Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 40571 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Suci Maudy Aulia; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Tri Krianto, Zakianis, Adi Darmawan, Lusi Nurbaiti Badri
Abstrak:
Warung Tegal sebagai bagian dari sektor informal kuliner tradisional di Indonesia berpotensi menyumbang timbulan food waste yang bersumber dari perilaku operasional pengelola, karyawan, dan konsumen pada tahap pembelian, persiapan, penyimpanan, penyajian, hingga konsumsi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi gambaran perilaku food waste di Warung Tegal X, Y, dan Z. Penelitian ini melalui pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi dan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa food waste didominasi saat tahap persiapan dan penyajian, terutama pada bahan sayuran yang mudah rusak dan tidak segar, sementara lauk pauk cenderung diolah kembali untuk dijual di hari berikutnya. Ketiga warung menunjukkan sikap positif terhadap dampak lingkungan dari food waste, namun belum konsisten dalam praktik pemilahan sampah. Norma subjektif terbentuk melalui adaptasi peran pengelola dan karyawan Warung Tegal dalam mengelola makanan agar tidak terbuang. Warung Tegal X memiliki kontrol perilaku yang lebih baik dalam pemilahan, sementara Y dan Z masih rendah. Pengetahuan dasar mengenai jenis sampah makanan telah dimiliki pada setiap Warung Tegal, namun pengelolaan sampah makanan masih terbatas karena minimnya fasilitas lingkungan, akses terhadap program 3R (Reduce, Reuse, Recycle), pengolahan sampah dengan maggot, sosialisasi dampak food waste, serta kurangnya dukungan dari pemerintah dan komunitas dalam mendorong perilaku ramah lingkungan.

Warung Tegal, an informal traditional culinary sector in Indonesia, has the potential to contribute to food waste caused by the operational behavior of managers, employees, and consumers during the stages of purchasing, preparation, storage, serving, and consumption. This study aimed to identify food waste behavior at Warung Tegal X, Y, and Z. A qualitative approach with a phenomenological design and thematic analysis was used in this study. The results of this study indicate that food waste most frequently occurs during the preparation and serving stages, particularly with vegetables that are prone to spoilage and are no longer fresh, while side dishes are often recycled for sale the following day. All three Warung Tegal restaurants demonstrated a positive attitude toward the environmental impact of food waste, but were inconsistent in their waste sorting practices. Subjective norms emerged through role adjustments between managers and employees of Warung Tegal restaurants in managing food waste. Warung Tegal X had better behavioral control in sorting, while Y and Z were still low. Basic knowledge about types of food waste exists in every Warung Tegal, but food waste management remains limited due to insufficient environmental facilities, lack of access to 3R programs (Reduce, Reuse, Recycle), waste management using maggots, awareness of food waste impacts, and insufficient support from the government and community in promoting sustainable behavior.
Read More
T-7249
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewi Safitri; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Ratna Djuwita, Herdis Herdiansyah, Legis Novianthy, Sri Herlin K.
Abstrak:
Timbulan food waste tidak hanya menyebabkan kerugian ekonomi, sosial dan lingkungan, namun juga menyebabkan masalah kesehatan. Mahasiswa, sebagai kelompok dewasa muda, memiliki kecenderungan tinggi dalam menghasilkan food waste, terutama di area kantin kampus. Penelitian pada tesis ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku food waste mahasiswa di kantin universitas. Metode yang digunakan adalah mixed method dengan embedded design. Penelitian kuantitatif sebagai penelitian utama dan penelitian kualitatif sebagai penelitian penunjang. Pengisian kuesioner dilakukan terhadap 160 responden dengan analisis data menggunakan model mediasi PROCESS dari Hayes. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa faktor sosiodemografi meliputi jenis kelamin, umur, biaya hidup per bulan, klaster fakultas, asal daerah dan pengaturan tempat tinggal tidak berhubungan signifikan dengan niat perilaku food waste. Namun, biaya hidup per bulan berhubungan signifikan dengan frekuensi perilaku food waste dan faktor pengaturan tempat tinggal berhubungan signifikan dengan estimasi jumlah food waste yang ditimbulkan. Sikap dan perceived behavioral control determinan signifikan perilaku, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui niat (p<0.05 dan 95% CI tidak mencakup 0). Norma subjektif merupakan determinan signifkan perilaku food waste jika di mediasi oleh niat (b=0.217, 95% CI [0.117; 0.325]). Sementara pada variabel personal norm, tidak terbukti sebagai determinan perilaku food waste (p>0.05 dan 95% CI mencakup 0). Disarankan Universitas Indoneisa dapat melakukan upaya edukasi yang difokuskan pada penguatan sikap dan persepsi kontrol mahasiswa terhadap food waste sehingga mahasiswa merasa mampu untuk mencegah timbulan food waste di lingkungan kampus.

The generation of food waste not only causes economic, social, and environmental losses, but also poses health problems. University students, as a group of young adults, tend to generate a significant amount of food waste, particularly in campus canteens. This thesis aims to identify the factors associated with students’ food waste behavior in university canteen settings. A mixed method with an embedded design was employed, in which the quantitative method served as the primary method and the qualitative method as a complementary method. The quantitative phase involved 160 respondents, and data were analyzed using Hayes' PROCESS mediation model. The results revealed that sociodemographic factors including gender, age, monthly living expenses, faculty cluster, place of origin, and housing arrangement were not significantly associated with the intention of food waste. However, monthly living expenses were significantly associated with the frequency of food waste behavior, and housing arrangements were significantly associated with the estimated amount of food waste generated. Attitude and perceived behavioral control were found to be significant determinants of food waste behavior, both directly and indirectly through intention (p < 0.05, 95% CI excluding 0). Subjective norm also emerged as a significant determinant of food waste behavior when mediated by intention (b = 0.217, 95% CI [0.117; 0.325]). In contrast, personal norm was not identified as a determinant of food waste behavior (p > 0.05, 95% CI including 0). It is recommended that Universitas Indonesia implement educational efforts focused on strengthening students’ attitudes and perceived behavioral control toward food waste, thereby empowering students to actively prevent food waste generation on campus.
Read More
T-7430
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anggy Febiarthy; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Tri Krianto, Zakianis, Widyawati Garini, Dian Kusuma Wardhani
Abstrak:
Peliknya masalah sampah berkaitan erat dengan perilaku dan aktivitas manusia sehingga dibutuhkan pendekatan perubahan perilaku dan partisipasi masyarakat salah satunya melalui pengelolaan sampah berbasis zero waste. Konsep zero waste dikemas oleh komunitas virtual Belajar Zero Waste (BZW) dalam inovasi kelas BZW yaitu pembelajaran daring selama 16 pekan untuk membentuk perilaku pro lingkungan. Penelitian secara kualitatif dilakukan untuk menganalisa proses perubahan perilaku pro lingkungan pada komunitas BZW menggunakan model konseptual pengambilan keputusan teori difusi inovasi. Hasil penelitian menujukkan bahwa perubahan perilaku pro lingkungan diawali dengan pembentukan kesadaran pro lingkungan melalui pembelajaran kelas BZW sehingga membentuk sikap positif dan implementasi zero waste secara konsisten. Optimalisasi praktik baik komunitas BZW melalui pengembangan panduan program BZW yang sistematis dan dukungan kemitraan dengan berbagai pihak sangat diperlukan agar praktik baik kelas BZW dapat direplikasi pada lingkup yang lebih luas.

The complexity of the waste problem is closely related to human behavior and activities so that it requires a behavior change approach and community participation, one of which is through zero waste-based waste management. The concept of zero waste is packaged by the Belajar Zero Waste (BZW) virtual community in the BZW class innovation, which is online learning for 16 weeks to shape pro-environmental behavior. Qualitative research was conducted to analyze the process of pro-environmental behavior change in the BZW community using the conceptual model of decision making of innovation diffusion theory. The results showed that changes in pro-environmental behavior began with the formation of pro environmental awareness through BZW class learning to form a positive attitude and consistent implementation of zero waste. Scaling up the good practices of the BZW community through the development of systematic BZW program guidelines and partnership support with various parties is needed so that the good practices of the BZW class can be replicated at a wider scope.
 
Read More
T-7043
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Indriana Simbolon; Pembimbing: Dien Anshari; Penguji: Evi Martha, Tri Krianto, Dini Dachlia, Melyana
Abstrak:
Tantangan kesehatan di Indonesia, terutama wilayah Sumatra masih cukup kompleks. Prevalensi keluhan kesehatan masih tinggi, namun belum ada penelitian yang secara khusus menganalisis hubungan antara faktor demografi, literasi kesehatan dan perilaku sehat promotif dimensi health responsibility pada penduduk dewasa di Sumatra. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor demografi (jenis kelamin, kelompok usia, pendidikan, pekerjaan, pendapatan, status nikah, asuransi) dan literasi kesehatan umum dengan Perilaku Sehat Promotif Individu Dimensi Promotif (Health Responsibility) pada penduduk dewasa di wilayah Sumatra. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data sekunder dari Survey Literasi Kesehatan Kementerian Kesehatan 2025. Desain penelitian yang digunakan merupakan penelitian potong lintang (cross- sectional). Instrumen yang digunakan berstandar internasional yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Yaitu digunakan Health Promoting Lifestyle Profile II pada dimensi promotif (health responsibility). Hasil penelitian ini menunjukkan score item health responsibility memiliki rata- rata 1,83 yang mengindikasikan bahwa perilaku tanggung jawab kesehatan responden masih tergolong sedang rendah. Hasil analisis regresi linier berganda menunjukkan literasi kesehatan, jenis kelamin, kelompok usia, pendidikan lebih dari SMA, serta kepemilikan BPJS aktif/asuransi lain berhubungan signifikan dengan health responsibility setelah dikontrol oleh variabel lain dalam model. Variabel paling dominan berdasarkan nilai standardized coefficient (Beta) adalah literasi kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan literasi kesehatan dengan health responsibility dan monitoringnya dengan berbagai pihak terkait.

Health challenges in Indonesia, particularly in the Sumatra region, remain quite complex. The prevalence of health complaints remains high; however, no research has specifically analyzed the relationship between demographic factors, health literacy, and health-promoting behaviors (specifically the "health responsibility" dimension) among the adult population in Sumatra. This study aims to analyze the relationship between  demographic factors (gender, age group, education, occupation, income, marital status, and insurance coverage) and general health literacy with individual health-promoting behaviors, specifically the "health responsibility" dimension, among adults in the Sumatra region. This study employs a quantitative approach utilizing secondary data derived from the Ministry of Health's 2025 Health Literacy Survey. The research design adopted is a cross-sectional study. The instruments utilized are internationally standardized tools that have undergone rigorous validity and reliability testing; specifically, the Health Promoting Lifestyle Profile II was employed to assess the "health responsibility" dimension. The results of this study show an average score of 1,83 for the health responsibility item, indicating that the respondents’ health responsibility behavior is still classified as relatively low. The results of multiple linear regression analysis show that health literacy, gender, age group, education above high school, and active BPJS/ other insurance ownership are significantly associated with health responsibility  after being controlled for by other variables in the model. The most dominant variable based on the standardized coefficient (Beta) value is health literacy. Therefore, it is necessary to strengthen health literacy with health responsibility and monitor it with various related parties.
Read More
T-7655
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Patar Sebastiano Sinaga; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Tri Krianto, Alika Luisa Nabasa
Abstrak:

Latar Belakang : Penyakit tidak menular masih menjadi penyebab mendasar masalah kesehatan manusia yang ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Penyakit Tidak Menular (PTM) atau yang disebut juga Non Communicable Disease merupakan penyakit kronis yang berlangsung lama dan bentuk dari hasil kombinasi faktor genetik, fisiologis, lingkungan dan perilaku. Dalam hal mengkonsumsi minuman kemasan harus dilakukan secara bijak dan tidak berlebihan. Hal ini dikarenakan minuman kemasan tinggi akan kaya gula yang dapat mengakibatkan penyakit tidak menular seperti halnya Diabetes Mellitus. Masalah yang terjadi pada era globalisasi seperti sekarang ini adalah proporsi kadar gula darah puasa yang terganggu, sehingga akan menggambarkan perilaku secara sadar dan keinginan untuk dapat mengontrol penyakit gula darah tinggi. Selain itu ingin mengetahui gambaran konsumsi, pengetahuan dan sikap terhadap minuman berpemanis dalam kemasan pada PT. X
Tujuan : Ingin mengetahui gambaran konsumsi minuman berpemanis dalam kemasan yang mencakup pengetahuan, sikap dan motivasi pada karyawan di PT X.
Metode Penelitian : Disain penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif dengan rancangan penelitian studi kasus. metode pengumpulan data dengan cara wawancara, dokumentasi, serta observasi. Informan berjumlah 5 yang diantaranya adalah 4 informan utama yang berkerja di PT. X dan 1 informan kunci seorang ahli gizi dari salah satu puskesmas di wilayah bekasi. Serta triangulasi yang digunakan adalah triangulasi sumber.
Hasil : Para informan tahu betul frekuensi dan momen ketika mereka cenderung minum manis – misalnya setiap hari kerja sekali sehari, lebih sering di kantor, atau minimal saat-saat tertentu (seperti selepas makan siang). Sikap informan terhadap dampak minuman manis cenderung meremehkan potensi efek negatif jangka pendek, karena sebagian besar tidak merasakan gangguan kesehatan yang berarti sejauh ini. Secara keseluruhan, motivasi konsumsi minuman manis pada karyawan PT. X ini bersifat kompleks dan saling berkaitan. Kombinasi dorongan internal (mengantuk, butuh energi, stress relief, selera) dan faktor eksternal (ajak teman, ketersediaan, kebiasaan kantor) menciptakan lingkungan motivasional yang kuat bagi perilaku tersebut untuk berlangsung terus.


Backgorund : Non-communicable diseases are still the underlying cause of human health problems in the Republic of Indonesia. Non-communicable diseases (NCDs) or also called Non-Communicable Diseases are chronic diseases that last a long time and are a form of a combination of genetic, physiological, environmental and behavioral factors. In terms of consuming packaged drinks, it must be done wisely and not excessively. This is because packaged drinks are high in sugar which can cause non-communicable diseases such as Diabetes Mellitus. The problem that occurs in the current era of globalization is the proportion of disturbed fasting blood sugar levels, so that it will describe conscious behavior and the desire to be able to control high blood sugar. In addition, researchers also want to know the picture of consumption, knowledge and attitudes towards sweetened drinks in packages at PT. X. Objective : Want to know the picture of consumption of packaged sweetened drinks which includes knowledge, attitudes and motivation of employees at PT X. Research Methods : The research design uses a qualitative research method with a case study research design. Data collection methods are by interview, documentation, and observation. There are 5 informants, including 4 main informants who work at PT. X and 1 key informant, a nutritionist from a health center in the Bekasi area. And the triangulation used is source triangulation. Result : The informants know very well the frequency and moments when they tend to drink sweet drinks – for example, once a day every working day, more often in the office, or at least at certain times (such as after lunch). The informants' attitudes towards the impact of sweet drinks tend to underestimate the potential for short-term negative effects, because most of them have not felt significant health problems so far. Overall, the motivation for consuming sweet drinks among PT. X employees is complex and interrelated. The combination of internal drives (sleepy, need for energy, stress relief, taste) and external factors (inviting friends, availability, office habits) creates a strong motivational environment for the behavior to continue

Read More
S-12061
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siska Amalia Rachmah; Pembimbing: Ella Nurlaella Hadi; Penguji: Trini Sudiarti, Musliha
Abstrak: Hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 menunjukkan angka cakupan pola pemberian ASI eksklusif pada bayi umur 0-5 bulan sebesar 37,3%, dan menurut Badan Pusat Statistik tahun 2018, jumlah tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) wanita meningkat dari 55,04% menjadi 55,44%. Hal ini merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pemberian ASI eksklusif di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan ASI eksklusif pada ibu bekerja di RSCM Kencana tahun 2019. Penelitian menggunakan rancangan cross sectional, sampel 80 dipilih secara acak sederhana yang memiliki bayi berusia lebih dari 7 bulan sampai dengan 24 bulan. Data dikumpulkan dengan cara responden mengisi sendiri kuisioner dengan dianalisis menggunakan uji chi-square. Faktor yang diduga berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif adalah faktor predisposisi yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif adalah pengetahuan (p= 0,036, OR = 3,14, 95% CI =1,08-9,14) dan sikap (p= 0,046, OR= 3,15, 95% CI = 1,13- 8,71). Ketersediaan fasilitas yang merupakan faktor pemungkin yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif (p= 0,035, OR = 4,55, 95% CI = 1,26-16,31). Faktor penguat yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif adalah dukungan suami (p= 0,032, OR= 3,31, 95% CI 1,21-9,11) dan dukungan pengasuh (p= 0,034, OR= 3,43, 95% CI = 1,21-9,69).
Keyword : ASI Eksklusif, Kesehatan Karyawan, Kesehatan Reproduksi
Read More
S-10039
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nadya Rohmatul Aolya; Pembimbing: Tiara Amelia; Penguji: Evi Martha, Imron Fanani
Abstrak:
Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) merupakan media penting dalam edukasi dan pencatatan guna menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Namun, di wilayah kerja UPTD Puskesmas Abadi Jaya, pemanfaatannya belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pemanfaatan Buku KIA oleh ibu hamil berdasarkan model PRECEDE. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain Rapid Assessment Procedure (RAP). Informan terdiri dari ibu hamil berisiko, bidan, kader, serta penanggung jawab program di puskesmas dan dinas kesehatan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, dan analisis dilakukan secara tematik. Hasil menunjukkan bahwa Buku KIA lebih sering dibawa untuk keperluan pelayanan kesehatan dibandingkan digunakan sebagai sumber informasi. Pengetahuan ibu terhadap isi buku terbatas, hanya fokus pada informasi yang dianggap relevan. Meskipun sikap ibu terhadap buku umumnya positif dan aksesibilitas buku cukup baik, kualitas fisik buku dinilai kurang tahan lama. Pendampingan dari tenaga kesehatan dan kader masih belum konsisten, serta dukungan keluarga terutama suami masih terbatas. Implementasi kebijakan pemanfaatan buku juga belum maksimal. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi bagi ibu, penguatan peran kader dan tenaga kesehatan, pelibatan aktif keluarga, serta optimalisasi kebijakan agar Buku KIA dapat dimanfaatkan secara maksimal sebagai media edukasi dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak.

The Mother and Child Health Book (KIA) is an important medium for education and record-keeping to reduce the Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR). However, in the working area of the Abadi Jaya Community Health Center (UPTD Puskesmas), its utilization has not been optimal. This study aims to describe the utilization of the KIA Book by pregnant women based on the PRECEDE model. The study employs a qualitative approach using the Rapid Assessment Procedure (RAP) design. Informants include high-risk pregnant women, midwives, community health workers, and program coordinators at the health center and health department. Data collection was conducted through in-depth interviews, and analysis was performed thematically. Results indicate that the KIA Book is more frequently brought for healthcare services than used as an information source. Mothers' knowledge of the book's contents is limited, focusing only on information deemed relevant. Although mothers' attitudes toward the book are generally positive and its accessibility is adequate, the physical quality of the book is considered less durable. Support from health workers and community health workers remains inconsistent, and family support, particularly from husbands, is limited. The implementation of policies regarding the use of the book is also not yet optimal. Therefore, there is a need to enhance education for mothers, strengthen the role of community health workers and healthcare providers, actively involve families, and optimize policies to ensure that the KIA Book can be maximally utilized as an educational tool in improving the health of mothers and children.
Read More
S-11983
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Amalia Mahmudah; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Caroline Endah Wuryaningsih, Marjuki
Abstrak:
Saat ini, Indonesia tengah menghadapi tiga permasalahan utama terkait gizi, yaitu kekurangan gizi, kelebihan gizi, serta kekurangan mikronutrien. Anemia masih menjadi salah satu isu kesehatan yang perlu mendapat perhatian. Remaja putri, khususnya siswi sekolah, merupakan kelompok yang rentan mengalami anemia defisiensi besi. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti menstruasi yang berlangsung setiap bulan dan pola diet yang kurang tepat. Oleh karena itu, perilaku pencegahan anemia harus mulai diterapkan sejak dini agar tidak menimbulkan dampak kesehatan jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi perilaku pencegahan anemia pada siswi SMKN 37 Jakarta. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan metode cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 110 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan uji chi square untuk mengetahui hubungan antara variabel-variabel dengan perilaku pencegahan anemia di SMKN 37 Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 54,5% responden memiliki perilaku pencegahan anemia yang baik. Pengetahuan (p = 1,00), sikap (p = 0,001), norma subyektif (p = 0,47), dan persepsi perilaku terkontrol (p = 0,001) diuji dalam penelitian ini. Sikap dan persepsi perilaku terkontrol terbukti memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku pencegahan anemia. Oleh karena itu, diperlukan dukungan dari berbagai pihak untuk meningkatkan promosi pencegahan anemia guna menumbuhkan kesadaran dan perilaku pencegahan anemia di kalangan remaja putri.


Currently, Indonesia is facing three major nutritional challenges: undernutrition, overnutrition, and micronutrient deficiencies. Anemia remains a significant public health issue that requires attention. Female adolescents, especially school-aged girls, are particularly susceptible to iron deficiency anemia. This vulnerability is due to several factors, including monthly menstruation and improper dietary habits. Therefore, it is important to instill preventive behaviors against anemia from an early age to avoid long-term health consequences. This study aims to analyze the determinants influencing anemia prevention behaviors among female students at SMKN 37 Jakarta. The research employed a quantitative approach with a cross-sectional design. A total of 110 participants were selected using purposive sampling. Data analysis was conducted using the chi-square test to examine the relationship between various factors and anemia prevention behaviors at SMKN 37 Jakarta. The results showed that 54.5% of respondents demonstrated good anemia prevention behaviors. The study assessed knowledge (p = 1.00), attitude (p = 0.001), subjective norms (p = 0.47), and perceived behavioral control (p = 0.001). Attitude and perceived behavioral control were found to have a significant relationship with anemia prevention behaviors. Therefore, support from various stakeholders is needed to promote anemia prevention and raise awareness among female adolescents.
Read More
S-12132
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Niesha Alifia Zahra; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Yoslien Sopamena, Yudianto
Abstrak:
Anemia masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang banyak dialami oleh remaja putri di Indonesia. Salah satu upaya pencegahan anemia adalah melalui program konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD). Namun, kepatuhan remaja putri dalam mengonsumsi TTD sesuai anjuran masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan perilaku konsumsi Tablet Tambah Darah pada siswi SMA Negeri 3 Kota Bandung tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 90 siswi yang dipilih menggunakan teknik quota sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square dan Fisher’s Exact. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara pengetahuan dengan perilaku konsumsi Tablet Tambah Darah (p<0,001). Sementara itu, sikap terhadap TTD tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan perilaku konsumsi TTD (p=0,301). Faktor pemungkin berupa aksesibilitas dalam mendapatkan TTD juga tidak berhubungan secara signifikan dengan perilaku konsumsi TTD (p=0,242). Pada faktor penguat, dukungan keluarga (p=0,035) dan dukungan teman sebaya (p=0,021) memiliki hubungan yang bermakna dengan perilaku konsumsi TTD, sedangkan dukungan guru tidak menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik (p=0,212). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa perilaku konsumsi Tablet Tambah Darah pada siswi SMA Negeri 3 Kota Bandung dipengaruhi oleh faktor pengetahuan serta dukungan keluarga dan teman sebaya. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi yang berkelanjutan untuk meningkatkan pengetahuan siswi, serta penguatan peran keluarga dan teman sebaya dalam mendukung kepatuhan konsumsi TTD.

Anemia remains a public health problem that commonly affects adolescent girls in Indonesia. One of the strategies to prevent anemia is the iron tablet supplementation program. However, adherence to iron tablet consumption according to recommendations remains low among adolescent girls. This study aimed to determine the factors associated with iron tablet consumption behavior among female students at SMA Negeri 3 Bandung in 2025. This study employed a cross-sectional design with a quantitative approach. The sample consisted of 90 female students selected using quota sampling. Data were collected through an online questionnaire that had been tested for validity and reliability. Data analysis was conducted using univariate and bivariate analyses with the chi-square test and Fisher’s Exact test. The results showed a statistically significant association between knowledge and iron tablet consumption behavior (p<0.001). In contrast, attitude toward iron tablets was not significantly associated with consumption behavior (p=0.301). Enabling factors in the form of accessibility to iron tablets were also not significantly associated with consumption behavior (p=0.242). Regarding reinforcing factors, family support (p=0.035) and peer support (p=0.021) were significantly associated with iron tablet consumption behavior, while teacher support was not statistically significant (p=0.212). Based on these findings, it can be concluded that iron tablet consumption behavior among female students at SMA Negeri 3 Bandung is influenced by knowledge, family support, and peer support. Therefore, continuous health education is needed to improve students’ knowledge, as well as to strengthen the role of families and peers in supporting adherence to iron tablet consumption.
Read More
S-12199
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Syahna Amalia Putri; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Dien Anshari, Melia Marwah
Abstrak: Indonesia menempati peringkat kedua kasus tuberkulosis tertinggi di dunia. Di Kota Bekasi, kasus tuberkulosis meningkat dari 43.020 pada 2022 menjadi 52.856 pada 2023. UPTD Puskesmas Pengasinan mencatat lonjakan dari 106 kasus pada 2020 menjadi 300 kasus pada 2024. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor yang memengaruhi perilaku pencegahan penularan tuberkulosis di wilayah UPTD Puskesmas Pengasinan. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif cross-sectional dan teknik quota sampling pada 95 responden usia 18–65 tahun. Data dikumpulkan melalui kuesioner Google Form secara luring. Rata-rata skor perilaku pencegahan TB sebesar 64,6/100. Hasil analisis bivariat dengan uji Chi-square menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara perilaku pencegahan dengan pengetahuan (χ²=10,1; p=0,001), persepsi hambatan (χ²=15,3; p=<0,001), efikasi diri (χ²=7,6; p=0,006), dan sikap (χ²=8,8; p=0,003). Sebaliknya, persepsi kerentanan (χ²=0,26; p=0,610), keparahan (χ²=0,514; p=0,473), manfaat (χ²=0,514; p=0,473), dan isyarat bertindak (χ²=1,2; p=0,261) tidak berhubungan signifikan. Dibutuhkan edukasi interpersonal, skrining tuberkulosis terintegrasi, peningkatan efikasi diri, dan pembentukan sikap positif melalui keterlibatan komunitas.
Indonesia ranks second in the world for the highest number of tuberculosis cases. In Bekasi City, TB cases increased from 43,020 in 2022 to 52,856 in 2023. UPTD Pengasinan Health Center recorded a surge from 106 cases in 2020 to 300 cases in 2024. This study aimed to identify factors influencing TB transmission prevention behaviors in the UPTD Pengasinan Health Center area. A quantitative cross-sectional design with quota sampling was applied to 95 respondents aged 18–65 years. Data were collected through offline-distributed Google Form questionnaires. The average TB prevention behavior score was 64.6 out of 100. Bivariate analysis using the Chi-square test showed significant associations between prevention behavior and knowledge (χ²=10.1; p=0.001), perceived barriers (χ²=15.3; p<0.001), self-efficacy (χ²=7.6; p=0.006), and attitude (χ²=8.8; p=0.003). Conversely, perceived susceptibility (χ²=0.26; p=0.610), severity (χ²=0.514; p=0.473), benefits (χ²=0.514; p=0.473), and cues to action (χ²=1.2; p=0.261) were not significantly associated. Strengthening interpersonal education, integrating TB screening into routine services, enhancing self-efficacy, and fostering positive attitudes through community engagement are needed.
Read More
S-11980
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive