Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 36742 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Mega Hermawan; Pembimbing: Krisnawati Bantas; Penguji; Dwi Gayatri, Julianty Pradono
Abstrak: Penyakit kardiovaskuler merupakan penyebab kematian utama penduduk dunia (30%). Untuk menghadapi masalah ini perlu diketahui distribusi penyakit kardiovaskuler terhadap faktor-faktor risikonya secara lebih spesifik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penyakit kardiovaskuler pada pasien rawat inap di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah (RSJPD) Harapan Kita Tahun 2012. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari rekam medik RSJPD Harapan Kita menggunakan desain studi cross sectional dengan jumlah sampel 339 orang dianalisis secara univariat.
 
Hasil menunjukkan Ischemic Heart Diseases merupakan penyakit dengan proporsi terbesar yaitu 43,36%. Berdasarkan letak lesi, penyakit jantung memiliki proporsi terbesar yaitu 87,02%. Penyakit kardiovaskuler cenderung mengenai kelompok usia 51-60 tahun dengan proporsi 29,79%. Penyakit kardiovaskuler cenderung menyerang laki-laki dan orang dengan tingkat pendidikan menengah. Diketahui bahwa proporsi pasien hipertensi dan diabetes mellitus cenderung lebih besar di antara pasien penyakit pembuluh darah otak daripada pada pasien penyakit jantung ataupun pasien penyakit pembuluh darah perifer.
 

 
Cardiovascular disease is the most common death cause (30%) . To face the problem it’s necessary to know the distribution of cardiovascular disease specifically to its risk factors. This research aims to describe the cardiovascular disease among the hospitalized patients in Harapan Kita Cardiovascular Hospital in 2012. This research uses the secondary data from Harapan Kita Cardiovascular Disease medical record and also uses cross sectional design with 339 sample and analyzed in univariate.
 
The results show that among the cardiovascular diseases in inpatient unit in Harapan Kita Cardiovascular Hospital, Ischemic Heart Diseases is the diseases with the biggest proportion which is 43,36%. According to lesion location, heart disease has the biggest proportion which is 87,02%. Cardiovascular diseases tend to affect the 51-60 years old group of age by 29,79% among other age groups. Cardiovascular diseases tend to affect men and those who have middle educational level. The results also show that proportion of patients with hypertension and Diabetes Melitus tends to be bigger among cererovascular diseases patients than heart diseases patients or peripheral vascular diseases patients.
Read More
S-7904
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lasmaria Sitorus; Pembimbing: Bambang Sutrisna; Penguji: Budhi Setianto, Bambang Budi Siswanto, Wahyono, Tri Yunis Miko, Nurhayati Adnan
T-2489
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fadhila Nafilah Azzahra; Pembimbing: Nurhayati Adnan; Penguji: Putri Bungsu, Bambang Widyantoro, Prima Almazini
Abstrak:
Infark Miokard Akut (IMA) menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Studi tahun 2022 mendapatkan mortality rate pasien IMA di Indonesia mencapai 8,9%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor demografi, faktor risiko, komorbiditas, parameter klinis, parameter laboratorium, pemberian terapi inisial, dan pemberian tindakan revaskularisasi dengan kejadian kematian intrahospital pada pasien IMA di RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta Tahun 2019 – 2023. Desain studi cross sectional dengan populasi penelitian pasien IMA yang tercatat dalam registri Sindroma Koroner Akut (SKA) di RSJPDHK pada Januari 2019 – Agustus 2023. Analisis multivariat dengan menggunakan regresi logistik berganda untuk menemukan prediktor kematian, dan analisis skoring dilakukan dengan menggunakan ROC Curve untuk mengetahui kualitas diskriminasi skor. Sampel penelitian berjumlah 3593 pasien IMA dengan kejadian kematian intrahospital sebesar 9,6%.Variabel yang dapat dijadikan prediktor kejadian kematian intrahospital pada pasien IMA adalah Usia ≥65 tahun (AOR 1,64; 95% CI=1,24 – 2,18; p=0.001), kejadian gagal ginjal akut (AOR 1,80; 95% CI=1,32 – 2,44; p<0.001), gagal jantung akut (AOR 2,76; 95% CI=1,95 – 3,92; p<0.001), syok kardiogenik (AOR 24,45; 95% CI=16,85 – 35,47; p<0.001), FEVKi ≤ 40% (AOR 1,54; 95% CI=1,14 – 2,08; p=0.005), Hs Troponin ≥ 9 ng/dL (AOR 2,01; 95% CI=1,19 – 3,40; p=0.009), kreatinin > 2 mg/dL (AOR 1,83; 95% CI=1,26 – 2,65; p=0.001), GDS ≥ 200 mg/dL (AOR 1,71; 95% CI=1,30 – 2,25; p<0,001), riwayat dislipidemia (AOR 0,57; 95% CI=0,40 – 0,81; p=0,002), ticagrelor (AOR 0,63; 95% CI=0,41 – 0,99; p=0,043), statin (AOR 0,38; 95% CI=0,25 – 0,57; p<0,001), dan tindakan revaskularisasi (AOR 0,71; 95% CI=0,52 – 0,98; p=0,035). Hasil penilaian skoring menunjukkan nilai diskriminasi yang baik (AUC 0,886).

Acute myocardial infarction (AMI) is the leading cause of death in Indonesia. A study in 2022 found that the mortality rate of AMI patients in Indonesia reached 8.9%. This study aimed to know the relationship between demographic factors, risk factors, comorbidities, clinical parameters, laboratory parameters, administration of initial therapy, and provision of revascularization procedures with the incidence of in-hospital mortality in AMI patients at National Cardiovascular Center Harapan Kita from 2019 to 2023. The study design was cross-sectional with a population of AMI patients who were recorded in the Acute Coronary Syndrome (ACS) registry at RSJPDHK from January 2019 to August 2023. Multivariate analysis used multiple logistic regression to find predictors of in hospital mortality, and scoring analysis was carried out using the ROC Curve to determine the quality of score discrimination. Sample of this study consisted of 3593 AMI patients with an in-hospital mortality rate of 9.6%.Variables that can be used as predictors of inhospital mortality in AMI patients are age ≥65 years (AOR 1.64; 95% CI=1.24 – 2.18; p=0.001), acute kidney injury (AOR 1.80; 95% CI=1.32 – 2.44; p<0.001), acute heart failure (AOR 2.76; 95% CI=1.95 – 3.92; p<0.001), cardiogenic shock (AOR 24.45; 95% CI=16.85 – 35.47; p<0.001), left ventricular ejection fraction (LVEF) ≤ 40% (AOR 1.54; 95% CI=1.14 – 2.08; p=0.005), Hs Troponin ≥ 9 ng/dL (AOR 2.01; 95% CI=1.19 – 3.40; p=0.009), creatinine > 2 mg/dL (AOR 1.83; 95% CI=1.26 – 2.65; p=0.001), blood glucose (BG) ≥ 200 mg/dL (AOR 1.71; 95% CI=1.30 – 2.25; p<0.001), history of dyslipidemia (AOR 0.57; 95% CI=0.40 – 0.81; p=0.002), ticagrelor (AOR 0.63; 95% CI=0.41 – 0.99; p=0.043), statin (AOR 0.38; 95% CI=0.25 – 0.57; p<0.001), and revascularization (AOR 0.71; 95% CI=0.52 – 0.98; p=0.035).The results of the scoring assessment showed good discrimination values (AUC 0.886).
Read More
T-6883
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tri Wahyu Murni Sulisetyowati; Pembimbing: Bambang Sutrisna, Irawan Yusuf, Siti Fadilah Supari; Penguji: Med Paul Tahalele, Faik Heyder, Iqbal Mustafa, Ratna Djuwita
D-108
Depok : FKM-UI, 2004
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Taruli Tua Pane; Pembimbing: Krisnawati Bantas; Penguji: Dwi Gayatri, Julianty Pradono
Abstrak: Stroke merupakan penyakit nomor 3 terbesar dan paling sering menyebabkan kematian di Indonesia. Prevalensi kejadian stroke di Indonesia menurut riskesdas 2007 adalah sebesar 8,3 per 1000 penduduk. Di Jakarta sendiri prevalensi kejadian stroke masih berada di atas prevalensi nasional yaitu 12,5 per 1000 penduduk dan menimbulkan banyak problem baik dari sisi sosial maupun ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan faktor risiko kejadian stroke iskemik dan stroke hemoragik pada pasien stroke di RS Harapan Kita Tahun 2012. Penelitian dilakukan dengan menganalisis data sekunder berupa status rekam medis pasien menggunakan desain studi cross sectional. Hasil menunjukkan terdapat pasien penderita stroke iskemik (10,4%) dan hemoragik (89,6%) dengan karakteristik umur ≥62 tahun (51,5%), berjenis kelamin laki-laki (62%), pendidikan rendah (17,8%), memiliki perilaku merokok (37,4%), mengidap hipertensi (81,6%) dan DM (50,3%). Berdasarkan analisis bivariat tidak ditemukan adanya perbedaan yang secara statistik bermakna antara faktor risiko dengan kejadian stroke, namun perbedaan proporsi faktor risiko pada stroke iskemik selalu lebih besar dibandingkan stroke hemoragik.
 

Stroke is the third disease which often cause death in Indonesia. Prevalence of stroke in Indonesia from Riskesdas 2007 is 8,3 per 1000 person. Prevalence of stroke in Jakarta is still higher then national prevalence that is 12,5 per 1000 person and cause a lot of problems both in terms of social and economic. This research aims to identify different risk factors of ischemic and hemorragic stroke in inpatient of stroke at National Cardiovascular Center Harapan Kita 2012. The study was conducted by analyzing secondary data from patient medical record by using cross sectional study. Results showed that there were patients with ischemic stroke (10,4%) and hemorrhagic (89,6) with a characteristic age ≥62 years (51,5%), male (62%), low education (17,8%), smoking behaviour (37,4%), hypertension (81,6%) and diabetes (50,3%). Based on bivariate analysis, result shows that there is no statistical difference between risk factors and incidence of stroke, but the difference proportion of risk factors in ischemic stroke always greater than hemorrhagic stroke.
Read More
S-7850
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Amran; Pembimbing: Renti Mahkota; Penguji: Nasrin Kodim, Bambang Budi Siswanto, Yoga Yuniadi, Triyunis Miko Wahyono
Abstrak:

Gagal jantung merupakan salah satu jenis penyakit jantung dengan insiden, prevalen serta mortalitas yang terus meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keteraturan berobat terhadap kesintasan lima tahun penderita gagal jantung kongestif (GJK). Desain penelitian adalah kohort retrospektif. Sampel sebanyak 402 orang penderita baru GJK yang didiagnosis antara tahun 2001 s.d. 2002 dan dirawat di Rumah Sakit Pusat Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita. Ditemukan penderita GJK yang meninggal selama lima tahun follow up adalah 78 orang (19,4%). Probabilitas kesintasan penderita GJK adalah sebesar 88,65% (tahun pertama), 80,11%(tahun ke dua). 72.22% (tahun ke tiga), 63,75% (tahun ke empat) dan 54,41% (tahun ke lima). Penderita GJK yang tidak teratur berobat mempunyai risiko kematian lebih tinggi dari pada yang berobat teratur. Pada analisis Cox regression keteraturan berobat merupakan yariabel independen pada kesintasan penderita GJK (HR:1,95; 95% Cl: 1.23-3.11). Faktor-faktor Iain yang juga bermakna terhadap kesintasan penderita GJK adalah Ejection Fraction (HR:1,91; 95% Cl:1,18-3,08), Diabetes Melitus (HR:1,85; 95% Cl:1,08-3,18). Beberapa variabel pada penelitian ini hubungannya tidak bermakna terhadap kesintasan penderita GJK yaitu: umur, rokok,functional, riwayat PJK , hipertensi , kreatinin dan tindakan pengobatan. Keteraturan berobat terbukti mempengaruhi probabilitas kesintasan penderita GJK. Penderita GJK disarankan untuk senantiasa melakukan pemeriksaan dan pengobatan secara teratur.


 

Heart failure is one of cardiovascular disease which incidence, prevalence and mortality remain height and increased. The purpose of this study was to evaluate the effect of routine medical evaluation (compliance) on five year survival rate of patients hospitalized due to congestive heart failure. The Study design used in this study is retrospective cohort with 402 patients of newly diagnosis congestive heart failure (CHF) admitted in year 2000 to 2001 at National Cardiovascular Center - Harapan Kita, Jakarta. During 5 year follow-up, 78 patients died. Survival at 1 to 5 years was in order of 88,65%, 80,11%, 72,22%, 63,75%, and 54,41%, respectively. CHF patients who did not underwent routine medical evaluation had higher prognostic of death than CHF patients who had medical evaluation routinely. By Cox regression analyses, the independent predictors of mortality were routine evaluation (HR:1,95; 95% CI: 1.23-3.11). low ejection fraction (HR:1,91; 95% CI:1,18-3,08), and diabetes mellitus (HR:1,85; 95%CI:1,08-3,18). Other predictors were not statistically significant, i.e: age, gender, smoking, functional class, coronary heart disease, creatinine, and the medication. The status of compliance is an independent predictor of survival for patients with CHF, besides low ejection tiaction and diabetes mellitus. These evaluation, like the other research, suggested the importance of compliance in the treatment of CHF.

Read More
T-2541
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Arif Masnjoer; Pembimbing: Bambang Sutrisna; Penguji: Ratna Djuwita, Tri Yunis Miko Wahyono, Rudiyanto Sedono
Abstrak: Hasil. Median kesintasan lama rawat intensif 43 jam. Nilai skor EuroSCORE tidak memenuhi asumsi hazard proporsional. Model baru telah dibuat dari 7 variabel EuroSCORE yang secara substansi berhubungan dengan lama rawat intensif (AUC 0,67). Kesimpulan. Model baru dari tujuh faktor EuroSCORE cukup dapat memprediksi lama rawat intensif 48 jam. Kata Kunci: Model prediksi, lama rawat intensif, bedah jantung, regresi Cox
Read More
T-4221
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Andriyani Risma Sanggul; Pembimbing: Ratna Djuwita; Penguji: Mondastri Korib Sudaryo, Nurhayati Adnan, Daniel Tobing
Abstrak:

ABSTRAK Nama : Andriyani Risma Sanggul Program Studi : Epidemiologi Judul Tesis : Faktor – Faktor yang Memengaruhi Risiko Mortalitas selama 3 Tahun pada Pasien Infark Miokard Akut dengan Elevasi Segmen ST/ ST - Segment Elevation Myocardial Infarction (STEMI) di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Tahun 2011 -2012 xxii+96 halaman, 28 tabel, 17 gambar, 5 lampiran Infark Miokard Akut dengan elevasi segmen ST/ ST-Segment Elevation Myocardial Infarction (STEMI) adalah bagian dari sindrom koroner akut yang berat dan menetap akibat oklusi total arteri koroner sehingga diperlukan tindakan revaskularisasi segera untuk mengembalikan aliran darah dan reperfusi miokard secepatnya. Tindakan revaskularisasi dilakukan dalam 12 jam onset serangan angina pektoris dan didapatkan elevasi segmen ST yang menetap atau ditemukan Left Bundle Branch Block (LBBB). Tatalaksana Intervensi Koroner Perkutan primer lebih disarankan dibandingkan fibrinolisis. Penelitian mengenai mortalitas selama 3 tahun pada pasien pasca STEMI dengan IKP primer belum pernah dilakukan di Indonesia sehingga peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tersebut. Penelitian ini menggunakan desain kohort retrospektif dengan waktu pengamatan selama 3 tahun. Populasi studi adalah adalah semua pasien diagnosis STEMI dengan terapi IKP primer berusia ≥ 18 tahun dan keluar rawat hidup Tahun 2011-2012 di RSJPD Harapan Kita. Kriteria inklusi sampel adalah pasien didiagnosa STEMI dan keluar rawat dalam keadaan hidup 01 Januari 2011- 31 Desember 2012 dan Pasien STEMI yang berusia ≥ 18 tahun dengan total sampel sebanyak 466 orang. Data pasien diperoleh dari Jakarta Acute Coronary Syndromes (JACS) dan rekam medis. Analisis data dilakukan dengan Stata 12. Pada analisis multivariat dengan menggunakan uji cox regression time independent, didapatkan pasien STEMI dengan IKP primer yang tidak teratur kontrol memiliki risiko kematian lebih tinggi dibandingkan kontrol teratur ( Adj HR = 5,7 ; 2,447 – 13,477 ; p value = 0,0001). Pasien STEMI yang DM memiliki risiko kematian lebih tinggi dibandingkan tidak DM ( Adj HR = 2,66 ; 1,149 - 6,150; p value = 0,034). Pasien STEMI dengan kelas killip II memiliki risiko kematian lebih tinggi dibandingkan kelas killip I    (Adj HR = 2,31  ; 0,99 – 5,363 ; p value = 0,05). Model estimasi risiko hazard: H(1095h,t)=ho (1095h) exp [(0,91DM )+ (0,84 x Killip Admisi) + ( 1,75 x Kontrol)] . Keteraturan kontrol, diabetes mellitus dan kelas killip admisi memengaruhi risiko mortalitas pasien STEMI dengan IKP primer di RSJPD Harapan Kita. Kata kunci: STEMI, IKP Primer, Mortalitas 3 tahun x


ABSTRACT Name : Andriyani Risma Sanggul Study Program : Epidemiology Title : The Factors That Affect Risk of Mortality for 3 Years In ST-Segment Elevation Myocardial Infarction (STEMI) Post Primary Percutaneous Coronary Intervention in Heart and Vascular Hospital Harapan Kita 2011 - 2012 xxiii+96 pages, 28 tables, 17 pictures, 5 attachments ST -Segment Elevation Myocardial Infarction ( STEMI ) is a part of the heavy acute coronary syndromes and settled due to total occlusion of the coronary arteries that required immediate revascularization to restore blood flow and myocardial reperfusion as soon as possible . Revascularization performed within 12 hours of onset of angina pectoris and ST segment elevation obtained were settled or discovered Left Bundle Branch Block ( LBBB ) . Primary Percutaneous Coronary Intervention (PPCI) Procedures more advisable than fibrinolysis. The purpose of this study to determine the factors that affect the risk of 3 years mortality and resulted in a scoring system STEMI patients with primary IKP based on demographic and clinical patients at the Hospital Cardiovascular Harapan Kita . This study used a retrospective cohort design with observation time for 3 years . The study population was is all STEMI patients with a diagnosis of  PPCI  ≥ 18 years old and alive at discharge at 2011-2012 in RSJPD Harapan Kita . The inclusion criteria were patients diagnosed STEMI alive at discharge at January 2011 - December 2012 and STEMI patients ≥ 18 years old with a total sample of 466 people . Data obtained from the patient  Jakarta Acute Coronary Syndromes ( JACS ) and medical records . Data analysis was performed with Stata 12. In multivariate analysis using Cox regression test time independent , STEMI patients with PPCI who irregular control have a higher mortality risk than regular controls ( Adj HR = 5.3 ; 2.345 to 13.026 ; p value = 0.0001 ) . STEMI patients with DM have a higher mortality risk than not DM ( Adj HR = 2,66 ; 1,149 to 6,150 ; p value = 0,034 ) . STEMI patients with killip class II had a higher mortality risk than Killip class  I ( Adj HR = 2,31 ; 0,991 to 5,363 ; p value = 0,035 ) . Hazard risk estimation model : H(1095h,t)=ho (1095h) exp [(0,91DM )+ (0,84 x Killip Admisi) + ( 1,75 x Kontrol)] . Keywords:  STEMI, PPCI, 3 Years Mortality

Read More
T-4763
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Zahra Zetira Muchtar; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Renti Mahkota, Toni Wandra
S-6108
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Veli Sungono; Promotor: Mondastri Korib Sudaryo; Korpomotor: Tri Edhi Budhi Soesilo, Hori Hariyanto; Penguji: Asri C. Adisasmita, Syahrizal, Antonia Lukito; Allen Widysanto; Vivien Puspitasari
D-595
Depok : FKM-UI, 2025
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive