Ditemukan 31579 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Abstrak
Jentik Demam Berdarah Dengue (DBD) mengacu pada nyamuk Aedes aegypti yang merupakan vektor utama penyebab penyakit DBD telah menjadi masalah besar bagi kesehatan di banyak negara tropis. Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J), melibatkan setiap rumah tangga sebagai pemantau jentik, pada penelitian ini melibatkan anak (sismantik) dan ibu (jumantik rumah) untuk melakukan pemantaun jentik di rumah tangga. Studi ini menggunakan quasi experiment yang menekankan bahwa ada perbedaan Container Indeks (CI) pada kelompok intervensi dibandingkan kelompok kontrol yang dan melihat pengaruh pelatihan terhadap pengetahuan,sikap dan tindakan responden dalam penurunan CI di dua wilayah endemis DBD di Kota Pariaman,
Pada kelompok intervensi (G1R1J Plus Sismantik), rata-rata pengetahuan responden sebelum yaitu 55,4%, mengalami peningkatan menjadi 91,7%. Hasil uji T dependen didapatkan nilai p < 0,001. Sikap 78,8%, mengalami peningkatan sesudah intervensi menjadi 85,8%. Hasil uji T dependen didapatkan nilai p < 0,001. Tindakan 48,9%, mengalami peningkatan menjadi 83,7%. Hasil uji T dependen didapatkan nilai p < 0,001. Efektifitas intervensi terhadap pengetahuan, yaitu sebesar 13%, terhadap sikap sebesar 13%, terhadap tindakan 48,5%. Variabel berpengaruh terhadap penurunan angka CI adalah variabel intervensi (p = 0,010) dan pendidikan perguruan tinggi (p = 0,024).Studi ini menunjukkan bahwa program G1R1J plus sismantik, secara signifikan menurunkan indeks kepadatan nyamuk (CI). Penggabungan program G1R1J dengan Sismantik dapat menurunkan jumlah vektor nyamuk Aedes aegypti. Penelitian ini menawarkan panduan strategis untuk membangun kebijakan pemantau jentik yang lebih berkelanjutan dan efisien di daerah endemis lainnya.
Abstract
Dengue hemorrhagic fever (DHF), primarily transmitted by Aedes aegypti mosquitoes, remains a major public health challenge in many tropical regions. The "One House, One Larvae Observer Movement" (Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik, G1R1J) empowers households to actively participate in larvae surveillance efforts. This study enhances the program by incorporating the roles of children (Sismantik) and mothers (Jumantik Rumah) to strengthen larvae monitoring practices at the household level.This study employs a quasi-experimental design, focusing on the difference in the reduction of the Container Index (CI) between the intervention group, and the control group. The study also examines the impact of training on respondents' knowledge, attitudes, and practices regarding the reduction of CI in two dengue-endemic areas in Pariaman City.In the intervention group (G1R1J plus child participation), the mean knowledge score increased significantly from 55.4% to 91.7% post-intervention (paired t-test, p<0.001). the mean attitude score improved from 78.8% to 85.8% (paired t-test, p<0.001), and the mean performance score increased from 48.9% to 83.7% (paired t-test, p<0.001). The intervention was effective in increasing knowledge by 13%, attitude by 13%, and performance by 48.5%. Variables influencing the reduction in CI include the intervension variable (p = 0.010) and higher education level (p = 0.024) This study demonstrates that the G1R1J plus Sismantik program can significantly reduce the Container Index (CI). The integration of the G1R1J program with Sismantik has proven effective in decreasing the population of Aedes aegypti mosquito vectors.The findings of this study provide strategic guidance for developing more sustainable and efficient larvae monitoring policies in other endemic areas.
ABSTRAK Nama : Ikke Yuniherlina NPM : 1506704434 Program Studi : Epidemiologi Komunitas Judul : Faktor-faktor yang berhubungan dengan keparahan DBD pada pasien studi demam akut di delapan rumah sakit di Indonesia Manifestasi klinis demam berdarah dengue (DBD) masih menjadi permasalahan dalam kesehatan masyarakat di Indonesia. Berdasarkan derajat keparahan DBD menurut kritera WHO 2011 terbagi atas DBD derajat I, DBD derajat II, DBD derajat III, dan DBD derajat IV. Di Indonesia insiden DBD meningkat walaupun angka kematiannya menurun, untuk itu penelitian ini bertujuan meneliti faktor-faktor yang berhubungan dengan keparahan DBD, dimana DBD derajat II, III, dan IV dikategorikan sebagai DBD parah. Penelitian cross-sectional yang menggunakan data sekunder dari studi etiologi demam akut dari delapan rumah sakit di Indonesia, didapatkan proporsi keparahan DBD sebesar 43,3%. Faktor-faktor yang berhubungan dengan keparahan DBD didapatkan faktor jenis serotipe virus DENV-2 (OR = 3,06 95%CI 1,43 – 6,55), DENV-3 (OR = 2,62 95% CI 1,33 – 5,15), faktor lama demam (OR = 1,91 95%CI 1,09 – 3,35), dan faktor jumlah leukosit (OR = 1,79 95%CI 1,02 – 3,16). Skoring didapatkan sebesar 67% kemampuan untuk memprediksi keparahan. Kata kunci: keparahan, demam berdarah dengue, faktor-faktor
ABSTRACT Name : Ikke Yuniherlina NPM : 1506704434 Study Program : Epidemiology Title : Prognostic factors associated with dengue hemorrhagic fever severity of the acute fibril illness study patients in eight hospitals in Indonesia Dengue hemorrhagic fever (DHF) as a clinical manifestasion of dengue infection remains a public health problem in Indonesia. According to WHO, DHF severity grade was divided into DHF I, DHF II, DHF III and DHF IV. In Indonesia, the incidence of DHF increased eventhough the mortality rate decreased. Therefore, the study aims to examine prognostic factors related to the severity of DHF, with the category of severe DHF is including DHF II, DHF III and DHF IV. This cross-sectional study using secondary data from the Acute Febrile Illness Etiology Study of eight Hospitals in Indonesia. The result as follow, the proportion of severe DHF category is 43.3%, the prognostic factors associated with DHF severity are DENV serotype (DENV-2, OR = 3.06 95% CI 1.43 - 6.55; DENV-3, OR = 2.62 95% CI 1.33 - 5.15), day of illness (OR = 1.91 95% CI 1.09 - 3.35), and leucocyte count (OR = 1.79 95% CI 1.02 - 3.16). The scoring with contributing of DENV serotype, day of illness, and leucocyte count as prognostic factors, has only 67% ability to predict DHF severity. Keywords: severity, dengue hemorrhagic fever, prognostic factors
