is a large selection potential bias which showed by 19% missing data from eligible population. Keywords: Low Birthweight, Frequency and Quality, Antenatal Care
Read More
T-4904
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Meirica Rosaline Safitri; Pembimbing: Asri C. Adisasmita; Penguji: Helda, Iram Barida Maisya, Septyana Choirunisa
Abstrak:
Komplikasi persalinan merupakan salah satu penyumbang morbiditas maternal di Indonesia. Kualitas kunjungan antenatal care (ANC) berperan penting dalam pencegahan komplikasi, namun bukti empiris di tingkat populasi nasional masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kunjungan ANC sesuai standar dengan kejadian komplikasi persalinan di Indonesia menggunakan data Survei Kesehatan Indonesia 2023. Standar K4 didefinisikan sebagai minimal empat kali kunjungan ANC selama kehamilan, sedangkan K6 mengikuti jumlah kunjungan standar enam kali Permenkes 21 Tahun 2021 yang menambahkan pemeriksaan dokter dan ultrasonografi. Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah perempuan usia 10–54 tahun yang memiliki riwayat persalinan tunggal pada periode 1 Januari 2018 sampai 25 September 2023. Kriteria eksklusi adalah ibu yang mengalami keguguran dan responden dengan data yang tidak lengkap pada variabel utama, serta data komplikasi yang tidak valid. Desain penelitian adalah potong lintang dan analisis dilakukan menggunakan uji chi-square untuk bivariat serta regresi Cox constant time untuk multivariat guna memperoleh Prevalence Ratio (PR) dengan interval kepercayaan 95%. Kovariat yang dikontrol meliputi usia ibu, pendidikan, pekerjaan, status ekonomi, lokasi tempat tinggal, klasifikasi wilayah berdasarkan Indeks Pembangunan Manusia,  paritas, faktor risiko kehamilan, tempat persalinan, penolong persalinan, metode persalinan, gangguan kehamilan, dan pengetahuan tanda bahaya. Hasil menunjukkan proporsi komplikasi persalinan sebesar 21,9%, dengan cakupan ANC K4 sebesar 45,55% dan ANC K6 sebesar 5,35%. Model akhir menunjukkan bahwa kelompok ANC tidak sesuai standar memiliki risiko komplikasi lebih rendah (aPR = 0,855; 95% CI: 0,819–0,891; p<0,001), dan kelompok tidak ANC lebih rendah daripada kedua kelompok (aPR = 0,327; 95% CI: 0,277–0,387;p<0,001). Ditemukan efek modifikasi oleh gangguan kehamilan dan interaksi ANC dengan gangguan kehamilan. Hasil juga ini menunjukkan adanya confounding by indication, di mana ibu berisiko tinggi lebih cenderung melakukan kunjungan ANC. Mutu ANC secara agregat belum menunjukkan efek protektif konsisten terhadap komplikasi persalinan.

Delivery complications represent one of the leading contributors to maternal morbidity in Indonesia. The quality of antenatal care (ANC) visits plays an essential role in preventing complications; however, empirical evidence at the national population level remains limited. This study aims to analyze the association between standardized ANC visits and delivery complications in Indonesia using data from the 2023 Indonesian Health Survey (SKI). The K4 standard was defined as a minimum of four ANC visits during pregnancy, while K6 followed the Ministry of Health Regulation No. 21 of 2021 requiring six visits including physician examinations and ultrasound assessments. The inclusion criteria were women aged 10–54 years with singleton live births between January 1, 2018 and September 25, 2023. Exclusion criteria included women who experienced miscarriage and respondents with incomplete data on key variables or invalid complication data. This cross-sectional study utilized chi-square tests for bivariate analysis and Cox regression constant time models for multivariate analysis to calculate prevalence ratios (PR) with 95% confidence intervals. Covariates controlled included maternal age, education, employment, socioeconomic status, place of residence, Human Development Index (HDI)-based regional classification, parity, pregnancy risk factors, place of delivery, delivery attendant, delivery method, pregnancy complaints, and danger sign knowledge. The results showed a proportion of delivery complications of 21.9%, with ANC K4 coverage at 45.55% and ANC K6 at 5.35%. The final model indicated that mothers with inadequate ANC had a lower risk of complications (aPR = 0.855; 95% CI: 0.819–0.891; p < 0.001), and those with no ANC had an even lower risk (aPR = 0.327; 95% CI: 0.277–0.387; p < 0.001). An effect modification by pregnancy-related disorders and an interaction between ANC and pregnancy-related disorders were observed. These findings also suggest the presence of confounding by indication, where high-risk mothers are more likely to seek ANC visits. Overall, the aggregate quality of ANC has not shown a consistent protective effect against delivery complications.

Read More
T-7309
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ade Mulya Nasrun; Pembimbing: Helda; Penguji: Mondastri Korib Sudaryo, Tri Yunis Miko, Rima Damayanti, Diah Puspita Sari
Abstrak: Ada hubungan antara frekuensi antenatal care (ANC) dengan kematian neonatal di Indonesia. Bagi ibu hamil agar melakukan antenatal care (ANC) minimal 4 kali selama masa kehamilan sesuai anjuran pemerintah dan WHO dalam rangka meningkatkan pengetahuan tentang pemeriksaan kehamilan dasar sehingga memiliki motivasi untuk meningkatkan kesehatan ibu dan janin. Sehingga dapat menurunkan angka kematian neonatal di Indonesia
Read More
T-5613
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ratu Nabila Rizky Fauzia; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Rahma Dewi
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan jumlah anak dengan kejadian kehamilan tidak diinginkan di Indonesia pada wanita pernah kawin usia 15-49 tahun. Penelitian ini menggunakan data SDKI 2017 dengan rancangan studi potong lintang. Sampel penelitian yaitu wanita pernah kawin usia 15-49 tahun yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi berjumlah 1989 responden. Data dianalisis secara univariat, bivariat, dan multivariat.
Read More
S-10545
Depok : FKM-UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anggun Budiastuti; Pembimbing: Sudarto Ronoatmodjo; Penguji: Helda, Tri Yunis Miko Wahyono, Soewarta Kosen, Erni Risvayanti
T-4210
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive