Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 31236 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Muhammad Saleh Jasape; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Renti Mahkota, Nyoman Saniambara
Abstrak:
Rabies, penyakit zoonosis yang disebabkan oleh virus dari genus Lyssavirus, tetap menjadi tantangan kesehatan masyarakat global, termasuk di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia. Penelitian ini menggunakan analisis multilevel untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kejadian rabies pada tingkat individu dan kontekstual di NTT selama 2023-2024. Data dari 14 kabupaten/kota yang dikategorikan sebagai daerah endemis rabies menunjukkan bahwa kelompok usia muda (15-24 tahun), paparan kerja lapangan, dan akses ke fasilitas kesehatan yang berjarak lebih dari 207 km secara signifikan meningkatkan risiko rabies. Temuan utama mencakup nilai odds ratio (OR) sebesar 18,427 untuk akses layanan kesehatan jarak jauh dan kontribusi variabel kontekstual seperti akses layanan kesehatan sebesar 36,284% terhadap kemungkinan wabah rabies. Penelitian ini menekankan pentingnya peningkatan akses layanan kesehatan, intervensi kesehatan masyarakat yang terarah, serta kampanye vaksinasi yang efektif untuk manusia dan hewan guna mengurangi penyebaran rabies di daerah endemis seperti NTT. 

Rabies, a zoonotic disease caused by lyssaviruses, remains a significant public health challenge globally, including in East Nusa Tenggara (NTT) Province, Indonesia. This study employed a multilevel analysis to identify factors influencing rabies incidence at individual and contextual levels in NTT during 2023-2024. Data from 14 districts/cities categorized as rabies-endemic areas revealed that young age groups (15-24 years), occupational exposure, and living more than 207 km from healthcare facilities significantly increased the risk of rabies. Key findings included an odds ratio (OR) of 18.427 for distant healthcare access and a 36.284% contribution of contextual variables such as healthcare access to the likelihood of rabies outbreaks. This study underscores the importance of improving healthcare access, targeted public health interventions, and effective vaccination campaigns for both humans and animals to reduce rabies transmission in endemic areas like NTT
Read More
T-7224
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Puji Ambarsari; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Renti Mahkota, Lindawati
Abstrak: Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di dunia maupun Indonesia. Pada tahun 2002, PPOK menduduki peringkat ke5 sebagai penyebab kematian di dunia, dan diperkirakan pada tahun 2030 PPOK akan menempati peringkat ke-3. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kejadian serta faktor risiko kejadian PPOK pada penduduk usia ≥ 30 tahun di Provinsi Nusa Tenggara Timur tahun 2013. Penelitian ini adalah penelitian sekunder menggunakan data Riskesdas 2013 dengan desain cross sectional. Analisis data menggunakan chi-square. Hasil analisis univariat diperoleh proporsi PPOK berdasarkan gejala pada penduduk usia ≥ 30 tahun di Provinsi Nusa Tenggara Timur sebesar 50,5 %. Berdasarkan analisis bivariat faktor individu dan lingkungan, yang menjadi faktor risiko seseorang mendapat PPOK adalah kelompok umur produktif (PR= 1,427; 95% CI= 1,243-1,638), berjenis kelamin perempuan (PR=1,093; 95% CI= 0,845-0,990), memiliki riwayat infeksi pernafasan (PR=1,213; 95% CI= 1,058-1,390), menggunakan obat nyamuk bakar (PR= 1,384; 95% CI= 1,258-1,522) dan melakukan penanganan sampah dengan cara dibakar (PR= 1,312; 95% CI= 1,212-1,420). Kata kunci : PPOK, COPD, lingkungan, penyakit paru, faktor risiko
Read More
S-9248
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Salma Sabira; Pembimbing: Helda; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Yovsyah, Lukman Hakim, Yuliandri
Abstrak:
Kabupaten Purworejo mengalami peningkatan kasus malaria setempat kembali pada tahun 2021 dan Kecamatan Bener adalah Kecamatan tertinggi penyumbang kasus malaria. Penelitian epidemiologi mengenai malaria yang banyak dilakukan selama ini adalah penelitian mengenai faktor risiko malaria yang pengukurannya bertujuan untuk mengetahui biobehavioral effect pada tingkat individu. Di Indonesia belum banyak dilakukan penelitian mengenai faktor risiko terjadinya malaria yang menggabungkan analisis tingkat individu dan tingkat ekologi. Penelitian ini ingin mengetahui faktor-faktor yang berperan terhadap kejadian malaria di Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo. Desain studi yang digunakan adalah gabungan dua rancangan studi yaitu rancangan studi cross sectional dan studi ekologi. Sebanyak 1240 subjek dan 28 desa yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian dengan analisis multilevel menunjukkan bahwa variabel individu yang berperan terhadap kejadian malaria adalah usia yang lebih tua ≥35 tahun (OR 2,307; 95% CI 1,511-3,481) dan jenis kelamin laki-laki (OR 6,944; 95% CI 49), pada variabel kontekstual yang berperan terhadap kejadian malaria adalah endemisitas tinggi (IOR 14,077-129,207) dan keberadaan pohon tinggi (IOR 0,563-4,766). Peran kontribusi 2 variabel kontekstual terhadap kejadian malaria sebesar 83,795%. Penanganan malaria difokuskan pada wilayah dengan tingkat endemisitas tinggi dan keberadaan pohon tinggi agar kelompok individu yang berisiko (usia ≥35 tahun dan jenis kelamin laki-laki) meningkatkan perilaku pencegahan.

In 2021, Purworejo Regency in Indonesia saw a rise in local malaria cases, with Bener District having the highest number. The research aimed to understand the factors influencing the incidence of malaria in Bener District, using a cross-sectional and ecological study design. The study involved 1240 subjects and 28 villages, with results showing that older age (OR 2.307; 95% CI 1.511-3.481) and male gender (OR 6.944; 95% CI 49) are the main individual variables affecting malaria incidence. Contextual variables, such as high endemicity (IOR 14.077-129.207) and the presence of tall trees (IOR 0.563-4.766), also play a role in malaria incidence. The contribution of these variables is 83.795%. Malaria management is now focusing on areas with high levels of endemicity and tall tree presence to encourage preventive behavior among individuals at risk, particularly those aged 35 or more and male.
Read More
T-7012
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fitri Aulia; Pembimbing: Helda; Penguji: Tri Yunis Miko, Hidayat Nuh Ghazali Djadjuli, Galuh Budhi Leksono Adhi
Abstrak:
Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit menular yang masih menjadi salah satu penyebab utama masalah kesehatan di dunia. Kasus TBC di Indonesia termasuk yang tertinggi kedua setelah India dengan persentase kasus mencapai 8,5%. Data Riskesdas tahun 2018 melaporkan prevalensi TBC Paru di Indonesia sebesar 0,42%. Berdasarkan penelusuran literatur, masih sedikit yang mengkaji mengenai faktor risiko TBC Paru dari berbagai level secara bersamaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berperan pada level individu dan kelompok secara bersamaan terhadap kejadian TBC Paru di Indonesia menggunakan analisis multilevel. Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan menggabungkan data Riskesdas Tahun 2018 sebagai sumber data untuk variabel level individu dan data BPS tahun 2018 sebagai sumber data untuk variabel level provinsi. Data yang berjumlah 938.389 sampel digunakan sebagai sampel penelitian. Berdasarkan hasil penelitian, variabel yang berperan terhadap kejadian TBC Paru pada level individu adalah usia (POR=4,93; 95% CI: 4,36-5,57), tingkat pendidikan (POR=1,63; 95% CI: 1,49-1,77), riwayat penyakit DM (POR= 3,77; 95% CI: 3,32-4,28), kepadatan penduduk (POR= 3,11; 95% CI: 1,81 - 5,33), kemiskinan (POR= 1,35; 95% CI: 1,07 - 1,71), dan ketersediaan fasyankes (POR= 1,36; 95% CI: 0,98 - 1,89). Selain itu, variabel yang berperan terhadap kejadian TBC Paru pada level provinsi adalah kepadatan penduduk (MOR= 1,41), kemiskinan (MOR= 1,46), dan ketersediaan fasyankes (MOR= 1,45). Berdasarkan besar kontribusi, variabel individu (usia, tingkat pendidikan, dan riwayat DM) secara bersama-sama berkontribusi sebesar 2,4%. Pada variabel konteksual, variabel kepadatan penduduk, kemiskinan, dan ketersediaan berkontribusi masing-masing sebesar 4,1%, 0,5% dan 0,8%. Namun, jika ketiga variabel dimasukkan secara bersama-sama ke dalam model, kontribusinya meningkat menjadi 9,3%.

Tuberculosis (TB) is an infectious disease which is still the main cause of health problems in the world. Indonesia is the second highest country after India with 8.5% of all cases in the world. Riskesdas data in 2018 reported that the prevalence of pulmonary tuberculosis in Indonesia was 0.42%. There have been many studies that have examined the effects of factors contributing to the prevalence of pulmonary TB at individual, environmental, or global level. Based on the results of a literature search, there are still few studies that examine the risk factors for pulmonary tuberculosis from various levels. This study aimed to analyze the factors contributing at the individual and group levels simultaneously on the prevalence of pulmonary TB in Indonesia using multilevel analysis. The study design used was a combination of two study designs (hybrid design)-cross sectional and ecological study designs. This study used secondary data by combining data from two different sources: Riskesdas in 2018 as the data source for individual-level variables and BPS in 2018 as the data source for province-level variables. There were 938.389 samples were used in this study. Based on the result, it is known that the variables that contribute to the incidence of pulmonary tuberculosis at the individual level were age (POR=4.93; 95% CI: 4.36-5.57), level of education (POR=1.63; 95% CI: 1 .49-1.77), history of DM (POR= 3.77; 95% CI: 3.32-4.28), population density (POR= 3.11; 95% CI: 1.81 - 5.33 ), poverty (POR= 1.35; 95% CI: 1.07 - 1.71), and availability of health facilities (POR= 1.36; 95% CI: 0.98 - 1.89). In addition, the variables that contribute to the incidence of pulmonary TB at the provincial level are population density (MOR = 1.41), poverty (MOR = 1.46), and availability of health facilities (MOR = 1.46). = 1.45). Based on the contribution, individual variables (age, education level, and history of DM) together contributed 2.4%. In the contextual variables, population density, poverty and availability contributed respectively 4.1%, 0.5% and 0.8%. However, when these three variables were included in the model together, their contribution increases to 9.3%.
Read More
T-6500
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nur Purwoko Widodo; Pembimbing: Renti Mahkota; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Syahrizal Syarif, Sholah Imari
Abstrak:

Kota Mataram adalah salah satu daerah endemis penyakit DBD di Indonesia, karena sejak Tahun 2003 hingga Tahun 2012, selalu ditemukan kasus penyakit DBD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik, perilaku dan lingkungan rumah penduduk dengan kejadian DBD. Penelitian ini merupakan studi analitik dengan rancangan kasus kontrol. Populasi pada penelitian ini adalah penduduk Kota Mataram, sedangkan sampel penelitian adalah sebagian penduduk Kota Mataram yang berasal dari semua kecamatan yang ada di Kota Mataram. Kasus adalah penduduk Kota Mataram yang pernah dirawat di rumah sakit pada periode Januari?Maret 2012 dan didiagnosis menderita suspek DBD/DD/DBD. Kontrol adalah tetangga kasus yang tidak pernah diagnosis menderita suspek DBD/DD/DBD pada periode yang sama. Penelitian ini menemukan, variabel yang berhubungan dengan kejadian DBD di Kota Mataram pada Tahun 2012 adalah variabel pekerjaan (OR bekerja=2,04 ; 95%CI=1,032-4,015 ; OR bersekolah=3,80 ; 95%CI=1,281-11,302) dan penggunaan kassa nyamuk (OR=0,42 ; 95%CI=0,218-0,810). Bagi masyarakat, perlu peningkatan upaya perlindungan diri terhadap penularan penyakit DBD, terutama saat beraktifitas di luar rumah (saat bekerja/bersekolah), diantaranya dengan menggunakan pakaian yang dapat mencegah gigitan nyamuk dan penggunaan obat nyamuk oles (repellent). Bagi Dinas Kesehatan Kota Mataram, perlu intensifikasi pemeriksaan jentik dan PSN DBD di tempat-tempat umum, khususnya di sekolah-sekolah dan perkantoran bekerja sama dengan lintas program dan lintas sektor terkait.


  Mataram city is one of the endemic areas of dengue fever in Indonesia, because since the Year 2003 to 2012, is always found dengue fever cases. This study aims to determine the relationship between the characteristics, behavior and home environment of the population with the incidence of dengue. This study is an analytical study with case-control design. The population in this study were residents of the city of Mataram, while the study sample was part of the population Mataram from all districts in the city of Mataram. Case is a resident of the city of Mataram who had been treated in hospital in the period from January to March 2012 and was diagnosed with suspected DHF / DD / DHF. Control is a neighbor of cases that never diagnosed with suspected DHF / DD / DHF in the same period. This study found that variables related to the incidence of dengue in the city of Mataram in the year 2012 is the variable of work (OR worker=2,04 ; 95%CI=1,032-4,015 ; OR student=3,80 ; 95%CI=1,281-11,302) and the use of mosquito net (OR=0,42 ; 95%CI=0,218-0,810). For society, need to increase efforts to protect themselves against dengue disease transmission, especially when activities outside the home (at work / school), such as by using clothing to prevent mosquito bites and use mosquito repellent ointment. For Mataram City Health Department, need to the intensification of larvae and eradication of DHF mosquito breeding places examination in public places, especially in schools and offices, to work with cross sector / program linked.

Read More
T-3593
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Izatun Nidaa; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Iwan Ariawan, Irma Ardiana
Abstrak: Salah satu isu terkait kontrasepsi adalah ketidak langsungan penggunaan kontrasepsi karena merupakan determinan yang mempengaruhi Contraception Prevalence Rate. Ketidak langsungan penggunaan kontrasepsi dapat menyebabkan dampak masalah kesehatan masyarakat yaitu kehamilan tidak diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran faktor-faktor ketidak langsungan penggunaan kontrasepsi suntik, implan dan IUD di Kabupaten Lombok Barat, Lombok Timur dan Sumbawa. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan data sekunder dari Survei Pemantauan dan Evaluasi Penggunaan Kontrasepsi di Jawa Timur dan NTB. Sampel penelitian adalah ibu yang berstatus menikah dan berusia 15-49 tahun. Jumlah sampel yang dianalisis sebanyak 5023 responden. Hasil penelitian proporsi ketidak langsungan penggunaan kontrasepsi suntik, implan dan IUD di total tiga kabupaten sebesar 29,2%. Faktor predisposisiyang berhubungan adalah umur dan jumlah anak hidup. Faktor pemungkin, jenisalat kontrasepsi tidak berhubungan di tiga kabupaten. Faktor penguat, KIE KBdan diskusi KB dengan suami berhubungan secara total di tiga Kabupaten.Sehingga disarankan untuk Pemerintah Provinsi dan NTB untuk melakukan penyuluhan intensif tentang perlunya melanjutkan penggunaan alat kontrasepsiterutama pada ibu-ibu berusia diatas 35 tahun atau yang memiliki anak lebih dari3, menggencarkan pemberian informasi KB oleh kunjungan petugas kesehatanatau tokoh masyarakat dan meningkatkan peran suami.Kata Kunci: ketidaklangsungan kontrasepsi, kontrasepsi suntik, implan, IUD
One of the issues related to the use of contraception is contraceptivediscontinuation as a determinant affecting Contraception Prevalence Rate.Contraceptive discontinuation can cause public health problem such as unwantedpregnancy. This study aims to describe of the factors associated with injectioncontraceptive, implant and IUD discontinuation in West Lombok Barat, EastLombok and Sumbawa. This study used a cross-sectional design and secondarydata from the Monitoring and Evaluation Survey Use of Contraception in EastJava and West Nusa Tenggara Province. The samples were mothers who aremarried and aged 15-49 years. The number of samples analyzed is 5023respondents. The results of the study the proportion of injection contraceptive,implant and IUD discontinuation in a total of three districts is 29.2 %.Predisposing factors that statistically correlated are age and number of livingchildren. Enabling factors, types of contraceptives is not statistically correlated inthree districts. Reinforcing factors, IEC KB and discussion about KB withhusband is statistically correlated in total of three districts. So it is recommendedto the Provincial Government of NTB to conduct intensive counseling about theneed to continue the use of contraceptives, especially in women older than 35years or who have children over 3, to intensify the provision of family planninginformation by visiting health workers or community leaders and enhance the roleof the husband.Keywords: contraceptive, discontinuation, injection contraceptive, implant, IUD
Read More
S-8098
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lita Renata Sianipar; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono
T-933
Depok : FKM UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anggraini Sari Astuti; Pembimbing: Soedarto Ronoatmodjo; Penguji: Renti Mahkota, Sholah Imari
S-7864
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Salindri Suri T; Pembimbing: Helda; Penguji: Iwan Ariawan, Rahmadewi
Abstrak: Unmet need KB merupakan salah satu isu terkait kontrasepsi yang penting untukditanggulangi karena merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi ContraceptionPrevalence Rate. Unmet need KB memiliki beragam dampak negatif sepertikehamilan tidak diinginkan, aborsi, hingga laju pertumbuhan penduduk yang tidakterkendali. Penelitian ini bertujuan untuk melihat faktor-faktor yang berhubungandengan Unmet Need KB di Kabupaten Lumajang, Kediri, dan Tuban tahun 2013.Penelitian ini menggunakan data sekunder dari Survei Pemantauan dan EvaluasiPenggunaan Kontrasepsi dengan desain cross sectional. Sampel penelitian adalah ibumenikah dan berumur 15-49 tahun. Jumlah sampel yang dianalisis sebesar 4743responden. Hasil analisis secara total di ketiga kabupaten menunjukkan persentaseunmet need sebesar 13,0%. Faktor predisposisi yang berhubungan adalah umur danjumlah anak yang dimiliki. Faktor psikososial yang berhubungan adalah jumlah anakideal. Faktor penguat yang berhubungan adalah keterpaparan informasi. Oleh karenaitu disarankan kepada pemerintah Provinsi Jawa Timur dan BKKBN untukmelakukan penyuluhan intensif mengenai pentingnya penggunaan kontrasepsi bagiibu yang membutuhkan terutama pada ibu berumur diatas 35 tahun dan atau memilikianak lebih dari 2 dan menggencarkan pemberian informasi KB melalui petugas danmedia massa.
Kata kunci: unmet need, kontrasepsi, Jawa Timur
Unmet need is one of contraceptive important issue that needs to be solved because itwas the factor that include in Contraception Prevalence Rate (CPR) measurements.Unmet need contraception has a lot of negative effect, such as not intended pegnancy,abortion, and rapid population growth. This research aims to determine factorsassosiated with unmet need contaception in Lumajang, Kediri, and Tuban East JavaPovince at 2013. This study used a cross-sectional design and secondary data fromthe Monitoring and Evaluation Survey Use of Contraception in East Java and WestNusa Tenggara Province. The samples were mothers who are married and aged 15-49years. The number of samples analyzed is 4743 respondents. The results of the studythe proportion of unmet need contraseption in a total of three districts is 13,0 %.Predisposing factors that statistically corellated with unmet need contraceptions arege of mother and number of children. Psycosocial factors that statistically corellatedwith unmet need contraception is number of ideal children. Reinforcing factors thatstatistically corellated with unmet need contraception is media exposure. So it isrecommended to the Government of East Java Province and BKKBN to conductintensive counseling about the needs to use contraception, especially in women olderthan 35 years old and have 2 or more children and intensify the provision of familyplanning information by health workers or community leaders, and mass media.
Kata kunci: unmet need, contraception, East Java
Read More
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Noer Syafiiah Tiarma; Pembimbing: Putri Bungsu; Penguji: Helda, Romadona Triada
S-9895
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive